>4 Material dinding dan kemampuannya menahan radiasi panas

>

astudioarchitect.com Menggunakan AC adalah termasuk pengeluaran bulanan terbesar untuk listrik rumah, seandainya kita tahu bahwa ada cara untuk mengurangi panas dalam rumah dengan cara alternatif, mungkin kita bisa mengaplikasikannya pada rumah tinggal. Salah satu cara untuk mengurangi panas yang masuk kedalam ruangan, adalah dengan menggunakan material bangunan yang tepat. Berbagai macam material bangunan ini memiliki daya serap terhadap panas, yaitu berapa lama material dinding tersebut terasa panas di bagian dalam bangunan. Misalnya, pada sore hari, berapa jam dinding bisa menahan panas maksimum hingga panas tersebut masuk dalam ruangan.

Tentunya dinding yang dimaksud adalah dinding dengan material yang digunakan sebagai dinding, bukan sebagai tempelan saja (ekspos). Material yang dijelaskan disini adalah material dinding batu alam, beton, batu bata dan dinding kayu.

Material Dinding Batu Alam

Dinding batu alam merupakan salah satu material yang paling banyak menyimpan radiasi panas, karena itu dinding yang dibuat dari batu dingin lebih lama, saat material lain sudah panas. Dinding batu alam paling disarankan untuk rumah agar lebih dingin dan mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan AC. Dinding batu alam setebal 30cm bisa menahan panas maksimum hingga 8 jam, artinya panas dari luar akan ditahan dalam dinding tersebut selama 8 jam sebelum benar-benar panas. Rumah-rumah buatan Belanda jaman dahulu banyak memakai dinding batu alam pada bagian bawah rumah, yang juga berfungsi menahan panas. Dinding batu alam bisa merupakan perpanjangan dari pondasi batu kali.
Pic by Sporkwrapper on Flickr

Material Beton


Dinding beton termasuk material kedua yang bisa menahan dan menyimpan radiasi panas dari luar. Karena itu dinding beton juga baik digunakan agar kita mengurangi atau menghilangkan penggunaan AC. Material dinding beton setebal 15cm (setebal dinding biasa) bisa menahan panas maksimum hingga 3,8 jam sebelum dinding dalam ruangan benar-benar panas.
Pic by Concrete Forms on Flickr

Material dinding Batu-bata

Dinding batu bata adalah dinding yang paling banyak digunakan untuk rumah tinggal di negeri kita. Dinding ini juga bisa menyimpan panas cukup lama, dimana dinding 10cm bisa menahan panas maksimum hingga 2,3 jam. Karena itu bila terkena sinar matahari langsung, dinding bata akan terasa paling panas hingga 2,3 jam. Meskipun material ini kurang bisa menyimpan panas bila dibandingkan dengan batu alam dan beton, tapi material ini paling mudah didapatkan dan termasuk paling ekonomis, karena itu paling banyak digunakan juga.
Pic by cynchang on Flickr

Material dinding kayu

Dinding kayu banyak digunakan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Irian dan luar jawa lainnya. Material kayu mudah didapatkan dipulau yang masih banyak produksi kayunya, serta merupakan cara membangun turun temurun. Sayangnya material kayu ini tidak lama dalam menahan panas, karena dinding kayu 5cm hanya bisa menahan radiasi panas maksimum selama 1,3 jam saja. Karena itu rumah kayu harus memiliki banyak ventilasi agar lebih dingin. Demikian pula bila menggunakan AC, akan memerlukan lebih banyak daya listrik.

Pic by P1r on Flickr

Dari berbagai material untuk dinding tersebut, maka terbaik adalah menggunakan dinding batu alam, namun perlu kita perhatikan juga tentang ketinggian bangunan, banyaknya ventilasi, ketinggian dinding, dan sebagainya bila kita tidak berencana menggunakan AC. Namun mengingat dinding seperti batu alam bisa merusak lingkungan akibat mengambil batu alam dari sungai-sungai, maka tetap disarankan untuk menggunakan dinding bata.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Konsultasi Gratis: Rumah di lahan 7x14m, dengan material prefab

>

astudioarchitect.com Pertanyaan dan jawaban untuk Bapak Hasbi ini dimuat di Harian Seputar Indonesia edisi Sabtu, merupakan kolom khusus yang saya dedikasikan bagi pembaca Seputar Indonesia. Pertanyaan: Bapak Probo, Saya Hasbi dari Makasar. Saya punya tanah ukuran lebar 7m dan panjang 14 m. Saya ingin di dalam ada 2 kamar tidur, ruang solat di belakang ada taman kecil dan di depan ada teras tapi dalam bentuk minimalis. mohon bantuan gambar sketsanya. terima kasih pak ya.
Hasbi
Makasar

mainkan slide diatas, klik play.

Yth Bapak Abie Hasarin,
terimakasih atas pertanyaan Bapak. Untuk lahan Bapak ini menurut saya agak susah memiliki ruang sholat khusus dengan hanya satu lantai, sehingga untuk mendapatkan rumah dengan musholla, maka saya sarankan untuk merencanakan bila dua lantai. Sementara untuk sholat bisa memakai ruang keluarga bila perlu, karena justru dengan demikian bisa juga mempererat hubungan antara anggota keluarga dengan sholat bersama, dan TV dimatikan.
Desain denah di bagian belakang bisa diisi dengan kamar mandi dan dapur, karena biasanya kamar mandi becek dan kadang perlu tempat untuk meletakkan mesin cuci didepan kamar mandi. Dapur bisa dibuat memanjang dengan satu sisi berisi kabinet dan meja untuk memasak, dengan kompor dan kitchen sink.
Untuk tampilan, saya bereksperimen membuat desain yang terlihat sederhana sekali dari segi tampak, menggunakan material-material prefab atau yang dicetak sebelumnya, seperti bataton atau jenis blok bata, atap miring berbahan frame besi hollow dan atap zincalum, kusen alumunium serta pagar dengan penutup genteng. Tampilan rumah tampak sedikit berbeda dari rumah kebanyakan, namun juga memiliki nilai estetika yang cukup baik.
Demikian, semoga jawaban saya bisa membantu Bapak.
Salam
Probo Hindarto

Anda bisa membeli desain ini
kelengkapan gambar kerja adalah:
Denah

Tampak
Potongan
Rencana Atap
Rencana Pondasi
Rencana sanitasi
Rencana Perletakan peralatan listrik
Rencana Kusen
Detail kusen hingga per kusen. 


Silahkan hubungi via email: astudioarchitect.com@gmail.com
sebutkan link halaman blog ini.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>4 indera tubuh kita bekerja merasakan ruang-ruang dan rumah

>

astudioarchitect.com Rumah atau bangunan lain, bisa kita rasakan keberadaannya setelah kita tempati baik itu yang kita rasakan melalui panca indera maupun yang kita rasakan melalui hati dan perasaan. Bangunan rumah yang bagus dan nyaman terasa nyaman dan indah juga di hati (tentunya ditunjang oleh suasana dalam rumah yang juga menyenangkan). Mungkin kita tidak terlalu memperhatikan, bahwa semua panca indera turut merasakan keberadaan sebuah bangunan rumah. Apa sajakah yang dirasakan oleh mata, telinga, bahkan kulit kita?

Penglihatan,
barangkali merupakan indera yang paling banyak bekerja saat kita berada dalam ruangan dan merasakan kondisi ruangan tersebut. Terdapat banyak hal yang kita temui, seperti bentuk, warna, ukurannya. Apakah ukuran sebuah kursi itu pas atau agak besar, atau terlalu kecil. Bagaimana warna sebuah kursi tersebut, apakah sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak, semua itu terlihat dari pandangan mata kita, baik itu berupa ruangan dengan furniture yang serasi, ataukah tidak serasi. Rumah yang dicat temboknya dengan licin, kadang bisa terasa membosankan, karena itu seringkali diperlukan inovasi, misalnya material ekspos seperti batu, bata, kayu dan sebagainya agar tidak monoton. Demikian juga dengan tampilan rumah, sebaiknya dirancang dengan baik agar terlihat serasi dan elok dipandang.

Pendengaran,
telinga juga memegang peranan dalam menciptakan perasaan saat kita berada dalam ruang rumah, karena telinga merasakan suara dan kebisingan seperti mesin kendaraan bermotor dijalan depan rumah, teriakan, musik, dan sebagainya. Semua itu tentunya mempengaruhi kondisi kejiwaan saat berada didalam rumah. Suara yang sangat menyenangkan misalnya seperti suara burung, gemericik air, denting bel-bel angin, dan sebagainya. Semua suara yang menyenangkan bisa membantu relaksasi dalam rumah.

Penciuman,
Indera penciuman, bila kita sudah berada di suatu tempat atau rumah agak lama, tidak begitu kita sadari. Banyak bau yang bisa kita cium di area sekitar rumah, misalnya bau binatang peliharaan, bau logam, kain, bahkan bau keringat. Bau debu juga merupakan gangguan bila rumah berada didekat jalan yang sangat ramai dengan kendaraan bermotor, apalagi bila rumah berada dekat dengan sumber bau seperti pabrik dengan limbah gas yang tidak diolah.


kamar mandi yang bersih dan wangi, berkaitan dengan indera penglihatan dan penciuman.

Bau yang menyenangkan: terdapat bau yang sangat menyenangkan, misalnya bau bunga, kayu, tanah, maupun bau binatang peliharaan yang sehat dan harum. Bau juga berkaitan dengan kadar O2 disekitar rumah, bila banyak tanaman, akan terasa segar dan kita akan menghirup udara dengan lebih baik lagi.

Peraba,
Indera peraba yaitu kulit menerima banyak rangsangan dari permukaan benda dan struktur bangunan. Rasa yang kita dapatkan antara lain adalah dingin, panas, hangat, atau setara dengan panas tubuh. Ada bahan yang bisa diraba dan terasa kasar, seperti batu alam. Ada pula bahan material yang terasa halus, seperti kaca, lantai keramik, marmer, dan sebagainya.


Foto: karya Adi Purnomo

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Tahap setelah cor beton dak lantai 2: pasangan dinding bata dan kusen

>

astudioarchitect.com Dalam proses pembangunan dengan sistem konstruksi pembangunan konvensional menggunakan struktur beton bertulang dan tembok bata, setelah kita membuat dak beton cor untuk lantai 2, bisa menggunakan mesin molen besar ataupun molen kecil (pekerjaan yang berat untuk tukang), maka kita bisa melanjutkan dengan proses pembuatan dinding bata di bagian atas dak beton, meskipun bekisting (cetakan) dak beton belum dilepas, hal ini karena secara kekuatan sudah memadai untuk melanjutkan dengan pekerjaan pembuatan dinding bata. 

Seperti terlihat dalam foto, dinding bata mulai dibuat diatas struktur konstruksi bagian bawah yang sudah dibuat, dalam hal ini bisa kita lihat bahwa tulangan tulangan besi kolom juga sudah dibuat, dalam hal ini terlihat bahwa tulangan di bagian atas begelnya bisa dirakit dengan jarak lebih renggang daripada begel untuk tulangan kolom bagian bawah. Begel adalah besi pengikat berupa bentukan segi empat dari tulangan yang dipakai untuk mengikat tulangan yang arah vertikal. Selain itu, kusen-kusen jendela dan pintu bagian atas juga sudah disiapkan sedemikian rupa untuk dipasang begitu dinding bata juga sudah siap.

Pembuatan acian dibuat diatas dak beton untuk pembuatan dinding bata.
Pemindahan material dari bawah ke atas menggunakan crane / katrol sederhana buatan sendiri, dipakai untuk memindahkan pasir, bata, semen, dan material lainnya. 
Kesalahan saat pengecoran seperti bagian yang tidak seharusnya di cor adalah pemborosan biaya karena harus dibongkar, sehingga musti hati-hati saat pengecoran. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Ide menarik: tong bekas jadi lemari

>

astudioarchitect.com Tong bekas mungkin adalah sesuatu yang seringkali diidentikkan dengan minyak, sesuatu yang lengket dan kotor, tapi bagaimana bila dibersihkan, dicat ulang, dan didesain menjadi sesuatu yang berguna? Di tangan desainer, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, misalnya seperti tong sampah yang disulap menjadi lemari ini. Betul, dari tong sampah bekas yang kualitasnya masih baik, perhatikan guratan atau bentukan garis disamping tong yang bisa dibuat menjadi pencengkeram yang pas untuk rak dalam lemari. 

Tentunya lemari seperti ini agak berlebihan untuk diletakkan di ruang tamu atau ruang makan, tapi mungkin sangat keren untuk lemari putra Anda. Didesain oleh grup desain Lockengeloet, Hamburg, bagian dalam lemari diperkuat dengan menggunakan senar gitar sehingga tidak mudah melengkung.

via treehugger
images via Lockengeloet
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Pentingnya menata pencahayaan buatan (lampu) untuk kesan ruang

>

astudioarchitect.com Mata dan pikiran kita merespon secara emosional untuk kehadiran cahaya dan menikmati secara intuitif perbedaan jenis atmosfer siang hari atau pencahayaan buatan pada malam hari yang diciptakan oleh kehadiran cahaya buatan atau lampu. Jadi, di rumah, atau di manapun juga, suasana pencahayaan tidak boleh dianggap enteng pengaruhnya. Seperti suasana resort atau hotel, biasanya suasana visual dan dampak cahaya dapat direncanakan hingga ke detailnya. Sebuah tata cahaya yang baik – apakah itu dirancang untuk membantu kita menikmati ruangan, atau ruang luar, memberikan petunjuk atau arah, dan sebagainya - memainkan peran penting dalam membentuk cara kita menilai pengalaman dalam ruangan, bahkan hingga tingkat bawah sadar.

Merencanakan cahaya dalam ruangan, berarti juga harus memperhatikan unsur bayangan, yaitu bagian yang tidak terkena sinar lampu namun hanya pendarannya saja. Penerimaan permukaan benda tergantung pada besar kecilnya daya pancar dari lampu tersebut. Penting untuk diperhatikan, adalah kualitas emosional
pencahayaan; cahaya perlu diatur untuk mencapai sebuah suasana tertentu.

Suasana tersebut, misalnya suasana ‘romantis’, atau ‘terang’, atau ‘cozy’. Pikirkan suasana apa yang bisa didapat dari jenis-jenis lampu tertentu.

■ Dalam desain pencahayaan, kualitas emosional yang didapat harus diperhatikan lebih dahulu.
■ Lighting desainer adalah spesialis dalam pencahayaan ruangan dan estetika pencahayaan untuk mendapatkan karya desain interior yang sekreatif mungkin. Interior designer mungkin juga memiliki banyak referensi dan inovasi baru untuk pencahayaan.

Bagian rumah yang paling banyak digunakan adalah kamar terutama di malam hari, setelah itu baru ruang keluarga, ruang makan, ruang dapur, kamar mandi dan ruang tamu. Sedangkan untuk pencahayaan yang harus selalu ada misalnya di area teras, balkon dan disekitar pintu dan jendela. Lighting desain untuk ruang seperti kamar tidur harus diarahkan terutama untuk kebutuhan suasana dan kenyamanan, yang dalam pencahayaan istilah berarti luminair. Secara individual diaktifkan dan diatur untuk memenuhi berbagai
kebutuhan ruang dimana tiap ruang berbeda.

Penataan cahaya dapat lebih lanjut ditekankan untuk memperoleh suanana pencahayaan terbaik dan menonjolkan cahaya tersebut pada tempat-tempat yang tepat, misalnya pada hiasan dinding, galeri lukisan, meja kerja, dan sebagainya. Untuk meningkatkan kesan keseluruhan ruangan, kualitas desain harus menjadi
prioritas ketika memilih jenis lampu, baik itu lampu tempel, lampu gantung, chandelier, ataupun lampu pendar. Sebaiknya kita bisa memilih dan mengatur tingkat kecerahan dan penyebaran cahayanya dalam ruangan sesuai dengan suasana hati, misalnya dengan memilih jenis lampu yang bisa diatur arahnya, terang gelapnya dan intensitas cahayanya.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Menata kumpulan bangunan, dan taman agar tercipta ruang positif

>

astudioarchitect.com Bila kita mendesain sebuah bangunan, kadangkala terdapat satu atau lebih massa bangunan, yang biasanya disebut sebagai blok bangunan. Apakah itu rumah tinggal, kawasan perumahan, ataupun sebuah blok kecil ditengah kota, berupa mall atau kumpulan bangunan. Tahukah Anda bahwa kumpulan bangunan memiliki dampak pada bagaimana bangunan dan areanya bagi kita? Ini adalah artikel yang berkelanjutan untuk mempelajari tentang penataan bangunan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kota.

Photo by: PictureNinja.com

Photo by SFBC Operations, CC by

Photo by Lesley Middlemass, CC by

Semua bangunan berpengaruh pada bentuk dan fungsi ruang luar atau lingkungan dari bangunan tersebut. Untuk mencapai lingkungan yang baik, maka bangunan harus diintegrasikan dengan lingungan sehingga tidak terkesan berdiri sendiri. Misalnya: disekitar bangunan seperti di kampung, misalnya, terdapat berbagai aktivitas seperti berjalan di taman, bersepeda, menikmati bangunan dari luar atau dari sekitar bangunan, menaiki kendaraan baik motor ataupun mobil.

Selain itu dalam sebuah lingkungan luar kita selalu mendapati adanya tanaman, taman, perkerasan, trotoar, dan street furniture yang lain. Bentuk penataan dari blok bangunan berpengaruh langsung terhadap kesan dari bangunan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap kesan bangunan, apakah terdapat pohon atau taman didepannya, ataukah benar-benar gersang tanpa tanaman, dimana ruang luar hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor semata.

Tata bangunan seperti pada gambar menciptakan ruang negatif atau positif. Ruang negatif terbentuk saat dua massa bangunan, misalnya dua rumah berdekatan, tanpa adanya cara untuk memperbaiki lingkungan dengan taman ataupun tempat berkumpul. Dengan menambahkan bangunan, pohon, dinding atau pagar, maka bisa meningkatkan kesan lingkungan yang jauh lebih baik dengan ruang positif. Cara ini misalnya seperti yang banyak ada di kota-kota kita misalnya alun-alun kota, sebuah area publik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan sehingga bisa dipakai oleh penduduk kota berinteraksi dan bercengkerama.

Dalam skala lebih kecil, bisa diwujudkan misalnya dengan memperbaiki desain lingkungan kampung, menciptakan area untuk berkumpul misalnya playground, taman kampung, trotoar, dan sebagainya. Karena dengan lingkungan yang baik dimana kita bisa berjalan-jalan, berkumpul dengan tetangga dan saling menyapa, maka penduduk akan semakin bahagia.

Inilah yang semakin hilang dari kota-kota di Indonesia, dimana untuk menentukan dimana taman kota, adalah peran pemerintah. Sayangnya pemerintah lebih suka memperhatikan tentang bangunan saja, namun kurang memperhatikan lingkungan, akibatnya adalah pohon-pohon banyak berkurang, taman kota dijual sebagai area perumahan dan mall, trotoar tidak diperhatikan, lebih mementingkan bangunan komersial dan menggagalkan tujuan utama perancangan kota, yaitu bermanfaat dan berguna bagi warga kebanyakan.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Boutique Hotel – konsep desain

>

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali
astudioarchitect.com Boutique hotel atau bila mungkin dibahasa Indonesia-kan adalah Butik Hotel, merupakan jenis hotel yang spesial, lebih dari jenis hotel biasa karena lebih menitik beratkan pada ‘lifestyle hotel’ yang bertema, punya gaya atau style, dan sangat aspiratif. Artikel ini akan memberikan sedikit pengetahuan yang barangkali bisa memberi inspirasi bagi Anda yang tertarik ataupun calon klien yang ingin membangun butik hotel. Biasanya desain hotel seperti ini cukup kecil dan diperuntukkan bagi kalangan yang terbatas. Butik hotel selalu dibuat dengan standarisasi pelayanan lebih baik dari hotel biasa dengan suasana yang nyaman, intim dan ‘welcoming’. Meskipun tidak sebesar hotel yang biasanya, apalagi hotel jenis mainstream, hotel jenis butik hotel menawarkan atmosfer yang lebih kental dengan suasana nyaman dan tidak berpusat pada fasilitas yang besar.

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali

Staf hotel yang siap selama 24 jam memberi kemudahan seperti halnya bed and breakfast, namun dengan tingkatan desain dan kenyamanan lebih tinggi. Hal ini karena sentuhan pemilik lebih terasa pada jenis hotel butik karena biasanya dimiliki oleh individu, keluarga atau perusahaan kecil.


Jenis fasilitas yang ditawarkan antara lain ruangan dengan telepon, fasilitas internet, AC, juga cable TV, meskipun kadangkala juga tidak terdapat salah satu atau beberapa fasilitas tersebut karena ingin mengutamakan suasana.

Tema ruang dan desain arsitekturnya biasanya berpusat pada satu tema, misalnya tema klasik, kolonial, mediterania, atau etnik.

 kiri: Hotel St. Regis di New York
Photo by Motn, Wikimedia Commons


Hotel ini mengutamakan desain arsitektur neo klasik dengan ciri khas desain arsitektur yang berciri khas sehingga bisa mengangkat citra butik hotel tersebut. Dengan cara yang sama, kita juga bisa membuat desain hotel dengan ciri khusus seperti hotel butik dengan desain etnik berciri khas arsitektur setempat, arsitektur kolonial, dan sebagainya. 

Kayumanis Jimbaran, Bali

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Proses pengecoran dak beton pada proses pembangunan rumah 2 lantai

>

astudioarchitect.com Setelah proses pembuatan bekisting selesai, maka langkah selanjutnya dalam pembangunan rumah dua lantai sistem konstruksi konvensional adalah mengecor dak beton dimana terdapat cara manual dimana adukan semen dibuat dengan mesin molen kecil, dan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan mesin molen besar berupa truk molen, cara kedua ini biasa disebut ‘ready mix’. Untuk contoh proses pembangunan kali ini menggunakan ready mix dimana truk molen membawa beberapa meter kubik beton.

Terlihat dalam gambar, bekisting untuk cor dak lantai 2 dibuat dari papan, multipleks, kayu, dan bambu. Proses pembuatan bekisting atau cetakan dak beton cor ini berlangsung sesuai dengan luas dak beton yang dibuat. Proses pengecoran untuk dak seluas 120m2 ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan banyak tukang dan jumlah molen 4 buah dengan membawa sekitar 19 meter kubik beton cair.

Beberapa hal juga dipersiapkan seiring dengan pembuatan bekisting dan cor dak lantai 2, seperti pembuatan atau melanjutkan pekerjaan pasangan dinding bata di lantai 1, pembuatan berbagai elemen seperti persiapan untuk teras, dak-dak kanopi untuk atap pintu dan jendela agar tidak terkena tampias, dan sebagainya.


Pembuatan pekerjaan teras, dimana terdapat sloof untuk memberi batas pada teras, dan pekerjaan lain semacam ini, misalnya pada pekerjaan taman belakang.


Pembuatan teras dengan beton precast/ pracetak yang bisa dipesan atau dibeli di toko beton precast, dimana dibagian bawahnya terdapat beton juga, dan pasangan bata untuk kesan arsitektural.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Memaksimalkan pencahayaan alami dalam rumah kita

>

astudioarchitect.com Krisis energi yang dialami oleh negara kita saat ini mengakibatkan kurangnya energi listrik. Lebih dari 60 % energi listrik dikonsumsi oleh permukiman. Menyikapi hal ini, kita perlu mengedepankan penghematan energi. Ketika mendesain rumah, hemat energi juga perlu dipertimbangkan. Salah satu cara menghemat energi adalah mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan di siang hari, sehingga tidak boros listrik. Keuntungan lainnya adalah penghematan ini juga menghemat dana sewa listrik. Langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pencahayaan alami (dari cahaya matahari).

Cahaya matahari yang datang melalui jendela banyaknya ditentukan oleh besar dan bentuk jendelanya. Besarnya jendela perlu diperkirakan untuk mencukupi kebutuhan cahaya matahari. Bentuk jendela memanjang keatas menyebabkan cahaya masuk cukup banyak, namun distribusi cahayanya kurang baik. Bentuk jendela memanjang kesamping lebih efektif untuk memberikan pencahayaan optimal.

Disamping itu, penutup jendela juga memberi kontribusi pada gelap terang suatu ruangan. Sebaiknya, jendela memiliki tirai, atau penutup lain yang dapat diatur sehingga tingkat terang dan gelap dalam ruangan dapat diatur pula.

Bahan penutup jendela juga berperan dalam masuknya pencahayaan. Kaca bening adalah bahan terbaik untuk meneruskan cahaya kedalam ruangan, meneruskan cahaya hingga 90%. Kaca berwarna dapat mengurangi cahaya yang masuk menjadi sangat kecil hingga 10%, misalnya kaca hitam. Bahan buram seperti plastik, kaca buram atau fiber glass putih juga menyerap cahaya hingga hanya 30%. Artinya, semakin bening

kacanya, semakin dapat meneruskan cahaya kedalam. Untuk ruang yang tersembunyi atau kurang pencahayaannya, lebih baik tidak memakai kaca berwarna atau buram.

Selain bahan penutup jendela, bahan lain yang perlu dipertimbangkan adalah finishing tembok, warna perabot, langit-langit dan lantai. Pada dasarnya warna terbaik untuk memantulkan cahaya adalah warna putih, sehingga tembok berwarna putih sangat baik untuk meminimalkan pencahayan buatan. Warna hitam adalah warna terburuk untuk memantulkan cahaya, sehingga ruangan lebih gelap. Warna-warna pastel sering dipilih karena cukup baik memantulkan cahaya dan kesan ruangan menjadi hangat.

Perabot juga perlu mendapat perhatian dengan warna sesuai. Warna perabot yang muda, seperti warna pastel, akan membantu memantulkan cahaya lebih baik sehingga pencahayaan alami lebih efektif. Untuk ruangan yang sempit dan agak gelap, perabot berwarna muda akan membantu memaksimalkan pencahayaan.

Di perkotaan, karena seringkali ruang-ruang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, maka pencahayaan banyak bergantung pada pantulan cahaya dari permukaan tanah, perkerasan atau dari bangunan sekitarnya. Bila hal ini terjadi langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pantulan dari perkerasan atau tanah tersebut menggunakan bahan yang memantulkan cahaya dengan baik, misalnya warna putih untuk perkerasan yang memantulkan cahaya (memantulkan cahaya hingga 70%). Rumput tidak terlalu bagus untuk memantulkan cahaya (hanya 6%). Hal ini perlu dikonsultasikan dengan arsitek yang menangani desain rumah.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.