Arsip Bulanan: September 2009

[buku rumah] "Membangun Rumah" karangan Zainal A.Z., B.A.E

Review dan pustaka buku
Buku “Membangun Rumah” ini menawarkan berbagai model bentuk rumah serta bahan-bahan yang dipakai. Desain rumah-rumah ini merupakan desain yang sederhana yang dilengkapi dengan rencana dan bahan-bahan material yang dipakai. Pak Zainal A.Z., B.A.E. sudah menulis buku ini dengan format yang sederhana dan sangat mudah dimengerti (buku ditulis pada tahun 1982). Karena laris, buku ini sudah dicetak ulang hingga delapan kali, dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Untuk sebuah model rumah, dalam buku ini dilengkapi dengan bahan material apa yang dipakai, seperti untuk dinding memakai batu bata, untuk pondasi memakai batu pecah, atap dengan genteng kodok, dan sebagainya. Macam-macam material juga dilengkapi dengan ukuran serta banyaknya material. Hal ini menunjukkan pengetahuan mendalam penulisnya tentang rumah dan material bangunan.

The book “Building Houses” offers a variety of models of houses and materials used. The design of these houses is a simple design complete with plans and materials used. Mr. Zainal A.Z., B.A.E. This book was written with a simple format and very easy to understand (the book was written in 1982). Because the demand, this book was reprinted eight times, and published by Scholastic Press.

For a home model, in this book comes with what materials are used, such as to put a brick wall, to the foundation using broken stone, tile roof with frogs, and so on. Various kinds of materials are also equipped with the size and amount of material. This author shows profound knowledge of the home and building materials.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Arsitektur Eklektik – Esai Bagian 1

astudioarchitect.com Artikel untuk arsitek dan akademisi

Arsitektur eklektik bisa dikatakan sebagai hasil karya arsitektur yang mempergunakan metode merancang secara eklektik. Eklektisme adalah sebuah pergerakan arsitektur dengan metode menggabungkan (kombinasi) berbagai aspek, ide, teori maupun yang ditujukan untuk membuat arsitektur terbaik dengan kombinasi yang ada. Pergerakan ini diawali dari filsafat yang dikaitkan dengan penggabungan berbagai perspektif pondasi filsafat untuk membentuk filsafat baru yang lebih baik. Metodenya kemudian diterapkan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan yang lain, diantaranya kedalam arsitektur.


Eclectic architecture can be regarded as works of architecture that uses design methods that are eclectic. Eclecticism is an architectural movement by combining methods (combinations of) various aspects, ideas, theories and intended to make the best architecture with the existing combination. This movement begins from the philosophy associated with the merger of different perspectives to form the foundation philosophy in a new and better ones. Method and then applied in fields of other sciences, including into the architecture. 

    Penyebaran eklektisisme merambah berbagai bidang dapat diakui sebagai metode baru dalam seni. Arsitektur sebagai cabang seni yang berkaitan erat dengan teknik juga mendapatkan pengaruh dari penyebaran metode eklektisisme ini, meskipun dikritik sebagai metode yang tidak konsisten, disebabkan oleh pergeseran pandangan dalam menentukan berbagai elemen arsitektur yang sebelumnya sangat kuat. Disadari atau tidak apakah arsitektur jenis ini merupakan sebuah metode atau bukan sebenarnya adalah sesuatu yang berjalan dengan sendirinya berkaitan dengan akulturasi berbagai arsitektur yang membentuk tradisi berarsitektur di dalam kebudayaan masyarakat dimana saja. Sebagai sebuah metode yang sering kali dianggap “murahan” karena seakan-akan tidak memiliki dasar-dasar yang kuat untuk membuat sebuah obyek yang memiliki karakter arsitektur tertentu.

Di Indonesia, penyebutannya terkadang merupakan sesuatu yang sedikit menggelikan karena yang disebut sebagai perancangan “eklektik” membawa kita pada pandangan kebanyakan, yaitu kecenderungan untuk menggabungkan arsitektur dari berbagai negara atau wilayah dan ditampilkan begitu saja ke dalam arsitektur sebelumnya, untuk mencapai citra tertentu, bahkan sebuah kesan untuk menggapai prestise.

The spread of eclecticism that penetrated in various fields can be recognized as a new method in art. Architecture as a branch of art which is closely related to engineering are also impacted by the spread of this eclecticism method, although criticized as inconsistent methods, caused by a shift in the view of determining the various elements of the previous architecture which has been very strong. Whether we realize it or not or whether this type of architecture is an actual method or not is something that runs by itself related to the acculturation of traditional architectural forms in the culture of architecture in society anywhere. As a method which is often considered “cheap architecture” because it seemed not to have the basics to create a powerful definition of architecture or certain architectural character.

In Indonesia, it is sometimes a reference to something a little funny because as a design called “eclectic” brings us to the view of many, namely the tendency to combine the architecture of different countries or regions, and displayed just to achieve a certain image, even an impression to reach prestige. 

    Contohnya, bila kita mendapati rumah-rumah di perumahan dirancang dengan arsitektur “bergaya Amerika” atau “bergaya Eropa” dengan suatu citra seakan-akan itu adalah arsitektur Amerika atau Eropa. Adalah sebuah fenomena yang cukup umum terjadi di Indonesia sebagai bagian dari pembentukan jati diri arsitektur yang dicoba dihubungkan dengan arsitektur yang bahkan tidak memiliki kaitan dengan arsitektur di negara kita.

    “Arsitektur eklektik” menjadi sebuah jawaban apabila diberi pertanyaan tentang mengapa menggunakan arsitektur semacam itu, yang sebenarnya merupakan sebuah jawaban untuk membenarkan jenis arsitektur tersebut. Dalam buku saya berjudul “Rumah bergaya arsitektur mediterania dan cenderung klasik” terdapat sebuah keinginan untuk mengidentifikasikan unsur-unsur arsitektur apa saja yang mempengaruhi arsitektur “Gaya Mediterania dan klasik” di Indonesia, dan saya menemukan bahwa arsitektur jenis ini berakar dari banyak sekali arsitektur di wilayah Mediterania yang berbeda-beda, seperti sebuah tambal sulam. Namun kita masih bisa melihat hubungan dengan budaya Indonesia dalam hal ornamentasi. Sebelumnya kita ketahui bahwa ornamentasi adalah bagian integral dari arsitektur tradisional Indonesia karena unsur ornamen ditemukan di semua arsitektur tradisional di Indonesia, apakah itu di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi maupun Papua.

For example, if we find the houses in the residential architecture designed with “American style” or “European style” with an image as if it were American or European architecture. Is a common enough phenomenon in Indonesia as part of identity formation that tested architecture associated with the architecture that does not even have anything to do with the architecture in the country.

“Eclectic Architecture” became an answer if given the question of why using such architecture, which is actually an answer to justify these types of architecture. In my book titled “Mediterranean Home-style architecture” there is a desire to identify architectural elements that affect what the architecture “and the classic Mediterranean style” in Indonesia, and I found that this type of architecture stems from a lot of different architectural elements in the region Mediterranean, like a patchwork. But we still can see the relationship with Indonesian tradition in terms of cultural ornamentation. Earlier we saw that the ornamentation is an integral part of the traditional architecture of Indonesia for ornamental elements found in all of Indonesia’s traditional architecture, whether it is in Java, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi and Papua. 

(bersambung ke bagian 2)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

[buku rumah] "Mimpi Rumah Murah Yu Sing"

Pustaka dan review buku astudioarchitect.com
Buku Yu Sing berjudul “Mimpi Rumah Murah Yu Sing” adalah buku yang topiknya agak jarang, mengingat buku ini ditulis dengan perspektif seorang arsitek, serta dengan sebuah keinginan untuk mengambil porsi yang banyak ditinggalkan arsitek dewasa ini, yaitu rumah murah untuk rakyat. Pandangan idealisme Yu Sing yang cenderung melawan arus dalam dunia praktek arsitektur yang seringkali mengutamakan arsitektur yang glamour, jelas terlihat melalui karya-karyanya yang mengutamakan desain tepat guna dengan fokus pada sisi ekonomis bangunan.

Saya berteman dengan Yu Sing dalam facebook, dan meskipun belum pernah bertemu sama sekali dengan beliau, saya sangat salut dengan pemikiran-pemikirannya yang cemerlang dalam praktek arsitektur. Tentunya banyak dari buku ini yang bisa kita petik pelajarannya. Kemarin saya minta ijin untuk membuat review buku Yu Sing, dan diiyakan… terimakasih mas Yu Sing.

Yu Sing book entitled “Cheap House Dream of Yu Sing” is a book with a rare topic, since this book was written with an architect’s perspective, and with a desire to take a portion that many contemporary architects abandon, namely low-cost housing for the people. Sing’s view is an idealism tends against the current vision in the world of architectural practice that often put a glamorous architecture, clearly visible through his works that gave priority to design appropriate to focus on the economic side of the building.

I am friends with Yu Sing in facebook, and although have never met at all with him, I really applaud the thoughts of his brilliant practice of architecture. Of course many things of these books can learn the lesson from. Yesterday I asked permission to make a book review Yu Sing, and he said yes … thanks Yu Sing.

Bahasa lugas Yu Sing dalam bukunya seperti seorang arsitek yang sedang bicara tentang visi dan misi profesinya. Paparan Yu Sing dalam buku ini didasari oleh keinginan untuk mewujudkan perumahan murah bagi masyarakat, yang merupakan keinginan berdasarkan perenungan dan dedikasi arsitekturnya. Setiap karya arsitektur dalam buku ini didasari oleh situasi dan kondisi disekitar rancangan, misalnya konsep yang diajukan untuk sebuah proyek berdasarkan kondisi rumah atau lahan yang ada. Rancangan yang muncul, dalam setiap detailnya selalu memiliki alasannya sendiri. Bagaimana sebuah dinding kemudian muncul sebagai dinding yang dilapisi genteng kodok, misalnya. Atau bagaimana bisa muncul ide ruang bersama di bagian depan.

Yu Sing’s straightforward language in his book is a reflection of an architect who was talking about the vision and mission of the profession. Yu Sing’s exposure in this book are based on the desire to create cheap housing for the community, which is based on the desire and dedication to architecture. Every work of architecture in this book are based on the circumstances surrounding the design, such as the proposed concept for a project based on the condition of the house or land. The design that appears, in every detail always had his own reasons. How can a wall and then emerged as a tile-covered walls, for example. Or how can an idea shared space on the front.

Dibawah ini, preview buku Yu Sing. Sebagai preview, tidak semua halamannya bisa diakses. Buku ini bisa Anda dapatkan di toko-toko buku seperti Gramedia, Togamas, dan lain-lain. 

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Konsultasi gratis: Memperbaiki tampilan rumah batako 7x14m

astudioarchitect.com Kemarin, ada pak Arief Akbar, seorang sahabat facebook astudio bertanya tentang bagaimana merubah tampilan depan rumahnya. Rumah pak Arief dibuat dari batako dengan sampingnya ada toko. Dari pertanyaan pak Arief, saya bisa menangkap keinginan untuk memperbaiki tampilan rumah. Menurut saya bisa ditambahkan teras dibagian depan rumahnya, tampa perlu merubah seluruh tampilan rumah hingga  ke bagian atas. Berikut ini email pak Arief pada saya:

pak mohon minta sketsa/sempel yang mirip dng bangunan kami.ket…..sebelah ruang tamu rencana saya pakai toko.ukuran 7,5m*14m.untuk toko 4m.dan ruang tamu 3.5m.dan tinggi bangunan kami 4.5m.di tambah tinggi kap 3m.trimakasih banyak

Semoga pembaca juga bisa memahami maksud pak Arief (mungkin karena bahasanya pendek2 seperti sms – maaf pak bercanda sedikit :)

Pesan pada halaman facebook astudio:


Berikut ini jawaban saya:

Yth. Pak Arief Akbar,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak, dan disini saya coba untuk menjawab. Tampilan rumah Bapak bisa ditutup batakonya dengan plesteran agar terlihat lebih baik, namun bisa juga menyisakan sedikit tampilan batako di bagian atas dibawah atap, sekedar sebagai material yang berbeda, menurut saya masih bagus.

Gambar atas: kondisi sebelumnya rumah pak Arief dan gambar saran perubahan tampilan

Gambar tampak depan rumah

Gambar keterangan desain rumah.

Penambahan utama adalah ide untuk membuat portal yang biasa dibuat di rumah-rumah bergaya minimalis yang sederhana, sekaligus bila Bapak menyukai, bisa memberi tempat duduk-duduk di bagian teras. Warna-warna yang saya sarankan bisa dilihat pada gambar perspektifnya. Sementara itu untuk bagian depan toko, mungkin bisa diberi atap tambahan juga untuk menghalangi tampias hujan.

Demikian pak Arief,
Semoga membantu.

Salam.

TAMBAHAN EMAIL:
kemarin malam atau pagi ini pak Arief mengirimkan email dan pesan tambahan di facebook.

trimakasih bpk.atas bantuan yang di berikan…maaf minta pencerahan lagi.seandai nya rumah kami didesain seperti gb yang saya kirim apa bisa ya.dengan menghilangkan bentuk segi tiga diatap.terus rencana atap bagian samping2{warna merah} akan saya buat.talang gantung.jadi unsur menonjol saya hilang kan dengan menambah hiasan res plang.trus bagiamana cara memanipulasi pandangan dari sisi samping bila unsur segitiga hilang menjadi kotak.kami menyertakan foto untuk perbandingan namun untuk 1 lantai. mohon pencerahan nya


 

Desain ini dibuat untuk konsultasi desain rumah gratis dari astudio. Desain ini dibuat dengan teknologi dan desain sederhana, dan belum memenuhi spesifikasi gambar kerja, namun dapat digunakan untuk berkonsultasi/komunikasi dengan arsitek Anda, kontraktor atau tukang. Bila Anda tertarik, bisa berkonsultasi dengan astudio untuk meningkatkan desain ini.
________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

[buku rumah] "Warna untuk Desain Interior" karangan Probo Hindarto

astudioarchitect.com Buku “Warna untuk Desain Interior” adalah buku tentang rumah yang saya tulis, dan merupakan buku kedua saya dengan topik rumah. Setelah menulis dan membuat berbagai modelling 3D interior design, saya merampungkan buku ini dalam waktu sekitar 3 bulan. Beberapa teman yang karyanya juga masuk dalam buku ini antara lain: Nasrul Amin, Rosi Rahadi, dan Frinbel Kala. Ketiganya merupakan teman baik saya. Sebenarnya, saya juga baru saja menyelesaikan sekitar 4 buku dalam waktu 2 bulanan ini. Tapi, sebetulnya draft buku-buku tersebut sudah saya tulis sejak lama. Dalam artikel ini, saya sertakan buku saya “Warna untuk desain interior” yang bisa Anda baca secara online.


The book “Color for Interior Design” is a book about a house that I wrote, and is my second book with ‘house’ topic. After writing and making a variety of interior design 3D modeling, I finished this book in about 3 months. Some friends whose work is also included in this book include: Nasrul Amin, Rosi Rahadi, and Frinbel Kala. All three are my best friends. Actually, I also just finished about 4 books in 2 months this time. But, in fact the draft the books I have written from long ago. In this article, I include my book “Color for interior design” can you read online part of it.

Tapi di Google Books terdapat kesalahan judul buku saya. Saya sebenarnya belum tahu bagaimana ada kesalahan penulisan dalam Google Books berkaitan dengan judul buku saya dalam website Google Books yang memuat berbagai buku dari seluruh dunia tersebut. Alhasil, buku saya di Google books jadi berjudul “Titipan Kilat Penyihir”… Betul-betul aneh… Tapi saya mengucapkan terimakasih pada Google yang sudah bersusah payah mengindeks buku saya, serta bekerjasama dengan toko buku online untuk menjual buku tersebut. Tapi saya tidak yakin apakah buku tersebut masih tersedia dan bisa dibeli, karena tidak dicetak ulang lagi.

But there is a problem with Google Books, the title of my book. I really do not know how there are errors in the writing of Google Books related to my book in Google Books website which contains many books from around the world. As a result, my book on Google Books to be titled “Titipan Kilat Penyihir” … Really weird … But I say thank you to Google to have my book indexed, and working with an online bookstore to sell books. But I’m not sure whether the book is still available and can be bought, because it is not reprinted again.

Berikut ini buku yang saya tulis, yang bisa Anda baca secara online (beberapa halaman dihilangkan, karena ini adalah preview)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Inspirasi desain: Ruang keluarga (lengkap dengan model 3 Dimensi)

astudioarchitect.com Inspirasi desain
Apa kabar sahabat astudio? Saya harap Anda dalam keadaan sehat wal afiat memulai aktivitas dengan rasa segar dan semangat. Kali ini saya ingin mengulas tentang penataan ruang keluarga. Mengingat ini adalah ruang yang cukup penting dalam rumah. Membuat ruang keluarga tampak rapi dan praktis kadang merupakan tugas yang gampang-gampang susah, mengingat bila kita sudah lama hidup di sebuah rumah dengan kondisi yang sama selama bertahun-tahun, ada sedikit rasa enggan bahkan sayang untuk merombak kembali nuansa ruang keluarga. Ada seorang penulis yang berkata: Mengubah ruang dalam rumah yang kita tinggali membutuhkan perasaan seperti anak kecil: yang riang gembira, spontan, dan tidak terikat oleh kondisi maupun cara hidup yang terlalu mengikat.
How are you astudio friend? I hope you in good health to start a fresh day with a sense of activity and spirit. This time I want to review about a family living arrangement. Considering this is important enough room in the house. Making the family room looks neat and practical is a task that sometimes is tricky, remember when we had long lived in a house with the same condition for many years, there is little sense of affection and even reluctant to overhaul the nuances of the living room again. There was a writer who says: Changing room in the house we live need to feel like a child: a cheerful, spontaneous, and not bound by the conditions and way of life that are too binding.

Ruang keluarga juga bisa berfungsi sebagai ruang melihat televisi bersama, yang adalah aktivitas yang sangat umum dalam keluarga-keluarga di Indonesia, meskipun saat ini, banyak anggota keluarga memiliki televisi mereka sendiri dalam kamar-kamar. Keberadaan televisi dalam ruang keluarga juga menjadikan anak-anak lebih mudah dipantau ketika mereka menonton televisi, acara apa yang mereka saksikan.

Penataan ruang keluarga sebaiknya fleksibel, dengan memperhatikan aktivitas apa yang sering terjadi dalam ruang keluarga. Apakah ruang keluarga banyak digunakan untuk menonton televisi, atau mengobrol tanpa banyak melihat televisi, memperhatikan anak-anak belajar, atau ruang tamu bersebelahan dengan taman rumah sehingga sewaktu-waktu keluarga bisa ‘berpindah’ ke taman dan menikmati taman rumah bersama-sama? Biasanya yang dibutuhkan dalam area keluarga seperti ini adalah tempat untuk melalukan aktivitas bebas, seperti duduk-duduk di lantai sambil membaca majalah, bersandar di tepi sofa, tiduran di sofa atau berbagi dengan anggota keluarga lainnya.

The family room could also function as a television room with a view, which is a very common activity in families, even today, many family members have their own television in the rooms. The presence of television in the living room also makes children more easily monitored when they watch TV.

Restructuring the family room should be flexible, taking into account what activities often occur in the family room. Is the family room is used for watching television, or talk without much to see the television, watching the children learn, or living room house adjacent to the garden so that any time a family can ‘move’ to the garden and enjoy it together? Usually required areas in family room is the place for free activities, like sitting on the floor reading a magazine, leaning on the edge of the sofa, lying on the couch or sharing with other family members.


Berikut ini contoh-contoh ruang keluarga yang bisa Anda lihat, dalam bentuk 3 dimensi, dalam hal ini, Anda bisa memutar gambar agar berbentuk 3 dimensi. Arahkan kursor Anda ke gambar tersebut, klik tulisan “3D”. [Here are examples of the family room you can see, in the form of 3-dimensional, in this case, you can rotate the image for 3-dimensional shape. Point your cursor to the picture, click on "3D"]

Contoh 3 Dimensi ruang keluarga

Contoh diatas adalah ruang keluarga dengan sebuah sofa pojok sederhana yang dilengkapi dengan meja dan satu kabinet atau lemari yang dapat menampung banyak benda yang digunakan bersama. Televisi diletakkan di lemari ini, dengan sisi sampingnya digunakan sebagai tempat menyimpan buku, majalah, mainan atau benda lainnya.

The above example is the family room couch with a simple corner equipped with tables and a cabinet or closet that can accommodate many objects that are used together. Television is put in this cabinet, with the side used as a place to store books, magazines, toys or other objects.

Sedangkan contoh diatas merupakan contoh yang lebih lengkap untuk sebuah ruang keluarga. Ruang keluarga bersebelahan dengan ruang makan, dapur serta ruang makan sehingga aktivitas keluarga bisa lebih banyak yang terangkum dalam desain ini. Perhatikan penataan perabot, lemari build in yang dibuat agar pas dengan ruangan, serta elemen lain seperti kabinet penyimpan yang menyatu dalam unit lemari build in. Banyaknya lemari penyimpan akan memudahkan mengorganisasikan barang, serta menghindari kesan ruang keluarga yang acak-acakan.

While the example above is a more complete example for a family room. Family room adjacent to the dining room, kitchen and dining room so that family activities can be summarized more in this design. Note the arrangement of furniture, build in cabinets made to fit the room, as well as other elements such as integrated storage cabinet in the unit build in cupboards. A large storage cabinet will make it easier to organize things, and avoid the impression that the family living room a mess. 

Desain interior ruang keluarga oleh astudioarchitect.com

Banyak orang memilih untuk membuat salah satu dinding sebagai sisi untuk meletakkan unit lemari atau kabinet build in yang dilengkapi dengan tempat meletakkan televisi atau set stereo. Dalam situasi rumah mungil di lahan terbatas, ruang keluarga juga seringkali merangkap sebagai ‘ruang entertainment’, karena keterbatasan lahan dan ruang.

Usahakan untuk mendapatkan pemandangan kearah luar, atau setidaknya terdapat jendela menuju taman samping atau taman belakang. Hal ini agar cahaya dan udara bisa masuk dengan leluasa, bila tidak menggunakan AC.

Many people choose to make one of the side wall to put the unit build a closet or cabinet in which is equipped with a television set or stereo set. In this situation a small house in a limited area, family room also frequently doubles as an ‘entertainment room’, because of limited land and space.

Try to get a view towards the outside, or at least there is a window into the garden side or back garden. This is so light and air can enter freely, if not using the AC.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Informasi Pemasangan Iklan di astudioarchitect.com

astudioarchitect.com Dengan beriklan di astudio, Anda akan mendapatkan link pengunjung dari blog astudio yang per-harinya bisa mencapai 900 pengunjung, dan 1500-2000an halaman diakses per harinya. Bahkan, untuk kondisi hari raya Lebaran, dimana sangat jarang pengguna internet mengakses, masih mencapai 400 pengunjung, dan akan meningkat lagi pada hari-hari biasa. Diprediksikan, jumlah pengunjung akan terus meningkat. Silahkan melihat statistik dengan klik disini.

Penawaran Iklan banner 200×75 pixel
Untuk ukuran banner 200x75px
(saat ini tersisa 2)
Rp 200.000 per bulan
hanya Rp 100.000 per bulan

PROMO!

Saat ini, space iklan 200×75 ini tidak hanya Rp 100.000 per bulan, tapi dua bulan!!
Jadi Anda hanya membayar Rp 50.000 per bulan
(minimum 2 bulan)

Blog astudio sesuai untuk iklan:
1. Produk rumah tangga, kerajinan, mebel, dan sebagainya
2. Produk fashion, seperti baju, kaos, busana muslim, dan sebagainya, mengingat pengunjung sebagian besar adalah mahasiswa, pekerja/karyawan, dan pengusaha.
3. Usaha jasa, franchise, laundry, dan sebagainya
4. Berbagai usaha lain yang Anda jalankan, atau juga blog pribadi Anda agar lebih populer dan meningkat trafficnya.

Peraturan:
1. Isi web/blog tidak mengandung SARA, pornografi, iklan yang menjual obat kuat, alat bantu pria/wanita, dan hal-hal semacam itu.
2. Dikarenakan peraturan Ikatan Arsitek Indonesia, konsultan dan kontraktor atau profesional dilarang mengiklankan diri. Tapi iklan layanan masyarakat diperbolehkan.
3. Pihak astudioarchitect.com tidak bertanggungjawab terhadap isi materi web/ blog yang diiklankan dalam blog astudio.

SILAHKAN PESAN SEKARANG JUGA

Silakan hubungi astudio melalui form dibawah ini.
Pembayaran bisa dilakukan melalui BCA atau Bank Mandiri.

________________________________________________

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Beberapa aspek tentang TERAS. Bagaimana teras yang baik itu?

astudioarchitect.com Pertanyaan-pertanyaan ini diberikan oleh mbak Inda dari Seputar Indonesia (Sindo) pada saya yang menanyakan berbagai aspek tentang teras yang baik. Teras adalah bagian rumah yang cukup penting dalam kebudayaan kita yang ramah dan terbuka. Teras menjadi bagian penting dari rumah, seperti halnya dalam rumah-rumah tradisional. Teras bisa dipakai menerima tamu sementara, duduk-duduk bersama keluarga, teman atau kerabat, bahkan menjadi elemen estetika dan keindahan dalam rumah kita. Oh ya, karena saya waktu menjawab agak bersemangat, jadinya artikel ini memuat sebagian dulu dari pertanyaan-pertanyaannya, karena bila semua dimuat disini akan terlalu panjang (^^;)`

These questions provided by Inda from Seputar Indonesia Newspaper (Sindo) asking me about the various aspects of a good terrace. Terrace is part of the house which is important in our friendly and open minded culture. Terrace became an important part of the house, just as in traditional houses. Terrace could be used as the reception, sitting with family, friends or relatives, even the elements of aesthetics and beauty in our homes.

- Rasanya hampir tidak ada rumah yang tidak berteras; sementara rumah yang tak berhalaman sih saya rasa banyak ya, terutama di kota (jika pernyataan ini salah mohon dikoreksi). Nah, apakah keterkaitan (ataupun perbedaan-perbedaan) antara teras dan halaman pada sebuah rumah? Almost all houses are with terrace, while there are also houses with no front yard, especially in the city (CMIIW). Well, what is the linkages (or differences) between terrace and yard of a house?     


Perbedaan teras dan halaman terutama pada fungsinya. Sebuah teras adalah ruang peralihan antara ‘luar’ dan ‘dalam’, Biasanya memang sangat diperlukan, terutama karena adakalanya penghuni rumah tidak nyaman untuk mempersilahkan sembarang orang masuk dalam rumah. Teras juga bisa dipakai untuk menerima tamu, karena kadang kadang kita menyukai suasana teras yang nyaman, antara diluar dan didalam rumah. Tentunya karena suasana ruang yang ada lebih terasa sejuk, terasa semilir anginnya.

Halaman rumah adalah termasuk ruang luar, jadi perannya berbeda dengan teras. Di halaman, biasanya tidak terdapat tempat duduk. Mungkin hanya kursi taman. Halaman juga lebih berfungsi sebagai taman. 

The differences between terraces and yards, especially is on the function. A terrace is a transitional space between the ‘outside’ and ‘inside’, usually it is necessary, especially because there are times when residents are not comfortable for everyone to go inside the house. Terrace can also be used to receive guests, because sometimes we like the cozy atmosphere of the terrace, between outside and inside the house. Of course, because the atmosphere there is cooler, and the wind is breezy.

Front yard is included outside, so its role is different from the terrace. In the frontyard, there is usually no place to sit. Maybe just lawn chairs. This yard is also more functional as a garden. 


- Saya membaca artikel Anda tentang teras di astudioarchitect.com perihal teras yang baik dan nyaman. Pertanyaan saya: elemen apa saja yang sebaiknya ada pada sebuah teras? I read your article about terraces in astudioarchitect.com, about good and comfortable terrace. My question: what elements should be there on a terrace?

Elemen dalam desain teras, terdiri dari elemen bangunan (desain) dan elemen alami. Elemen bangunan misalnya seperti desain ruang teras, misalnya, bentuk atap teras, pilar penyangga teras, dan hal hal lainnya seputar desain di area teras. Misalnya seperti bentuk jendela. Tentunya akan teradapat perbedaan bila kita berada atau melihat jendela bergaya mediterania dan jendela bergaya minimalis. Disamping itu elemen lain seperti pemilihan keramik atau ubin lantai, juga berpengaruh.

DSCF0008.JPG


Elemen alami yang saya maksudkan adalah unsur alami seperti tanaman hias, udara, serta pemandangan sekitar yang berkaitan dengan taman dan penataannya. Elemen alam ini merupakan elemen penting untuk sebuah ruang peralihan seperti teras, karena disini kita merasakan suasana segar karena adanya pohon pohon, tanaman, dan sebagainya. 

Elements in the design of the terrace, consisting of elements of the building (design) and the natural elements. Building elements such as the design of terrace space, for example, forms the roof terrace, the pillars supporting the porch, and that other thing about the design of the patio area. For example such as shape of the window. There would have been different if we look at the window of Mediterranean style and minimalist style window. Besides, other elements such as selection of ceramic or tile floor, also influential.

Natural elements that I mean is the natural elements such as ornamental plants, air, and the scenery around the garden and related to the setting. This natural element is an important element for a transitional space such as terraces, because here we feel the fresh air because of the trees, plants, and so on. 


- Tanaman apa saja yang dipertimbangkan baik untuk diletakkan di teras? What kind of Plants are considered suitable to put on the terrace?

Jenis tanaman yang sesuai untuk diletakkan di area teras biasanya adalah tanaman dalam pot, seperti Anthurium. Tanaman dalam pot lainnya juga akan sangat membantu membuat teras lebih asri. Belakangan, tanaman buah dan obat juga merupakan pilihan yang bijak. Tanaman pohon peneduh juga sangat baik ditanam disekitar area teras untuk membantu menyejukkan suasana teras. 

Plants that are suitable for placing on the terrace area is usually a potted plant, such as Anthurium. Other potted plants will also help create a more beautiful terrace. Later, fruits and medicinal plants is also a wise choice. Plant shade trees are also very well planted around the patio area to help cooling the atmosphere of the terrace. 


- Apa saja yang perlu dipertimbangkan saat mendesain teras rumah? What should be considered when designing the terrace?

Dalam mendesain teras, hal yang perlu diperhatikan adalah fungsi teras. Teras yang baik, adalah teras yang nyaman, dalam arti ia bisa digunakan secara nyaman untuk duduk, atau menunggu, atau mengobrol. Bila ada teras yang baik, tentunya ada teras yang kurang baik. Teras yang kurang baik misalnya seperti teras yang terlalu kecil (padahal rumahnya besar), atau teras yang tidak nyaman, misalnya lantainya miring, atau mungkin teras yang secara visual terlalu terekspos, misalnya bila teras rumah terlihat dengan sangat jelas dari jalan, biasanya ada rasa tidak nyaman duduk disana karena terlihat orang yang lalu lalang. 

In designing terrace, things to note is the function of the terrace. A good terrace, is a comfortable terrace, in the sense that it can be comfortably used to sit, or wait, or chat. If there are good kind of terrace, There are also terraces which are less good. Terraces that are less good is  too small (compared to a large house), or a porch that is not comfortable, such as sloping floors, or perhaps visually exposed terrace, for example, when the terrace is clearly visible from the street, there is usually an uncomfortable sense of sitting there because it seemed to people passing by.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Model dan letak tangga yang baik

astudioarchitect.com Sebelumnya, saya ingin mengingatkan pembaca yang mendapatkan update via facebook, bila ingin membaca seluruh artikel ini, Anda bisa masuk dulu ke posting update dan klik ‘Baca artikel Seluruhnya” di bagian bawah :)

Tangga, adalah alat untuk menghubungkan antara satu lantai dengan lantai lainnya, bila Anda tidak punya lift dirumah.. hehehe… Keberadaan tangga menjadi penting karena sekarang, seiring dengan makin terbatasnya lahan di perkotaan, pada akhirnya orang lebih memilih meningkat rumah daripada membeli lahan, selain karena harga dan ketersediaan lahan, karena pada kasus tertentu seperti lahan yang harganya mahal, membangun secara vertikal (ditingkat) lebih ekonomis daripada membangun secara horizontal. Artikel ini dibuat berdasarkan wawancara saya dengan koran Seputar Indonesia / Sindo pada Juli lalu.

DALAM KORAN SEPUTAR INDONESIA / SINDO
JIKA Anda memiliki rumah bertingkat,keberadaan tangga tentu dibutuhkan untuk menggabungkan lantai atas dan bawah. 
Model Tangga apakah yang paling tepat digunakan?

Menurut arsitek Probo Hindarto, alasan orang memiliki rumah bertingkat dua atau lebih dewasa ini adalah karena semakin berkurangnya lahan serta bertambah mahalnya harga tanah. Pada masa mendatang, orang akan cenderung mendesain rumah mereka secara vertikal.

“Tangga merupakan salah satu elemen yang vital di dalam rumah jenis vertikal karena keberadaannya akan memakan tempat dari ruangan yang sempit. Karena itu, Anda harus benar-benar tepat dalam mendesainnya,” kata Probo.

Fungsi tangga secara umum adalah alat untuk menghubungkan setiap lantai. Bentuk tangga juga beragam. Ada tangga berbentuk huruf L, U, ada pula yang bentuknya melingkar seperti di bangunan-bangunan kerajaan.

“Tangga yang sesuai untuk interior biasanya yang memiliki bentuk menarik dan dapat menunjang estetika di dalam rumah itu,” tambah Probo.

Pada rumah tinggal kebanyakan, tangga berbentuk huruf U dan L sangatlah digemari. Ini disebabkan tangga jenis tersebut dapat dipadukan secara baik dengan denah dan struktur rumah yang pada umumnya berbentuk persegi empat.

Bentuk tangga juga bisa menjadi pertimbangan untuk menentukan lokasi peletakan tangga tersebut. Tangga jenis melingkar, misalnya. Butuh trik khusus untuk meletakkan tangga jenis ini. Lantaran bentuknya yang cukup besar, sebaiknya tangga jenis ini diletakkan pada space khusus di ruangan yang cukup luas. Tangga memiliki beberapa bagian.

Ada ibu tangga atau string; bagian tersebut termasuk konstruksi utama tangga yang memegang anak tangga dan dapat menjadi bagian yang terpisah ataupun menyatu dengan konstruksi bangunan. Bagian kedua adalah anak tangga, yaitu bagian tempat untuk kaki berpijak. Ketiga adalah pegangan tangga atau railing, sering pula disebut handrail.

Bagian ini merupakan tempat bertumpunya tangan saat Anda menggunakan tangga. Pagar tangga atau baluster adalah bagian yang menghubungkan ibu tangga dengan railing, serta berfungsi sebagai pagar pengaman. Bagian terakhir adalah bordes yang merupakan tempat kita beristirahat saat menaiki tangga. Biasanya bordes memiliki bentuk pelat datar.

“Saat membangun sebuah tangga, ada dua faktor yang harus diperhatikan. Pertama, faktor keamanan. Bagaimanakah konstruksi tangga tersebut? Kekuatan dan kemampuannya menahan beban berat bagaimana? Faktor lain yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Yang termasuk di dalamnya, antara lain, pemilihan material yang digunakan dan bagaimana finishing-nya,” beber arsitek Emil Husada.

Untuk faktor kenyamanan, tinggi tangga biasanya berkisar antara 15-18 cm dan lebar minimal 20 cm. Perhatikan pula tingkat kelandaian atau kecuraman tangga. Bagian anak tangga sebaiknya diberi nosing yang berfungsi sebagai antislip.

Bahan nosing sekarang sudah bermacam-macam, ada yang terbuat dari karet, aluminium, kayu,dan keramik.Anti slip ini juga bisa menjaga agar pinggiran atau tepi anak tangga tidak sampai melukai penggunanya. Material yang dapat digunakan untuk membangun tangga juga banyak dan beragam. Ada beton bertulang, kayu, ataupun baja.

Namun, konstruksi yang paling lazim digunakan di sini adalah konstruksi beton bertulang karena cukup mudah dan sesuai untuk dikombinasikan dengan konstruksi rumah pada umumnya, yang juga menggunakan beton bertulang. (Koran SI/Koran SI/nsa)

Sunroom: Stairs with Ceiling Visible

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Taman Relief. Indah hijau bersemi laksana alam asri :)

astudioarchitect.com Artikel ini tentang taman relief dari hasil wawancara saya… lagi-lagi dengan koran Sindo (^^,)> yaitu taman yang dibuat dengan semen pada dinding rumah, biasanya pada dinding bagian belakang rumah, depan atau samping. Tujuannya, untuk mendapatkan taman yang bernuansa alami dan menyejukkan mata. Taman relief ini cukup populer di tahun 80an dan 90an, bahkan hingga sekarang masih banyak yang menggemarinya. Tukang pembuat taman jenis ini biasanya khusus. Bila dahulu mereka membuat taman relief yang benar-benar berkesan seperti tebing sungguhan, saat ini, saya menjumpai banyak pembuat taman relief memasukkan unsur-unsur geometris seperti kotak-kotak dan menggunakan lebih banyak variasi batuan atau bahkan keramik. Namun pada dasarnya keahlian yang dibutuhkan untuk membuat taman seperti ini memang khusus. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan oleh mas Herman dari Koran Seputar Indonesia.


1. menurut anda apa yang disebut dengan relief pada taman ? 
Relief adalah permukaan yang tidak rata yang biasanya merupakan bentuk tertentu seperti halnya patung. Taman relief adalah trend taman pernah booming dan mungkin saat ini masih banyak juga orang yang menggunakannya karena menggemari jenis taman tersebut. Bentuknya biasanya meniru bentuk-bentuk alami seperti tebing dengan ceruk-ceruk, air terjun, serta batuan dan tanaman. Bagian paling menonjol adalah dinding yang dibuat menyerupai tebing tersebut. Relief pada taman berarti dinding di belakang taman yang menyerupai bentukan alami tersebut. Relief juga dibuat pada kolam ikan, sehingga terlihat lebih alami.
2. disain yang sedang menjadi trend pada relief taman saat ini seperti apa ?
Taman relief saat ini memang sudah agak jarang dibuat, karena trend saat ini yang berkembang adalah taman rumah dengan trend minimalis. Dimana bentukan taman relief yang tidak beraturan dirasa kurang sesuai dengan tema gaya minimalis yang diaplikasikan pada rumah tinggal. Kalaupun menggunakan bentukan yang alami seperti tebing-tebing dengan ceruk-ceruknya, biasanya dipadukan dengan frame bentuk-bentuk geometris seperti kotak dan kubus yang sering muncul dalam disain gaya minimalis. 
3. Apa manfaat dan kegunaan relief pada taman?


Relief pada taman biasanya digunakan dibuat untuk meniru kesan alami dari obyek-obyek di alam seperti air terjun, tebing batuan, biasanya diberi tempat untuk tumbuhnya tanaman dalam penataan yang tidak punya aturan khusus. Gunanya tentu saja agar menghadirkan kesan dari unsur alami untuk menyegarkan pikiran. Fungsi rekreatifnya akan menjadi lebih baik bila dipadukan dengan unsur air mancur, air terjun, atau kolam ikan yang segar.
4. Bagaimana cara membuat relief pada taman?
Relief taman biasanya dibuat dengan bahan dasar batuan, pasir dan semen. Cara pembuatannya biasanya dikerjakan oleh tukang khusus yang memiliki kepekaan seni yang tinggi. Biasanya tukang seperti ini harus sudah terlatih dengan banyak membuat relief taman sebelumnya. Relief taman dibuat dengan membuat rangka dari besi dan kawat untuk menahan keseluruhan konstruksi relief kemudian ditutup dengan campuran pasir dan campuran semen, dibentuk menjadi bentukan yang diinginkan. Dinding yang sudah dibentuk kemudian dicat atau ditempeli dengan batuan-batuan. Batuan yang besar biasanya diletakkan sebagai elemen pelengkap dan ditanam dalam campuran semen tersebut. 
5. Jenis-jenis pohon apa saja yang cocok ditempatkan pada relief pada taman ?
Umumnya tanaman yang dipakai adalah jenis-jenis tanaman perdu, tanaman air, serta tanaman hias yang tidak terlalu besar seperti palem, kamboja, kastuba dsb. Untuk mengisi ceruk-ceruk berisi tanah pada dinding relief kita bisa menggunakan tumbuhan bunga beraneka warna seperti mawar dan melati. 
6. Bagaimana memperindah relief pada taman?
Sesuai dengan bentukan-bentukan yang biasa didapati pada jenis taman ini, ukuran indah tidaknya taman relief biasanya ditentukan oleh kemiripannya dengan obyek alam seperti tebing batuan, air terjun dsb. Karena itu bila kita memutuskan untuk membuat taman relief seperti ini tingkat kemahiran tukang dan cita rasa seni sangat dibutuhkan untuk memperindah relief kita juga bisa menggunakan jenis tanaman yang bervariasi serta sesuai dengan bentuk taman tersebut dan jangan lupa untuk merawat relief dan tanaman-tanamannya, sehingga kesegarannya terjaga. Hal ini karena pada dasarnya taman ini lebih susah dirawat daripada taman bergaya minimalis yang lebih simpel.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.