Arsip Bulanan: Januari 2010

Small house Sweden / Rumah kecil di Swedia

astudioarchitect.com via contemporist. Mulai hari ini, di blog astudio juga akan dibahas tentang rumah-rumah yang inspiratif dari penjuru dunia. Dimulai dengan rumah yang satu ini, yaitu rumah kecil di Swedia dengan tampak muka hanya selebar 5 meter. Kondisi jalan yang sudah tua dan sempadan yang 0 meter menjadikan kondisi yang agak khusus dalam desain. Menurut saya agak lain dengan rumah-rumah di Indonesia yang lahannya seringkali masih luas, dengan sempadan sekitar 3 hingga 5 meter untuk kebanyakan lahan perumahan.

.

Starting today, the astudio blog will also discuss houses inspirations from around the world. Starting with this house designed by Elding Oscarson, the little house in Sweden with a facade just 5 meters wide. Condition of old roads and the 0-meter finish line to make a rather special conditions in the design. I think houses in Indonesia are often still vast landed, with distance of about 3 to 5 meters from the street for most residential land.

Yang menarik dari desain rumah oleh … ini adalah kesan minimalis yang sejati, dimana pintu dan jendela dibuat begitu minim ornamen, bahkan untuk ukuran Eropa. Pintu masuk pada facade sebelah kiri, dengan tempat meletakkan sepeda. Masuk kedalam rumah adalah ruang dapur yang diteruskan dengan ruang makan. Diatas dapur ini ada perpustakaan, yang berada di lantai mezzanine (lantai yang tidak seluruhnya melingkupi luas bangunan). Lebih ke atas akan ditemukan ruang tidur, berhubungan melalui mezzanine ke sebuah kamar mandi, yang berbatasan dengan sebuah balkon di bagian atas dengan atap terbuka. Tampaknya, ide dasar pengolahan ruangnya cukup menarik.

What is interesting from this house design house… This is a true minimalist impression, where the doors and windows were made with no ornamentation, even to the standard of Europe. Facade entrance on the left, with place for bike. Entering into the house there is the kitchen which continues with the dining room. Above the kitchen is a library, which was on the mezzanine. Above it will be found a stair to the bedroom, connected through the mezzanine into a bathroom, which is bordered with a balcony at the top with the roof open. Apparently, the basic idea is quite interesting with its spatial arrangement.

Terpisah dengan massa bangunan utama, terlihat ruang kerja yang berada dalam massa tersendiri di bagian belakang. Bisa diakses melalui sebuah innercourt dengan taman yang ada kursi dan meja outdoor. Menurut saya rumah ini sangat menarik, liveable, nyaman dan yang paling penting adalah konfigurasi ruangnya cukup baik. 

Separated by the main building mass, is a workspace in a separate mass in the back. Can be accessed through an innercourt with existing garden chairs and outdoor tables. I think this house is very attractive, liveable, comfortable and most importantly is good enough spatial configuration.

Thank you contemporist
Thank you Elding Oscarson
________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Kebun, konsep kembali ke alam (artikel di Koran Sindo)

Garden Art - Bowl Water Feature[artikel umum] astudioarchitect.com Artikel ini terbit di Koran Seputar Indonesia, sudah agak lama tahun kemarin. Seingat saya, saya dihubungi via telepon tentang konsep rumah kebun. Saat ini, rumah kebun sangat sesuai untuk gaya hidup kembali ke alam (atau kembali ke desa?) dimana lahan yang luas masih bisa didapatkan. Konsep rumah kebun adalah sebuah area rumah dengan lebih banyak area yang dipakai untuk berkebun dan menanam berbagai tanaman berguna seperti kebutuhan sehari-hari dan tanaman obat.

Dalam seputar Indonesia: RUMAH KEBUN UNTUK KESEHATAN
RUMAH ber- AC memiliki keterbatasan perputaran udara. Sebagai solusi, desain rumah taman mampu memberikan kontribusi udara dan cahaya yang lebih baik.

Menurut perhitungan pemerintah, rumah ideal memiliki persentase 60-40 untuk bangunan dan taman. Namun, bagi rumah kebun, luas kebun atau taman bisa lebih luas.

Dengan lahan hijau yang lebih luas, kesempatan pemilik rumah sangat besar untuk mendapatkan kualitas udara yang baik. Hasil akhirnya, kualitas hidup pun lebih terjamin.

Little Pharma Physic Garden Installation, Fringe Exhibitions, Los Angeles, Oct/Nov 2008

“Rumah kebun cukup baik untuk menunjang kesehatan karena dari sisi oksigen, akan selalu tersuplai dengan baik,” ujar arsitek Probo Hindarto dari Astudio.

Dari sisi kesehatan, aneka tanaman hijau akan melancarkan sirkulasi udara, mengubah karbondioksida menjadi oksigen, dan mendinginkan tanah. Dampak positifnya, suhu di sekitar rumah menjadi lebih sejuk. Pemilihan aneka tanaman juga bisa meningkatkan kualitas hidup.

“Berkebun selain hobi juga memberikan manfaat lain, terlebih kalau lahan yang ada dimanfaatkan untuk tanaman obat,” jelas Probo.

Botanic Gardens - Glasnevin

Bagi ibu-ibu rumah tangga, tanaman bumbu sederhana seperti cabai, daun pandan, lidah buaya, lengkuas, serai, jahe, dan lain-lain, tentunya bisa menyuplai kebutuhan dapur.

Perihal letak taman juga harus diperhatikan. Jika luas tanah memungkinkan, ada baiknya membuat taman yang mengelilingi rumah.

“Yang terbaik, rumah memiliki akses ke taman, atau rumah dikelilingi oleh taman sehingga udara dan cahaya alamiah masuk ke dalam rumah,” jelas Probo.

Posisi rumah berada di tengah dengan taman di sekeliling. Untuk model rumahnya sendiri, bisa mengaplikasi gaya rumah tropis.

Selain rumah tropis, rumah kebun juga bisa diaplikasi dari gaya rumah Betawi. Seperti yang kita tahu, rumah Betawi memiliki teras dan halaman luas. Bedanya, mereka tidak banyak memberikan pernak-pernik tanaman pada taman. Pemanfaatan lahan lebih kepada untuk tanaman pohon buah. Sebaliknya, rumah kebun dapat menggunakan tanaman mini, bunga, rumput, yang memberi kesan rimbun.

“Saya suka konsep rumah Betawi, ada banyak area hijau. Saya jadi punya tempat untuk berkebun dan rumah pun makin adem,” ujar Erni Helmaya, seorang ibu yang memiliki rumah berkebun luas.

Pemilihan bahan bangunan bisa menggunakan bahan kayu. Untuk lantai bisa dengan parquet dan temboknya bisa digunakan bata ekspose. Kesan natural atau gaya country bisa ditonjolkan agar serasi dengan kebun. Dibandingkan partisi bata, bisa juga menggunakan bambu asli yang belum dihaluskan. Agar sirkulasi udara makin baik, sebaiknya digunakan plafon tinggi.

Gunakan pula unsur air yang memberikan efek menyejukkan bagi rumah dan penghuninya. Efek suara gemericik air jatuh atau air mancur yang jatuh secara teratur dan terus-menerus tanpa disadari bisa mengalihkan fokus pendengaran (terhipnotis) dari suara bising di sekitar rumah sehingga dianggap dapat meredam kebisingan.

Garden Art - Bowl Water Feature

Efek bebunyian secara teratur tersebut akan menenangkan pikiran dan kejiwaan penghuni.

Kolam air jatuh atau air mancur ini dapat diletakkan di taman depan, ruang dalam, atau taman belakang rumah.

Beberapa jenis media air yang dapat dipilih adalah kolam air seperti air mancur, air muncrat, atau air jatuh. Agar tidak terlalu kosong, kolam bisa diisi ikan mas koki, koi, atau lou han, serta tanaman air dari gentong, tempayan, atau gerabah.

Kolam juga dapat dihias dengan tanaman air seperti teratai, papyrus atau eceng gondok, dan sereh, yang dapat memberikan ketenangan bagi penghuni rumah.

Rumah kebun yang cantik terlindungi dengan pagar setinggi sekitar 1,5 meter. Sebagai pagarnya, unsur bambu cocok digunakan. Selain efektif sebagai pengedap suara, kesan natural pun akan selalu terjaga.

Bali Rich Villa, Seminyak

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Grup facebook tentang arsitektur dan property, mungkin berguna bagi Anda

Halo, apa kabar sahabat astudio? Kali ini saya tidak membuat artikel yang seperti biasanya, tapi sekedar memberikan informasi saja tentang grup facebook yang mungkin berguna bagi Anda. Grup facebook tersebut terkait dengan arsitektur dan property, yaitu “Sahabat Facebook astudio”, “Real Estate dan Property Indonesia”, serta “Bangunan Kolonial Kota2 Indonesia”.

Ketiganya dapat Anda akses melalui link di astudio, sehingga Anda bisa mengobrol dan juga berinteraksi tentang grup yang spesifik tersebut.

“Sahabat Facebook astudio”

Ini merupakan fanpage untuk studio kami, tujuannya agar kita bisa berkomunikasi secara bebas antar sahabat facebook lainnya. Disini Anda bisa mengobrol tentang hal-hal seputar rumah seperti desain, masalah yang terjadi dalam kondisi rumah, atau sekedar sharing ide desain dan sebagainya. Keuntungan mengikutinya adalah; Anda akan mendapatkan update terbaru artikel astudio, yang bisa pula Anda diskusikan didalamnya.

“Real Estate dan Property Indonesia”

Grup ini adalah tempat dimana Anda bisa mendapatkan informasi tentang penjualan property berupa rumah, tanah, atau bangunan lainnya. Bila Anda ingin mencari, menjual, atau menyewakan property, maka grup ini sangat tepat untuk Anda, demikian pula bila Anda ingin mendapatkan informasi terbaru saat mencari property, barangkali ada yang bisa membantu Anda disini.

“Bangunan Kolonial Kota2 Indonesia”

Grup ini adalah tempat hoby untuk berinteraksi bagi mereka yang punya ketertarikan terhadap bangunan-bangunan peninggalan kolonial Belanda, sekaligus dalam rangka melestarikannya. Didalamnya terdapat foto-foto yang bisa kita sharing bersama untuk mengetahui letak bangunan-bangunan kolonial tua Belanda yang bisa menginspirasi Anda.

Yuk, join :)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah lama agar punya ‘suasana baru’

White into Orange[artikel umum] astudioarchitect.com Sebuah catatan: Membuat rumah lama memiliki suasana ‘baru’ adalah sebuah tantangan. Masalah paling besar adalah kenyataan bahwa kita sudah memiliki banyak perabot lama, dan mungkin akan sulit untuk mengubah ruang yang lama kita diami, dengan suasana yang sudah terlanjur kita sukai. Atau, suasana ruangnya tidak begitu spesial untuk kita, namun benda-benda didalamnya sudah begitu lama berada disana, catnya juga sudah lama tidak diganti warnanya, dan mungkin, foto-foto yang dipajang juga sudah lama berada disana sehingga tidak enak untuk kita menggantinya.
Dalam hal ini, kita perlu menanyakan pada diri sendiri; apakah kita masih memerlukan benda-benda ini? Ataukah kita bisa membuat perubahan suasana dengan mengubah beberapa aspek, misalnya seperti warna ruangan, sedikit tambahan tanaman indoor, atau mengganti foto?

White into Orange

Suasana sebuah ruangan bisa dipikirkan kembali, apa yang bisa dilakukan agar rumah menjadi lebih nyaman huni, lebih efektif, efisien dan hemat tempat. Terdapat berbagai cara untuk meningkatkan kualitas ruangan meskipun kita tidak mengubah ruangan secara drastis, tapi hanya dengan membuat sentuhan desain pada apa yang sudah ada. Kemungkinan pula, kita perlu memikirkan apakah sebuah ruangan rumah akan berubah atau terpaksa dirubah dalam waktu-waktu mendatang.

House_family_room_before_after

Di rumah mungkin banyak kabinet dan lemari atau penyimpan lainnya, tapi sistem penyimpanan yang paling dibutuhkan agar teratur dan terencana adalah di dapur. Dapur termasuk tempat dimana banyak benda berserakan bila tidak ada ruang penyimpan yang tepat. Kadangkala, meskipun memiliki beberapa kabinet dapur, banya benda yang kurang terorganisir bisa membuat kita kebingungan sendiri. Kabinet-kabinet dalam dapur perlu dipisah pisahkan dalam kategori tersendiri, mengingat banyaknya jumlah perkakas dan macamnya. Model kabinet dapur dengan banyak laci bisa memudahkan kita mengatur dimana barang tertentu disimpan. Misalnya: piring-piring disimpan dalam laci tersendiri, sendok, bumbu, bahan makanan juga bisa diletakkan di tempat yang khusus agar memudahkan waktu kita mencarinya.

orange and brown dining

ENGLISH VERSION: An old house to have a new look

A note: Making an old house having a ‘new atmosphere’ is a challenge. Biggest problem is the fact that we already have a lot of old furnitures, and may be difficult to change the old space we live, with an atmosphere that we already enjoy. Or the room might not be so special anymore for us, but the objects in it have been there for so long, the paint also had not been changed, and perhaps, the paintings or photos displayed are too long to be there that makes it harder for us to replace.

In this case, we need to ask ourselves, whether we still need these things? Or we can make a change in the interior design by changing some aspects, such as paint color, a little extra indoor plants, or changing paintings or wall hangings?

[White into Orange]

Think again the atmosphere of a room, what can be done in order to become more comfortable home to live, more effective, efficient and economical place. There are various ways to improve the quality of an interior room even though we do not change drastically the room, but only with small design touches on what already exists. The possibility also, we need to think about whether a room or house will have to be changed to make it better.

[House_family_room_before_after]

At home, there maybe a lot of cabinets or other storage, but most storage systems needed to be organized and planned are in the kitchen. The kitchen has to include a place where many objects scattered when no proper storage space. Cabinets in the kitchen need to split apart in a separate category, considering the number of tools and stuff. The model of kitchen cabinet with lots of drawers may help us manage where certain stuff are stored. For example: the dishes are stored in separate drawers, spoons, spices, food ingredients can also be put in place a special for faster and more efficient kitchen.

[orange and brown dining]
________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Dinding bata untuk rumah tinggal

[artikel bangunan] astudioarchitect.com Dinding untuk rumah dibuat sebagai pembatas antara ruang luar dan ruang dalam, sehingga menjadi pelindung dari gangguan cuaca, serta lingkungan sekitar. Fungsinya juga sebagai sekat antar ruang sehingga jelas area masing-masing ruangan, misalnya ruang tamu dipisahkan dengan kamar tidur, dapur dipisahkan dengan ruang keluarga. Salah satu jenis dinding yang paling dikenal adalah dinding bata merah. Jenis lainnya adalah dinding batako, beton blok, gypsum, dan partisi lainnya.

Dinding bata merah umumnya dibuat dari bata merah yang rekatkan dengan spesi campuran. Ukuran bata merah adalah:

Bata ukuran besar = 4 x 11 x 20 cm
Bata ukuran kecil = 3 x 7 x 13

Kusen dipasang sebelum dinding diplester

Peralatan listrik sebaiknya dipasang sebelum dinding diplester

Dalam pemasangannya, dinding ini harus dipasang satu per satu batanya dan direkatkan dengan spesi. Pada bagian pojok dinding harus diberi pengaku berupa kolom beton, dengan jarak antara kolom yang biasa dipakai yaitu jarak 3 meter. Pada jaman Belanda, seringkali bangunan tidak memakai kolom, tapi menggunakan susunan bata yang dimensinya lebih besar sehingga mampu menahan beban dan gaya dari dinding batanya.


Untuk pemasangan dinding bata, harga per meternya dihitung berdasarkan satuan material dan pekerja yang dibutuhkan. Misalnya kita harus membuat dinding bata seluas 9 meter persegi, maka kita hitung saja dahulu per meternya, dan kemudian baru dikalikan luas dinding bata tersebut. 

Bahan material untuk dinding bata biasa:

bata merah        70an buah             
Semen              0,352 sak      

pasir                 0,152 m2


Pekerja untuk dinding bata (asumsi borongan kontraktor)

Pekerja            0,35 hari (satu meter2 diselesaikan dalam 0,35 hari)
Tukang batu     0,125 hari
Kepala tukang   0,02 hari
Mandor            0,015 hari



Harga dinding bata lebih mahal daripada dinding batako, dan lebih murah daripada dinding bata hebel. 


Posisi dinding bata diatas pondasi dalam gambar kerja.


Pada pemasangannya, terdapat beberapa macam dinding bata pula, yaitu dinding trasraam dan dinding bata biasa. Dinding trasraam dipakai untuk dinding yang tahan air, yaitu yang bisa menahan air tanah agar tidak naik ke dinding bata, serta menahan air dari ruang yang basah seperti dinding kamar mandi, karena bila dinding lembab, akan tumbuh jamur atau lumut dan catnya bisa cepat terkelupas. Dinding lembab juga tidak baik bagi kesehatan.

Dinding trasraam berbeda dari dinding bata biasa karena perbandingan campuran adukannya. Dinding trasraam memakai perbandingan 1:2, yaitu 1 untuk semen, dan 2 untuk pasir. Ada pula yang memakai perbandingan 1:3. Untuk dinding biasa, campuran semennya 1:4, yaitu 1 untuk semen dan 4 untuk pasirnya.
Gambar: dinding trasraam disekitar KM/WC

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Red Brick Wall for House building

Wall of a house built as a barrier between outer space and space in, so that became a barrier of weather disturbances, and the surrounding environment. It also functions as a divider between rooms so that clear areas of each room, such as living room separated by a bedroom, separate kitchen with family room. One type of wall is the best known red brick wall. Another type of brick walls, concrete blocks, gypsum, and other partitions.

Red brick walls are made of red brick with a species mixture. The size of the red brick is:

big Brick size = 4 x 11 x 20 cm
small brick size = 3 x 7 x 13 cm

[Door and window Frame placed before the walls were plastered]
[Electrical equipment should be installed before the walls were plastered]

In the installation, the bricks must be installed one by one and held together with species. At the corner of the wall should be given strenght in the form of concrete columns, with the distance between the columns are commonly used 3-meter distance. In early times, often the building does not use the columns, but using a brick structure with larger dimensions so that they can take the weight and style of the brick wall.
 
For the installation of brick walls, the meter price per unit is calculated based on material and labor required. For example we have to make the brick wall of 9 square meters area, then we count only once per meter, and then multiplied by the brick wall area.

Raw materials for ordinary brick wall:

70 red bricks
Cement 0.352 sak
sand 0.152 m2

Workers for the brick wall (assuming wholesale contractors)

0.35 worker days (one meter2 completed in 0.35 days)

Red brick wall more expensive than batako brick walls, and much cheaper than the hebel brick wall.

[The position of the brick wall above the foundation of working drawings]

At installation, there are several kinds of brick walls too, which trasraam wall and ordinary brick wall. Trasraam wall used for waterproof walls, which could hold the soil humidity so that water does not rise to a brick wall, and hold the water from the wet rooms like the bathroom walls, as if the walls moist, will grow mold or mildew and peeling paint. Damp walls is also not good for health.
 
Trasraam wall is different from ordinary brick wall because the comparison of the mixture. Trasraam wall using 1:2 ratio, ie 1 for cement, and 2 for sand. There is also the use 1:3 ratio. For ordinary wall, a mixture of 1:4 cement, ie cement and 1 to 4 for the sand.
 
[Picture: trasraam wall around KM / WC]

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Arsitektur yang memperhatikan potensi lingkungan (artikel koran Sindo)

[artikel umum] astudioarchitect.com Permulaan tahun baru 2010 ini, saya diberi pertanyaan dari mas Herman dari Koran Sindo tentang tren arsitektur khususnya rumah tinggal pada tahun 2010 ini. Saya berpendapat bahwa tren tahun ini tentunya didasari oleh tren arsitektur yang berkembang pada tahun 2009 akhir. Uniknya, apa yang berkembang saat ini tidak seharusnya hanya berdasarkan tren semata, karena justru dari sini bisa kita lihat masyarakat makin menyadari pentingnya arsitektur yang ramah lingkungan. Karya arsitektur rumah tinggal yang banyak diminati adalah yang memperhatikan potensi lingkungan, menunjukkan kesadaran arsitek dan masyarakat tentang desain hijau yang mutakhir.

Dalam Koran Sindo: Arsitektur Tropis Cenderung Ramah Lingkungan
TREN desain rumah selalu didasari pergerakan pasar karena tren memang sering kali diusung untuk menjawab kebutuhan pasar. Seperti fashion,tren desain arsitektur selalu berganti-ganti dan tidak tetap, meskipun sebenarnya tidak selalu dibutuhkan. Itu karena memang merupakan faktor tambahan dalam desain arsitektur yang sesungguhnya. Banyak orang menyukai tren arsitektur karena dipandang bisa meningkatkan citra bangunan, terutama rumah tinggal. Beruntung bahwa tren yang sedang berjalan saat ini menuju pada pergerakan positif pada upaya pelestarian, pemanfaatan secara efektif dan pemeliharaan lingkungan.
Hal ini didasari keadaan dan kondisi bumi yang makin terpengaruh pemanasan global yang banyak memicu kesadaran arsitek untuk menciptakan desain arsitektur yang ramah lingkungan. Arsitek dari astudioarchitect Probo Hindarto menjelaskan, kesadaran akan lingkungan dalam rumah yang baik sudah makin dimiliki masyarakat.Konsep arsitektur tropis yang ramah lingkungan dan sesuai untuk orang Indonesia mulai diminati kembali dengan sentuhan lebih modern.
Dalam hal ini, tetap stylish dengan gaya modern, tapi juga hijau. Arsitektur yang tren sesaat seperti Spanyol, Mediterania atau minimalis dipandang bukan lagi tren arsitektur rumah yang esensial karena hanya merupakan tren tampilan rumah saja,tapi belum menyentuh konsep ruang yang merupakan esensi arsitektur terpenting. Desain arsitektur tropis menjadi tren karena didasari kesadaran dalam dunia desain,terutama oleh para arsitek,ilmuwan dan pencinta lingkungan hidup untuk menggunakan desain yang ramah lingkungan, hijau, dan berkelanjutan.
Konsep ini lebih didasari oleh kesadaran, karena itu dengan adanya kesadaran untuk arsitektur yang lebih hijau dan berwawasan lingkungan.” Hal ini berarti kesadaran masyarakat dan para praktisi arsitek pada umumnya sudah meningkat daripada sekedar membuat desain bangunan yang tidak berwawasan lingkungan,” jelas dia saat dihubungi Seputar Indonesia. Ciri khas desain arsitektur tropis ini adalah memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan baik.Sehingga meminimalkan kerusakan lingkungan akibat desain arsitektur.
Beberapa contoh aplikasi desain yang ‘hijau’.Misalkan saja sinar atau cahaya matahari untuk mengurangi atau menghilangkan pemakaian listrik untuk penerangan buatan. Berbagai trik desain seperti atap yang tinggi,ventilasi yang baik, unsur tanaman dan perkerasan di sekitar rumah menjadi pendukung untuk konsep ini. Selain itu, penghawaan alami yang didukung oleh desain yang tidak memerlukan AC atau penghawaan buatan,karena sudah terasa dingin dan sejuk,didukung oleh pelestarian tanah dengan menanam banyak pohon untuk penghijauan.
”Lahan yang makin sempit dan mahal harus didesain dengan seksama sehingga tetap memiliki taman yang menyegarkan area rumah,menjadi area peresapan air sehingga mengurangi banjir,” terangnya. Pembangunan yang cenderung vertikal, sehingga makin banyak lahan tersisa untuk penghijauan dan peresapan air tanah.Meskipun tidak memiliki taman di atas tanah, bisa juga menggunakan taman di atas atap dak beton,hal ini juga mulai menjadi tren, sehingga tetap ada area untuk bersantai bagi keluarga menikmati alam.
Sementara pada unsur tampilan, desain rumah pada 2010 cenderung akan mengadopsi gaya arsitektur modern dan tropis yang banyak menggunakan unsur material ekspos seperti batuan ekspos dan lapisan kayu. Ini membuat tampilannya menjadi makin segar. Sayangnya belum banyak pengembang yang membangun rumah dengan desain seperti itu. Ini karena orientasi pengembang saat ini barangkali masih 90% berorientasi pada keuntungan ekonomis dari penjualan rumah-rumah atau apartemen. Karena itu tren yang ditawarkan perumahan pengembang pada umumnya masih kalah maju selangkah daripada karya arsitek yang sudah memiliki kesadaran itu.
Hal ini karena arsitek ‘perumahan’ berbeda dengan arsitek independen, dimana arsitek yang independen lebih bisa mengimplementasikan berbagai konsep arsitektur tropis dan hijau tanpa terpengaruh oleh faktor keuntungan. Apabila ada pengembang yang berani menawarkan konsep arsitektur ‘hijau’ yang tidak terpengaruh unsur ekonomis bangunan,maka pengembang ini sudah mengikuti tren dunia yang berkembang saat ini.Arsitek dari PT Buanareksa Binaperkasa,Andry Hermawan menjelaskan, tren desain rumah pada 2010 lebih kepada sustainable environment dan ecological issue.
Efisiensi biaya dan energi menjadi suatu keniscayaan. Di Indonesia sendiri masih akan menganut minimalis dan tropical design,namun tidak tertutup kemungkinan berkembangnya arsitektur organik. ”Arsitektur vernakular bergaya Sunda dan Bali modern pun semakin dilirik,”ucapnya. (hermansah)

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: 

As a start this new year 2010 I was given the question herman from Koran Sindo, a national Indonesian Newspaper, about design trends particularly for residential architecture in 2010. I think that this year trend of course based on architectural trend that developed in late 2009. Uniquely, what is developing right now should not just based on trends alone, because even from here can we see more and more people realize the importance of environmentally friendly architecture. Residential architecture much in demand is the one with attention to the potential of surrounding environment, showing architects and public awareness about the latest green design.

In the Sindo Newspaper: Tropical Green Architecture Trend

TRENDS of home design is always based on market movements because trends were often carried on to answer the market needs. Like fashion, architectural design trends are always changing and not fixed, although not always required. That’s because it is the additional factor in the actual architectural design. Many people liked the architectural trends that could improve the perceived image of buildings, especially residential. Fortunate that the current trend today moves toward a positive movement on conservation efforts, effective utilization and maintenance of the environment.

This is based on the circumstances and conditions of earth global warming, that triggers a lot of awareness from architects to create environmentally friendly design. Architect from astudioarchitect, Probo Hindarto explained, awareness of good housing environment is good and more people realize this. Concept of tropical architecture and environmentally friendly houses blends in demand with more modern touches.

In this case, still stylish with modern styles, but also green. Architecture which are just temporary design trend like Spanish, Mediterranean or the minimalist trend is seen no longer to be the essential architecture concept of houses because it is only for facade design, but have not touched the concept of space which is the essence of the most important architecture. Tropical architecture design based on trend because of design consciousness in the world, especially by the architects, scientists and environmentalists to use environmentally friendly design, green, and sustainable.

This concept is based on awareness, so with an awareness for a greener architecture and environmentally friendly, “This means that public awareness and architects awareness in general have increased. Rather than creating a building design that is not environmentally friendly,” he explained when contacted by Seputar Indonesia. Characteristic of this tropical architectural design is to use natural resources available to create a good design. This is supposed to minimize environmental damage due to architectural design.

Some examples of design applications that is ‘green’. Let’s say the sun rays or light to reduce or eliminate the use of electricity for artificial lighting. Various design tricks such as the high roof, good ventilation, elements of plants and paving around the home supporters for the concept. In addition, natural ventilation is supported by a design that does not require air conditioning, because it is already comfortable, supported by the preservation of land by planting more trees for reforestation.

“Land is getting cramped and expensive, and it has to be designed carefully so that they will have a refreshing garden area of the house, a water catchment area, thereby reducing the flood,” he explained. Development tends to vertical, so more land left for forestation and water absorbsion. Even if we do not have a garden on ground, we can also make a garden on the roof with concrete structure  This becomes an increasing trend, which remains an area for families to relax enjoying nature.

While for facade design, design of houses in 2010 likely will adopt a modern architectural style and tropical elements. Many use materials such as exposed stone and wood. This makes a more refreshing appearance. Unfortunately, not many developers build houses with designs like that. This is because the orientation of the current developers probably still 90% oriented to the economic benefits from the sale of houses or apartments. Therefore, designs that is offered by housing developers in general is still less a step forward than architects who already have this awareness.

This is because the architects of ‘housing’ is different from an independent architect, where an independent architect could be more able to implement various concepts of green architecture and tropical, unaffected by profit factor. If there are developers who dared to offer the ‘green’ architectural concept that is not affected by economic elements of the building, the developers are already following the world trend nowadays. Architect from PT Buanareksa Binaperkasa, Andry Hermawan explains, the trend in house design for 2010 is more sustainable environment and Ecological issue.

Costs and energy efficiency becomes a necessity. In Indonesia, it is still adopting minimalist and tropical design, but not closed the possibility of development of organic architecture. “Vernacular architecture Sundanese and Balinese-style modern ogled even more,” he said. (hermansah)

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Konsep arsitektur dan interior ‘East Meets West’ (artikel koran Sindo)

[artikel umum] astudioarchitect.com Barangkali Anda sudah pernah mendengar konsep “East meet West” yang merupakan penggabungan arsitektur gaya ‘Timur’ dan ‘Barat’. Penggabungan ini merupakan cara yang baik untuk memberikan nuansa berbeda dalam rumah tinggal, bangunan maupun desain interior. Arsitektur dan interior design ‘east meet west’ itu membutuhkan naluri atau sense of design yang tinggi agar terlihat selaras. Berikut ini artikel dalam koran Seputar Indonesia (Sindo) hasil wawancara saya dengan mbak Raya dari Koran Sindo.

Dalam Koran Sindo: Ekspresikan Rumah Bergaya East Meet West
KONSEP arsitektur rumah bergaya barat dan timur masih menjadi favorit. Sebab, keduanya menggabungkan dua budaya yang membuat tampilan rumah menjadi unik dan asri.
Selain itu, dengan penerapan gaya tersebut rumah juga terlihat lebih elegan. Menurut Probo Hindarto, arsitektur Barat dan Timur merupakan suatu konsep yang berlaku untuk rumah dengan menggabungkan keduanya dalam satu gaya, dekorasi, atau arsitektur rumah tinggal maupun interiornya.

Pernik-pernik gaya etnik untuk mencerminkan sisi ‘East’

Hal tersebut banyak dipicu oleh keinginan mendapatkan sentuhan baru dalam desain, seperti perpaduan arsitektur modern dengan dekorasi bergaya etnik, atau arsitektur tradisional dari ”Timur” yang digabungkan dengan dekorasi bergaya modern.
Namun, Probo menjelaskan saat ini penerapan konsep tersebut di Indonesia sudah sangat sesuai, bahkan bisa menjadi ide desain yang menarik.
“Saat ini gaya rumah perpaduan Barat dan Timur juga sudah menjadi tren, bahkan sudah diaplikasikan dalam arsitektur rumah modern, yang diisi dengan banyak furnitur, pernik, dan aksesori rumah bergaya etnik,” tambah Probo.
Selanjutnya, dia juga mengatakan konsep east meet west (penggabungan Timur dan Barat) ini banyak diterapkan justru oleh orang Barat. Sebab, mereka jenuh terhadap arsitektur gaya barat yang cenderung ke arah arsitektur modern.

NYC - Metropolitan Museum of Art - Water Stone
Sebagai contoh: Desain wadah air dengan gaya desain ‘Zen’ Jepang bila digabungkan dengan gaya modern akan tampil sebagai perpaduan antara Timur dan Barat.

Sementara arsitektur klasik sudah banyak mengalami stagnasi dan tidak lagi dikembangkan. Probo menuturkan, konsep east meet west merupakan konsep arsitektur modern untuk framing atau konsep bangunannya, sedangkan untuk eastnya lebih pada interior atau pernak-perniknya.
Artinya, menambahkan unsur dekoratif bergaya etnik “Timur”, seperti dekorasi gaya China, atau Jawa. Ciri rumah berkonsep ini biasanya berwarna cenderung ke arah warna netral dan warna-warna material alami untuk bergaya modern.
Sedangkan warna dari “Timur”-nya, biasanya muncul sebagai warna yang berasal dari unsur tradisional, seperti merah untuk aksesori dari budaya Tionghoa, atau warna hijau, kuning, dan merah untuk budaya Jawa dan Madura, atau yang lain.
Untuk desain Interior sering kali merupakan perpaduan antara furnitur modern dan furnitur etnik, ditambahkan dengan unsur dekoratif yang kurang lebih sama. Konsep arsitektur gaya Barat dan Timur ini sebenarnya sudah ada sejak dari puluhan tahun lalu.
Konon, karena ingin mematahkan kesan kaku pada gaya rumah Eropa sehingga banyak pemilik rumah memadukan ornamen Barat dengan ornamen-ornamen bergaya Timur. Alhasil, jadilah konsep arsitektur Barat dan Timur.
Maklum saja, rumah-rumah jaman dulu banyak dipengaruhi gaya-gaya Eropa yang kaku, sehingga untuk mematahkan kesan tersebut biasanya masyarakat mencampurkan dengan material kayu seperti penggunaan pintu gebyok atau profil-profil berbahan kayu.(Koran SI/Koran SI/nsa)

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: East Meets West Concept for House design

Perhaps you’ve heard of the concept “East meet West” which is a merger of architectural styles from the ‘East’ and the ‘West’. This merger is a good way to give a different nuance in your home, buildings and interior design. Architecture and interior design ‘east meet west’ requires high instinct or sense of design to look adorable. Here is an article in the newspaper ‘Seputar Indonesia (Sindo)’ as a results of an interview by Ms Raya from the Koran Sindo to me.

In the Koran Sindo: Express Your House Style with East Meets West concept

CONCEPT of architecture style for house design ‘east meet west’ is still a favorite. It combines the two cultures that make the house look unique and beautiful.

In addition, the application of the two ‘force’ makes a home look more elegant. According to Probo Hindarto, ‘East Meets West’ architecture is a concept that is applied to a house by combining the two in one style, decoration, or architecture or interior design.

This is much driven by the desire to get a new touch in design, such as the combination of modern architecture with ethnic-style decoration, or the traditional architecture of the “East” combined with modern decor.

However, Probo explain that application of this concept in Indonesia is very appropriate, could even be an interesting design idea. “We can see that houses with mixed style of East and West have become a trend, even applied in the modern home architecture, which is filled with lots of furniture, artifacts, and ethnic-style home accessories,” added Probo.

Furthermore, he also said the concept of East and West is originally being set by western people. Because they want more of western-style architecture than just modern architecture.

For example: Design of a water container in ‘Zen’ style from Japan, when combined with modern style will appear as a blend between East and West. While a lot of classical architecture has stagnated and no longer developed. Probo said, the concept of east meet west is a modern architectural concepts for the framing or building concepts, whereas for more on the interior will be ‘east’.

That is, including adding decorative elements of ethnic style from the “East”, like China-style decor, or Javanese. This specialized feature of the house color is usually tend toward neutrals colors of natural materials for a modern style.

As for the color of the “East”, usually appears as a color from traditional elements, such as red from Chinese culture, or the color green, yellow, and red from Java and Madura culture, or others.

Interior design is often a blend of modern furniture and ethnic furniture, decorative elements were added with approximately the same. Architectural concepts of Western and Eastern styles actually been around since the last decades.

It is said, because one will want to break the rigid image of the International-style homes and many homeowners combines Western charm with stylish ornaments from the East.
(Koran SI / SI Newspapers / nsa)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.