Konsep arsitektur ‘hijau’ untuk rumah tinggal / ‘Green’ architecture concept for home design


Sumatra outdoor bath at the Longhouseastudioarchitect.com Konsep rumah yang hijau, seringkali diasosiasikan dengan banyak tanaman, hal ini tidak sepenuhnya benar, karena konsep ‘hijau’ ini juga bisa ditentukan oleh elemen-elemen lain seperti konstruksi, utilitas bangunan, pengolahan air, material bangunan dan sebagainya. Berbagai artikel di media massa menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap konsep ‘hijau’ ini. Salah satunya dalam artikel di koran Sindo ini, dimana mengambil referensi dari blog astudio ini :)

The concept of a green house, often associated with many plants, it is not entirely true, because the concept of ‘green’ can also be determined by other elements such as construction, utility buildings, water treatment, building materials and others. Various articles in media showed great interest in the ‘green’ concept. One was in an article in the newspaper Sindo, which took its reference from astudio blog:)

Dalam Koran Sindo:
JIKA Anda hendak membangun rumah, meredekorasi sebagian ataupun membangun ulang rumah, mungkin Anda bisa mempertimbangkan desain rumah yang ramah lingkungan atau green architectural house.
Sebenarnya konsep rumah ramah lingkungan sama dengan konsep rumah alam atau natural. Penggunaan bahan-bahan material seperti kayu atau bambu bisa menjadi sangat kental.
”Untuk membangun rumah ramah lingkungan bisa dimulai dari atapnya. Anda bisa menggunakan atap matahari sehingga mengurangi pemakaian listrik,” ujar arsitek Andi Haryadi.
Anda dapat menggunakan panel surya pada atap rumah dengan menggunakan teknologi yang disebut thin film triple-junction amorphous silicon. Sel surya ini dibentuk seperti genteng dan dapat dipasang seperti genteng pada umumnya, kemudian dipasangkan sebagai sumber tenaga rumah Anda.
Material apa saja yang sebenarnya ramah untuk pembangunan rumah? Menurut arsitek Probo Hindarto di website-nya, material yang ramah lingkungan memiliki beberapa syarat.
Syarat pertama adalah, material tidak beracun, baik sebelum maupun setelah digunakan. Selanjutnya, dapat menghubungkan kita dengan alam. Maksudnya, dapat lebih mendekatkan Anda dengan alam karena kesan alami dari bahan material tersebut. Misalnya batu bata akan mengingatkan Anda pada tanah, kayu, dan pepohonan. Selain itu, bahan materialnya pun bisa mudah terurai secara alami.

Sumatra outdoor bath at the Longhouse

”Material yang masuk pada kriteria di atas di antaranya adalah batu bata, semen, batu alam, keramik lokal, kayu, dan sebagainya,” kata Probo.
Pemilihan material lantai, misalnya. Anda dapat memilih material yang bisa di-recycle.”Bambu juga bisa dijadikan lantai yang ramah lingkungan. Atau jika ingin menggunakan kayu, kayu oak sangat kuat dan tahan lama,” tukas Andi.
Apabila Anda hendak melapisi lantai dengan karpet, saat ini sudah ada karpet yang menggunakan bahan yang bisa di-recycle. Untuk furnitur pun Anda bisa memilih yang ramah lingkungan. Seperti misalnya Anda ingin membeli kursi kayu.
Pastikan Anda membeli pada perusahaan yang melakukan tebang-tanam kembali. Anda bisa melakukan pencarian di internet sebelum memutuskan membeli sesuatu.
Dapur yang merupakan ruang teraktif adalah tempat yang paling membutuhkan perhatian saat Anda ingin mendesain rumah dengan konsep ramah lingkungan.
”Letakkan saja tanaman herbal dalam pot pada salah satu sudut ruangan dapur Anda. Jadi kesan naturalnya lebih terasa,” saran Andi.
Untuk kamar tidur, sebagai pengganti air conditioner atau AC, Anda bisa memasang jendela besar yang akan memberi sirkulasi udara pada kamar tersebut.
Jangan lupakan lubang ventilasi tambahan di atas jendela itu. Hal yang sama juga berlaku di ruang tamu serta ruang-ruang lainnya di rumah Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih hemat energi.
”Jika Anda memang ingin menggunakan konsep hunian ramah lingkungan, sebenarnya mudah saja. Anda tidak membutuhkan barang-barang baru. Anda bisa menggunakan barang-barang lama dan memodifikasinya sendiri,” papar Andi.
”Contohnya, jika Anda memiliki barang yang rusak, seperti sepeda ataupun alat elektronik, Anda bisa membuatnya menjadi sebuah pajangan cantik. Modalnya hanya kreativitas. Dengan begitu, ”sampah” tersebut bisa kembali berguna untuk Anda,” tambahnya.

English version:
IF you want to build a house, or renovating partly rebuilt home, perhaps you could consider the design of environmentally friendly homes or green architectural house.


Actually, the concept of eco-friendly homes with the concept of nature or natural home. The use of materials such as wood or bamboo can be very nice.


“To build environmentally friendly houses can be started from the roof. You can use the sun roof, thereby reducing electricity consumption, “said Andi Haryadi architect.


You can use solar panels on the roof of the house by using technology called thin-film triple-junction amorphous silicon. These solar cells shaped like tile and can be installed as tiles in general, and then paired to power your home.


Any material that is friendly for the construction of the house? According to architect Probo Hindarto on his website, environmentally friendly material has some reservations.


The first requirement is, non-toxic materials, both before and after use. Furthermore, can connect us with nature. That is, can you closer to nature as a natural impression of these materials. For example bricks will remind you of earth, wood, and trees. In addition, the material substance can easily decompose naturally.


“Materials are entered on the above criteria include: bricks, cement, natural stone, local ceramics, wood, and so on,” said the Probo.


Floor material selection, for example. You can select the material that can be recycle. “Bamboo can also be environmentally friendly floors. Or if you want to use wood, oak is very strong and durable, “said Andi.


If you want to coat the floor with carpet, there is now a carpet using materials that can be recycle. For any furniture you can choose environmentally friendly. Like for example you want to buy a wooden chair.


Make sure you buy the companies that made slash-planting again. You can do a search on the internet before deciding to buy something.


The kitchen, which is the most active space is the place most in need of attention when you want to design a home with environmentally friendly concepts.


“Put it in a pot herb in one corner of your kitchen space. So much was naturalnya impression, “Andi advice.


For the bedroom, as a replacement air conditioner or air conditioning, you can install a large window that will provide air circulation in the room.


Do not forget the additional ventilation holes on the window. The same is true in the living room and other rooms in your house. That way, you can be more energy efficient.


“If you really want to use the concept of environmentally friendly residential, real easy. You do not need new stuff. You can use the old stuff and modify it myself, “said Andi.


“For example, if you have damaged goods, like bicycles or electronic device, you can make it a beautiful display. Capital only creativity. In this way, “trash” can be useful for your back, “he added.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

About these ads

One response to “Konsep arsitektur ‘hijau’ untuk rumah tinggal / ‘Green’ architecture concept for home design

  1. rumah2 di pedesaan itu natural banget,,masih pake dinding bambu, atap jerami,,lantai batu,, :)sekarang rumah orang kota dibuat bernuansa alam, natural,,pake lantai batu juga, pake bambu juga, air mancur,, vas tanah liat,,nampaknya orang2 kota rindu suasana jaman mereka di desa dulu,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s