Lesehan – wawancara tentang duduk diatas lantai / interview about sitting on floor


Sit Down & Drink Teaastudioarchitect.com Lesehan adalah cara duduk yang cukup populer di negeri kita ini, baik itu di rumah, di warung atau restoran yang ada fasilitas lesehan, atau saat berkumpul bersama. Lesehan merupakan istilah untuk cara duduk diatas lantai, dimana akar budayanya berasal dari tata krama duduk didunia timur. Di berbagai negeri seperti Indonesia, Arab dan Jepang, sikap duduk menentukan tata krama dan sopan santun, yang didalamnya termasuk pula duduk secara lesehan. Mbak Raya dari Koran Sindo mengajukan beberapa pertanyaan seputar lesehan ini pada saya.

‘Lesehan’ is Indonesian term for ‘sitting on the floor’. Lesehan is a popular way of sitting in our country, be it at home, in shops or restaurants with lesehan facility, or at a gathering. The roots of its culture is a kind of manner when sitting down, comes from the east side of the world. In many countries such as Indonesia, Arab and Japan, sitting determine attitudes and manners, including the lesehan kind of sitting. Mbak Raya from Koran Sindo ask a few questions about lesehan.

1. Bagaimana menurut Bapak apakah ruang dapat didesain dalam bentuk lesehan. pasalnya yang kita tahu, bentuk lesehan cenderung kurang formal? mungkin bisa diambil contoh ruang keluarga dan ruang tamu?
Pertanyaan yang bagus sekali tentang posisi dan ruang duduk lesehan. Lesehan memang posisi yang menyenangkan dan lebih bebas, dan karena itu bisa dikatakan kurang formal. Posisi ini banyak digunakan sehari-hari untuk di ruang keluarga, atau saat ada hajatan atau perkumpulan, karena dengan demikian lebih banyak menampung orang. Lesehan sebagai posisi duduk merupakan alternatif untuk posisi duduk yang biasanya dipakai. Adanya kesan tidak formal itu memang disebabkan karena penataan ruang tanpa perabot yang biasa tertata rapi, dan karena tidak adanya batasan jelas tentang bagaimana posisi duduk ini maka yang terjadi adalah kesan informal tersebut.
Mungkin kita sudah sering melihat ruang tamu yang lesehan, tapi biasanya memang milik orang yang kurang berada, misalnya karena tidak punya uang untuk membeli perabot. Tapi kebudayaan lesehan juga ada untuk budaya yang bahkan cukup tinggi, seperti di Jazirah Arab, ruang duduk biasanya dengan menggunakan jenis sofa yang dinamakan sebagai ‘divan’ (dalam kosakata orang barat), yaitu sejenis matras yang diletakkan langsung di lantai dengan bantal-bantal atau sandaran, jadi tanpa kaki kursi selayaknya sofa. Biasanya digunakan untuk mengobrol banyak orang.
Beberapa kafe yang sophisticated juga menggunakan jenis ‘divan’ ini sebagai tempat duduk yang sangat nyaman, serta sifatnya informal. Karena itu, bila ingin mengadopsi cara duduk seperti ini untuk ruang tamu atau ruang keluarga juga tidak masalah.

Tatami mat

2. Kalaupun desain lesehan dalam rumah sah-sah saja, lalu bagaimana cara kita mengaplikasikannya menjadi bentuk yang nyaman namun masih terkesan formal?
Bila diinginkan, tentunya kita juga bisa membawa suasana duduk yang nyaman ini dengan atmosfer menarik dari sebuah desain interior. Kuncinya tentunya elemen-elemen desain yang ada diatur juga dengan baik, agar tidak terkesan amburadul, yang menyebabkan suasananya juga tidak nyaman. Dalam pilihan ini, memang ini suasana duduk yang informal, tapi menurut hemat saya tidak masalah karena yang terpenting adalah acaranya juga tidak formal. Penataan elemen seperti pemilihan pernak pernik, corak cushion, dan sebagainya juga bisa diatur agar menunjang suasana yang lebih teratur itu, meskipun tidak terlalu formal.
3. Pertimbangan-pertimbangan apa yang harus dipikirkan sebelum kita menerapkan desain lesehan ke dalam rumah?
Pertimbangkan tentang konsep lesehan yang nyaman. Tentunya lesehan tidak harus selalu langsung berada diatas lantai, tikar atau permadani. Lesehan juga bisa mengadopsi kemewahan gaya Arab dengan tempat duduk model divan yang ditunjang dengan pemilihan elemen interior lainnya seperti lukisan, warna dinding/wallpaper, dan sebagainya.
4. Apakah kalau kita membuat desain lesehan akan lebih menyederhanakan suatu ruang, bagaimana menurut Bapak? Apakah hal tersebut juga berpengaruh dengan estetika ruang? bagaimana saran Bapak dalam hal ini?
Tidak selalu. Intinya pada penataan ruang agar tidak semrawut (kacau), karena bila alas duduk lesehan tidak diatur, juga sama saja dengan furniture biasa, kesannya tidak bagus. Lesehan juga dikenal dalam budaya Jepang, yang sederhana dan minimalis, alasnya bisa dilipat dan dimasukkan dalam almari, demikian juga mejanya biasanya kecil dan hemat tempat. Dalam budaya Jepang jenis lesehan ini sangat ber-estetika, terutama estetika dari sikap dan perilaku budaya penggunanya. Sikap duduk dan cara makan misalnya, juga teratur.
5. jenis furniture atau aksesoris apa yang ideal digunakan? tolong beri contoh?
Jenis furniturenya bisa menggunakan model divan seperti dijelaskan diatas, model tatami seperti yang digunakan di jepang, model alas permadani seperti yang sering kita jumpai di Indonesia. Bisa juga model terbenam atau setengah terbenam pada lantai, yaitu ada bagian lantai yang lebih rendah sehingga bisa dipakai duduk atau lesehan.
Furniture lainnya seperti meja seperti biasanya, tentunya yang sudah disesuaikan untuk posisi lesehan yang nyaman juga, dalam arti lebih rendah dari meja-meja biasanya. Aksesori lainnya seperti dalam desain interior pada umumnya, bisa menggunakan tema ruangan, yang akibatnya pada jenis aksesori yang digunakan, misalnya bentuk lampu, bentuk pigura lukisan, dan sebagainya.

Sit Down & Drink Tea
image source: Sit Down n Drink Tea by Koonisutra, on Flickr

6. bagaimanakah dengan luas ruang, apakah berpengaruh apabila ruang sempit menjadi terlihat lapang atau malah sebaliknya? dalam hal ini adakah pendapat Bapak?
Betul, ruangan yang sempit bisa menjadi terlihat lebih lapang dengan konsep ini :) tentunya dengan catatan bahwa benda-benda dalam ruangan juga diatur.

ENGLISH VERSION

1. What do you think about a space designed in the form lesehan. part of what we know, lesehan is a less formal kind of sitting? May be taken for example the family room and living room?

Very good question about lesehan position and the sitting room. Lesehan is a fun position, and more freely, and because of that it can be said as less formal. This position is widely used for day-to-day in the family room, or when there is a celebration or gathering, for thus accommodate more people. Lesehan as an alternative to a sitting position is usually used. The impression of a less formal impression is due to the lack of spatial furniture planning, without the usual furniture planning, and the absence of clear limitation on how this sitting position makes this way of sitting to be in an informal impression.

We must have often seen a lot of lesehan living room, but usually it’s in low income people’s house, for example because they do not have money to buy furniture. But there are also lesehan culture that is even high enough, as in the Arabian Peninsula, usually in the living room they use a type of sofa called a ‘divan’ (in the western vocabulary), which is a kind of mat that is placed directly on the floor with pillows or back, so without proper sofa chair legs. Usually the room is used to chat by a lot of people.

Some sophisticated cafe also use this type of ‘divan’ as very comfortable seats, and in an informal nature. Therefore, if you want to adopt this way of sitting for the living room or family room, it is also not a problem.

2. If it’s OK to use a lesehan living or family room, then how do we apply it to gain a comfortable but still impressed as formal?

If desired, of course, we also can bring a comfortable atmosphere to sit with this exciting atmosphere of an interior design. The key elements of course, well regulated design, so it will not be messy, which causes an uncomfortable feeling. In this option, this is an informal room design to sit, but my opinion, it does not matter because the important thing is not a formal look. Arrangement of elements such as selection of accesories, the style of cushion, and other elements can also be arranged to gain a more orderly interior design, though not too formal.

3. What should we consider before we apply the lesehan design into a house?

Think about the concept of a comfortable lesehan. Surely lesehan position is not necessarily located directly above the floor, mats or rugs. Lesehan can also adopt the Arab style with luxury seating divan model, supported by other interior elements such as paintings and wall hangings, color of the walls / wallpaper, and others.

4. Is it true that lesehan would simplify a room, what you think? Does this also affect the aesthetics of a room design? what is your advice?

Not always. The bottom line on spatial planning is in order not to be messy, because if we don’t choose the cushion of lesehan sitting, for example, will be the same as if we don’t choose the right ordinary furniture, will not be a good impression. Lesehan also known in Japanese culture, which is simple and minimalist, its base can be folded and placed in the cupboard, as well as the desk is usually small and efficient in place. In Japanese culture lesehan is related to aesthetics of manner, especially the aesthetics of cultural attitudes and behavior of its users. Attitudes to sit and how to eat for example, also regularly.

5. What is the ideal type of furniture or what to use?

Type of furniture can be a divan model as described above, tatami model like in Japan, regular rug can be used as often we meet in Indonesia. Model can also set or half buried in the floor, which is part of a lower floor that can be used for sitting or lesehan.

Other furniture such as tables, as usual, of course, which can be adjusted to a comfortable lesehan position also, in the sense of lower than usual tables. Other accessories such as the interior design in general, could use special theme, or special type of accessories, such as the form of lamps, painting frame form, and others.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

About these ads

One response to “Lesehan – wawancara tentang duduk diatas lantai / interview about sitting on floor

  1. fr_yanuar@yahoo.co.idKata Yanuar:Artikel ini memberi pencerahan sekaligus kesadaran mengenai budaya dan kehidupan kita. sering kali kita tak sadar bahwa "lesehan" ternyata juga bisa menjadi suatu hal yang "elegan" jika ditata sedemikian rupa.Lihat saja, di sekitar kita banyak tempat makan yang mengusung konsep lesehan itu sendiri. Bagi sebagian orang, lesehan itu kampungan. namun, di sisi lain, lesehan justru mengandung nilai keakraban, santai dan mengakrabkan.Oleh karena itu, artikel ini saya katakan memberi pencerahan karena memuat suatu konsep lesehan yang tetap mengusung keakraban dan informalitas, sekaligus juga membuatnya menjadi "elegan".Terima kasih untuk pencerahan ini.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s