Gapura untuk Rumah Tinggal / Gate for a House


[buku rumah] Sebuah gapura mungkin bukan merupakan kebutuhan mendasar dalam desain sebuah rumah. Gapura merupakan gerbang yang memberikan batas antara luar dan dalam, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki tampilan rumah. Tapi apakah yang terjadi bila kita tidak mendesain gapura dengan baik? Adakalanya gapura atau bagian dari pagar tersebut terlihat tidak serasi atau tidak mendukung tampilan rumah secara keseluruhan. Rupanya hal itu menjadi ide dasar dari penulis dan arsitek Aditya Wardhana untuk mengangkat topik ini sebagai topik buku yang menarik.

A gate may not be a fundamental requirement in a house design. A Gate provides the boundary between outside and inside, so can be a means to improve the look of the house. But what happens if we do not design the gate in the best way? Sometimes a gate or part of the fence is not suitable for the overall look of the house. Apparently it’s a basic idea of the author and architect Aditya Wardhana to raise this topic as the topic of an interesting book.

KUTIPAN: Dalam buku:”Gapura untuk Rumah Tinggal”, dikutip sebagai berikut: Gapura akan aman bagi yang melewatinya jika ukurannya memenuhi persyaratan untuk jenis alat transportasi yang melaluinya. Misalnya jalan yang dlperuntukkan hanya untuk lewat satu buah kendaraan mobil maka ukurannya jangan disesuaikan dengan ukuran sebuah mobil, tetapi diberi kelebihan minimal 0.5—1 m urituk lebar gerbang di sebelah kin dan kanan jalan dan 1— 2 m untuk tinggi gapura Jadi, apabila lebar standar sebuah mobil adalah 2,25 m maka lebar gapura sebaiknya 3,25 — 4.25 m. Oleh karena tinggi standar sebuah mobil adalah 2 m maka tinggi gapura sebaiknya 3—4 m.

Pada kenyataannya gapura sering menjadi korban vandalisme, hal itu merupakan ancaman besar bagi kelangsungan sebuah gapura. Sering terlihat gapura menjadi ajang corat-coret, baik menggunakan spidol ataupun cat semprot. Terkadang gapura menjadi mading dadakan yang isinya berbagai macam selebaran ikian yang ditempelkan secara sembarangan. Hal ini berbeda derigan sebuah gapura rumah atau kawasan lingkungan yang memang dibuat dengan biaya sponsor sebuah produk dan ditampilkan klan produk yang sudah dikonsep.

In the book: “Gapura (Gate) untuk Rumah Tinggal”, was quoted as follows: Gate will be safe to past if it is eligible for which type of transportation to go through. For example if it is designed just to pass one car the size of vehicles not adapted to the size of a car, but given the advantages for at least 0.5-1 m wide gate on the right path and and 1 – 2 m high to the gate. So, if the standard width of a car is 2.25 m, gate width should be 3.25 – 4:25 m. Because of the high standards of a car is 2 m high then the gate should be 3-4 m.


In fact, often gate can be the victim of vandalism, it was a big threat for the survival of a gate. A gate often turned into graffiti scene, either using a marker or spray paint. Sometimes the gate can be a media for irresponsible people to turn into improperly stickers of leaflets attached. This is different with a gate house or neighborhood area that are designed with properly.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s