Arsip Bulanan: April 2010

Product: Expose stone batu alam, paving, cladding Wairau Stone

astudioarchitect.com Informasi ini dikirimkan oleh Wairau Stone tentang produk yang mungkin berguna bagi Anda.Wairau Stone adalah batu alam yang dibuat secara fabrikasi dengan keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh batu alam biasa. Cladding Wairau Stone lebih ringan dan mudah pemasangannya serta paving yang lebih keras dan memiliki banyak warna dan Kuat Tekan Paving lebih dari 500 kg/cm².

This information is sent by Wairaustone about their products which may be useful for you. Wairau Stone is a natural stone fabrication made by the advantages of not possessed by the kind of ordinary natural stone. Wairau Stone cladding is lighter and easier for installation, paving is harder and have many colors and Compressive Strength of Paving of more than 500 kg / cm ².

Produk Wairau Stone dicetak dengan cetakan yang diambil dari tekstur batu alam terpilih. Setiap warna dan tekstur dibuat dari bahan dasar beton, batu alam dan pewarna berkualitas serta bahan-bahan kimia ramah lingkungan lainnya. Batu Wairau Stone terlihat lebih indah dan lebih alami.
Pewarna yang digunakan adalah inorganic iron oxide yang tahan terhadap sinar ultraviolet dan warna yang menyatu dengan produk Wairau Stone selama proses pencetakan sehingga berwarna sampai dasar (homogenuous).

Produk Wairau Stone dibuat kedap air dan tahan terhadap cuaca sehingga lebih tahan terhadap jamur dan lumut dibandingkan batu alam biasa.Produk-produk Wairau Stone dicetak dari ribuan cetakan untuk memperkaya keragaman bentuk tekstur. Aksen warna dibuat satu persatu sehingga mustahil terjadi corak aksen yang sama.

Wairau Stone Products is printed with molds taken from selected natural stone texture. Each color and texture was made from basic materials of concrete, natural stone and quality dyes and other eco-friendly chemicals. Wairau Stone Stone looks more beautiful and more natural.

Inorganic dyes used is iron oxide which is resistant to ultraviolet light and colors that blend with the Wairau Stone products during the printing process so that it reach the basic color (homogenuous).

Cladding Wairau Stone berbahan dasar beton ringan sehingga keawetannya sama dengan beton. Produk Wairau Stone dapat tahan lebih dari 30 tahun.Cladding Wairau Stone tahan cuaca, lebih unggul dari batu alam biasa. Daya serap airnya hanya 0,01% dalam 24 jam immersion test. Pemasangan lebih cepat karena lebih ringan. Perawatan yang jauh lebih mudah dan murah. Penampilan lebih indah dan memiliki koleksi warna yang beragam, yang dapat meningkatkan value dari properti anda.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Sdr :
Wihardiantono telp. 021-3270 8633 atau 0856-92272432

Wairau Stone products are made watertight and weather resistant so it is more resistant to mold and mildew compared to ordinary natural stone. Printed products from thousands of molds to enrich the diversity of textures. Accents of color made one by one so it is impossible that the same accent pattern occur.

Wairau Stone is lightweight concrete-based so that the durability is the same with concrete. Wairau Stone products can hold more than 30 years. Wairau Stone Cladding is weatherproof, much better than the usual natural stone. Water absorption is only 0.01% in the 24-hour immersion test. Installation is faster because it is lighter. Maintenance much easier and cheaper. More beautiful appearance and has a diverse collection of colors, which can increase the value of your property.

contact person:
Wihardiantono tel. 021-3270 8633 or 0856-92272432

Anda bisa mengirimkan informasi produk Anda untuk ditampilkan di blog astudio secara gratis. Kirimkan ke astudioarchitect.com@gmail.com

________________________________________________

by Probo Hindarto © Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain gratis rumah memanjang 6×18 meter / Free design elongated house

astudioarchitect.com Untuk rubrik konsultasi di Koran Sindo minggu kemarin saya membuatkan sebuah desain rumah untuk Bapak Saefuddin yang tinggal di Tegal. Lahan beliau cukup luas, tapi bentuknya memanjang ke belakang, akibatnya ruang-ruang dijajarkan dalam dua lajur. Untuk jenis lahan yang seperti ini saya membuat semacam pemisah massa bangunan berupa taman dalam dan dapur yang terbuka dengan harapan raung-ruang mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami. Bila Anda menyukai desain ini, bisa memesan gambar kerjanya dengan menghubungi email astudio.

For consultations in the newspaper Sindo column last week I made a design for Mr Saefuddin who lives in Tegal. He has enough land area, but extending narrow to the back of the land, consequently the spaces lined up in two rows. For this type of land I made a sort of dividing the building mass in the form of garden and open kitchen-living room, hoping the house gets natural lighting and air flow. If you like this design, working drawings can be ordered by contacting astudio.

Pertanyaan:
Perkenalkan nama saya Saefuddin, tinggal di Tegal, Jawa Tengah. Saya ingin membangun sebuah rumah baru dengan 3 kamar tidur. Berhubung kami adalah pasutri baru dan saat ini kami ingin membangun rumah diatas tanah berukuran 6x18m. Dalam rumah tersebut ruang-ruang yang kami inginkan antara lain: 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 WC, ruang tamu, carport, taman, dan teras.

Atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terimakasih.

Saefuddin,
Tegal Margadana,
Jawa Tengah.

Jawaban:
Yth Bapak Saefuddin yang baik,
terimakasih atas pertanyaan Bapak dan bersama ini saya buatkan sebuah rumah dengan teras yang cukup untuk duduk didepan berukuran 2×2 meter. Adanya ruang keluarga yang cukup luas saya harap dapat membantu membuat suasana keluarga Bapak semakin erat. Dua kamar di belakang bisa dipakai untuk kamar anak dan kamar didepan sebagai kamar tidur utama.

Khusus untuk kamar mandi di bagian depan, bila Bapak lebih memilih untuk membuat kamar mandi anak di bagian belakang, bisa dipindahkan diantara kedua kamar anak tersebut. Bila dikehendaki pula, diatas kamar anak bisa didak beton untuk digunakan sebagai tempat jemuran dengan tangga monyet di taman dalam.

Dari segi tampilan, saya membuat jendela-jendela dengan model memanjang secara vertikal agar kesan ruang dalam rumah Bapak menjadi lebih luas. Demikian pak Saefuddin,
Semoga Jawaban ini bisa membantu Bapak dan keluarga.
Selamat membangun.

Probo Hindarto

Question:
My name is Saefuddin, lives in Tegal, Central Java. I want to build a new house with three bedrooms. Because we are a newly married couple and now we want to build a house on a land size of 6x18m. In the house we wanted, we want these rooms: three bedrooms, one bathroom, one toilet, living room, carport, garden, and terrace.


For your attention and help me say thank you.


Saefuddin,
Tegal Margadana,
Central Java.




Answer:
Dear Mr Saefuddin
thank you for your question and with this I make a pretty house with a terrace to sit in front of it measuring 2×2 meters. The existence of a sufficiently large family room I hope will help make your family an even warmer atmosphere. Two rooms in the rear can be used for children’s room and front room as the master bedroom.


Specially for the bathroom at the front, if you prefer to make a bathroom at the back for your children, can be moved between the two rooms at the back. If desired also, above the child’s room can be build concrete floor for use as a clothesline with a small ladder in the garden.


In terms of appearance, I made the windows of the model vertically elongated so that the impression of space in your house becomes more widespread.
Hopefully, this answer can help you and your family.
sincerely.


Probo Hindarto

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Interview: concept interior ‘East Meet West’

astudioarchitect.com “East meet west” adalah sebuah konsep arsitektur yang muncul karena keinginan untuk menggabungkan dua budaya berbeda dari Timur dan Barat dalam desain yang lebih kaya. Perpaduannya banyak menghasilkan jenis arsitektur maupun interior design yang unik karena ‘Barat’ yang dikenal dengan gaya internasional modernnya dipadukan dengan gaya ‘Timur’ yang masih berkembang budayanya. Gaya ini dikembangkan justru oleh orang ‘Barat’ yang merasa jenuh dengan gaya arsitektur yang itu-itu saja.

“East meet west” is an architectural concept that emerged out of a desire to combine two different cultures of East and West in a richer design. The combination produce many types of architecture and interior design which is unique because of the ‘West’, which is known with its modern international style combined with the style of the “East” which is still evolving culture. This style was developed by the ‘West’ people who are bored with monotonous architectural styles.

Pertanyaan dan jawaban ini diberikan oleh wartawan/kolumnis koran Seputar Indonesia berkaitan dengan konsep ‘East meet West’ tersebut.

1. Apa Itu konsep perpaduan barat dan timur pada rumah tinggal?

Konsep ini sebenarnya berlaku untuk rumah-rumah yang menggabungkan antara konsep barat dan timur dalam style, langgam, dekorasi atau bagian lain dari arsitektur rumah tinggal maupun interiornya.

2. Berawal dari apakah konsep seperti itu muncul?

Perpaduan barat dan timur banyak dipicu oleh keinginan mendapatkan sentuhan baru dalam desain, seperti perpaduan arsitektur modern dengan dekorasi bergaya etnik, atau sebaliknya; arsitektur tradisional dari ‘timur’ yang digabungkan dengan dekorasi bergaya modern.

3. Apakah hal tersebut cocok bila diterapkan di Indonesia? Apakah sudah menjadi tren?

Saat ini, sangat sesuai, bahkan bisa menjadi ide desain yang menarik, bila dibandingkan kita hanya menggunakan gaya ‘barat’ saja atau gaya internasional, yaitu gaya modern. Saat ini menurut saya juga sudah menjadi tren, atau bahkan, tidak secara sengaja sudah mengaplikasikan east meet west dalam arsitektur rumah modern, yang diisi dengan banyak furniture, pernik dan aksesori rumah bergaya etnik.

4. Akan menghasilkan konsep apa jika memadukan dua gaya tersebut, yakni timur dan barat? Apakah ada sebutannya untuk konsep tersebut?

Konsep east meet west dipercaya dapat memperkaya khasanah budaya dan desain. Sebetulnya konsep ini banyak diterapkan justru oleh orang Barat, karena kejenuhan terhadap arsitektur barat yang cenderung ke arah arsitektur modern. Sedangkan arsitektur klasik sendiri sudah banyak mengalami stagnasi dan tidak lagi dikembangkan. Penggabungannya disebut konsep ‘east meet west’ yang dibahasa Indonesiakan juga berarti “Timur bertemu Barat”.

5. Bila kita menemukan gaya rumah tersebut, biasanya yang menjadi ciri khas pada gaya tersebut itu apa?

Konsep east meet west yang umum adalah konsep arsitektur modern untuk framing/ konsep bangunannya, sedangkan untuk ‘east’nya lebih pada interior atau pernak-perniknya. Artinya, menambahkan unsur dekoratif bergaya etnik ‘timur’ seperti dekorasi gaya Cina, atau Jawa, atau tradisional ‘timur’ yang lain.

1. Can you tell what is ‘East meet West’ concept in architecture design?


This concept actually applies the kind of style to house or building design that combines western and eastern concepts in style, decor or other parts of residential architecture and interiors. 

See a video of ‘East meet West’ concept from NZ House n Garden:



2. How was this concept developed?


East meet west fusion is triggered by the desire to get whole new touches in the designs, such as fusion of modern architecture with stylish ethnic decor, or vice versa; traditional architecture of the ‘east’, which combined with a modern style decor.


3. Is it suitable when applied? Is it a trend?


Currently, it is suitable, it can even be a very interesting design idea, instead of only using the style ‘west’ or international style, which is a modern style. Currently I think it also has become a trend, or even, not consciously realized by the people who have applied the east meet west in their modern home architecture, which is filled with lots of furniture, home accessories with ethnic style.


4. What will result of blending the concepts, namely the east meet west? Is there a concept they call for it?


The concept of east meet west is believed to enrich the culture and design. Actually, this concept is applied precisely by many Westerners, because ‘west’ is bored of modern architecture. While classical architecture itself has a stastagnancy and no longer developed. 


5. if we find the house with such style, what might be the characteristic of the style?


The concept of a general east meet west is a modern architectural concepts for framing / building concepts, while for ‘east’ side is more on the interior or furniture accessories. That is, to add a decorative element of ethnic-style ‘east’, such as Chinese-style decoration, or Java, or other ‘eastern’ traditional.

6. Bagaimana dengan fasad bangunannya? Warna apakah yang digunakan?

Warna desain bila bangunannya modern, maka cenderung ke arah warna netral dan warna-warna material alami. Sedangkan warna dari ‘timur’nya, biasanya muncul sebagai warna yang berasal dari unsur tradisional, seperti merah untuk aksesori dari budaya Tionghoa, atau warna Hijau, kuning dan merah untuk budaya Jawa dan Madura, atau yang lain.

7. Bagaimana dengan desain interiornya?

Desain Interior seringkali merupakan perpaduan antara furniture modern dan furniture etnik, ditambahkan dengan unsur dekoratif yang kurang lebih sama.

8. Biasanya tujuan orang itu menerapkan gaya tersebut apa?

Tujuannya biasanya untuk mendapatkan sentuhan desain yang lebih kaya variasi dan dapa diterima baik dari orang-orang “Barat” maupun “Timur”, misalnya seperti arsitektur dan interior lobby hotel, kamar tidur, dan sebagainya. Di Bali, villa-villa berarsitektur modern juga menggunakan arsitektur modern untuk bagian luar bangunannya, yang dibumbui oleh arsitektur dan pernik-pernik lokal Balinya. Ini yang membuatnya terasa lebih ‘kaya’ budaya dan hasilnya juga lebih refreshing.

9. Lalu bagaimanakah menerapkan gaya seperti itu, jika sebelumnya kita menggunakan gaya hunian timur?

Bila dari sisi ini, maka kita bisa menambahkan unsur-unsur modern yang sederhana, misalnya furniture bergaya modern, artwork, serta elemen-elemen lain yang sifatnya ‘international style’ atau modern, yang notabene berasal dari barat.

10. Adakah langkah-langkah untuk dapat menerapkannya?

Saran untuk langkah menerapkan konsep ini; pahami bahwa arsitektur dan interior design ‘east meet west’ itu membutuhkan naluri atau sense of design yang tinggi, karena bila dibuat dengan memadukan berbagai elemen modern dan etnik timur tanpa perencanaan yang baik, biasanya akan terlihat kacau. Usahakan agar kenyamanan atau suasana yang ‘cozy’ dapat menjadi tema ruang, sehingga unsur etnik yang bernornamen bisa menjadi pusat perhatian. Hal ini mirip seperti konsep galeri, dimana karya-karya aksesori lokal timur dapat menjadi pusat perhatian dengan diberi pencahayaan atau perletakan khusus dalam ruangan.

6. What about the facade of the building? What are the colors?


Color design when the building is in modern style, then tended toward neutral colors of natural materials. While the color of ‘east’, usually appears as a color that comes from the traditional elements, such as the color green, yellow and red to the culture of Java and Madura, or the other.


7. what about interior design?


Interior design is often a blend of modern furniture and ethnic furniture.




8. Why are people fond of the ‘east meet west’ style?


The goal is usually to get the touch of a richer variety of designs and the variaty either from the culture of “West” or “East”, such as architecture and interior lobby, bedroom, and so forth. In Bali, villas of modern architecture also uses a modern architecture for the exterior of the building, which is flavored by the local Balinese architecture. This is what makes it seem more ‘rich’ cultures and the results are also more refreshing.


9. Is there any method to implement it?


Suggestions for steps to apply this concept; understand that architecture and interior design ‘east meet west’ is and instinct or that require a high sense of design, because when made by combining various elements of modern and ethnic east without good planning, it usually will look messy. Keep your convenience or ambience of a ‘cozy’ place that could be the theme of space, so that the ethnic element ornamentation could become the center of attention. This is much like the concept of the gallery, where works of local traditional artist from the east can be given the kind of gallery lighting or special placement inside the room.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Konsultasi gratis: Rumah dengan gaya Jadul / Free house consultation: Old kind of house design

astudioarchitect.com Rumah ini dibuat untuk rubrik konsultasi desain rumah di koran Seputar Indonesia yang terbitan hari Jum’at. Sebuah rumah yang desainnya berdasarkan rumah dari perumahan yang direnovasi. Pada desain ini saya mencoba mengeksplorasi gaya arsitektur modern dan sedikit campuran dari aksen rumah jadul (jaman dulu). Bila Anda menyukai desain ini, bisa memesan gambar kerjanya dengan mengirimkan email ke astudio.

This house design was made for home design consultation rubric in Seputar Indonesia newspaper published every Friday. A house designed based on the real estate developer kind of house to be renovated. In this design I tried to explore the modern architectural style and a bit of a mix of old houses accents. If you like this design, working drawings can be ordered by sending an email to astudio.

Pertanyaan:

Salam kenal pak Probo,
Saya memiliki sebuah rumah tipe 21 dengan ukuran tanah bagian depan 11,5, belakang 12,2 dan lebarnya 8,7m (trapesium, denah rumah terlampir). Saya ingin merenovasi rumah tersebut menjadi 3 kamar tidur, ruang tamu dan ruang keluarga (ada sedikit area terbuka untuk sirkulasi udara dari luar), 2 kamar mandi, serta dapur. Bersama ini saya sertakan juga hasil corat-coret saya untuk denah yang saya inginkan. Menurut pak Probo, kira-kira bentuk yang bagus bagaimana ya?

Terimakasih.
Salam,

Heroe Boedi,
Jakarta

Jawaban:

Yth Bapak Heroe Boedi,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak, disini saya mencoba menjawab sesuai dengan keinginan yang Bapak gambarkan melalui sketsa. Pada dasarnya penataan ruangnya sudah bagus, tapi menurut saya perlu diperbaiki agar taman lebih besar dan tanah bisa digunakan dengan lebih efisien.

Untuk taman belakang bisa dibuat sebagai taman kering atau taman yang diberi kerakal dengan tanaman-tanaman hias, menurut saya lebih baik daripada sekedar lubang cahaya. Lahan di samping rumah digunakan untuk dapur dan dibelakang sebagai area untuk kamar mandi, cuci dan jemur.

Untuk bagian depan rumah, saya membuat paduan suasana rumah bergaya modern dan rumah dengan adaptasi rumah model kolonial dengan teras gaya lama yang diberi teralis kayu bersilang-silang. Rumah seperti ini menurut saya cukup nyaman dengan tambahan kanopi dak pad dinding bagian depan agar lebih adem.

Demikian pak Heroe, semoga jawaban saya ini bisa membantu Bapak.

Salam

Probo Hindarto

Question:
Dear Mr Probo,
I have a house of type 21 with 11.5 meters front, 12.2 rear and 8.7 m in width (trapezoidal, house plans attached). I want to renovate the house into a 3 bedrooms, living room and family room (there is little open space for air circulation from outside), 2 bathrooms, and kitchen. Along with this I also include the results of my hand sketch of the house I want. How is the best design for this?

Thank you.
Sincerely,

Heroe Boedi,
Jakarta

Answer:

Dear Mr. Heroe Boedi,
Thank you for your question, here I try to respond in accordance with your wishes I see through the sketch. Basically its spatial arrangement is good, but I think it needs to be improved so that larger gardens and the land could be used more efficiently.

To the rear garden can be made as a dry garden or given gravel with ornamental plants, in my opinion, it is better than just a skylight. Land next to the house used for the kitchen and behind the area for bathrooms, laundry and dry area.

To the front of the house, I make a blend of modern style house atmosphere and adaptation of the colonial model house with old-style terrace which was given by the crossed wooden trellis. Houses like this in my opinion is quite comfortable with extra canopy on the front wall to make it cooler.

I hope my answer can help you.

Greetings

Probo Hindarto

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Ambalan dinding rumah untuk dekorasi ruangan / Wall shelves for room decoration

kitchenastudioarchitect.com Ambalan adalah sebutan untuk rak yang biasanya ditempelkan pada dinding sebagai sarana dekorasi, yang bisa ditambahkan dengan hiasan pajangan, serta pernak-pernik interior. Ambalan cukup dikenal luas dan merupakan ciri khas bagi mereka yang menyukai hiasan dalam rumah. Hal ini berkaitan dengan unsur tradisi dalam masyarakat kita yang sejak dari dulu menyukai ragam hiasan dalam desain maupun pernak-pernik rumah tinggal. Artikel ini dibuat berdasarkan pertanyaan dari wartawan koran Sindo.

“Ambalan” shelves is an Indonesian term for opened shelves, usually for arranging decoration pieces like family heirlooms, small ceramics or art, or picture frames. It is the name for rack shelves that are usually affixed to the wall as a means of decoration, which can be added with ornamental decoration and interior accesories. Ambalan shelves is quite widely known and is typical for those who love decoration inside a house. This deals with the element of tradition in our society which is a love of variety of ornaments and accesories. This article is based on questions from newspaper reporter Sindo.

Fungsi ambalan selain sebagai tempat pernak-pernik apa?

Hasil pencarian Google untuk ‘ambalan dinding’

Fungsi ambalan yang terutama adalah sebagai dekorasi, baik menyatu dengan papan atau board yang dipasang di dinding, atau berdiri sendiri dengan bentuk yang merupakan elemen dekoratif interior. Disebut sebagai elemen dekoratif karena pada dasarnya ambalan tidak berfungsi secara khusus sebagai almari atau kabinet, tapi sebagai dekorasi ruangan yang dipadukan dengan benda-beda dekorasi lainnya yang ditempatkan didalamnya.

Apa yang harus diperhatikan sebelum menata ambalan pada ruang?

Bila memiliki dana yang cukup, pikirkan apakah ambalan bisa dimasukkan dalam desain keseluruhan dinding yang dibuat dengan menutup seluruh permukaan salah satu dinding dengan dinding kayu, kaca atau material lainnya. Ambalan bisa dipakai sebagai elemen pelengkap

Bila membuat ambalan sebagai elemen dekorasi yang berdiri sendiri, perhatikan kesan yang ingin ditampilkan pada keseluruhan ruangan. Misalnya, dimensi atau ukurannya, ketebalan dari kayu atau material yang digunakan, agar tidak terlihat terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan keseluruhan ruangan. Perhatikan pula benda-benda apa yang diletakkan dalam ambalan tersebut. Biasanya benda-benda yang diletakkan adalah benda pajangan.

Hiasan apa yang sebaiknya ada di sana? Berapa ukurannya? Bentuknya gimana?

Hiasan atau elemen dekoratif yang bisa dimasukkan dalam ambalan ini misalnya keramik, kerajinan, souvenir, koleksi barang langka, serta jenis hiasan lainnya. Pada dasarnya itu terserah kepada pemilik rumah. Ukurannya tentunya harus disesuaikan dengan ukuran ambalan itu sendiri, terutama dari ketebalan ambalannya. Jangan lupa bila ambalan tersebut tidak dibatasi oleh kaca, ada kemungkinan benda yang dipajang bisa terjatuh bila tersenggol atau dimainkan putra-putri. Jadi ada unsur keamanan untuk anak-anak yang harus kita perhatikan.

Untuk bentuknya, saat ini berkembang tren desain dekorasi yang minimalis modern, sebagaimana desain modern yang berkembang dalam dunia arsitektur dan interior. Benda-benda pajangan atau dekorasi sudah banyak yang mengadopsi bentuk-bentuk desain yang kontemporer atau modern, dalam arti sederhana bentuknya, tidak terlalu banyak hiasannya, karena bisa terlihat ribet. Namun lain halnya bila kita menghendaki untuk memakai benda pajangan seperti kerajinan khas daerah tertentu. Ini bisa menjadi focal point karena satu benda saja sudah menarik perhatian.

Ambalan bisa berarti lemari yang diisi dengan aksesoris, yang jadi pertanyaan saya adalah yang bisa difokuskan sebagai focal point bagian mananya? Apakah hambalan tersebut atau isi dari hambalan tersebut yang berisi aksesoris, bagaimana menurut Bapak, tolong jelaskan?

Pertama perbedaan utama lemari dengan ambalan adalah biasanya lemari memiliki kaki dan ambalan adalah lemari kabinet tipis yang transparan atau tanpa pembatas untuk dekorasi yang ditempelkan di dinding. Cara untuk membuat bagian focal point bisa sangat sederhana, salah satunya adalah dengan menempatkan satu benda pajangan yang sangat menarik di bagian tengah, atau di bagian yang akan terlihat dengan mudah. Secara otomatis akan menjadi focal point yang dimaksud.

Ambalan bisa menjadi elemen yang vokal didalam sebuah ruangan, misalnya, bila semua dinding lainnya polos dan hanya satu dinding yang diberi ambalan, maka ini sudah berbeda dan menjadi focal point. Selebihnya, karena fungsi ambalan itu menjadi semacam bingkai dari elemen dekorasi didalamnya, maka ia harusnya tidak terlalu vokal karena akan mengalahkan perhatian pada elemen hiasan didalamnya.

kitchen

What is the function of ambalan shelves other than place for accesories?


Shelves that primarily functions as decoration, either as one piece or racks mounted on the wall, or stand alone with a form that represents the interior decorative elements. Referred to as a decorative element because the shelves are basically not functioning exclusively as a cupboard or cabinet, but the decor is the most important combined with a different object placed therein.


What should be considered before arranging shelves in a room?


When you have enough funds, consider whether the shelves could be included in the overall design of the wall which is made by covering the entire surface of one wall with wood walls, glass or other material. Ambalan shelves can be used as a complementary element


When you make the shelves as a stand-alone decorative elements, consider the impression you want to show at the whole room. For example, dimension or size, thickness of wood or material used, in order not to look too big or too small compared to the entire room. Notice also what objects are placed in shelves. Usually objects are placed is a display object.


What decorations should be there? What size? What kind of shape?


Ornamental or decorative element that can be included in these shelves for example ceramics, handicrafts, souvenirs, collections of rare items, as well as other types of decoration. Basically it’s up to the houselord. Size must be adjusted by the size of the shelves themselves, especially from the thickness. Do not forget when the shelves are not limited by glass, there is the possibility of falling objects which are displayed or when being touched by your sons and daughters. So there is an element of security for children that need our attention.


In the form aspect, there is currently developing trend of  decor designs, develops as a modern design in the world of architecture and interiors. Ornamental objects or decorations so many have adopted the forms of contemporary or modern design, simple in terms of shape, not too much decoration, because it may look complicated. Yet another case if we want to use ornamental objects such as certain regional crafts. This could be a focal point because of one thing alone is attracting attention.


Ambalan could mean the cupboard is filled with accessories, so my question is what thing can be focused as a focal point? Are these Ambalan or things of those ambalan containing accessories, how you think, please explain?


The first major difference between a cupboard and an ambalan shelves is that cupboards have legs while ambalan shelves usually are thin, transparent or no barrier for decorations pinned on the wall. How to create the focal point can be very simple, one of them is placed as a very interesting display of objects in the middle, or in part to be seen easily. It will automatically become the focal point in question.


Ambalan Shelves could be a vocal element within a room, for example, when all the other walls plain and only one wall of ambalan shelves that are given, then this will be different and be a focal point. The rest, as it became a kind of function frame shelves of decorative elements in it, then he should not be too vocal because it would defeat the attention on the decorative elements inside.

apakah desain ambalan berpengaruh dengan desain rumah, semisal rumah itu minimalis? Mediteranian? Klasik, atau etnik? Jika memang iya, lalu apa saja yang perlu diperhatikan?

Tentunya desain ambalan harus disesuaikan dengan desain rumah, karena tidak terlihat pas jika model ambalan memiliki gaya yang sama sekali berbeda, misalnya bila kayu atau bingkai ambalan menggunakan ukiran terlalu banyak, dan mengambil bagian terlalu luas dari sebuah dinding atau ruang, maka ia bisa merusak suasana sebuah ruangan yang bergaya modern. Artinya ruangan itu tidak lagi didesain dengan gaya modern karena adanya ambalan yang penuh ukiran.

Langgam-langgam desain arsitektur atau interior bisa dimasukkan dalam desain ambalan, misalnya rumah bergaya etnik bisa menggunakan ambalan dengan ukiran gaya tradisional. Rumah dengan gaya modern bisa menggunakan ambalan dengan desain yang cenderung clean. Yang terpenting adalah, gunakan desain ambalan yang sesuai untuk tema rumah, agar tidak terasa aneh atau tidak sesuai, saat tiba-tiba ada dekorasi ambalan yang sangat berbeda tema desainnya.

bagaimana dengan warna ambalan? Warna apa yang harus ditonjolkan atau dibuat tema ruang? apakah perlu mencocokkan dengan furniture yang lainnya?

Biasanya warna yang paling disukai adalah warna dari bahan kayu atau pelapis kayu, karena terlihat sesuai untuk ruangan dengan warna cat apapun. Dalam hal ini berarti warna ambalan menyatu sebagai pelengkap dari keseluruhan skema warna ruangan. Warna ini disebut sebagai warna primer, antara lain coklat, putih, abu-abu dan hitam. Warna-warna netral ini bisa berpadu dengan baik dengan seluruh skema warna cat.

Bila ambalan digunakan untuk fungsi dekoratif yang menjadi titik perhatian utama dalam sebuah ruangan atau focal point, maka boleh saja bila warnanya dijadikan kontras dengan warna-warna lainnya, atau diberi warna yang ‘ngejreng’ agar langsung terlihat atau menarik perhatian.

banyak orang berfikir, jika menggunakan ambalan merupakan salah satu cara untuk memperluas ruang yang sempit? Bagaimana menurut Bapak?

Ada benar dan tidaknya. Ambalan bisa menjadi alternatif penyimpan benda-benda agar tidak berserakan, misalnya majalah dan mainan anak. Dalam hal ini, benda-benda yang diletakkan di ambalan cenderung ditata rapi dan menjadi elemen dekorasi, meskipun ia bukanlah benda pajangan. Yang benar adalah: kabinet built in bisa memperluas ruang yang sempit bila ia menjadi penyimpan untuk benda-benda seluruh ruangan agar tidak berserakan.

adakah luas ruang mempengaruhi besar kecilnya sebuah ambalan?

Betul, ambalan harus didesain dengan dimensi yang cukup sesuai untuk seluruh ruangan, bila tidak akan terlihat tidak sesuai. Pada ruangan yang sangat besar, ambalannya tidak mungkin hanya kecil saja, sehingga sebaiknya besar pula ukurannya relatif dengan luas ruangan atau dindingnya. Ambalan yang ukurannya kecil untuk sebuah ruang tamu kecil sudah cukup menarik perhatian, hal ini karena ukuran ruang juga kecil sehingga ambalan kecil saja sudah terlihat menonjol.

adakah jenis-jenis bahan ambalan selain dari kayu? atau sejenisnya? Berikan contoh dan jelaskan?

Kaca sering digunakan sebagai material untuk membuat ambalan, baik keseluruhan ataupun hanya sebagian dan dikombinasikan dengan kayu. Bahan lainnya seperti bahan untuk membuat furniture pada umumnya, terdapat ambalan yang dibuat dari rangka besi batangan atau besi hollow, alumunium, kaca cermin, dan sebagainya.

Will the design of ambalan shelves influent the design design of houses, such as modern style house? Mediterranean? Classical, or ethnicity? If that is so, then what need to be considered?


Obviously the design of ambalan shelves should be adjusted to the house design, because it does not look right if the shelves have completely different styles, for example, when wood carving or a frame shelves using too much, and take part too wide of a wall or room, then he could distract the atmosphere a room in a modern style.

Google search result for ‘shelves’

Architecture Styles or interior design can be inspiration in the design of shelves, for example, ethnic-style house can use the shelves with a fine traditional style. Houses with a modern style can use the shelves with a design that tends to be clean look. The important thing is, use the appropriate shelves design for the theme of house, so it will not be strange or inappropriate, when suddenly there was a very different shelves decor design theme.




how to color the shelves? What color should be used? whether to match with other furniture?


Usually the most desirable color is the color of wood or wood coatings, because it seemed appropriate to any room with color paint. In this case means integrated shelves colors to complement the overall color scheme of the room. This color is called the primary colors, including brown, white, gray and black. Neutral colors can be blended well with all the paint color scheme.


When the shelves are used for decorative functions which become the main focal point in a room, then the color should be used only when contrasted with other colors, or colors that are given ‘strong’ to be directly visible or attract attention.


many people think, if using shelves is one way to make narrow rooms feel more spacious? How do you think?


It is true and not. Shelves can be an alternative storage objects to be more organized, such as magazines and toys. In this case, objects are placed on shelves tend to be neatly arranged and decor elements, although it is not a display object. The truth is: built-in cabinet can expand a narrow space when it became a storage for objects to be more organized throughout the room.


Does size of shelves matters?


Yes, shelves should be designed with dimensions suitable enough for the entire room, or it could be seen as being inappropriate. In a very large room, the shelves will not be possible just a little dimension, so we recommend the relative size of the space to the walls. Small shelves in a small room is enough to attract attention, this is because the size is also small so the shelves just stand out.


is there any types of materials other than wood shelves? or the like? Give examples and explain?


Glass is often used as material for making shelves, either whole or just part and combined with wood. Other materials such as materials for making furniture in general, there are shelves that are made from iron frame or metal hollow rod, aluminum, glass mirror, and so forth.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

How to use turkey fryer appliance / Bagaimana menggunakan alat penggoreng kalkun

astudioarchitect.com [product info] Remember the episode Mr. Bean TV comedy series when his head stuck in a big turkey on Thanksgiving? On this occasion I will review a product from crawfish.com the Bayou Classic Stock Pots that are household appliances. Perhaps many readers do not know about this product, namely a turkey fryer that can be used to boil a crab or lobster! It’s funny because I never use this kind of fryer, so I decided to see a video on youtube.com

Ingat episode Mr. Bean yang kepalanya masuk di dalam kalkun besar pada hari Thanksgiving? Pada kesempatan ini saya akan mereview sebuah produk dari Bayou Classic Stock Pots yang merupakan peralatan rumah tangga. Mungkin banyak pembaca yang belum tahu tentang produk ini, yaitu penggoreng kalkun yang bisa digunakan untuk merebus kepiting atau lobster! Lucu juga karena saya belum pernah memakainya, jadi saya putuskan melihat videonya dulu di youtube.com

After seeing the video, I learned how to fry a turkey or boil some lobsters. The reason why we need a special tool for that is because the turkey is usually served as a whole for the entire family and not be cut. How to cook a crab or frying a turkey is to put them in pot that can be lifted, then placed in a layer of the pot with boiling water or oil.

Setelah melihat caranya, saya jadi tahu bagaimana cara menggoreng ayam kalkun atau merebus beberapa lobster. Alasannya mengapa kita membutuhkan alat khusus untuk itu adalah karena biasanya kalkun dihidangkan secara utuh untuk seluruh keluarga dan tidak dipotong-potong seperti di Indonesia. Cara merebus kepiting atau menggoreng kalkun adalah dengan memasukkannya dalam lapisan dalam panci yang bisa diangkat, kemudian dimasukkan dalam lapisan panci yang berisi air mendidih atau minyak.

This way of frying a turkey will result in a fried whole turkey with a fine texture and a very tasty one. Look at the video to know how to cook a turkey with the pot which is a series of Cast Iron Pots products, a common household outdoor equipment.

Cara menggoreng ini akan menghasilkan ayam kalkun yang digoreng seluruhnya sehingga tekstur dan rasanya sangat gurih. Coba lihat video untuk mengetahui bagaimana cara memasak kalkun dengan penggoreng yang merupakan rangkaian produk Cast Iron Pots yaitu peralatan rumah tangga yang biasa digunakan diluar rumah.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Using ceiling fan / Menggunakan kipas angin tempel

astudioarchitect.com Ceiling fan is an option for interior of a house to create air circulation inside a room. Generally we need a fan if the air in a room is hot because of the lack of air flow. In principle, the air flow can make the room cooler, although the air temperature does not change. This is because the heat from the body can be more quickly carried away by moving air.

Kipas angin tempel di plafon merupakan pilihan untuk interior sebuah rumah agar sirkulasi udara tetap berjalan. Umumnya kipas angin kita perlukan jika udara dalam sebuah ruangan terasa panas karena kurangnya aliran udara. Pada prinsipnya, aliran udara bisa membuat ruangan lebih sejuk, meskipun suhu udaranya tidak berubah. Hal ini karena panas dari tubuh bisa lebih cepat terbawa oleh udara yang bergerak.

In countries with four seasons, fans also make the air warmer in winter, the principle is the same, the air flow mix the hot and colde air to become more equitable. There are things to consider when we want to use a ceiling fan for our interior rooms. One of them is about quality. The quality of a fan is determined not only by the price, but also by th excellent function. For example, there are more noisy fans, some are more calm, because there are sound isolator rings inside the engine.

Ceiling fans also has aesthetic value for interior design, usually a unique shape fan can make the room look more attractive. The fan can be a decoration element that has strong enough impact, beside other fixtures like chandelier lamp.

Di negara empat musim, kipas angin juga membuat udara lebih hangat di musim ingin, yang pada prinsipnya sama, yaitu mengalirkan udara agar menjadi lebih merata. Banyak pertimbangan dalam memilih kipas angin yang ditempelkan di plafon interior rumah kita. Salah satunya adalah tentang kualitas. Kualitas sebuah kipas angin ditentukan bukan hanya oleh harga, tapi juga oleh keunggulan fungsinya. Misalnya, ada kipas angin yang lebih berisik, ada pula yang lebih tenang, karena ada cincin isolator suara didalam mesinnya.

Selain itu kipas angin plafon juga memiliki nilai estetika dalam sebuah ruangan, biasanya bentuk yang unik bisa membuat ruangan terlihat lebih menarik. Kipas angin bisa menjadi elemen dekorasi ruangan yang cukup kuat pengaruhnya, selain lampu gantung seperti chandelier.

Ceiling fans should be sufficiently durable, for instance the quality of on/off pull chain switch should handle every day use. Similarly, if you use the system with the tools button mounted on the wall. Fan motor or engine must also be durable, usually fan with longer and wider blades require a more powerful engine. 

Our friends at Hansen Wholesale Ceiling Fans have a lot of examples of fan products that are good, with different types to choose from, among these brands:

Hunter ceiling fans
Minka Aire ceiling fans
Casablanca ceiling fans
Fanimation Ceiling Fans
Emerson Ceiling Fans

Ceiling Fan

Jenis kipas angin tempel plafon yang baik harus cukup tahan lama, biasanya kualitas alat tali untuk fungsi on/off nya harus tahan jika digunakan tiap hari. Demikian pula jika menggunakan sistem tombol dengan alat yang dipasang pada dinding. Motor atau mesin kipas juga harus tahan lama, biasanya kipas dengan daun yang panjang dan lebar membutuhkan mesin yang lebih kuat.

Teman kita di Hansen Wholesale Ceiling Fans memiliki banyak contoh produk kipas angin yang cukup bagus, dengan berbagai jenis yang bisa dipilih, antara lain dari merk
Hunter ceiling fans
Minka Aire ceiling fans
Casablanca ceiling fans
Fanimation Ceiling Fans
Emerson Ceiling Fans

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Konsultasi gratis rumah dua lantai 8x12m di koran Sindo / Freen Consultation for 8×12 land

astudioarchitect.com Bapak Riswan Ilyas dari Jakarta menanyakan pada saya lewat konsultasi via media Koran Sindo tentang bagaimana desain sebuah rumah di lahan 8×12 meter. Desain rumah ini dibuat dengan memperhatikan berbagai aspek penataan ruang dan kesehatan bangunan. Bila Anda menyukai desain ini, bisa memesan gambar kerjanya dengan mengirimkan email ke astudio :)

Mr. Riswan Ilyas from Jakarta ask me through consultation via media Sindo Newspaper about designing a house in the 8×12-meter land. House design is made with attention to various aspects of spatial planning and building health. If you like this design, working drawings can be ordered by sending an email to astudio:)

Pertanyaan:

Yth. Bapak Probo Hindarto, mohon bantuannya untuk mendesainkan untuk kami sebuah rumah dengan dua lantai. Kami memiliki lahan berukuran 8 x 12 meter yang ingin dibangun dengan beberapa ruang antara lain :

1. Carport
2. Dapur
3. 1 buah Kamar tidur tamu di lantai 1
4. 1 buah Kamar tidur utama di lantai 2 dengan WC / kamar mandi di dalam kamar
5. 1 buah Kamar tidur anak di lantai 2
6. 1 buah WC / kamar mandi di lt 1
7. 1 buah ruang kelurga di lt 1, dan 1 buah ruang keluarga di lt 2 yang sekalian bisa merangkap ruang kerja dan belajar anak-anak
8. Ruang tamu ber void
9. Tampak depan perpaduan batu alam dengan design minimalis

Demikian permohonan kami atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terimakasih.
Hormat saya,
Riswan Ilyas, Jakarta

Question:
Designation. Mr. Probo Hindarto, please help us to design a house with two floors. We have a land size of 8 x 12 meters to be built with some of the rooms include:
1. Carport
2. Kitchen
3. 1 guest bedroom 1st floor
4. 1 master bedroom on the 2nd floor with the toilet / bathroom in the room
5. 1 bedroom on 2nd floor
6. 1 bathroom on 1st floor
7. 1 family room in lt 1, and 1 family room on 2nd floor functioning as work and study space for children
8. The living room has void
9. Front facade blend of natural stone with minimalist design
Thank you for your help.
Sincerely,


Riswan Ilyas, Jakarta

Jawaban:
Dear Pak Riswan Ilyas,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak. Ada seorang teman arsitek yang berkata bahwa lahan dengan luas 8×12 m merupakan lahan yang agak susah karena ‘nanggung’ luasnya karena luas ruangnya kadang ada yang terlalu sempit. Tapi disini saya membuat desain yang saya harap bisa menjadi desain rumah yang terbaik untuk Bapak.

Semua ruangan yang Bapak butuhkan saya coba untuk masukkan dalam desain ini. Khusus untuk ruang tamu, dalam pemikiran saya, bila tamu adalah orang yang benar-benar sudah familiar, bisa diajak masuk ke ruang keluarga. Di ruang tamu ini terdapat tempat di dinding depan yang bisa dipakai untuk lemari penyimpan.

Di lantai atas, tepatnya diatas ruang tamu terdapat void. Ruang tidur utama juga memiliki kamar mandi didalam. Seluruh ruang saya usahakan untuk mendapatkan pencahayaan alami maupun penghawaan alami bila Bapak tidak memakai AC.

Demikian, saya harap desain ini bisa membantu Bapak

Salam dari astudio,
Probo Hindarto

Answer:

Dear Mr. Riswan Ilyas
Thank you for your question. There is a fellow architect of mine who says that 8×12 m land is rather difficult to design because of there is sometimes too narrow rooms. But here I make a design that I hope can be the best home design for you.

I try to include all the rooms you need in this design. Especially for the living room, in my thinking, if the guests are people who really are familiar, can be invited into the family room. The living room has a place in the front wall that could be used for storage cabinets.

Upstairs, there is a void above the living room. The main bedroom also has a bathroom inside. All the space I try to get natural lighting and natural air conditioning if you do not use air conditioning.

I hope this design can help you build your dream house.

Greetings from astudio,
Probo Hindarto

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Pertimbangan desain ruangan / Room design consideration

living roomastudioarchitect.com Berapakah ukuran sebuah ruangan yang sesuai? Selain perkiraan berapa meter persegi sebuah ruangan, kita harus mempertimbangkan ukuran yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Faktor-faktor ini dipengaruhi oleh bentuk, letak, dan ukuran bukaan. Hubungan dengan ruang lainnya dan bagaimana kita merawat dinding, lantai, langit-langit, jenis, jumlah dan bagaimana mengatur furniturenya. Beberapa diantara kita mungkin menyukai banyak ruang-ruang kecil dalam sebuah rumah, misalnya kamar-kamar, sedangkan beberapa diantara kita mungkin lebih menyukai ruang-ruang bersama yang lebar dan lega yang dipakai untuk beberapa fungsi. Rancangan bukaan yang terbuka bisa mempersatukan luar dan dalam sebuah ruangan, dan dengan perabot yang sederhana serta furniture build in bisa memberikan kesan lebih lega dari sebuah rumah kecil.

Are the rooms of suitable size? Beyond the actual square footage of a room, we must consider its usable and apparent size. These factors are affected by shape, location, and size of openings; relation to other rooms and to the landscape treatment of walls, floors, and ceiling; kind, amount and arrangement of furniture. Some families prefer many small rooms, others a few large spaces. An open plan with wide expanses of’ window to unite indoors and out and with built-ins or minimal furnishings can visually provide more space in the small home.

Bagaimana mengatur perabot dalam ruangan sehingga efisien? Pertimbangan utamanya adalah bagaimana mengatur ruangan menjadi cukup untuk perabot, furniture dan lalu lintas penghuninya. Dalam perencanaan ruang-ruang dalam rumah kita harus mempertimbangkan bagaimana memuat barang-barang yang besar seperti tempat tidur dan sofa, serta bagaimana mengatur perabot dalam kelompok-kelompok yang memuaskan. Pintu, jendela, pendingin ruangan, saklar listrik dan outlet, lemari, semuanya membutuhkan ruang dan perlu dipikirkan aksesnya.

living room
living room by bitsandbobbins, on Flickr

Will the rooms take the required furniture gracefully and efficiently? The primary consideration here is naturally adequate floor space for both furniture and traffic. But in planning a home we must also consider the question of suitable wall space—especially for such large items as beds and sofas—and the problem of arranging the furniture into satisfactory groupings. Doors, windows, heating and cooling vents, electrical switches and outlets, closets, and built—ins all take wall space and require access.

Apakah ada cukup ruang untuk penyimpanan? Sebuah fenomena yang hampir setiap orang mengalaminya cepat atau lambat adalah bahwa banyak barang yang perlu disimpan sudah terlalu banyak dan ‘meluap’ dari ruang yang ada, tak peduli berapapun luasnya. Lemari-lemari baik yang berdiri sendiri maupun build in dapat mengurangi jumlah barang yang berserakan dan dapat memberikan ruang lebih untuk hidup. Sering barang bekas yang digunakan musiman atau jarang digunakan diletakkan di tempat yang sering dilalui. Area penyimpan biasanya merupakan tuntutan terberat dalam menata sebuah rumah selama bertahun-tahun, seiring dengan bertambahnya barang dan juga jumlah keluarga.

Is there adequate storage space? A phenomenon almost everyone faces sooner or later is that storable items expand to fill and overflow the space allocated to them, regardless of how commodious that space might be. Ample built-in storage reduces the amount of furniture needed and thus provides more living space. Often-used items should be stored where used; seasonal or infrequently used articles can be stored in more out-of-the-way locations. Storage demands are usually heaviest during the expanding family years and also later years when a lifetime’s accumulation of possessions (and often children’s possessions) must be dealt with.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah yang awas kebakaran / Fire Proof House concept

Columbus Nebraska House Fire

astudioarchitect.com Keluarga, adalah aset yang sangat penting dalam hidup kita, sebaiknya kita jaga dengan baik. Rumah yang sehat termasuk rumah yang memperhatikan segi keamanan, misalnya dari segi kebakaran. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, mari kita lihat lagi apakah rumah kita sudah cukup aman dari bahaya kebakaran.

Family, is a very important asset in our lives, we should guard them well. Healthy home including home security consideration, eg in terms of fire proof concept. Do not be sorry later on, let’s see again if we have enough home safe from fire hazards.

Konsep rumah yang dapat mengantisipasi kebakaran

Dengan banyaknya kasus rumah dan perumahan yang terbakar dewasa ini, kita perlu mempersiapkan rumah tinggal kita dari amukan api yang dapat terjadi kapan saja. Memang hal seperti ini bukanlah hal yang disengaja (meskipun dalam beberapa kasus di Indonesia, sengaja ada oknum kurang waras yang sengaja membakar rumah orang), rumah dapat direncanakan agar dapat meminimalkan dampak kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran dapat terjadi, seringkali karena kelalaian, karena faktor peralatan rumah tangga yang kurang terawat, atau kurang memenuhi syarat, juga karena desain dan material bangunan yang mudah terbakar. Kebanyakan kebakaran terjadi karena berbagai sebab, seperti arus pendek, kompor meledak, rokok dibuang sembarangan, dan sebagainya. Konsep rumah yang dapat menghambat tersebar dan membesarnya si jago merah, dapat disiapkan agar ketika faktor pemicu kebakaran terjadi, setidaknya api tidak langsung melahap seluruh bagian rumah, karena ditahan oleh beberapa material yang relatif tahan api.

With many cases of houses burned down today, we need to prepare our homes from the raging fire that can happen anytime. This is not just intentional, the house can be planned in order to minimize the impact of fires that may occur.


Fires can occur, sometimes because of negligence, due to factors malfunctioned housewares, or less qualified, as well as design and building materials that are flammable. Most fires occur due to various reasons, such as short circuits, a stove exploded, carelessly discarded cigarettes, and so forth. The concept of home that can inhibit the spread of fire, can be prepared so that when the fire trigger occurs, at least an indirect fire devouring the whole house, because it was detained by some relatively fire-resistant material.

Saat ini, kita mengenal berbagai macam material bangunan, banyak diantaranya merupakan material yang mudah terbakar, namun banyak juga material yang tidak mudah terbakar, terutama material-material fabrikasi baru seperti dinding komposit, baja, dan sebagainya. Sebagai contoh, untuk material yang dikenal luas, dinding batu-bata termasuk bahan yang tidak mudah terbakar, sedangkan dinding kayu pada rumah-rumah kayu seringkali menyebabkan kebakaran berlangsung lebih cepat.

Kebakaran juga dapat menimbulkan asap tebal yang dapat menimbulkan kebingungan saat kebakaran dan membuat keadaan semakin memburuk. Ventilasi yang baik dapat mengurangi akibat dari asap tebal.

Membangun rumah, dalam pemilihan bahan, dinding, atap, lantai, plafon, pintu, jendela, dll

Memilih bahan bangunan untuk rumah yang lebih tahan api, dapat dilakukan lebih mudah, karena dewasa ini jenis-jenis material berkembang pesat. Untuk membangun rumah yang lebih tahan terhadap kebakaran, maka kita sebaiknya memilih bahan bangunan yang lebih tahan api. Terdapat jenis material yang relatif lebih tahan terhadap api, misalnya bahan dinding batu-bata lebih tahan api daripada kayu, dinding gypsum lebih tahan api daripada tripleks, kusen alumunium lebih tahan api daripada kusen kayu, dan sebagainya. Memang hal ini seringkali menjadikan biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal, namun untuk investasi jangka panjang, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan hal ini.

Bila tetap menggunakan bahan-bahan mudah terbakar, misalnya karena dana terbatas, sebaiknya kita juga mengantisipasi dari segi desain agar sumber api tidak dapat menjalar dengan mudah. Contohnya seperti rumah kayu yang banyak terdapat di luar Jawa, dapur sebaiknya didesain khusus agar area dapur, dimana terdapat kompor jadi lebih aman. Cara mudah adalah dengan membuat kompor ‘terisolasi’ dari kayu dinding dan lantai, dengan membuat dudukan dari semen, atau melapisi dudukan dan dinding kayu dengan seng yang dilapisi tanah. Usahakan agar kompor berdiri dalam jarak yang aman dari benda-benda mudah terbakar, misalnya menjauhkan kompor dari benda-benda kayu.

Bagian apa saja yang menjadi fokus perhatian dalam membangun konsep rumah ‘tahan’ api

Bagian yang penting diperhatikan adalah rencana dan jaringan listrik, bagian dapur dengan sumber api dari kompor, serta bagian-bagian yang rentan terbakar seperti perabot dengan lapisan kain. Jaringan listrik harus terus dipelihara dan diperiksa agar tetap dalam kondisi baik mengalirkan listrik, selain itu sebaiknya kabel-kabel lama diganti setiap 5 hingga 10 tahun sekali. Gunakan kabel dengan standar tinggi untuk kabel yang selalu dialiri listrik sehari-hari, dan jangan banyak menyambung kabel listrik karena mempermudah korsleting. Gunakan MCB (Mini Circuit Breaker) yang fungsinya sama seperti sekering, untuk pengamanan listrik rumah dari bahaya korsleting.

Penataan ruangan dikaitkan dengan konsep rumah ‘tahan’ api. Misalnya kamar mandi, dapur.

Penataan ruangan juga punya andil dalam mendukung rumah yang lebih tahan api dan menyelamatkan penghuni bila kebakaran terjadi. Penataan terbaik ruang-ruang, tentunya rumah sebaiknya dibuat dengan dikelilingi taman, tujuannya agar proses evakuasi bila terjadi kebakaran bisa cepat dilakukan. Bila tidak memiliki taman, setidaknya usahakan agar akses keluar mudah dan tidak hanya satu pintu saja. Sediakan balkon di lantai atas sebagai alternatif evakuasi dan sediakan tangga darurat seperti tangga tali atau tangga samping dari baja.

Ruang-ruang sebisa mungkin dipisahkan dengan sekat yang dapat dibuka dengan mudah, misalnya pintu yang mudah dibuka, bahkan didobrak saat kebakaran terjadi. Usahakan agar jendela-jendela tidak berteralis kuat sehingga bila sangat diperlukan, penghuni dapat keluar melalui jendela. Bahkan jendela dapat dibuat seperti pintu, yaitu memanjang dari atas kebawah.

Kamar mandi harus diletakkan ditempat yang mudah dijangkau untuk keperluan mengambil air bila kebakaran. Namun jangan memadamkan kebakaran akibat korsleting listrik dengan air, karena bahaya terkena sengatan listrik. Bila memungkinkan, pisahkan dapur dari ruang-ruang lain, setidaknya usahakan agar dapur memiliki akses ke udara taman dengan baik.

Merancang ruang-ruang secara lebih spesifik

Dapur juga memerlukan desain khusus, seperti menjauhkan sumber api atau kompor dari benda-benda mudah terbakar. Desain kitchen set juga menentukan keselamatan. Kitchen set yang baik sebaiknya didesain oleh ahli interior dan tanyakanlah selalu tentang keselamatan memasak dalam dapur Anda. Bila membuat sendiri interior dapur Anda, usahakan agar dapur memiliki desain sederhana yang dapat menghindarkan Anda dari kesalahan desain. Gunakan peralatan yang teruji teknologinya, dengan membeli peralatan yang memenuhi standar keselamatan.

Periksa dan rawatlah kompor minyak tanah dan kompor gas secara terus menerus. Jangan memakai kompor yang sudah tua dan berkarat, dan periksa kondisi tabung gas saat membeli. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin dibawah karena gas untuk memasak berat jenisnya lebih tinggi daripada udara biasa. Usahakan agar gas yang keluar secara tidak sengaja dapat dibuang keluar melalui lubang tersebut. Jangan lupa memberi lapisan kawat besi agar tikus tidak masuk rumah. Bahkan bila memungkinkan, letakkan tabung gas diluar dapur dengan diberi rumah-rumahan sendiri dengan penghawaan yang baik.

Fire Engine (1)
Fire Engine (1) by Dunechaser, on Flickr

Ruang tidur harus diperhatikan dari bahaya terbakar karena ruang ini adalah ruang dimana kita banyak menghabiskan waktu. Usahakan agar setiap kamar memiliki kemungkinan punya cara evakuasi saat kebakaran, misalnya dengan membuat jendela yang cukup lebar. Ruang tidur juga harus memiliki ventilasi yang baik, karena itu sangat baik untuk memikirkan kemungkinan menggunakan penghawaan alami selain AC, agar udara dapat berganti dengan mudah, dan membantu bila saja ruangan dipenuhi asap.

Bila dua lantai, usahakan memiliki tangga darurat yang dapat dicapai dengan mudah, misalnya tangga darurat pada balkon, dengan akses mudah dan cepat dari seluruh ruang-ruang. Hal ini berarti, balkon dapat berfungsi sebagai sarana evakuasi kebakaran.

Instalasi listrik di dalam rumah

Dalam sebuah rumah, listrik dan jaringannya perlu direncanakan oleh ahlinya, yaitu para ahli mechanical electrical yang dapat membantu Anda memperkecil resiko korsleting pada rumah. Dalam hal ini arsitek saja biasanya kurang memadai dalam mendesain sistem listrik. Ahli mechanical electrical memiliki background pendidikan yang sesuai untuk merencanakan dan menangani sistem listrik.

Biasanya arus listrik dalam rumah dibagi dalam beberapa bagian, misalnya untuk melayani ruang-ruang tertentu, dan masing-masing bagian ini memiliki MCB (Mini Circuit Breaker) tersendiri. Fungsi dari alat ini adalah memutus arus listrik, bila terjadi kelebihan beban, korsleting, dan lain-lain, namun tidak mengganggu area lain dalam rumah yang MCBnya berbeda.

Dahulu fungsi tersebut diatasi oleh sekering, namun karena bentuk, fungsi dan tampilannya dirasa kurang bagus atau kurang maksimal, fungsi tersebut diatasi oleh MCB. Sistem listrik dalam rumah sebaiknya direncanakan pada waktu mendesain bangunan, dan titik-titik lampu, saklar, stop kontak dan sebagainya perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan penghuni dan ruang-ruang apa saja yang ada. Pemasangan kabel dan peralatan sistem listrik sebaiknya ditangani oleh ahlinya, yang tahu persis bagaimana menanam kabel-kabel dalam dak beton, dinding, plafon dan sebagainya. Kurangnya perencanaan sistem listrik dalam rumah dapat berakibat kabel berseliweran, mengganggu pemandangan dan tentu saja, berbahaya karena bisa dimakan tikus, atau binatang lain.

Tips memperlakukan rumah agar ramah dan mana dari bahaya kebakaran

Columbus Nebraska House Fire
Columbus Nebraska House Fire by Jory’z Shotz, on Flickr

Pastikan bahwa alat-alat listrik yang Anda gunakan dalam keadaan baik, dan tidak punya kemungkinan meledak, hubungan arus pendek, terlalu panas, atau terbebani cukup berat. Dalam memakai peralatan seperti kompor listrik, pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik dan tidak panas kabelnya, atau semacam itu. Sistem listrik dan kabel-kabel perlu dicek kembali apakah ada yang perlu diganti, konsultasikan dengan ahli listrik agar listrik rumah tidak terbebani terlalu berat pada titik-titik tertentu karena rawan terbakar.

Dalam menggunakan peralatan listrik, sebaiknya tidak menghubungkan banyak peralatan pada satu stop kontak. Perhatikan bila ada tanda-tanda peralatan atau kabel listrik mulai rusak, seperti menghitam, terbakar, meleleh, dan sebagainya.

Didaerah dapur, usahakan agar kompor berada dalam jarak aman dari benda-benda mudah terbakar, letakkan tabung gas ditempat yang bersih, kering agar tidak berkarat, dan bila diletakkan diluar, harus dibuatkan rumah-rumahan yang kering, berventilasi baik. Bila terdapat tanda-tanda gas bocor, sebaiknya kita membuka lebar-lebar semua pintu dan jendela, serta jangan menghidupkan peralatan listrik, segera hubungi ahli atau orang yang bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Bagi keluarga dengan perokok, jangan merokok disembarang tempat, selain karena unsur bahaya rokok bagi kesehatan. Gunakan asbak dan jangan meninggalkan rokok dalam keadaan menyala. Berhati-hatilah dalam membuang puntung rokok Anda.

________________________________________________

Today, we recognize the various kinds of building materials, many of which are highly flammable material, but also many non-flammable materials, especially the fabrication of new materials such as composite walls, steel, and so forth. For example, for a well-known material, including brick wall that is non-flammable material, while the wooden wall on wooden houses often cause fires faster.


Fire can also cause smoke that can cause confusion when fire happens and make the situation worse. Good ventilation can reduce the effect of the thick smoke.


Building a house, in the selection of materials, walls, roofs, floors, ceilings, doors, windows, etc.


Selecting building materials for homes to be more fire resistant, can be made easier, because today the types of materials grown rapidly. To build a house that is more resistant to fire, we should choose building materials that are more fire resistant. There are types of materials that are relatively more resistant to fire, such as brick wall materials that is more fire resistant than wood, more fire-resistant gypsum wall instead of plywood, aluminum frame is more fire resistant than wood frame, and so forth. Indeed it often makes the cost of housing becomes more expensive, but for long term investment, it is wise to consider this matter.


When you are using flammable materials, for limited fund house building, we should also anticipate in terms of design so that the source of the fire can not spread easily. For example, wooden houses, the kitchen should be designed so that the kitchen area, to be safer guard for stoves. The easy way is to make a stove ‘isolated’ from the timber walls and floors, by making the holder from cement, or wooden wall holder and coated with metal, granite, or other fireproof material-coated ground. Keep the stove standing in a safe distance from flammable objects, such as a stove away from wooden objects.


What parts have been the focus of attention in developing the concept of home ‘resistant’ fire


The important part is the plan and noted electricity network, the source of fire from kitchen with a stove, as well as the vulnerable sections like furniture on fire with a layer of fabric. Electricity network must be maintained and inspected in order to keep electricity flowing in good condition, apart from that long cables should be replaced every 5 to 10 years. Use a cable with a high standard for electrified wires that are always used day-to-day, and not much easier for short circuit. Use MCB (Miniature Circuit Breaker), which functions just like a fuse, for security from the danger of short circuiting electrical home.


Arranging the rooms associated with the concept of home ‘fire proof’ house. Eg bathroom, kitchen.


Rooms arrangement also has a share in supporting a more fire-resistant homes and rescue occupants when the fire occurred. The best arrangement of spaces, of course, the house should be made with the garden surroundings, the objective that the evacuation process in case of fire can be quickly done. If it does not have a garden, at least try to make easy access out and not just one door. Provide a balcony on the top floor as an alternative for evacuation and provide emergency staircase like a ladder or rope ladder from steel.


Rooms separated by partitions should be opened easily, such as doors that open easily, even when the fire happens. Keep windows easily opened, so when absolutely necessary, residents can exit through the window. Even the windows can be created like a door, which extends from top to the ground.


Bathrooms should be put in easily accessible place for the purposes of taking water when fire happens. But do not put out a fire caused by electrical short circuit with the water, because of the danger of electric shock. If possible, separate the kitchen from other rooms, at least make sure that the kitchen has access to the garden with good air.


Designing spaces as more specifically


The kitchen also requires special design, such as the source of fire or stove away from flammable objects. Kitchen set design also determine safety. A good kitchen set should be designed by interiors expert and always ask about the safety of cooking in your kitchen. When creating your own interior kitchen, keep the kitchen has a simple design that can prevent you from design errors. Use proven technology equipment, by purchasing equipment that meets safety standards.


Check and treat kerosene stoves and gas stoves continuously. Do not use a stove that’s old and rusty, and check the condition of gas cylinders when buying. The kitchen should also have the vent below for cooking gas density higher than normal air. Keep out of gas could inadvertently thrown out through the hole. Do not forget to give the layer of iron wire so that rats do not enter the house. Even if possible, place it outside the kitchen with the gas cylinders were given their own houses with good penghawaan.


Bedrooms should be noted from the danger of fire because bedrooms are the space where we spend much time. Try to keep each room has a possible evacuation, for example by making the window wide enough. The bedroom also should have good ventilation, because it is very good to think about the possibility of using natural air conditioning other than AC, so that air can be changed easily, and it helps when the room filled with smoke.


For two floors houses, try to have an emergency ladder that can be achieved easily, for example emergency staircase on the balcony, with easy and fast access from all rooms. This means, the balcony can serve as a means of fire evacuation.


Electrical installations in the house


In a house, electricity and network needs to be planned by experts, namely electrical mechanical experts who can help you minimize the risk of short circuiting in the house. In this case it is usually not adequate to architects in designing the electrical system. Electrical mechanical experts have the appropriate educational background to plan and handle the electrical system.


Usually the electric current in a house divided into several sections, such as to serve certain spaces, and each section has a MCB (Miniature Circuit Breaker) of its own. The function of this tool is to cut off electrical current if an overload, short circuit, etc., but does not interfere with other areas in different houses MCB.


Previously, these functions handled by a fuse, but because of its form, function and appearance which are less good or less than the maximum function, the function is solved by MCBs. Electrical systems in homes should be planned at the time of designing buildings, and lighting points, switches, sockets and so forth should be considered based on the needs of residents and any spaces available. Wiring of electrical systems and equipment should be handled by experts, who know exactly how to plant the cables in no concrete, walls, ceilings and so forth. Lack of planning in the home electrical system could result in cable milling, disturbing sights and of course, dangerous because it can be eaten by rats, or other animals.




Tips to treat the house from fire hazard


Ensure that electrical appliances that you use in good condition, and do not have the possibility to explode, short circuiting, overheating, or a fairly heavy burden. In using equipment such as electric stove, make sure that the device malfunctioned and did not heat the wire, or something like that. Electrical systems and wiring should be checked again if there is a need to be replaced, consult an electrician for electrical home is not overburdened at certain points due to fire-prone.


In using electrical equipment, should not connect a lot of equipment on one socket. Notice if there was any sign of equipment or electrical cables from damage, such as blackened, burnt, melted, and so forth.


Kitchen area, keep the stove in a safe distance from flammable objects, put the gas tubes in place a clean, dry to prevent rust, and when placed outside, have made houses, dry, well ventilated. If there are signs of gas leaks, we should be wide open all the doors and windows, and do not turn on electrical equipment, please contact an expert or someone who can help you overcome this problem.


For families with a smoker, do not smoke in every place, because the element of smoke is danger to health. Use ashtrays and do not leave lit cigarettes in circumstances. Be cautious about throwing your cigarette butts.

Artikel di Koran Kontan berdasarkan wawancara dengan Probo Hindarto
Menjauhkan si Jago Merah dari Hunian Tercinta
Pemilihan bahan bangunan dan penataan ruang bisa memperkecil risiko rumah terbakar
Sandy Baskoro, Danang Pidekso
Dimuat di Harian Kontan pada 06/07/08
BOLEH jadi Anda tak bisa tidur nyenyak belakangan ini. Berita si jago merah yang melalap pemukiman penduduk semakin sering terdengar. Kabar terakhir, permukiman di Kebayoran Baru, Jakarta ludes dilalap api pada Rabu pekan ini. Fakta ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran tak mengenal siapa pun, dimana pun, dan bisa terjadi kapan pun. Apalagi memasuki musim kemarau, Anda perlu makin awas. Lengah sedikit, rumah beserta harga benda bisa ludes terbakar.
Sejatinya, api bisa datang dari banyak tempat. Mulai dari kompor meledak, hingga hubungan pendek arus listrik alias korsleting. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih waspada dalam mencegah munculnya pemicu kebakaran. Salah satu bentuk pencegahan kebakaran adalah merancang konsep hunian yang mampu menjauhkannya dari jilatan si jago merah.
Pada dasarnya, konsep hunian yang menekan risiko kebakaran simpel saja. Arsitek Probo Hindarto menyarankan, fokuslah memilih bahan bangunan yang tepat. Yakni bahan bangunan yang tidak mudah terbakar. Penggunaan bahan bangunan yang tak mudah terbakar, setidaknya bisa menahan jilatan api, sehingga lebih lambat melahap bangunan. Saat ini cukup banyak banyak pilihan material bangunan tahan api. Misalnya, dinding komposit atau baja. Selain bahan komposit untuk dinding, material konvensional seperti batu bata juga lebih layak jadi pilihan utama ketimbang memakai dinding dari kayu. Sedangkan untuk plafon, bahan gypsum lebih tahan api daripada tripleks. Sementara untuk kusen, bahan alumunium lebih resisten terhadap api dibandingkan bahan kayu.
Akses keluar di setiap ruang
Namun biaya memborong seluruh materi tahan api memang tidaklah murah. Jika keuangan terbatas, Anda bisa mengantisipasi kebakaran dengan menyiapkan desain rumah yang sesuai. Anda perlu menata ruang secara khusus untuk mencegah kebakaran. Ruang yang paling perlu ditata dengan baik, tentu saja dapur dan perabotannya. Kompor yang sering menjadi penyebab kebakaran harus diisolasi agar api tak menjalar. Caranya mudah. Tinggal membuat dinding di sekitar kompor dengan seng. Kompor juga bisa diamankan dengan meletakkannya di atas dudukan berbahan semen.
Arsitek Bambang Sutejo menambahkan, ruang dapur juga bisa dibangun di bagian depan rumah. Seperti, di dekat garasi atau di sebelah ruang tamu. Jadi, pemilik rumah dapat memantau kegiatan dan kejadian di dapur dengan baik. “Model dapur seperti ini memang lagi tren dalam desain rumah saat ini,” tutur Bambang. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin sebagai jalan keluar gas bila ada kebocoran. Sementara arsitek Misrony menyarankan, pemasangan filltrack atau penyedot asap udara di dapur. Alat ini terutama perlu jika dapur tak memiliki jendela.
Penataan ruang juga cukup penting dalam mendukung konsep rumah tahan api. Dalam konteks ini, menurut Probo Hindarto, rumah sebaiknya dikelilingi taman yang berfungsi membantu proses evakuasi jika terjadi kebakaran. Apabila tidak ada taman, upayakan agar akses keluar rumah mudah dan tidak hanya mengandalkan satu pintu keluar. Setiap bagian rumah atau setiap ruang, sepeti kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur memiliki akses sendiri, seperti pintu yang mudah terbuka.? Jadi, apabila terjadi kebakaran, seluruh penghuni rumah tak kesulitan menyelamatkan diri.
Satu lagi, teralis yang ada di jendela sebaiknya tidak terpatri mati. Jadi. jika ada kebakaran, penghuni rumah masih bisa menerobos keluar melalui jendela.

Articles in Newspapers Kontan based on interviews with the Probo Hindarto
Published in The “Harian Kontan” at 06/07/08




News of the fire that engulfed the settlement population more and more often heard. The latest news, settlements in Kebayoran Baru, Jakarta engulfed in flames on Wednesday sold out this weekend.


This fact is emphasized that the threat of fire not knowing anyone, anywhere, and can occur at any time. Moreover, entering the dry season, you need more and more alert. Off guard a little, the house could be sold out along with the price of burning objects.


Indeed, the fire can come from many places. Starting from the stove exploded, up to a short circuit short circuit electrical current alias. Therefore, home owners need to be more vigilant in preventing the emergence of the trigger fires.


Basically, the concept that reduce the risk of residential fires just simple. Architect Probo Hindarto suggest, focus on choosing appropriate building materials. Ie, building materials that are not flammable. Use building materials that do not flammable, at least, can withstand flames, so more slowly devouring the building.


Today is pretty much a lot of fire resistant building material choices. For example, composite or steel walls.


In addition to composite materials for walls, conventional materials such as bricks are also more feasible to be the main option than using a wall of wood.


While for the ceiling, gypsum materials more fire resistant than plywood. While for the sills, aluminum is more resistant to fire than wood.




Exit access in every room




However, buy up the entire cost of fire resistant materials are not cheap. If finance is limited, you can anticipate a house fire by setting up an appropriate design.


You need to organize the space specifically to prevent fires. Space that most needs to be organized well, of course, the kitchen and furnishings.


Stoves that have been the cause of the fire should be isolated so that the fire did not spread. It is easy. Make a living wall around the stove with zinc. Stoves can also be secured by putting them on the stand made from cement.


Architect Bambang Sutejo added kitchen space can also be built at the front of the house. Like, near the garage or adjacent to the living room. So, home owners can monitor the activities and events in the kitchen very well. “Models such as this kitchen is another trend in home design today,” said Bambang. The kitchen should also have the vent gas as a way out if there is leakage.


While the architect Misrony suggests, the installation of smoke filltrack or suction of air in the kitchen. This tool is especially necessary if the kitchen has no windows.


Spatial layout is also quite important in supporting the concept of fire-resistant homes. In this context, according to the Probo Hindarto, the house should be surrounded by a park that serves to help the evacuation process in case of fire.


If there is no garden, try to access out of the house easily and not just rely on one exit.


Every part of the house or any space, a chest of bedrooms, living room, family room and kitchen have access to their own, such as doors that open easily.? So, in case of fire, the entire household could not escape trouble.


One again, the existing railings on the windows should not be burned to death. So. if there is a fire, residents can still bust out through the window.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.