Arsip Bulanan: Maret 2011

>Contoh jenis lukisan yang pas untuk desain rumah modern

>

astudioarchitect.com Beberapa jenis lukisan tampaknya sesuai untuk jenis rumah tertentu, demikian juga dengan lukisan oleh Febian Niko, yang memberi info via email kepada saya. Lukisan-lukisannya tampak menarik untuk dipajang di rumah dengan gaya interior modern. Beberapa contoh karya Febrian Niko tampak merupakan aliran abstrak modern, dengan garis-garis yang tegas dan cenderung menyiratkan geometri ruang.

Seperti karya disamping kiri, merupakan karya lukisan abstrak yang bisa memberi nuansa berbeda bagi rumah Anda yang bergaya modern. Beberapa contoh lukisan juga bisa dilihat di bagian bawah dan ada juga tampilan lukisan di living room. Bagi Anda yang tertarik untuk membeli karya Febrian Niko, bisa menghubungi nomor telepon 085235864646 / 03619950819.

lukisan cat Acrylic on canvas.

________________________________________________

Kirimkan info produk Anda
Anda juga bisa mengirimkan info produk dan contact person Anda di blog astudio dengan dilengkapi data teknis, pemasangan bahan, dan foto-foto ke emailastudioarchitect.com@gmail.com untuk kami muat dalam blog ini. Terimakasih

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

>Inspirasi kafe ‘ramai’ dekorasi di Tokyo, Jepang

>

astudioarchitect.com Contoh kafe di Tokyo, Jepang ini mungkin bisa memberi Anda inspirasi, bila ingin membuat usaha kuliner di bidang makanan dengan pangsa pasar anak muda. Kafe ini sepertinya mengangkat tema warna warni yang sangat-sangat ramai, dengan cara menggabungkan berbagai elemen dekorasi dan benda benda apapun juga yang bisa dipajang, mulai dari lampion, bendera-bendera, botol, foto-foto, menu yang bermacam ragam, dan sebagainya. 

 
Tidak ragu-ragu dalam mengkombinasikan berbagai warna dan bentuk furniture, dalam kafe ini dipakai parkit atau lantai kayu yang memberi nuansa gelap dan natural. 
Penataan sederhana tapi terlihat ‘ramai’ adalah karena pemilihan furniture yang sama sekali berbeda, disamping itu juga memberi batas yang jelas untuk masing-masing area tempat makan. Jadi beda area bisa dibedakan secara sederhana dengan membedakan jenis furniture. 
Elemen dekoratif muncul dari hal-hal sederhana yang dipajang dan terlihat ‘ramai’ karena itu sesuai untuk mereka yang berjiwa muda. Pemakaian elemen dekoratif ini harus juga disesuaikan dengan kebutuhan dan kreativitas yang baik. Karena pajangan-pajangan ini tentunya bukan sembarang benda, tapi memang dipilih dari dekorasi yang terlihat ‘keren’. 
Bagian atap tak luput dari berbagai dekorasi, diantaranya tanaman plastik yang seperti tanaman rambat, mungkin bisa membantu menciptakan kesan hijau tapi tidak butuh dipelihara seperti tanaman asli. 

________________________________________________ 


by Probo Hindarto 
Photo from Google Earth
© Copyright 2010 astudio Indonesia. 
All rights reserved.

>Proses pemasangan kusen pintu dan jendela

>

astudioarchitect.com Melanjutkan informasi tentang proses membangun, kali ini saya perlihatkan proses selanjutnya setelah kita membuat pondasi, sloof, dan cetakan kolom, serta pembuatan beton rabat untuk persiapan lantai garasi. Dalam proses ini kolom masih di cor, dan beberapa pipa nampak masih terlihat dalam kolom yang belum dicor tersebut. Letak pipa saluran air dari lantai atas ke bawah ini memang diletakkan terutama didekat kolom. Proses selanjutnya adalah mempersiapkan dan memasang kusen pintu dan jendela, dimana kusen2 ini bisa dipesan dahulu di pembuat kusen. Kusen dibuat sesuai keinginan terutama akan sangat baik bila kusen didesain dengan wujud estetika yang diinginkan. Pada posisi ini, hanya kusen saja yang dipasang, tapi daun pintu dan jendelanya masih belum karena menunggu nanti saat sudah finishing baru akan dipasang.


Pemasangan kusen dilakukan sesuai dengan desain, misalnya diatas pasangan bata setinggi berapa cm. 


Kusen yang disiapkan untuk dipasang, harus dilihat apakah presisi atau tidak, membutuhkan kejelian dan tukang kayu khusus untuk membuatnya untuk hasil yang maksimal. 


Kusen diberi lapisan meni di bagian sisinya.

Kusen-kusen ini memakai jenis kayu Kamper, dengan di-meni bagian pinggirnya. Lapisan meni adalah lapisan dasar untuk memperawet kayu karena rayap tidak suka dengan lapisan ini, di-meni di pinggir karena biasanya rayap mulai makan kayu dari pinggir. Kusen-kusen harus dilihat apakah presisi atau tidak, kadang harus disetel ulang seandainya ada perbedaan, meskipun itu sekedar 3 milimeter saja, sudah cukup mempengaruhi karena kusen pada dasarnya harus presisi, bila tidak akan berpengaruh juga pada daun pintunya.


terlihat pada foto dalam proses ini bagian kolom ada yang belum di cor, jadi sebagian sambil memasang kusen juga.


Kondisi pada pemasangan kusen, terdapat beberapa pekerjaan lain seperti pengecoran kolom.

Setelah sebuah kusen siap, bisa diangkat ke lokasi atau tempat memasang kusen dan dipasang sedemikian rupa sehingga tepat di tempat tersebut.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Beberapa pertanyaan dan pertimbangan saat akan membeli tanah

>

Tanah di kota makin sulit, dan kadangkala tidak begitu sesuai dengan harapan, namun banyak dicari.

astudioarchitect.com Bila akan membangun rumah, kadangkala seseorang atau keluarga ingin membeli tanah dulu, karena dengan memiliki tanah, maka bisa mengajukan KPR ke bank untuk pembiayaan pembangunan, atau benar-benar bisa didesain dan dibangun sesuai keinginan Membeli tanah itu gampang-gampang susah, terutama di area perkotaan mengingat lahan tanah sudah sangat menyempit. Kita perlu memperhatikan kondisi lahan hunian masa datang tersebut karena keduanya bisa mempengaruhi banyak aspek, misalnya kesehatan penghuninya. Faktor-faktor yang penting untuk diperhatikan adalah kondisi site, bentuknya, potensi lahan, serta atribut lain seperti posisinya dari jalan dan kota secara umum, dan sebagainya.

Apakah kondisi lahan sesuai untuk dibangun rumah diatasnya? Kita perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

Apakah luasan site sesuai dengan banyak dan jenis ruang-ruang yang kita inginkan? Atau sebaliknya, berapa banyak ruang dan jenis-jenis ruang yang bisa dibangun diatas lahan tersebut?
Memang pada dasarnya kita selalu ingin membeli tanah berukuran paling luas dengan dana yang tersedia. Ini sangat umum, dengan demikian maka faktor yang menjadi penting adalah luas tanah, berhubungan dengan harga dan lokasi. Bila lokasi ada di kota, biasanya lebih mahal dengan luas tanah lebih kecil. Bila sedikit agak ‘pinggiran’ maka lebih murah dengan luas tanah lebih luas. Bila Anda berkeinginan untuk menumbuhkan keluarga yang lebih nyaman, dengan kondisi lingkungan lebih mendukung, biasanya agak diluar kota tidak masalah, terutama bila keluar ke kota tidak terlalu dibutuhkan, seperti punya usaha sendiri atau ayah saja yang ke kantor di kota.

Apakah lingkungannya terhindar dari faktor-faktor merugikan kesehatan seperti kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaraan dan debu jalan yang berlebihan, polusi udara dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangan sampah atau peternakan? Gangguan-gangguan terhadap kesehatan ini apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan. Dari segi ekonomi, lahan yang berada dekat dengan makam, tempat ibadah, biasanya memiliki harga yang agak miring. Sedangkan dari segi Feng Shui bila Anda mempercayainya, lahan yang harus dihindari adalah dekat kuburan, sekolah, lereng bukit, dan sebagainya.


Tanah kaplingan di pinggir kota, termasuk pilihan karena situasinya bila tepat bisa mendukung perkembangan anak dan keluarga. 

Bagaimana bentuk site dan apa pengaruhnya terhadap ruang-ruang dalam hunian? Apakah bentuknya kotak, trapesium, dan sebagainya. Bentuk lahan/site ini berhubungan dengan desain denah dan tampilan yang harus disesuaikan dengan bentuk lahan tersebut.

Apakah letak lahan cukup mudah dijangkau dari jalan? Letak yang lebih mudah dijangkau biasanya memang lebih mahal, tapi dari segi investasi lebih baik, terutama bila Anda mampu membaca situasi lahan sekitar dengan perkembangan daerahnya.

Apakah lahan ini bisa memiliki pencahayaan alami dan bagaimana arah sinar matahari pada pagi, siang dan sore hari? Pencahayaan dan hawa alami adalah unsur sangat penting dalam desain rumah diatas lahan tersebut, karena hubungannya dengan biaya operasional dari penerangan lampu dan AC yang mungkin harus kita sediakan bila di lahan tersebut kurang mendukurng.

Apakah kualitas tanahnya cukup baik dan tidak terkena bahan kimia berbahaya? Kualitas tanah ini berarti apakah tanah tersebut tanah urug, atau tanah yang sudah keras. Selain itu lahan tersebut sebelumnya dipakai untuk apa, misalnya untuk pabrik atau pengolahan industri, mungkin perlu kita perhatikan juga.


Tanah kapling yang diberi tulisan ‘dijual’ biasanya memiliki harga lebih mahal daripada tanah kapling tanpa tanda, karena biasanya memang dipakai untuk mendapatkan keuntungan investasi. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Material alternatif beton ringan "b-panel" dari PT Beton Elemenindo Putra

>

[info produk] astudioarchitect.com Marketing PT. Beton Elemenindo Putra mengirimkan email kepada astudio dan memperkenalkan produk terbaru yaitu b-panel. b-panel merupakan panel beton ringan yang terdiri dari lapisan Styrofoam dan wiremesh. b-panel dapat digunakan sebagai dinding, lantai, atap dan tangga.

Material disebutkan telah diuji. Dari hasil uji yang telah dilakukan di Puslitbangkim Cileunyi dan Lab Fisika ITB, di dapatkan hasil:
1. Insulasi suhu sangat baik (penurunan transfer energy panas sampai dengan 93%)
2. Meredam suara secara efektif (Minimum STC 42, untuk ketebalan dinding 10 cm)
3. Ringan (hanya 130 kg/m2 untuk setiap ketebalan dinding)
4. Konstruksi kokoh (tahan gempa,tahan pembobolan/kejahatan,dinding
bisa menggantung benda)
5. Tahan api (diuji sampai 120 menit dalam suhu 1000°C)
6. Menahan kelembaban dari luar.
7. Harga bersaing.
8. Pemasangan Cepat .

Contact person:

NOVAN
PT. Beton Elemenindo Putra
022-76888685/087827808017
Ph(022)6867077, Fax(022)6867076
Website: www.b-panel.com
Email: Noviaddy@b-panel.com

Pemasangan b-panel untuk dinding
Pemasangan b-panel untuk dinding
Pemasangan b-panel untuk dinding luar
Pemasangan b-panel untuk atap
Kirimkan info produk Anda
Anda juga bisa mengirimkan info produk dan contact person Anda di blog astudio dengan dilengkapi data teknis, pemasangan bahan, dan foto-foto ke email astudioarchitect.com@gmail.com untuk kami muat dalam blog ini. Terimakasih
 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

>40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

>

[buku tentang rumah] astudioarchitect.com ’Taman minimalis’ merupakan sebutan untuk taman yang sesuai untuk gaya ‘minimalis’ yaitu gaya ‘modern’ yang berkembang di negeri kita. Taman ini mengetengahkan desain taman yang jernih, dengan material seperti batu alam, batu susun sirih, semen ekspos, dan sebagainya. Jenis taman untuk rumah ‘minimalis’ memang cukup spesifik dan tidak semua jenis dekorasi taman bisa berpadu dengan baik untuk jenis rumah ini. Dalam buku “40 Inspirasi Desain Taman Minimalis” karya Nirwono Joga dan Ita Puspitasari ini, dijelaskan tentang berbagai aspek desain taman untuk rumah bergaya minimalis.
Gambar atas: Cover buku “40 Inspirasi Desain Taman Minimalis”

Kutipan: Terdapat dua filosofi pada taman minimalis, yaitu filosofi minimalis barat dan timur. Filosofi barat yang cenderung rasional dan fungsional lebih menekankan pada fungsi sehingga setiap ruang yang berada di lahan dapat dimanfaatkan sebagai taman. Selain itu, ekspresi kejujuran dalam desain taman minimalis barat sangat dominan karena penggunaan material yang polos ataupun penggunaan elemen-elemen dekoratif yang minim. Filosofi minimalis barat memiliki tata ruang yang sederhana. Elemen keras memiliki bentuk-bentuk yang geometris tanpa ornamen. Material bahan pada elemen pun ditampilkan dengan jujur. Filosofi tersebut terlihat Iebih berani dan mempertegas konsep minimalls tersebut. Sementara itu, konsep taman minimalis timur dipengaruhi oleh paham Zen Budhisme, yaitu sebuah paham budha yang sangat filosofi. Filosofi timur memiliki nilai spiritual. Kesan jernih, polos, bening, dan hening dari konsep tersebut sehingga memberikan suasana tenang dan nyaman dalam ruang yang terbatas.

Gambar kiri: sumber dari buku 40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

Taman minmalis timur memiliki filosofi yang berperan sebagai penyelaras antara bangunan dan lingkungan sekitar. Kesan menyatu dan hanmonis di antara keduanya dapat dengan mudah tercipta. Selain itu, taman pun menjadi energi untuk terapi fisik dan spiritual bagi penggunanya.

Taman dengan konsep minimalis berfungsi sebagai pendukung terhadap penampilan arsitektur bangunannya. Taman merupakan elemen pelengkap untuk menonjolkan karakter bangunan. Selain itu, tanaman berfungsi sebagai elemen dekoratif bangunan sehingga kesan yang muncul antara bangunan dan taman dapat tampil serasi. Adanya taman pada rumah minimalis yang kaku dapat memperlunak penampilan bangunan yang bersifat keras. Karakter tanaman yang dimiliki adalah tanaman tidak tumbuh liar (wield). Tanaman harus memiliki kejelasan dalam bentuk, seperti tidak terlalu banyak daun, memiliki cabang yang kuat, dan berkarakter eksotis.

Biasanya tamari dengan karakter ni cenderung menggunakari jenis tanaman yang sama dalam jumlah masal atau satu sampai dengan dua tanaman. Tanaman tersebut ditempatkan di atas hamparan rumput hijau atau batu koral mulai dan warna hitam dan putih serta pasir sebagai ground cover. Hal ini menjadi salah satu ciri dan taman ini.

Tariaman ditempatkan pada pot-pot dengari bentuk yang sederhana. Penggunaan aksen pada tanaman dan elemen keras (hard scape) melalul warna diantara warna yang lembut seperti putih, abu, atau krem (natural) menambah eye catcher. Penggunaan elemen air dengan penataan kolam yang simpel atau dengan dinding yang dialiri air terjun pada taman memberikan kesan yang lebih alami, sejuk. dan menenangkan.

Taman minimalis hadir dalam wujud garis-garis vertikal dan horisontal yang bersih, bentuk-bentuk yang murni dan polos, berkarakter, dan berkualitas. Taman minimalis menghadirkan keheningan dan kesegaran untuk bermeditasi dan berelaksasi. Pencerahan melalui terapi psikis dan fisik penghuni dapat melalui taman yang dimilikinya.

Rumah bergaya minimalis akan terlihat semakin menawan jika dipadukan dengan taman bergaya minimalis pula. Kedua hal tersebut akan saling melengkapi dan dapat hadir sebagal visualisasi yang selaras dan serasi. Perpaduan tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan, terutama penghuni rumah. Lingkungan yang tercipta akan nyaman dan asri. Sementara energi positif dan perasaan tenang akan didapat penghuni rumah.
Taman minimalis memang paling cocok jika disandingkan dengan rumah minimalis sebagai solusi keterbatasan lahan, waktu, dan biaya.

http://books.google.com/books?id=zJ9m_If3NkIC&lpg=PA10&dq=desain%20rumah&pg=PP1&output=embed

 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Atap lembaran Onduline

>

astudioarchitect.com Onduline adalah penyedia produk atap lembaran dengan kualitas internasional, dimana material ini merupakan komposit yang terbuat dari fiber selulosa, bitumen dan resin. Atap lembaran memang cukup populer di negeri kita mengingat biayanya lebih murah, dimana material yang biasa digunakan adalah seng, asbes, dan komposit semen. Atap lembaran memiliki kelebihan berupa struktur yang sederhana dan tidak boros bahan, mengingat untuk struktur atap tidak perlu menggunakan usuk dan reng, cukup gording saja sudah bisa. Dalam hal ini atap lembaran Onduline memberikan beberapa jenis material atap gelombang, sebagai alternatif bagi Anda yang menyukai atap gelombang untuk bangunan seperti rumah, kantor, atau gudang. 

Spesifikasi material Onduline merupakan material bebas asbes, seperti diketahui asbestos adalah material yang karsinogenik atau bisa menimbulkan kanker. Karena itu atap asbes tidak direkomendasikan untuk rumah tinggal, sebagai gantinya terdapat material alternatif seperti produk Onduline ini. Atap ini cukup indah, ringan tetapi tangguh dan terbuat dari campuran bitumen jenuh dengan organic fiber yang dibuat melalui proses penekanan dan pemanasan yang sangat tinggi.

Penggunaan atap Onduline untuk material atap lembaran untuk rumah tinggal

Penggunaan atap lembaran Onduline untuk wallcladding atau penutup dinding dengan rangka, terlihat pada foto bisa menggantikan fungsi dinding bata konvensional.

Atap Onduline juga bisa dibuat dengan rangka baja truss lengkung untuk dibuat sebagai material atap lengkung yang mudah dibengkokkan dan fleksibel.

Produk merupakan material atap lembaran yang lentur dan hemat biaya, yang memberikan perlindungan terhadap cuaca, suara dan panas. Produk memiliki jaminan penggunaan 10 tahun, dimana atap ini tidak berkarat, tidak rapuh dan anti jamur.

Beberapa manfaat atap lembaran Onduline antara lain:

- hemat, karena ringan dan mudah dipindahkan
- serba guna, karena mudah dibentuk, dipotong dengan perkakas pertukangan biasa.
- penyekatan, produk ini memiliki tingkat penyerapan panas dan suara yang tinggi.

HARGA
Tentang harga, material ini bersaing dengan material asbes gelombang dan seng. Harganya mungkin sedikit lebih mahal daripada atap asbes, namun kualitasnya lebih tinggi, ditambah bahwa material ini sudah ada warnanya.

black brown red green
Daftar harga atap Onduline
Jenis Ukuran Satuan Harga
Onduline Sheet (Classic) 2000 x 950mm Lembar Rp. 120.000,-
Onduvilla Sheet (Classic) 1060 x 400mm Lembar Rp.   50.000,-
Onduline Ridge (Radung) 900 x 500mm Lembar Rp.   70.000,-
Nail (Paku) Panjang 70mm Buah Rp.       650,-
Diameter 3.55mm
Screw (Sekrup) Panjang 70mm Buah Rp.       750,-

Diameter 4mm
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu
*) sumber: Ideaonline

Untuk distribusi/ pemasaran, bisa dilihat pada halaman dari website onduline dibawah ini:

http://www.onduline.com/id/&module=services&var1=17
________________________________________________
 by Probo Hindarto
Sumber gambar: onduline.com/id/
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Review desain rumah pojok – kelebihan dan kekurangan :)

>

astudioarchitect.com Rumah pojok ini termasuk sebuah rumah yang kami desain di astudio beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2007 lalu saat studio kami mulai beranjak dewasa, hingga saat ini kami bisa mereview desain ini baik kelebihan maupun kekurangannya. Fakta pertama adalah: baik arsitek maupun klien belum tentu 100% benar dalam diskusi saat mendesain bangunan. Arsitek yang berpikir dengan lebih baik biasanya menghasilkan desain yang lebih baik, dan klien yang mau menerima saran arsitek biasanya mendapatkan banyak manfaat dari saran arsitek (yang memiliki khasanah pengetahuan yang baik juga :) Kelebihan utama adalah desain rumah ini sangat ‘compact’, atau efiesien terhadap lahan sehingga maksimum untuk bangunan, namun kurang maksimum untuk taman.

Desain ini merupakan sebuah rumah di lahan pojok yang kami desain dengan tampilan depan dan samping. Bangunan baru merupakan tambahan dari bangunan lama yang direnovasi karena kebutuhan ruang rumah sudah lebih banyak dari sebelumnya. Pertama, desain ini harus mengetengahkan sebuah desain yang ‘compact’, mengingat lahan yang ada terbatas. Kekurangan dalam desain ini antara lain bahwa bangunan bagian atas menjorok hingga minus 1 meter dari jalan, hal ini karena permintaan penghuni. Konsekuensi yang terjadi kemungkinan besar adalah tidak adanya tanaman yang cukup untuk memberikan peneduh. Sedangkan bangunan bagian bawah masih memungkinkan sedikit taman, meskipun demikian kami merasa bahwa kekurangan taman ini adalah kendala utama.

Solusi yang dibuat adalah memberikan beberapa peneduh bangunan berupa secondary skin seperti kisi-kisi kayu serta memberikan ‘sabuk’ peneduh seperti di desain bangunan jaman arsitektur ‘jengki’. Kisi-kisi kayu memberikan efek seperti sinar matahari yang disaring, sedangkan ‘sabuk’ peneduh juga memberikan tambahan bayangan agar bangunan bagian bawah tidak panas.

Dari segi tampilan, bangunan ini memberikan alternatif yang cukup berbeda dari desain rumah sebelumnya. Batasan pertama adalah fakta di lapangan bahwa pagar sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pagar yang dipertahankan membuat kami harus menyesuaikan dengan beberapa aksesori bangunan baru, misalnya kami membuat desain pagar balkon yang ‘matching’ dengan desain pagar lama. Selain itu inovasi baru dilakukan seperti membuat jendela dengan frame ala ‘Cubism’ di bagian samping belakang rumah. Diharapkan disini memberikan sentuhan seni pada rumah ini. Terakhir, desain juga menggunakan ‘Bop Window’ yaitu jendela bundar untuk kesan unik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Konsultasi desain denah gratis dari melalui floorplanner

>

astudioarchitect.com Bapak Irfan mengirimkan sebuah denah yang dibuat secara gratis melalui floorplanner kepada kami melalui link yang bisa dilihat di http://www.floorplanner.com/projects/20769455-renovasi-rumah Meskipun Bapak Irfan tidak mengirimkan denah rumah yang sudah dibangun karena ini merupakan proyek renovasi, namun dari denah ini saya sudah mendapatkan beberapa poin yang bisa dibahas, semoga memberi manfaat. 

Gambar diatas adalah denah lantai 1 yang terlihat memiliki ruang-ruang seperti diatas. Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan;
Pertama: aliran udara. Terlihat dalam desain Bapak Irfan aliran udara tidak lancar, karena adanya ruang dapur dan kamar mandi tanpa aliran udara luar, dalam arti tanpa adanya taman dalam. Hal ini karena kamar mandi dan dapur termasuk ruang ruang yang paling memerlukan pertukaran udara. Bisa dilihat melalui tabel berikut:
sumber gambar: Ilmu Fisika Bangunan, Heinz Frick
Tabel tersebut memberi gambaran pertukaran udara yang disarankan, ruang kamar mandi memerlukan 40 kali pergantian udara, sedangkan dapur adalah 100 kali (dalam kondisi tanpa exhaust fan). Karena itu bila tidak ada penghawaan alami, maka kedua ruangan ini akan sangat lembab, berbau dan berakibat berkurangnya kesehatan bangunan dan interior secara keseluruhan. Hal ini bisa disiasati, misalnya dengan menggunakan exhaust fan (kipas angin hisap) untuk mengeluarkan udara lembab. Namun cara ini tentunya memerlukan biaya listrik. 
Kondisi yang banyak terjadi di masyarakat adalah penghawaan alami dapur dan kamar mandi tidak banyak diperhatikan dibandingkan raung tamu, ruang keluarga, dan ruang tidur. Padahal, kedua ruangan ini sangat penting diperhatikan penghawaannya. 
Desain denah lantai 1
Untuk denah ini menurut hemat saya, harus diatur kembali letak dapur dan kamar mandi. Bila memang ada void diatas tangga, maka void ini kemungkinan besar akan menjadi tempat asap untuk keluar. 
Desain denah lantai 2
Namun bila melihat bahwa lantai 2 ditutup dengan dak, maka sepertinya Bapak berencana untuk meningkat bangunan di masa depan. Bila demikian, maka fungsi void sebagai sarana penghawaan mungkin akan berkurang bila dibuat ruangan di lantai 2.

Penyelesaian yang bisa saya sarankan adalah dengan membuat taman dalam dengan cara memajukan kamar tidur belakang kearah depan sehingga terdapat ruang kosong yang bisa dipakai untuk taman kering / taman basah.

Kedua, kita bisa mengganti letak ruang dapur menjadi di ruang tidur yang belakang (yang sudah digeser kedepan). Kemungkinan harus menambahkan pula taman dalam memanjang di bagian belakang ruang makan untuk menambahkan penghawaan.

Semoga jawaban ini bisa membantu, terutama bila Bapak Irfan bisa memberikan gambar denah awal.

  ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

>Membuat beton rabat untuk garasi dan pemasangan dinding bata konvensional

>

astudioarchitect.com Melanjutkan artikel tentang proses membangun rumah untuk mengetahui berbagai aspek yang ada saat pembangunan di salah satu proyek yang dikerjakan astudio, disini saya lanjutkan dengan pemasangan dinding bata, pembuatan cor rabat untuk garasi, dan sebagainya. Pada foto disamping kita lihat saat pondasi rumah sudah selesai dibuat lengkap dengan sloofnya (artikel sebelumnya), maka langkah selanjutnya adalah memasang dinding bata (ini dilakukan untuk jenis rumah konvensioal yang menggunakan dinding bata). Terlihat pada foto bahwa pembesian untuk kolom rumah sudah dibuat namun belum di cor. Hal ini karena pekerjaan dinding dilakukan untuk mengetahui dan merapatkan cor kolom. Pada gambar diatas terlihat tukang sedang mengerjakan rabat beton untuk garasi dengan campuran 1:3:5 komposisi semen:pasir:kerakal. Rabat beton untuk garasi dibutuhkan untuk jenis konstruksi konvensional agar kuat saat ada mobil diparkir diatasnya. Rabat ini memiliki ketebalan antara 4-5cm, dimana diatasnya bisa dibuat finishing keramik, ampyangan, dan sebagainya sesuai selera.

Terlihat pada foto, dinding bata dibuat diatas sloof dimana diantara patahan/ sudut dinding biasanya selalu ada kolom baik itu kolom struktur ataupun kolom praktis untuk menambah kekuatannya. Kolom seperti ini dibutuhkan pada konstruksi konvensional saat ini yang sudah terbukti dan dipercaya kuat. Pada jaman dulu banyak orang memakai tembok saja tanpa struktur, biasanya dinding batanya tebal seperti rumah-rumah jaman Belanda. Terlihat disini, bagian bawah ada pipa buangan yang belum diurug dengan sirtu (pasir batu).

Terlihat pada gambar disamping, pembuatan bata dinding konvensional, dimana terlihat dibagian dekat kolom, terdapat pipa buangan yang sudah direncanakan melalui gambar kerja dan desain awal untuk mengalirkan air kotor atau air hujan dari atas.

Foto lebih jelas untuk pembuatan cor beton rabat untuk garasi, dibuat diatas lapisan sirtu/ tanah urug.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.