Category Archives: belajar arsitek

Pemasangan Genteng Beton diatas Struktur Baja Ringan

astudioarchitect.com Dalam sistem pembangunan dengan konstruksi konvensional, menggunakan atap baja ringan, setelah proses pemasangan rangka atap selesai, maka kita bisa melanjutkan dengan memasang genteng penutup atap diatas struktur tersebut. Sehubungan dalam contoh ini bangunan menggunakan sistem atap baja ringan, maka sistem ini perbedaan dengan sistem rangka kayu adalah bagian yang menahan genteng beton adalah baja ringan menggantikan fungsi kayu reng. 

Setelah tahap pemasangan rangka atap baja ringan, maka langkah selanjutnya adalah memasang genteng beton. Terdapat beberapa jenis genteng yang bisa digunakan, dalam hal ini sangat tergantung dari kemampuan membangun atau perjanjian awal dengan kontraktor, dalam contoh ini diperlihatkan konstruksi baja ringan dengan genteng beton.

Konstruksi ini dibuat agar struktur mampu menopang genteng beton seperti konstruksi kayu pada umumnya, hanya perbedaan dengan konstruksi kayu adalah konstruksi baja ringan lebih rumit perhitungannya sehingga tidak boleh terdapat salah perhitungan, serta terdapat sistem penyaluran gaya yang berbeda dengan konstruksi kayu.

Dalam foto diatas konstruksi baja ringan memiliki bentang cukup lebar dengan ukuran mencapai bentang 10 meter. Kadangkala dalam konstruksi ini dibutuhkan tambahan kolom penyangga seperti dalam foto diatas terdapat balok melintang yang khusus untuk menopang struktur baja ringan sehingga struktur ditopang di bagian tengah. Konsultasikan dengan kontraktor baja ringan Anda untuk mempersiapkan struktur tambahan bila dibutuhkan. 

Atas: Kondisi lantai 1 bila dibuat dak beton untuk lantai 2. Pada ruang seperti ini langkah selanjutnya adalah finishing, menurut sistem konstruksi yang konvensional. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Arsitektur kontekstual dan faktor penentu kebijakan

SELAMAT TAHUN BARU 2012!

astudioarchitect.com Konteks merupakan batasan yang berkaitan erat dengan lokasi sebuah obyek arsitektural, karena arsitektur bisa didesain sesuai atau tidak dengan konteks. Konteks penting karena pengguna rancangan adalah mereka yang terelasikan oleh konteks arsitektural. Konteks arsitektural bisa berarti sejarah, lokasi, arkeologi maupun ekologi disekitar lokasi arsitektur. Konteks mendefinisikan hubungan antara arsitektur dan lokasi serta waktu.  Baik disadari ataupun tidak, arsitektur memiliki hubungan dengan keseluruhan lingkungannya serta selalu memberikan dampak. Arsitektur menjadi penting menyangkut seberapa jauh perancang mengerti tentang hubungan arsitektur dan lingkungannya, untuk mengerti konteks adalah langkah awal dari sebuah desain.

Merupakan suatu konsensus bahwa arsitektur sebaiknya berdampak positif bagi lingkungannya, menaikkan nilai lingkungan melalui keberadaan arsitektur. Terdapat beberapa prioritas yang sebaiknya diperhatikan saat mendesain arsitektur berdasarkan konteks:

Memperkuat komunitas lokal
untuk meyakinkan bahwa pengembangan bangunan yang direncanakan akan memperkuat dan bukan memperlemah komunitas lokal serta mendukung proyek yang sukses bagi perancang, pemilik maupun masyarakat dan lingkungan. Arsitektur tidak bisa berdiri sendiri seperti sebuah tiang yang angkuh dan tidak berdaya guna, sebaiknya arsitektur sedapat mungkin memiliki fungsi meningkatkan komunitas lokal, yang berarti manusia dalam lingkungan tersebut.

Apabila dapat mewujudkan arsitektur kontekstual yang memperhatikan lokalitas serta partisipasi masyarakat, akan menjadi arsitektur yang berguna bagi lebih banyak orang dan lingkungannya.

Menciptakan arsitektur yang berkarakter
mendapatkan inspirasi dari arsitektur lokal bisa membawa kita kepada arsitektur yang ‘berkarakter lokal’, mungkin sebuah pilihan yang bisa diambil bila dibandingkan jenis arsitektur non kontekstual yang sifatnya ‘internasional’ dan ‘bisa ditempatkan dimana saja’. Karakter lokal bisa didapatkan dari tradisi, nilai lokal, kontemplasi tempat ataupun material lokal, yang pada akhirnya mendapatkan karakter yang bisa dihubungkan dengan lingkungan. Dewasa ini metode perancangan yang diajarkan melalui dunia akademis masuk melalui tunnel ‘modern’ yang minim nilai-nilai lokal, namun disaat yang sama arsitek dapat mengadaptasi konteks ‘lokal’ dalam karakter arsitektural.

Memperhatikan potensi dalam site
dengan mengenal konteks lahan, maka arsitek dapat menggali potensi dalam lahan yang berupa topografi, view, drainase, energi matahari dan angin, air, dan sebagainya untuk memperoleh arsitektur yang berkelanjutan.

Integrasi dengan infrastruktur dalam lingkungan
Menemukan integrasi dengan lingkungan menggunakan material, bentuk dan elemen landskap yang memperhatikan lokalitas, jalan-jalan tembusan dan jalan setapak, jalan raya dan jalan kampung yang berkaitan dengan lokasi dan struktur arsitektur. Dengan memperhatikan lebih detail bagaimana pencapaian ke arah site, kemudian memperkirakan ulang saat bangunan sudah terbangun agar selaras dengan infrastruktur yang ada.

Memperhatikan faktor ekonomi
Sebuah bangunan dengan arsitekturnya seharusnya direncanakan dengan memperhatikan aspek ekonomi sehingga dapat terbangun dan memenuhi persyaratan pembangunan. Namun dalam memperhatikan faktor ekonomi seyogyanya tidak melupakan faktor estetika dalam perancangannya.

Memiliki sebuah Visi
Visi yang diemban rancangan arsitektur berfokus pada aspirasi komunitas, serta menyediakan tujuan jangka panjang yang mengandung strategi masa depan.

Dalam mendesain arsitektur dengan konteks, sebaiknya desain yang dihasilkan bisa merangsang tumbuhnya lingkungan yang lebih baik, dimana akan membutuhkan apresiasi terhadap kebiasaan hidup masyarakat lokal yang ditingkatkan. Komunitas masyarakat dalam skala lokal selalu memiliki cara pandang tertentu berkaitan dengan tradisi apabila masih dipegang teguh ataupun sebagian. Pada masyarakat yang lebih modern tradisi lokal kurang diperhatikan karena mengadopsi nilai-nilai yang lebih universal.

Gambaran akan arsitektur lokal biasanya muncul dari tradisi dan cara membangun vernakular, dimana terdapat bahasa tertentu untuk arsitektur lokal ini yang bisa diadaptasi baik sebagai pelengkap ataupun keseluruhan konsep arsitektur yang kontekstual. Arsitektur bisa didesain untuk melengkapi tradisi lokal yang ada sehingga dapat melengkapi identitas budaya lokal. Namun terkadang arsitektur tradisional bisa juga diteruskan dengan mengangkat unsur lokal seperti material dan cara membangun, bisa juga unsur lainnya seperti hierarki, bentukan, dan nilai filsafatnya. Kesemuanya masih bisa dikatakan sebagai ‘konteks lokal’ apabila masih memiliki karakter tertentu yang diteruskan meskipun merupakan ‘re-imaging’.

Masyarakat sebaiknya dilibatkan dalam penentuan kebijakan untuk menentukan desain arsitektur terutama bagi bangunan publik / pemerintahan / konservasi cagar budaya.

Terlebih bagi arsitektur yang melayani banyak orang seperti gedung pemerintahan, nilai lokal adalah kebanggaan yang sebaiknya dan setidaknya menjadi sebuah tolak ukur akan penghargaan terhadap budaya lokalnya sendiri. Masyarakat perlu dimintai pertimbangan dalam keputusan desain agar dapat lebih aspiratif, antara lain dengan cara mengumpulkan pendapat menjadi sebuah saran bagi desain arsitektur yang akan dibuat.

Tabel Penentuan Kebijakan 
Dalam menentukan kebijakan akan bangunan terutama bangunan publik, sebaiknya diperhatikan beberapa subyek berikut:

Area subyek:              Pertimbangan:
Profil komunitas          - Pemilik Proyek
                                  – Pandangan lokal, aspirasi
                                  – Struktur organisasi
                                  – data statistik
                                  – karakter budaya
                                  – faktor keamanan

Kebijakan lokal          - Desain
                                  – pandangan strategis
                                  – Rencana Tata Guna Lahan (RTH)
                                  – Rencana transportasi
                                  – Peraturan Daerah
                                  – Peraturan dalam lahan

Konservasi                 – Area konservasi
                                  – bangunan konservasi
                                  – monumen / peninggalan
                                  – Arkeologi
                                  – situs menarik
                                  – obyek alam/ ekologis
                                  – flora dan fauna yang dilindungi
                                  – area konservasi, cagar alam

kebijakan dan             – Petunjuk perencanaan
inisiatif lain                     * framework pengembangan
                                     * Petunjuk mendesain
                                     * peraturan penggunaan lahan
                                  – Peraturan Pemda yang relevan
                                  – Peraturan untuk swasta lain
                                  – inisiatif lokal

Melihat banyaknya unsur yang mungkin terlibat dalam penentuan kebijakan menyangkut arsitektur yang kontekstual, bisa kita pahami bahwa merupakan kebutuhan untuk memiliki sebuah identitas lokal bahkan dalam skala terkecilnya, terkecuali bagi bangunan-bangunan yang diharapkan menjadi non konvensional dengan tujuan prestise, identitas lokal sebaiknya ditunjukkan untuk memberi ciri khas akan ‘akar’ suatu tempat yang kuat. Dengan memperhatikan bahwa perubahan sangat mungkin ada, maka konteks lokalitas akan merujuk pada unsur-unsur arsitektur maupun nilai-nilai yang dapat dipertahankan pada bangunan lama dan bangunan baru.

                                                       

________________________________________________
by Probo Hindarto,
dirangkum dari berbagai sumber
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Aplikasi Smartphone Android yang berguna untuk Arsitektur dan desain bangunan

astudioarchitect.com Dengan semakin majunya teknologi, kita memiliki lebih banyak kesempatan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan kita. Teknologi smartphone juga semakin maju, tak terkecuali smartphone yang menggunakan sistem operasi (OS) Android. Android dikembangkan oleh Google, dan memiliki banyak aplikasi gratis yang bisa menunjang saat kita akan atau sedang membangun rumah. Sebagai arsitek, saya juga terkadang terbantu dengan beberapa aplikasi gratis Android, yang saya coba bagi dengan pembaca astudio.
Photo by sakaki0214

Bagi Anda pengguna Android, tentunya tidak asing dengan fasilitas ‘Market’ yang digunakan untuk mendownload berbagai aplikasi gratis untuk menunjang kehidupan. Banyak aplikasi berhubungan dengan arsitektur, desain dan proses pembangunan, antara lain sebagai berikut:


Camera: fitur ini tak pelak merupakan aplikasi yang selalu ada dalam smartphone apapun, kamera bisa kita gunakan saat berkunjung ke lokasi yang akan dibangun, dimana kita bisa memotret, mengambil video, dan data visual lain seperti view (pandangan di lahan) yang terbaik, kondisi lahan, lingkungan, tetangga, dan sebagainya.

===========


Maps: aplikasi bawaan Android yang bisa menunjukkan lokasi dan berbagai aspek berkaitan dengan lokasi, misalnya akses jalan menuju ke lahan yang akan dibangun/ didesain. Aspek yang bisa kita lihat adalah lokasi lahan, letak sungai, akses jalan terdekat, lokasi fasilitas umum seperti Rumah sakit, sekolah, mall, klinik dokter, ataupun fasilitas umum penunjang seperti restoran, kedai, kafe, pom bensin, dan sebagainya. Aplikasi ‘Maps’ juga bisa memberitahu kita arah hadap saat berada di lahan tersebut. Lokasi dan informasi cukup akurat hingga tingkat akurasi 3 meter, berkat dukungan GPS.

===========

Swiss Army Knife; aplikasi ini berisi beberapa tool (perangkat) yang bisa kita gunakan, antara lain kompas untuk melihat kutub utara selatan di sebuah site atau bangunan. Ruler merupakan bagian aplikasi yang berupa penggaris dengan satuan cm dan inch. Aplikasi ini juga berisi ‘Bubble Level’ atau waterpass, yang berguna untuk mengukur tingkat kemiringan sebuah permukaan. Kita bisa meletakkan smartphone diatas sebuah permukaan untuk melihat apakah permukaan itu benar-benar rata atau tidak, mirip seperti waterpass yang lebih lengkap karena terdapat indikasi warna merah bila benar-benar tepat tidak miring.


Qibla; aplikasi ini penting bagi kita saat mendesain rumah bagi penghuni yang muslim, karena dengan aplikasi ini kita bisa melihat arah kiblat secara langsung dengan dukungan GPS. Aplikasi ini langsung mendeteksi lokasi lahan/bangunan, dan secara instan men-sinkron-kan lokasi dengan letak Masjidil Haram di Mekah sehingga didapatkan arah kiblat yang benar.

===========


News & Weather; aplikasi yang bisa menunjukkan kondisi cuaca dilengkapi dengan suhu udara saat ini, rentang suhu udara dalam satu hari, kondisi awan, kelembaban udara dan angin. Meskipun dalam skala kecil kota bisa berubah-ubah, namun secara garis besar bisa kita lihat. Dalam dunia perancangan bisa menjadi tolak ukur untuk menentukan beberapa hal seperti apakah kondisi cuaca / iklimnya lembab atau kering, sehingga diperlukan desain khusus atau penambahan tanaman bila diperlukan.

===========


Photaf; sebuah aplikasi kamera 3D yang bisa mengambil foto 360derajat, kemudian menunjukkan foto tersebut dalam kondisi 360derajat juga. Aplikasi ini juga bisa me-load foto yang sudah kita ambil dalam bentuk 3D, dan memutarnya dalam arah yang persis sama seperti saat kita mengambil foto tersebut. Dilengkapi dengan fitur kompas yang bisa bergerak saat kita juga bergerak memutar, membuat kita melihat foto area keseluruhan, seakan-akan berada di lokasi langsung karena foto juga bergerak memutar sesuai pergerakan tubuh. Aplikasi ini sangat dianjurkan untuk melengkapi data saat survey lokasi.

===========


Smart Measure; merupakan aplikasi untuk mengukur / memperkirakan jarak antara pengamat dan sebuah titik, secara instan. Bisa digunakan di lahan/ lokasi akan dibangun, untuk melihat / memperkirakan jarak secara instan. Prinsipnya menggunakan prinsip segitiga pythagoras. Berguna untuk mengukur secara instan dan cepat, namun untuk lebih presisi harus menggunakan pengukuran manual.

===========


deciBel; aplikasi ini mengukur suara-suara yang ada di sebuah lahan, dengan satuan decibel. Semakin berisik kondisi di lahan atau suatu tempat, maka nilainya juga akan semakin tinggi. Pada pengukuran dan pengumpulan data di lapangan, bisa digunakan untuk mengukur tingkat / level suara di banyak titik di lahan, untuk menentukan lokasi yang tepat untuk sebuah ruangan, misalnya. Kadang-kadang ruangan seperti ruang tidur utama sebaiknya diletakkan ditempat yang paling rendah suara berisik dari lingkungannya.

===========



EMF Hazards detector; merupakan aplikasi yang berguna untuk mengukur tingkat radiasi elektromagnetik di sebuah tempat, baik itu rumah tinggal maupun lahan kosong. Seperti diketahui EMF atau Electro Magnetic Field merupakan ancaman bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti sakit kepala terus menerus, depresi, kanker, dan sebagainya. Aplikasi ini sangat berguna untuk menentukan letak tempat tidur atau kursi santai, berdasarkan medan elektromagnetik yang mengalir dari bumi yang disebut Grid Hartmann dan Curry. Normalnya, level radiasi elektromagnetik dari bumi berkisar antara 0,035mikroTesla – 0,07mikroTesla, namun karena adanya jaringan medan elektromagnetik bumi, bisa mencapai lebih dari itu. Gelombang elektromagnetik juga bisa dihasilkan oleh alat-alat elektronika, karena itu aplikasi ini juga bisa berguna mengukur radiasi magnetik dari peralatan elektronika rumah tangga. Untuk level yang aman, aplikasi akan menunjukkan warna hijau. Namun bila berbahaya, akan menunjukkan warna merah dan tingkat radiasinya.

Mungkin ada lebih banyak lagi aplikasi yang bisa kita gunakan di smartphone ber-OS Android, banyak diantaranya merupakan aplikasi berguna lain seperti aplikasi untuk menunjang perawatan kesehatan, pekerjaan, dan juga hiburan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Boutique Hotel – konsep desain

>

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali
astudioarchitect.com Boutique hotel atau bila mungkin dibahasa Indonesia-kan adalah Butik Hotel, merupakan jenis hotel yang spesial, lebih dari jenis hotel biasa karena lebih menitik beratkan pada ‘lifestyle hotel’ yang bertema, punya gaya atau style, dan sangat aspiratif. Artikel ini akan memberikan sedikit pengetahuan yang barangkali bisa memberi inspirasi bagi Anda yang tertarik ataupun calon klien yang ingin membangun butik hotel. Biasanya desain hotel seperti ini cukup kecil dan diperuntukkan bagi kalangan yang terbatas. Butik hotel selalu dibuat dengan standarisasi pelayanan lebih baik dari hotel biasa dengan suasana yang nyaman, intim dan ‘welcoming’. Meskipun tidak sebesar hotel yang biasanya, apalagi hotel jenis mainstream, hotel jenis butik hotel menawarkan atmosfer yang lebih kental dengan suasana nyaman dan tidak berpusat pada fasilitas yang besar.

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali

Staf hotel yang siap selama 24 jam memberi kemudahan seperti halnya bed and breakfast, namun dengan tingkatan desain dan kenyamanan lebih tinggi. Hal ini karena sentuhan pemilik lebih terasa pada jenis hotel butik karena biasanya dimiliki oleh individu, keluarga atau perusahaan kecil.


Jenis fasilitas yang ditawarkan antara lain ruangan dengan telepon, fasilitas internet, AC, juga cable TV, meskipun kadangkala juga tidak terdapat salah satu atau beberapa fasilitas tersebut karena ingin mengutamakan suasana.

Tema ruang dan desain arsitekturnya biasanya berpusat pada satu tema, misalnya tema klasik, kolonial, mediterania, atau etnik.

 kiri: Hotel St. Regis di New York
Photo by Motn, Wikimedia Commons


Hotel ini mengutamakan desain arsitektur neo klasik dengan ciri khas desain arsitektur yang berciri khas sehingga bisa mengangkat citra butik hotel tersebut. Dengan cara yang sama, kita juga bisa membuat desain hotel dengan ciri khusus seperti hotel butik dengan desain etnik berciri khas arsitektur setempat, arsitektur kolonial, dan sebagainya. 

Kayumanis Jimbaran, Bali

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Pembangunan di wilayah Ngibikan, Jogja … pasca bencana gempa.

>

astudioarchitect.com

Slide ini adalah presentasi Eko Prawoto yang diupload oleh Muh. Darman dari Ruang17. Eko Prawoto adalah seorang arsitek dan budayawan yang tinggal di Jogjakarta saat mendedikasikan diri membantu korban bencana gempa di Ngibikan. Dalam slide ini digambarkan kondisi setelah bencana, dimana terdapat kehancuran hidup dan harapan, setelah itu digambarkan Ngibikan bangkit melalui gotong royong. Slide-slide akhir kondisi setelah setahun rumah-rumah tersebut ditinggali, tampaknya terdapat beberapa perubahan, namun masih terasa suasana desa yang kental dan asri.

Silahkan jalankan slide tersebut…. mode fullscreen juga tersedia lewat menu > view fullscreen

(bila Anda mengakses dari Facebook, mungkin perlu melihat di blog astudio :)
terimakasih.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Suramadu, potensi daerah dan arsitektur khas Madura

astudioarchitect.com Jembatan Suramadu merupakan jembatan laut terpanjang di Indonesia dan merupakan jembatan yang indah, secara arsitektural maupun pamornya. Tak heran saat ini Suramadu menjadi salah satu obyek wisata paling menarik di Surabaya dan Madura. Apa yang membuatnya menarik? Yang pertama adalah skala jembatan ini, yang sangat besar dan panjang, merupakan obyek bangunan yang jarang ada dan karena itu menjadi unik. Menghubungkan dua wilayah Surabaya dan Madura yang terpisah oleh laut berarus deras. Saya berkesempatan mengunjungi Suramadu dengan teman Ken Ridho.

Dari sisi arsitektural merupakan sebuah obyek bangunan yang skalanya terlalu besar bagi manusia, karena itu menjadi ‘Grandiose’ dalam skala manusia yang kecil seperti kita menyebabkan kualitas ruang yang terlalu besar untuk dipahami secara utuh, kecuali dilihat dari jauh. Cakupan persepsi untuk memahami obyek yang terlalu besar ini sangat terdistorsi dalam jarak dekat, mengingat manusia atau orang hanya bisa memahami secuil dari jembatan ini. Namun, baik dari sisi Surabaya ataupun Madura, kita bisa melihat jembatan dari jauh.

Foto Konstruksi kabel jembatan Suramadu, dari sisi pengendara sepeda motor.

Serial vision dari pemandangan jembatan Suramadu. Foto oleh Probo Hindarto

Serial vision dari pemandangan di sisi Madura. Disini kita tidak disambut oleh ruko, atau pemandangan penuh dengan area komersial gaya investor kelas berat, tapi disuguhkan pemandangan eksotik khas; yaitu kaki lima. Siap menunggu perubahan daerah ini menjadi lebih maju (mungkin lebih semrawut?). Klik untuk memperbesar gambar.
Didekat jembatan ini sebenarnya terdapat patung raksasa tertinggi setelah patung Liberty di New York, yaitu Jalesveva Jayamahe yang merupakan kebanggan maritim Indonesia, tapi mengingat daerah Jalesveva itu tidak dapat diakses oleh kalangan umum sehubungan dengan letaknya berada dilingkungan angkatan bersenjata AL, sangat disayangkan tidak bisa melengkapi keberadaan Suramadu ini. Letaknya juga terlalu jauh untuk bisa terlihat dari Suramadu.

Monumen Jalesveva Jayamahe seharusnya bisa melengkapi keberadaan jembatan Suramadu, sayang, ternyata tidak. Sumber gambar: printscreen Google Search.
GEO CULTURE
Hal menarik melalui pengamatan mata sehubungan dengan budaya orang Madura yang khas bisa terlihat langsung perbedaannya dari Surabaya yang terlihat cantik, glamour, bergedung tinggi, dan rapi (di bagian kotanya), maka memasuki Madura dari jembatan Suramadu kita akan disambut oleh khas kaki lima yang berderet disisi jalan disisi Madura. Tak heran karena didaerah ini belum terlihat terjamah investor meskipun dekat dengan Surabaya, kemungkinan menunggu beberapa tahun kedepan. Namun beberapa indikasi menunjukkan Bangkalan Madura mengalami peningkatan ekonomi dan migrasi disebabkan keberadaan jembatan ini.

Jembatan Suramadu menghubungkan Surabaya dan Madura. Sumber: Google Earth.

Arsitektur khas rumah Madura

Rumah khas Madura dibuat dari bata dan bata kapur, dikapur putih dan memiliki atap joglo seperti yang dijumpai di Nusa Tenggara maupun di Jawa. Atap bangunan dalam budaya Madura mirip di Jawa yaitu merupakan atap naungan yang sifatnya lebar, melindungi dari terik matahari serta memberikan pembayangan bagi penghuni sehingga merasa nyaman. Sedangkan bangunan-bangunan semi permanen dari pedagang-pedagang Madura tampaknya merupakan fenomena yang khas, biasanya dibuat dari bambu.

Denah paling sederhana dari rumah tradisional Madura. Sketsa oleh Probo Hindarto

Gambaran sederhana dari tipologi denah rumah adat Madura, kamar tidur bisa berjumlah lebih sesuai kemampuan dari pemilik rumah. Skema ini bisa berubah karena kemampuan membangun dan inovasi yang sedikit banyak menghilangkan tipologi tradisional ini. Sketsa oleh Probo Hindarto


Gambaran tipologi bangunan tradisional Madura, yang terpenting adalah memperhatikan bentuk atap khas Madura ini. Sketsa oleh Probo Hindarto

Tipologi rumah dengan atap joglo yang terpengaruh oleh adat Jawa, meskipun demikian joglo lebih dahulu ada di Madura. Sketsa oleh Probo Hindarto.

Pola penataan ruang rumah khas Madura merupakan pemisahan yang cukup jelas antara ruang tamu, kamar tidur, dan ruang belakang sebagai ruang bersama dan dapur. Beberapa varian diantaranya bila ada kamar-kamar tidur lebih banyak maka penataan sedikit banyak berubah, namun polanya masih sama yaitu ruang publik, privat dan semi privat; ruang tamu, kamar tidur, dapur. Sebagian rumah mungkin memiliki teras sehubungan dengan naungan atap yang menjorok kedepan seperti arsitektur rumah di Jawa Timur atau Jawa Tengah. Adapun kamar mandi seringkali dibuat terpisah dari rumah. Material yang digunakan seputar material lokal yang mudah didapat yaitu batu, bata, bata kapur, kayu lokal, bambu, dan genteng tanah liat.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

experi[mental] – architecture experiment by Probo Hindarto, astudio

astudioarchitect.com experi[mental] is one activity in astudio to sharpen design intuition by doing small experiments with various materials, tools, miniature, etc. The album and the slideshow will continue to be updated with the latest experiment by astudio. All experiments carried out and spearheaded by Probo Hindarto. Come back to visit the exhibition of experiments on this flickr album later to see the latest serial of experi[mental].

experi[mental] adalah salah satu aktivitas di astudio untuk mempertajam intuisi desain dengan melakukan eksperimen desain dengan berbagai material, alat, miniatur, dan sebagainya. Album dan slideshow ini akan terus diupdate dengan experimen terbaru astudio. Semua experimen dilakukan dan dimotori oleh Probo Hindarto. Datanglah kembali mengunjungi pameran experimen pada halaman ini nanti untuk melihat serial experi[mental] terbaru astudio.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Dunia dekoratif milik Frank Lloyd Wright (bagian 2)

Foto detail jendela dengan kaca patri
Desain FL Wright
Foto oleh Mikeyexists on Flickr,
CC lisence

astudioarchitect.com Melanjutkan kembali pembahasan tentang arsitektur Frank Lloyd Wright dari bagian 1, disini saya mencoba mengidentifikasi beberapa aspek desain dari FL Wright untuk menunjukkan ‘akar’ dari desain-desain tersebut. Pada desain denah bangunan, FL Wright menggunakan prinsip ‘arsitektur organis’ dengan bagian-bagian yang tumbuh dan menjalar dari sebuah rumah, dimana setiap bagian diibaratkan seperti organ tubuh yang saling membutuhkan satu sama lain. Pandangan Wright tentang pengaturan ruang berangkat dari statement arsitektur modern Louis Sullivan yang terkenal “Form follows Function” yang berarti bentuk mengikuti fungsi. Disempurnakan oleh Wright bahwa fungsi masing-masing bagian bangunan harus berinteraksi layaknya bagian tubuh. Salah satu konsekuensi prinsip ini adalah bahwa arsitektur modern memiliki tendensi untuk mengikuti fungsi tanpa memperhatikan estetika.

Salah satu bagian rumah rancangan Frank Lloyd Wright: Robbie House
Picture by Lorena Fernandez on Flickr, used under CC lisence

Namun Wright yang selalu ingin lebih maju dari masanya berpendapat bahwa fungsi harus dibarengi dengan estetika, dimana estetika ini menjadi jiwa dari sebuah ruang arsitektur. Terutama setelah mengamati arsitektur di Jepang yang pada saat itu merupakan salah satu inspirasi dari arsitektur modern, Wright memahami bahwa satu bangunan adalah kesatuan yang utuh dari bentukan paling besar hingga detail terkecilnya. Satu bangunan besar dengan estetika yang baik harus didukung oleh detail yang selaras, menjadi kesatuan dalam karya seni. Bila sebuah bangunan dari bentuk terbesarnya baik tapi saat dilihat detailnya memiliki estetika yang tidak selaras, maka masing-masing bagian itu tidak bisa menyatu dan berdiri sendiri-sendiri, dalam arti keseluruhan bangunan tidak menjadi satu kesatuan karya seni.

http://maps.google.com/maps?cbll=41.789626,-87.596246&layer=c&cbp=13,39.15,,0,-3.99&hl=en&ie=UTF8&ll=41.789625,-87.596376&spn=0,0.009645&z=17&panoid=2YuSePizNvJo7BFASz5dCg&output=svembed
View Larger Map Anda bisa menavigasikan gambar diatas, gerakkan kursor mouse Anda

Prinsip keselarasan itu yang membuat bangunan FL Wright terlihat konsisten dari bentuk terbesar hingga ke bentuk terkecilnya. Penggunaan geometri yang selaras membuahkan bangunan dengan detail ornamentasi yang selaras dengan konsep keseluruhannya. Konsistensi itu membuahkan karya yang selaras, tapi juga bisa diprediksi (sayangnya), dalam hal ini pengetahuan tentang material baru dan batas potensi penggunaan material dalam sistem konstruksi adalah ‘cutting edge’ atau inovasi dalam desain FL Wright.

Karena itu Wright cenderung untuk memperhatikan detail dan potensi material, dimana ia banyak melakukan eksperimen dengan material baru untuk tetap melampaui masanya. Barangkali saat ini semua teknologi yang digunakan Wright dalam karyanya bisa kita pahami tapi saat itu boleh jadi bagi Wright adalah eksperimen yang selalu mendahului masanya. Tak heran bila banyak bangunan yang didesain FL Wright harus mengalami kerusakan, atap bocor, dak beton yang turun/ tidak kuat, dan sebagainya. Dalam hal ini Wright mengakui bahwa ia memang ingin mengetahui bagaimana material bisa didorong hingga potensi tertingginya untuk mencapai arsitektur yang diinginkannya. Keadaan ini seringkali menimbulkan kritik atas karya-karya Wright.

Salah satu keunggulan dari arsitektur Wright adalah caranya mengoptimalkan material dengan craftmanship / pertukangan jenius dimana material yang hadir dengan cara biasa bisa didesain dengan cara luar biasa. Dengan cara ini arsitektur bisa hadir menjadi sesuatu yang lebih. Meskipun dipandang sebagai karya-karya fenomenal, karya FL Wright seringkali tidak hadir dalam skala atau kondisi arsitektur yang ‘monumental’, tapi dibuat dengan skala manusiawi dengan kelebihan bahwa arsitektur ini bisa disentuh, diraba, dilihat, dan didengar dalam skala manusia. Coba bandingkan dengan arsitektur monumental seperti desain Guggenheim Bilbao karya Frank Gehry, kita harus mengetahui konteks keseluruhan bangunan untuk mendapatkan ‘sense of aesthetic’ nya, tapi karya FL Wright merupakan karya yang indah dari sisi skala yang sangat humanistic, hal ini selaras dengan ‘Le Modulor’ nya LeCorbusier.

LeModulor oleh LeCorbusier, skala manusia menentukan tingkat kenyamanan bangunan, bila bangunan memperhatikan skala manusia dalam arti tidak terlalu besar atau kecil untuk manusia, serta ergonomis maka biasanya merupakan desain yang nyaman dipakai seperti baju (dewasa ini bangunan-bangunan banyak yang tidak selaras dengan prinsip ini)

Bangunan-bangunan FL Wright:


Clinton Walker Residence.
Foto oleh Keith Daly, CC lisence
Falling water, pandangan dari arah sungai.
Foto oleh Rob Williams, CC lisence

Sisi lain dari ‘Falling Water, Kauffman house’.
Foto oleh Chavelli, CC lisence

Moore House.
Foto oleh Clark Maxwell, CC lisence

Taliesin.
Foto oleh Steve Minor, CC lisence

Detail arsitektur Frank Lloyd Wright:


Detail ornamentasi bangunan FL Wright, terlihat keindahan dalam bagian terkecilnya.
Foto oleh ClarkMaxwell, CC lisence.


Detail dinding berbahan semen (beton), meskipun homogen tapi terlihat berbeda bila pengerjaan (craftmanship) dibuat halus, penuh cita rasa seni dan presisi.
Foto oleh: Ken McCown, CC lisence


Guggenheim NYC interior.
Foto oleh Chris Bastian, CC lisence.


Johnson Wax building interior.
Foto oleh ChigagoGeek, CC lisence

Interior Design Frank Lloyd Wright

Meyer May Home interior design.
Foto oleh Michael Reed, CC lisence

Unity Temple interior design.
Foto oleh Lauren Maning, CC lisence.
Jangan lupakan arsitek Indonesia dalam cara pandang atau metode merancang seperti in (dalam beberapa aspek), banyak arsitek Indonesia yang kita kenal barangkali memiliki metode yang sama barangkali karena model arsitektur yang digunakan (hingga saat saya menulis ini, setidaknya ;) Bukan berarti saya mengatakan bahwa kita bisa mencontoh cara mendesain/ cara pandang arsitektur, tapi metode yang sama mungkin berlaku bagi beberapa arsitek, dengan hasil yang tentu saja sangat berbeda. Cara pandang terhadap arsitektur FL Wright ini bisa kita coba telaah sebagai metode dalam mendesain namun bukan berarti merupakan satu-satunya cara terbaik. Dalam artikel-artikel selanjutnya saya akan mencoba mengupas metode mendesain dari berbagai arsitek lain.
_______________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.

All rights reserved.

Telah terbit: 2 buku Probo Hindarto "seri Hunian" – tema rumah indah – rumah mungil

astudioarchitect.com Dua buah buku Probo Hindarto baru saja terbit, puji syukur kepada Tuhan YME atas terbitnya dua buku ini, yaitu dua seri ‘Hunian’ yang membahas tentang berbagai aspek rumah, terutama menyangkut keindahan rumah dan bagaimana menata rumah, khususnya rumah di lahan terbatas. Dalam kedua seri ini, salah satunya membahas khusus tentang keindahan dan bagaimana merancang rumah yang indah, sedangkan yang satunya membahas tentang berbagai aspek rumah di lahan terbatas.

Diterbitkan melalui Penerbit Andi, buku ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin membangun rumah, dengan berbagai penjelasan dan contoh-contoh desain baik foto maupun desain grafis. Buku ini sudah tersedia terutama di jaringan toko Buku Gramedia, Toga Mas, Kharisma (mungkin), dan toko-toko buku dimana Anda bisa mendapatkan atau membeli buku dari penerbit Andi.

Dalam buku ini sebagian besar dibahas contoh-contoh dari desain real / proyek real sehingga apa yang terdapat dalam buku ini tentunya bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkesan berlebihan atau desain yang eksperimental. Saya mengharapkan untuk bisa menulis terus buku-buku tentang arsitektur dan rumah tinggal, untuk memberikan sumbangan bagi literatur arsitektur desain dan interior di Indonesia. Terimakasih, para pembaca astudio :)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Dunia dekoratif milik Frank Lloyd Wright (bagian 1)

astudioarchitect.com Frank Lloyd Wright disebut sebagai salah satu arsitek paling kenamaan di era modern, dengan karya lebih dari 300 desain rumah. FL Wright juga menjadi arsitek yang dikagumi hingga sekarang oleh arsitek-arsitek lain (termasuk saya :) Dalam artikel ini (dan bersambung ke seri FL Wright selanjutnya) saya mencoba mengupas dan belajar tentang arsitektur FL Wright sekaligus menunjukkan beberapa kualitas desainnya yang mungkin bisa memberikan inspirasi.

Cita rasa arsitektur FL Wright dimulai dengan permainan menyusun balok yaitu ‘Froebel Blocks” merupakan permainan dan metode pendidikan untuk anak-anak. Permainan ini kelak memberikan inspirasi pada intuisi spasial FL Wright untuk karya-karyanya, Permainan ini mengajak anak-anak memahami ruang dalam skala kecil dengan menyusun balok-balok dalam berbagai bentuk, dalam hal ini mengasah kepekaan mereka akan konsekuensi ruang akibat penyusunan dan penataan balok. Pengalaman masa kecil FL Wright seperti berpindah-pindah rumah, perceraian orang tua, serta bekerja di ladang milik pamannya boleh jadi turut memberikan pemahaman tentang kesatuan keluarga dan ‘arsitektur organis’ dengan bagian-bagian rumah yang merupakan metafora bagian-bagian tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, dan sebagainya yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Kesamaan dengan arsitektur ‘metabolism’ yang dikembangkan arsitek-arsitek Jepang pada masanya adalah bahwa bagian-bagian bangunan ini bekerja sama seperti mesin hidup dalam ‘arsitektur organis’. Pendidikan FL Wright tidak lulus SMU, tapi mengikuti kursus atau magang arsitektur pada Sullivan-Adler architect sebelum akhirnya membuka kantornya sendiri.

Rumah pertama yang dirancang FL Wright yaitu rumahnya sendiri di Oak Park, IL
photo by Michael Clesle on Flickr, used under CC lisence

Karya pertama Wright yaitu Rumah pribadinya di Oak Park illinois sudah menunjukkan kualitas desain yang dimiliki FL Wright dengan perpaduan garis bidang yang cukup menakjubkan. Dari luar atapnya terlihat memiliki kemiringan yang tajam dan sangat berbeda dari jenis arsitektur ‘Victorian’ yang berkembang saat itu sebagai jenis arsitektur yang digemari. Model ini bila dibandingkan dengan kondisi di Indonesia seperti jenis arsitektur baru yang menjadi pembanding perubahan mendasar untuk jenis arsitektur ‘umum’ seperti gaya arsitektur Klasik atau Mediterania.

http://maps.google.com/maps?ie=UTF8&q=frank+lloyd+wright+oak+park+illinois&fb=1&hq=frank+lloyd+wright&hnear=Oak+Park,+IL&hl=en&view=map&cid=8954960315244616513&ved=0CHIQpQY&ei=1VmyTLijGZCOvAPvt_HhDQ&ll=41.894306,-87.799144&spn=0.006295,0.006295&layer=c&cbll=41.894312,-87.799723&panoid=sbRJdQ-ntPXQ2rzxB_JgsQ&cbp=12,175.39,,0,-2.62&source=embed&output=svembed
View Larger Map

(Anda bisa me-navigasi-kan gambar diatas, letakkan kursor mouse Anda pada gambar dan gerakkan ke kanan kiri, atas bawah)

“Play Room” atau ruang bermain dalam rumah FL Wright  di Oak Park, IL.
photo by Tanguero on Flickr, used under CC lisence
Baik pada eksterior maupun interior design-nya, FL Wright banyak bermain dengan unsur bidang dan garis dengan jenis arsitektur yang ‘hangat’ terlihat dari desain yang menyeluruh dari bentuk rumah, interior hingga perabot yang paling kecil seperti meja kursi, bentuk lampu, dan sebagainya. Hal yang paling menarik selain bentuk bangunan adalah penggunaan ornamentasi yang – disebut ataupun tidak – selaras dengan semangat ‘art deco’ yang belum diklaim sebagai gaya arsitektur yang cukup terorganisasi. Penggunaan dekorasi bervariasi dari berbagai dekorasi yang terinspirasi dari bentuk-bentuk dekorasi primitif seperti hiasan Aztec-Inca (ini menurut pengamatan pribadi saya). 
Kekuatan utama arsitektur FL Wright adalah ‘craftmanship’ atau pertukangan yang jenius, serta detail yang selaras dari bagian terbesarnya (bentuk rumah) hingga ke detail terkecilnya (perabot), membentuk kesatuan arsitektur dan interior yang terintegrasi dan custom made. Melihat pada bentuk arsitektur rumah desain FL Wright bagi saya pribadi seperti sebuah ‘furniture  besar’ daripada sebuah arsitektur rumah yang monumental tapi tanpa arti. Furniture dalam arti yang sangat ‘liveable’ atau nyaman ditinggali. 

(bersambung ke artikel tentang FL Wright selanjutnya…)


Simak dalam episode selanjutnya: dunia dekoratif milik FL Wright… :)
photo by Deltasly on Flickr, used under CC lisence

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.