Arsip Kategori: buku

Atap bertanaman ekologis dan fungsional

astudioarchitect.com Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial. Tujuannya adalah agar bisa memiliki taman meskipun berada diatas bangunan. Dalam merencanakan konstruksi taman diatas atap, kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia. Dalam artikel ini saya pilihkan buku yang ditulis Heinz Frick berjudul  ’Atap bertanaman ekologis dan fungsional’.

sumber gambar: http://www.thaigardendesign.com 

Kutipan: Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:

  • beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering. 
  • Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
  • Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
  • Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang. 
  • Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut. 
  • Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini. 
  • Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani. 
  • Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan. 

Aspek Konstruksi dan Susunannya

  • Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
  • Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
  • atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
  • lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
  • lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
  • lapisan drainase (pengaliran air);
  • lapisan penyaring;
  • lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
  • vegetasi (tanaman/pepohonan)

Ketebalan dari konstruksi taman diatas atap akan bervariasi tergantung pada tanaman yang akan ditanam, rancangan sistem, dan fungsi tambahan lainnya disekitar taman.

http://books.google.co.id/books?id=q5VK8df79_cC&lpg=PA45&dq=atap%20bertanaman%20ekologis&pg=PP1&output=embed
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ruang Duduk Pilihan

astudioarchitect.com Ruang duduk biasanya menjadi sudut paling inspiratif dalam rumah untuk digunakan membaca buku, menikmati kudapan serta kegiatan santai lainnya. Inspirasi adalah sesuatu yang kita butuhkan apalagi saat mendesain, terutama untuk ruang-ruang yang diharapkan menjadi salah satu ruang paling unik, misalnya ruang duduk. Imelda Akmal menuliskan buku inspiratif ‘Ruang Duduk Pilihan’ yang seperti buku-buku Imelda lainnya; mengetengahkan contoh ruang duduk berbagai suasana yang modern untuk Anda pertimbangkan dalam desain hunian Anda. 

http://books.google.co.id/books?id=8k9QHMbKrIkC&lpg=PA38&dq=desain%20rumah&pg=PP1&output=embed


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ragam Inspirasi Interior Rumah [buku]

astudioarchitect.com Mendapatkan inspirasi untuk desain interior rumah kita kadang merupakan hal yang gampang susah, mengingat kita tidak setiap hari mendesain interior atau memilih pernak pernik interior. Barangkali dengan membaca buku ini Anda akan mendapatkan beberapa inspirasi menarik seputar interior desain, ditulis oleh tim D’Maximus, buku ini mengetengahkan ide-ide segar bagi Anda yang sudah merasa bosan dengan gaya interior rumah Anda saat ini. 

Dalam buku ini dimuat banyak contoh desain interior seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan juga kamar tidur. Bila Anda beruntung, mungkin masih bisa mendapatkan bukunya.

http://books.google.co.id/books?id=lpd0JtuQLbEC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]

astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 

Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.

Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 
Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 

http://books.google.com/books?id=Oo74gXf6FFAC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Make Over Ruang Tamu [buku]

astudioarchitect.com [pustaka interior] Merencanakan ruang tamu mungkin merupakan bagian kecil dari berumah-tinggal, namun kadangkala ruang yang biasanya terletak didepan ini memang menjadi pertimbangan khusus agar tampil menarik, membuat betah dalam rangka menjamu tamu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk menengok buku yang ditulis oleh Randy Permata Dahlan dan Yogie Candra Bhumi ini, yang bisa memberi inspirasi pada kita tentang bagaimana menata ruang tamu. Ruang tamu memiliki banyak elemen yang terutama untuk mencapai tujuan agar ruang tersebut nyaman. 

Kutipan: Rumah yang baik akan memiliki elemen yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Pada kondisi ideal, sebuah tumah akan memikirkan elemen ruang yang terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga atau dikenal sebagai ruang tengah, kamar mandi, ruang kerja, dapur, gudang, dan garasi. Masing-masing elemen tadi akhirnya menjadi penting akibat pengaruh budaya serta tata nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial dan budaya pastilah memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi, berbincang, serta menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan bertamu menjadi hal yang umurn dilakukan. Ruang tamu kemudian menjadi elemen rumah yang sangat penting untuk mewujudkan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan budaya.

Seberapa pentingkah arti dan fungsi sebuah ruang tamu? Sejak zaman dahulu, peran penting budaya bemosialisasi dan bertamu dalam kehidupan bermasyarakat telah ditunjukkan oleh berbagai arsitektur vernakular Indonesta. Sebagai contoh, dapat dilahat bagaimana rumah panggung adat Aceh yang menempatkan sebuah ruang khusus setelah tangga masuk rumah mereka untuk menerima tamu. Juga pembagian struktur pada rumah jaglo adat Jawa yang idealnya memiliki area pendapa atau pendopo di bagian depan rumah untuk menerima tamu dan aktivitas publik lainnya. Demikian halnya dengan tawalo pada rumah adat Nias Selatan yang juga berfungsi untuk menerima tamu. Sernua tipe rumah tersebut menunjukkan bahwa tamu memang amat penting dalam budaya masyarakat Indonesia.

http://books.google.com/books?id=75Ieb07lqxoC&lpg=PA14&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan [buku]

astudioarchitect.com Rumah yang ‘hijau’ atau ramah lingkungan bermanfaat bagi penghuni dan juga lingkungan sekitar rumah. Seiring dengan berjalannya waktu rumah-rumah banyak yang didesain diatas lahan terbatas dan mungil. Konsep perancangan ‘hijau’ seringkali menjadi kendala mengingat tidak semua konsep bisa diterapkan dalam desain rumah mungil. Buku ini mengupas banyak tentang konsep rumah mungil yang ‘hijau’ dan merupakan konsep rancangan hasil sayembara. Ditulis oleh Imelda Akmal.

KUTIPAN: Mengapa Arsitektur Rumah Mungil Hijau?
Rumah mungil hijau adalah penerapan arsitektur hijau dalam hunian yang menempati lahan terbatas. Banyak ahli berpendapat, rumah mungil hijau adalah hunian masa depan yang sudah seharusnya diterapkan dimanapun di dunia, terutama di kota kota besar.

Tinggal di rumah mungil dalam beberapa sisi sangat menguntungkan. Tidak hanya karena harganya yang relatif lebih rendah, tapi juga karena biaya perawatannya yang cenderung lebih hemat dan sistem pengaturan serta pengawasannya yang lebih mudah.

Arsitektur Hijau?

Sederhananya, arsitektur hijau adalah perancangan dan pembangunan sebuah konstruksi dengan pendekatan desain dan metode yang seminimal mungkin memiliki dampak yang merugikan lingkungan. Karena itu, arsitektur hijau sering disebut arsitektur ramah lingkungan. 
sumber gambar: buku 31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan
Secara umum disepakati bahwa bangunan hijau merupakan struktur yang berlokasi, dirancang, dibangun, direnovasi, dan dioperasikan dengan efisien sehingga akan sesedikit mungkin merugikan lingkungan. Arsitektur hijau yang tidak akan meminimalisasi, namun memiliki sistem yang berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial sepanjang umur bangunan tersebut disebut arsitektur berkelanjutan atau sustainable architecture dan merupakan tujuan tertinggi dari konsep green architecture ini. 
Reduce, Reuse, Ricycle
Ada beberapa pendekatan untuk membangun sebuah bangunan hijau, yaitu yang biasa dikenal dengan tiga kata sederhana: reduce, reuse, dan ricycle. Sebenarnya ketiga hal ini sudah menjadi kebiasaan dasar seseorang yang peduli lingkungan.
Reduce. Bangunan hijau mengutamakan penggunaan material lokal yang dibiarkan alami atau dipoles dengan material ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon dan zat racun yang dihasilkan proses transportasi serta finishing. 
Bangunan hijau mengutamakan ventilasi yang baik dan pencahayaan yang optimal sehingga mengurangi pemakaian listrik. Bangunan hijau juga mengutamakan . efisiensi utilitas dan pemipaan, menghemat pemakaian air, terutama air tanah, dengan membuat banyak penghijauan dan memanfaatkan air hujan sebagai salah satu sumber airnya.
Reuse. Menggunakan ulang. Memakai kembali dan memperpanjang usia manfaat dari berbagai benda yang sudah dipakai. Ini dengan sendirinya mengurangi jumlah sampah dan limbah bangunan. Dalam kasus kasus renovasi, bangunan hijau akan memakai kembali secara optimal material dari bangunan lama seperti kusen, genteng, penutup lantai dan teralis.
Recycle. Mendaur ulang. Merupakan usaha penggunaan ulang barang atau bahan yang sudah digunakan dengan menambahkan bahan lain dan menggunakan teknologi sehingga menghasilkan suatu benda atau bahan yang baru untuk digunakan kembali. Bangunan hijau turut memperbarui energi dengan memanfaatkan teknologi panel surya yang memakai panas matahari sebagai sumber energinya – demikian juga energi air dan angin.

http://books.google.com/books?id=hRIKKmhHpLwC&lpg=PA2&dq=imelda%20akmal&pg=PA1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bahasa Pohon Selamatkan Bumi [buku]

astudioarchitect.com Memahami apa yang ada disekitar kita, berkaitan dengan arsitektur dan lingkungan, bisa kita temukan saat membaca buku yang ditulis oleh Nirwono Joga dan Yori Antar ini. Sebuah buku dengan paparan sederhana tentang berbagai fakta dan problema sehari-hari yang menghimpit kota besar Jakarta. Dituturkan dalam bahasa yang mudah dimengerti untuk membuat kita berpikir tentang banyak hal, Nirwono Joga dan Yori Antar mengambil banyak kasus yang tidak mencoba untuk menyelesaikan semua masalah, namun kadang memberi sebuah pencerahan. 

Kutipan:
Menginginkan Jakarta dan kota besar lainnya yang bebas
banjir adalah keinginan sederhana dan wajar. Namun banjir
di Jakarta sejatinya berhulu pada masalah kepemimpinan
(politik), visi, dan pemahaman pada skala prioritas.
Fenomena alam akan selalu menimbulkan permasalahan
berupa musibah atau bencana manakala kehidupan manusia
terganggu atau jiwa mereka terancam. Bencana hanya
berlaku pada kawasan tempat manusia tinggal dan
menyebabkan korban jiwa. Kehilangan harta benda, atau
telah mengganggu perikehidupan aktivitas manusia.

Sebab akibat
Dahulu kala Jakarta masih berpenduduk sedikit dan
menyediakan begitu luas ruang terbuka hijau (RTH).
Namun. pembangunan fisik struktur kota yang menuju
arah maksimal telah menggerogoti RTH yang notabene
daerah resapan air. Semua warga lakarta harus sadar bahwa
banjir adalah soal tata kota yang semrawut yang lebih
mementingkan pembangunan sarana fisik, baik itu berupa
hotel, apartemen, mal, jalan tol, maupun lahan parkir.
Pembangunan sarana baik ini rnenghabiskan ruang terbuka
hijau (RTH) dalam area yang sangat luas dan tidak berfokus
dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Luasan RTH yang juga berfungsi sebagai daerah resapan
air terus berkurang secara sistematis

Bumi dan perempuan adalah ratu. Kata bumi sendiri
berkonotasi perempuan. Bumi tempat pohon berpijak
rnenghujamkan akarnya. Bumi, pohon, dan perempuan
menginspirasi Garin Nugroho untuk membuat film
terbarunya berjudul Under The Tree. Bagi Garin, pohon
mempunyai banyak makna yang menjadi bagian tak
terlupakan dalam kehidupan semua orang di Bumi. Pohon
dan perempuan juga telah mendorong Gerakan Perempuan
Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon setiap tanggal I
Desember) untuk menyelamatkan Bumi.

Pohon beringin dipilih sebagai lambang
Persatuan lndonesia, sila ketiga Pancasila Pohon kalpataru
, pohon kehidupan. dijadikan simbol
penghargaan bagi pahlawan pelestarian lingkungan hidup.
Meski bukan partai hijau, sebuah partai politik besar justru
memakai lambang pohon beringin untuk mencitrakan
partai yang memberi keteduhan kepada rakyat.
Pusat-pusat kota di Jawa ditandai dengan dua pohon
beringin kurung di alun-alun sebagai titik nol kota. Pohon
kamboja banyak ditanam di pura-pura suci
di Bali atau di tanah pemakaman di Jawa.
Sebutan kota-kota kita juga ada yang berasal dari ciri khas
pohon-pohonnya. seperti Semarang (pohon asem yang
ditanam jarang-jarang). Bogor yang identik dengan pohon
kenari. Begitu pula sejumlah kawasan di Jakarta dulu Sunda

United Nations Environment Programme (UNEP. 2007)
berkampanye ‘Plant for the Planet: Billion Tree Campaign’.
sebagai salah satu upaya memulihkan kembali kondisi Bumi
dari pemanasan global melalui gerakan menanam pohon. Di negara kita.
gerakan penghijauan masih sekadar seremonial belaka.
Terbengkalai, tidak dipelihara, dan mati.

Menanam pohon ada aturannya, tidak asal tanam.
Penanaman pohon mensyaratkan kecocokan jenis pohon
(pantai, dataran rendah, pegunungan), fungsi (ekologis.
ekonomis, estetis), ketepatan cara (standar keamanan dan
keselamatan), waktu penanaman, penyediaan, pemilihan.
dan pendistribusian (dalam jumlah besar), serta
pemeliharaan. Penanaman memperhatikan
segi estetika arsitektural, lanskap visual kota, peran
maksimal terhadap lingkungan, keamanan konstruksi,
batang yang tidak mudah patah, dan umur yang panjang,
yaitu sampai ratusan tahun.

Pohon-pohon pengikat tanah dan penyimpan air tanah
ditanam di lahan kritis yang rawan longsor dan erosi. Pohon
bakau mernagari kawasan tepian pantai menyusup
ke jantung kota melalui bantaran kali untuk mencegah
intrusi air laut, menahan abrasi pantai, menahan air pasang,
angin. dan gelombang besar dari lautan lepas, mencegah
pendangkalan dan penyempitan badan air, menyerap
limpahan air dari daratan (saat banjir), menetralisasi
pencemaran air laut. dan melestarikan habitat tiga ekosistem
hutan bakau yang kaya keanekaragaman hayati.

Jenis pohon yang terpilih sebagai pobon penyelamatan
(escape trees) ditanam di sepanjang jalur evakuasi bencana
(escape route) menuju taman atau bangunan penyelamatan
(escape building) lainnya. Penanaman pohon besar di
sepanjang jalur hijau jalan. jalur pedestrian. bantaran rel
kereta api, jalur tegangan tinggi, serta jalur tepian air
bantaran kali, situ, waduk, tepi pantai, dan rawa-rawa akan
membentuk infrastruktur hijau raksasa yang berfungsi
ekologis. Kota pohon memberikan keteduhan pada pejalan
kaki dan pengendara sepeda.

Berbagai penelitian membuktikan satu hektar ruang terbuka
hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar menghasilkan 0.6
ton O2 untuk 1500 penduduk/hari, menyerap 2.5 ton
02/tahun, menyimpan 900 ml air tanah/tahun, mentransfer air 4.000 liter/hari,
menurunkan suhu 5-8 derajat Celsius, meredam kebisingan
25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin 75-80 persen.
Setiap mobil mengeluarkan gas emisi yang dapat diserap
oleh 4 pohon dewasa (tinggi I0 meter ke atas, diameter
batang lebih dari 10 sentimeter, tajuk lebar, berdaun lebat).
Pemerintah perlu mensurvei ulang mendeteksi tingkat
kesehatan dan keamanan, serta mengambil tindakan
perawatan, pemeliharaan, dan asuransi pohon.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Kamar Mandi Bernuansa Alam [buku]

astudioarchitect.com Kamar mandi merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah rumah maupun bangunan lainnya. Saat ini fungsi kamar mandi sudah meluas dan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membersihkan diri, hal ini karena kamar mandi bisa menjadi tempat termahal dan termewah dalam sebuah rumah, karena peralatan dan fasilitasnya. Misalnya, satu keran air dengan showernya banyak yang seharga lebih dari 5 juta rupiah. Tidak hanya bak mandi, shower dan kloset, kamar mandi juga bisa dilengkapi dengan bathtub, washtafel, bahkan taman pribadi. Kamar mandi bisa digunakan untuk kegiatan seperti relaksasi, berendam, membaca, bahkan menikmati alam bila dilengkapi dengan bagian taman tersendiri. 

Melalui buku yang saya pilihkan ini, saya mengajak pembaca astudio untuk melihat banyak kemungkinan yang bisa ditawarkan oleh sebuah kamar mandi nuansa alam. Dituliskan oleh Hengky Pramudya, terdapat beberapa langkah untuk mendesain kamar mandi bernuansa alam. Pertama kita harus merencanakan zona atau perletakan peralatan dan fasilitas kamar mandi, karena hubungannya dengan perpipaan dan pembuangan air. Kedua kita harus merencanakan penghawaan alaminya, karena kamar mandi yang baik seharusnya tidak menggunakan penghawaan buatan ataupun exhaust fan. Keberadaan sebuah taman didalam kamar mandi meskipun hanya merupakan bagian kecil sudah merupakan kelebihan tersendiri. Langkah selanjutnya bisa Anda baca dalam buku ini.

Dapatkan buku ini di toko buku terdekat. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah Murah [buku]

astudioarchitect.com Memiliki rumah adalah kebutuhan yang cukup utama bagi setiap keluarga, meskipun demikian tidak semua mampu mewujudkan mimpi memiliki rumah. Pembangunan yang menelan biaya cukup banyak merupakan kendala yang biasa terjadi. Bagaimana cara membangun dengan biaya murah? Buku ‘Rumah Murah’ dari seri Rumah Ide ini mungkin bisa memberi beberapa gambaran umum, meskipun dalam preview ini tidak seluruhnya ditampilkan. 
Kutipan:

Struktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam anggaran biaya pembangunan rumah. Terkadang pembuatan struktur memakan 40-50% dari total biaya. Tentu saja hal ini perlu dicermati dalam upaya menekan biaya pembangunan. Sebaliknya, desain rumah disesuaikan dengan bentang dan bentuk struktur paling maksimal. Dengan demikian, penggunaan material bangunan tidak menyisakan banyak bahan.

Tips untuk Konstruksi hemat:
Ukuran rumah
Pastikan ukuran rumah Anda merupakan angka genap atau kelipatan angka panjang bahan material. Untuk baja, ukuran 3 meter, 6 meter, 9 meter adalah angka ideal. Untuk beton, kelipatan 4 meter merupakan angka yang efektif.

Bentuk Rumah.
Bentuk denah kotak atau persegi panjang jauh lebih murah dan efisien dibanding segitiga atau bentuk bersudut lainnya. Dari sisi material bangunan, bentuk melengkung biasanya menyisakan bahan material cukup banayk.

Lahan rumah.
Lokasi juga mempengaruhi besar biaya struktur dan konstruksi. Memilih lahan dengan kemiringan yang cukup curam akan menambah biaya perataan tanah.

http://books.google.com/books?id=j91BmoukSLcC&lpg=PA19&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________ by Probo Hindarto© Copyright 2011 astudio Indonesia. All rights reserved.

Easy Green Living, cara mudah dari Valerina Daniel

astudioarchitect.com Valerina Daniel, seorang pembawa acara di salah satu Stasiun Televisi, menunjukkan pada kita banyak tips dari hal terkecil untuk turut mencegah pemanasan global [Global Warming] yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, suhu memanas, makin banyak sampah, dan sebagainya. Banyak aspek bisa dilakukan; misalnya menghemat listrik dan air. Bagaimana tips dari Valerina Daniel dalam membantu mencegah pemanasan global? 

Kutipan:

Membangun Rumah Hijau
Tidak sulit mewujudkan rumah hunian yang ‘hijau’. Cukup hadirkan bangunan tropis tapi hemat bahan (minimalis). Berikut tips- tips dan Nirwono Joga:
• Efisiensi lahan, volume bangunan, dan optimalisasi fungsi ruang dengan menyatukan beberapa ruangan dan fungsinya sekaligus, misalnya ruang tamu, wang duduk, dan ruang makan.
• Pintu dan jendela kaca dibuat lebar, dengan tujuan menyatukan ruang luas ke ruang dalam (atau sebaliknya), baik secara visual atau perluasan ruang guna menampung berbagai kegiatan.
• Lantai rumah dan plesteran semen agar terasa dingin di kaki dan nyaman diduduki.
• Ruangan berkonsep terbuka dengan sedikit sekat, kecuali area privasi (seperti kamar tidur dan kamar mandi).
• Dinding semen plesteran yang rapi memberi kesan dingin dan netral, dinding batu bata berwarna terakota akan menghangatkan suasana ruang luar dapur atau teras ruang keluarga. Ekspos batu bata yang polos (mudah menyerap air saat hujan), lumut yang tumbuh akan menambah eksotik bangunan dan kelembutan bangunan secara alami, selain sangat menghemat biaya cat atau wallpaper.
• Kamar mandi dibuat efisien, bersih, kering. Dapat dilengkapi dengan skylight (genteng fiberglass) untuk menghangatkan ruang. Ada ventilasi udara agar tidak lembap, tinggi pintu tidak penuh (udara dapat mengalir), lantai tidak licin (lantai keramik kasar, berukuran kecil-sedang), plafon tinggi (2,5—3 meter).
• Menghadirkan ruang-ruang hijau di luar, dalam, hingga di atas bangunan. Manfaatnya sebagai penghambat radiasi sinar matahari, menyegarkan pandangan mata, kestabilan suhu permukaan (dinding) beton, dan menghemat pemakaian AC.

Gagasan rumah hijau ini sudah lazim dilakukan di Jepang dan Jerman untuk memperbaiki kualitas Iingkungan kota dan menurunkan suhu kota. Tujuannya ialah untuk mendinginkan udara sekitar rumah, menyegarkan pikiran karena selalu melihat kesegaran alam, dan bisa difungsikan pula sebagai arena bermain anak-anak. Maka, peliharalah banyak tanaman di halaman rumah, balk berupa pepohonan, bunga, dan rumput.
Namun, jika lahan yang dimiliki terbatas, masih banyak cara yang bisa digunakan untuk ‘menghijaukan’ rumah, misalnya menanam dalam pot-pot, kaleng, atau tabung kaca yang disebut terarium. Pot-pot itu bisa diletakkan di teras rumah, di dalam, atau bahkan digantung-gantung di sekeliling rumah. Selain mempercantik penampilan rumah, keluarga di rumah bisa hidup lebih sehat, dan bumi semakin lestari. Medianya pun tak harus tanah, tapi bisa pasir, ijuk, serbuk gergaji, dan sebagainya, bergantung jenis tanamannya. Kalau tak mau repot menyiram tiap han, bisa memilih tanaman-tanaman yang hanya perlu disiram seminggu sekali, seperti kaktus. Semakin hijau, maka dunia akan semakin sejuk dan kita semakin sehat.

Baca sebagian buku Valerina Daniel dalam embed Google Books berikut:

http://books.google.com/books?id=mq4m3H-IgXUC&lpg=PA46&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.