Category Archives: dapur

Beberapa pertanyaan tentang Dapur

astudioarchitect.com 1. Apa fungsi dapur? Fungsi dapur adalah memberikan tempat bagi aktivitas menyiapkan dan menyediakan makanan. Tapi pada saat ini fungsi dapur sudah lebih banyak dan beragam, dalam arti sudah melebar fungsinya menjadi tempat untuk bersosialisasi atau bertemu dengan anggota keluarga lainnya bahkan tamu, karena itu dapur harus disetting menjadi lebih baik dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut.

foto atas oleh Telstar Logistics

2. Dimana sebaiknya meletakkan dapur? depan atau belakang rumah? Pada masa lalu, dapur seringkali diasosiasikan dengan tempat yang tidak bersih, kotor, bahkan harus disembunyikan dan karena itu biasanya diletakkan di belakang rumah. Tapi saat ini dapur dengan fungsi yang lebih banyak tersebut bisa diletakkan di tempat yang terlihat seperti di bagian depan rumah, di tengah dan sebagainya. Kadang-kadang karena rumah sempit maka dapur bisa diletakkan berdekatan atau menyatu dengan ruang makan, dan sedikit berada didekat atau bahkan juga menyatu dengan ruang keluarga.

3. Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yg efisien? Dalam menata dapur harus memperhatikan bagaimana alur kerja/ aktivitas dalam dapur tersebut. Dalam dapur terdapat berbagai barang/ benda yang harus disimpan di tempat yang tepat sehingga penyimpanan termasuk dalam hal yang sangat penting untuk desain dapur yang efisien. Misalnya dimana kita meletakkan piring, sendok garpu, dan peralatan memasak. Disamping itu penting diperhatikan dimana letak kitchen sink-nya, letak kompor, penyedot asap, dan sebagainya.

http://sketchup.google.com/3dwarehouse/mini?mid=dd70197d65381eef4c62bee40dcdc539&etyp=sw&width=510&height=400
Anda bisa melihat model 3D dari gambar diatas, klik dan gerakkan mouse Anda.

4. Apa saja ciri-ciri dapur yang sehat? Dapur yang sehat harus memiliki pembuangan sampah dan limbah yang baik, dan bisa menangani polusi udara dari pembakaran kompor. Ini berarti kita harus menyediakan sistem sanitasi yang tepat dengan menyediakan kitchen sink, keran air, saluran pipa pembuangan air, penyedot asap, bak penangkap lemak dari sisa makanan/ sampah organik. Dengan demikian maka dapur akan menjadi bersih dan selalu sehat.

5. Bagaimana pencahayaan dan ventilasi yang baik pada dapur? Diruang dapur, perlu dipikirkan agar cahaya dari jendela bisa menerangi dengan baik agar proses memasak berjalan baik dan tidak perlu penerngan buatan pada siang hari. Ini berarti memperkecil penggunaan listrik. Ini bisa diselesaikan dengan desain yang baik dan memperhatikan arah jatuhnya sinar dari jendela. Kadangkala bila diperlukan dapur bisa direnovasi untuk mengubah letak jendelanya.

Untuk ventilasi yang paling baik adalah menggunakan ventilasi alami dengan membuat bukaan jendela dan ventilasi yang cukup untuk area dapur. Terutama untuk ventilasi bagian bawah agar bisa diperhatikan untuk keselamatan saat menggunakan kompor gas, karena kita tahu tabung gas dan saluran pipanya bisa bocor dan sangat berbahaya. Untuk keselamatan yang lebih, usahakan agar lantai dapur lebih tinggi dari ventilasi bawah, sehingga bila ada kebocoran gas bisa keluar dengan segera melalui ventilasi bawah di dapur. Ada pula yang lebih memilih menggunakan dapur dengan desain semi terbuka, yaitu dapur tanpa pintu dan menghadap langsung ke taman sehingga udara dengan bebas bisa masuk. Kekurangannya adalah kita harus memperhatikan agar kabinet tidak menjadi sarang tikus atau binatang lainnya.

6. Bgm cara menata dapur di ruang yang kecil/sempit? Dapur di ruangan sempit tetap harus memperhatikan kebutuhan utama dari dapur yaitu memasak, mencuci, menyiapkan makanan. Karena itu setidaknya harus ada sink, kabinet, dan bila dibutuhkan ada kompor. Dewasa ini dapur juga dibedakan menjadi dapur bersih dan dapur kotor. Di dapur bersih biasanya tidak ada kompor. Ada pula hunian yang tidak perlu dapur kotor, misalnya di apartemen yang luasannya terbatas.

7. Perbedaan dapur ukuran besar dan ukuran kecil? dari cara menata atau fungsi? Perbedaannya, selain dari ukuran, bisa juga dari banyaknya fasilitas yang disediakan oleh dapur tersebut. Cara menatanya juga berbeda, misalnya dapur sempit karena keterbatasan harus didesain dengan kompak dan memakan sedikit tempat. Untuk dapur yang besar bisa lebih lega menatanya.

8. Antara dapur besar dan kecil lebih multifungsi mana? Dapur besar ataupun kecil itu tidak masalah, karena yang penting adalah dapur bisa berfungsi dengan baik. Kebutuhan utama dari dapur adalah memasak, menyimpan, menyiapkan makanan. Karena itu kebutuhan utama adalah kitchen sink, kompor, kabinet penyimpan, dan tempat untuk menyiapkan atau memotong-motong bahan makanan. Bila ini sudah ada semua maka dapur yang kecil pun sudah baik.  Dari segi kepraktisan kadang dapur yang kecil juga bisa sangat praktis, karena didapur yang besar kadang malah tidak efisien, dalam arti pekerjaan memasak dan menyiapkan makanan jadi lebih ribet.

9. Keuntungan dan kerugian dapur kecil? Keuntungannya bisa lebih efisien dan praktis.
kerugiannya bila terlalu kecil bisa menyulitkan saat ingin menyimpan barang atau beraktivitas karena terlalu sempit.

10. Bgm cara memanfaatkan ruang sempit untuk menjadi dapur yang berguna dan efisien? Dapur yang baik sebagaimana disebutkan diatas harus memiliki fasilitas yang dibutuhkan, agar menjadi efisien dan tepat guna. Terutama untuk dapur dengan luasan yang sempit harus didesain sedemikian rupa agar bisa efisien, dalam arti tidak terlalu boros tempat tapi masih bisa memiliki fungsi yang dibutuhkan. Dapur juga bisa dilengkapi dengan semacam meja bar jika dibutuhkan, yaitu meja bar yang menyatu dengan desain kitchen setnya. Meja bar ini bisa digunakan pula sebagai meja makan atau meja sarapan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Kitchen set dengan lay out berbentuk L. Model 3 Dimensi

astudioarchitect.com Bentuk tata ruang dapur adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat lay out ruangan ini akan mempengaruhi bagaimana kita melakukan aktivitas memasak, mencuci, dan menyajikan di ruang dapur. Biasanya ruang dapur berada dekat dengan ruang makan untuk mempermudah penyajian. Bentuk lay out (denah) kitchen set ada bermacam-macam. Salah satunya berbentuk L, yang kita bahas dalam artikel ini.

Shape of kitchen layout is a very important thing to consider, given the lay out of this room will affect how we do cooking activities, washing, and serving in the kitchen. Usually the kitchen is close to the dining room for easy serving. The layout (plan) of kitchen sets are different. One of them is L-shaped, which we discuss in this article.

Bentuk kitchen set L termasuk bentuk yang sangat efisien, karena membuat kita dekat dengan berbagai peralatan memasak dibandingkan bentuk memanjang. Bentuk kitchen set L memberikan banyak ruang dibawah dan diatas kompor dan kitchen sink dengan baik.
Kitchen set berbentuk L bisa dikombinasikan dengan meja “Island”, yaitu meja yang bisa digunakan sebagai tempat mencuci atau meja makan. Bila kita ingin menggabungkan dapur dan meja makan, mungkin tambahan meja “island” ini bisa membantu kita memaksimalkan ruangan.

L form kitchen set is a very efficient form, because it makes us closer to the cooking equipment than elongated shape. L form of kitchen set gives plenty of room below and above the stove and kitchen sink as well.

L-shaped kitchen set can be combined with the “Island” table, the table can be used as a wash or a dinner table. If we want to combine the kitchen and dining table, maybe an additional “island” table can help us maximize the room.

Berikut ini contoh-contoh kitchen set yang bisa Anda lihat, dalam bentuk 3 dimensi, dalam hal ini, Anda bisa memutar gambar agar berbentuk 3 dimensi. Arahkan kursor Anda ke gambar tersebut, klik tulisan “3D”./ Here are examples of kitchen set that you can see, in the form of 3-dimensional, in this case, you can rotate the image for 3-dimensional shape. Point your cursor to the picture, click on “3D”.

Dalam contoh diatas, kita bisa melihat kitchen set bentuk L sederhana dengan banyak kabinet dibawah dan diatasnya. Kabinet-kabinet ini dibuat sedemikian rupa dengan banyak pintu yang menjadi elemen dekoratif tersendiri. kita bisa mengganti beberapa pintu kabinet dengan pintu kaca bening atau buram agar menjadi aksen atau tempat memajang benda-benda.

Contoh diatas adalah kitchen set dengan bentuk sangat sederhana dimana hanya ada kabinet bawah.

Bentuk kitchen set diatas merupakan contoh kitchen set bentuk L dengan tambahan meja “island”.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.