Arsip Kategori: gaya arsitektur

Desain kafe gaya kolonial


astudioarchitect.com Desain kafe ini merupakan desain renovasi untuk sebuah bangunan tua di kota Batu Malang, yang mengambil banyak kosakata arsitektural dari arsitektur kolonial Belanda. Bangunan lama sebenarnya bukan berasal dari bangunan jaman penjajahan Belanda, melainkan bangunan tahun 50an dimana teknisi bangunan masih mengadaptasi dengan baik teknik bangunan jaman penjajahan Belanda. Desain kafe dimaksudkan untuk membawa atmosfer arsitektur kolonial yang diperkuat dengan berbagai aspek estetikanya. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Gaya Art Deco untuk Bangunan

Salah satu bangunan bergaya Art Deco di Miami.

astudioarchitect.com Art Deco adalah sebuah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 20an-30an, dimana gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan. Art Deco banyak digunakan oleh arsitek Belanda di Indonesia pada masa penjajahan yang akhir disekitar tahun 30-40an tersebut dengan memasukkan banyak dekorasi dari seni Art Deco yang merupakan kumpulan dari berbagai seni ornamen dari seluruh dunia yang diadaptasi menjadi gaya arsitektur ornamentatif Art Deco. Beberapa pertanyaan tentang arsitektur Art Deco diberikan oleh wartawan koran Sindo beberapa waktu pada saya. Pertanyaan ini tentunya disesuaikan dengan konteks arsitektur untuk rumah tinggal sebagai bahan dari artikel di Koran Sindo.

Tema: Hunian Bergaya ART DECO
Pertanyaan:

1. apa itu bangunan/ rumah bergaya ART DECO?
Art Deco adalah sebuah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 20an-30an, dimana gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan. Art Deco banyak digunakan oleh arsitek Belanda di Indonesia pada masa penjajahan yang akhir disekitar tahun 30-40an tersebut dengan memasukkan banyak dekorasi dari seni Art Deco yang merupakan kumpulan dari berbagai seni ornamen dari seluruh dunia yang diadaptasi menjadi gaya arsitektur ornamentatif Art Deco. Sebagai gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan menjadi sangat penting, dimana waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung oleh elemen dekorasi dari Art Deco.

2. apa pula yang menjadi daya tarik dari konsep arsitektur ini?
Bangunan bergaya Art Deco banyak digunakan baik untuk bangunan umum, maupun rumah tinggal yang dibangun pada tahun-tahun tersebut. Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia, elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, serta kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif.

3. Apakah konsep ini pantas jika diterapkan di Indonesia? Kalaupun ingin diterapkan di Indonesia apa yang menjadi pembeda dengan konsep ART DECO yang asli?
Penggunaan gaya Art Deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa perang dunia 2 dimana saat itu gaya ini sangat populer digunakan bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang saat itu, sehingga banyak digunakan oleh arsitek Hindia Belanda serta masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni desain Art Deco ini, seperti di kota-kota Besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, dan kota-kota lainnya. Apabila gaya arsitektur ini kita terapkan pada saat ini artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini, merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada yang melarang :)

Tidak ada pembedanya. Hanya arsitek dan cara mendesainnya yang berbeda.

Villa Isola di Bandung menggunakan gaya Art Deco (Google search screenshot)

 4. Bagaimana aplikasi dekorasinya?
Dekorasi Art Deco adalah dekorasi bangunan yang cukup menarik sehubungan dengan berbagai kebudayaan yang melatar belakangi paduan tema gaya eklektik ini untuk diterapkan dalam bangunan. Berbagai elemen dekorasi diperhatikan dengan bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika lainnya dipadukan dengan kesukaan akan perulangan dekorasi seperti desain arsitektur klasik. Bentukan dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, zig-zag, dan sebagainya.

5. Penggunaan warna apa yang paling dominan untuk hunian bergaya ART DECO?
Warna tidak berperan penting, tapi dekorasi lebih berperan. Bangunan Art Deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Cat biasa digunakan dalam warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

6. Untuk aksesoris, biasanya gaya ART DECO banyak menggunakan aksesorisse jenis apa?
Logam bisa digunakan, biasanya dibentuk dalam dekorasi dengan komposisi yang sesuai dengan dekorasi lainnya seperti dekorasi dinding.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain eksterior dan interior rumah dengan tema warna putih

astudioarchitect.com Warna putih bila diaplikasikan pada tampilan eksterior (luar) bangunan rumah akan sangat dominan, sehingga efek kaku dan dingin begitu terasa. Rumah yang berwarna putih sekali tidak direkomendasikan untuk eksterior rumah, karena bila panas matahari menimpa ia akan terlihat terlalu cemerlang dan menyilaukan. Warna putih bisa diaplikasikan pada tampilan depan rumah tapi tidak semuanya warna putih, mungkin bisa digabungkan dengan warna abu-abu, krem, atau warna material seperti warna kayu dan batu alam. Warna apapun terlihat berbeda bila disandingkan dengan warna putih. Terutama warna hitam yang bisa ddapatkan dari warna batu alam, bisa menetralisir warna putih agar tidak terlihat monoton. Selain itu warna putih bisa diaplikasikan ke bagian lain seperti kusen, kolom, lis profil, atau pada aksen material seperti batu tempel. 

Warna putih sesuai bagi orang yang menyukainya, tapi bila tidak menyukainya, adakalanya putih terlihat terlalu dingin, ada kecenderungan terlalu putih memiliki efek dingin yang sering diasosiasikan dengan warna ‘es’ terutama dalam desain interior. Usahakan memilih perabot yang tepat karena bila keliru memilih akan terlihat aneh dan sangat menonjol di ruangan berwarna putih. Kalaupun ingin memberi sentuhan sedikit, entah memberikan sentuhan warna berbeda. Biasanya perabot yang cocok juga memiliki sedikit atau sebagian warna putih pada desainnya.

Pemilihan warna cushion disandingkan dengan ruang yang catnya serba putih bisa bermacam macam, karena warna putih sesuai disandingkan dengan semua warna, maka tidak menutup kemungkinan disandingkan dengan warna warna lainnya, tapi perlu diingat, bahwa untuk aksesoris seperti gorden sebaik mungkin diusahakan agar serasi dengan warna putih tersebut dan untuk aksesoris lainnya seperti furniture kecil-kecil dan pajangan bisa dengan bermacam-macam warna agar tidak monoton (tapi tetap harus saling serasi satu sama lain).

Untuk bagian seperti plafon dan lantai bisa juga putih semua, karena temanya memang putih, tapi bisa juga dengan menggunakan aksen warna baik sebagai bagian yang terlihat solid atau hanya bagian seperti garis pada plafon atau dinding.

Designed by BAKOKO, on Flickr
Some rights reserved

Bila menggunakan wallpaper, kita bisa menggunakan wallpaper dengan warna dasar putih, sedikit abu-abu atau putih dengan sedikit campuran warna. Untuk motifnya usahakan yang terlihat lembut, seperti motif kecil-kecil dengan warna pastel, atau warna yang cenderung perak.

Bila diinginkan untuk gradasi warna putih bisa menggunakan sedikit warna abu abu atau warna lain yang dicampurkan sedikit.

Untuk cahaya di ruang yang dominan putih bisa menggunakan cahaya berwarna putih atau kuning, karena warna putih masih bisa terlihat menarik baik dengan skema cahaya putih ataupun kuning.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Gaya ‘rustic’ untuk rumah tinggal / Rustic style for house design

astudioarchitect.com Pertanyaan dan jawaban tentang gaya rustic ini diajukan oleh wartawan dari koran Seputar Indonesia pada saya beberapa waktu lalu. 1. Apa definisi dari gaya rustic? Rustic dalam bahasa Indonesia berarti ‘berkarat’ atau tua, dan memiliki tekstur yang kasar dan tidak difinishing dengan baik. Gaya rustic bisa diartikan sebagai gaya dalam desain arsitektur dan interior yang menitikberatkan pada kesan alami, dari material yang tidak difinishing atau dihaluskan, misalnya kayu, batu, logam, dan sebagainya.

Questions and answers about the rustic style was filed by a journalist from the newspaper Seputar Indonesia on me some time ago. 1. What is the definition of rustic style? Rustic in the Indonesian language means ‘rusty’ or old, and has a rough texture and is not finished to the good. Rustic style can be interpreted as a style in architecture and interior design which focuses on natural impression, from material that is not finished to or refined, such as wood, stone, metal, and so forth.

2. Ciri-ciri arsitektur gaya rustic? 
Ciri-ciri gaya rustic terutama pada penggunaan material yang alami dan tidak difinishing, misalnya daripada menggunakan tembok yang diaci, dalam gaya ini menggunakan tembok yang tidak diaci, bisa juga ditutupi dengan unsur batuan dengan tekstur yang kuat. Bentuk atapnya biasanya model tradisional yang menggunakan bahan yang terkesan alami bukan pabrikan. Yang ditonjolkan adalah kesan material yang kasar dan tua.

3. apakah ada contoh bangunan di Indonesia bergaya rustic? 
Bila kita lihat rumah-rumah didesa, atau rumah adat yang dibuat dari kayu kasar, itu termasuk kesan material yang cukup kuat dengan tidak difinish, diamplas, atau dilapisi.

4. patokan atau pakem untuk membuat bangunan rustic? 
Tidak ada patokan khusus, hanya dalam gaya rustic yang terkesan tua dan hangat, bisa menggunakan material yang kesan teksturnya kuat, misalnya lapisi dinding dengan batuan, kayu, atau hanya bata ekspos. Daripada menggunakan keramik, bisa menggunakan batu alam yang masih ada teksturnya untuk pengganti keramik.

5. sudah umumkah diterapkan di Indonesia?
Di Indonesia sebenarnya sudah umum diterapkan, terutama untuk bangunan rumah atau arsitektur yang tradisional atau tua seperti rumah-rumah adat dan tradisional. Kalau muncul tren gaya rustic, adalah pengaruh dari luar negeri untuk penyebutan arsitektur yang sebenarnya sudah ada.

2. What’s the istinction of rustic style in architecture?
Distinctive rustic style, especially on the use of natural materials and not finished to, for example, instead of using the a smooth wall, in this style using a wall that does not plastered, can also be covered with rock elements with strong texture. Roof forms are usually traditional models that use natural materials rather than the fabricated impression. You’ll enjoy the impression material which is rough and old.

3. is there example of rustic-style buildings in Indonesia?
When we see village houses, or traditional house made of rough wood, it includes material that is strong enough impression with no finishing, sanding, or coated.

4. Is there a benchmark or designing rustic buildings?
There are no specific benchmarks, in just a rustic style that impressed the old and warm, could use a strong texture impression material, such as a wall layered with rocks, wood, or only the exposed brick. Instead of using ceramic, we could use a natural stone texture that still exist for the replacement tiles.

5. is it common applied in Indonesia?
In Indonesia, the public has actually been implemented, mainly for building houses or traditional or old architecture such as houses and traditional customs. If it appears rustic style trends, is the influence from abroad for the reference architecture that is already there.

6. tema atau desain yang mana yang cenderung sudah mendekati rustic?
Tema gaya country dengan penggunaan kayu dan batuan yang banyak. Gaya minimalis dengan penggunaan batuan juga bisa disebut bergaya rustic.

7. warna yang dominant di bangunan gaya rustic?
Warna yang dominan adalah warna dari kesan material yang kuat, seperti abu-abu, terakota, hitam, coklat kayu.

8. Apakah gaya rustic bisa disebut desain futuristic?
Tidak sama.

9. Bagaimana dengan penataan interiornya? 
Perpaduan dalam penataan interiornya pada dasarnya sama saja dengan prinsip yang sudah umum, karena gaya rustic lebih menekankan pada penggunaan material dengan tekstur kasar yang ekstensif, yang lebih ditekankan adalah suasana hangat yang diakibatkan penggunaan material dengan kesan yang kuat/bertekstur tersebut.

10. bisakah gaya rustic dipadukan dengan gaya lain, semisal modern gaya modern?
Bisa. Paduan gaya ini banyak dilakukan dalam desain bergaya etnik modern, karena banyak elemen dari unsur etnik yang bisa dipakai sebagai aksen dari interior gaya modern. Misalnya, sebuah ruangan dengan gaya modern yang bersih bisa diisi dengan satu atau dua buah furniture bergaya etnik yang biasanya banyak yang tidak dipoles, atau sengaja tidak dipoles dengan harapan muncul kesan rustic-nya.

11. Tahapan atau cara pengaplikasian gaya rustic dalam hunian?
Dalam mendesain, pilih material dengan kesan tekstur yang kuat, tapi tidak dilapisi dengan material pelapis seperti cat atau acian. Unsur-unsur obyek material yang terkesan tua seperti kayu tua dengan tekstur yang bagus, bisa digunakan sebagai aksen bila dilapiskan pada dinding. Material yang terkesan sederhana dan harganya murah seperti bata ekspos, kayu bekas, kayu kelapa, dan sebagainya bisa dipadu padankan dengan material pabrikan seperti kaca, logam dan sebagainya agar tercipta suasana paduan antara kesan rustic dan modern.

Kesan rustic dalam desain modern, hadir seperti dalam dinding dengan batu ekspos.

12. hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat bangunan bergaya rustic?
Meskipun rustic, masih bisa berpadu dengan tampilan modern dengan mengaplikasikan material, furniture atau pelapis dengan kesan material rustic, tapi dipadukan dengan kejernihan desain gaya modern. Dari sini bisa timbul suasana yang alami seperti resort.

13. tips-tips mengolah gaya rustic?
Gaya tersebut sangat mudah disandingkan dengan unsur tanaman karena sesuai dengan kesan alaminya. Padukan juga dengan elemen air dalam hunian Anda, misalnya dengan membuat kolam ikan atau air terjun buatan yang akan menambah segarnya suasana.

6. themes or designs which tend to have approached the rustic style?
Country style theme with the use of wood and rocks that much. Minimalist style with the use of rocks can also be called a rustic style.

7. what is the dominant color in the rustic style of the building?
The dominant color is the color of the impression of a strong material, such as gray, terracotta, black, brown wood.

8. Is rustic style could be called futuristic design?
Not the same.

9. What about the arrangement of the interior?
Fusion in its interior arrangement is basically the same as the general principle already used in many architecture, as more rustic style emphasizes the use of materials with extensive texture appearance, more emphasis is the warm atmosphere resulting from the use of materials with strong texture.

10. Can it be combined with other styles, such as modern styles?
We can. The style is mostly done in the form of “modern ethnic style”, because many elements of ethnic elements can be used as accents of modern style interior. For example, a room with a clean modern style that can be filled with one or two ethnic-style furniture which is deliberately not polished for its rustic impression.

11. What’s the method of rustic style application?
In the design, select materials with a strong impression of texture, but not coated with coating materials such as paint or plaster. Elements of material objects such as old wood with old impressed create a good texture, it can be used as an accent when superimposed on the wall. Materials that looks simple and inexpensive such as exposed brick walls, wood scraps, coconut wood, and so forth can be combined with matching fabricated material such as glass, metal and alloys in order to create an atmosphere of rustic and modern impression.

12. things that need to be considered before making a rustic-style buildings?
Although rustic, it can get along with a modern look by applying materials, furniture or upholstery with a rustic impression material, but combined with the clarity of modern design. From this, it can arise naturally as a resort atmosphere.

13. tips for rustic style?
The style is very easy to implement because it juxtaposed with elements in accordance with their natural impression. Combine well with the water element in your home, for example by making a fish pond or artificial waterfalls that will add a fresh atmosphere.
________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.