Category Archives: general article

6 Tanya Jawab tentang Pergola untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Artikel ini merupakan hasil wawancara reporter tabloid NOVA dengan Probo Hindarto, astudio, dimuat di tabloid NOVA edisi 16 Januari 2012.

1. Apa yang dimaksud dengan pergola? Apa bedanya dengan kanopi?
Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate.

2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukungbangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.

3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apakelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.

5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depanrumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.

6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola?Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
 Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Dalam Artikel versi web NOVA oleh Hasto Prianggoro:

 Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola.Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.

 Rambat Lebih Tepat


Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.

Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya.Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.

NOVA edisi 16 Januari 2012

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ide cermin untuk dekorasi ruangan

astudioarchitect.com Bosan dengan suasana ruang yang ada saat ini? Menerapkan ide sederhana seperti ini mungkin bisa menjadi sebuah terobosan menarik.  Cermin merupakan jenis kaca yang biasa ada dirumah kita sebagai sarana memperhatikan penampilan, namun cermin juga bisa menjadi elemen dekoratif yang cukup menarik. 

Contohnya seperti permainan mozaik cermin pada foto dibawah ini:
Kaca-kaca disusun sedemikian rupa dengan frame yang memperlihatkan bagian-bagian kecil dari ruangan memberikan efek visual yang kaya.

Ide menerapkan cermin/ kaca hitam selang-seling ditembok samping meja makan bisa langsung memberikan efek berbeda untuk ruangan Anda. Selang-selingnya merupakan permainan visual dengan efek memperluas kesan ruangan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Memproduksi listrik sendiri dirumah dengan panel surya

astudioarchitect.com Kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.

Listrik diperlukan untuk menyalakan berbagai peralatan dalam rumah seperti lampu, televisi, komputer, pemanas air, dan sebagainya. Dalam mendapatkan sumber listrik, kita sangat bergantung pada PLN sebagai penyedia listrik rumah tangga. Namun saat ini, pilihan lain sudah ada untuk memiliki energi listrik secara independen dan tidak tergantung pada PLN, diantaranya adalah listrik dari panel surya (Solar Panel), listrik dari energi angin, dan air. Kesemuanya merupakan energi terbarukan yang bisa kita panen dari negeri yang kaya raya ini. Artikel ini membahas tentang energi listrik dari panel surya.

Picture by Jim Tetro/U.S. Department of Energy Solar Decathlon

Saat ini semakin banyak penyedia panel surya yang bisa menyediakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan ini. Terutama bagi Anda yang tinggal di daerah yang sering terjadi pemadaman bergilir, ada baiknya untuk mempertimbangkan energi alternatif ini. Beberapa hari lalu saya berkesempatan mengunjungi penyedia panel surya dan melakukan beberapa perbandingan pada harga dan paket yang mereka tawarkan. Artikel ini ditulis berdasarkan pengetahuan sementara saya tentang panel surya dan mungkin memerlukan penyuntingan.

Panel surya bekerja dengan cara mengumpulkan energi melalui panel yang terbuat dari bahan silikon atau bahan lain penangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik. Pada sistem panel surya, bagian yang berperan adalah panel surya yang berisi banyak sel surya, inverter, konektior dan baterai. Sel surya memproduksi listrik melalui proses photovoltaic yang dibuat dari kristal silikon, menghasilkan listrik yang dialirkan melalui konduktor non magnetik seperti perak, perunggu, dan sebagainya. Panel surya menangkap sinar matahari namun tidak seluruh spektrum sinar seperti ultraviolet atau infrared.

Jenis arus listrik

Untuk penggunaan rumah tinggal, saat ini terdapat kelemahan pada sistem yang teramat sederhana yang ditawarkan oleh penyedia panel surya, yaitu bahwa energi listrik yang dihasilkan panel surya adalah arus DC yang berbeda dari arus listrik PLN yang berupa arus AC. Arus DC mengharuskan peralatan listrik menggunakan tipe peralatan yang menggunakan arus DC. Untuk mengatasi masalah ini, penyedia panel surya biasanya juga menjual inverter listrik DC ke AC, sehingga bisa digunakan untuk peralatan listrik AC. Namun disebutkan oleh penyedia panel surya tersebut bahwa penggunaan inverter listrik yang kurang bagus akan berakibat kerusakan peralatan listrik. Contoh yang disebutkan adalah menggunakan listrik AC dari inverter listrik membuat baterai laptop rusak. Inverter harus memiliki kualitas dan spesifikasi fungsi yang baik agar listrik AC yang dihasilkan aman untuk peralatan listrik.

Untuk penggunaan skala lebih besar, jumlah panel surya bisa ditambahkan sehingga menghasilkan jumlah watt listrik yang dibutuhkan untuk sehari, misalnya bila rumah memiliki banyak peralatan listrik yang ingin dihidupkan dengan listrik tenaga surya, seperti TV, komputer, lemari es, dan sebagainya. Jumlah watt listrik yang dihasilkan menjadi tidak terbatas bila jumlah panel surya ditambahkan juga, tentunya dengan ditambahkan inverter untuk mengubah arus DC ke AC.

Harga sistem pembangkit listrik surya

Anggapan bahwa listrik menggunakan panel surya adalah listrik yang lebih mahal memang terbukti dari investasi awal saat membeli sistem panel surya penghasil listrik ini. Untuk satuan panel yang menghasilkan satu WP (Watt Peak), kita harus merogoh kocek sekitar Rp30.000,-. Untuk tipe pembangkit listrik surya terkecil yang ditawarkan berupa satu panel penghasil 50WP lengkap dengan konektor, fitting peralatan listrik DC dihargai Rp 3juta hingga Rp 4juta. Sedangkan untuk penghasil 80WP seharga Rp5-6 juta.

Keterangan gambar:
Solar cells = sel surya yang fungsinya menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi tenaga listrik
DC Power = tenaga listrik dalam bentuk arus searah (DC)
Charge controller = pengatur arus listrik agar lebih stabil dan bisa disalurkan secara langsung ke peralatan listrik arus searah (DC loads)
DC Loads = Peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC bisa menggunakan secara langsung arus DC dari baterai / aki.
Batteries = Baterai, dalam bentuk baterai aki atau baterai kering yang bisa di charge.
Inverter = Pengubah arus DC menjadi AC agar bisa digunakan untuk peralatan listrik yang menggunakan arus AC, seperti lemari es, lampu, kompor listrik, dan sebagainya.
AC Loads = Peralatan listrik yang menggunakan arus AC.

Memilih arus DC atau AC?

Sistem panel surya paling sederhana terdiri dari panel surya, konektor dan langsung ke peralatan listrik arus DC. Peralatan yang lebih lengkap dilengkapi dengan inverter arus DC ke AC. Seperti diketahui, arus DC yang dihasilkan panel surya disimpan dalam aki atau baterai kering yang mengeluarkannya dalam bentuk arus DC biasanya 12 volt. Arus ini bisa digunakan untuk peralatan seperti lampu neon, LED, laptop, dan sebagainya yang menggunakan arus DC. Peralatan listrik yang menggunakan arus DC secara langsung mungkin akan lebih stabil menggunakan arus DC daripada arus AC yang diubah inverter. Pada sistem panel surya yang teramat sederhana (arus DC), akan lebih baik menggunakannya untuk peralatan listrik seperti lampu dsb yang menggunakan arus DC.

Waktu pengumpulan dan penggunaan Listrik Matahari

Kapasitas penangkapan energi oleh sel surya dinyatakan dengan WP atau Watt Peak, merupakan satuan untuk menggambarkan berapa Watt listrik yang ditangkap dalam waktu satu jam. Untuk kapasitas panel 50WP, maka satu jamnya akan menangkap energi 50Watt, sehingga bila perkiraan jangka penyinaran minimum adalah 5 jam, maka menghasilkan 250Watt atau lebih. Energi disimpan dalam aki atau baterai kering yang menghasilkan arus DC tegangan 12 volt.

Penggunaan listrik dari aki atau baterai kering dapat dihitung dari berapa banyak listrik yang dihasilkan, kemampuan penangkapan energi listrik dan penyimpanan oleh aki tersebut. Aki dapat dikondisikan untuk memberikan energi listrik selama 8-10 jam sesuai kebutuhan, yang dipengaruhi juga oleh berapa watt listrik peralatan yang kita gunakan.

Untuk sistem panel surya 50WP, perkiraan bisa menghidupkan 3-4 buah lampu 20 Watt selama kurang lebih 8-10 jam. Pada penggunaan untuk rumah tinggal skala kecil seperti tipe 21 dan 36, sistem ini bisa meniadakan kebutuhan listrik untuk penerangan dalam rumah di malam hari. Karena dewasa ini berkembang juga lampu-lampu LED dimana lampu LED 4 Watt setara dengan terangnya lampu bohlam 20 Watt, maka lampu-lampu LED bisa digunakan untuk memperpanjang waktu penggunaan listrik.

Kelebihan

Panel surya penghasil listrik diklaim memiliki masa pakai lebih dari 20 tahun, berarti kita bisa menggunakannya untuk jangka waktu yang cukup lama. Karena itu panel yang berisi sel-sel surya ini merupakan investasi untuk jangka panjang. Sistem pembangkit listrik independen ini juga menyediakan alternatif listrik selain PLN yang dapat diandalkan pada waktu PLN tidak dapat diandalkan seperti kerusakan jaringan, pemadaman sementara atau pemutusan listrik.

Perbandingan dengan pemakaian 4 buah lampu 20 Watt selama sebulan dapat dihitung sebagai berikut:

  • Pemakaian listrik PLN (konvensional) rata-rata pemakaian 8 jam
  • 4 buah lampu 20 Watt / bulan = 4 lampu x 20 Watt x 8 jam x 30 hari = 19.200 Watt atau 19,2kW
  • Biaya listrik perbulan untu pemakaian 4 buah lampu = 19,2kW x Rp795,- = Rp 15.264
  • Biaya listrik per 20 tahun dengan standar TDL saat ini = Rp 15.264,- x 12 bulan x 20 tahun = Rp 3,6 juta

Dari ilustrasi diatas, maka penggunaan panel surya 50WP dengan 4 lampu LED biayanya akan relatif sama dengan biaya investasi awal pembelian sistem pembangkit listrik surya 50WP, tentunya bila kita realistiskan dengan kemungkinan kenaikan TDL di tahun-tahun mendatang, maka biaya listrik untuk 4 buah lampu 20 Watt kemungkinan lebih besar dari investasi awal panel surya tersebut.

Kekurangan

Menyebutkan kekurangan sistem pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel ini, maka kita akan sampai pada masalah kepraktisan dan kebutuhan mendasar dari memiliki sistem ini:

  • Panel surya diklaim bisa bertahan hingga lebih dari 20 tahun sebelum berkurang kemampuannya dalam menyerap energi surya, namun peralatan pendukungnya seperti baterai aki bertahan kira-kira 3-4 tahun. 
  • Bila menggunakan aki maka maintenance yang dilakukan adalah menambah cairan aki pada waktu berkurang/ habis dan perawatan aki bila diperlukan. 
  • Sistem arus DC dan AC pada sistem panel surya sederhana tidak bisa diintegrasikan dengan sistem PLN beserta kabel-kabelnya, yang berarti kita harus menggunakan kabel baru untuk sistem listrik khusus yang mengalirkan listrik dari panel surya ke peralatan listrik. 
  • Peralatan untuk arus DC harus diadakan secara khusus, yaitu lampu DC, adaptor, dan sebagainya, kecuali bila menggunakan inverter arus DC ke AC. 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas, bisa kita pahami bahwa kebutuhan listrik rumah tinggal bisa menggunakan energi alternatif yaitu sistem pembangkit listrik tenaga surya menggunakan panel surya. Panel surya bisa bertahan hingga 20 tahun lebih sehingga merupakan investasi jangka panjang. Biaya pengadaan sistem mungkin cukup besar, namun cukup setara dengan biaya listrik selama waktu penggunaan panel yaitu 20an tahun. Sistem panel surya sangat baik bila dikombinasikan dengan lampu LED.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Mengenal jenis-jenis lampu (Pijar, Halogen, TL, LED)

astudioarchitect.com Penerangan dengan lampu disebut juga penerangan buatan, lampu menjadi elemen yang sangat vital untuk penerangan malam hari karena kemudahan memakai lampu dibandingkan sumber cahaya lain seperti cempluk (lampu minyak), obor, atau penerangan lain. Berbagai jenis lampu tersedia di pasaran dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Memilih jenis lampu hemat energi, misalnya, akan mempengaruhi keawetan (lama waktu kita memakai lampu tersebut) serta biaya listrik operasional yang dibutuhkannya. Apa saja jenis lampu dan kelebihan serta kekurangannya?

left picture: CC by Jinkazamah

DENGARKAN

Probo Hindarto membacakan artikel ini:



Lampu Pijar (biasa)
Jenis lampu yang dikembangkan Thomas Alfa Edison ini memakai filamen tungsten yaitu semacam kawat pijar didalam bola kaca yang diisi gas nitrogen, argon, kripton, hidrogen dan sebagainya. Lampu ini membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan lampu TL untuk mendapatkan tingkat terang yang sama. Lampu pijar atau bohlam biasa ini hanya bertahan 1000 jam atau untuk rata-rata pemakaian 10 jam sehari semalam, hanya bertahan kira-kira 3 – 4 bulan, dan setelah itu kita harus membeli bohlam baru.


Banyak orang menyukai menggunakan lampu pijar karena warna yang ditimbulkannya. Warna kuning lampu pijar terasa hangat. Namun yang membeli lampu pijar karena harganya yang relatif murah juga tidak sedikit. Sebaiknya kita memperhatikan bahwa lampu pijar memang murah, namun hanya bertahan 3-4 bulanan saja.

Warna cahaya lampu pijar adalah kuning
derajat suhu warna 2’500 – 2’700 K (Kelvin)

Lampu TL (Fluorescent)
Jenis lampu ini juga dikenal dengan lampu neon. Dewasa ini lampu neon bentuknya macam-macam, ada yang bentuknya memanjang biasa, bentuk spiral atau tornado, dan ada juga yang bentuk memanjang vertikal dengan fitting (bentuk pemasangan ke kap lampu) yang mirip seperti lampu pijar biasa. Lampu TL lebih hemat energi dibandingkan lampu pijar, karena lebih terang. Untuk lampu TL yang baik (merk bagus), bisa bertahan 15.000 jam atau setara dengan 10 tahun pemakaian, harganya juga sekitar 10x lampu pijar biasa. Sedangkan lampu TL yang berkualitas buruk mungkin bisa bertahan 4-6 bulan saja (dewasa ini banyak bermunculan merk lampu ‘hemat energi’ yang murah, namun kualitasnya rendah).


Lampu TL saat ini juga banyak memiliki varian dan bentuk seperti diatas dengan fitting ulir yang biasa dipakai untuk lampu bohlam biasa. 


Lampu TL yang banyak digunakan sejak dulu dengan fitting khusus untuk lampu TL yang panjang.

Dengan jumlah watt (energi listrik) yang lebih kecil, lampu TL atau neon lebih murah digunakan daripada membeli lampu pijar biasa, dan saat ini jenis lampu TL juga bervariasi baik bentuk, fitting pemasangan, serta warna cahayanya ada yang putih, kuning, dan warna lainnya. Dengan keseimbangan antara harga dan lama pemakaian, lampu TL banyak digunakan untuk penerangan toko, mall, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan cahaya terang dan lebih hemat energi.

Warna cahaya lampu pijar adalah:
kuning (2’700 K – 3’000 K)
netral (3’500 K – 4’500 K)
putih (5’500 K – 6’500 K)

Lampu Halogen

lampu halogen biasanya memiliki reflektor (cermin dibelakangnya) untuk memperkuat cahaya yang keluar. Fittingnya biasanya khusus, namun saat ini ada pula yang dengan jenis fitting biasa.

Lampu jenis ini merupakan lampu spot yang baik. Lampu spot adalah lampu yang cahayanya mengarah ke satu area saja, misalnya lampu untuk menerangi benda seni secara terfokus. Lampu ini baik untuk digunakan sebagai penerangan taman untuk membuat kesan dramatis dari pencahayaan terpusat seperti menerangi patung, tanaman, kolam atau area lainnya. Jenis lampu ini sebenarnya merupakan lampu filamen yang sudah berhasil dikembangkan menjadi lebih terang, namun juga kebutuhan energi (watt) yang relatif sama.

Warna cahaya lampu halogen adalah:
halogen biasa: kuning 3’000 K
halogen high pressure: putih 6’000 K

Lampu LED
Lampu ini merupakan sirkuit semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika dialiri listrik. Sifatnya berbeda dengan filamen yang harus dipijarkan (dibakar) atau lampu TL yang merupakan pijaran partikel. Lampu LED memancarkan cahaya lewat aliran listrik yang relatif tidak menghasilkan banyak panas. Karena itu lampu LED terasa dingin dipakai karena tidak menambah panas ruangan seperti lampu pijar. Lampu LED juga memiliki warna sinar yang beragam, yaitu putih, kuning, dan warna-warna lainnya.


Satu varian bentuk lampu LED, dimana bentuk lampu LED yang menggantikan bohlam bisa bermacam-macam. Yang pasti adalah lampu LED merupakan lampu berisi kumpulan LED kecil dengan warna putih atau kuning. 

Lampu LED merupakan lampu paling hemat energi diantara jenis lampu lainnya, meskipun harganya relatif mahal. Saat artikel ini dibuat, lampu LED 4 watt kualitas bagus yang setara dengan lampu pijar 25 watt, harganya masih sekitar Rp140an ribu. Meskipun demikian, lampu LED disarankan bagi Anda yang memperhatikan bahwa energi (watt) yang dipakai sangat kecil sehingga menggunakan lampu LED sama dengan menghemat listrik hingga 1/5 dari biasanya. Lampu LED juga bisa bertahan sangat lama hingga 20an tahun. Bila dibandingkan dengan menggunakan lampu pijar, maka dalam 20 tahun harus membeli  atau mengganti sekitar 60an lampu pijar. Dengan asumsi harga lampu pijar biasa adalah Rp6.000,-, maka biaya yang harus dikeluarkan dengan menggunakan lampu pijar biasa adalah Rp360.000,- tentunya lebih menarik untuk menggunakan lampu LED. Adapun saat ini, terdapat juga lampu LED sekitar 3 watt setara bohlam 20an watt ‘made in China’ yang murah meriah seharga sekitar Rp 30an ribu, namun jangka keawetannya belum dijamin dengan baik.

Warna cahaya lampu LED banyak meliputi semua warna, bisa merah, putih, hijau, biru, kuning, dan sebagainya.

Pertimbangan khusus dalam memilih lampu
Pertimbangan dalam memilih lampu yang sesuai ditentukan oleh hal-hal berikut:

1. Penggunaan lampu
Kita sebaiknya memperhatikan lampu dipakai untuk tujuan penerangan yang seperti apa, apakah lampu general (penerangan umum ruangan), penerangan setempat (misalnya lampu meja) atau lampu sorot (misalnya untuk menerangi lukisan). Jenis lampu halogen mungkin lebih sesuai sebagai lampu sorot dibandingkan lampu TL yang lebih sesuai untuk penerangan umum.
2. Fitting
Fitting merupakan cara memasang lampu berkaitan dengan tempat dudukan lampu. Lampu neon jaman dulu dikenal bentuknya panjang yang hingga sekarang masih digunakan. Bentuk fitting lampu neon yang khusus untuk lampu TL 10 watt, berbeda dengan lampu TL . Demikian juga fitting lampu halogen berbeda dengan lampu bohlam biasa, karena fitting lampu halogen biasanya terdapat colokan khusus. Dewasa ini fitting lampu banyak disesuaikan dengan fitting ulir yang biasa digunakan untuk lampu bohlam biasa. Termasuk lampu neon bisa dipasang selayaknya memasang bohlam karena memakai fitting ulir.
3. Warna cahaya
Apakah Anda lebih menyukai cahaya putih atau cahaya kuning? Dalam aspek efek cahaya, lampu putih terlihat lebih terang daripada lampu kuning, namun lampu kuning memberi efek hangat dan lebih romantis.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Faktor penting memilih lahan rumah yang tepat

astudioarchitect.com Tidak banyak orang yang punya kesempatan memilih lahan untuk hidup, namun bila kita boleh memilih karena punya dana, lahan seperti apa yang akan kita pilih? Dalam menentukan lahan yang akan kita bangun sebagai area rumah, sebenarnya terdapat faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap bangunan. Disamping faktor ekonomis seperti harga lahan, lokasi, dan prospek lahan sebagai investasi, ternyata iklim juga berpengaruh besar. Sebelum membeli lahan bangunan, faktor apa sajakah yang harus kita perhatikan?

1 Harga Lahan dan Lokasi
Dari semua faktor yang perlu diperhatikan, harga lahan dan lokasi merupakan faktor pertama dan terpenting. Saat kita memiliki sejumlah dana untuk membeli lahan baru, maka kita memiliki beberapa pilihan.

Lahan dikota makin jarang, sedangkan fasilitas hidup banyak berada dikota, sehingga harga lahan kosong dikota biasanya sangatlah tinggi. Lahan terbatas juga menyebabkan kita harus mencari alternatif untuk mendapatkan lahan, yaitu dengan membeli rumah bekas (second) dan merombaknya menjadi rumah baru. Renovasi memerlukan dana lebih banyak karena kita harus membeli bangunan lama dan kemudian merobohkan, atau merenovasi menjadi bangunan baru. Bila dengan dana yang ada mencukupi untuk membeli rumah di kota, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal seperti lokasinya apakah benar-benar bagus untuk hidup sebagai rumah tinggal, ataukah lebih baik untuk tempat usaha. Perhitungkan bila Anda ingin memakainya sebagai tempat usaha biasanya terletak di daerah yang sudah bagus perkembangannya dalam arti dilalui banyak kendaraan dan cukup ramai. Namun terlalu ramai tidak baik karena bunyi bising kendaraan, orang lalu lalang, kargo bongkar muat, dan sebagainya. Bila memungkinkan, sebaiknya membeli lahan diarea perumahan dengan sarana jalan, taman, dan saluran air yang memadai serta jauh dari suara dan polusi. Harga lahan dikota memang tinggi, namun perkembangan harga lahan dan bangunannya juga cepat.

Harga lahan didaerah rural atau pedesaan lebih murah daripada dikota besar, bila kita mau hidup sedikit didaerah pinggiran. Keuntungan dari membeli didaerah yang masih sepi adalah biasanya harga lahan masih murah dan suasana yang sepi dengan jalan yang lengang bisa membantu untuk menurunkan tingkat stress dalam hidup. Namun untuk fasilitas lahan didaerah yang agak terpencil biasanya kurang. Kondisi jalan kurang memadai karena kecil dan pemerintah masih belum memperhatikan perkembangan kedepan dari lingkungan pedesaan. Untuk mencapai area kota dengan banyak fasilitas seperti universitas, rumah sakit, kantor, dan pusat perbelanjaan, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos transportasi.

2 Perkembangan Investasi
Lahan merupakan bagian dari bisnis property yang menjanjikan karena harga tanah selalu naik dan jarang sekali turun kecuali karena sebab-sebab seperti bencana alam. Memiliki lahan dan rumah yang bisa dijual merupakan bagian dari cara berinvestasi agar masa depan lebih baik. Dalam waktu 10 tahun, harga property bisa naik hingga 20 kali lipat, sedangkan bila kita menggunakan layanan asuransi dengan membayar premi maka hasil dari investasi asuransi biasanya terbatas hingga 10 kali lipat. Nilai tanah yang semakin naik disebabkan stok lahan tidak pernah bertambah dan selalu dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan usaha. Karena itu bila kita menginginkan perkembangan dari investasi lahan untuk rumah atau bangunan lain, perhatikan lokasi dan perkembangan harga lahan disekitarnya.

Rumah pertama yang dimiliki keluarga biasanya ditinggali sendiri dan bukan merupakan aset yang mendatangkan keuntungan untuk bisnis property, karena tidak bisa disewakan. Property seperti rumah dan tempat usaha bisa memiliki nilai investasi apabila menghasilkan keuntungan yaitu bisa disewakan ataupun dijual dengan harga lebih tinggi. Selain itu bangunan juga bisa dipakai sebagai sarana mendapatkan penghasilan dengan difungsikan sebagai tempat usaha seperti restoran, toko, kantor dan sebagainya. Bila rumah juga berfungsi sebagai kantor, maka nilainya akan berlipat bagi keluarga karena tidak harus menyewa kantor, bekerja kepada orang lain dan menghemat bahkan menghilangkan biaya transportasi.

3 Arah Hadap lahan
Lahan menghadap ke timur biasanya lebih disukai daripada menghadap ke barat, karena sinar matahari pagi tidak terlalu panas bila dibandingkan sore hari. Kadang-kadang untuk menghindari panas, lahan kavling dijual menghadap utara dan selatan, dimana menurut feng shui, arah utara lebih baik, namun menurut primbon Jawa, arah selatan lebih baik.

4 Aliran Udara
Bila memungkinkan, kita harus melihat bagaimana aliran udara didalam lahan, yang hubungannya nanti dengan dimana kita meletakkan jendela dan ventilasi. Pada saat lahan masih kosong, biasanya kita belum bisa merasakan benar-benar tentang kemungkinan aliran udara yang kurang saat rumah dibangun. Terutama bila lahan kecil dan kebutuhan ruang rumah cukup banyak, kita juga seharusnya memperhatikan arah angin yang mungkin masuk kedalam area lahan. Hubungannya adalah dengan bangunan-bangunan tetangga yang sudah ada, apakah bangunan tetangga akan menutup aliran udara ke arah lahan?

Lahan yang baik untuk rumah tinggal seharusnya merupakan lahan luas dengan bangunan berdiri di area tengah atau berada diarea taman rumah sehingga ventilasi bisa datang dari semua arah dan ruang. Hal ini memungkinkan untuk lahan bakal rumah yang benar-benar luas sehingga rumah bisa memiliki taman depan, samping dan belakang seperti rumah-rumah di pedesaan jaman dahulu. Lahan seperti ini memungkinkan kita hidup sehat dengan udara dan pohon-pohon rindang disekitar rumah.

5 Resapan Air
Tentunya kita tidak menghendaki bahwa area lahan rumah kita berada di daerah yang sering banjir atau merupakan area ‘banjir tahunan’, karena itu kita harus memperhatikan apakah drainase disekitar lahan mencukupi untuk tidak adanya banjir. Saat ini memang pemerintah belum serius untuk menangani perihal drainase, kecuali bila sudah terjadi banjir. Drainase perumahan cenderung dibuat dengan asal ada dan kurang memperhatikan cukup tidaknya dimensi drainase terhadap aliran air. Pengembang yang baik akan memperhatikan ukuran saluran air atau got didepan lahan. Demikian juga pemerintah daerah seharusnya bisa memperhitungkan daya tampung saluran kota agar tidak terjadi banjir.

Akan lebih baik bila area rumah memiliki resapan air yang memadai berupa lahan taman yang masih bisa menampung air hujan dan meresapkannya kedalam tanah. Lahan yang baik yang memungkinkan untuk hal ini, biasanya saat ini hanya berada di pedesaan dimana lahan masih luas dan murah, serta letak rumah tidak saling berdekatan.

6 Faktor-faktor lainApakah kondisi lahan sesuai untuk dibangun rumah diatasnya? Kita perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
· Apakah luasan site sesuai dengan banyak dan jenis ruang-ruang yang kita inginkan? Atau sebaliknya, berapa banyak ruang dan jenis-jenis ruang yang bisa dibangun diatas lahan tersebut?
· Apakah lingkungannya terhindar dari faktor-faktor merugikan kesehatan seperti kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaraan dan debu jalan yang berlebihan, polusi udara dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangan sampah atau peternakan? Gangguan-gangguan terhadap kesehatan ini apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan.
· Bagaimana bentuk site dan apa pengaruhnya terhadap ruang-ruang dalam hunian? Apakah bentuknya kotak, trapesium, dan sebagainya.
· Apakah letak lahan cukup mudah dijangkau dari jalan?
· Apakah lahan ini bisa memiliki pencahayaan alami dan bagaimana arah sinar matahari pada pagi, siang dan sore hari?
· Apakah kualitas tanahnya cukup baik dan tidak terkena bahan kimia berbahaya?

Dengan mengerti berbagai faktor ini, diharapkan kita juga cukup jeli untuk melihat dan mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih lahan untuk rumah dan bangunan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
Image copyright:
top image: Some rights reserved by Jeda Villa Bali
bottom image: Some rights reserved by ALWH

© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Menahan lumpur masuk selokan dengan tanaman

astudioarchitect.com Pada waktu hujan, tanah disekitar rumah bisa tergerus oleh air hujan yang turun sehingga masuk ke selokan. Hal ini berakibat kurang baik karena selokan bisa terisi dengan tanah maupun sampah sehingga saat hujan akan terjadi banjir. Banyak orang memilih untuk menggunakan beton bertulang untuk membuat tanggul disekitar selokan agar tanah tidak tergerus oleh hujan. Tahukah Anda bahwa tanggul atau penahan lumpur bisa dibuat dengan cara menanam tanaman disekitar selokan untuk menahan lumpur?

Picture source: ehowcdn.co.uk/

Cara menahan lumpur atau tanah masuk dalam saluran air sebenarnya merupakan cara alami yang sudah digunakan oleh petani tradisional yang bisa kita adopsi untuk lingkungan disekitar kita. Terutama untuk daerah kota yang padat penghuni, bisa membantu warga untuk menanam lebih banyak tanaman didepan rumah yang memberikan penghijauan dan kesegaran. Dengan sedikit repot meluangkan waktu dan usaha, bisa menggantikan tanggul beton yang mahal.

Untuk membuat pencegah lumpur erosi lerengan yang sederhana, kita bisa membuat tanggul dengan skema seperti dibawah ini:

Berdasarkan diagram diatas, terdapat cara sederhana untuk mencegah erosi yaitu menanam tanaman perdu dengan mencangkok tanaman yang disisipkan dalam tanah dengan kemiringan akar minimal 10derajat. (sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan cara menanam tanaman perdu penahan erosi yaitu membuat coakan/ lubang memanjang dan meletakkan tanaman dan akarnya, kemudian menimbun dengan tanah kembali. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan pagar palisade, yaitu merupakan susunan kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa untuk turut menunjang tanah agar tidak longsor. Kayu atau bambu disusun menyerupai bantalan dimana disela-selanya masih bisa ditanam tumbuhan. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Selain itu, kita juga bisa menggunakan geotekstil, yaitu semacam lapisan dari plastik hitam (polimer) berlubang-lubang, dipilih dari yang diameter cukup besar yang bisa ditanami bagian lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Diagram diatas menunjukkan cara lain yaitu menggunakan rooster atau grassblock, dari jenis terakota ataupun dari beton (concrete lawn blocks). Caranya adalah dengan menyusun rooster diatas tanah yang miring, dan menanam tanaman perdu di lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)
Gambar-gambar rooster beton dengan lubang-lubang yang bisa ditanami.

Beberapa tanaman yang baik untuk digunakan sebagai tanaman penahan erosi antara lain:

- Rumput rumputan (misalnya alang-alang), kekuatan daya tahan akar: 0.5-1N/cm2
- Semak belukar (misalnya mimosa), kekuatan daya tahan akar: 0.3-6N/cm2
- Perdu (misalnya Trembesi), kekuatan daya tahan akar: 1-7N/cm2
- Petai Cina
- Janti
- Yang Lioe
- Kembang Jepun
- Kersen
- Nangka
- Nimba
- dsb

External links:
- Jenis tanaman penutup tanah: http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/tanaman-penutup-tanah/
- konservasi tanah: http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_tanah

 ________________________________________________
Artikel terinspirasi dari buku Heinz Frick: Arsitektur Ekologis.
Ditulis oleh Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

3 alternatif bukaan ruang keluarga ke arah taman

astudioarchitect.com Bila kita memiliki taman belakang, akan sangat baik apabila taman tersebut bisa terintegrasi dengan ruang dalam, misalnya ruang keluarga atau ruang makan. Hal ini karena, keberadaan taman dibelakang atau disamping rumah bisa memberikan penghawaan dan pencahayaan alami yag dibutuhkan sebuah rumah agar lebih sehat. Dalam artikel ini saya membuat 3 alternatif desain bukaan jendela atau pintu ke arah taman, yang bisa memberikan gambaran alternatif ide.

.

Tanpa bukaan

Entah disadari atau tidak, banyak rumah yang tidak memiliki akses ke taman belakang atau samping, entah apakah disengaja ataupun tidak, merupakan desain rumah yang ‘lupa’ akan pentingnya hawa dan cahaya alami dari luar. Ruangan seperti ini terlihat sumpek dan kurang menarik karena merupakan ‘ruang mati’ tanpa pencahayaan dan penghawaan alami. Kesan ruang yang ada terasa agak menekan.

Bukaan jendela kecil

Bukaan jendela kecil merupakan pilihan yang paling sering saya temukan untuk rumah yang memiliki taman belakang atau samping. Tujuannya tentunya memasukkan cahaya dan hawa alami. Keuntungan bila memakai bukaan jendela kecil adalah bila belakang rumah dirasa kurang privasi karena pandangan dari rumah tetangga belakang, atau semacam itu. Jendela kecil juga dibuat kadang dengan alasan untuk menutupi area cuci jemur atau bagian lain yang kurang menarik karena bila terlihat dari jendela terasa kurang menarik bahkan tidak sopan. Hanya saja, konsekuensinya adalah mungkin kurangnya pencahayaan dan penghawaan alami yang masuk.

Bukaan jendela lebar

Dengan luasnya jendela ini, terlihat bahwa cahaya dan hawa alami lebih banyak masuk kedalam ruangan, sehingga perkiraan suasana dalam ruangan lebih terang dan berhawa alami. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, tinggi plafon 3,5m masih terasa sejuk bila rumah adalah 2 lantai. Untuk rumah satu lantai, sebaiknya memang dibuat dengan plafon tinggi agar lebih sejuk sehingga meminimalkan, bahkan meniadakan kebutuhan akan AC.

Bukaan pintu jendela


Bukaan ini merupakan pintu-pintu yang juga berfungsi sebagai jendela. Biasanya merupakan pintu pintu double dengan material kaca yang bisa dipasang dengan memakai sistem pintu swing biasa atau pintu lipat ke samping. Tujuan utamanya lebih untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami sekaligus membuat kesan ruangan menjadi semakin luas dengan adanya pintu terbuka yang menyatukan antara ‘luar’ dan ‘dalam’.

Beberapa pertimbangan dibutuhkan untuk memilih bentuk bukaan yang baik untuk sebuah ruangan, sebelum membuat kusen pintu jendela. Bentuk bukaan yang berbeda bisa membuat suasana ruang yang berbeda yang mempengaruhi suasana hati serta tingkat kenyamanan dan kesehatan didalam ruangan.

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.