Category Archives: general article

‘Hidup Sederhana’ di Rumah yang Berkecukupan

astudioarchitect.com ‘Hidup Sederhana’ atau ‘simple living’ adalah sebuah gaya hidup yang sangat menarik, agak berseberangan dengan gaya hidup modern yang semakin lama semakin glamour, gaya ‘hidup sederhana’ ini memberikan alternatif cara hidup dalam rumah, sangat murah bahkan cenderung tanpa biaya, meminimalkan biaya operasional dalam rumah tangga. Dilatar belakangi oleh kondisi hidup di perkotaan yang makin tidak manusiawi, banyak orang merasa tidak nyaman hidup dalam kebutuhan akan barang dan makanan yang terus-menerus, mengandalkan gaya hidup yang boros, pergi ke restoran mahal atau supermarket hanya untuk membeli makanan atau dipandang sebagai ‘orang mampu’, tapi dibalik itu kehilangan makna hidup. Selain itu makin banyak orang yang di PHK, kekurangan makanan, serta kualitas hidup menurun, karena gaya hidup dan makanan yang tidak sehat.

‘Hidup Sederhana’ di Rumah yang Berkecukupan

foto atas: by Katie@! on Flickr. Under CC lisence.

Timbulnya gaya ‘Hidup Sederhana’ atau Simple Living dipicu oleh keinginan untuk hidup sederhana dengan kemampuan sendiri, misalnya dalam hal-hal berikut:

Dibandingkan bekerja dalam perusahaan atau kapital yang besar, lebih baik bekerja secara mandiri dirumah dengan sistem Small Office Home Office (SOHO)

Memiliki usaha sendiri yang dijalankan dirumah yang mengandalkan kemampuan sendiri seperti usaha jasa atau menjual produk yang dibuat sendiri merupakan cara mandiri untuk keluar dari sistem bekerja yang konvensional kepada perusahaan atau pemerintah. Usaha sendiri sangat dianjurkan bagi Anda yang ingin hidup mandiri tanpa tergantung perusahaan atau negara, dengan kelebihan berupa tidak di PHK dan tidak tergantung kebijakan yang bisa merugikan Anda, seperti bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Banyak orang menyisakan sebagian area rumah untuk kantor atau tempat kerja mandiri seperti workshop kerajinan, bengkel, atau tempat produksi barang dan jasa. Memiliki usaha sendiri atau pekerjaan yang mudah dicapai dari rumah bisa menghemat atau menghilangkan biaya untuk transportasi yang makin mahal sekaligus mengurangi kesibukan jalan kota.

Minimalkan penggunaan energi seperti listrik dan bensin dengan cara menggunakan alat-alat yang digunakan manual dan bukan listrik.

Beberapa mesin yang tidak dibutuhkan bisa digantikan dengan peralatan yang lebih hemat energi, sebagai contoh: bersepeda lebih sehat daripada menggunakan mobil. Minimalkan penggunaan mesin atau peralatan elektronika yang membutuhkan banyak energi listrik sehingga tagihan listrik lebih kecil. Hal ini bukan tentang berapa banyak uang yang kita miliki, tapi tentang sebuah gaya hidup yang lebih sehat.

Menumbuhkan kebun-kebun rumah yang bisa menghasilkan tanaman untuk dimakan, obat, dan bisa dijual

Menumbuhkan tanaman kebuh dewasa ini mungkin agak sulit karena kita bukan petani, tapi akan sangat membantu bila kita tidak harus membeli sayuran atau buah dari pasar, tapi langsung mengambil dari kebun sendiri. Caranya tentunya dengan menanam sendiri tumbuhan sayur dan buah tersebut. Tanaman yang bisa ditanam di area rumah dan menghasilkan aneka buah dan sayur misalnya:

- pisang
- mangga
- jambu biji
- jambu air
- kelengkeng
- arbei
- belimbing
- anggur

- kenikir
- bayam
- kemangi
- lombok
- kangkung
- paprika
- dsb.

Foto oleh J.G. in S.F. on Flickr. Under CC lisence.

Memang tanaman-tanaman sayur dan buah kebanyakan bukan tanaman hias yang lumayan elok dipandang, tapi merupakan tanaman dengan fungsi hidup yang memberi kita sayur dan buah gratis, disamping itu membuat kita makin sehat dengan aktivitas berkebun dan melihat yang hijau-hijau disekitar rumah :) Sayuran organik yang tanpa pestisida juga sangat sehat bagi tubuh kita. Seperti diketahui sayuran dan buah yang dijual di pasar selalu menggunakan pestisida yang beracun bagi tubuh. Sayuran yang ditanam sendiri memang sering kadang terserang hama tapi tanpa pestisida dengan dibersihkan secara manual akan lebih sehat daripada belanja sayur dan buah di pasar.

Memelihara hewan ternak sebagai peliharaan

Ini mungkin termasuk tantangan terbesar bagi mereka yang ingin ‘Hidup Sederhana’ yaitu memelihara hewan ternak seperti ayam dan bebek. Bila poin-poin diatas terasa agak mudah, maka khusus poin ini agak berat, karena hewan ternak sering diasosiasikan dengan hewan yang kurang indah dan kandangnya jorok dan bau. Tapi bila Anda memilih untuk memelihara hewan seperti ayam untuk telur dan daging, bila berhasil maka cara ini menghemat pengeluaran untuk membeli telur dan daging.

Gunakan air dengan bijak.

Dengan menghemat dari membeli air untuk berbagai keperluan, maka kita bisa menghemat lebih. Cara yang bisa dilakukan antara lain:

- Menggunakan air bekas cucian atau mandi untuk menyiram tanaman, dalam hal ini tentu hibungannya dengan sabun atau detergen yang digunakan harus rendah fosfat agar bisa dipakai menyiram tanaman, dan bio-degradable yaitu bisa diurai dengan mudah secara alami. Beberapa merk detergen itu bio-degradable dan lainnya tidak, tapi untuk mencari yang rendah fosfat itu sangat jarang atau mungkin belum ada. Akibatnya air cucian tidak bisa dipakai menyiram tanaman. Alternatif seperti menggunakan buah lerak (atau disebut juga: klerek) untuk mencuci baju akan sangat membantu.

- Menggunakan air hujan yang ditampung untuk menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau keperluan lain sehingga tidak membeli air dan bisa menghemat air. Tong penyimpan air hujan atau tandon bawah bisa digunakan untuk menyimpan air hujan.

Apakah Anda punya tips hidup sederhana lain yang bisa ditambahkan?

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Merancang musholla di rumah kita

astudioarchitect.com Sejumlah orang memiliki mushola di dalam maupun di luar rumahnya. Seberapa penting kehadiran mushola di dalam rumah? Musholla termasuk penting sebagai tempat beribadah yang meningkatkan keimanan penghuni rumah. Artikel ini merupakan tanya jawab tentang musholla, dan di bagian bawah terdapat artikel yang dimuat di Koran Sindo berdasarkan wawancara dengan saya.

Apa yang perlu dipertimbangkan untuk mendesain  mushola di rumah? Ruang musholla pada dasarnya sebuah ruang yang menghadap kiblat, karena itu perlu dipertimbangkan letak pintu, arah kiblat dan ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman. Letak dari musholla bisa berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga, atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain, sesuai dengan keinginan dari penghuni. Ukuran minimal untuk dimensi orang sholat per orangnya kira-kira 60×100 cm sehingga dari ukuran dimensi manusia ini bisa dilihat seberapa banyak anggota keluarga yang bisa sholat berjamaah. Adakalanya jumlah yang bisa sholat menyesuaikan tempat, namun bila musholla baru bisa dirancang menurut kebutuhan berapa orang yang bisa sholat.

foto: by hophoptuing

Perihal posisi untuk mushola, Bagaimana pertimbangan dalam menentukannya? Musholla bisa diletakkan dekat dengan area ruang bersama seperti ruang keluarga, beberapa klien saya memilih seperti itu sehingga saat sholat tiba, aktivitas lain seperti melihat TV bisa dihentikan sebentar untuk sholat bersama, berarti keluarga ini sangat menghormati waktu sholat. Untuk pilihan dipisahkan dari ruang lain, biasanya merupakan pilihan agar lebih khusu’ terutama jauh dari aktivitas yang bisa mengganggu seperti anak bermain, melihat TV/ mendengar musik di ruang entertainment, dan sebagainya. Pilih letak yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Bagaimana ketinggian plafonnya? Ketinggian plafonnya bisa sama atau berbeda, kadang tergantung dari kondisi yang ada, misalnya plafon yang tinggi bisa memberi kesan lebih luas dan lapang. Plafon rendah juga bisa menambah kesan keintiman dalam ruangan.

Bagaimana meletakkan tempat wudhu yang tepat? Tempat wudhu sebisa mungkin berdekatan dengan musholla, sehingga tidak mengganggu ruang lainnya, karena setelah wudhu, biasanya kulit basah, atau memakai sandal basah, sehingga air bisa terciprat atau membasahi lantai di ruang lain. Tempat wudhu bisa diberi bagian bawahnya dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi2 besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudhu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang.

Furnitur dan interior yang sebaiknya diletakkan dalam musholla? Tidak ada furniture yang harus diletakkan, tapi bisa memakai semacam meja panjang atau meja pendek-pendek lesehan untuk keperluan membaca Al-Qur’an. Hiasan yang bisa dipakai adalah kaligrafi, lukisan bergaya islami, bisa juga dari jendela dengan kaca patri dengan motif yang islami juga. Penutup lantai yang baik bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat sholat kita bertelanjang kaki sehingga lantai kayu, parket, atau keramik bisa digunakan. Sebaiknya menggunakan perbedaan jenis penutup lantai dengan lantai lainnya dan diangkat sedikit dari lantai lainnya.

DALAM KORAN SINDO:

MEMILIKI ruang khusus sebagai tempat ibadah di sekitar rumah memang kerap dilakukan banyak orang. Misalnya, musala yang bertujuan meningkatkan keimanan si pemilik rumah beserta anggota keluarga.

Menurut arsitek Probo Hindarto, sebelum membangun musala, banyak hal yang harus diperhatikan. Pertama, perhatikan ukuran atau dimensi dari ruangan tersebut. Hal tersebut penting karena si pemilik rumah perlu mempertimbangkan letak pintu, arah kiblat, serta ukuran panjang dan lebar ruangan agar nyaman.


photo by Alphadesigner

Letak dari musala bisa berada dekat dengan ruang keluarga agar mudah dijangkau seluruh keluarga atau agak terpisah sehingga tidak terganggu dengan aktivitas lain.

“Biasanya untuk letak yang cocok disesuaikan dengan keinginan penghuni,” tambahnya.

Selanjutnya, musala bisa diletakkan dekat dengan area ruang bersama. “Beberapa klien saya memilih seperti itu supaya saat waktu salat, aktivitas lain seperti melihat TV bisa dihentikan sebentar untuk salat bersama,” kata Probo.

Alasan lain, agar jauh dari aktivitas yang bisa mengganggu salat. Maka itu, sebaiknya pilih letak yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sementara untuk ukurannya, kata Probo, minimal untuk dimensi orang salat per orangnya kira-kira 60×100 cm.

Jadi, dari ukuran dimensi manusia ini bisa dilihat seberapa banyak anggota keluarga yang bisa salat berjamaah. Adakalanya jumlah yang bisa salat menyesuaikan tempat, namun musala baru bisa dirancang menurut kebutuhan berapa orang yang bisa salat.

Lantas bagaimana dengan ketinggian plafonnya, Probo, pengasuh website astudioarchitect.com mengatakan, ketinggian plafon bisa sama atau berbeda dengan ruang-ruang yang ada di dalam rumah. Malah, terkadang bergantung pada kondisi yang ada. Semisal,bagi ruang yang lahannya minim, bisa saja menggunakan plafon yang tinggi.

Agar mendapatkan kesan lebih luas dan lapang. Kasus lain, ada juga penghuni yang menginginkan plafon dirancang rendah supaya menambah kesan keintiman setiap orang yang ada di dalam ruangan.

Sementara untuk penutup lantainya, Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan saat salat. Seperti lantai kayu, parket, atau keramik bisa digunakan.

“Sebaiknya menggunakan perbedaan jenis penutup lantai dengan lantai lainnya dan diangkat sedikit dari lantai lainnya,” imbuh Probo.

Begitu pun saat memilih pencahayaan yang tepat untuk musala. Pencahayaan bisa dibuat dramatis. Misalnya, dengan menggunakan lampu sorot atau spotlight. Namun, banyak juga yang memilih menggunakan lampu general atau umum mengingat untuk salat kita tidak perlu pencahayaan yang macam-macam.

Perihal warna, Probo menyarankan, lebih baik menggunakan warna-warna netral atau warna yang memiliki asosiasi dengan warna islami, seperti warna hijau yang lembut agar tidak mengganggu kekhusyukan beribadah.

Selanjutnya, perhatikan juga letak tempat wudu. Menurut Probo, tempat wudu sebisa mungkin berdekatan dengan musala agar tidak mengganggu ruang lainnya. Biasanya, setelah wudu kulit menjadi basah atau si pengguna memakai sandal basah sehingga air bisa terciprat atau membasahi lantai di ruang lain.

“Tempat wudu bisa diberi bagian bawahnya dengan batu koral, pasangan frame besi dengan kisi-kisi besi untuk meniriskan air di sandal, dan air bekas wudu harus bisa cepat disalurkan agar tidak menggenang,” saran Probo.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

astudioarchitect.com Gaya Art Deco pernah saya ulas sebelumnya, adapun artikel ini saya muat di blog astudio karena merupakan artikel yang dibuat berdasarkan wawancara dengan saya. Berikut ini artikel selengkapnya:

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

Foto oleh Probo Hindarto

PENGGUNAAN gaya art deco sebagai elemen dekorasi rumah dapat melengkapi hunian menjadi lebih semarak. Tidak ada salahnya jika Anda coba mengaplikasikan gaya desain ini ke dalam rumah. Di tengah maraknya gaya desain berkonsep minimalis modern, ternyata terselip desain art deco yang masih menjadi incaran dalam penataan rumah saat ini. Menurut arsitek Probo Hindarto, art deco adalah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 1920-1930. Gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan.

Sebagai gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan pada desain arsitektur konsep ini menjadi sangat penting. Waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung elemen dekorasi dari art deco.

Begitu pun saat gaya desain ini berkembang di Indonesia, penggunaan gaya art deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa Perang Dunia II. Saat itu penggunaan gaya art deco sangat populer bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang sehingga banyak digunakan oleh arsitek Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni gaya desain ini. Misalnya, Probo menyebutkan, di sejumlah kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang.

Daya tarik utama gaya desain ini terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia. Elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, dan kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif. Terbukti, konsep bangunan bergaya art deco cukup banyak digunakan untuk bangunan umum dan rumah tinggal.

“Apabila gaya arsitektur ini diterapkan pada saat ini, artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini,” tambahnya.

Gaya desain art deco termasuk konsep yang memiliki dekorasi bangunan cukup menarik karena banyak dipengaruhi kebudayaan yang melatarbelakangi paduan tema gaya eklektik. Selanjutnya, Probo mengatakan, perhatikan berbagai elemen dekorasinya, seperti bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika. “Bentuk dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, dan zig-zag,” sebut dia.

Sementara, untuk bahan materialnya, bangunan gaya art deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Warna-warna cat yang khas diaplikasikan pada gaya bangunan ini biasanya dalam bentuk warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

Anda yang ingin memadukannya dengan konsep desain lainnya, sebaiknya perhatikan kecocokannya. Walaupun art deco merupakan bangunan yang kaya elemen dekoratif, tak lantas bisa dengan mudah dipadukan dengan gaya lain. Kalaupun bisa, mungkin konsep arsitektur tropis lebih tepat seperti pergola dan terutama pencahayaan buatan yang memperkuat dekorasinya. Selebihnya, Anda dapat memadukannya juga dengan gaya desain yang masih berkaitan dengan konsep ini, seperti konsep hunian gaya Maroko.

(dicopy dari http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/02/30/378370/desain-hunian-berkonsep-art-deco)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Beberapa pertanyaan tentang Dapur

astudioarchitect.com 1. Apa fungsi dapur? Fungsi dapur adalah memberikan tempat bagi aktivitas menyiapkan dan menyediakan makanan. Tapi pada saat ini fungsi dapur sudah lebih banyak dan beragam, dalam arti sudah melebar fungsinya menjadi tempat untuk bersosialisasi atau bertemu dengan anggota keluarga lainnya bahkan tamu, karena itu dapur harus disetting menjadi lebih baik dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut.

foto atas oleh Telstar Logistics

2. Dimana sebaiknya meletakkan dapur? depan atau belakang rumah? Pada masa lalu, dapur seringkali diasosiasikan dengan tempat yang tidak bersih, kotor, bahkan harus disembunyikan dan karena itu biasanya diletakkan di belakang rumah. Tapi saat ini dapur dengan fungsi yang lebih banyak tersebut bisa diletakkan di tempat yang terlihat seperti di bagian depan rumah, di tengah dan sebagainya. Kadang-kadang karena rumah sempit maka dapur bisa diletakkan berdekatan atau menyatu dengan ruang makan, dan sedikit berada didekat atau bahkan juga menyatu dengan ruang keluarga.

3. Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yg efisien? Dalam menata dapur harus memperhatikan bagaimana alur kerja/ aktivitas dalam dapur tersebut. Dalam dapur terdapat berbagai barang/ benda yang harus disimpan di tempat yang tepat sehingga penyimpanan termasuk dalam hal yang sangat penting untuk desain dapur yang efisien. Misalnya dimana kita meletakkan piring, sendok garpu, dan peralatan memasak. Disamping itu penting diperhatikan dimana letak kitchen sink-nya, letak kompor, penyedot asap, dan sebagainya.

http://sketchup.google.com/3dwarehouse/mini?mid=dd70197d65381eef4c62bee40dcdc539&etyp=sw&width=510&height=400
Anda bisa melihat model 3D dari gambar diatas, klik dan gerakkan mouse Anda.

4. Apa saja ciri-ciri dapur yang sehat? Dapur yang sehat harus memiliki pembuangan sampah dan limbah yang baik, dan bisa menangani polusi udara dari pembakaran kompor. Ini berarti kita harus menyediakan sistem sanitasi yang tepat dengan menyediakan kitchen sink, keran air, saluran pipa pembuangan air, penyedot asap, bak penangkap lemak dari sisa makanan/ sampah organik. Dengan demikian maka dapur akan menjadi bersih dan selalu sehat.

5. Bagaimana pencahayaan dan ventilasi yang baik pada dapur? Diruang dapur, perlu dipikirkan agar cahaya dari jendela bisa menerangi dengan baik agar proses memasak berjalan baik dan tidak perlu penerngan buatan pada siang hari. Ini berarti memperkecil penggunaan listrik. Ini bisa diselesaikan dengan desain yang baik dan memperhatikan arah jatuhnya sinar dari jendela. Kadangkala bila diperlukan dapur bisa direnovasi untuk mengubah letak jendelanya.

Untuk ventilasi yang paling baik adalah menggunakan ventilasi alami dengan membuat bukaan jendela dan ventilasi yang cukup untuk area dapur. Terutama untuk ventilasi bagian bawah agar bisa diperhatikan untuk keselamatan saat menggunakan kompor gas, karena kita tahu tabung gas dan saluran pipanya bisa bocor dan sangat berbahaya. Untuk keselamatan yang lebih, usahakan agar lantai dapur lebih tinggi dari ventilasi bawah, sehingga bila ada kebocoran gas bisa keluar dengan segera melalui ventilasi bawah di dapur. Ada pula yang lebih memilih menggunakan dapur dengan desain semi terbuka, yaitu dapur tanpa pintu dan menghadap langsung ke taman sehingga udara dengan bebas bisa masuk. Kekurangannya adalah kita harus memperhatikan agar kabinet tidak menjadi sarang tikus atau binatang lainnya.

6. Bgm cara menata dapur di ruang yang kecil/sempit? Dapur di ruangan sempit tetap harus memperhatikan kebutuhan utama dari dapur yaitu memasak, mencuci, menyiapkan makanan. Karena itu setidaknya harus ada sink, kabinet, dan bila dibutuhkan ada kompor. Dewasa ini dapur juga dibedakan menjadi dapur bersih dan dapur kotor. Di dapur bersih biasanya tidak ada kompor. Ada pula hunian yang tidak perlu dapur kotor, misalnya di apartemen yang luasannya terbatas.

7. Perbedaan dapur ukuran besar dan ukuran kecil? dari cara menata atau fungsi? Perbedaannya, selain dari ukuran, bisa juga dari banyaknya fasilitas yang disediakan oleh dapur tersebut. Cara menatanya juga berbeda, misalnya dapur sempit karena keterbatasan harus didesain dengan kompak dan memakan sedikit tempat. Untuk dapur yang besar bisa lebih lega menatanya.

8. Antara dapur besar dan kecil lebih multifungsi mana? Dapur besar ataupun kecil itu tidak masalah, karena yang penting adalah dapur bisa berfungsi dengan baik. Kebutuhan utama dari dapur adalah memasak, menyimpan, menyiapkan makanan. Karena itu kebutuhan utama adalah kitchen sink, kompor, kabinet penyimpan, dan tempat untuk menyiapkan atau memotong-motong bahan makanan. Bila ini sudah ada semua maka dapur yang kecil pun sudah baik.  Dari segi kepraktisan kadang dapur yang kecil juga bisa sangat praktis, karena didapur yang besar kadang malah tidak efisien, dalam arti pekerjaan memasak dan menyiapkan makanan jadi lebih ribet.

9. Keuntungan dan kerugian dapur kecil? Keuntungannya bisa lebih efisien dan praktis.
kerugiannya bila terlalu kecil bisa menyulitkan saat ingin menyimpan barang atau beraktivitas karena terlalu sempit.

10. Bgm cara memanfaatkan ruang sempit untuk menjadi dapur yang berguna dan efisien? Dapur yang baik sebagaimana disebutkan diatas harus memiliki fasilitas yang dibutuhkan, agar menjadi efisien dan tepat guna. Terutama untuk dapur dengan luasan yang sempit harus didesain sedemikian rupa agar bisa efisien, dalam arti tidak terlalu boros tempat tapi masih bisa memiliki fungsi yang dibutuhkan. Dapur juga bisa dilengkapi dengan semacam meja bar jika dibutuhkan, yaitu meja bar yang menyatu dengan desain kitchen setnya. Meja bar ini bisa digunakan pula sebagai meja makan atau meja sarapan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Lampu sebagai penerang dan pusat perhatian dalam ruangan

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang, juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis.

foto kiri oleh hobvias sudoneighm

Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

lampu hias lampion, foto oleh Kees de Vos

desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik. Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

foto oleh Mark Chang

Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah.

lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya.

Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.
 ________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pagar rumah menyiratkan sifat pemilik rumah

astudioarchitect.com Tahukah Anda bahwa pagar rumah bisa memberitahukan sifat atau watak pemiliknya? Coba kita ingat, mungkin suatu saat pernah berada didepan rumah seseorang dengan pagar yang sangat tinggi, rapat, bahkan tertutup, mungkin kita akan merasa bahwa orang yang memiliki rumah tersebut adalah orang yang tidak ingin diganggu, bahkan terkesan menutup diri. Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk membuat paga yang terlihat menarik, ramah dan hijau.

Cara pertama adalah dengan membuat pagar yang memiliki penampilan tidak masif (masif berarti pejal atau tertutup tembok semua). Bidang yang masif bisa kita ganti dengan bidang yang lebih ‘transparan’ (transparan artinya masih punya kesan tembus pandang) misalnya bidang yang dibentuk oleh susunan kayu, sedikit bidang kaca, sebagian permukaan polycarbonate, atau unsur tanaman. Untuk menutupi tembok pagar kita juga bisa menggunakan batuan tempel atau ekspos, serta bata ekspos.

pagar dengan ekstensi taman terlihat lebih menarik daripada pagar yang kering.

Paduan unsur rupa desain seperti skala dan proporsi juga patut dipertimbangkan, karena pagar yang tinggi menjulang tentunya menyiratkan seorang pemilik rumah yang tidak ingin rumahnya ‘diganggu’ meskipun sebenarnya kita bisa menggunakan cara-cara dalam mendesain yang lebih ‘lunak’. Misalnya, daripada membuat jeruji besi dengan ujung-ujung lancip diatasnya yang sangat kentara, lebih terlihat ‘ramah’ bila kita menggunakan paduan unsur kayu untuk pagar dengan pengaman besi terletak di bagian belakangnya. Adakalanya unsur kayu terlihat lebih ‘manusiawi’ daripada besi dengan ujung-ujung lancip bukan?

Permainan ketinggian juga berpengaruh. Misalnya, daripada membuat dinding pejal dari bawah ke atas, kita bisa membuat dinding yang dibawah tembok, dan diatasnya kayu atau besi, dengan diperlunak oleh unsur tanaman dalam pagar yang dibuat seperti pot tanaman. Tanaman juga bisa ditanam untuk menjaga jarak dari bagian depan trotoar atau saluran air, atau jalan. Beberapa jenis tanaman yang juga memberikan pengamanan ekstra adalah jenis tanaman dengan daun yang keras dan lancip untuk pagar. Tanaman yang bisa dibentuk seperti ‘penitian’ beluntas atau kemuning juga bisa ditanam dan dibentuk ‘gemuk’ untuk memberi jarak dengan batas depan rumah. Hal ini dimaksudkan untuk memberi jarak ekstra dan mempersulit orang untuk menerobos masuk dalam pagar, sekaligus memberikan sentuhan tanaman yang segar :) ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Telah terbit: 2 buku Probo Hindarto "seri Hunian" – tema rumah indah – rumah mungil

astudioarchitect.com Dua buah buku Probo Hindarto baru saja terbit, puji syukur kepada Tuhan YME atas terbitnya dua buku ini, yaitu dua seri ‘Hunian’ yang membahas tentang berbagai aspek rumah, terutama menyangkut keindahan rumah dan bagaimana menata rumah, khususnya rumah di lahan terbatas. Dalam kedua seri ini, salah satunya membahas khusus tentang keindahan dan bagaimana merancang rumah yang indah, sedangkan yang satunya membahas tentang berbagai aspek rumah di lahan terbatas.

Diterbitkan melalui Penerbit Andi, buku ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin membangun rumah, dengan berbagai penjelasan dan contoh-contoh desain baik foto maupun desain grafis. Buku ini sudah tersedia terutama di jaringan toko Buku Gramedia, Toga Mas, Kharisma (mungkin), dan toko-toko buku dimana Anda bisa mendapatkan atau membeli buku dari penerbit Andi.

Dalam buku ini sebagian besar dibahas contoh-contoh dari desain real / proyek real sehingga apa yang terdapat dalam buku ini tentunya bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkesan berlebihan atau desain yang eksperimental. Saya mengharapkan untuk bisa menulis terus buku-buku tentang arsitektur dan rumah tinggal, untuk memberikan sumbangan bagi literatur arsitektur desain dan interior di Indonesia. Terimakasih, para pembaca astudio :)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.