Category Archives: general article

Dinding bata ekspos, alami dan eksotis/ Exposed brick wall, natural and exotic

astudioarchitect.com Bata ekspos adalah salah satu cara yang sering diterapkan untuk mendapatkan tekstur dan kesan permukaan material bata yang terkesan alami dan eksotis. Bata ekspos sering dipakai untuk memperlihatkan kesan alami atau pedesaan, karena banyak rumah didesa yang masih menggunakan dinding bata tanpa diaci. Hanya saja, bata ekspos dalam rumah tinggal dewasa ini menggunakan bata khusus agar terlihat rapi. Artikel ini berisi pertanyaan dan jawaban tentang bata ekspos yang ditanyakan oleh wartawan Koran Seputar Indonesia atau Sindo beberapa waktu lalu.

Exposed brick is one way which is often applied to obtain surface texture and feel of natural materials and bricks that seem exotic. Exposed brick is often used to show the impression of nature or the countryside, as many village houses still using a brick wall without diaci. Only in the exposed brick houses today use a special brick to make it look neat. This article contains questions and answers about the exposed brick is asked by a journalist or Sindo Seputar Indonesia newspaper some time ago.

1. Apa maksud dari bata ekspose? bagaimana membedakan bata ekspose yang baik dengan yang tidak? apa yang menjadi daya tarik dari bata ekspose?

Bata ekspos atau material lain yang diekspos biasa diberi kata keterangan ”ekspos’ untuk menunjukkan bahwa material tersebut tidak ditutupi dengan material lainnya seperti acian plaster, atau batuan, dan sebagainya. Dalam hal ini bata ekspos berarti bata yang ditunjukkan sebagai material bata yang tidak ditutupi oleh acian, misalnya. Untuk membedakan bata ekspos yang baik dan tidak, biasanya adalah faktor tingkat presisi dari bata tersebut. Semakin presisi bata yang digunakan dan makin keras/ baik mutunya, akan makin menarik dijadikan bata ekspos. Bata ekspos biasanya dipesan secara khusus karena jenis bata yang digunakan biasanya lebih kuat dan presisi dibanding bata biasa, dan harganya juga lebih mahal.

Foto kiri: desain dinding bata arsitek Adi Purnomo (Mamo).
Foto oleh Haris Wibisono

Daya tariknya adalah kesan material yang mengingatkan kita pada suasana pedesaan atau suasana yang tenang dan damai. Kesan material yang jujur juga bisa membuat aksen menarik dari material bata ekspos ini.

2. bagaimana cara pengaplikasiannya, tolong jelaskan berikut dengan contohnya? apakah bata hanya bisa digunakan untuk dinding saja, jika tidak, adakah fungsi lain dari bata ekspose selain untuk dinding?

Cara mengaplikasikannya sangat mudah, yaitu untuk membuat dinding bata ekspos, kita membuat dinding bata seperti biasa, hanya campuran adukan antar batanya harus dibuat presisi, tidak berlepotan sehingga enak dilihatnya. Dalam hal ini diperlukan tukang yang berpengalaman atau rapi. Bata tidak hanya untuk dinding, untuk pagar, kolom pengganti cor beton seperti kolom bata bangunan jaman Belanda, dan sebagainya.

3. bagaimana cara memilih furniture-furniture yang tepat untuk disandingkan pada bata ekspose?

Biasanya seseorang memilih untuk menggunakan dinding bata ekspos agar terlihat suasana yang lebih alami seperti di pedesaan, dan karena itu jenis furniture yang dipilih biasanya yang bergaya etnik atau tradisional karena cukup sesuai dengan tema pedesaan tersebut. Misalnya: perabot meja kursi dengan ukiran gaya tradisional, lampu gantung ala Betawi, atau partisi gebyok dari Jepara.

4. apakah karena kita menggunakan keseluruhan dinding dengan bata ekspose lantas, furniture yang digunakan harus yang berbahan alam juga, seperti kayu misalnya? 

Iya betul, biasanya yang terkesan alami lebih mudah disandingkan dengan dinding bata ekspos ini, karena temanya sesuai. Tapi tidak selalu harus berbahan kayu. Furniture dari rotan, besi tempa, tanah liat, keramik, bambu juga sesuai. Tapi tidak hanya itu juga, karena furniture yang modern yang garis-garisnya kuat dan tidak terkesan tidak terkesan seperti dari pedesaan juga bisa cocok, dalam hal ini adalah soal mix and match.

My apartment
My apartment by reconstructionist, on Flickr

5. kalaupun memang tidak harus ,menggunakan bahan-bahan alam? apa yang perlu menggunakan bahan alam dan apa yang bisa digunakan diluar dari bahan alam tersebut? 

Pada dasarnya semua bahan yang digunakan didapat dari alam, tapi kesan alami yang terlihat dari bahan itu ditentukan oleh finishingnya. Misalnya dinding bata itu terlihat alami bila dibiarkan terekspos, tapi akan terlihat tidak alami bila diaci. Demikian pula dengan bahan kayu misalnya, bila ia sudah dipoles sehingga tidak nampak kayunya maka itu tidak terlihat seperti kayu yang alami.

Pertanyaan dan jawaban dilanjutkan di bagian bawah

1. What is the meaning of exposed brick wall? how to distinguish good brick to be exposed with the bricks that are not? what is the main attraction of exposed brick?

Exposed brick or other materials exposed to ordinary descriptive words”given exposure ‘to indicate that the material is not covered by other materials such as plaster, or decorative stones, and so forth. In this case exposed brick shown as mean brick masonry materials that are not covered by plaster, eg. To distinguish between the good brick and not good brick to be exposed, usually there is a factor of precision of these bricks. The more precision that is used and the harder / better quality, will become increasingly attractive exposed brick. Exposed brick is usually reserved specifically for that type of brick used which is usually more strength and precise than ordinary brick, and the price is also more expensive.

Its appeal is the impression material that reminds us of the rural atmosphere or an atmosphere of calm and peace. An honest impression of material can also be attractive accents of this exposed brick material.

2. how to apply, please explain with example? whether the brick wall can only be used once, if not, is there any other function other than to expose brick walls?

How to apply it very easy, which is to create a wall of exposed brick, we make the usual brick wall, only with a mixture of mortar between the bricks must be made precise, which is not covered by plaster. In this case it is required an experienced handyman or neat. Brick is not just for walls, for fencing, replacement of cast concrete columns, such as the Dutch era buildings brick columns, and so forth.

3. furniture-how to choose the right furniture for exposed brick?

Usually a person chooses to use exposed brick walls to make it look more natural like the kind of atmosphere in the countryside, and therefore the selected type of furniture are usually ethnic or traditional-style because they are appropriate in accordance with the rural theme. For example: furniture tables and chairs with carvings of traditional style, ala Betawi chandelier, or a partition gebyok from Jepara.

4. Do you think we have to use natural kind and style of furniture?

Yes, it’s usually easier to match naturally exposed brick walls with certain kind of traditional or natural look furniture, because of the theme accordingly. But not always be made from wood. Furniture from rattan, wrought iron, clay, ceramic, bamboo is also suitable. But not only that too, for modern furniture with strong lines and country style can also be suitable, in this case it is a matter of mix and match.

5. What other materials can be used?

Basically, all materials used were obtained from nature, but the impression of nature that is visible from the material is determined by the finishing method. For example natural-look brick wall can be left exposed, but it will look unnatural if plaster it. Similarly, materials such as wood, when it had been polished so it does not look made of wood anymore.

Many other materials are currently developing an impression of natural look, like fabricated materials such as cement composite sheets such as GRC and calsiboard, could look like wood when given a similar layer of wood as a finishing. So basically it is a matter of natural impression of the material.

6. bagaimana membuat ruangan menjadi lebih menarik saat penghuni menerapkan bata ekspose sebagai bahan rumahnya?

Dinding bata ekspos sudah cukup menarik karena garis-garisnya sudah bersifat ornamen/ hiasan pada sebuah rumah. Kesan alaminya perlu ditunjang oleh pemilihan furniture yang sesuai untuk menciptakan suasana alami tersebut agar lebih terasa, misalnya suasana pedesaan dengan furniture gaya tradisional.

7. bagaimana cara membuat dinding dengan susunan bata ekspose berikut tehnik finishingnya?

Dinding bata ekspos dibuat seperti dinding biasa, hanya tidak diaci, dan campuran antara batanya sebaiknya dibuat serapi mungkin. Untuk teknik dari pertukangan Bali, mereka bisa membuat dinding bata yang tidak terlihat sambungannya. Ini sangat menarik. Dinding bata ekspos juga bisa diberi coating agar tidak berlumut. Beberapa orang memilih mengecat dinding bata ekspos, tapi akan mengurangi kesan alaminya.

8. Apakah desain bata ekspose hanya menampilkan warna asli dari batu bata? atau bisakah bata ekspose itu didesain berbeda dari biasanya? 

Biasanya menampilkan warna asli dari bata tersebut yaitu warna terakota. Untuk bentuk bata yang berbeda sebenarnya bisa dibuat dengan memesan secara khusus, tapi bentuk yang paling lazim adalah balok seperti yang kita kenal, hanya dimensinya bisa berbeda-beda.

9. pengaruh pengaplikasian bata ekspose terhadap dengan estetika ruang?

Bata ekspos terlihat menarik karena sudah ornamentatif atau terkesan ramai dengan garis-garis kuatnya. Kesan estetika yang terlihat adalah kesan alami yang bisa diasosiasikan dengan kesan suasana di pedesaan. Kesan ini cenderung menenangkan dan bisa membuat kita merasa nyaman.

10. Tips-tips merawat bata Ekspose?

Bata ekspos agar tidak ditumbuhi lumut bisa diberi lapisan coating sehingga tampil cling, tidak mudah berlumut, serta mudah dibersihkan.


Foto atas: desain dinding bata arsitek Adi Purnomo (Mamo).
Foto oleh Haris Wibisono

11. bagaimana menurut Bapak, apakah dengan penerapan bata ekspose ke dalam rumah akan lebih menghemat biaya?

Tidak selalu. Bata yang dibuat untuk di ekspos biasanya lebih mahal dari bata biasa, tapi kualitasnya lebih baik. Bisa juga sebenarnya menggunakan bata biasa, tapi hasilnya memang kadang bata ada yang pecah sedikit, tidak presisi, tidak lurus, dan sebagainya. Tapi bisa saja dilakukan bila Anda menyukai suasana yang benar2 seperti di pedesaan, tidak usah menggunakan bata khusus ekspos.

6. how to make the room more interesting when we apply exposed brick wall?

Exposed brick wall has been quite interesting because the lines are already ornamental / decorating aspect. Natural impression can be supported by appropriate selection of furniture to create a natural atmosphere, for example, rural atmosphere with traditional style furniture.

7. how to make a wall with exposed brick? The finishing techniques?

Walls of exposed brick walls built like usual, just not being plastered, and the mixture between the bricks should be made as neat as possible. For carpentry techniques from Bali, they could create an invisible brick wall joints. This is very interesting. Exposed brick walls can also be given a coating layer to prevent moss. Some people choose to paint the exposed brick wall, but it will reduce its natural impression.

8. Is exposed brick design only displays the original color of the brick? or can exposed brick wall designed differently than usual? 

Usually it displays the original color of the brick that is the color of terracotta. Different kinds of bricks could be made with special order, but the most prevalent forms are the beam as we know, only the dimensions can vary.

9. What is the aesthetic influence?

Exposed brick wall looks interesting because it is ornamental with the strong lines. Aesthetic impression is often associated with the impression of countryside environments. This impression tends to calm and make you feel comfortable.

10. Tips on caring for Expose brick?

Exposed brick can be given a coating layer that makes it more shiny, not easily mossy, and easily cleaned.

11. do you think it can reduce cost of construction?

Not always. Bricks are made for exposing is usually more expensive than ordinary brick, but the quality is better. Can also actually use ordinary bricks, but the result sometimes a bit of broken brick there, not precision, not straight, and so forth. But this way could be used if you like the real rustic style of the wall, we do not have to use a special brick.




________________________________________________
 by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Wallpaper from Goodrich – astudio + elmond furniture

astudioarchitect.com Dalam sebuah rumah atau bangunan lainnya, dinding adalah elemen yang sangat penting yang menentukan estetika atau keindahan sebuah ruangan. Tak jarang bila dinding rumah terlihat kusam, catnya kurang pas, atau menggunakan wallpaper yang kurang sesuai, akan terlihat kurang baik. Wallpaper adalah sarana pelapis dinding yang cukup ampuh memberikan nuansa tertentu bagi sebuah ruangan.

In a house or other building, the wall is a very important element that determines the aesthetics or beauty of a room. Quite often when a wall of the house looks dull, the paint does not quite fit, or use a wallpaper that is not suitable, it will look less good. Wallpaper is the wallpaper means powerful enough to give a certain feel for a room.

Dengan menggunakan wallpaper, ruangan akan terlihat berbeda dalam waktu yang singkat, karena wallpaper memiliki berbagai motif yang bisa disesuaikan dengan tema ruangan. Tidak terkecuali produk wallpaper dari Goodrich ini, dimana kami rekomendasikan untuk klien yang hendak memakai wallpaper untuk interior designnya. Selain itu kami juga merekomendasikan wallpaper alternatif yang lain sesuai dengan budget Anda.

Wallpaper yang ada corak dan motifnya sangat beragam serta dapat membawa nuansa baru, misalnya bila digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, atau ruang untuk usaha seperti kafe, restoran, maupun hotel. Khusus untuk produk Goodrich selalu diperbaharui dengan koleksi terbaru yang sesuai untuk tema arsitektur yang terkini, sehingga menunjang keindahan interior.

By using the wallpaper, the room will look different in a short time, because wallpaper has a variety of motives that can be adjusted with the theme of the room. No exception this product wallpaper from Goodrich, where we recommend to clients who want to use the wallpaper for the interior designnya. Besides, we also recommend other alternatives wallpaper according to your budget.



One Goodrich wallpaper collection.
Wallpaper patterns and motives are very diverse and can bring a fresh new look, for example when used in the living room, family room, bedrooms, or space for businesses such as cafes, restaurants, and hotels. Especially for Goodrich products are always updated with the latest collection corresponding to the theme of the current architecture, thus supporting the beauty of the interior.

astudio interior design berkerjasama dengan elmond interior design dapat membantu mereferensikan produk wallpaper yang sesuai untuk kebutuhan Anda. Contoh interior design:

Gambar diatas adalah gambar interior design yang kami berikan untuk Bapak dan Ibu Slamet dari Kediri. Disini kami merekomendasikan wallpaper dari Goodrich dengan motif yang kira2 seperti ini sebagai background dari ruang tamu Beliau (project dalam pelaksanaan).

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Interview: concept interior ‘East Meet West’

astudioarchitect.com “East meet west” adalah sebuah konsep arsitektur yang muncul karena keinginan untuk menggabungkan dua budaya berbeda dari Timur dan Barat dalam desain yang lebih kaya. Perpaduannya banyak menghasilkan jenis arsitektur maupun interior design yang unik karena ‘Barat’ yang dikenal dengan gaya internasional modernnya dipadukan dengan gaya ‘Timur’ yang masih berkembang budayanya. Gaya ini dikembangkan justru oleh orang ‘Barat’ yang merasa jenuh dengan gaya arsitektur yang itu-itu saja.

“East meet west” is an architectural concept that emerged out of a desire to combine two different cultures of East and West in a richer design. The combination produce many types of architecture and interior design which is unique because of the ‘West’, which is known with its modern international style combined with the style of the “East” which is still evolving culture. This style was developed by the ‘West’ people who are bored with monotonous architectural styles.

Pertanyaan dan jawaban ini diberikan oleh wartawan/kolumnis koran Seputar Indonesia berkaitan dengan konsep ‘East meet West’ tersebut.

1. Apa Itu konsep perpaduan barat dan timur pada rumah tinggal?

Konsep ini sebenarnya berlaku untuk rumah-rumah yang menggabungkan antara konsep barat dan timur dalam style, langgam, dekorasi atau bagian lain dari arsitektur rumah tinggal maupun interiornya.

2. Berawal dari apakah konsep seperti itu muncul?

Perpaduan barat dan timur banyak dipicu oleh keinginan mendapatkan sentuhan baru dalam desain, seperti perpaduan arsitektur modern dengan dekorasi bergaya etnik, atau sebaliknya; arsitektur tradisional dari ‘timur’ yang digabungkan dengan dekorasi bergaya modern.

3. Apakah hal tersebut cocok bila diterapkan di Indonesia? Apakah sudah menjadi tren?

Saat ini, sangat sesuai, bahkan bisa menjadi ide desain yang menarik, bila dibandingkan kita hanya menggunakan gaya ‘barat’ saja atau gaya internasional, yaitu gaya modern. Saat ini menurut saya juga sudah menjadi tren, atau bahkan, tidak secara sengaja sudah mengaplikasikan east meet west dalam arsitektur rumah modern, yang diisi dengan banyak furniture, pernik dan aksesori rumah bergaya etnik.

4. Akan menghasilkan konsep apa jika memadukan dua gaya tersebut, yakni timur dan barat? Apakah ada sebutannya untuk konsep tersebut?

Konsep east meet west dipercaya dapat memperkaya khasanah budaya dan desain. Sebetulnya konsep ini banyak diterapkan justru oleh orang Barat, karena kejenuhan terhadap arsitektur barat yang cenderung ke arah arsitektur modern. Sedangkan arsitektur klasik sendiri sudah banyak mengalami stagnasi dan tidak lagi dikembangkan. Penggabungannya disebut konsep ‘east meet west’ yang dibahasa Indonesiakan juga berarti “Timur bertemu Barat”.

5. Bila kita menemukan gaya rumah tersebut, biasanya yang menjadi ciri khas pada gaya tersebut itu apa?

Konsep east meet west yang umum adalah konsep arsitektur modern untuk framing/ konsep bangunannya, sedangkan untuk ‘east’nya lebih pada interior atau pernak-perniknya. Artinya, menambahkan unsur dekoratif bergaya etnik ‘timur’ seperti dekorasi gaya Cina, atau Jawa, atau tradisional ‘timur’ yang lain.

1. Can you tell what is ‘East meet West’ concept in architecture design?


This concept actually applies the kind of style to house or building design that combines western and eastern concepts in style, decor or other parts of residential architecture and interiors. 

See a video of ‘East meet West’ concept from NZ House n Garden:



2. How was this concept developed?


East meet west fusion is triggered by the desire to get whole new touches in the designs, such as fusion of modern architecture with stylish ethnic decor, or vice versa; traditional architecture of the ‘east’, which combined with a modern style decor.


3. Is it suitable when applied? Is it a trend?


Currently, it is suitable, it can even be a very interesting design idea, instead of only using the style ‘west’ or international style, which is a modern style. Currently I think it also has become a trend, or even, not consciously realized by the people who have applied the east meet west in their modern home architecture, which is filled with lots of furniture, home accessories with ethnic style.


4. What will result of blending the concepts, namely the east meet west? Is there a concept they call for it?


The concept of east meet west is believed to enrich the culture and design. Actually, this concept is applied precisely by many Westerners, because ‘west’ is bored of modern architecture. While classical architecture itself has a stastagnancy and no longer developed. 


5. if we find the house with such style, what might be the characteristic of the style?


The concept of a general east meet west is a modern architectural concepts for framing / building concepts, while for ‘east’ side is more on the interior or furniture accessories. That is, to add a decorative element of ethnic-style ‘east’, such as Chinese-style decoration, or Java, or other ‘eastern’ traditional.

6. Bagaimana dengan fasad bangunannya? Warna apakah yang digunakan?

Warna desain bila bangunannya modern, maka cenderung ke arah warna netral dan warna-warna material alami. Sedangkan warna dari ‘timur’nya, biasanya muncul sebagai warna yang berasal dari unsur tradisional, seperti merah untuk aksesori dari budaya Tionghoa, atau warna Hijau, kuning dan merah untuk budaya Jawa dan Madura, atau yang lain.

7. Bagaimana dengan desain interiornya?

Desain Interior seringkali merupakan perpaduan antara furniture modern dan furniture etnik, ditambahkan dengan unsur dekoratif yang kurang lebih sama.

8. Biasanya tujuan orang itu menerapkan gaya tersebut apa?

Tujuannya biasanya untuk mendapatkan sentuhan desain yang lebih kaya variasi dan dapa diterima baik dari orang-orang “Barat” maupun “Timur”, misalnya seperti arsitektur dan interior lobby hotel, kamar tidur, dan sebagainya. Di Bali, villa-villa berarsitektur modern juga menggunakan arsitektur modern untuk bagian luar bangunannya, yang dibumbui oleh arsitektur dan pernik-pernik lokal Balinya. Ini yang membuatnya terasa lebih ‘kaya’ budaya dan hasilnya juga lebih refreshing.

9. Lalu bagaimanakah menerapkan gaya seperti itu, jika sebelumnya kita menggunakan gaya hunian timur?

Bila dari sisi ini, maka kita bisa menambahkan unsur-unsur modern yang sederhana, misalnya furniture bergaya modern, artwork, serta elemen-elemen lain yang sifatnya ‘international style’ atau modern, yang notabene berasal dari barat.

10. Adakah langkah-langkah untuk dapat menerapkannya?

Saran untuk langkah menerapkan konsep ini; pahami bahwa arsitektur dan interior design ‘east meet west’ itu membutuhkan naluri atau sense of design yang tinggi, karena bila dibuat dengan memadukan berbagai elemen modern dan etnik timur tanpa perencanaan yang baik, biasanya akan terlihat kacau. Usahakan agar kenyamanan atau suasana yang ‘cozy’ dapat menjadi tema ruang, sehingga unsur etnik yang bernornamen bisa menjadi pusat perhatian. Hal ini mirip seperti konsep galeri, dimana karya-karya aksesori lokal timur dapat menjadi pusat perhatian dengan diberi pencahayaan atau perletakan khusus dalam ruangan.

6. What about the facade of the building? What are the colors?


Color design when the building is in modern style, then tended toward neutral colors of natural materials. While the color of ‘east’, usually appears as a color that comes from the traditional elements, such as the color green, yellow and red to the culture of Java and Madura, or the other.


7. what about interior design?


Interior design is often a blend of modern furniture and ethnic furniture.




8. Why are people fond of the ‘east meet west’ style?


The goal is usually to get the touch of a richer variety of designs and the variaty either from the culture of “West” or “East”, such as architecture and interior lobby, bedroom, and so forth. In Bali, villas of modern architecture also uses a modern architecture for the exterior of the building, which is flavored by the local Balinese architecture. This is what makes it seem more ‘rich’ cultures and the results are also more refreshing.


9. Is there any method to implement it?


Suggestions for steps to apply this concept; understand that architecture and interior design ‘east meet west’ is and instinct or that require a high sense of design, because when made by combining various elements of modern and ethnic east without good planning, it usually will look messy. Keep your convenience or ambience of a ‘cozy’ place that could be the theme of space, so that the ethnic element ornamentation could become the center of attention. This is much like the concept of the gallery, where works of local traditional artist from the east can be given the kind of gallery lighting or special placement inside the room.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Ambalan dinding rumah untuk dekorasi ruangan / Wall shelves for room decoration

kitchenastudioarchitect.com Ambalan adalah sebutan untuk rak yang biasanya ditempelkan pada dinding sebagai sarana dekorasi, yang bisa ditambahkan dengan hiasan pajangan, serta pernak-pernik interior. Ambalan cukup dikenal luas dan merupakan ciri khas bagi mereka yang menyukai hiasan dalam rumah. Hal ini berkaitan dengan unsur tradisi dalam masyarakat kita yang sejak dari dulu menyukai ragam hiasan dalam desain maupun pernak-pernik rumah tinggal. Artikel ini dibuat berdasarkan pertanyaan dari wartawan koran Sindo.

“Ambalan” shelves is an Indonesian term for opened shelves, usually for arranging decoration pieces like family heirlooms, small ceramics or art, or picture frames. It is the name for rack shelves that are usually affixed to the wall as a means of decoration, which can be added with ornamental decoration and interior accesories. Ambalan shelves is quite widely known and is typical for those who love decoration inside a house. This deals with the element of tradition in our society which is a love of variety of ornaments and accesories. This article is based on questions from newspaper reporter Sindo.

Fungsi ambalan selain sebagai tempat pernak-pernik apa?

Hasil pencarian Google untuk ‘ambalan dinding’

Fungsi ambalan yang terutama adalah sebagai dekorasi, baik menyatu dengan papan atau board yang dipasang di dinding, atau berdiri sendiri dengan bentuk yang merupakan elemen dekoratif interior. Disebut sebagai elemen dekoratif karena pada dasarnya ambalan tidak berfungsi secara khusus sebagai almari atau kabinet, tapi sebagai dekorasi ruangan yang dipadukan dengan benda-beda dekorasi lainnya yang ditempatkan didalamnya.

Apa yang harus diperhatikan sebelum menata ambalan pada ruang?

Bila memiliki dana yang cukup, pikirkan apakah ambalan bisa dimasukkan dalam desain keseluruhan dinding yang dibuat dengan menutup seluruh permukaan salah satu dinding dengan dinding kayu, kaca atau material lainnya. Ambalan bisa dipakai sebagai elemen pelengkap

Bila membuat ambalan sebagai elemen dekorasi yang berdiri sendiri, perhatikan kesan yang ingin ditampilkan pada keseluruhan ruangan. Misalnya, dimensi atau ukurannya, ketebalan dari kayu atau material yang digunakan, agar tidak terlihat terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan keseluruhan ruangan. Perhatikan pula benda-benda apa yang diletakkan dalam ambalan tersebut. Biasanya benda-benda yang diletakkan adalah benda pajangan.

Hiasan apa yang sebaiknya ada di sana? Berapa ukurannya? Bentuknya gimana?

Hiasan atau elemen dekoratif yang bisa dimasukkan dalam ambalan ini misalnya keramik, kerajinan, souvenir, koleksi barang langka, serta jenis hiasan lainnya. Pada dasarnya itu terserah kepada pemilik rumah. Ukurannya tentunya harus disesuaikan dengan ukuran ambalan itu sendiri, terutama dari ketebalan ambalannya. Jangan lupa bila ambalan tersebut tidak dibatasi oleh kaca, ada kemungkinan benda yang dipajang bisa terjatuh bila tersenggol atau dimainkan putra-putri. Jadi ada unsur keamanan untuk anak-anak yang harus kita perhatikan.

Untuk bentuknya, saat ini berkembang tren desain dekorasi yang minimalis modern, sebagaimana desain modern yang berkembang dalam dunia arsitektur dan interior. Benda-benda pajangan atau dekorasi sudah banyak yang mengadopsi bentuk-bentuk desain yang kontemporer atau modern, dalam arti sederhana bentuknya, tidak terlalu banyak hiasannya, karena bisa terlihat ribet. Namun lain halnya bila kita menghendaki untuk memakai benda pajangan seperti kerajinan khas daerah tertentu. Ini bisa menjadi focal point karena satu benda saja sudah menarik perhatian.

Ambalan bisa berarti lemari yang diisi dengan aksesoris, yang jadi pertanyaan saya adalah yang bisa difokuskan sebagai focal point bagian mananya? Apakah hambalan tersebut atau isi dari hambalan tersebut yang berisi aksesoris, bagaimana menurut Bapak, tolong jelaskan?

Pertama perbedaan utama lemari dengan ambalan adalah biasanya lemari memiliki kaki dan ambalan adalah lemari kabinet tipis yang transparan atau tanpa pembatas untuk dekorasi yang ditempelkan di dinding. Cara untuk membuat bagian focal point bisa sangat sederhana, salah satunya adalah dengan menempatkan satu benda pajangan yang sangat menarik di bagian tengah, atau di bagian yang akan terlihat dengan mudah. Secara otomatis akan menjadi focal point yang dimaksud.

Ambalan bisa menjadi elemen yang vokal didalam sebuah ruangan, misalnya, bila semua dinding lainnya polos dan hanya satu dinding yang diberi ambalan, maka ini sudah berbeda dan menjadi focal point. Selebihnya, karena fungsi ambalan itu menjadi semacam bingkai dari elemen dekorasi didalamnya, maka ia harusnya tidak terlalu vokal karena akan mengalahkan perhatian pada elemen hiasan didalamnya.

kitchen

What is the function of ambalan shelves other than place for accesories?


Shelves that primarily functions as decoration, either as one piece or racks mounted on the wall, or stand alone with a form that represents the interior decorative elements. Referred to as a decorative element because the shelves are basically not functioning exclusively as a cupboard or cabinet, but the decor is the most important combined with a different object placed therein.


What should be considered before arranging shelves in a room?


When you have enough funds, consider whether the shelves could be included in the overall design of the wall which is made by covering the entire surface of one wall with wood walls, glass or other material. Ambalan shelves can be used as a complementary element


When you make the shelves as a stand-alone decorative elements, consider the impression you want to show at the whole room. For example, dimension or size, thickness of wood or material used, in order not to look too big or too small compared to the entire room. Notice also what objects are placed in shelves. Usually objects are placed is a display object.


What decorations should be there? What size? What kind of shape?


Ornamental or decorative element that can be included in these shelves for example ceramics, handicrafts, souvenirs, collections of rare items, as well as other types of decoration. Basically it’s up to the houselord. Size must be adjusted by the size of the shelves themselves, especially from the thickness. Do not forget when the shelves are not limited by glass, there is the possibility of falling objects which are displayed or when being touched by your sons and daughters. So there is an element of security for children that need our attention.


In the form aspect, there is currently developing trend of  decor designs, develops as a modern design in the world of architecture and interiors. Ornamental objects or decorations so many have adopted the forms of contemporary or modern design, simple in terms of shape, not too much decoration, because it may look complicated. Yet another case if we want to use ornamental objects such as certain regional crafts. This could be a focal point because of one thing alone is attracting attention.


Ambalan could mean the cupboard is filled with accessories, so my question is what thing can be focused as a focal point? Are these Ambalan or things of those ambalan containing accessories, how you think, please explain?


The first major difference between a cupboard and an ambalan shelves is that cupboards have legs while ambalan shelves usually are thin, transparent or no barrier for decorations pinned on the wall. How to create the focal point can be very simple, one of them is placed as a very interesting display of objects in the middle, or in part to be seen easily. It will automatically become the focal point in question.


Ambalan Shelves could be a vocal element within a room, for example, when all the other walls plain and only one wall of ambalan shelves that are given, then this will be different and be a focal point. The rest, as it became a kind of function frame shelves of decorative elements in it, then he should not be too vocal because it would defeat the attention on the decorative elements inside.

apakah desain ambalan berpengaruh dengan desain rumah, semisal rumah itu minimalis? Mediteranian? Klasik, atau etnik? Jika memang iya, lalu apa saja yang perlu diperhatikan?

Tentunya desain ambalan harus disesuaikan dengan desain rumah, karena tidak terlihat pas jika model ambalan memiliki gaya yang sama sekali berbeda, misalnya bila kayu atau bingkai ambalan menggunakan ukiran terlalu banyak, dan mengambil bagian terlalu luas dari sebuah dinding atau ruang, maka ia bisa merusak suasana sebuah ruangan yang bergaya modern. Artinya ruangan itu tidak lagi didesain dengan gaya modern karena adanya ambalan yang penuh ukiran.

Langgam-langgam desain arsitektur atau interior bisa dimasukkan dalam desain ambalan, misalnya rumah bergaya etnik bisa menggunakan ambalan dengan ukiran gaya tradisional. Rumah dengan gaya modern bisa menggunakan ambalan dengan desain yang cenderung clean. Yang terpenting adalah, gunakan desain ambalan yang sesuai untuk tema rumah, agar tidak terasa aneh atau tidak sesuai, saat tiba-tiba ada dekorasi ambalan yang sangat berbeda tema desainnya.

bagaimana dengan warna ambalan? Warna apa yang harus ditonjolkan atau dibuat tema ruang? apakah perlu mencocokkan dengan furniture yang lainnya?

Biasanya warna yang paling disukai adalah warna dari bahan kayu atau pelapis kayu, karena terlihat sesuai untuk ruangan dengan warna cat apapun. Dalam hal ini berarti warna ambalan menyatu sebagai pelengkap dari keseluruhan skema warna ruangan. Warna ini disebut sebagai warna primer, antara lain coklat, putih, abu-abu dan hitam. Warna-warna netral ini bisa berpadu dengan baik dengan seluruh skema warna cat.

Bila ambalan digunakan untuk fungsi dekoratif yang menjadi titik perhatian utama dalam sebuah ruangan atau focal point, maka boleh saja bila warnanya dijadikan kontras dengan warna-warna lainnya, atau diberi warna yang ‘ngejreng’ agar langsung terlihat atau menarik perhatian.

banyak orang berfikir, jika menggunakan ambalan merupakan salah satu cara untuk memperluas ruang yang sempit? Bagaimana menurut Bapak?

Ada benar dan tidaknya. Ambalan bisa menjadi alternatif penyimpan benda-benda agar tidak berserakan, misalnya majalah dan mainan anak. Dalam hal ini, benda-benda yang diletakkan di ambalan cenderung ditata rapi dan menjadi elemen dekorasi, meskipun ia bukanlah benda pajangan. Yang benar adalah: kabinet built in bisa memperluas ruang yang sempit bila ia menjadi penyimpan untuk benda-benda seluruh ruangan agar tidak berserakan.

adakah luas ruang mempengaruhi besar kecilnya sebuah ambalan?

Betul, ambalan harus didesain dengan dimensi yang cukup sesuai untuk seluruh ruangan, bila tidak akan terlihat tidak sesuai. Pada ruangan yang sangat besar, ambalannya tidak mungkin hanya kecil saja, sehingga sebaiknya besar pula ukurannya relatif dengan luas ruangan atau dindingnya. Ambalan yang ukurannya kecil untuk sebuah ruang tamu kecil sudah cukup menarik perhatian, hal ini karena ukuran ruang juga kecil sehingga ambalan kecil saja sudah terlihat menonjol.

adakah jenis-jenis bahan ambalan selain dari kayu? atau sejenisnya? Berikan contoh dan jelaskan?

Kaca sering digunakan sebagai material untuk membuat ambalan, baik keseluruhan ataupun hanya sebagian dan dikombinasikan dengan kayu. Bahan lainnya seperti bahan untuk membuat furniture pada umumnya, terdapat ambalan yang dibuat dari rangka besi batangan atau besi hollow, alumunium, kaca cermin, dan sebagainya.

Will the design of ambalan shelves influent the design design of houses, such as modern style house? Mediterranean? Classical, or ethnicity? If that is so, then what need to be considered?


Obviously the design of ambalan shelves should be adjusted to the house design, because it does not look right if the shelves have completely different styles, for example, when wood carving or a frame shelves using too much, and take part too wide of a wall or room, then he could distract the atmosphere a room in a modern style.

Google search result for ‘shelves’

Architecture Styles or interior design can be inspiration in the design of shelves, for example, ethnic-style house can use the shelves with a fine traditional style. Houses with a modern style can use the shelves with a design that tends to be clean look. The important thing is, use the appropriate shelves design for the theme of house, so it will not be strange or inappropriate, when suddenly there was a very different shelves decor design theme.




how to color the shelves? What color should be used? whether to match with other furniture?


Usually the most desirable color is the color of wood or wood coatings, because it seemed appropriate to any room with color paint. In this case means integrated shelves colors to complement the overall color scheme of the room. This color is called the primary colors, including brown, white, gray and black. Neutral colors can be blended well with all the paint color scheme.


When the shelves are used for decorative functions which become the main focal point in a room, then the color should be used only when contrasted with other colors, or colors that are given ‘strong’ to be directly visible or attract attention.


many people think, if using shelves is one way to make narrow rooms feel more spacious? How do you think?


It is true and not. Shelves can be an alternative storage objects to be more organized, such as magazines and toys. In this case, objects are placed on shelves tend to be neatly arranged and decor elements, although it is not a display object. The truth is: built-in cabinet can expand a narrow space when it became a storage for objects to be more organized throughout the room.


Does size of shelves matters?


Yes, shelves should be designed with dimensions suitable enough for the entire room, or it could be seen as being inappropriate. In a very large room, the shelves will not be possible just a little dimension, so we recommend the relative size of the space to the walls. Small shelves in a small room is enough to attract attention, this is because the size is also small so the shelves just stand out.


is there any types of materials other than wood shelves? or the like? Give examples and explain?


Glass is often used as material for making shelves, either whole or just part and combined with wood. Other materials such as materials for making furniture in general, there are shelves that are made from iron frame or metal hollow rod, aluminum, glass mirror, and so forth.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Using ceiling fan / Menggunakan kipas angin tempel

astudioarchitect.com Ceiling fan is an option for interior of a house to create air circulation inside a room. Generally we need a fan if the air in a room is hot because of the lack of air flow. In principle, the air flow can make the room cooler, although the air temperature does not change. This is because the heat from the body can be more quickly carried away by moving air.

Kipas angin tempel di plafon merupakan pilihan untuk interior sebuah rumah agar sirkulasi udara tetap berjalan. Umumnya kipas angin kita perlukan jika udara dalam sebuah ruangan terasa panas karena kurangnya aliran udara. Pada prinsipnya, aliran udara bisa membuat ruangan lebih sejuk, meskipun suhu udaranya tidak berubah. Hal ini karena panas dari tubuh bisa lebih cepat terbawa oleh udara yang bergerak.

In countries with four seasons, fans also make the air warmer in winter, the principle is the same, the air flow mix the hot and colde air to become more equitable. There are things to consider when we want to use a ceiling fan for our interior rooms. One of them is about quality. The quality of a fan is determined not only by the price, but also by th excellent function. For example, there are more noisy fans, some are more calm, because there are sound isolator rings inside the engine.

Ceiling fans also has aesthetic value for interior design, usually a unique shape fan can make the room look more attractive. The fan can be a decoration element that has strong enough impact, beside other fixtures like chandelier lamp.

Di negara empat musim, kipas angin juga membuat udara lebih hangat di musim ingin, yang pada prinsipnya sama, yaitu mengalirkan udara agar menjadi lebih merata. Banyak pertimbangan dalam memilih kipas angin yang ditempelkan di plafon interior rumah kita. Salah satunya adalah tentang kualitas. Kualitas sebuah kipas angin ditentukan bukan hanya oleh harga, tapi juga oleh keunggulan fungsinya. Misalnya, ada kipas angin yang lebih berisik, ada pula yang lebih tenang, karena ada cincin isolator suara didalam mesinnya.

Selain itu kipas angin plafon juga memiliki nilai estetika dalam sebuah ruangan, biasanya bentuk yang unik bisa membuat ruangan terlihat lebih menarik. Kipas angin bisa menjadi elemen dekorasi ruangan yang cukup kuat pengaruhnya, selain lampu gantung seperti chandelier.

Ceiling fans should be sufficiently durable, for instance the quality of on/off pull chain switch should handle every day use. Similarly, if you use the system with the tools button mounted on the wall. Fan motor or engine must also be durable, usually fan with longer and wider blades require a more powerful engine. 

Our friends at Hansen Wholesale Ceiling Fans have a lot of examples of fan products that are good, with different types to choose from, among these brands:

Hunter ceiling fans
Minka Aire ceiling fans
Casablanca ceiling fans
Fanimation Ceiling Fans
Emerson Ceiling Fans

Ceiling Fan

Jenis kipas angin tempel plafon yang baik harus cukup tahan lama, biasanya kualitas alat tali untuk fungsi on/off nya harus tahan jika digunakan tiap hari. Demikian pula jika menggunakan sistem tombol dengan alat yang dipasang pada dinding. Motor atau mesin kipas juga harus tahan lama, biasanya kipas dengan daun yang panjang dan lebar membutuhkan mesin yang lebih kuat.

Teman kita di Hansen Wholesale Ceiling Fans memiliki banyak contoh produk kipas angin yang cukup bagus, dengan berbagai jenis yang bisa dipilih, antara lain dari merk
Hunter ceiling fans
Minka Aire ceiling fans
Casablanca ceiling fans
Fanimation Ceiling Fans
Emerson Ceiling Fans

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Pertimbangan desain ruangan / Room design consideration

living roomastudioarchitect.com Berapakah ukuran sebuah ruangan yang sesuai? Selain perkiraan berapa meter persegi sebuah ruangan, kita harus mempertimbangkan ukuran yang dapat dimanfaatkan dengan baik. Faktor-faktor ini dipengaruhi oleh bentuk, letak, dan ukuran bukaan. Hubungan dengan ruang lainnya dan bagaimana kita merawat dinding, lantai, langit-langit, jenis, jumlah dan bagaimana mengatur furniturenya. Beberapa diantara kita mungkin menyukai banyak ruang-ruang kecil dalam sebuah rumah, misalnya kamar-kamar, sedangkan beberapa diantara kita mungkin lebih menyukai ruang-ruang bersama yang lebar dan lega yang dipakai untuk beberapa fungsi. Rancangan bukaan yang terbuka bisa mempersatukan luar dan dalam sebuah ruangan, dan dengan perabot yang sederhana serta furniture build in bisa memberikan kesan lebih lega dari sebuah rumah kecil.

Are the rooms of suitable size? Beyond the actual square footage of a room, we must consider its usable and apparent size. These factors are affected by shape, location, and size of openings; relation to other rooms and to the landscape treatment of walls, floors, and ceiling; kind, amount and arrangement of furniture. Some families prefer many small rooms, others a few large spaces. An open plan with wide expanses of’ window to unite indoors and out and with built-ins or minimal furnishings can visually provide more space in the small home.

Bagaimana mengatur perabot dalam ruangan sehingga efisien? Pertimbangan utamanya adalah bagaimana mengatur ruangan menjadi cukup untuk perabot, furniture dan lalu lintas penghuninya. Dalam perencanaan ruang-ruang dalam rumah kita harus mempertimbangkan bagaimana memuat barang-barang yang besar seperti tempat tidur dan sofa, serta bagaimana mengatur perabot dalam kelompok-kelompok yang memuaskan. Pintu, jendela, pendingin ruangan, saklar listrik dan outlet, lemari, semuanya membutuhkan ruang dan perlu dipikirkan aksesnya.

living room
living room by bitsandbobbins, on Flickr

Will the rooms take the required furniture gracefully and efficiently? The primary consideration here is naturally adequate floor space for both furniture and traffic. But in planning a home we must also consider the question of suitable wall space—especially for such large items as beds and sofas—and the problem of arranging the furniture into satisfactory groupings. Doors, windows, heating and cooling vents, electrical switches and outlets, closets, and built—ins all take wall space and require access.

Apakah ada cukup ruang untuk penyimpanan? Sebuah fenomena yang hampir setiap orang mengalaminya cepat atau lambat adalah bahwa banyak barang yang perlu disimpan sudah terlalu banyak dan ‘meluap’ dari ruang yang ada, tak peduli berapapun luasnya. Lemari-lemari baik yang berdiri sendiri maupun build in dapat mengurangi jumlah barang yang berserakan dan dapat memberikan ruang lebih untuk hidup. Sering barang bekas yang digunakan musiman atau jarang digunakan diletakkan di tempat yang sering dilalui. Area penyimpan biasanya merupakan tuntutan terberat dalam menata sebuah rumah selama bertahun-tahun, seiring dengan bertambahnya barang dan juga jumlah keluarga.

Is there adequate storage space? A phenomenon almost everyone faces sooner or later is that storable items expand to fill and overflow the space allocated to them, regardless of how commodious that space might be. Ample built-in storage reduces the amount of furniture needed and thus provides more living space. Often-used items should be stored where used; seasonal or infrequently used articles can be stored in more out-of-the-way locations. Storage demands are usually heaviest during the expanding family years and also later years when a lifetime’s accumulation of possessions (and often children’s possessions) must be dealt with.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah yang awas kebakaran / Fire Proof House concept

Columbus Nebraska House Fire

astudioarchitect.com Keluarga, adalah aset yang sangat penting dalam hidup kita, sebaiknya kita jaga dengan baik. Rumah yang sehat termasuk rumah yang memperhatikan segi keamanan, misalnya dari segi kebakaran. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, mari kita lihat lagi apakah rumah kita sudah cukup aman dari bahaya kebakaran.

Family, is a very important asset in our lives, we should guard them well. Healthy home including home security consideration, eg in terms of fire proof concept. Do not be sorry later on, let’s see again if we have enough home safe from fire hazards.

Konsep rumah yang dapat mengantisipasi kebakaran

Dengan banyaknya kasus rumah dan perumahan yang terbakar dewasa ini, kita perlu mempersiapkan rumah tinggal kita dari amukan api yang dapat terjadi kapan saja. Memang hal seperti ini bukanlah hal yang disengaja (meskipun dalam beberapa kasus di Indonesia, sengaja ada oknum kurang waras yang sengaja membakar rumah orang), rumah dapat direncanakan agar dapat meminimalkan dampak kebakaran yang mungkin terjadi.

Kebakaran dapat terjadi, seringkali karena kelalaian, karena faktor peralatan rumah tangga yang kurang terawat, atau kurang memenuhi syarat, juga karena desain dan material bangunan yang mudah terbakar. Kebanyakan kebakaran terjadi karena berbagai sebab, seperti arus pendek, kompor meledak, rokok dibuang sembarangan, dan sebagainya. Konsep rumah yang dapat menghambat tersebar dan membesarnya si jago merah, dapat disiapkan agar ketika faktor pemicu kebakaran terjadi, setidaknya api tidak langsung melahap seluruh bagian rumah, karena ditahan oleh beberapa material yang relatif tahan api.

With many cases of houses burned down today, we need to prepare our homes from the raging fire that can happen anytime. This is not just intentional, the house can be planned in order to minimize the impact of fires that may occur.


Fires can occur, sometimes because of negligence, due to factors malfunctioned housewares, or less qualified, as well as design and building materials that are flammable. Most fires occur due to various reasons, such as short circuits, a stove exploded, carelessly discarded cigarettes, and so forth. The concept of home that can inhibit the spread of fire, can be prepared so that when the fire trigger occurs, at least an indirect fire devouring the whole house, because it was detained by some relatively fire-resistant material.

Saat ini, kita mengenal berbagai macam material bangunan, banyak diantaranya merupakan material yang mudah terbakar, namun banyak juga material yang tidak mudah terbakar, terutama material-material fabrikasi baru seperti dinding komposit, baja, dan sebagainya. Sebagai contoh, untuk material yang dikenal luas, dinding batu-bata termasuk bahan yang tidak mudah terbakar, sedangkan dinding kayu pada rumah-rumah kayu seringkali menyebabkan kebakaran berlangsung lebih cepat.

Kebakaran juga dapat menimbulkan asap tebal yang dapat menimbulkan kebingungan saat kebakaran dan membuat keadaan semakin memburuk. Ventilasi yang baik dapat mengurangi akibat dari asap tebal.

Membangun rumah, dalam pemilihan bahan, dinding, atap, lantai, plafon, pintu, jendela, dll

Memilih bahan bangunan untuk rumah yang lebih tahan api, dapat dilakukan lebih mudah, karena dewasa ini jenis-jenis material berkembang pesat. Untuk membangun rumah yang lebih tahan terhadap kebakaran, maka kita sebaiknya memilih bahan bangunan yang lebih tahan api. Terdapat jenis material yang relatif lebih tahan terhadap api, misalnya bahan dinding batu-bata lebih tahan api daripada kayu, dinding gypsum lebih tahan api daripada tripleks, kusen alumunium lebih tahan api daripada kusen kayu, dan sebagainya. Memang hal ini seringkali menjadikan biaya pembangunan rumah menjadi lebih mahal, namun untuk investasi jangka panjang, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan hal ini.

Bila tetap menggunakan bahan-bahan mudah terbakar, misalnya karena dana terbatas, sebaiknya kita juga mengantisipasi dari segi desain agar sumber api tidak dapat menjalar dengan mudah. Contohnya seperti rumah kayu yang banyak terdapat di luar Jawa, dapur sebaiknya didesain khusus agar area dapur, dimana terdapat kompor jadi lebih aman. Cara mudah adalah dengan membuat kompor ‘terisolasi’ dari kayu dinding dan lantai, dengan membuat dudukan dari semen, atau melapisi dudukan dan dinding kayu dengan seng yang dilapisi tanah. Usahakan agar kompor berdiri dalam jarak yang aman dari benda-benda mudah terbakar, misalnya menjauhkan kompor dari benda-benda kayu.

Bagian apa saja yang menjadi fokus perhatian dalam membangun konsep rumah ‘tahan’ api

Bagian yang penting diperhatikan adalah rencana dan jaringan listrik, bagian dapur dengan sumber api dari kompor, serta bagian-bagian yang rentan terbakar seperti perabot dengan lapisan kain. Jaringan listrik harus terus dipelihara dan diperiksa agar tetap dalam kondisi baik mengalirkan listrik, selain itu sebaiknya kabel-kabel lama diganti setiap 5 hingga 10 tahun sekali. Gunakan kabel dengan standar tinggi untuk kabel yang selalu dialiri listrik sehari-hari, dan jangan banyak menyambung kabel listrik karena mempermudah korsleting. Gunakan MCB (Mini Circuit Breaker) yang fungsinya sama seperti sekering, untuk pengamanan listrik rumah dari bahaya korsleting.

Penataan ruangan dikaitkan dengan konsep rumah ‘tahan’ api. Misalnya kamar mandi, dapur.

Penataan ruangan juga punya andil dalam mendukung rumah yang lebih tahan api dan menyelamatkan penghuni bila kebakaran terjadi. Penataan terbaik ruang-ruang, tentunya rumah sebaiknya dibuat dengan dikelilingi taman, tujuannya agar proses evakuasi bila terjadi kebakaran bisa cepat dilakukan. Bila tidak memiliki taman, setidaknya usahakan agar akses keluar mudah dan tidak hanya satu pintu saja. Sediakan balkon di lantai atas sebagai alternatif evakuasi dan sediakan tangga darurat seperti tangga tali atau tangga samping dari baja.

Ruang-ruang sebisa mungkin dipisahkan dengan sekat yang dapat dibuka dengan mudah, misalnya pintu yang mudah dibuka, bahkan didobrak saat kebakaran terjadi. Usahakan agar jendela-jendela tidak berteralis kuat sehingga bila sangat diperlukan, penghuni dapat keluar melalui jendela. Bahkan jendela dapat dibuat seperti pintu, yaitu memanjang dari atas kebawah.

Kamar mandi harus diletakkan ditempat yang mudah dijangkau untuk keperluan mengambil air bila kebakaran. Namun jangan memadamkan kebakaran akibat korsleting listrik dengan air, karena bahaya terkena sengatan listrik. Bila memungkinkan, pisahkan dapur dari ruang-ruang lain, setidaknya usahakan agar dapur memiliki akses ke udara taman dengan baik.

Merancang ruang-ruang secara lebih spesifik

Dapur juga memerlukan desain khusus, seperti menjauhkan sumber api atau kompor dari benda-benda mudah terbakar. Desain kitchen set juga menentukan keselamatan. Kitchen set yang baik sebaiknya didesain oleh ahli interior dan tanyakanlah selalu tentang keselamatan memasak dalam dapur Anda. Bila membuat sendiri interior dapur Anda, usahakan agar dapur memiliki desain sederhana yang dapat menghindarkan Anda dari kesalahan desain. Gunakan peralatan yang teruji teknologinya, dengan membeli peralatan yang memenuhi standar keselamatan.

Periksa dan rawatlah kompor minyak tanah dan kompor gas secara terus menerus. Jangan memakai kompor yang sudah tua dan berkarat, dan periksa kondisi tabung gas saat membeli. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin dibawah karena gas untuk memasak berat jenisnya lebih tinggi daripada udara biasa. Usahakan agar gas yang keluar secara tidak sengaja dapat dibuang keluar melalui lubang tersebut. Jangan lupa memberi lapisan kawat besi agar tikus tidak masuk rumah. Bahkan bila memungkinkan, letakkan tabung gas diluar dapur dengan diberi rumah-rumahan sendiri dengan penghawaan yang baik.

Fire Engine (1)
Fire Engine (1) by Dunechaser, on Flickr

Ruang tidur harus diperhatikan dari bahaya terbakar karena ruang ini adalah ruang dimana kita banyak menghabiskan waktu. Usahakan agar setiap kamar memiliki kemungkinan punya cara evakuasi saat kebakaran, misalnya dengan membuat jendela yang cukup lebar. Ruang tidur juga harus memiliki ventilasi yang baik, karena itu sangat baik untuk memikirkan kemungkinan menggunakan penghawaan alami selain AC, agar udara dapat berganti dengan mudah, dan membantu bila saja ruangan dipenuhi asap.

Bila dua lantai, usahakan memiliki tangga darurat yang dapat dicapai dengan mudah, misalnya tangga darurat pada balkon, dengan akses mudah dan cepat dari seluruh ruang-ruang. Hal ini berarti, balkon dapat berfungsi sebagai sarana evakuasi kebakaran.

Instalasi listrik di dalam rumah

Dalam sebuah rumah, listrik dan jaringannya perlu direncanakan oleh ahlinya, yaitu para ahli mechanical electrical yang dapat membantu Anda memperkecil resiko korsleting pada rumah. Dalam hal ini arsitek saja biasanya kurang memadai dalam mendesain sistem listrik. Ahli mechanical electrical memiliki background pendidikan yang sesuai untuk merencanakan dan menangani sistem listrik.

Biasanya arus listrik dalam rumah dibagi dalam beberapa bagian, misalnya untuk melayani ruang-ruang tertentu, dan masing-masing bagian ini memiliki MCB (Mini Circuit Breaker) tersendiri. Fungsi dari alat ini adalah memutus arus listrik, bila terjadi kelebihan beban, korsleting, dan lain-lain, namun tidak mengganggu area lain dalam rumah yang MCBnya berbeda.

Dahulu fungsi tersebut diatasi oleh sekering, namun karena bentuk, fungsi dan tampilannya dirasa kurang bagus atau kurang maksimal, fungsi tersebut diatasi oleh MCB. Sistem listrik dalam rumah sebaiknya direncanakan pada waktu mendesain bangunan, dan titik-titik lampu, saklar, stop kontak dan sebagainya perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan penghuni dan ruang-ruang apa saja yang ada. Pemasangan kabel dan peralatan sistem listrik sebaiknya ditangani oleh ahlinya, yang tahu persis bagaimana menanam kabel-kabel dalam dak beton, dinding, plafon dan sebagainya. Kurangnya perencanaan sistem listrik dalam rumah dapat berakibat kabel berseliweran, mengganggu pemandangan dan tentu saja, berbahaya karena bisa dimakan tikus, atau binatang lain.

Tips memperlakukan rumah agar ramah dan mana dari bahaya kebakaran

Columbus Nebraska House Fire
Columbus Nebraska House Fire by Jory’z Shotz, on Flickr

Pastikan bahwa alat-alat listrik yang Anda gunakan dalam keadaan baik, dan tidak punya kemungkinan meledak, hubungan arus pendek, terlalu panas, atau terbebani cukup berat. Dalam memakai peralatan seperti kompor listrik, pastikan bahwa alat berfungsi dengan baik dan tidak panas kabelnya, atau semacam itu. Sistem listrik dan kabel-kabel perlu dicek kembali apakah ada yang perlu diganti, konsultasikan dengan ahli listrik agar listrik rumah tidak terbebani terlalu berat pada titik-titik tertentu karena rawan terbakar.

Dalam menggunakan peralatan listrik, sebaiknya tidak menghubungkan banyak peralatan pada satu stop kontak. Perhatikan bila ada tanda-tanda peralatan atau kabel listrik mulai rusak, seperti menghitam, terbakar, meleleh, dan sebagainya.

Didaerah dapur, usahakan agar kompor berada dalam jarak aman dari benda-benda mudah terbakar, letakkan tabung gas ditempat yang bersih, kering agar tidak berkarat, dan bila diletakkan diluar, harus dibuatkan rumah-rumahan yang kering, berventilasi baik. Bila terdapat tanda-tanda gas bocor, sebaiknya kita membuka lebar-lebar semua pintu dan jendela, serta jangan menghidupkan peralatan listrik, segera hubungi ahli atau orang yang bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Bagi keluarga dengan perokok, jangan merokok disembarang tempat, selain karena unsur bahaya rokok bagi kesehatan. Gunakan asbak dan jangan meninggalkan rokok dalam keadaan menyala. Berhati-hatilah dalam membuang puntung rokok Anda.

________________________________________________

Today, we recognize the various kinds of building materials, many of which are highly flammable material, but also many non-flammable materials, especially the fabrication of new materials such as composite walls, steel, and so forth. For example, for a well-known material, including brick wall that is non-flammable material, while the wooden wall on wooden houses often cause fires faster.


Fire can also cause smoke that can cause confusion when fire happens and make the situation worse. Good ventilation can reduce the effect of the thick smoke.


Building a house, in the selection of materials, walls, roofs, floors, ceilings, doors, windows, etc.


Selecting building materials for homes to be more fire resistant, can be made easier, because today the types of materials grown rapidly. To build a house that is more resistant to fire, we should choose building materials that are more fire resistant. There are types of materials that are relatively more resistant to fire, such as brick wall materials that is more fire resistant than wood, more fire-resistant gypsum wall instead of plywood, aluminum frame is more fire resistant than wood frame, and so forth. Indeed it often makes the cost of housing becomes more expensive, but for long term investment, it is wise to consider this matter.


When you are using flammable materials, for limited fund house building, we should also anticipate in terms of design so that the source of the fire can not spread easily. For example, wooden houses, the kitchen should be designed so that the kitchen area, to be safer guard for stoves. The easy way is to make a stove ‘isolated’ from the timber walls and floors, by making the holder from cement, or wooden wall holder and coated with metal, granite, or other fireproof material-coated ground. Keep the stove standing in a safe distance from flammable objects, such as a stove away from wooden objects.


What parts have been the focus of attention in developing the concept of home ‘resistant’ fire


The important part is the plan and noted electricity network, the source of fire from kitchen with a stove, as well as the vulnerable sections like furniture on fire with a layer of fabric. Electricity network must be maintained and inspected in order to keep electricity flowing in good condition, apart from that long cables should be replaced every 5 to 10 years. Use a cable with a high standard for electrified wires that are always used day-to-day, and not much easier for short circuit. Use MCB (Miniature Circuit Breaker), which functions just like a fuse, for security from the danger of short circuiting electrical home.


Arranging the rooms associated with the concept of home ‘fire proof’ house. Eg bathroom, kitchen.


Rooms arrangement also has a share in supporting a more fire-resistant homes and rescue occupants when the fire occurred. The best arrangement of spaces, of course, the house should be made with the garden surroundings, the objective that the evacuation process in case of fire can be quickly done. If it does not have a garden, at least try to make easy access out and not just one door. Provide a balcony on the top floor as an alternative for evacuation and provide emergency staircase like a ladder or rope ladder from steel.


Rooms separated by partitions should be opened easily, such as doors that open easily, even when the fire happens. Keep windows easily opened, so when absolutely necessary, residents can exit through the window. Even the windows can be created like a door, which extends from top to the ground.


Bathrooms should be put in easily accessible place for the purposes of taking water when fire happens. But do not put out a fire caused by electrical short circuit with the water, because of the danger of electric shock. If possible, separate the kitchen from other rooms, at least make sure that the kitchen has access to the garden with good air.


Designing spaces as more specifically


The kitchen also requires special design, such as the source of fire or stove away from flammable objects. Kitchen set design also determine safety. A good kitchen set should be designed by interiors expert and always ask about the safety of cooking in your kitchen. When creating your own interior kitchen, keep the kitchen has a simple design that can prevent you from design errors. Use proven technology equipment, by purchasing equipment that meets safety standards.


Check and treat kerosene stoves and gas stoves continuously. Do not use a stove that’s old and rusty, and check the condition of gas cylinders when buying. The kitchen should also have the vent below for cooking gas density higher than normal air. Keep out of gas could inadvertently thrown out through the hole. Do not forget to give the layer of iron wire so that rats do not enter the house. Even if possible, place it outside the kitchen with the gas cylinders were given their own houses with good penghawaan.


Bedrooms should be noted from the danger of fire because bedrooms are the space where we spend much time. Try to keep each room has a possible evacuation, for example by making the window wide enough. The bedroom also should have good ventilation, because it is very good to think about the possibility of using natural air conditioning other than AC, so that air can be changed easily, and it helps when the room filled with smoke.


For two floors houses, try to have an emergency ladder that can be achieved easily, for example emergency staircase on the balcony, with easy and fast access from all rooms. This means, the balcony can serve as a means of fire evacuation.


Electrical installations in the house


In a house, electricity and network needs to be planned by experts, namely electrical mechanical experts who can help you minimize the risk of short circuiting in the house. In this case it is usually not adequate to architects in designing the electrical system. Electrical mechanical experts have the appropriate educational background to plan and handle the electrical system.


Usually the electric current in a house divided into several sections, such as to serve certain spaces, and each section has a MCB (Miniature Circuit Breaker) of its own. The function of this tool is to cut off electrical current if an overload, short circuit, etc., but does not interfere with other areas in different houses MCB.


Previously, these functions handled by a fuse, but because of its form, function and appearance which are less good or less than the maximum function, the function is solved by MCBs. Electrical systems in homes should be planned at the time of designing buildings, and lighting points, switches, sockets and so forth should be considered based on the needs of residents and any spaces available. Wiring of electrical systems and equipment should be handled by experts, who know exactly how to plant the cables in no concrete, walls, ceilings and so forth. Lack of planning in the home electrical system could result in cable milling, disturbing sights and of course, dangerous because it can be eaten by rats, or other animals.




Tips to treat the house from fire hazard


Ensure that electrical appliances that you use in good condition, and do not have the possibility to explode, short circuiting, overheating, or a fairly heavy burden. In using equipment such as electric stove, make sure that the device malfunctioned and did not heat the wire, or something like that. Electrical systems and wiring should be checked again if there is a need to be replaced, consult an electrician for electrical home is not overburdened at certain points due to fire-prone.


In using electrical equipment, should not connect a lot of equipment on one socket. Notice if there was any sign of equipment or electrical cables from damage, such as blackened, burnt, melted, and so forth.


Kitchen area, keep the stove in a safe distance from flammable objects, put the gas tubes in place a clean, dry to prevent rust, and when placed outside, have made houses, dry, well ventilated. If there are signs of gas leaks, we should be wide open all the doors and windows, and do not turn on electrical equipment, please contact an expert or someone who can help you overcome this problem.


For families with a smoker, do not smoke in every place, because the element of smoke is danger to health. Use ashtrays and do not leave lit cigarettes in circumstances. Be cautious about throwing your cigarette butts.

Artikel di Koran Kontan berdasarkan wawancara dengan Probo Hindarto
Menjauhkan si Jago Merah dari Hunian Tercinta
Pemilihan bahan bangunan dan penataan ruang bisa memperkecil risiko rumah terbakar
Sandy Baskoro, Danang Pidekso
Dimuat di Harian Kontan pada 06/07/08
BOLEH jadi Anda tak bisa tidur nyenyak belakangan ini. Berita si jago merah yang melalap pemukiman penduduk semakin sering terdengar. Kabar terakhir, permukiman di Kebayoran Baru, Jakarta ludes dilalap api pada Rabu pekan ini. Fakta ini menegaskan bahwa ancaman kebakaran tak mengenal siapa pun, dimana pun, dan bisa terjadi kapan pun. Apalagi memasuki musim kemarau, Anda perlu makin awas. Lengah sedikit, rumah beserta harga benda bisa ludes terbakar.
Sejatinya, api bisa datang dari banyak tempat. Mulai dari kompor meledak, hingga hubungan pendek arus listrik alias korsleting. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih waspada dalam mencegah munculnya pemicu kebakaran. Salah satu bentuk pencegahan kebakaran adalah merancang konsep hunian yang mampu menjauhkannya dari jilatan si jago merah.
Pada dasarnya, konsep hunian yang menekan risiko kebakaran simpel saja. Arsitek Probo Hindarto menyarankan, fokuslah memilih bahan bangunan yang tepat. Yakni bahan bangunan yang tidak mudah terbakar. Penggunaan bahan bangunan yang tak mudah terbakar, setidaknya bisa menahan jilatan api, sehingga lebih lambat melahap bangunan. Saat ini cukup banyak banyak pilihan material bangunan tahan api. Misalnya, dinding komposit atau baja. Selain bahan komposit untuk dinding, material konvensional seperti batu bata juga lebih layak jadi pilihan utama ketimbang memakai dinding dari kayu. Sedangkan untuk plafon, bahan gypsum lebih tahan api daripada tripleks. Sementara untuk kusen, bahan alumunium lebih resisten terhadap api dibandingkan bahan kayu.
Akses keluar di setiap ruang
Namun biaya memborong seluruh materi tahan api memang tidaklah murah. Jika keuangan terbatas, Anda bisa mengantisipasi kebakaran dengan menyiapkan desain rumah yang sesuai. Anda perlu menata ruang secara khusus untuk mencegah kebakaran. Ruang yang paling perlu ditata dengan baik, tentu saja dapur dan perabotannya. Kompor yang sering menjadi penyebab kebakaran harus diisolasi agar api tak menjalar. Caranya mudah. Tinggal membuat dinding di sekitar kompor dengan seng. Kompor juga bisa diamankan dengan meletakkannya di atas dudukan berbahan semen.
Arsitek Bambang Sutejo menambahkan, ruang dapur juga bisa dibangun di bagian depan rumah. Seperti, di dekat garasi atau di sebelah ruang tamu. Jadi, pemilik rumah dapat memantau kegiatan dan kejadian di dapur dengan baik. “Model dapur seperti ini memang lagi tren dalam desain rumah saat ini,” tutur Bambang. Dapur juga sebaiknya memiliki lubang angin sebagai jalan keluar gas bila ada kebocoran. Sementara arsitek Misrony menyarankan, pemasangan filltrack atau penyedot asap udara di dapur. Alat ini terutama perlu jika dapur tak memiliki jendela.
Penataan ruang juga cukup penting dalam mendukung konsep rumah tahan api. Dalam konteks ini, menurut Probo Hindarto, rumah sebaiknya dikelilingi taman yang berfungsi membantu proses evakuasi jika terjadi kebakaran. Apabila tidak ada taman, upayakan agar akses keluar rumah mudah dan tidak hanya mengandalkan satu pintu keluar. Setiap bagian rumah atau setiap ruang, sepeti kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga dan dapur memiliki akses sendiri, seperti pintu yang mudah terbuka.? Jadi, apabila terjadi kebakaran, seluruh penghuni rumah tak kesulitan menyelamatkan diri.
Satu lagi, teralis yang ada di jendela sebaiknya tidak terpatri mati. Jadi. jika ada kebakaran, penghuni rumah masih bisa menerobos keluar melalui jendela.

Articles in Newspapers Kontan based on interviews with the Probo Hindarto
Published in The “Harian Kontan” at 06/07/08




News of the fire that engulfed the settlement population more and more often heard. The latest news, settlements in Kebayoran Baru, Jakarta engulfed in flames on Wednesday sold out this weekend.


This fact is emphasized that the threat of fire not knowing anyone, anywhere, and can occur at any time. Moreover, entering the dry season, you need more and more alert. Off guard a little, the house could be sold out along with the price of burning objects.


Indeed, the fire can come from many places. Starting from the stove exploded, up to a short circuit short circuit electrical current alias. Therefore, home owners need to be more vigilant in preventing the emergence of the trigger fires.


Basically, the concept that reduce the risk of residential fires just simple. Architect Probo Hindarto suggest, focus on choosing appropriate building materials. Ie, building materials that are not flammable. Use building materials that do not flammable, at least, can withstand flames, so more slowly devouring the building.


Today is pretty much a lot of fire resistant building material choices. For example, composite or steel walls.


In addition to composite materials for walls, conventional materials such as bricks are also more feasible to be the main option than using a wall of wood.


While for the ceiling, gypsum materials more fire resistant than plywood. While for the sills, aluminum is more resistant to fire than wood.




Exit access in every room




However, buy up the entire cost of fire resistant materials are not cheap. If finance is limited, you can anticipate a house fire by setting up an appropriate design.


You need to organize the space specifically to prevent fires. Space that most needs to be organized well, of course, the kitchen and furnishings.


Stoves that have been the cause of the fire should be isolated so that the fire did not spread. It is easy. Make a living wall around the stove with zinc. Stoves can also be secured by putting them on the stand made from cement.


Architect Bambang Sutejo added kitchen space can also be built at the front of the house. Like, near the garage or adjacent to the living room. So, home owners can monitor the activities and events in the kitchen very well. “Models such as this kitchen is another trend in home design today,” said Bambang. The kitchen should also have the vent gas as a way out if there is leakage.


While the architect Misrony suggests, the installation of smoke filltrack or suction of air in the kitchen. This tool is especially necessary if the kitchen has no windows.


Spatial layout is also quite important in supporting the concept of fire-resistant homes. In this context, according to the Probo Hindarto, the house should be surrounded by a park that serves to help the evacuation process in case of fire.


If there is no garden, try to access out of the house easily and not just rely on one exit.


Every part of the house or any space, a chest of bedrooms, living room, family room and kitchen have access to their own, such as doors that open easily.? So, in case of fire, the entire household could not escape trouble.


One again, the existing railings on the windows should not be burned to death. So. if there is a fire, residents can still bust out through the window.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Membangun Rumah Biaya Murah / Building low cost house

astudioarchitect.com Rumah yang biaya pembangunannya murah, banyak orang yang membutuhkan rumah, tapi tidak semua memiliki dana cukup besar untuk membangun atau merenovasi rumah. Rumah di lahan terbatas seringkali juga identik dengan struktur konstruksi yang sederhana. Secara positif, hal ini berarti struktur yang lebih murah. Sistem konstruksi menerus tanpa banyak berbelok bisa menjadikan biaya pembangunan rumah lebih murah. Meskipun demikian, agar tidak terlihat monoton, banyak juga trik yang bisa digunakan agar rumah tampil tidak apa adanya.

Houses with lower construction costs, many people need homes, but not all have a enough fund to build or renovate houses. Houses in limited space is often also identical to the structure of simple construction. Positively, this means a less expensive structure. Continuous construction of the system without much edges makes the cost of housing is cheaper. However, in order not to appear monotonous, there are many tricks that can be used to house not show what it is.

Rumah sederhana dengan konstruksi sederhana pula yang lurus-lurus tidak banyak belokan atau patahan struktur, lebih murah dengan konstruksi dinding dari batako. Biasanya konstruksi seperti ini untuk Rumah Sangat Sederhana (RSS). Tentunya kita pernah suatu saat mengunjungi perumahan yang murah, misalnya perumahan dengan bahan rumah dari batako. Bisa dilihat betapa sederhana sistem konstruksinya. Kadang-kadang, struktur konstruksi dibuat memanjang tanpa belokan, yang bisa menghemat bahan struktur. Kebanyakan rumah di perumahan yang ’ekonomis’ juga dibuat dengan struktur seperti ini, dengan dinamika tampilan yang menyebabkan rumah terlihat elegan dan indah.

Tipe Rumah Sangat Sederhana (RSS) dengan struktur sangat sederhana dan material murah

Cara membuat rumah dengan biaya murah terlihat menarik
Berbagai cara digunakan agar rumah dengan konstruksi sederhana bisa tampil cukup menarik. Cara yang umum digunakan adalah seperti yang dipakai oleh perumahan-perumahan, misalnya memakai hiasan dekorasi dinding seperti benangan dan lis, atau memakai aksen material seperti dinding ‘garukan’. Bisa juga memakai warna-warna yang berani sebagai aksen. Tipe rumah yang umum untuk jenis rumah murah adalah: Rumah dengan muka yang cenderung datar dan atapnya pelana sederhana yang lebih murah, dipermanis dengan sebuah portal, menjadikan rumah tampil cukup elegan.

Simple house with a simple construction usually is a straight with not much bend or fracture of structures, cheaper with walls of adobe construction. Usually this kind of construction is for Very Simple House Type (RSS). If you happen to visit the cheap housing estates in Indonesia, such as housing materials of adobe houses. You could see how simple the system construction. Occasionally, elongated structures which are made of construction without bends, which can save the structural material. Most houses in economical housing estate is also made with the structure like this, with creative dynamics to make the house looks more elegant and beautiful home.


How to make a low cost house look attractive
Various methods are used to house with a simple construction to appear quite attractive. Generally used is like which used by the cheap housing estates, such as wearing ornate wall decorations such as wall lines, or using materials such as wall accents stones. We can also use bold colors as accents. Common types of housing for low-cost housing types include: House with the inclined flat face and the roof is a simple saddle for a cheaper, sweetened with a portal, making the house look quite elegant.

Penggunaan Material
Material rumah yang murah misalnya untuk dinding menggunakan batako, untuk atap menggunakan fiber cement atau genteng lembaran, bahkan saat ini, perumahan yang sangat murah memakai kusen pabrikan dari semen dan bukan dari kayu. Bila dilihat dan setelah difinishing, tampilannya tidak beda dari kusen kayu, hanya saja harus dibuat banyak dan modular.

 Gambar screenshot pencarian rumah RSS di Google

Penggunaan material juga menentukan harga bangunan sebuah rumah. misalnya, menggunakan dinding batu bata lebih tahan lama dibandingkan menggunakan dinding kayu untuk bagian luar bangunan. Dinding batu ekspos lebih terlihat tahan lama dibandingkan dinding acian karena tidak mudah kotor (meskipun acian lebih murah). Atap dengan konstruksi baja ringan lebih awet dibandingkan atap konstruksi kayu, meskipun harganya lebih mahal. Dalam hal ini, penggunaan bahan material juga menentukan apakah bahan tersebut bakal awet atau tidak. Tingkat awet atau tahan lama bangunan juga merupakan tolak ukur konstruksi yang murah.

Barangkali, hal-hal diatas bisa menjadi pertimbangan Anda dalam membangun rumah dengan material dan harga yang murah. Ada komentar?

Use of Materials
Materials for low cost homes, usually using brick wall, using fiber-cement roofing sheets or tiles, even now, housing which are very cheap use concrete window frames and not from the timber. If seen, and after finishing touch, it looks no different from a wooden frame, only to be made numerous and modular.


Use of the material also determines the price of building a house. for example, using a brick wall is more durable than using wood for the exterior walls of buildings. Exposed stone walls looked more durable than usual wall because it is not easyly dirty. Construction of lightweight steel roof is more durable than the wooden roof construction, although more expensive. In this case, the use of raw materials also determine whether such materials would be durable or not. Level of durability is also the benchmark for counting construction cost.


Perhaps, some aspects above can be your consideration in building a low cost house. Any comments?

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tool online warna cat untuk desain interior / Online tool for interior design color

astudioarchitect.com Berniat untuk mengecat interior atau eksterior rumah Anda? Tidak ada waktu bertemu interior desain, atau tidak ada dana untuk menyewa? Mungkin Anda bisa menjadi perencana warna rumah atau interior rumah Anda dengan menggunakan sebuah tool sederhana yang dikembangkan oleh Jotun. Saya sendiri sudah mencoba tool online ini dan hasilnya memang lumayan untuk melihat apakah Anda menyukai suasana ruang setelah warnanya dirubah. Caranya sangat sederhana.

Intend to paint the interior or exterior of your house? No time to see an interior designer, or no funds to hire? You can plan your house or the interior color of your house by using a simple tool developed by Jotun. I myself have tried this online tool and the results are pretty to see if you like the new look of interior after the color change. Very simple way.

Pertama, kita perlu memotret ruangan yang akan kita warnai dengan menggunakan kamera digital, sehingga kita mendapatkan file foto digital dengan format .jpg. Setelah itu, masuk ke website jotun ini, atau website yang ini dan pilih color advisor bahasa Indonesia. Kita akan masuk dalam halaman login atau mendaftar. Bila Anda belum mendaftar, harus mendaftar dahulu. Setelah itu kita akan masuk ke loading aplikasi. Tunggu beberapa saat hingga aplikasi selesai loading (sebaiknya menggunakan koneksi internet yang cukup cepat, dan punya waktu yang cukup agar tidak terburu-buru)

Setelah loading selesai, kita bisa memilih mewarnai ruangan. Pilih untuk memasukkan sebuah gambar ruangan, dan pilih file foto dari foto ruangan yang sudah Anda ambil dengan kamera. Gambar Anda akan diupload, dan pilih kategori gambar apakah interior atau eksterior. Dalam contoh ini saya memilih interior. Tunggu sebentar…

Gambar rumah kita sekarang sudah masuk, dan kita bisa mulai memilih dinding atau bagian mana yang akan diganti catnya. Untuk memilih area dinding, klik pada pojok-pojok area hingga area tertutup. Kemudian pilih area lainnya dengan klik ‘tentukan area berikutnya’, dan bila kita sudah memilih area mana saja yang akan diganti catnya, klik ‘warnai gambar ini’.
Setelah itu kita bisa memilih dari berbagai warna yang ada disamping kiri, antara lain coklat, merah, hijau, biru, dan sebagainya. Gunakan foto tersebut untuk eksperimen warna dan kira-kira warna apa yang menurut Anda paling baik. Bandingkan sehingga Anda merasa warna tersebut paling cocok. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menyimpan atau mencetak foto Anda sebagai referensi pembelian cat.
foto asli

Selamat mencoba :)

First, you need to take pictures of the room that will be colored using a digital camera, so you get a digital photo file formats .Jpg. After that, go to this Jotun website. You will enter the login page or to register. If you have not registered, you must register first. After that you will go to the loading page of the application. Wait a few moments to complete loading applications (preferably using the Internet connection which is fast enough, and have sufficient time to be in no hurry)


After loading is complete, choose colors of the room. Select to upload a room photo, and select a file photo from the photo room that you have taken with the camera. Your picture will be uploaded, and choose the category images whether interior or exterior. In this example I chose interior. Wait a minute …


The photo we now have in, and we can begin to choose a wall or part of which will be replaced with paint. To select the area of the wall, click on the corners of the area until the area is closed. Then select another area.


After that we can choose from a variety of colors available in the left, such as brown, red, green, blue, and so on. Use these photos for color and experiments about what color you think is best. Compare the color that you feel is most appropriate. This application allows you to save or print your images as a reference to purchase the paint.


Good luck!

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Secondary skin concept (tropical house concept) / konsep kulit kedua untuk rumah tinggal


astudioarchitect.com Imagine a bright tropical house, that is comfortable with shade. Shading device like louvers is often used as secondary skin. Secondary skin concept for tropical houses has become popular lately. This concept blends with modern architecture concept by complementing a considerable solution to deal with tropical climate, which also has an aesthetic value.

Bayangkan rumah cerah di iklim tropis, yang nyaman dengan pembayangan dari sinar matahari. Shading device seperti kisi-kisi sering digunakan sebagai secondary skin. Konsep secondary skin atau ‘kulit kedua’ untuk rumah tropis menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Konsep ini berpadu dengan konsep arsitektur modern dengan menyumbangkan solusi yang patut dipertimbangkan untuk iklim tropis, yang juga memiliki nilai estetika atau keindahan.

WHAT IS SECONDARY SKIN CONCEPT?

You might have read or know from TV shows about ‘secondary skin concept’ or second wall layer of a building. This concept is originated from an analogy; house as a human skin.Biologically, human has skin, to protect human from many danger, virus, disease, and other thread outside human body. Skin has a function to manage relationship between body and outside body. For example, if it is too hot, human skin will react by keeping temperature stable, for example sweat.Human also has a way to react to external condition for example, by using clothes. There are clothes for hot weather, cold weather, etc. Clothes can be made to fit our comfort.

Barangkali Anda pernah membaca atau tahu dari tayangan televisi tentang konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua bangunan. Konsep ini pada awalnya merupakan konsep yang mengibaratkan rumah sebagai ‘kulit’ manusia. Secara biologis, manusia memiliki kulit, dan kulit inilah yang melindungi manusia dari berbagai bahaya, virus, kuman dan ancaman dari luar. Kulit memiliki fungsi mengatur hubungan tubuh dan dunia luar tubuh manusia. Bila kondisi diluar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dipakai.

In architecture, it is Known the concept Of building as human skin, that has a function to protect human body. Building can be designed, to fit tropical climate, from heat and rain, and from other climate related environmental condition. ‘Secondary skin concept was derived from analogy of human skin and clothes, and this concept can be used whenever one layer of building ‘skin’ is not quite enough to deal with climate impact.

In the above sketch that I made, I describe one concept of secondary skin. Human inside a room is isolated by Wall and glass. Wood louvers act as ‘secondary skin’ to hold direct heat from the sun to directly enter the room. So in this example, heat will not directly enter the glass wall.

To apply secondary skin concept it is important not to be mistaken with creating building ornaments, because usually, house facade will look more aesthetic than using just a Single wall.

Many and more tropical houses use secondary skin concept. this is because tropical houses need more advanced concept than just a single wall concept. to apply secondary Skin concept for Your home consider these points;

When designing, observe the surrounding houses. are they comfortable enough? In term of air freshness. humidity, etc. If you feel that it is not really fresh and comfortable, consider to use secondary skin for your future home.

If your house is already been built, see if there is a possibility that you could better the level of air and natural light comfort by adding secondary skin.

In houses of tropical area, most secondary skin for buildings are made of wood louvers, steel, or other materials. One unique example is one house that was designed by Ridwan Kamil using bottles as secondary Skin. Other materials like bamboo, recycled material, glass, etc can be used innovatively

Level of human comfort in tropical area is quite specific. Some consider rather dark room is comfortable. How much natural light can get in to a room is one of main considerations beside air flow, humidity etc. Nowadays, glass material ate often being used. the impact is higher temperature level.

The use of secondary skin is quite similar to being below the shadow of a tree. You can imagine that being under the shadow of trees when the sun shine very hot is very comfortable.

Pada sketsa yang saya buat diatas, terlihat gambaran salah satu konsep secondary skin. Manusia yang berada didalam, dibatasi oleh dinding dan kaca dari luar bangunan rumah, dan lihat ‘secondary skin’ yang bisa berupa kisi-kisi untuk menahan panas dari luar.Jadi, dalam contoh ini; dinding kaca dirasa bisa menyebabkan kondisi didalam ruangan terasa lebih panas dan untuk mengurangi panas itu digunakan kisi-kisi penahan panas matahari.


Untuk menerapkan konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk rumah tinggal, sebaiknya jangan keliru dengan membuat ‘hiasan’ untuk tampilan bangunan. Memang tampilan bangunan seringkali tampak lebih indah daripada menggunakan satu dinding saja. Tampilan bangunan memang seringkali menjadi lebih baik lebih indah daripada sebelumnya. Namun hal ini bukan alasan sebenarnya menggunakan secondary skin. Bila kita perhatikan,secondary skin banyak diaplikasikan untuk rumah tropis. Hal ini disebabkan karena rumah tropis memerlukan konsep lebih maju daripada single wall atau berdinding satu saja, khususnya di daerah tropis.


Untuk mengaplikasikan secondary skin untuk fasade (tampilan) rumah Anda, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan


Pada saat mendesain, lihatlah bangunan-bangunan diseki tar rumah yang akan dibangun, kemudian rasakan suasana didalam ruang rumah tersebut. Apakah rumah-rumah tersebut sudah memadai dari segi kenyamanan thermal, dalam arti, apakah rumar calon tetangga Anda itu cukup sejuk, nyaman dalam suhu, kelembaban udara dan sebagainya? Bila Anda rasa kondisi rumah tetangga Anda kurang sejuk, lihatlah barangkali ada kemurgkinan perlu digunakan secondary skin untuk rumah yang akan Anda bangun.


Bila rumah Anda sudah dibangun, lihatlah apakah ada kemungkinan kita dapat memperbaiki tingkat kenyamanan dalam ruang tempat ting gal kita dengan menambahkan secondary Skin.

Rumah karya dan milik Ridwan Kamil, Bandung. Sumber gambar: foto perjalanan Samoke, SAMM


Seringkali untuk daerah tropis, secondary skin yang paling sering digunakan adalah penggunaan kisi-kisi bangunan yang dibuat dari kayu, besi, atan bahan lain. Meskipun demikian, material lain dapat digunakan, misalnya botol bekas seperti yang digunakan pad a rumah tinggal karya arsitek Indonesia Rid wan Kamil. Bahan bahan lain Seperti bambu, anyaman bambu, kaca buram dan sebagainya adalah contoh material yang dapat digunakan. Variasi material pun da pat dikembangkan lebih jauh.


Tingkat kenyamanan manusia hidup di alam tropis memang spesifik. Kebanyakan orang menganggap ruangan yang agak gelap namun masih nyaman bagi mata adalah ruangan yang nyaman. Berapa banyak cahaya yang masuk termasuk pertimbangan utama. Dewasa ini, karena material kaca sering digunakan, dampak dari penggunaan kaca adalah level panas ruangan yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan perlunya secondary skin untuk diaplikasikan


Penggunaan secondary skin mungkin mirip seperti prinsip ‘berada dibawah bayangan pohon’ Barangkali Anda bisa membayangkan, bahwa berada dibawah bayang bayang pohon disaat udara panas dan matahari menyengat adalah sangat nyaman.
________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.