Category Archives: green architecture

Atap bertanaman ekologis dan fungsional

astudioarchitect.com Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial. Tujuannya adalah agar bisa memiliki taman meskipun berada diatas bangunan. Dalam merencanakan konstruksi taman diatas atap, kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia. Dalam artikel ini saya pilihkan buku yang ditulis Heinz Frick berjudul  ‘Atap bertanaman ekologis dan fungsional’.

Kutipan: Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:

  • beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering. 
  • Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
  • Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
  • Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang. 
  • Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut. 
  • Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini. 
  • Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani. 
  • Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan. 

Aspek Konstruksi dan Susunannya

  • Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
  • Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
  • atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
  • lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
  • lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
  • lapisan drainase (pengaliran air);
  • lapisan penyaring;
  • lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
  • vegetasi (tanaman/pepohonan)

Ketebalan dari konstruksi taman diatas atap akan bervariasi tergantung pada tanaman yang akan ditanam, rancangan sistem, dan fungsi tambahan lainnya disekitar taman.

http://books.google.co.id/books?id=q5VK8df79_cC&lpg=PA45&dq=atap%20bertanaman%20ekologis&pg=PP1&output=embed
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Tanya Jawab tentang Pergola untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Artikel ini merupakan hasil wawancara reporter tabloid NOVA dengan Probo Hindarto, astudio, dimuat di tabloid NOVA edisi 16 Januari 2012.

1. Apa yang dimaksud dengan pergola? Apa bedanya dengan kanopi?
Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate.

2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukungbangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.

3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apakelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.

5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depanrumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.

6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola?Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
 Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Dalam Artikel versi web NOVA oleh Hasto Prianggoro:

 Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola.Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.

 Rambat Lebih Tepat


Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.

Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya.Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.

NOVA edisi 16 Januari 2012

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Menahan lumpur masuk selokan dengan tanaman

astudioarchitect.com Pada waktu hujan, tanah disekitar rumah bisa tergerus oleh air hujan yang turun sehingga masuk ke selokan. Hal ini berakibat kurang baik karena selokan bisa terisi dengan tanah maupun sampah sehingga saat hujan akan terjadi banjir. Banyak orang memilih untuk menggunakan beton bertulang untuk membuat tanggul disekitar selokan agar tanah tidak tergerus oleh hujan. Tahukah Anda bahwa tanggul atau penahan lumpur bisa dibuat dengan cara menanam tanaman disekitar selokan untuk menahan lumpur?

Picture source: ehowcdn.co.uk/

Cara menahan lumpur atau tanah masuk dalam saluran air sebenarnya merupakan cara alami yang sudah digunakan oleh petani tradisional yang bisa kita adopsi untuk lingkungan disekitar kita. Terutama untuk daerah kota yang padat penghuni, bisa membantu warga untuk menanam lebih banyak tanaman didepan rumah yang memberikan penghijauan dan kesegaran. Dengan sedikit repot meluangkan waktu dan usaha, bisa menggantikan tanggul beton yang mahal.

Untuk membuat pencegah lumpur erosi lerengan yang sederhana, kita bisa membuat tanggul dengan skema seperti dibawah ini:

Berdasarkan diagram diatas, terdapat cara sederhana untuk mencegah erosi yaitu menanam tanaman perdu dengan mencangkok tanaman yang disisipkan dalam tanah dengan kemiringan akar minimal 10derajat. (sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan cara menanam tanaman perdu penahan erosi yaitu membuat coakan/ lubang memanjang dan meletakkan tanaman dan akarnya, kemudian menimbun dengan tanah kembali. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan pagar palisade, yaitu merupakan susunan kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa untuk turut menunjang tanah agar tidak longsor. Kayu atau bambu disusun menyerupai bantalan dimana disela-selanya masih bisa ditanam tumbuhan. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Selain itu, kita juga bisa menggunakan geotekstil, yaitu semacam lapisan dari plastik hitam (polimer) berlubang-lubang, dipilih dari yang diameter cukup besar yang bisa ditanami bagian lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Diagram diatas menunjukkan cara lain yaitu menggunakan rooster atau grassblock, dari jenis terakota ataupun dari beton (concrete lawn blocks). Caranya adalah dengan menyusun rooster diatas tanah yang miring, dan menanam tanaman perdu di lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)
Gambar-gambar rooster beton dengan lubang-lubang yang bisa ditanami.

Beberapa tanaman yang baik untuk digunakan sebagai tanaman penahan erosi antara lain:

- Rumput rumputan (misalnya alang-alang), kekuatan daya tahan akar: 0.5-1N/cm2
- Semak belukar (misalnya mimosa), kekuatan daya tahan akar: 0.3-6N/cm2
- Perdu (misalnya Trembesi), kekuatan daya tahan akar: 1-7N/cm2
- Petai Cina
- Janti
- Yang Lioe
- Kembang Jepun
- Kersen
- Nangka
- Nimba
- dsb

External links:
- Jenis tanaman penutup tanah: http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/tanaman-penutup-tanah/
- konservasi tanah: http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_tanah

 ________________________________________________
Artikel terinspirasi dari buku Heinz Frick: Arsitektur Ekologis.
Ditulis oleh Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Aplikasi Smartphone Android yang berguna untuk Arsitektur dan desain bangunan

astudioarchitect.com Dengan semakin majunya teknologi, kita memiliki lebih banyak kesempatan menggunakannya untuk berbagai kebutuhan kita. Teknologi smartphone juga semakin maju, tak terkecuali smartphone yang menggunakan sistem operasi (OS) Android. Android dikembangkan oleh Google, dan memiliki banyak aplikasi gratis yang bisa menunjang saat kita akan atau sedang membangun rumah. Sebagai arsitek, saya juga terkadang terbantu dengan beberapa aplikasi gratis Android, yang saya coba bagi dengan pembaca astudio.
Photo by sakaki0214

Bagi Anda pengguna Android, tentunya tidak asing dengan fasilitas ‘Market’ yang digunakan untuk mendownload berbagai aplikasi gratis untuk menunjang kehidupan. Banyak aplikasi berhubungan dengan arsitektur, desain dan proses pembangunan, antara lain sebagai berikut:


Camera: fitur ini tak pelak merupakan aplikasi yang selalu ada dalam smartphone apapun, kamera bisa kita gunakan saat berkunjung ke lokasi yang akan dibangun, dimana kita bisa memotret, mengambil video, dan data visual lain seperti view (pandangan di lahan) yang terbaik, kondisi lahan, lingkungan, tetangga, dan sebagainya.

===========


Maps: aplikasi bawaan Android yang bisa menunjukkan lokasi dan berbagai aspek berkaitan dengan lokasi, misalnya akses jalan menuju ke lahan yang akan dibangun/ didesain. Aspek yang bisa kita lihat adalah lokasi lahan, letak sungai, akses jalan terdekat, lokasi fasilitas umum seperti Rumah sakit, sekolah, mall, klinik dokter, ataupun fasilitas umum penunjang seperti restoran, kedai, kafe, pom bensin, dan sebagainya. Aplikasi ‘Maps’ juga bisa memberitahu kita arah hadap saat berada di lahan tersebut. Lokasi dan informasi cukup akurat hingga tingkat akurasi 3 meter, berkat dukungan GPS.

===========

Swiss Army Knife; aplikasi ini berisi beberapa tool (perangkat) yang bisa kita gunakan, antara lain kompas untuk melihat kutub utara selatan di sebuah site atau bangunan. Ruler merupakan bagian aplikasi yang berupa penggaris dengan satuan cm dan inch. Aplikasi ini juga berisi ‘Bubble Level’ atau waterpass, yang berguna untuk mengukur tingkat kemiringan sebuah permukaan. Kita bisa meletakkan smartphone diatas sebuah permukaan untuk melihat apakah permukaan itu benar-benar rata atau tidak, mirip seperti waterpass yang lebih lengkap karena terdapat indikasi warna merah bila benar-benar tepat tidak miring.


Qibla; aplikasi ini penting bagi kita saat mendesain rumah bagi penghuni yang muslim, karena dengan aplikasi ini kita bisa melihat arah kiblat secara langsung dengan dukungan GPS. Aplikasi ini langsung mendeteksi lokasi lahan/bangunan, dan secara instan men-sinkron-kan lokasi dengan letak Masjidil Haram di Mekah sehingga didapatkan arah kiblat yang benar.

===========


News & Weather; aplikasi yang bisa menunjukkan kondisi cuaca dilengkapi dengan suhu udara saat ini, rentang suhu udara dalam satu hari, kondisi awan, kelembaban udara dan angin. Meskipun dalam skala kecil kota bisa berubah-ubah, namun secara garis besar bisa kita lihat. Dalam dunia perancangan bisa menjadi tolak ukur untuk menentukan beberapa hal seperti apakah kondisi cuaca / iklimnya lembab atau kering, sehingga diperlukan desain khusus atau penambahan tanaman bila diperlukan.

===========


Photaf; sebuah aplikasi kamera 3D yang bisa mengambil foto 360derajat, kemudian menunjukkan foto tersebut dalam kondisi 360derajat juga. Aplikasi ini juga bisa me-load foto yang sudah kita ambil dalam bentuk 3D, dan memutarnya dalam arah yang persis sama seperti saat kita mengambil foto tersebut. Dilengkapi dengan fitur kompas yang bisa bergerak saat kita juga bergerak memutar, membuat kita melihat foto area keseluruhan, seakan-akan berada di lokasi langsung karena foto juga bergerak memutar sesuai pergerakan tubuh. Aplikasi ini sangat dianjurkan untuk melengkapi data saat survey lokasi.

===========


Smart Measure; merupakan aplikasi untuk mengukur / memperkirakan jarak antara pengamat dan sebuah titik, secara instan. Bisa digunakan di lahan/ lokasi akan dibangun, untuk melihat / memperkirakan jarak secara instan. Prinsipnya menggunakan prinsip segitiga pythagoras. Berguna untuk mengukur secara instan dan cepat, namun untuk lebih presisi harus menggunakan pengukuran manual.

===========


deciBel; aplikasi ini mengukur suara-suara yang ada di sebuah lahan, dengan satuan decibel. Semakin berisik kondisi di lahan atau suatu tempat, maka nilainya juga akan semakin tinggi. Pada pengukuran dan pengumpulan data di lapangan, bisa digunakan untuk mengukur tingkat / level suara di banyak titik di lahan, untuk menentukan lokasi yang tepat untuk sebuah ruangan, misalnya. Kadang-kadang ruangan seperti ruang tidur utama sebaiknya diletakkan ditempat yang paling rendah suara berisik dari lingkungannya.

===========



EMF Hazards detector; merupakan aplikasi yang berguna untuk mengukur tingkat radiasi elektromagnetik di sebuah tempat, baik itu rumah tinggal maupun lahan kosong. Seperti diketahui EMF atau Electro Magnetic Field merupakan ancaman bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti sakit kepala terus menerus, depresi, kanker, dan sebagainya. Aplikasi ini sangat berguna untuk menentukan letak tempat tidur atau kursi santai, berdasarkan medan elektromagnetik yang mengalir dari bumi yang disebut Grid Hartmann dan Curry. Normalnya, level radiasi elektromagnetik dari bumi berkisar antara 0,035mikroTesla – 0,07mikroTesla, namun karena adanya jaringan medan elektromagnetik bumi, bisa mencapai lebih dari itu. Gelombang elektromagnetik juga bisa dihasilkan oleh alat-alat elektronika, karena itu aplikasi ini juga bisa berguna mengukur radiasi magnetik dari peralatan elektronika rumah tangga. Untuk level yang aman, aplikasi akan menunjukkan warna hijau. Namun bila berbahaya, akan menunjukkan warna merah dan tingkat radiasinya.

Mungkin ada lebih banyak lagi aplikasi yang bisa kita gunakan di smartphone ber-OS Android, banyak diantaranya merupakan aplikasi berguna lain seperti aplikasi untuk menunjang perawatan kesehatan, pekerjaan, dan juga hiburan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Alat Elektronik rumah bisa menyebabkan kanker dan penyakit kronis

astudioarchitect.com Memiliki banyak peralatan elektronik kadangkala merupakan sebuah cara untuk menunjukkan pencapaian dan kualitas hidup karena kesemua peralatan tersebut bisa membantu kita mengerjakan banyak hal, mulai dari mencuci baju, memasak, menyetrika, maupun untuk keperluan hiburan dalam rumah seperti televisi, radio, pemutar VCD, dan sebagainya. Peralatan rumah tangga elektronik dicurigai memiliki kaitan dengan beberapa dampak kesehatan seperti penurunan sistem kekebalan tubuh, sakit kepala, gangguan tidur, turunnya prestasi, perubahan tingkah laku, depresi, tumor otak dan tumor lainnya, serta kanker. [1]

photo by Skippyjon

Penelitian yang dilakukan terhadap dampak peralatan elektronika terhadap kesehatan tubuh banyak dilakukan lembaga penelitian kanker, menunjukkan bahwa anak-anak mendapatkan ancaman dua kali lebih besar untuk mendapatkan leukemia dan kanker bila mendapatkan paparan radiasi dari berbagai peralatan listrik lebih dari 0,4 microtesla [2], meskipun demikian tidak bisa disimpulkan bahwa radiasi peralatan elektronika dalam rumah merupakan pemicu kangker dan leukemia baik pada anak maupun orang dewasa. Penelitian juga menunjukkan hubungan dari dampak radiasi elektromagnetik bisa menyebabkan kelainan kandungan dan memicu asma pada anak-anak.

Terdapat perbedaan antara medan listrik dan medan magnetik, meskipun kita tidak perlu memperhatikan terlalu detail, namun perlu mengetahui bahwa kedua medan listrik dan magnetis, atau disebut elektromagnet ini, bisa mempengaruhi kesehatan. Medan listrik bisa dihalangi oleh tembok, atap, dan sebagainya. Namun medan magnit bisa menembus dinding, kabel, dan sebagainya. Karena itu medan magnit disebut sebagai medan yang sangat mungkin menyebabkan penyakit kronis. Medan magnit yang berasal dari aliran listrik disebut sebagai elektromagnetik, bisa diakibatkan oleh tegangan tinggi dari kabel listrik diatas rumah (apalagi dibawah sutet), peralatan listrik, maupun medan magnet bumi dibawah lahan. [3] Berikut ini nilai medan listrik dan elektromagnet yang dikeluarkan oleh berbagai peralatan elektronika dalam rumah:

sumber: Heinz Frick: Dasar-dasar Eko Arsitektur

Berbagai peralatan elektronik tersebut mengeluarkan medan elektromagnetik yang berbeda-beda, dimana semakin besar voltase yang digunakan, maka radiasinya juga semakin besar. Medan elektromagnetik yang ditimbulkan peralatan elektronik juga mencakup gelombang sinyal televisi, radio serta sinyal HP.

Untuk meminimalkan dampak radiasi elektromagnetik dari peralatan elektronik rumah tangga, beberapa tips berikut mungkin bisa kita perhatikan [4]:

minimalkan penggunaan peralatan elektronik
Beberapa peralatan elektronik kadangkala bisa dibuat ‘minimalis’, misalnya daripada memiliki komputer desktop dengan layar radiasi tinggi serta memerlukan banyak daya listrik, lebih baik menggunakan laptop dengan penggunaan tepat.  Daripada menggunakan pengeras suara (speaker) berdaya tinggi 200 watt lebih, lebih baik menggunakan alternatif speaker portable 4watt. Selain menggunakan daya relatif kecil sehingga menghemat listrik, dampak dari medan elektromagnitnya bisa berkurang. Selain itu perhatikan juga sebelum membeli benda-benda elektronik, apakah benar-benar kita perlukan. Misalnya: apakah perlu memiliki TV disetiap kamar, karena bisa memperbesar kemungkinan terpapar radiasi medan elektromagnetik dalam kamar, dan setiap saat kita tidur.

perhatikan apakah rumah berada didekat jaringan listrik, gardu listrik, travo. 
Jaringan listrik seperti SUTT atau SUTET memiliki radiasi listrik yang sangat besar hingga 16mikroTesla, merupakan jumlah radiasi yang sangat besar dari ambang batas paparan medan elektromagnetik yang disarankan yaitu 0,2mikroTesla. Dampak dari radiasi listrik yang tinggi ini langsung pada kesehatan penghuni rumah berupa rasa pusing terus menerus, depresi, gangguan kehamilan, bahkan kanker.

lampu neon memancarkan lebih banyak radiasi daripada bohlam
Lampu neon, seperti yang kita lihat dalam daftar nilai radiasi diatas, memancarkan radiasi lebih banyak daripada bola lampu pijar biasa.

microwave adalah peralatan memasak yang berbahaya
Meskipun memiliki kelebihan berupa kemudahan dalam penggunaan, microwave oven memancarkan radiasi yang besar, selain medan elektromagnetik, juga memancarkan radiasi gelombang mikro yang setara dengan radar militer, merupakan pemicu kanker. Peralatan memasak mikrowave juga mengubah makanan dari aman dimakan menjadi karsinogenik (penyebab kanker), yang artinya lebih baik memakan makanan yang tidak diolah dengan mikrowave. Alat ini juga kadang memiliki kebocoran yang menyebabkan radiasi memancar langsung dari dalam microwave tersebut.

handphone dan telepon biasa
Handphone memancarkan dan menerima radiasi gelombang mikro (microwave) radio yang cukup berbahaya bagi kesehatan karena bisa memicu kanker dan tumor otak. Terlebih karena kita meletakkan handphone dalam jarak 2-3 cm … langsung ke otak, radiasinya sangat besar. Handphone dicurigai menyebabkan banyak kasus tumor otak, bahkan pada anak-anak, sehingga anak tidak dianjurkan memakai handphone kecuali dalam keadaan terpaksa. Penggunaan Handphone yang disarankan adalah menggunakan handsfree.

Peralatan lain seperti hair dryer, electric razors (pencukur kumis elektronik), dan banyak benda lain memiliki radiasi elektromagnetik. Hampir semua benda elektronik dijual tanpa menyertakan keterangan tentang bahaya medan elektromagnetiknya, karena bila diekspos akan menimbulkan banyak guncangan pada industri perdangangan dan ekonomi, semisal industri telekomunikasi yang sedang booming.

Beberapa tips lain bisa dilakukan untuk mengurangi dampak radiasi medan elektromagnetik dalam skala rumah tangga [1]:

  • jarak minimum untuk melihat TV berwarna adalah 4 meter, sedangkan untuk TV hitam putih adalah 2 meter
  • jarak minimum membangun rumah tinggal didekat saluran tegangan tinggi (SUTT) adalah 120 meter, bila tegangan adalah 220 meter dengan aliran 825A. Konsultasikan dengan pihak terkait.
  • medan listrik bisa dihilangkan dengan menggunakan grounding (pembumian) saluran listrik rumah, yaitu menanam aliran listrik ground. Konsultasikan dengan kontraktor/ konsultan listrik Anda. 
  • medan magnit hanya bisa dihilangkan dengan mematikan listrik sama sekali dengan melepas sekering. Putuskan/ copot kabel listrik dari colokan bila tidak dipakai.
  • hindarkan kabel listrik / jaringan listrik didekat tempat tidur, terutama tempat tidur anak/ bayi. 
  • kawat listrik bisa dijalin antara positif dan negatif untuk mengatasi medan elektromagnetik agar terpuntir. 
  • gunakan kabel dengan perlindungan terhadap medan listrik dan magnit.

Beberapa alat bisa mengukur tingkat medan magnit seperti GaussMeter, atau bila Anda menggunakan smartphone dengan OS Android, terdapat banyak aplikasi gratis untuk mengukur medan elektromagnetik (EMF) disekitar kita.

——————————————————–

Kepustakaan dan bacaan lanjutan:
1. 1997. Frick, Heinz: Dasar-dasar Eko Arsitektur. Penerbit Kanisius, Jogjakarta.
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Electromagnetic_radiation_and_health
3. http://www.cancer.gov/cancertopics/factsheet/Risk/magnetic-fields
4. http://emf.mercola.com/sites/emf/emf-dangers.aspx
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Sumber pencemaran yang bisa mengancam kesehatan dalam rumah

astudioarchitect.com Banyak bahan bangunan mengandung racun dan bisa mempengaruhi tubuh kita, meskipun tanpa disadari karena kita sudah berada didalam bangunan cukup lama. Penyakit seperti kangker, alergi, penyakit paru, ginjal, hati, dan sebagainya selalu mengintai akibat bahan bangunan dengan emisi gas atau faktor lainnya. Bahan bangunan apa saja yang mengandung racun dan gas berbahaya? Seberapa bahayakah untuk menggunakan material-material tersebut bagi kesehatan kita dan apa dampak penyakit yang bisa ditimbulkan bisa kita lihat dalam artikel ini. 

Karena kita tidak ingin mendapatkan hal yang tidak diinginkan dari membangun sebuah rumah atau bangunan lainnya, tentunya sangat bermanfaat untuk memperhatikan hal-hal seputar kesehatan bangunan. Bau menyengat yang muncul dari material bisa merupakan indikasi gas beracun, bahkan gas yang tidak berbahaya tapi bersinergi dengan gas lain yang dikeluarkan material bangunan bisa menjadi berbahaya. Gangguan kesehatan bisa dialami oleh:

- Penghuni rumah yang sehari-hari hidup dalam rumah.
- tukang yang mengerjakan pembangunan sebuah rumah, selalu menghirup gas beracun dari material bangunan

Terdapat beberapa jenis polusi dan pencemaran yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan manusia dan penghuni dalam rumah atau bangunan, pencemaran yang terutama adalah pencemaran udara dari gas yang dikeluarkan (emisi) material bangunan. Beberapa sumber pencemaran tersebut antara lain:

- Penggunaan bahan pembersih seperti pembersih lantai, pembersih kaca, kamar mandi, dan sebagainya.
- Gas yang keluar dari material bangunan dan perabot, seperti dari PVC yang banyak digunakan untuk pipa-pipa, tinner, cat, dan sebagainya.
- Asap, gas buang kendaraan bermotor, kompor, tungku, dan sebagainya
- Radiasi dan medan elektromagnetik dari alat-alat elektronika.
- dan sebagainya.

Jenis pekerjaan
Material / bahan yang mengganggu kesehatan
Material yang menjadi sumber masalah
Jenis penyakit yang bisa timbul
Alternatif material/ penanganan
Pekerjaan kayu

misalnya: kusen, furniture, lantai, rangka atap

Bahan bangunan kayu yang dilem
Perekat / lem kayu yang mengandung fenol/ formaldehide
Alergi kulit, gangguan selaput lendir seperti pernafasan, mata, mulut, dan sebagainya.
Material ini dicurigai juga karsinogenik (menyebabkan kangker)
Disamping menggunakan kayu dengan perekat, bisa menggunakan kusen beton cetak untuk menggantikan kusen, atau menggunakan cara tidak di lem, tapi disatukan dengan pasak, dan sebagainya.
Bambu bisa menggantikan fungsi kayu untuk jangka waktu yang agak pendek.
Konstruksi kayu yang diawetkan
(kayu yang diawetkan)
pengawetan dengan Ter (penyulingan batubara)
 Kanker
Beton precast untuk kusen, rangka struktural.
- baja.
- alumunium
Pekerjaan kayu
 Pekerjaan penyelesaian akhir
Penggunaan politur / plitur (Etilakohol)
Penggunaan melamin (Urea formalhide)
 Alergi kulit, mata, gangguan selaput lendir
 kayu bisa tanpa finishing dibiarkan terlihat serat kayu dan teksturnya. 
Instlasi saniter
Pipa –pipa air bersih dari PVC
PVC Polivinylklorida
 Kanker, kalau dibakar menguapkan asam klorida (menyebabkan matinya tumbuh-tumbuhan)
Lem kontak
 Penyakit hati, dan ginjal, kanker
 Pekerjaan lapisan isolasi seperti lapisan kedap air untuk dak beton
 Lapisan kedap air
 Bitumaen hidrokarbon
 Penyakit kulit jika berhubungan lama dicurigai penguapan jadi kasinogenik
 menggunakan konstruksi yang relatif tidak memerlukan lapisan isolasi, misalnya daripada dak beton, lebih baik menggunakan atap konvensional
 Lapisan pelindung termal
(misalnya lapisan alumunium dengan beberapa lapisan komposit untuk mengurangi hawa panas dibawah atap)
 Styrol
 Sakit kepala, kelelahan dan depresi, gangguan tingkah laku dan mata, rasa mual, dicurigai penguapan jadi mutagen dan kasinogenik
 gunakan jenis atap yang memiliki aliran udara yang baik agar relatif tidak memerlukan lapisan pelindung termal.
 Pekerjaan lantai
sekarang ini banyak material sintetis untuk karpet dan penutup lantai. 
 Vinil 30/30 cm dan karpet plastic (PVC)
 PVC Polivinylklorida
 Kanker, kalau dibakar menguapkan asam klorida (menyebabkan matinya tumbuh-tumbuhan)
 gunakan tegel, keramik, parkit, bamboo mat (lapisan pengganti karpet dari bambu), dsb
 Lem kontak
 Penyakit hati dan ginjal, kanker
 Karpet nylon yang dilem
 Lem kontak
 Penyakit hati dan ginjal, kanker
 Pekerjaan cat
cat ruang-ruang, cat kamar. 
 Cat PVC /emulsi (cat tembok)
 PVC Polivinylklorida
 Kanker, kalau dibakar menguapkan asam klorida (menyebabkan matinya tumbuh-tumbuhan)
 dibiarkan selama lebih dari 2 bulan sebelum ditempati.

menggunakan material alternatif seperti dilapisi larutan semen, bata ekspos, batu ekspos, dsb. 
 Amoniak sebagai bahan pencair
 Penyakit kulit, gangguan pernapasan
 Pekerjaan cat
Cat sintetis
 Tinner sebagai bahan pencair
 Mempengaruhi saraf, darah dan pernapasan
Cat meni (cat besi)
 Mengandung plumbum oksida
 Meracuni tulang, gigi, otak, mengakibatkan  kanker
Cat epoksi dan vernis epoksi
 Etylalkohol sebagai bahan pencair
 Mata buta, gangguan keseimbangan, selaput lendir
 Pekerjaan langit-langit
 Lembar gelombang/ datar asbes semen
 Asbes (serat mineral yang sangat halus)
 Asbestose (penyakit paru-paru), kanker
 Bahan gas (Radon)
 Tanah di tempat bangunan dan bahan bangunan tanah
 Gas radioaktif yang menguap keluar dari dalam tanah
 Mutagen dan kasinogenik

Dari berbagai material tersebut, meskipun kita sudah merasa terbiasa dengan rumah dan cara membangun konvensional, kita tetap harus memperhatikan jenis material untuk mencapai tingkat kesehatan yang diinginkan.

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk bangunan rumah


astudioarchitect.com Bayangkan rumah cerah di iklim tropis, yang nyaman dengan pembayangan dari sinar matahari. Shading device seperti kisi-kisi sering digunakan sebagai secondary skin. Konsep secondary skin atau ‘kulit kedua’ untuk rumah tropis menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Konsep ini berpadu dengan konsep arsitektur modern dengan menyumbangkan solusi yang patut dipertimbangkan untuk iklim tropis, yang juga memiliki nilai estetika atau keindahan. 

Apa itu konsep ‘secondary skin’

Barangkali Anda pernah membaca atau tahu dari tayangan televisi tentang konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua bangunan. Konsep ini pada awalnya merupakan konsep yang mengibaratkan rumah sebagai ‘kulit’ manusia. Secara biologis, manusia memiliki kulit, dan kulit inilah yang melindungi manusia dari berbagai bahaya, virus, kuman dan ancaman dari luar. Kulit memiliki fungsi mengatur hubungan tubuh dan dunia luar tubuh manusia. Bila kondisi diluar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dipakai.

Dalam dunia arsitektur, dikenal pula konsep bangunan sebagai ‘kulit’ manusia, dimana kulit ini bertugas pula membuat perlindungan bagi tubuh manusia. Karena itu bangunan dapat dirancang agar sesuai untuk udara tropis, dari panas dan hujan, serta dari hal-hal lain berkaitan dengan iklim. Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua diambil dari gambaran kulit manusia dan pakaiannya, dan konsep ini dibuat manakala ‘kulit’ bangunan satu lapis saja tidak cukup untuk mengatasi dampak iklim.


Sketch by Probo Hindarto

Pada sketsa yang saya buat diatas, terlihat gambaran salah satu konsep secondary skin. Manusia yang berada didalam, dibatasi oleh dinding dan kaca dari luar bangunan rumah, dan lihat ‘secondary skin’ yang bisa berupa kisi-kisi untuk menahan panas dari luar.Jadi, dalam contoh ini; dinding kaca dirasa bisa menyebabkan kondisi didalam ruangan terasa lebih panas dan untuk mengurangi panas itu digunakan kisi-kisi penahan panas matahari.


Photo by Samoke (Eko Wahyu, SAMM). House design by Ridwan Kamil
The house is using thousands of bottles for secondary skin.

Untuk menerapkan secondary skin untuk rumah
Untuk menerapkan konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk rumah tinggal, sebaiknya jangan keliru dengan membuat ‘hiasan’ untuk tampilan bangunan. Memang tampilan bangunan seringkali tampak lebih indah daripada menggunakan satu dinding saja. Tampilan bangunan memang seringkali menjadi lebih baik lebih indah daripada sebelumnya. Namun hal ini bukan alasan sebenarnya menggunakan secondary skin. Bila kita perhatikan,secondary skin banyak diaplikasikan untuk rumah tropis. Hal ini disebabkan karena rumah tropis memerlukan konsep lebih maju daripada single wall atau berdinding satu saja, khususnya di daerah tropis.

Untuk mengaplikasikan secondary skin untuk fasade (tampilan) rumah Anda, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan

Pada saat mendesain, lihatlah bangunan-bangunan diseki tar rumah yang akan dibangun, kemudian rasakan suasana didalam ruang rumah tersebut. Apakah rumah-rumah tersebut sudah memadai dari segi kenyamanan thermal, dalam arti, apakah rumar calon tetangga Anda itu cukup sejuk, nyaman dalam suhu, kelembaban udara dan sebagainya? Bila Anda rasa kondisi rumah tetangga Anda kurang sejuk, lihatlah barangkali ada kemurgkinan perlu digunakan secondary skin untuk rumah yang akan Anda bangun.

Bila rumah Anda sudah dibangun, lihatlah apakah ada kemungkinan kita dapat memperbaiki tingkat kenyamanan dalam ruang tempat ting gal kita dengan menambahkan secondary Skin.

Seringkali untuk daerah tropis, secondary skin yang paling sering digunakan adalah penggunaan kisi-kisi bangunan yang dibuat dari kayu, besi, atan bahan lain. Meskipun demikian, material lain dapat digunakan, misalnya botol bekas seperti yang digunakan pad a rumah tinggal karya arsitek Indonesia Rid wan Kamil. Bahan bahan lain Seperti bambu, anyaman bambu, kaca buram dan sebagainya adalah contoh material yang dapat digunakan. Variasi material pun da pat dikembangkan lebih jauh.

Tingkat kenyamanan manusia hidup di alam tropis memang spesifik. Kebanyakan orang menganggap ruangan yang agak gelap namun masih nyaman bagi mata adalah ruangan yang nyaman. Berapa banyak cahaya yang masuk termasuk pertimbangan utama. Dewasa ini, karena material kaca sering digunakan, dampak dari penggunaan kaca adalah level panas ruangan yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan perlunya secondary skin untuk diaplikasikan

Penggunaan secondary skin mungkin mirip seperti prinsip ‘berada dibawah bayangan pohon’ Barangkali Anda bisa membayangkan, bahwa berada dibawah bayang bayang pohon disaat udara panas dan matahari menyengat adalah sangat nyaman.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Jenis Pohon apa yang Anda sukai untuk ditanam dirumah?

astudioarchitect.com Pohon banyak berada di sekitar kita, meskipun begitu semakin lama semakin banyak yang hilang. Pohon banyak ditebang karena jalan, membangun rumah, menghalangi pandangan ke arah toko, restoran, rumah makan dan sebagainya. Pohon semakin hilang tapi kota semakin panas. Mungkin Anda tertarik untuk menanam pohon dihalaman rumah? Tentunya akan bermanfaat menghasilkan oksigen dan membuat area rumah menjadi makin dingin dan sejuk. Tidak percaya? Coba saja saat panas, cari pohon yang rindang dan berdiri atau duduk dibawahnya, berada di bawah bayang pohon sangat nyaman saat panas, apalagi dengan adanya angin atau aliran udara. Bayangan pohon bisa mendinginkan tanah disekitar rumah, atap, dan bagian bangunan yang terkena bayangannya. Artikel kali ini adalah pengetahuan tentang berbagai bentuk tanaman disertai bentuk pohonnya untuk Anda pilih, barangkali saja bisa cocok untuk rumah Anda.

above picture source: http://plants.swtexture.com/2009/08/tree-erythrina-cristagalli.html

Pohon bentuk
Palem
Kelapa

pic: http://finamardiahhaq.blogspot.com/2011/04/manfaat-pohon-kelapa.html

Pohon ini meneduhkan sedikit, menyejukkan 2%, dan sudah agak jarang ditanam di area rumah. Dahulu orang-orang ‘lama’ menanam di halaman untuk
membantu mendapatkan kelapa untuk membuat santan, minyak goreng, gula aren, nata de coco, daunnya dipakai sebagai atap, dibuat lidi, kayunya untuk bangunan, dan sebagainya. Buahnya kadang jatuh tiba-tiba dan agak berbahaya sehingga anak-anak harus diberi tahu bila dekat dengan pohon ini.

Palem paleman

pic: http://alamendah.wordpress.com/2009/12/14/jenis-jenis-palem-arecaceae-di-indonesia-2/

Pohon palem beberapa bisa digunakan sebagai obat, juga punya kapasitas penyaring CO2 dan menjadi O2 (oksigen) yang sangat dibutuhkan pernafasan.
Pohon ini meneduhkan sedikit, menyejukkan 2%.

Pohon bentuk
bulat agak tinggi > 20 m
Pohon Mahoni

pic: http://nisagerald.blogspot.com/2010/10/cerpen-di-bawah-pohon-mahoni.html

Pohon bentuk
setengah bulat bisa lebih dari 20m
Pohon Beringin

pic: http://cafeinbuti.blogspot.com/2009/03/misteri-pohon-beringin-menangis-di.html

Pohon Beringin meneduhkan banyak, menyejukkan 28%, tak heran karena memang pohon ini sangat rindang, biasanya. Sesuai untuk lahan luas dengan taman rindang naungan pohon Beringin. Pohon ini dikatakan memiliki misteri dan auranya hampir sama seperti manusia.

Pohon bentuk
menjurat, agak tinggi > 20m
Ketapang

pic: http://www.sabrinaflora.com/?con=show_tnm&&ktg_id=KTG10

Pohon Ketapang adalah tipe pohon dengan daun kecil-kecil tapi cukup rindang, sehingga menimbulkan bayangan bersela-sela antara panas dan bayangan daun ranting. Sesuai untuk area depan rumah, sekitar tempat olahraga atau gedung olahraga, taman bunga, jalan, dan untuk menaungi tempat duduk umum.

Angsana

pic: http://deslihutan.blogspot.com/2009/05/angsana-pterocarpus-indicus-willd.html

Pohon Angsana memiliki daun yang banyak dan bentuk pohonnya menjulang tinggi, tak heran bisa digunakan untuk tanaman peneduh jalan. Untuk taman atau area sangat besar, bisa menggunakan pohon ini. Daunnya juga bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan saluran pencernaan.

Asam Kranji

Pohon Asam Kranji punya bentuk daun yang menarik, demikian juga tampilan keseluruhan pohon cukup artistik untuk ditanam didepan rumah. Buahnya bisa dipakai untuk mengasamkan makanan dan biasa dipakai untuk industri cemilan yang rasanya asam. 

Pohon bulat agak
rendah
Belimbing

pic: http://www.bijlmakers.com/fruits/starfruit.htm

Belimbing memiliki daun kecil kecil dengan pohon yang terlihat artistik saat daunnya menguning. Pohon ini meranggas pada waktu waktu tertentu sehingga mungkin cocok bagi Anda yang menyukai guguran daun kecil kecil berwarna kuning. Selain itu buahnya juga segar.

Pohon kerucut
berdaun lebar
Cengkeh

pic: http://thino-sbc.blogspot.com/2010_11_01_archive.html

(menghasilkan buah jamu2an)

Glodogan

pic: http://diarysitukanggowes.blogspot.com/

Pohon Glodokan termasuk banyak digunakan untuk mengisi bagian pinggir jalan atau pinggir bangunan, karena bentuk pohon yang kecil, tinggi dan bisa ditanam berdekatan. Pohon ini biasa dipakai sebagai pohon ‘pengarah’ untuk memberikan kesan dinding ditepi jalan.

Melinjo

Pohon melinjo memiliki daun memanjang dengan bentuk pohon yang menjulang keatas. Pohon ini cukup menarik karena buahnya bisa dijadikan camilan saat berbuah, meskipun bukan pohon tapi direkomendasikan bagi Anda yang ingin memiliki pohon dengan buah yang jarang tapi begitu berbuah bisa sangat menyenangkan. 

Pohon Bentuk
kerucut berdaun jarum
Cemara laut

Pic: http://pantai-kelautan.blogspot.com/2011/02/peran-hutan-pantai.html

Pohon cemara Laut seringkali tumbuh dipesisir pantai dengan bentuk daun mirip cemara, terlihat eksotis dan bisa beradaptasi dengan lingkungan pantai.

Cemara Papua

Pic: http://amatirenggel.blogspot.com/2010/11/cemara-natalpapua.html

Cemara Papua juga dikenal dengan nama Cemara Natal karena bentuknya seperti pohon cemara yang biasa digunakan untuk Natal. 

Pohon tinggi
daun kecil-kecil
Bambu

Pic: tips-sehatherbal.blogspot.com
Bambu adalah tanaman yang bisa tumbuh dalam berbagai kondisi, biasanya di alam tumbuh disekitar sungai atau rawa, maupun lahan terbuka. Saat ini bambu banyak juga digunakan sebagai tumbuhan dekoratif untuk memperbaiki tampilan bangunan, sebagai tanaman pengarah, dan sebagainya. Bambu termasuk tanaman kecil tinggi sehingga sesuai ditanam di lahan terbatas. 
Pohon berdaun
jantung
Waru

Pic: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Waru.JPG

Pohon ini berdaun lebar yang bisa memberi naungan untuk bangunan dan sekitar bangunan. Sesuai untuk pohon peneduh dan biasa ditanam sebagai pohon peneduh untuk pinggir jalan. 

Pohon untuk
bumbu dan jamu
Cengkeh
Kayu Manis
Nimba
Pohon penghasil
buah
Jeruk

Pic: http://hortikultura.go.id/gkom/Buah/slides/pohon%20jeruk.html

Pohon ini tumbuh di dataran tinggi karena itu tidak bisa ditanam di semua rumah. Bila Anda memiliki lahan atau rumah di dataran tinggi, maka pohon ini sangat sesuai untuk ditanam.

Belimbing

Mangga

Pic: http://www.agrilands.net/read/full/agriwacana/tanaman/2010/12/11/sejarah-mangga-di-indonesia.html

Pohon mangga yang berasal dari India ini cukup banyak ditanam sebagai tanaman rumahan, selain karena rindang, juga karena buahnya yang enak. Bila berbuah bisa penuh satu pohon dengan buah mangga siap petik.

Rambutan

Pic: http://cicie.wordpress.com/2008/11/08/musim-rambutan/

Pohon rambutan bisa ditanam didaerah yang panas, karena justru tidak cocok untuk ditanam didaerah dingin. Buah rambutan yang merah menggoda saat berbuah.

Jambu Biji

Pic: http://507hosting.com/proyecto/administrator/pohon-jambu-air&page=7

Pohon Jambu Biji bisa ditanam disekitar rumah sebagai peneduh sebagian. Pohon ini daunnya kadang bisa menguning sehingga tampak eksotis saat akan layu. Batangnya memiliki tekstur coklat muda dengan kupasan kulit pohon yang terlihat eksotis dari jarak dekat.

Nangka

Pohon Nangka bisa ditanam sebagai tanaman buah dan sayur yang digemari sejak dulu. Saat buah masih muda bisa disayur, sedangkan bila sudah matang menjadi kudapan buah, atau dikeringkan dan digoreng sebagai keripik. Tanaman ini bisa tumbuh sangat besar dan memerlukan area tumbuh yang cukup luas sehingga direkomendasikan untuk lahan luas. Buahnya tumbuh pada batang hingga bawah sehingga bisa dipetik dengan tangan, seperti surga.

Pohon untuk kayu
bakar
Gamal

Pic: http://devitasriraihana.blogspot.com/2008/12/gamal-tanaman-penghijauan-yang-banyak.html

Pohon Gamal biasa ditanam di area dekat peternakan serta di area yang tidak subur karena tumbuhan ini daunnya bisa dipakai memberi pakan ternak domba, dan guguran daun juga memberi nutrisi tanah untuk mengembalikan kesuburan tanah karena kemampuan pohon mengikat Nitrogen dari udara. Bila Anda ingin mengembalikan kesuburan lahan sekitar rumah, sebaiknya menanam pohon ini.

Sengon

Pic: http://indonesiaproud.wordpress.com/2010/05/23/lipi-menghasilkan-sengon-transgenik-pertama-di-dunia/

Pohon Sengon merupakan tanaman penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai kayu untuk rumah tinggal, kerajinan, mebel, dan sebagainya. Pohon ini menjulang tinggi karena itu sesuai untuk kebun yang luas.

Waru

Lamtoro

Pic: http://organicindonesianvanilla.blogspot.com/2007_10_01_archive.html

Pohon Lamtoro sangat sesuai untuk naungan, dan merupakan pohon penghasil pakan ternak. Daunnya kecil-kecil namun guguran daunnya bisa memberi kesuburan untuk lahan sekitar karena mengandung nitrogen yang tinggi. Pohon ini naungannya sangat nyaman untuk suasana panas dan sejak dulu banyak ditanam di pinggir jalan. 

Pohon peneduh Ceri

Pic: http://lomba.kompasiana.com/blog-kemerdekaan/2010/08/15/pohon-ceri-di-depan-rumah/

Pohon Ceri termasuk favorit saya, pohon ini melebar seperti payung di bagian atas, sehingga memberi naungan yang sangat baik. Bisa tumbuh dalam kondisi lahan kering dan cepat tumbuhnya. Dibawah pohon ini sangat nyaman seperti berada dibawah payung hidup. Dahan, ranting dan daunnya cukup indah terlihat dari bawah pohon.

Dadap Merah

Pohon Dadap Merah termasuk pohon yang eksotis dan menarik bentuk pohon, dahan, cabang hingga daunnya. Daun Dadap Merah bulat bulat kecil dan bunganya bila mekar merah sangat menawan. Tanaman ini biasa ditanam di area perumahan karena terlihat estetis.

Tanjung

Pohon Tanjung memiliki bentuk pohon bulat dan sesuai untuk halaman rumah, jalan trotoar, tempat parkir, dan sebagainya. Bentuk pohon yang cukup menarik membuatnya diminati.

Dengan menanam pohon, kita sebenarnya menanam benih kebaikan, karena pohon memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya:

  • Pohon adalah penghasil O2, dan penghisap CO2, debu, dan banyak zat beracun dalam udara. Dengan demikian sebenarnya dengan menanam pohon berarti menanam kebaikan dan juga pemberian untuk orang lain yaitu, memberi kesempatan untuk udara yang lebih bersih kepada orang lain
  • Keindahan; pohon bisa menjadi elemen yang sangat indah untuk rumah tinggal kita, jalan, taman dan sebagainya
  • Mencegah erosi; pohon bisa mencegah erosi sehingga memperkuat lahan atau tanah kita sehingga tidak mudah berkurang tanahnya karena terkikis hujan, dengan demikian juga membantu mengurangi banjir
  • Menyuburkan lahan disekitar kita, karena zat hara yang diserap oleh tanaman diolah 
  • Memberikan buah, sayur, dan manfaat lain untuk kita gunakan sebagai makanan maupun obat-obatan
  • Mendinginkan udara sekitar rumah dan bangunan; karena pohon memiliki daun-daun, maka bisa mendinginkan tanah, kebun, bahkan atap bila menaungi atap rumah kita, dengan demikian membantu mendinginkan rumah dan mengurangi bahkan menghilangkan kebutuhan akan AC

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.

All rights reserved.

>4 Material dinding dan kemampuannya menahan radiasi panas

>

astudioarchitect.com Menggunakan AC adalah termasuk pengeluaran bulanan terbesar untuk listrik rumah, seandainya kita tahu bahwa ada cara untuk mengurangi panas dalam rumah dengan cara alternatif, mungkin kita bisa mengaplikasikannya pada rumah tinggal. Salah satu cara untuk mengurangi panas yang masuk kedalam ruangan, adalah dengan menggunakan material bangunan yang tepat. Berbagai macam material bangunan ini memiliki daya serap terhadap panas, yaitu berapa lama material dinding tersebut terasa panas di bagian dalam bangunan. Misalnya, pada sore hari, berapa jam dinding bisa menahan panas maksimum hingga panas tersebut masuk dalam ruangan.

Tentunya dinding yang dimaksud adalah dinding dengan material yang digunakan sebagai dinding, bukan sebagai tempelan saja (ekspos). Material yang dijelaskan disini adalah material dinding batu alam, beton, batu bata dan dinding kayu.

Material Dinding Batu Alam

Dinding batu alam merupakan salah satu material yang paling banyak menyimpan radiasi panas, karena itu dinding yang dibuat dari batu dingin lebih lama, saat material lain sudah panas. Dinding batu alam paling disarankan untuk rumah agar lebih dingin dan mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan AC. Dinding batu alam setebal 30cm bisa menahan panas maksimum hingga 8 jam, artinya panas dari luar akan ditahan dalam dinding tersebut selama 8 jam sebelum benar-benar panas. Rumah-rumah buatan Belanda jaman dahulu banyak memakai dinding batu alam pada bagian bawah rumah, yang juga berfungsi menahan panas. Dinding batu alam bisa merupakan perpanjangan dari pondasi batu kali.
Pic by Sporkwrapper on Flickr

Material Beton


Dinding beton termasuk material kedua yang bisa menahan dan menyimpan radiasi panas dari luar. Karena itu dinding beton juga baik digunakan agar kita mengurangi atau menghilangkan penggunaan AC. Material dinding beton setebal 15cm (setebal dinding biasa) bisa menahan panas maksimum hingga 3,8 jam sebelum dinding dalam ruangan benar-benar panas.
Pic by Concrete Forms on Flickr

Material dinding Batu-bata

Dinding batu bata adalah dinding yang paling banyak digunakan untuk rumah tinggal di negeri kita. Dinding ini juga bisa menyimpan panas cukup lama, dimana dinding 10cm bisa menahan panas maksimum hingga 2,3 jam. Karena itu bila terkena sinar matahari langsung, dinding bata akan terasa paling panas hingga 2,3 jam. Meskipun material ini kurang bisa menyimpan panas bila dibandingkan dengan batu alam dan beton, tapi material ini paling mudah didapatkan dan termasuk paling ekonomis, karena itu paling banyak digunakan juga.
Pic by cynchang on Flickr

Material dinding kayu

Dinding kayu banyak digunakan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Irian dan luar jawa lainnya. Material kayu mudah didapatkan dipulau yang masih banyak produksi kayunya, serta merupakan cara membangun turun temurun. Sayangnya material kayu ini tidak lama dalam menahan panas, karena dinding kayu 5cm hanya bisa menahan radiasi panas maksimum selama 1,3 jam saja. Karena itu rumah kayu harus memiliki banyak ventilasi agar lebih dingin. Demikian pula bila menggunakan AC, akan memerlukan lebih banyak daya listrik.

Pic by P1r on Flickr

Dari berbagai material untuk dinding tersebut, maka terbaik adalah menggunakan dinding batu alam, namun perlu kita perhatikan juga tentang ketinggian bangunan, banyaknya ventilasi, ketinggian dinding, dan sebagainya bila kita tidak berencana menggunakan AC. Namun mengingat dinding seperti batu alam bisa merusak lingkungan akibat mengambil batu alam dari sungai-sungai, maka tetap disarankan untuk menggunakan dinding bata.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Menata kumpulan bangunan, dan taman agar tercipta ruang positif

>

astudioarchitect.com Bila kita mendesain sebuah bangunan, kadangkala terdapat satu atau lebih massa bangunan, yang biasanya disebut sebagai blok bangunan. Apakah itu rumah tinggal, kawasan perumahan, ataupun sebuah blok kecil ditengah kota, berupa mall atau kumpulan bangunan. Tahukah Anda bahwa kumpulan bangunan memiliki dampak pada bagaimana bangunan dan areanya bagi kita? Ini adalah artikel yang berkelanjutan untuk mempelajari tentang penataan bangunan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kota.

Photo by: PictureNinja.com

Photo by SFBC Operations, CC by

Photo by Lesley Middlemass, CC by

Semua bangunan berpengaruh pada bentuk dan fungsi ruang luar atau lingkungan dari bangunan tersebut. Untuk mencapai lingkungan yang baik, maka bangunan harus diintegrasikan dengan lingungan sehingga tidak terkesan berdiri sendiri. Misalnya: disekitar bangunan seperti di kampung, misalnya, terdapat berbagai aktivitas seperti berjalan di taman, bersepeda, menikmati bangunan dari luar atau dari sekitar bangunan, menaiki kendaraan baik motor ataupun mobil.

Selain itu dalam sebuah lingkungan luar kita selalu mendapati adanya tanaman, taman, perkerasan, trotoar, dan street furniture yang lain. Bentuk penataan dari blok bangunan berpengaruh langsung terhadap kesan dari bangunan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap kesan bangunan, apakah terdapat pohon atau taman didepannya, ataukah benar-benar gersang tanpa tanaman, dimana ruang luar hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor semata.

Tata bangunan seperti pada gambar menciptakan ruang negatif atau positif. Ruang negatif terbentuk saat dua massa bangunan, misalnya dua rumah berdekatan, tanpa adanya cara untuk memperbaiki lingkungan dengan taman ataupun tempat berkumpul. Dengan menambahkan bangunan, pohon, dinding atau pagar, maka bisa meningkatkan kesan lingkungan yang jauh lebih baik dengan ruang positif. Cara ini misalnya seperti yang banyak ada di kota-kota kita misalnya alun-alun kota, sebuah area publik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan sehingga bisa dipakai oleh penduduk kota berinteraksi dan bercengkerama.

Dalam skala lebih kecil, bisa diwujudkan misalnya dengan memperbaiki desain lingkungan kampung, menciptakan area untuk berkumpul misalnya playground, taman kampung, trotoar, dan sebagainya. Karena dengan lingkungan yang baik dimana kita bisa berjalan-jalan, berkumpul dengan tetangga dan saling menyapa, maka penduduk akan semakin bahagia.

Inilah yang semakin hilang dari kota-kota di Indonesia, dimana untuk menentukan dimana taman kota, adalah peran pemerintah. Sayangnya pemerintah lebih suka memperhatikan tentang bangunan saja, namun kurang memperhatikan lingkungan, akibatnya adalah pohon-pohon banyak berkurang, taman kota dijual sebagai area perumahan dan mall, trotoar tidak diperhatikan, lebih mementingkan bangunan komersial dan menggagalkan tujuan utama perancangan kota, yaitu bermanfaat dan berguna bagi warga kebanyakan.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.