Arsip Kategori: pra-rancangan

6 Faktor penting memilih lahan rumah yang tepat

astudioarchitect.com Tidak banyak orang yang punya kesempatan memilih lahan untuk hidup, namun bila kita boleh memilih karena punya dana, lahan seperti apa yang akan kita pilih? Dalam menentukan lahan yang akan kita bangun sebagai area rumah, sebenarnya terdapat faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap bangunan. Disamping faktor ekonomis seperti harga lahan, lokasi, dan prospek lahan sebagai investasi, ternyata iklim juga berpengaruh besar. Sebelum membeli lahan bangunan, faktor apa sajakah yang harus kita perhatikan?

1 Harga Lahan dan Lokasi
Dari semua faktor yang perlu diperhatikan, harga lahan dan lokasi merupakan faktor pertama dan terpenting. Saat kita memiliki sejumlah dana untuk membeli lahan baru, maka kita memiliki beberapa pilihan.

Lahan dikota makin jarang, sedangkan fasilitas hidup banyak berada dikota, sehingga harga lahan kosong dikota biasanya sangatlah tinggi. Lahan terbatas juga menyebabkan kita harus mencari alternatif untuk mendapatkan lahan, yaitu dengan membeli rumah bekas (second) dan merombaknya menjadi rumah baru. Renovasi memerlukan dana lebih banyak karena kita harus membeli bangunan lama dan kemudian merobohkan, atau merenovasi menjadi bangunan baru. Bila dengan dana yang ada mencukupi untuk membeli rumah di kota, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal seperti lokasinya apakah benar-benar bagus untuk hidup sebagai rumah tinggal, ataukah lebih baik untuk tempat usaha. Perhitungkan bila Anda ingin memakainya sebagai tempat usaha biasanya terletak di daerah yang sudah bagus perkembangannya dalam arti dilalui banyak kendaraan dan cukup ramai. Namun terlalu ramai tidak baik karena bunyi bising kendaraan, orang lalu lalang, kargo bongkar muat, dan sebagainya. Bila memungkinkan, sebaiknya membeli lahan diarea perumahan dengan sarana jalan, taman, dan saluran air yang memadai serta jauh dari suara dan polusi. Harga lahan dikota memang tinggi, namun perkembangan harga lahan dan bangunannya juga cepat.

Harga lahan didaerah rural atau pedesaan lebih murah daripada dikota besar, bila kita mau hidup sedikit didaerah pinggiran. Keuntungan dari membeli didaerah yang masih sepi adalah biasanya harga lahan masih murah dan suasana yang sepi dengan jalan yang lengang bisa membantu untuk menurunkan tingkat stress dalam hidup. Namun untuk fasilitas lahan didaerah yang agak terpencil biasanya kurang. Kondisi jalan kurang memadai karena kecil dan pemerintah masih belum memperhatikan perkembangan kedepan dari lingkungan pedesaan. Untuk mencapai area kota dengan banyak fasilitas seperti universitas, rumah sakit, kantor, dan pusat perbelanjaan, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos transportasi.

2 Perkembangan Investasi
Lahan merupakan bagian dari bisnis property yang menjanjikan karena harga tanah selalu naik dan jarang sekali turun kecuali karena sebab-sebab seperti bencana alam. Memiliki lahan dan rumah yang bisa dijual merupakan bagian dari cara berinvestasi agar masa depan lebih baik. Dalam waktu 10 tahun, harga property bisa naik hingga 20 kali lipat, sedangkan bila kita menggunakan layanan asuransi dengan membayar premi maka hasil dari investasi asuransi biasanya terbatas hingga 10 kali lipat. Nilai tanah yang semakin naik disebabkan stok lahan tidak pernah bertambah dan selalu dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan usaha. Karena itu bila kita menginginkan perkembangan dari investasi lahan untuk rumah atau bangunan lain, perhatikan lokasi dan perkembangan harga lahan disekitarnya.

Rumah pertama yang dimiliki keluarga biasanya ditinggali sendiri dan bukan merupakan aset yang mendatangkan keuntungan untuk bisnis property, karena tidak bisa disewakan. Property seperti rumah dan tempat usaha bisa memiliki nilai investasi apabila menghasilkan keuntungan yaitu bisa disewakan ataupun dijual dengan harga lebih tinggi. Selain itu bangunan juga bisa dipakai sebagai sarana mendapatkan penghasilan dengan difungsikan sebagai tempat usaha seperti restoran, toko, kantor dan sebagainya. Bila rumah juga berfungsi sebagai kantor, maka nilainya akan berlipat bagi keluarga karena tidak harus menyewa kantor, bekerja kepada orang lain dan menghemat bahkan menghilangkan biaya transportasi.

3 Arah Hadap lahan
Lahan menghadap ke timur biasanya lebih disukai daripada menghadap ke barat, karena sinar matahari pagi tidak terlalu panas bila dibandingkan sore hari. Kadang-kadang untuk menghindari panas, lahan kavling dijual menghadap utara dan selatan, dimana menurut feng shui, arah utara lebih baik, namun menurut primbon Jawa, arah selatan lebih baik.

4 Aliran Udara
Bila memungkinkan, kita harus melihat bagaimana aliran udara didalam lahan, yang hubungannya nanti dengan dimana kita meletakkan jendela dan ventilasi. Pada saat lahan masih kosong, biasanya kita belum bisa merasakan benar-benar tentang kemungkinan aliran udara yang kurang saat rumah dibangun. Terutama bila lahan kecil dan kebutuhan ruang rumah cukup banyak, kita juga seharusnya memperhatikan arah angin yang mungkin masuk kedalam area lahan. Hubungannya adalah dengan bangunan-bangunan tetangga yang sudah ada, apakah bangunan tetangga akan menutup aliran udara ke arah lahan?

Lahan yang baik untuk rumah tinggal seharusnya merupakan lahan luas dengan bangunan berdiri di area tengah atau berada diarea taman rumah sehingga ventilasi bisa datang dari semua arah dan ruang. Hal ini memungkinkan untuk lahan bakal rumah yang benar-benar luas sehingga rumah bisa memiliki taman depan, samping dan belakang seperti rumah-rumah di pedesaan jaman dahulu. Lahan seperti ini memungkinkan kita hidup sehat dengan udara dan pohon-pohon rindang disekitar rumah.

5 Resapan Air
Tentunya kita tidak menghendaki bahwa area lahan rumah kita berada di daerah yang sering banjir atau merupakan area ‘banjir tahunan’, karena itu kita harus memperhatikan apakah drainase disekitar lahan mencukupi untuk tidak adanya banjir. Saat ini memang pemerintah belum serius untuk menangani perihal drainase, kecuali bila sudah terjadi banjir. Drainase perumahan cenderung dibuat dengan asal ada dan kurang memperhatikan cukup tidaknya dimensi drainase terhadap aliran air. Pengembang yang baik akan memperhatikan ukuran saluran air atau got didepan lahan. Demikian juga pemerintah daerah seharusnya bisa memperhitungkan daya tampung saluran kota agar tidak terjadi banjir.

Akan lebih baik bila area rumah memiliki resapan air yang memadai berupa lahan taman yang masih bisa menampung air hujan dan meresapkannya kedalam tanah. Lahan yang baik yang memungkinkan untuk hal ini, biasanya saat ini hanya berada di pedesaan dimana lahan masih luas dan murah, serta letak rumah tidak saling berdekatan.

6 Faktor-faktor lainApakah kondisi lahan sesuai untuk dibangun rumah diatasnya? Kita perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
· Apakah luasan site sesuai dengan banyak dan jenis ruang-ruang yang kita inginkan? Atau sebaliknya, berapa banyak ruang dan jenis-jenis ruang yang bisa dibangun diatas lahan tersebut?
· Apakah lingkungannya terhindar dari faktor-faktor merugikan kesehatan seperti kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaraan dan debu jalan yang berlebihan, polusi udara dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangan sampah atau peternakan? Gangguan-gangguan terhadap kesehatan ini apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan.
· Bagaimana bentuk site dan apa pengaruhnya terhadap ruang-ruang dalam hunian? Apakah bentuknya kotak, trapesium, dan sebagainya.
· Apakah letak lahan cukup mudah dijangkau dari jalan?
· Apakah lahan ini bisa memiliki pencahayaan alami dan bagaimana arah sinar matahari pada pagi, siang dan sore hari?
· Apakah kualitas tanahnya cukup baik dan tidak terkena bahan kimia berbahaya?

Dengan mengerti berbagai faktor ini, diharapkan kita juga cukup jeli untuk melihat dan mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih lahan untuk rumah dan bangunan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
Image copyright:
top image: Some rights reserved by Jeda Villa Bali
bottom image: Some rights reserved by ALWH

© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Merencanakan membangun, diatas tanah atau renovasi rumah

[mudah membangun] astudioarchitect.com Merencanakan membangun, diatas tanah atau renovasi rumah adalah pengalaman yang berharga dan pasti akan dikenang seumur hidup. Untuk memperoleh rumah tinggal yang diinginkan, memang ada beberapa pilihan, misalnya diputuskan untuk membeli tanah untuk dibangun, rumah yang sudah jadi dari developer atau rumah second. Bila Anda membeli rumah dari developer, mungkin ingin merenovasinya karena kualitas rancangan dan bangunan rumahnya mungkin dibawah standar. Bila ingin membangun diatas tanah sendiri atau merenovasi, maka artikel ini juga bermanfaat untuk Anda :)

Pekerjaan persiapan pekerjaan bangunan, dengan demikian, nantinya akan lebih terencana dan tidak tambal sulam yang menghabiskan banyak biaya. Namun sebelum semua pekerjaan persiapan dilakukan, penting bagi Anda untuk mencari perencana bangunan Anda. Para perencana bangunan ini termasuk arsitek, ahli sipil, ahli mekanikal elektrikal, plumbing, dan sebagainya. Bila memungkinkan, Anda juga bisa sudah menemukan kontraktor yang akan Anda sewa nantinya. Para perencana ini akan membantu Anda merencanakan bangunan yang terbaik, tepat guna dan tepat biaya.

Perencana ahli pertama yang musti Anda dapatkan adalah arsitek, yang akan merencanakan detail denah dan ruang-ruangnya, penghawaan dan pencahayaan alami, kombinasi sistem struktur dan estetika bangunan, serta tampilan bangunan rumah Anda. Ahli sipik dan ahli mekanikal elektrikal biasanya bekerja bersama arsitek. Namun Anda bisa menanyakan apakah ahli-ahli ini sudah bekerja bersama arsitek dalam budget desain yang Anda bayarkan sebagai fee profesional mereka, ataukah belum.

Persiapan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dalam mempersiapkan membangun, terdapat beberapa hal yang perlu pula Anda ketahui, berkaitan dengan surat-surat, dokumen dan sertifikat yang administratif. Selain membantu kelancaran agar tidak terjadi ketidak sesuaian dengan pihak tertentu, misalnya pihak Pemkot, maka Anda perlu mempersiapkan dokumen IMB. Dalam mengurus IMB, Anda harus mempersiapkan sertifikat tanah atau akta jual beli, KTP dan KK, bukti pembayaran PBB, dan sebagainya. Tidak kalah penting, dokumen gambar kerja yang didapatkan dari arsitek dan perencana lainnya juga harus disertakan. Anda juga harus mendapatkan surat persetujuan dari tetangga kanan dan kiri lahan untuk membangun. Untuk mengurus IMB ini, Anda sebaiknya datang ke dinas Tata Kota untuk mendapatkan Advice Planning, yaitu semacam rambu-rambu dalam kita mendesain, garis sempadan bangunan, besar atau luas bangunan yang maksimal digunakan, dan sebagainya. Akan ada petugas dari dinas Tata Kota yang akan mensurvey lahan yang akan dibangun. Langkah selanjutnya adalah permohonan IMB yang harus menyertakan dokumen-dokumen diatas.

Sebuah sketsa arsitek untuk rumah tinggal yang nyaman (sketsa oleh Probo Hindarto, astudio)

Perencanaan bersama arsitek.

Perencanaan bersama arsitek berguna untuk mendapatkan desain bangunan yang sesuai dengan kaidah arsitektur, seperti indah, kuat, tepat guna, tidak menyalahi aturan pemerintah daerah, sehat, serta berwawasan lingkungan (sustainable). Penting bagi Anda untuk memikirkan mengapa perlu arsitek, daripada bangunan yang menguras banyak biaya tersebut tidak baik nantinya. Anda juga memerlukan gambar kerja untuk mengurus IMB, serta gambar kerja yang lebih lengkap untuk panduan membangun di lapangan. Dalam memilih arsitek, lihatlah dahulu portofolio desainnya agar tidak salah memilih arsitek, karena arsitek pun, ada yang baik, dan ada yang buruk kualitasnya. Melalui arsitek, Anda juga bisa mendapatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari bangunan tersebut.

Perencanaan bersama ahli lain.

Arsitek biasanya bekerjasama dengan ahli struktur/sipil, mekanikal elektrikal, plumbing, dan sebagainya. Tapi kadangkala, arsitek juga bekerja sendiri dan hasil desainnya masih harus diinterpretasikan oleh ahli struktur dan mekanikal elektrikal.

Memilih kontraktor

Kontraktor adalah pihak yang diajak bekerjasama untuk membangun secara fisik bangunan Anda. Kontraktor tidak sama dengan arsitek, karena tugasnya adalah membuat kontrak kerja bersama Anda sebagai pemilik rumah untuk membangun rumah tersebut. Sedangkan arsitek dan perencana lainnya bertugas untuk membuat rencana bangunan. Kontraktor diperlukan bila Anda tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk membangun sendiri bangunan rumah Anda. Kontraktor terikat hukum untuk membangun rumah sesuai dengan dokumen gambar kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati.

Ini adalah gambaran awal dari berbagai aspek dalam merencanakan proyek membangun rumah Anda. Semoga artikel ini membantu Anda yang sedang merencanakan membangun atau merenovasi rumah :)
Tentunya ada banyak lagi faktor yang harus dipertimbangkan, bisa Anda cari dalam weblog astudioarchitect.com atau Anda tambahkan dari pengalaman Anda? Terimakasih.
________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION:

Planning building, above ground or renovating a house is a rewarding and certainly will be remembered for life. To obtain the desired home, there are some choices, for example, decided to buy the land for construction, the finished house from the developer or second homes. When you buy a house from developers, may want to renovating for the design and building quality homes may be under standard. If you want to build on own land or to renovate, then this article is also useful for you:)

Preparation work of the building work, thus, will be better planned and not a patchwork of spending a lot of cost. But before all the preparation work done, it is important for you to find your building planners. The planners of this building, including architects, civil experts, expert mechanical electrical, plumbing, and so on. If possible, you can already find a contractor who will rent you later. These planners will help you plan the best buildings, proper, appropriate and cost.

The first expert planners must you get is an architect, who will plan and detailed plan-room space, penghawaan and natural lighting, a combination of structural systems and building aesthetics, and view your home building. Expert sipik electrical and mechanical experts are working with architects. But you could ask if these experts have worked with architects in the design budget that you pay for their professional fees, or not.

Construction Documents Preparation (IMB)

In preparing to build, there are some things you should also know, relating to the letters, documents and administrative certificates. In addition to helping the smooth to avoid lack conformity to certain parties, such as the municipal government, then you need to prepare documents IMB. In the care of IMB, you must prepare the land certificate or certificate of sale, ID cards and family registration card, proof of payment of the UN, and so on. No less important, working drawings documents obtained from other architects and planners should also be included. You also must obtain a letter of approval from the right and left neighboring land to build. To take care of this IMB, you should come to the City Administration offices to obtain Planning Advice, which is kind of signs we are designing, building demarcation line, a big or a maximum building area is used, and so on. There will be officers from the City Administration offices that will mensurvey land to be built. The next step is the application that must include IMB documents above.

An architect’s sketch for a comfortable stay home (sketches by Probo Hindarto, astudio)

Planning with the architect.

Planning with the architect useful to obtain the appropriate building design with architectural rules, such as beautiful, strong, efficient, does not violate the rules of local government, health, and environmental friendly (sustainable). It is important for you to think about why should an architect, rather than drain a lot of buildings that are not well costs later. You also need to take care of working drawings IMB, as well as working drawings for a more complete build in the field guide. In selecting an architect, first look at the portfolio of designs that do not choose an architect, because the architect was, there is good, and there are bad quality. Through an architect, you can also get Budget Plan (RAB) of the building.

Planning with other experts.

Architects usually work with an expert structure / civil, mechanical electrical, plumbing, and so on. But sometimes, also self-employed architect and the design still must be interpreted by specialists in electrical and mechanical structures.

Selecting contractors

Contractors are invited parties work together to build your building physically. The contractor is not the same as the architect, because his job is to make employment contracts with you as the owner of the house to build a house. While other architects and planners in charge of building plans. The contractor is required if you do not have the time and opportunity to build your own house building. Contractors are bound to build a house of law in accordance with the documents and working drawings Budget Plan (RAB) which has been agreed.

This is the first description of the various aspects of the project plan to build your house. Hopefully this article helps you who are planning to build or renovate the house:)

Of course there are many more factors to consider, can you look for in your weblog astudioarchitect.com or add from your experience? Thanks.

____________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Saya berada diluar kota, bisakah konsultasi dengan astudio?

Homework

[mudah membangun] astudioarchitect.com Sebagaimana diketahui, terdapat dua tahap penting dalam proses membangun rumah. Tahap perencanaan, dan tahap konstruksi. Astudio bisa membantu Anda untuk proses desain rumah, meskipun Anda berada di luar kota, atau luar Jawa, bahkan luar negeri sekalipun. Hal ini karena proses desain adalah proses yang bisa dilakukan melalui komunikasi jarak jauh. Namun untuk proyek membangun, memang saat ini astudio masih terbatas di Jawa Timur saja. Studio kami adalah studio yang bekerja dalam berbagai proyek desain dan pembangunan rumah. Komitmen astudio untuk membantu klien mendapatkan desain rumah yang terbaik, adalah komitmen yang sama sejak pertama kali kami membangun studio ini.

PROSES DESAIN RUMAH/ BANGUNAN LAIN
Homework

Saat ini, untuk membantu Anda dalam membangun rumah, Astudio bisa memberikan layanan desan dan pengerjaan pembangunan sebagai kontraktor. Dalam hal ini, proses mendesain dan proses konstruksi adalah dua hal yang berbeda tapi akan saling berkaitan. Pada saat mendesain, kami tidak hanya memikirkan tentang keuntungan proyek, namun lebih dari itu, akan bekerja secara maksimal untuk memberikan value atau nilai lebih desain sebagai arsitek murni. Pada saat mendesain ini, klien dan kru astudio bisa bertemu secara langsung dan mengobrol, atau via email dan phone bila Anda sedang sibuk atau berada diluar kota.

PROSES KONSTRUKSI

Baru setelah proses desain selesai semua, klien dan kontraktor astudio bisa berbicara tentang pengerjaan desain, dengan syarat lokasi pembangunan berada disekitar Jawa Timur. Pembicaraan tentang proses pembangunan bisa dilakukan dengan bertemu untuk membahas seluk beluk proyek dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Contoh gambar kerja astudio dan realisasinya di lapangan

Salah satu hasil gambar kerja yang dipesan oleh seorang klien, dan kemudian dibangun sendiri berdasarkan gambar kerja dari astudio, adalah rumah Pak Endi. Berikut ini desain dan hasil pembangunan rumahnya:

 

Hal ini berarti, gambar kerja yang dibuat oleh tim astudio bisa memandu Anda untuk membangun rumah di lapangan. Memang disini sebaiknya gambar kerja haruslah dipahami setidaknya mengerti berbagai hal yang penting bagi Anda untuk mempersenjatai diri dalam bekerjasama dengan kontraktor maupun mandor. Gambar kerja astudio juga sangat mudah dipahami oleh kontraktor.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: How can I consult a house design?

As we know, there are two important stages in the process of building a house. Planning stage and construction stage. Astudio can help you to design the house, even if you are outside the city, or outside Java, even though overseas. This is because the design process is a process that can be done through remote communication. But to build the project, is currently still limited by astudio in East Java alone. Our studio is a studio working in various design projects and construction. Astudio has a commitment to help clients get the best home design, which is the same commitment from the first time we built this studio.

To assist you in building a house, Astudio can provide services and work on design development as a contractor. In this case, the process of design and construction process are two different but related to each other. At the time of design, we not only think about the benefits of the project, but more than that, will work to maximum value or to provide more value as a purely working architect. At the time of this design, the client and crew astudio can meet and talk directly, or via email and phone when you’re busy, or located outside the city.

CONSTRUCTION PROCESS

Only after all of the design process is complete, clients and contractors can talk about design work, on the condition of the building site located in East Java. Discussion about the development process can be done with the meeting to discuss the ins and outs of the project and Budget Plan (RAB).

[Example astudio working drawings and realization in the field ]

One result of working drawings commissioned by a client, and then built their own based on the working drawings from astudio, is home to Mr. Endi. Here is the design and construction of his house:

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

[mudah membangun] Membeli tanah dengan Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

[mudah membangun] astudioarchitect.com Artikel ini adalah artikel pertama dalam ‘mudah membangun’, yaitu artikel-artikel berisi panduan membangun rumah dari awal sampai akhir. Sekaligus menjadi pedoman Anda saat bekerjasama dengan arsitek astudio maupun kontraktor astudio. Membeli tanah untuk rumah, adalah hal pertama yang harus dilakukan agar kita bisa membangun rumah. Sebenarnya, bila kita mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Tanah) untuk rumah di perumahan, itu artinya kita juga membeli tanah dibawah rumah itu. Ada juga KPR yang diperuntukkan untuk membeli apartemen. Dalam hal membeli apartemen, kita hanya mendapatkan hak guna bangunan. Tahukah Anda, ternyata membeli tanah juga bisa dilakukan dengan kredit, seperti KPR tersebut. Bedanya, kita membeli tanah saja bukan membeli rumah seluruhnya.

Berikut ini petikan salah satu statement di LippoBank Home Loans.

Jika hanya ingin membeli kavling saja, bisakah saya memanfaatkan LippoBank Home Loans?

Ya! LippoBank Home Loans juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi Anda yang ingin membeli kavling di lokasi pengembang yang bekerjasama dengan LippoBank, asalkan tujuan pembelian kavling tersebut untuk bangunan rumah tinggal, bukan untuk kantor atau lainnya (Tanah Siap Bangun) – info dari lippobank.co.id

Bila Anda adalah nasabah bank yang bersangkutan atau bank lain yang menyediakan KPT, akan lebih memudahkan karena bank bisa mendapatkan data keuangan yang lebih jelas, tentunya bila track record keuangan baik. Terutama bila Anda merupakan pekerja dengan pendapatan tetap yang cenderung naik, akan lebih disukai oleh bank kreditur. Meskipun saat ini agak jarang terdengar pengajuan kredit untuk tanah, tidak ada salahnya bila Anda yang berminat mengajukan kredit pemilikan tanah untuk mendapatkan informasi dari bank Anda.

(gambar lahan oleh Bpk Suhardiman Ato)

Membeli secara tanah secara kredit, selain bisa meringankan biaya dengan cicilan, juga bisa memperkecil resiko sengketa tanah karena pihak notaris dan bank akan memeriksa benar-benar status kepemilikan tanah tersebut. Namun bila ada kemungkinan ternyata tanah adalah tanah sengketa, yang menanggung resiko juga tetap debitur (Anda).

Persyaratan umum untuk mengajukan KPT mirip dengan mengajukan KPR, yaitu warga negara Indonesia dengan usia minimum 23 tahun dan maksimum 55 tahun (saat kredit berakhir). Secara lengkap, dokumen yang diperlukan untuk mengajukan kredit adalah sebagai berikut:

  • Fotokopi KTP/passport
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi surat WNI bagi warga negara keturunan
  • NPWP, SPT/PPh 21
  • Fotokopi rekening tabungan/ rekening koran
  • Surat keterangan penghasilan / slip gaji
  • Fotokopi SIUP
  • Fotokopi surat keterangan lain berkaitan dengan profesi yang mendukung untuk penilaian pihak bank.

Untuk keterangan lainnya, silahkan menghubungi bank yang bersangkutan. Tanya jawab seputar Kredit Pemilikan tanah saya temukan di blog ini.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Buying Land with Credit and Loan (Indonesia context)

This article is the first in the ‘easy to build’ articles, which contains articles of a guide to build a house from start to finish. Well be your guide when working with astudio architect or contractor astudio. Buying land for the house, is the first thing that must be done so that we can build a house. Actually, when we ask mortgages (Land Ownership Loan) to the house on the estate, that means we are also buying the land under the house. There are also mortgages which intended to buy an apartment. In the case of buying an apartment, we only get the right to build. Did you know, it bought the land can also be done with credit, such as mortgages. The difference is, we bought the land just is not buying a house entirely.

Here are excerpts of a statement LippoBank Home Loans.

    If you just want to buy lot only, can I use LippoBank Home Loans?

    Yes! LippoBank Home Loans also provide financing facilities for those who want to buy the lot at the site developer who works with LippoBank, provided the purpose of purchasing these lots for residential buildings, not to any other office or (Soil Ready to Build) – info from lippobank.co.id

If you are concerned bank customers or other banks that provide OPT, will make it easier for banks to obtain financial data more clearly, of course, if good financial track record. Especially when you are working with fixed income tends to rise, will be preferred by bank creditors. Although this is somewhat uncommon to hear of obtaining loans for land, there is nothing wrong if you are interested in applying for a loan of land ownership to get information from your bank.

(picture Suhardiman land by Mr. Ato)

Buying land on credit, in addition to offset the cost of a mortgage, can also minimize the risk of land disputes because the notary and the bank will actually check the status of land ownership. But if there is a possibility it is a land dispute over the land, which bear the risk also remained the debtor (you).

General requirements to apply for OPT similar to the proposed mortgage, which is an Indonesian citizen with a minimum age of 23 years and a maximum of 55 years (when the credit expired). Complete, the necessary documents to apply for credit are as follows:

    * Copy of ID card / passport
    * Copy of Family Card
    * Copy of a letter to the citizens citizen descent
    * NPWP, SPT / PPh 21
    * Copy of bank account / current account
    * Letter of earnings information / paychecks
    * Copy SIUP
    * Copy of another letter relating to the professions that support for the assessment of the bank.

For more information, please contact the respective bank. Credit frequently asked questions about land ownership I found on this blog.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

[mudah membangun] KPR, untuk mendapatkan rumah, apa syaratnya dan bagaimana?

[mudah membangun] astudioarchitect.com Pak Edi sudah berumah tangga selama enam tahun, serta sudah memiliki seorang anak. Sayangnya pak Edi belum memiliki rumah, namun sudah mempunyai sebagian tabungan dana yang belum cukup dipakai membeli. Biaya keuangan banyak yang masuk ke biaya mengontrak rumah. Karena sudah tak tahan hidup menyewa, akhirnya pasangan Pak Edi dan Bu Edi memutuskan untuk membeli rumah, entah bagaimana caranya. Mereka bersyukur karena ada fasilitas KPR dimana dengan gaji yang dimiliki pak Edi, bisa disisihkan untuk membeli sebuah rumah yang selalu mereka idam-idamkan. Akhirnya, walaupun masih harus mencicil biaya kredit setiap bulan, mereka bisa bernafas lega karena rumah yang dimimpikan pun telah mereka punyai.

Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Ini adalah fasilitas untuk membeli rumah dengan kredit pada bank. KPR dipandang menguntungkan karena bisa membantu kita memiliki rumah sendiri, walaupun dengan cara mencicil. Prinsip KPR adalah membiayai terlebih dahulu biaya pembelian atau pembangunan rumah, dan dana untuk membayar balik dilakukan dengan cicilan tersebut. Bagaimana cara untuk mendapatkan KPR?

Syarat-syarat mengajukan KPR
KPR biasanya bisa dimulai setelah tersedia dana sekitar 30-40% dari harga rumah, tergantung dari
kebijakan bank. Dana 30-40% dari harga rumah tersebut dibayarkan sebagai uang muka untuk membeli rumah, sehingga Bank hanya akan membantu membayar 70% sisanya. Pembayaran selanjutnya diberikan kepada bank dengan mencicil tiap bulan ditambah dengan bunga.

Sebelum KPR disetujui, pembeli akan diminta untuk melengkapi persyaratan untuk mengambil KPR, dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:

a. Surat Keterangan Bekerja di Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun)
b. Slip Gaji Asli
c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)

Bila Anda adalah seorang wiraswastawan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:

a. Daftar Pelanggan Anda (bila memungkinkan)
b. Daftar Pemasok Anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang)
c. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)
d. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)
e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
f. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)  bila usaha Anda bersifat usaha dagang)
g. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Bila Anda adalah seorang profesional, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:
a. Daftar Pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)
b. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)
c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)
d. NPWP
e. Surat Izin Praktek (untuk beberapa profesi tertentu)

Penting bagi mereka yang memiliki kredit untuk barang lain, misalnya dengan kartu kredit, untuk membayar cicilan kartu kredit tepat pada waktunya, karena biasanya bank akan menyelidiki juga track record kita untuk cicilan lain. Kemudian, penghasilan kita juga harus minimal 3 kali jumlah cicilan satu bulan.

Selain itu Anda juga harus telah mengetahui keberadaan dan kondisi rumah yang akan Anda beli.
Informasi sangat penting lainnya adalah perbandingan fasilitas KPR dari bank-bank pemberi kredit. Biasanya bila Anda sudah menemui pihak developer, mereka telah memiliki hubungan dengan bank tertentu untuk menyediakan KPR. Sebaliknya, bank Anda bila menyediakan KPR, mungkin juga sudah mengadakan kerjasama dengan developer tertentu.

Sesuaikan KPR dengan kebutuhan Anda, terutama yang memberikan fasilitas yang lebih atau menarik, serta dari pihak-pihak yang dapat diandalkan. Apakah Bank Anda memiliki hubungan dengan developer yang bersangkutan, karena bila ya, maka mungkin saja Anda bisa memperoleh keuntungan yaitu subsidi bunga. Bagaimana sistem bunganya, apakah fix atau berubah dalam jangka waktu tertentu (apakah cicilan bisa berubah nilai nominalnya), fee apa saja yang harus dibayarkan dalam proses berjalan KPR tersebut. Apa keunggulan fasilitas KPR dibandingkan fasilitas KPR dari bank lain, karena masing-masing bank memberikan fitur berbeda untuk menarik konsumen.

Bila Anda bekerja pada institusi pemerintah, misalnya Pegawai Negeri Sipil atau TNI, atau Polri, ada kemungkinan terdapat pilihan KPR yang telah bekerjasama dengan instansi Anda. Fasilitas yang tersedia misalnya subsidi uang muka, sehingga lebih ringan bagi Anda.

Bank akan menyeleksi baik dari pihak konsumen yang akan mengajukan KPR, dan menyeleksi pengembang yang mengembangkan sebuah perumahan, atau menyeleksi pihak yang terkait dengan pemberian KPR tersebut. Biasanya Bank akan menyeleksi pihak konsumen berdasarkan track record atau kemampuan konsumen tersebut, karena itu dibutuhkan informasi tentang pemasukan konsumen, yang biasanya sepertiga dari pemasukan harus bisa dibayarkan untuk KPR, dan terdapat batasan umur maksimal sekitar 55 tahun untuk karyawan. Pihak developer juga diseleksi untuk melihat bagaimana mereka memberikan janji tentang fasilitas dan surat-surat yang diperlukan.

Bila Anda sudah yakin akan pilihan rumah dan bank pemberi KPR Anda, kunjungi bank tersebut dan mintalah informasi pengajuan KPR. Biasanya bank akan memberikan persyaratan diatas. Setelah persyaratan Anda bawa ke bank, biasanya akan diadakan wawancara. Bila wawancara disetujui, Anda dapat membayarkan uang muka pembelian rumah ke developer dan menunggu keluarnya SPPK (surat persetujuan perjanjian kredit).

Langkah selanjutnya adalah menemui notaris untuk menandatangani akta kredit dan mengurus sertifikat. Tahap selanjutnya adalah penyerahan kunci. Sertifikat Anda masih ditahan Bank sampai Anda melunasi semua cicilan kredit.

Bank penyedia layanan KPR
Bank-bank mana saja yang memberikan KPR? Jawabannya bermacam-macam sekali, Anda bisa pilih dan bandingkan. Bila sudah menjadi nasabahnya, ada kemungkinan Anda akan diberi beberapa tawaran yang menarik sehingga Anda mengambil KPR lewat bank Anda. Bank-bank tersebut antara lain;

Bank Mandiri – KPR Graha Mandiri
Bank BTN – KPR dan non KPR
Bank Muamalat – KPR Muamalat
BCA – KPR BCA
BII – KPR BII
BNI – BNI Griya
BRI – KPR BRI
dan lain-lain

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.