Category Archives: pustaka buku interior

Ruang Duduk Pilihan

astudioarchitect.com Ruang duduk biasanya menjadi sudut paling inspiratif dalam rumah untuk digunakan membaca buku, menikmati kudapan serta kegiatan santai lainnya. Inspirasi adalah sesuatu yang kita butuhkan apalagi saat mendesain, terutama untuk ruang-ruang yang diharapkan menjadi salah satu ruang paling unik, misalnya ruang duduk. Imelda Akmal menuliskan buku inspiratif ‘Ruang Duduk Pilihan’ yang seperti buku-buku Imelda lainnya; mengetengahkan contoh ruang duduk berbagai suasana yang modern untuk Anda pertimbangkan dalam desain hunian Anda. 

http://books.google.co.id/books?id=8k9QHMbKrIkC&lpg=PA38&dq=desain%20rumah&pg=PP1&output=embed


Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ragam Inspirasi Interior Rumah [buku]

astudioarchitect.com Mendapatkan inspirasi untuk desain interior rumah kita kadang merupakan hal yang gampang susah, mengingat kita tidak setiap hari mendesain interior atau memilih pernak pernik interior. Barangkali dengan membaca buku ini Anda akan mendapatkan beberapa inspirasi menarik seputar interior desain, ditulis oleh tim D’Maximus, buku ini mengetengahkan ide-ide segar bagi Anda yang sudah merasa bosan dengan gaya interior rumah Anda saat ini. 

Dalam buku ini dimuat banyak contoh desain interior seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan juga kamar tidur. Bila Anda beruntung, mungkin masih bisa mendapatkan bukunya.

http://books.google.co.id/books?id=lpd0JtuQLbEC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Make Over Ruang Tamu [buku]

astudioarchitect.com [pustaka interior] Merencanakan ruang tamu mungkin merupakan bagian kecil dari berumah-tinggal, namun kadangkala ruang yang biasanya terletak didepan ini memang menjadi pertimbangan khusus agar tampil menarik, membuat betah dalam rangka menjamu tamu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk menengok buku yang ditulis oleh Randy Permata Dahlan dan Yogie Candra Bhumi ini, yang bisa memberi inspirasi pada kita tentang bagaimana menata ruang tamu. Ruang tamu memiliki banyak elemen yang terutama untuk mencapai tujuan agar ruang tersebut nyaman. 

Kutipan: Rumah yang baik akan memiliki elemen yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Pada kondisi ideal, sebuah tumah akan memikirkan elemen ruang yang terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga atau dikenal sebagai ruang tengah, kamar mandi, ruang kerja, dapur, gudang, dan garasi. Masing-masing elemen tadi akhirnya menjadi penting akibat pengaruh budaya serta tata nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial dan budaya pastilah memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi, berbincang, serta menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan bertamu menjadi hal yang umurn dilakukan. Ruang tamu kemudian menjadi elemen rumah yang sangat penting untuk mewujudkan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan budaya.

Seberapa pentingkah arti dan fungsi sebuah ruang tamu? Sejak zaman dahulu, peran penting budaya bemosialisasi dan bertamu dalam kehidupan bermasyarakat telah ditunjukkan oleh berbagai arsitektur vernakular Indonesta. Sebagai contoh, dapat dilahat bagaimana rumah panggung adat Aceh yang menempatkan sebuah ruang khusus setelah tangga masuk rumah mereka untuk menerima tamu. Juga pembagian struktur pada rumah jaglo adat Jawa yang idealnya memiliki area pendapa atau pendopo di bagian depan rumah untuk menerima tamu dan aktivitas publik lainnya. Demikian halnya dengan tawalo pada rumah adat Nias Selatan yang juga berfungsi untuk menerima tamu. Sernua tipe rumah tersebut menunjukkan bahwa tamu memang amat penting dalam budaya masyarakat Indonesia.

http://books.google.com/books?id=75Ieb07lqxoC&lpg=PA14&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Kamar Mandi Bernuansa Alam [buku]

astudioarchitect.com Kamar mandi merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah rumah maupun bangunan lainnya. Saat ini fungsi kamar mandi sudah meluas dan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membersihkan diri, hal ini karena kamar mandi bisa menjadi tempat termahal dan termewah dalam sebuah rumah, karena peralatan dan fasilitasnya. Misalnya, satu keran air dengan showernya banyak yang seharga lebih dari 5 juta rupiah. Tidak hanya bak mandi, shower dan kloset, kamar mandi juga bisa dilengkapi dengan bathtub, washtafel, bahkan taman pribadi. Kamar mandi bisa digunakan untuk kegiatan seperti relaksasi, berendam, membaca, bahkan menikmati alam bila dilengkapi dengan bagian taman tersendiri. 

Melalui buku yang saya pilihkan ini, saya mengajak pembaca astudio untuk melihat banyak kemungkinan yang bisa ditawarkan oleh sebuah kamar mandi nuansa alam. Dituliskan oleh Hengky Pramudya, terdapat beberapa langkah untuk mendesain kamar mandi bernuansa alam. Pertama kita harus merencanakan zona atau perletakan peralatan dan fasilitas kamar mandi, karena hubungannya dengan perpipaan dan pembuangan air. Kedua kita harus merencanakan penghawaan alaminya, karena kamar mandi yang baik seharusnya tidak menggunakan penghawaan buatan ataupun exhaust fan. Keberadaan sebuah taman didalam kamar mandi meskipun hanya merupakan bagian kecil sudah merupakan kelebihan tersendiri. Langkah selanjutnya bisa Anda baca dalam buku ini.

Dapatkan buku ini di toko buku terdekat. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Ragam Inspirasi Partisi

>

astudioarchitect.com Dalam sebuah rumah, kadang kita memerlukan ruang untuk dibagi menjadi fungsi berbeda, semisal ruang ruang tamu dan ruang keluarga, ruang makan dan dapur, atau sebuah kamar besar yang bisa dibagi menjadi dua untuk putra-putri. Dalam membagi sebuah ruang, bila tidak membuat tembok atau sekat permanen, kita bisa menggunakan partisi, yang dibuat dari berbagai jenis material seperti kayu, multipleks, kaca, dan sebagainya, tentunya dengan berbagai bentuk yang menarik dan menunjang estetika rumah kita. Dalam buku yang saya pilihkan dan bisa Anda baca dibawah ini, kita bisa melihat banyak contoh partisi dalam rumah yang tentunya cukup menarik untuk memberi inspirasi. Buku ini ditulis oleh Agah Nugraha Muharam dkk.

Kutipan: Pembatas ruangan atau partisi adalah situasi yang diciptakan untuk menghasilkan perbedaan area di dalam sebuah ruangan. Tak harus dengan furnitur penyekat secara khusus. Partisi juga dapat dibentuk dan perbedaan ketinggian, warna. cahaya atau material. Jika harus dibuat pembatas khusus, dapat digunakan material murah meriah yang dapat diracik dengan sentuhan ide kreatif. Dengan adanya ruang yang terbentuk berkat partisi, Anda pun dapat menggunakan ruang dengan nyaman sesuai peruntukan.

Konsep awal partisi adalah membagi ruang menjadi ruangan-ruangan yang berbeda fungsi. Pembagiannya dilakukan dengan cara memberi batas antar ruang berupa sekat masif atau memberi batas-batas area yang dapat dirasakan secara psikologis. Sekat masif dapat berupa dinding tembok yang terbuat dan material batu bata, dinding kayu, atau gipsum. Sementara batas-batas psikologis dapat dihadirkan melalui pengelompokan furnitur, perbedaan ketinggian lantai, warna, atau intensitas cahaya.

Penempatan partisi tentunya harus mempertimbangkan aktivitas yang terjadi di dua ruangan yang dipisahkan dan bagairnana hubungan kedua ruangan tersebut. Berdasarkan hal ini tujuan memisahkan ruang-ruang adalah

1) memisahkan dua ruang agar pengguna kedua ruangan tersebut tidak dapat berinteraksi secara langsung,
2) memisahkan dua ruang agar pengguna kedua ruangan tersebut masih dapat berinteraksi secara langsung.
3) memisahkan dua ruang, tapi pengguna kedua ruangan tersebut masih dapat berinteraksi secara tidak langsung (misalnya hanya dipisahkan secara visual saja).
4) memisahkan dua atau lebih area di dalam satu ruang.

http://books.google.com/books?id=eQTSR_E88-UC&lpg=PA133&dq=desain%20partisi&pg=PA95&output=embed

Buku bisa didapatkan di jaringan Gramedia, Toga Mas, Kharisma dan toko buku lainnya yang memiliki stok.
________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Simply Simple, tips mendesain dan mendekorasi

astudioarchitect.com Buku yang ditulis Yuni Jie ini adalah buku kumpulan portofolionya yang ditulis dengan gaya inspiratif membahas berbagai aspek dalam desain interior modern. ‘Simply Simple’ mengetengahkan tips-tips mendesain dan mendekorasi dengan prinsip ‘less is more’ yang merupakan prinsip arsitektur modern. Judul-judul dalam tiap tipsnya merupakan kalimat inspiratif disertai 2-3 kalimat penjelasan tips, serta penggunaan fotografi estetis.

Yuni Jie wrote a book which is a portfolio style book,  discuss inspirational various aspects of the modern interior design. ‘Simply Simple’ explores tips on designing and decorating with the principle of ‘less is more’, a principle of modern architecture. Titles in each tips is accompanied by 2-3 sentences sentence explanation of the inspirational tips, as well as the use of aesthetic photography.

Anda bisa membaca buku tersebut dibawah ini, selain itu Anda juga bisa membelinya lewat link yang ada atau di toko buku terdekat:

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menyiasati Ruang Sempit

[buku interior] astudioarchitect.com Buku desain arsitektur dengan gambar sketsa tangan yang cukup banyak memang agak jarang ditemukan dewasa ini, mengingat sebagian besar arsitek dan desainer interior lebih banyak menggunakan foto dan gambar komputer untuk menyajikan desain dalam bahasan buku. Buku yang ditulis oleh Agung Budi Sardjono ini merupakan salah satu buku dengan sketsa tangan penulisnya yang sangat menarik. Mengupas tentang bagaimana menyiasati ruangan yang mungil agar terlihat elegan dan praktis melalui desain yang baik.

Mengingat sebagian besar rumah saat ini dibangun diatas lahan terbatas, maka buku-buku semacam ini dapat membantu kita untuk mereka-reka bagaimana desain interior maupun arsitektur yang sesuai untuk sebuah rumah mungil dan ruang-ruang sempit. Berikut ini kutipan dari buku tersebut:

Kutipan: Bila merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia. Semua ruang ini memiliki fungsi khusus. Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya. Dalam beberapa desain seperti rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan), terdapat tambahan ruang seperti toko dan kantor.

Rumah-rumah masyarakat menengah ke bawah pada saat ini umumnya mempunyai luasan kurang dan 100 m2 dengan luas kavling hingga 200 m2. Sementara rumah dengan luasan lebih dan 100 m2 sudah dianggap sebagai rumah mewah yang untuk membangun dan merawatnya memenlukan biaya ekstra yang tidak sedikit.

Tata ruang rumah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok ruang publik, ruang privat, dan ruang servis. Ruang publik terdiri dan teras depan dan ruang tamu. Ruang privat terdiri dan ruang-ruang tidur ruang makan, dan ruang keluarga. Sementara ruang servis terdiri dan dapur dan kamar mandi. Semakin tinggi kemampuan perekonomian keluarga maka semakin meningkat pula tuntutan penyediaan ruang untuk menampung masing-masing kegiatan secara khusus. Hal ini menyebabkan luasan rumah menjadi berkembang. Namuri, di sisi lain pertimbangan efisiensi dan keterbatasan yang memaksa penghuni mencari solusi tata ruang yang simpel, tetapi dapat menampung bermacam-macam kegiatan yang berlangsung di rumah dengan kualitas tetap terjaga.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Dealing with small space at home

Books with a lot of manual handsfree drawing are a little less common nowadays, given that most architects and interior designers more use of photographs and computer images to present the design in a book discussion. Books written by this Sardjono Budi Agung is one of his sketch book with a very interesting writer. Of how little room trick to make it look elegant and practical with a good design.

Since most homes now built over a limited area, the books of this kind can help us to concoct what interior and architectural design that is suitable for a small house and small spaces. Here is an excerpt from the book:

Excerpt: When planning a home stay, including the most important thing we do is plan what rooms are going there in the house. There are several kinds of space that is usually there and is often used in homes in Indonesia. All these rooms have a special function. These spaces is already too often we are familiar, such as living room, family room, kitchen room, and so on. In some designs such as the home store (shop) or home office (shophouse), there is additional room such as shops and offices.

    Public houses in the middle to lower today generally have less area and 100 m2 with spacious lots up to 200 m2. While home with more width and 100 m 2 was considered a luxury home to build and care memenlukan extra cost is not small.

    Spatial housing can be divided into three groups, namely the public space, private space, and room service. Public space and made the front porch and living room. Comprises private and sleeping rooms dining room and family room. While the service room and the kitchen and made the bathroom. The higher the ability of the family economy is also increasing demand for space to accommodate the provision of each particular activity. This causes the area of the house to be developed. But, on the other side of efficiency considerations and limitations that forced residents to find solutions of simple layout, but can accommodate a variety of activities that took place at home with the quality maintained.

________________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.