Category Archives: pustaka buku rumah

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]

astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 

Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.

Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 
Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 

http://books.google.com/books?id=Oo74gXf6FFAC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan [buku]

astudioarchitect.com Rumah yang ‘hijau’ atau ramah lingkungan bermanfaat bagi penghuni dan juga lingkungan sekitar rumah. Seiring dengan berjalannya waktu rumah-rumah banyak yang didesain diatas lahan terbatas dan mungil. Konsep perancangan ‘hijau’ seringkali menjadi kendala mengingat tidak semua konsep bisa diterapkan dalam desain rumah mungil. Buku ini mengupas banyak tentang konsep rumah mungil yang ‘hijau’ dan merupakan konsep rancangan hasil sayembara. Ditulis oleh Imelda Akmal.

KUTIPAN: Mengapa Arsitektur Rumah Mungil Hijau?
Rumah mungil hijau adalah penerapan arsitektur hijau dalam hunian yang menempati lahan terbatas. Banyak ahli berpendapat, rumah mungil hijau adalah hunian masa depan yang sudah seharusnya diterapkan dimanapun di dunia, terutama di kota kota besar.

Tinggal di rumah mungil dalam beberapa sisi sangat menguntungkan. Tidak hanya karena harganya yang relatif lebih rendah, tapi juga karena biaya perawatannya yang cenderung lebih hemat dan sistem pengaturan serta pengawasannya yang lebih mudah.

Arsitektur Hijau?

Sederhananya, arsitektur hijau adalah perancangan dan pembangunan sebuah konstruksi dengan pendekatan desain dan metode yang seminimal mungkin memiliki dampak yang merugikan lingkungan. Karena itu, arsitektur hijau sering disebut arsitektur ramah lingkungan. 
sumber gambar: buku 31 Desain terbaik Rumah Mungil Hijau + Konsep Perancangan
Secara umum disepakati bahwa bangunan hijau merupakan struktur yang berlokasi, dirancang, dibangun, direnovasi, dan dioperasikan dengan efisien sehingga akan sesedikit mungkin merugikan lingkungan. Arsitektur hijau yang tidak akan meminimalisasi, namun memiliki sistem yang berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial sepanjang umur bangunan tersebut disebut arsitektur berkelanjutan atau sustainable architecture dan merupakan tujuan tertinggi dari konsep green architecture ini. 
Reduce, Reuse, Ricycle
Ada beberapa pendekatan untuk membangun sebuah bangunan hijau, yaitu yang biasa dikenal dengan tiga kata sederhana: reduce, reuse, dan ricycle. Sebenarnya ketiga hal ini sudah menjadi kebiasaan dasar seseorang yang peduli lingkungan.
Reduce. Bangunan hijau mengutamakan penggunaan material lokal yang dibiarkan alami atau dipoles dengan material ramah lingkungan untuk mengurangi jejak karbon dan zat racun yang dihasilkan proses transportasi serta finishing. 
Bangunan hijau mengutamakan ventilasi yang baik dan pencahayaan yang optimal sehingga mengurangi pemakaian listrik. Bangunan hijau juga mengutamakan . efisiensi utilitas dan pemipaan, menghemat pemakaian air, terutama air tanah, dengan membuat banyak penghijauan dan memanfaatkan air hujan sebagai salah satu sumber airnya.
Reuse. Menggunakan ulang. Memakai kembali dan memperpanjang usia manfaat dari berbagai benda yang sudah dipakai. Ini dengan sendirinya mengurangi jumlah sampah dan limbah bangunan. Dalam kasus kasus renovasi, bangunan hijau akan memakai kembali secara optimal material dari bangunan lama seperti kusen, genteng, penutup lantai dan teralis.
Recycle. Mendaur ulang. Merupakan usaha penggunaan ulang barang atau bahan yang sudah digunakan dengan menambahkan bahan lain dan menggunakan teknologi sehingga menghasilkan suatu benda atau bahan yang baru untuk digunakan kembali. Bangunan hijau turut memperbarui energi dengan memanfaatkan teknologi panel surya yang memakai panas matahari sebagai sumber energinya – demikian juga energi air dan angin.

http://books.google.com/books?id=hRIKKmhHpLwC&lpg=PA2&dq=imelda%20akmal&pg=PA1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah Murah [buku]

astudioarchitect.com Memiliki rumah adalah kebutuhan yang cukup utama bagi setiap keluarga, meskipun demikian tidak semua mampu mewujudkan mimpi memiliki rumah. Pembangunan yang menelan biaya cukup banyak merupakan kendala yang biasa terjadi. Bagaimana cara membangun dengan biaya murah? Buku ‘Rumah Murah’ dari seri Rumah Ide ini mungkin bisa memberi beberapa gambaran umum, meskipun dalam preview ini tidak seluruhnya ditampilkan. 
Kutipan:

Struktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam anggaran biaya pembangunan rumah. Terkadang pembuatan struktur memakan 40-50% dari total biaya. Tentu saja hal ini perlu dicermati dalam upaya menekan biaya pembangunan. Sebaliknya, desain rumah disesuaikan dengan bentang dan bentuk struktur paling maksimal. Dengan demikian, penggunaan material bangunan tidak menyisakan banyak bahan.

Tips untuk Konstruksi hemat:
Ukuran rumah
Pastikan ukuran rumah Anda merupakan angka genap atau kelipatan angka panjang bahan material. Untuk baja, ukuran 3 meter, 6 meter, 9 meter adalah angka ideal. Untuk beton, kelipatan 4 meter merupakan angka yang efektif.

Bentuk Rumah.
Bentuk denah kotak atau persegi panjang jauh lebih murah dan efisien dibanding segitiga atau bentuk bersudut lainnya. Dari sisi material bangunan, bentuk melengkung biasanya menyisakan bahan material cukup banayk.

Lahan rumah.
Lokasi juga mempengaruhi besar biaya struktur dan konstruksi. Memilih lahan dengan kemiringan yang cukup curam akan menambah biaya perataan tanah.

http://books.google.com/books?id=j91BmoukSLcC&lpg=PA19&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________ by Probo Hindarto© Copyright 2011 astudio Indonesia. All rights reserved.

Easy Green Living, cara mudah dari Valerina Daniel

astudioarchitect.com Valerina Daniel, seorang pembawa acara di salah satu Stasiun Televisi, menunjukkan pada kita banyak tips dari hal terkecil untuk turut mencegah pemanasan global [Global Warming] yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, suhu memanas, makin banyak sampah, dan sebagainya. Banyak aspek bisa dilakukan; misalnya menghemat listrik dan air. Bagaimana tips dari Valerina Daniel dalam membantu mencegah pemanasan global? 

Kutipan:

Membangun Rumah Hijau
Tidak sulit mewujudkan rumah hunian yang ‘hijau’. Cukup hadirkan bangunan tropis tapi hemat bahan (minimalis). Berikut tips- tips dan Nirwono Joga:
• Efisiensi lahan, volume bangunan, dan optimalisasi fungsi ruang dengan menyatukan beberapa ruangan dan fungsinya sekaligus, misalnya ruang tamu, wang duduk, dan ruang makan.
• Pintu dan jendela kaca dibuat lebar, dengan tujuan menyatukan ruang luas ke ruang dalam (atau sebaliknya), baik secara visual atau perluasan ruang guna menampung berbagai kegiatan.
• Lantai rumah dan plesteran semen agar terasa dingin di kaki dan nyaman diduduki.
• Ruangan berkonsep terbuka dengan sedikit sekat, kecuali area privasi (seperti kamar tidur dan kamar mandi).
• Dinding semen plesteran yang rapi memberi kesan dingin dan netral, dinding batu bata berwarna terakota akan menghangatkan suasana ruang luar dapur atau teras ruang keluarga. Ekspos batu bata yang polos (mudah menyerap air saat hujan), lumut yang tumbuh akan menambah eksotik bangunan dan kelembutan bangunan secara alami, selain sangat menghemat biaya cat atau wallpaper.
• Kamar mandi dibuat efisien, bersih, kering. Dapat dilengkapi dengan skylight (genteng fiberglass) untuk menghangatkan ruang. Ada ventilasi udara agar tidak lembap, tinggi pintu tidak penuh (udara dapat mengalir), lantai tidak licin (lantai keramik kasar, berukuran kecil-sedang), plafon tinggi (2,5—3 meter).
• Menghadirkan ruang-ruang hijau di luar, dalam, hingga di atas bangunan. Manfaatnya sebagai penghambat radiasi sinar matahari, menyegarkan pandangan mata, kestabilan suhu permukaan (dinding) beton, dan menghemat pemakaian AC.

Gagasan rumah hijau ini sudah lazim dilakukan di Jepang dan Jerman untuk memperbaiki kualitas Iingkungan kota dan menurunkan suhu kota. Tujuannya ialah untuk mendinginkan udara sekitar rumah, menyegarkan pikiran karena selalu melihat kesegaran alam, dan bisa difungsikan pula sebagai arena bermain anak-anak. Maka, peliharalah banyak tanaman di halaman rumah, balk berupa pepohonan, bunga, dan rumput.
Namun, jika lahan yang dimiliki terbatas, masih banyak cara yang bisa digunakan untuk ‘menghijaukan’ rumah, misalnya menanam dalam pot-pot, kaleng, atau tabung kaca yang disebut terarium. Pot-pot itu bisa diletakkan di teras rumah, di dalam, atau bahkan digantung-gantung di sekeliling rumah. Selain mempercantik penampilan rumah, keluarga di rumah bisa hidup lebih sehat, dan bumi semakin lestari. Medianya pun tak harus tanah, tapi bisa pasir, ijuk, serbuk gergaji, dan sebagainya, bergantung jenis tanamannya. Kalau tak mau repot menyiram tiap han, bisa memilih tanaman-tanaman yang hanya perlu disiram seminggu sekali, seperti kaktus. Semakin hijau, maka dunia akan semakin sejuk dan kita semakin sehat.

Baca sebagian buku Valerina Daniel dalam embed Google Books berikut:

http://books.google.com/books?id=mq4m3H-IgXUC&lpg=PA46&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

>

[buku tentang rumah] astudioarchitect.com ‘Taman minimalis’ merupakan sebutan untuk taman yang sesuai untuk gaya ‘minimalis’ yaitu gaya ‘modern’ yang berkembang di negeri kita. Taman ini mengetengahkan desain taman yang jernih, dengan material seperti batu alam, batu susun sirih, semen ekspos, dan sebagainya. Jenis taman untuk rumah ‘minimalis’ memang cukup spesifik dan tidak semua jenis dekorasi taman bisa berpadu dengan baik untuk jenis rumah ini. Dalam buku “40 Inspirasi Desain Taman Minimalis” karya Nirwono Joga dan Ita Puspitasari ini, dijelaskan tentang berbagai aspek desain taman untuk rumah bergaya minimalis.
Gambar atas: Cover buku “40 Inspirasi Desain Taman Minimalis”

Kutipan: Terdapat dua filosofi pada taman minimalis, yaitu filosofi minimalis barat dan timur. Filosofi barat yang cenderung rasional dan fungsional lebih menekankan pada fungsi sehingga setiap ruang yang berada di lahan dapat dimanfaatkan sebagai taman. Selain itu, ekspresi kejujuran dalam desain taman minimalis barat sangat dominan karena penggunaan material yang polos ataupun penggunaan elemen-elemen dekoratif yang minim. Filosofi minimalis barat memiliki tata ruang yang sederhana. Elemen keras memiliki bentuk-bentuk yang geometris tanpa ornamen. Material bahan pada elemen pun ditampilkan dengan jujur. Filosofi tersebut terlihat Iebih berani dan mempertegas konsep minimalls tersebut. Sementara itu, konsep taman minimalis timur dipengaruhi oleh paham Zen Budhisme, yaitu sebuah paham budha yang sangat filosofi. Filosofi timur memiliki nilai spiritual. Kesan jernih, polos, bening, dan hening dari konsep tersebut sehingga memberikan suasana tenang dan nyaman dalam ruang yang terbatas.

Gambar kiri: sumber dari buku 40 Inspirasi Desain Taman Minimalis

Taman minmalis timur memiliki filosofi yang berperan sebagai penyelaras antara bangunan dan lingkungan sekitar. Kesan menyatu dan hanmonis di antara keduanya dapat dengan mudah tercipta. Selain itu, taman pun menjadi energi untuk terapi fisik dan spiritual bagi penggunanya.

Taman dengan konsep minimalis berfungsi sebagai pendukung terhadap penampilan arsitektur bangunannya. Taman merupakan elemen pelengkap untuk menonjolkan karakter bangunan. Selain itu, tanaman berfungsi sebagai elemen dekoratif bangunan sehingga kesan yang muncul antara bangunan dan taman dapat tampil serasi. Adanya taman pada rumah minimalis yang kaku dapat memperlunak penampilan bangunan yang bersifat keras. Karakter tanaman yang dimiliki adalah tanaman tidak tumbuh liar (wield). Tanaman harus memiliki kejelasan dalam bentuk, seperti tidak terlalu banyak daun, memiliki cabang yang kuat, dan berkarakter eksotis.

Biasanya tamari dengan karakter ni cenderung menggunakari jenis tanaman yang sama dalam jumlah masal atau satu sampai dengan dua tanaman. Tanaman tersebut ditempatkan di atas hamparan rumput hijau atau batu koral mulai dan warna hitam dan putih serta pasir sebagai ground cover. Hal ini menjadi salah satu ciri dan taman ini.

Tariaman ditempatkan pada pot-pot dengari bentuk yang sederhana. Penggunaan aksen pada tanaman dan elemen keras (hard scape) melalul warna diantara warna yang lembut seperti putih, abu, atau krem (natural) menambah eye catcher. Penggunaan elemen air dengan penataan kolam yang simpel atau dengan dinding yang dialiri air terjun pada taman memberikan kesan yang lebih alami, sejuk. dan menenangkan.

Taman minimalis hadir dalam wujud garis-garis vertikal dan horisontal yang bersih, bentuk-bentuk yang murni dan polos, berkarakter, dan berkualitas. Taman minimalis menghadirkan keheningan dan kesegaran untuk bermeditasi dan berelaksasi. Pencerahan melalui terapi psikis dan fisik penghuni dapat melalui taman yang dimilikinya.

Rumah bergaya minimalis akan terlihat semakin menawan jika dipadukan dengan taman bergaya minimalis pula. Kedua hal tersebut akan saling melengkapi dan dapat hadir sebagal visualisasi yang selaras dan serasi. Perpaduan tersebut memberi dampak positif bagi lingkungan, terutama penghuni rumah. Lingkungan yang tercipta akan nyaman dan asri. Sementara energi positif dan perasaan tenang akan didapat penghuni rumah.
Taman minimalis memang paling cocok jika disandingkan dengan rumah minimalis sebagai solusi keterbatasan lahan, waktu, dan biaya.

http://books.google.com/books?id=zJ9m_If3NkIC&lpg=PA10&dq=desain%20rumah&pg=PP1&output=embed

 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Bedah Rumah Orang Beken – Karya Eko Prawoto (buku)

>

astudioarchitect.com Rumah karya Eko Prawoto selalu memiliki ciri khas berupa kesan etnis yang dimunculkan oleh pemilihan material dan penggunaan material tersebut menjadi elemen bangunan. Eko Prawoto memiliki metode mendesain dan membangun yang ‘agak berbeda’ dari arsitek pada umumnya, setahu saya metodenya sangat intuitif dimana setiap bagian bangunan rumah (atau bangunan komersial) memiliki nilai, baik itu nilai seni, pertukangan, dan pemikiran. Bagian yang cukup personal, seperti bagaimana mengobrol dan bekerja dengan tukang, adalah salah satu perhatian, dimana ‘untuk mendapatkan bangunan yang baik, maka semua orang yang terlibat sebaiknya bekerja dalam kondisi senang/ ikhlas’, setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari berbagai informasi baik dari Eko Prawoto maupun orang lain yang membahas karyanya. Kadangkala, bila tukang melakukan kesalahan, maka tidak diminta mengganti atau dimarahi, tapi pekerjaan diteruskan, ditambahkan, dan sebagainya sehingga tukang merasa senang dengan pekerjaannya dan tidak merasa terintimidasi.

Sumber gambar atas: buku “Bedah Rumah Orang Beken” karya Artha Ariadina

Buku ‘Bedah Rumah Orang Beken’ karya Artha Ariadina ini saya pilihkan untuk memberi perspektif berbeda bagi Anda yang membangun rumah, dimana banyak aspek dari rancangan Eko Prawoto yang patut disimak menjadi media belajar kita tentang bangunan dan cara membangun. Buku ini hingga artikel ini ditulis sepertinya masih banyak beredar di pasaran.

http://books.google.com/books?id=q_DVtjcg2nMC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Telah terbit: 2 buku Probo Hindarto "seri Hunian" – tema rumah indah – rumah mungil

astudioarchitect.com Dua buah buku Probo Hindarto baru saja terbit, puji syukur kepada Tuhan YME atas terbitnya dua buku ini, yaitu dua seri ‘Hunian’ yang membahas tentang berbagai aspek rumah, terutama menyangkut keindahan rumah dan bagaimana menata rumah, khususnya rumah di lahan terbatas. Dalam kedua seri ini, salah satunya membahas khusus tentang keindahan dan bagaimana merancang rumah yang indah, sedangkan yang satunya membahas tentang berbagai aspek rumah di lahan terbatas.

Diterbitkan melalui Penerbit Andi, buku ini bisa memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin membangun rumah, dengan berbagai penjelasan dan contoh-contoh desain baik foto maupun desain grafis. Buku ini sudah tersedia terutama di jaringan toko Buku Gramedia, Toga Mas, Kharisma (mungkin), dan toko-toko buku dimana Anda bisa mendapatkan atau membeli buku dari penerbit Andi.

Dalam buku ini sebagian besar dibahas contoh-contoh dari desain real / proyek real sehingga apa yang terdapat dalam buku ini tentunya bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari tanpa terkesan berlebihan atau desain yang eksperimental. Saya mengharapkan untuk bisa menulis terus buku-buku tentang arsitektur dan rumah tinggal, untuk memberikan sumbangan bagi literatur arsitektur desain dan interior di Indonesia. Terimakasih, para pembaca astudio :)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang

astudioarchitect.com Sebuah rumah, seiring dengan waktu tentunya juga bisa mengalami kemunduran kualitas, kerusakan baik kecil maupun besar. Adakalanya kita memiliki waktu untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut, namun adakalanya kita tidak mengetahui bagaimana mengatasi kerusakan rumah tanpa tukang. Buku ‘Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang’ ini ditulis oleh Danang Kusjuliadi untuk membantu Anda dalam mengatasi kerusakan rumah dengan usaha sendiri (tanpa tukang), mungkin bisa menjadi aktivitas menarik bagi Anda di akhir pekan atau saat sedang ada waktu luang.

Kutipan: Kerusakan Ringan, Mudah Diperbaiki. Tidak semua kerusakan pada rumah diakibatkan oleh kesalahan konstruksi yang tentu saja rnembutuhkan penanganan yang cukup berat. Ada kalanya kerusakan rumah hanyalah berupa kerusakan-kerusakan ringan.Termasuk dalam kerusakan ringari dimulai dan yang berwujud keretakan sampai dengan yang berwujud kebocoran. Kerusakan-kerusakan ringan ini bisa terjadi di setiap bagian dalam rumah tinggal baik pada Iantai, dinding, penutup atap, serta beberapa lokasi yang lain.
o Kerusakan ringan pada lantai biasanya berwujud lepasnya keramik dan spesi (adukan semen sebagal perekat di bawahnya), rontoknya nat keramik, atau keramik yang kopong.
o Kerusakan ringan pada dinding biasanya berwujud dinding retak, dinding rembes, hingga plesteran dinding rontok.
o Kerusakan ringan pada atap blasanya berwujud kebocoran, balk pada penutup atap, nok/wuwungan, talang air, ban-banan, atau pun kebocoran pada dak beton.
o Kerusakan nngan pada plafon seperti plafon lepas, retak, atau berlubang,
o Kerusakari ringan pada cat seperti cat mengelupas, menggelembung, menjamur, ataupun belang-belang,
o Kerusakan ringan pada Instalasi air seperti kebocoran pada pipa, keran air, bak mandi, sampai dengan kasus mampetnya wastafel atau bak cuci.
o Kerusakan ringan pada pintu dan jendela biasanya berwujud pintu seret ketika dibuka, pintu/jendela berderit, atau kunci pintu rusak.
o Beberapa kerusakan ringan pada rumah tinggal di atas bisa muncul akibat beberapa faktor, antara lain
o faktor kondisi cuaca,
o kualitas bahan bangunan yang kurang baik,
o kesalahan pada saat pelaksanaan pembangunan rumah,
o kesalahan pada saat finishing.
Kerusakan-kerusakan ringan di atas termasuk kerusakan-kerusakan yang tergolong mudah untuk diperbaiki. Mengapa kerusakan-kerusakan tersebut mudah diperbaiki? Ada beberapa
alasan, di antaranya ialah
a tidak berhubungan dengan sistem struktur maupun konstruksi bangunan,
a volume kerusakan relatif kecil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu luas.
a bisa diatasi dengan cepat praktis. dan kuat.

Menjadi tukang di rumah sendiri tentunya bisa menjadi cara untuk memperkecil biaya dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dalam rumah kita. Simak bukunya dibawah ini (di blog astudioarchitect.com)

http://books.google.com/books?id=3CGkNDa8pbkC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Feng Shui Rumah Tinggal Hoki

astudioarchitect.com Sebagai orang timur, tak jarang kita menemui (atau bahkan kita sendiri) menyukai saran-saran yang diberikan oleh ahli Feng Shui tentang rumah kita. Saran yang diberikan dipercaya bisa menghindarkan kita dari berbagai kesusahan, musibah, dan bisa membuat kita percaya diri dalam mengarungi hidup karena sudah sesuai dengan Feng Shui. Bila Anda menyukai dan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui, ada baiknya Anda membaca buku ini sebagai referensi Anda, buku berjudul “Feng Shui; Rumah Tinggal Hoki” yang ditulis oleh Koh Wang Hen Hau.

Kutipan: Pnnsip dan Bagian-bagian Terpenting Feng Shui Rumah Tinggal
Berikut mi diuraikan prinsip dasar dan bagian-bagian terpenting dan Feng Shui terhadap rurnah atau bangunan, sesual dong in garis besarnya, sehingga Anda bisa rnernperoleh gambaran yang Iebih jelas dan Iengkap.
1. Rumah yang dibangun di puncak gunung atau di mulut lembah, pengaruhnya buruk.
2. Rumah yang dibangun di sudut atau di persimpangan jalan, memiliki pengaruh yang sangat buruk.
3. Di bagian barat bangunan ada jalan raya, pengaruhnya sangat balk.
4. Di depan atau muka pintu tumbuh pohon besar, pengaruhnya buruk.
5. Di bagian barat bangunan atau rurnah turnbuh pohon, pengaruhnya sangat balk.
6. Putra putri pemilik rumah tinggal di bangunan lain, tapi masili termasuk ke dalani bidang tanah yang sama, pengaruhnya buruk.

7. Memperbaiki rumah yang dihuni wanita hamil, pengaruhnya bunik.
8. Tanah di bagian belakang lebih tinggi dari depan rumah, pengaruhnya baik.
9. Bila ada tanah bergelombang di timur laut dan barat daya dan bangunan atau rumah, pengaruhnya buruk.
10. Bila ada tanah lapang di selatan rumah atau bangunan pengaruhnya baik.
11. Bangunan atau rumah yang berbentuk segitiga, pengaruhnya buruk.
12. Membangun kamar yang besar di rumah yang sempit, pengaruhnya buruk.
13. Membangun gedung yang tinggi/bertingkat di tanah yang lembab atau bekas rawa, pengaruhnya buruk.
14. Menanam pohon yang cepat tinggi di halaman rumah, pengaruhnya buruk.
15. Menanam pohon dan meinbangun kolarn di ruang tengah, pengaruhnya buruk.
16. Halaman rumah penuh dengan batu koraL pengaruhnya buruk.
17. Saluran air got dan kontrolnya berada dalam bangunan, pengaruhnya huruk.
18. Tembok halaman yang terlampau tinggi, pengaruhnya buruk.
19. Tembok luar yang hampir menempel dengan rurnah, pengaruhnya buruk.
20. Sedikit orang menghuni rumah yang luas, pengaruhnya buruk.
21. Rumah kecil sederhana, dihuni banyak orang, pengaruhnya baik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal / 74 Inspirations of Main Door for House

astudioarchitect.com Mirip dengan buku tentang gapura yang saya update di blog astudio tempo hari, ada pula buku yang mirip yang membahas tentang ragam pintu, judulnya adalah “74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini merupakan koleksi dari berbagai contoh pintu yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam mendesain pintu rumah. Memang mungkin merupakan bagian kecil dari rumah, tapi cukup penting bukan? Bila desain pintu tidak sesuai dengan tema rumah misalnya, maka keseluruhan tampilan rumah bisa menjadi ‘korban’ dari ketidak cocokan desainnya.

Similar to the books on astudio blog updated the other day, there is a similar books that discuss various doors, the title is “74 Inspirations of Main Door for House” written by Griya Kreasi Writing Team. This book is a collection of various examples of doors that can be your inspiration in designing a door. It may be a small part of the house, but it is important enough. If the door does not match the design with the theme of the house, for example, the overall facade of the house can be a ‘victim’ of the lack of a bad design.

Pintu utama rurnah tinggal memiliki model yang lebih bervariasi daripada pintu pintu lain di rumab. Variasi model ini terkait dengan tipe bukaan, bentuk, dan sistem bukaan yang digunakan.

Berdasarkan tipe bukaan, pintu utama lazimnya memiliki tiga alternatif, yaitu bukaan tunggal (single), bukaan ganda (double), dan bukaan majemuk. Bukaan ganda sendiri dibagi menjadi bukaan ganda sama lebar dan bukaan ganda beda lebar. Sementara bukaan majemuk biasanya terdapat pada pintu lipat yang memiliki lebih dan dua bukaan.

Berdasarkan bentuk: pintu utama lazimnya memiliki dua bentuk populer, yaitu bentuk persegi dan gabungan antara bentuk persegi dan kurva. Pada beberapa rumah ada pula yang menggunakan bentuk bentuk yang kurang lazim seperti bentuk bentuk kontemporer yang asimetris.

Berdasarkan sistem bukaan, pintu utama ada yang menggunakan model pintu ayun (swing door), pintu geser (sliding door), atau pintu lipat (folding door). Pemilihan model sistem bukaan ini ditentukan oleh besaran rumah/ruang tamu dan lebar bukaan pntu.

A main door has a more variable models than other doors in a house. Variations of this model associated with the type of openings, shape, and exposure system used.


Based on the type of opening, the main doors usually have three alternatives, namely a single exposure (single), double exposure (double), and multiple openings. Double Exposure itself is divided into multiple openings as wide and double openings wide difference. While there are multiple openings on the folding doors that have more and two openings.


Based on the form: the main door typically has two popular forms, the square shape and a combination of square shapes and curves. In some houses there is also the use of less common forms such as contemporary forms of asymmetry.


Based on exposure system, the main door there is a model swinging door (swing door), the sliding door (sliding door), or a folding door (folding door). The selection of this opening system model determined by the amount of house / living room and the wide openings.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.