Category Archives: pustaka buku rumah

Gapura untuk Rumah Tinggal / Gate for a House

[buku rumah] Sebuah gapura mungkin bukan merupakan kebutuhan mendasar dalam desain sebuah rumah. Gapura merupakan gerbang yang memberikan batas antara luar dan dalam, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki tampilan rumah. Tapi apakah yang terjadi bila kita tidak mendesain gapura dengan baik? Adakalanya gapura atau bagian dari pagar tersebut terlihat tidak serasi atau tidak mendukung tampilan rumah secara keseluruhan. Rupanya hal itu menjadi ide dasar dari penulis dan arsitek Aditya Wardhana untuk mengangkat topik ini sebagai topik buku yang menarik.

A gate may not be a fundamental requirement in a house design. A Gate provides the boundary between outside and inside, so can be a means to improve the look of the house. But what happens if we do not design the gate in the best way? Sometimes a gate or part of the fence is not suitable for the overall look of the house. Apparently it’s a basic idea of the author and architect Aditya Wardhana to raise this topic as the topic of an interesting book.

KUTIPAN: Dalam buku:”Gapura untuk Rumah Tinggal”, dikutip sebagai berikut: Gapura akan aman bagi yang melewatinya jika ukurannya memenuhi persyaratan untuk jenis alat transportasi yang melaluinya. Misalnya jalan yang dlperuntukkan hanya untuk lewat satu buah kendaraan mobil maka ukurannya jangan disesuaikan dengan ukuran sebuah mobil, tetapi diberi kelebihan minimal 0.5—1 m urituk lebar gerbang di sebelah kin dan kanan jalan dan 1— 2 m untuk tinggi gapura Jadi, apabila lebar standar sebuah mobil adalah 2,25 m maka lebar gapura sebaiknya 3,25 — 4.25 m. Oleh karena tinggi standar sebuah mobil adalah 2 m maka tinggi gapura sebaiknya 3—4 m.

Pada kenyataannya gapura sering menjadi korban vandalisme, hal itu merupakan ancaman besar bagi kelangsungan sebuah gapura. Sering terlihat gapura menjadi ajang corat-coret, baik menggunakan spidol ataupun cat semprot. Terkadang gapura menjadi mading dadakan yang isinya berbagai macam selebaran ikian yang ditempelkan secara sembarangan. Hal ini berbeda derigan sebuah gapura rumah atau kawasan lingkungan yang memang dibuat dengan biaya sponsor sebuah produk dan ditampilkan klan produk yang sudah dikonsep.

In the book: “Gapura (Gate) untuk Rumah Tinggal”, was quoted as follows: Gate will be safe to past if it is eligible for which type of transportation to go through. For example if it is designed just to pass one car the size of vehicles not adapted to the size of a car, but given the advantages for at least 0.5-1 m wide gate on the right path and and 1 – 2 m high to the gate. So, if the standard width of a car is 2.25 m, gate width should be 3.25 – 4:25 m. Because of the high standards of a car is 2 m high then the gate should be 3-4 m.


In fact, often gate can be the victim of vandalism, it was a big threat for the survival of a gate. A gate often turned into graffiti scene, either using a marker or spray paint. Sometimes the gate can be a media for irresponsible people to turn into improperly stickers of leaflets attached. This is different with a gate house or neighborhood area that are designed with properly.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

‘Bali Houses’ book / buku ‘Rumah-rumah Bali’

astudioarchitect.com Buku ‘Bali Houses’ adalah sebuah buku yang mengulas tentang desain rumah dengan gaya Bali. Ditulis oleh Gianni Francione, buku ini dilengkapi dengan banyak foto-foto inspiratif bagi Anda yang sedang membutuhkan inspirasi desain rumah atau villa gaya Bali yang sangat populer di seluruh dunia. Rumah atau villa bergaya Bali memang dianggap memiliki citarasa tinggi dengan gaya tropis, serta mampu menghadirkan nuansa menenangkan selayaknya sebuah resort.

Book ‘Bali Houses’ is a book review about home design with Balinese style. Written by Gianni Francione, this book comes with lots of inspirational pictures for those who need home design inspiration of Balinese style villas which is very popular around the world. Houses with Balinese style are considered to have high flavor of tropical style, and able to bring a sense of comfort like a resort.

Kutipan dari buku: Gaya gubuk beratap jerami dari masa lampau telah menjadi gaya rumah yang sangat digemari hari ini di pasaran perumahan. Di seluruh pulau (Bali), kolaborasi menarik antara teknik bangunan Bali dan visi kontemporer telah menghasilkan mimpi-rumah baru yang mengejutkan orisinalitasnya. Saat ini semakin banyak, tantangan dalam dualisme antara tradisi dan modernitas, bahan organik dan logam atau plastik. Komponen berteknologi tinggi dan aksesoris yang dibuat-oleh-tangan. Teknik manual dari konstruksi vernakular bisa duduk dengan kikuk di samping teknologi prefab, tapi tren ini masuk lebih dari luar Bali daripada dari dalam Bali sendiri. Dan dengan mengambil keuntungan dari beragamnya material bangunan di pulau ini, villa diciptakan dengan menyuarakan keindahan perjalanan di pulau ini. Kualitas adalah kata semboyan, Bali adalah kata kuncinya.
Buku ini menampilkan pilihan rumah-rumah pribadi, galeri seni dan restoran yang paling menggambarkan konsep baru ‘tropis internasionalisme’. Struktur bangunan tentunya sudah terpisah dan melampaui tradisi warisan arsitektur Bali itu sendiri. Bahkan jika masih terdapat sentuhan kerajinan. Ada rumah dengan pengaruh Zen Jepang, ada juga rumah Batak Toba yang dipulihkan setelah 150-tahun dengan interior modern, villa baru yang lahir dari inspirasi kolonial Spanyol dalam kompleks yang sama dengan sebuah joglo abad ke-9.

Excerption from the book: Yesteryear’s thatched huts have become today’s highly marketable garden estates. All over the island, exciting collaborations between Balinese building techniques and contemporary vision have produced new dream-homes of startling originality. Increasingly, there is a challenging dualism between tradition and modernity, organic materials and metals or plastics. High-tech components and crafted-by-hand accessones. Manual tectiniques of vernacular construction could sit awkwardly beside pre-fab technology, but by tapping into trends from outside rather than from within Bali. And by taking advantage of the island’s plentiful materials, villas are created that speak volumes about the islands architectural journey. Quality is the catchword, Bali-based the buzzword.


This book showcases a selection of private houses, art galleries and restaurant that best illustrates this concept of new ‘tropical internationalism’. The structures certainty exist apart from—and beyond—the traditional Balinese architectural legacy. Even if craft-based touches remain. There are homes with Japanese Zen influences, a restored 150-year-old Toba Batak house with a modem interior, a new villa born from Spanish colonial inspirations in the same compound as a I 9th-century Joglo.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menciptakan rumah sehat / Creating a Healthy House

astudioarchitect.com Keep a marshmallow warm with a fire – Buku karangan Andie A Wicaksono ini memaparkan berbagai faktor yang membentuk sebuah rumah sehat. Pembahasannya berkisar pada prinsip rumah sehat baik sebelum maupun sesudah dibangun. Tips-tipsnya dapat berguna bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana menjadikan ruang rumah kita menjadi lebih baik melalui langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan. Tidak hanya berkisar pada ruang dan bagaimana menyiasatinya, buku ini juga membahas bagian yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal kita.


A book written by this Andie A Wicaksono presents various factors to form a healthy home. Discussion around the principles of healthy house both before and after construction. The tips will be useful for those who want to know how to make our home better space through the simple steps that are easy to apply. Not only ranges in rooms and how to handle the problems, this book also discusses the larger part of our neighborhood.

Dalam buku:
Rumah sehat merupakan impian bagi semua orang. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dan hujan dan terik matahari, tetapi juga simbol status sosial bagi pemilik dan sumber inspirasi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami benar tentang arti rumah sehat. Mereka beranggapan bahwa rumah yang sehat cukup dipel, disapu, dan dilap. Buku mi mencoba memaparkan bagaimana mendefinisikan rumah sehat, baik secara psikologis maupun fisiologis. Sebagai contoh, ruangan yang bersih belum dikatakan sehat jika pengaturan perabot yang ada di dalamnya tidak sesuai fungsinya. Kondisi ini membuat penghuni rumah kurang nyaman beraktivitas dan banyak waktu terbuang sehingga tidak bisa dikatakan sehat secara psikologis.
Rumah sehat versi Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah
1) harus dapat terlindungi dan hujan, panas, dingin, dan berfungsi sebagai tempat istirahat,
2) mempunyai tempat-tempat untuk tidur, masak, mandi, mencuci, kakus, dan kamar mandi,
3) dapat melindungi penghuninya dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran,
4) bebas dari bahan bangunan yang berbahaya,
5) terbuat dari bahan bangunan yang kukuh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan, dan penyakit menular, serta
6) memberi rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi.
Kriteria rumah menurut Winslow di antaranya
1) dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,
2) dapat memenuhi kebutuhan psikologis,
3) dapat terhindar dari kecelakaan, dan
4) dapat terhindar dari penularan penyakit.

In the book:


Healthy home is a dream for all people. The house is not just a shelter of rain and sun, but also a symbol of social status for the owner and source of inspiration. However, most people do not understand the true meaning of a healthy home. They assumed that healthy homes are enough mopped, swept, and wipe. The book describes how to define a healthy home, both psychologically and physiologically. For example, a cleaned room is not healthy if the arrangement of furniture does not fit its function. These conditions make the household less comfortable and a lot of time wasted that could not be said psychologically healthy.




Healthy home version of the World Health Organization (WHO) is
1) must be protected from rain, heat, cold, and serve as a place of rest,
2) have a place for sleeping, cooking, bathing, washing, toilet, and bathroom,
3) protect the occupants from the dangers of environment and free from pollution,
4) free of hazardous materials,
5) made of sturdy materials and can protect the inhabitants from the earthquake, collapse, and infectious diseases, and
6) provide security and a harmonious neighborhood.




House according to the criteria of Winslow
1) can meet the physiological needs,
2) can meet the psychological needs,
3) can avoid the accident, and
4) can avoid disease transmission.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Cara praktis menghitung kebutuhan material

[buku rumah] astudioarchitect.com Buku “Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Material” merupakan panduan untuk menghitung bahan material bangunan sebelum membangun. Bagi orang awam, mereka yang akan membangun atau merenovasi serta para perencana bangunan bisa menggunakan buku ini sebagai referensi dalam menghitung kebutuhan material bangunan. Hal ini karena, membangun rumah secara lebih terencana secara finansial tentunya akan lebih baik daripada tidak.

Bila Anda bekerja membangun rumah sendiri tanpa bantuan perencana, buku yang dikarang oleh Gatut Susanta dan Danang Kusjuliadi ini bisa Anda baca dahulu untuk mendapatkan gambaran cara menghitung material. Namun, cara yang lebih praktis adalah dengan menyewa jasa perencana bangunan yaitu Arsitek, Ahli Sipil, Ahli mekanikal elektrikal, dan sebagainya. Dari para ahli ini, kita mendapatkan lebih banyak hal karena pengetahuan mereka tentang bahan dan bangunan juga lebih baik lewat berbagai pengalaman. Berikut ini kutipan dari tujuan mengapa bangunan harus dihitung dahulu materialnya:

Kutipan: Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. Ada yang baru dipasang dinding, tetapi belum diberi atap, ada yang sudah diberi atap tetapi belum diplester, dan lain-lain. Salah satu penyebab terbengkalainya bangunan rumah karena perencanaan yang kurang matang baik dan segi gambar rumah, biaya yang tersedia, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut salah satunya memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan, kebutuhan bahan bangunan berikut harganya. Dengan begitu kita dapat merencanakan kemampuan biaya untuk dapat menyelesaikan bangunan sesuai dengan rencana dan anggaran yang tersedia.

Tujuan yang didapat bila kita menguasal perhitungan volume bangunan adalah
sebagai berikut
1) Dapat diketahui kebutuhan bahan yang diperlukan.
2) Dapat diperoleh anggaran blaya kebutuhan bahan dengan menambah anggaran upah yang rata-rata 30% dan anggaran bahan.
3) Dapat diatur skala prioritas pekerjaan, walaupun anggaran terbatas.
4) Dapat dihindari kenakalan atau penipuan yang dilakukan oleh pekerja atau tukang.

Bila Anda tertarik, bisa dicari di toko-toko buku atau dengan klik ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Counting material needs for building  a home

The book”Practical way of Calculating Building Material Needs” is a guide for calculating building materials before you build. For ordinary people, those who will build or renovate buildings and planners can use this book as a reference in calculating building materials needs. This is because, to build more homes planned will certainly financially better than nothing.

When you work to build their own homes without the help of planners, a book authored by Gatut Susanta and Danang Kusjuliadi can you read first to get an idea of how to calculate the material. However, a more practical way is to hire the architect of the building planners, Expert Civil, electrical mechanical expert, and so on. Of these experts, we get more things because of their knowledge of building materials and also better through various experiences. The following excerpt from the purpose of why the building materials should be calculated first:

    Excerpt: Often found an abandoned building and was not resolved. There are newly installed wall, but have not been given a roof, a roof that had been given but not plastered, and others. One cause of building homes because terbengkalainya planning and less mature in terms of both the houses, the cost of available, materials used, and so forth. To anticipate these events one to understand the things associated with home building, such as how to calculate the volume of the building, needs the following construction materials prices. That way we can plan the ability to complete cost of the building in accordance with the plans and the budget available.

    Destination obtained when we calculate the volume of the building menguasal is

    following

    1) Can be known to the necessary material needs.

    2) Can be obtained blaya budget needs to increase the budget materials that wages an average of 30% and the materials budget.

    3) Can set the scale of priorities of work, although a limited budget.

    4) Can be avoided delinquency or fraud committed by workers or artisans.

If you are interested, can be found in bookstores or by clicking ‘buy this book’.

________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Gaya dan Tema Rumah Mungil

[buku interior] astudioarchitect.com Seingat saya, buku ini sudah beberapa tahun lalu terbitnya, namun isinya masih cukup menarik untuk dibaca kembali. Membahas tentang arsitektur rumah mungil dan bagaimana menatanya. Seri “Menata Rumah” adalah karya Imelda Akmal yang merupakan buku-buku dengan genre baru interior design pada tahun-tahun awal 2000an. Penataan rumah mungil sebaiknya dibuat berdasarkan tema yang jelas, mengingat kadang rumah mungil ‘lupa’ untuk didesain juga dengan terencana dari segi interiornya.

Berbagai tips dan trik desain interior dihadirkan untuk rumah-rumah mungil ini, yang sebagian besar merupakan contoh rumah di perumahan. Tentunya sesuai bagi Anda yang baru saja membeli rumah di perumahan. Terdapat berbagai denah rumah dan tampilan rumah mungil dengan inspirasi desain interior yang menawan. Inspirasi desain interior ini mencakup penataan dan pemilihan furniture, dekorasi, aplikasi wallpaper dan cat pada dinding, warna dinding dan hal-hal lainnya sesuai dengan tema ruangan.

Preview buku ini bisa Anda baca pada boks dibawah ini. Bila Anda tertarik untuk memilikinya, coba klik ‘buy this book’ untuk melihat apakah ada stok buku atau tidak. Selamat membaca :)

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION:  Style and Theme of small houses

As I recall, this book has a few years ago the publication, but it is still quite interesting to read again. Discuss the architecture of small houses and how to arrange. Series “Organizing House” is the work that is Imelda Akmal books with a new genre of interior design in the early years of 2000s. Structuring small house should be made based on a clear theme, given the small house sometimes ‘forgot’ to the plan also is designed in terms of interior.

Various tips and tricks are presented for the interior design houses this small, most of which are examples of homes in the housing. Of course suitable for you who just bought a house on the estate. There are a variety of house plans and view the little house with interior design inspiration charming. Inspiration interior design includes the arrangement and selection of furniture, decorations, wallpaper and paint application on walls, wall colors and other matters in accordance with the theme of the room.

________________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

30 Desain Kolam Hias

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Hari Minggu, adalah hari keluarga, adakalanya dipakai untuk mengurus rumah, misalnya menguras kolam ikan, yang tentunya merupakan aktivitas yang cukup menyenangkan. Rumah dengan unsur-unsur pendukungnya, seperti adanya taman hias, atau kolam ikan, atau bahkan kolam renang, merupakan bagian dari gaya hidup saat ini, karena faktor keinginan untuk lebih dekat dengan alam. Suasana yang dibawa oleh adanya taman dan kolam hias merupakan pembawa kesejukan sekaligus sarana refreshing bagi penghuninya.

Buku “30 Desain Kolam Hias” ini mengulas tentang berbagai desain kolam hias, dengan berbagai aspek desain yang berkenaan dengan kolam hias, misalnya bagaimana menempatkan, desain, serta perawatannya. Ditulis oleh Soegianto dan NS Budiana. Dilengkapi dengan banyak foto yang melukiskan berbagai desain kolam hias.

Kutipan:

Dalam konsep interior dan eksterior rumah terdapat tiga cara menghadirkan unsur air, yaitu membuat air terjun, air mancur, dan kolam air, atau kombinasi ketiga-tiganya. Air terjun dapat dihadirkan dengan cara ‘ditempeIkan’ di dinding dan dibuatkan kolam ikan di bawahnya. Sementara air mancur Iebih diterapkan pada rumah mungil yang memiliki lahan sisa tidak terlalu banyak. tetapi tidak tertutup kemungkinan dapat digunakan untuk rumah yang memiliki lahan cukup luas. Adanya kolam hias pun dapat menambah keanggunan rumah dengan bentuk dan desainnya.

Kolam hias merupakan salah satu elemen yang membuat penampilan taman lebih indah. Keberadaannya cukup penting, apalagi saat ini sedang trend gaya hidup kembali ke alam (back to nature). Dahulu, secara fungsional kolam hanya difungsikan sebagai tempat memelihara ikan. Namun. saat ini kolam secara estetika lebih menonjolkan keindahannya. Hal ini terlihat dengan semakin beragamnya desain kolam dan elemen pelengkapnya.

Biasanya desain kolam hias disesuaikan dengan bangunan rumah. Oleh karena itu dibutuhkan kejelian dalam memilih desain dan material kolam. Misalnya kolam berdinding batu alam (wall pond) yang berada di halaman depan rumah ditujukan untuk menyambut kedatangan tamu. Sementara kolam besar dengan ornamen batu gunung dan tebing di belakang rumah diperuntukkan sebagai sarana relaksasi bagi si pemilik rumah.  Apa pun desainnya, adanya kolam hias harus menjadi sudut pandang bagi tamu atau penghuninya. Oleh karena itu, desain kolam harus serasi dengan tanaman dan hiasan lainnya (ornamen) sehingga tampak lebih asri.

Bila Anda tertarik, Anda bisa membelinya dengan klik “Buy this Book”

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION:

Sunday is family day, sometimes used to manage at home, such as fish ponds drain, which of course is a pleasant enough activity. The house with its supporting elements, such as a garden ornamental, or fish ponds, or even a swimming pool, a part of this lifestyle, because of the desire to be closer to nature. The atmosphere is carried by the garden and ornamental pond is host refreshing coolness as well as facilities for the occupants.

The book “Ornamental Pond Design 30″ is reviewed on various ornamental pond design, with various design aspects related to the ornamental pond, such as how to place, design, and maintenance. Written by Soegianto and NS Budiana. Equipped with lots of photos depicting various ornamental pond design.

Excerpt:

    In the concept of home interior and exterior are three ways to bring the water element, which is made waterfalls, fountains, and pools of water, or a combination of all three. Waterfalls can be presented in a way ‘ditempeIkan’ on the wall and made a fish pond below. While the fountain Iebih applied to a small house with the remaining land is not too much. but not closed the possibility can be used to house a wide area. The existence of any ornamental pond can add to the elegance of the house with shapes and designs.

    Ornamental pond is one of the elements that make the garden look more beautiful. Its existence is important enough, especially when it was a lifestyle trend back to nature (back to nature). Previously, the functional pool functioned only as a place to fish. Yet. the current pool is more aesthetically highlight its beauty. This can be seen with the more diverse the pool design and complementary elements.

    Usually ornamental pond design tailored to the building. Therefore, carefulness is needed in choosing a pool design and materials. Eg natural stone pond (pond wall) located in the front yard is intended to welcome visitors. While a large pond with stone ornaments and climbing the mountain behind the house intended as a means of relaxation for the owner of the house. Whatever the design, the ornamental pond should be the point of view for the guests or occupants. Therefore, the design of the pond must be matched with plants and other decoration (ornaments), so look more beautiful.

_____________________________________

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Mewujudkan Rumah Idaman – Melalui KPR

[buku rumah] astudioarchitect.com Membeli rumah atau tanah barangkali adalah keinginan setiap keluarga, dan untuk memiliki sebuah rumah idaman, terkadang tidak semudah yang kita bayangkan. Faktornya banyak, selain karena tidak adanya dana, terkadang kita merasa takut untuk membeli karena kuatir tidak bisa membayar cicilannya. Menurut para ahli, sebaiknya kita justru tidak usah takut membeli secara KPR, karena justru lebih aman. Nah, bagaimana kiat dan trik untuk membeli property secara KPR? Simak di buku pilihan saya ini.

Dalam buku “Mewujudkan Rumah Idaman” karangan Mike Rini, dijelaskan berbagai hal menyangkut memiliki rumah dengan KPR, serta berbagai aspek yang melingkupinya seperti pertimbangan untuk membeli atau menyewa, persiapan dan pengajuan KPR ke Bank, dan tips triknya seperti mengapa KPR jangka panjang lebih menguntungkan, atau strategi menawar KPR.

Kutipan:

Masih ingatkah Anda saat pertama kali melamar kerja? Agar bisa diterima di
perusahaan yang diinginkan, Anda membuat CV (Curriculum Vitae) sebagus mungkin. Anda bercerita tentang pengalaman berorganisasi, pengalaman kerja, keahlian Anda dan bagaimana semua potensi Anda tersebut bisa sangat berguna untuk perusahaan. Nah. Mengajukan permohonan KPR ke bank hampir mirip dengan melamar pekerjaan. Pada proposal pengajuan kredit bank, bukan laporan nilai Anda yang diperhatikan tetapi laporan keuangan. Dan laporan keuangan tersebut bank akan menganalisa kondisi keuangan Anda. Seberapa pun bagusnya nilai rapot Anda di sekolah, jika nilai laporan keuangan Anda tidak bagus, jangan harap bisa dapat KPR.

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah dengan cara mengkredit, maka saatnyalah untuk mempersiapkan pengajuan pinjaman Anda ke bank Dan data-data keuangan Anda seperti salinan rekening tabungan atau giro, atau slip gaji dan perusahaan tempat Anda bekerja maka Bank akan menganalisa kondisi keuangan Anda. Oleh karena itu, “memperbaiki penampilan” mulai dari rekening Anda di bank sampai dengan kelengkapan data-data pendukung lainnya sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari (6 atau 3 bulan sebelumnya).

Anda bisa jadi meminjam terlalu banyak, atau mempersiapkan dana yang tidak cukup. Anda bisa saja salah langkah dalam mengambil jangka waktu kredit atau salah menilai kemampuan kredit Anda sendiri. Tidak heran kalau begitu banyak kendala yang terjadi dalam proses KPR ini. Menyadari bahwa dengan mengambil KPR Anda mungkin mengambil utang terbesar dalam hidup Anda tidaklah cukup. Anda juga harus berhadapan dengan birokrasi dan administrasi yang panjang, serta biaya-biaya yang menguras isi kantong. Dan mulai perhitungan bunga sampai asuransi yang benar-benar memusingkan. Tidak terkecuali apakah dia professor sampai pekerja bangunan, kebanyakan orang tidak memahami proses KPR. Dalam proses yang cukup panjang dan ruwet ini menyebabkan kita mudah melakukan berbagai kesalahan. Sehingga jalannya pengajuan kredit Anda tidak berjalan mulus.

Bagi Anda yang ingin membeli rumah dan berniat mengetahui berbagai aspek dalam penajuan KPR yang ditulis oleh seorang perencana keuangan, buku ini bisa membantu Anda. Bisa dibeli melalui “Buy this book”

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Kreasi Unik Batu Alam

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Banyak orang berminat untuk menggunakan batu ekspos untuk menghiasi rumah, apakah itu pada tampilan facade rumah, pagar, dinding, maupun dalam desain interior. Memang, batu memiliki keindahan tersendiri, misalnya seperti batu paras, batu palimanan, batu candi, dan sebagainya. Suasana segar yang terasa begitu kita menginjakkan kaki dalam bangunan yang memiliki batu ekspos terkadang dapat membuat kita merasa disejukkan oleh suasananya yang dingin.

Batu alam yang segar
Buku yang ditulis oleh Solehuddin ini menampilkan banyak referensi bentuk batu ekspos yang unik dan dapat menjadi referensi kita saat akan membangun atau merenovasi bagian rumah kita. Dengan dilengkapi foto-foto yang menarik, buku ini tampil menjadi galeri dinding dan rumah dengan batu ekspos yang menawan.

Batu ekspos memang sudah sangat populer saat ini, sejarahnya tentunya juga dimulai dari sejarah negeri kita yang kaya peninggalan bangunan dari batu, yaitu candi-candi. Jadi menggunakan batu ekspos untuk melengkapi rasa cinta tanah air adalah sebuah cara untuk melestarikan sejarah jaman batu di negeri kita.

Kutipan:

Batu alam ekspos untuk interior bangunan
Semua jenis batu alam dapat diaplikasikan untuk interior rumah, baik dinding, lantai, dan lain-lain. Namun, khusus untuk kamar mandi disarankan menggunakan batu alam yang tidak menyerap air. Jika mudah menyerap air, batu alam tersebut akan mudah juga kotor, berlumut, dan berjamur. Selain itu, penggunaan batu alam berpori sangat sulit dibersihkan. Kalaupun dipaksakan, lama-kelamaan permukaannya akan terkikis.

Penggunaan batu alam untuk interior rumah biasanya berfungsi sebagai pembeda, penyeimbang, penyejuk, dan pelunak ruangan yang terkesan monoton. Jarang ruang interior yang full menggunakan batu alam. Selain terlihat sumpek, ada beberapa jenis batu alam yang dapat menyedot debu misalkan batu candi.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan inspirasi bagaimana menggunakan batu ekspos agar tidak terasa kurang pas dengan desain rumah Anda, Anda bisa memiliki buku ini dengan klik ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

ENGLISH VERSION: Exposed Natural stone Creativity

Many people like to use stones to decorate the home by exposing the stone, whether it’s on the house facade, fence, wall, or in interior design. Indeed, the stone has its own beauty, such as sandstone, stone Palimanan, black temple stone, and so on. The atmosphere created can be so fresh that if we set foot in a building which has exposed stone can sometimes make us feel refreshed by the cold atmosphere.

Fresh natural stone

Books written by Solehuddin view multiple reference for stone form a unique exposure and may become our reference when it comes to building or renovating a part of our house. Featuring interesting photographs, this book appears to be the gallery of walls and stone for houses.

Exposed Stone wall is already very popular today, its history must also start from the history of our country’s rich heritage of stone buildings, like temples ie. We can use stone to make our home beautiful and a way to preserve the history of the stone era in our country.

Excerpt:

Exposed natural stone for interior

All types of natural stone can be applied to the interior of the house, whether wall, floor, and others. However, for the bathroom is recommended to use natural stone that does not absorb water. If easily absorb water, natural stone will be easily too dirty, moldy, and mildew. In addition, the use of porous natural stone is very difficult to clean. Sometimes, over time will erode the surface.

The use of natural stone for interior house usually serves as a differentiator, balance, conditioning, and softeners are impressed monotonous room. Rarely full interior space using natural stone. Apart from looking cramped, there are several types of natural stone that can be vacuumed for example stone temples.

For those of you who want to get inspiration on how to use the rock was exposed to not quite fit with the design of your home, you can have this book by clicking ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:

Preview this book is provided by Google Books. Purpose of displaying in this blog is to help authors and publishers market their books. Astudio not scan or create derivative files from the book in question.

[Buku Rumah] Renovasi Rumah 24 Jam – Karangan Gatut Susanta

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Merenovasi rumah dengan cepat, adalah kebutuhan bila sangat mendesak, misalnya sehabis terkena musibah gempa, longsor, atau sebab lainnya. Prinsip merenovasi rumah dengan cepat juga sesuai untuk kebutuhan mendesak dalam merenovasi rumah, seperti karena ada acara khusus yang diadakan dalam waktu singkat. Renovasi singkat juga menghindarkan penghuni rumah dari menunggu kondisi rumah yang tidak nyaman saat proses pembangunan renovasi. Buku yang ditulis Gatut Susanta ini memberikan pengetahuan menyeluruh untuk renovasi dalam waktu singkat.

Kutipan: Pemaharnan Dasar Komponen Banqunan

Apabila suatu pekerjaan atau renovasi

rumah ingin cepat selesai, logikanya harus

memenuhi persyaratan

• dikerjakan banyak orang,

• dikerjakan oleh orang yang terlatih dan profesional,

• ditunjang oleh peralatan yang memadal, dan

• tersedianya material instan atau setengah jadi

Pemahaman dasar dan keputusan dalam memilih komponen bangunan mempunyai peran pentirig untuk menyukseskan program renovasi cepat. Komponen material bangunan yang menggunakan material instan atau setengah jadi.

Untuk membeli buku ini, Anda bisa mengunjungi toko buku terdekat, atau membeli lewat toko online melalui ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Renovating a house in 24 hours

Quickly renovating a house, is a very urgent need, for example after earthquake, landslide, or any other cause. Principle of quickly renovate a house is also suitable for pressing needs in renovating the house, such as a special event held in a short time. Renovation also avoids short of waiting for residents of the home conditions are not comfortable when the process of building renovation. Book written Gatut Susanta provides comprehensive knowledge for renovation in a short time.

    Excerpt: Pemaharnan Basic Components Banqunan

    If a job or renovation

    house wanted to get it over with, the logic must

    requirements

    • do a lot of people,

    • done by a person trained and professional,

    • supported by sufficient equipment, and

    • instant availability of materials or semi-finished

    Basic understanding and decision in selecting the building components have a role to ensuring pentirig quick renovation program. Component of building materials that use instant materials or semi-finished.

To purchase this book, you can visit the nearest bookstore, or purchase through the online store through a ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

[Buku Rumah] Kreasi Bata Ekspos – oleh Redaksi Griya Kreasi

[Buku Rumah] astudioarchitect.com Buku ini mengulas tentang tembok dengan bata ekspos, dimana bata akspos memiliki estetika tersendiri yang karakternya sangat kuat. Bata memang merupakan material yang banyak dipakai untuk rumah tinggal, tapi tidak banyak yang ingin mengekspos keberadaan bata ini. Padahal, material ini bila diperlihatkan dengan baik akan memberikan nilai keindahan tersendiri yang berbeda untuk rumah tinggal kita. Saat ini, bata juga banyak yang diproduksi khusus untuk diekspos, dengan bentuk yang lebih rapi dan licin. Namun, bata biasa juga cukup menantang bila kita ingin mengeksposnya.

Kutipan: Bata ekpos merupakan sisi lain dan pemasangan batu bata yang lebih menekankan unsur estetik. Bata ekspos banyak dipilih karena mampu menciptakan karakter yang berbeda pada ruanig ataupun bangunan secara keseluruhan. Bata ini tidak hanya bisa tampil pada dinding, tetapi tampil pada bagian-bagian lain sebuah ruang. Jenis batu bata yang digunakan pun bisa bervariasi. Finishingnya pun ada beberapa pllihan. Jika ingin dipercantlk, bata ekspos bisa dipadupadankan dengan material lain yang bernuansa senada.

Bila Anda ingin mempercantik rumah Anda dengan sentuhan material alami khas Indonesia ini, membeli buku ini sebagai inspirasi adalah pilihan bijak :)

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Exposed brick material

This book talks about walls with exposed brick, brick exposed may have its own aesthetic character that is very strong. Brick is a material widely used for residential, but not many people want to expose the existence of the bricks. In fact, these materials when shown will give a different special beauty to our home. Currently, too many bricks are produced specifically to be exposed, to form a more orderly and smooth. However, ordinary brick is also quite challenging if we want to expose it.

    Excerpt: Exposed brick emphasizes aesthetic elements. Exposed brick was chosen because many are able to create different characters in a room or buildings as a whole. These bricks are not only able to appear on the wall, but appear on other parts of a room. Type of bricks used can vary. There were a few finishing CHOICES. If you want to make it more beautiful, exposed brick can be combined with other materials matching shades.

If you want to beautify your home with a touch of natural materials typical of Indonesia, buying this book as an inspiration is a wise choice:)

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.