Category Archives: pustaka buku rumah

Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang

astudioarchitect.com Sebuah rumah, seiring dengan waktu tentunya juga bisa mengalami kemunduran kualitas, kerusakan baik kecil maupun besar. Adakalanya kita memiliki waktu untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut, namun adakalanya kita tidak mengetahui bagaimana mengatasi kerusakan rumah tanpa tukang. Buku ‘Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang’ ini ditulis oleh Danang Kusjuliadi untuk membantu Anda dalam mengatasi kerusakan rumah dengan usaha sendiri (tanpa tukang), mungkin bisa menjadi aktivitas menarik bagi Anda di akhir pekan atau saat sedang ada waktu luang.

Kutipan: Kerusakan Ringan, Mudah Diperbaiki. Tidak semua kerusakan pada rumah diakibatkan oleh kesalahan konstruksi yang tentu saja rnembutuhkan penanganan yang cukup berat. Ada kalanya kerusakan rumah hanyalah berupa kerusakan-kerusakan ringan.Termasuk dalam kerusakan ringari dimulai dan yang berwujud keretakan sampai dengan yang berwujud kebocoran. Kerusakan-kerusakan ringan ini bisa terjadi di setiap bagian dalam rumah tinggal baik pada Iantai, dinding, penutup atap, serta beberapa lokasi yang lain.
o Kerusakan ringan pada lantai biasanya berwujud lepasnya keramik dan spesi (adukan semen sebagal perekat di bawahnya), rontoknya nat keramik, atau keramik yang kopong.
o Kerusakan ringan pada dinding biasanya berwujud dinding retak, dinding rembes, hingga plesteran dinding rontok.
o Kerusakan ringan pada atap blasanya berwujud kebocoran, balk pada penutup atap, nok/wuwungan, talang air, ban-banan, atau pun kebocoran pada dak beton.
o Kerusakan nngan pada plafon seperti plafon lepas, retak, atau berlubang,
o Kerusakari ringan pada cat seperti cat mengelupas, menggelembung, menjamur, ataupun belang-belang,
o Kerusakan ringan pada Instalasi air seperti kebocoran pada pipa, keran air, bak mandi, sampai dengan kasus mampetnya wastafel atau bak cuci.
o Kerusakan ringan pada pintu dan jendela biasanya berwujud pintu seret ketika dibuka, pintu/jendela berderit, atau kunci pintu rusak.
o Beberapa kerusakan ringan pada rumah tinggal di atas bisa muncul akibat beberapa faktor, antara lain
o faktor kondisi cuaca,
o kualitas bahan bangunan yang kurang baik,
o kesalahan pada saat pelaksanaan pembangunan rumah,
o kesalahan pada saat finishing.
Kerusakan-kerusakan ringan di atas termasuk kerusakan-kerusakan yang tergolong mudah untuk diperbaiki. Mengapa kerusakan-kerusakan tersebut mudah diperbaiki? Ada beberapa
alasan, di antaranya ialah
a tidak berhubungan dengan sistem struktur maupun konstruksi bangunan,
a volume kerusakan relatif kecil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu luas.
a bisa diatasi dengan cepat praktis. dan kuat.

Menjadi tukang di rumah sendiri tentunya bisa menjadi cara untuk memperkecil biaya dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dalam rumah kita. Simak bukunya dibawah ini (di blog astudioarchitect.com)

http://books.google.com/books?id=3CGkNDa8pbkC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Feng Shui Rumah Tinggal Hoki

astudioarchitect.com Sebagai orang timur, tak jarang kita menemui (atau bahkan kita sendiri) menyukai saran-saran yang diberikan oleh ahli Feng Shui tentang rumah kita. Saran yang diberikan dipercaya bisa menghindarkan kita dari berbagai kesusahan, musibah, dan bisa membuat kita percaya diri dalam mengarungi hidup karena sudah sesuai dengan Feng Shui. Bila Anda menyukai dan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui, ada baiknya Anda membaca buku ini sebagai referensi Anda, buku berjudul “Feng Shui; Rumah Tinggal Hoki” yang ditulis oleh Koh Wang Hen Hau.

Kutipan: Pnnsip dan Bagian-bagian Terpenting Feng Shui Rumah Tinggal
Berikut mi diuraikan prinsip dasar dan bagian-bagian terpenting dan Feng Shui terhadap rurnah atau bangunan, sesual dong in garis besarnya, sehingga Anda bisa rnernperoleh gambaran yang Iebih jelas dan Iengkap.
1. Rumah yang dibangun di puncak gunung atau di mulut lembah, pengaruhnya buruk.
2. Rumah yang dibangun di sudut atau di persimpangan jalan, memiliki pengaruh yang sangat buruk.
3. Di bagian barat bangunan ada jalan raya, pengaruhnya sangat balk.
4. Di depan atau muka pintu tumbuh pohon besar, pengaruhnya buruk.
5. Di bagian barat bangunan atau rurnah turnbuh pohon, pengaruhnya sangat balk.
6. Putra putri pemilik rumah tinggal di bangunan lain, tapi masili termasuk ke dalani bidang tanah yang sama, pengaruhnya buruk.

7. Memperbaiki rumah yang dihuni wanita hamil, pengaruhnya bunik.
8. Tanah di bagian belakang lebih tinggi dari depan rumah, pengaruhnya baik.
9. Bila ada tanah bergelombang di timur laut dan barat daya dan bangunan atau rumah, pengaruhnya buruk.
10. Bila ada tanah lapang di selatan rumah atau bangunan pengaruhnya baik.
11. Bangunan atau rumah yang berbentuk segitiga, pengaruhnya buruk.
12. Membangun kamar yang besar di rumah yang sempit, pengaruhnya buruk.
13. Membangun gedung yang tinggi/bertingkat di tanah yang lembab atau bekas rawa, pengaruhnya buruk.
14. Menanam pohon yang cepat tinggi di halaman rumah, pengaruhnya buruk.
15. Menanam pohon dan meinbangun kolarn di ruang tengah, pengaruhnya buruk.
16. Halaman rumah penuh dengan batu koraL pengaruhnya buruk.
17. Saluran air got dan kontrolnya berada dalam bangunan, pengaruhnya huruk.
18. Tembok halaman yang terlampau tinggi, pengaruhnya buruk.
19. Tembok luar yang hampir menempel dengan rurnah, pengaruhnya buruk.
20. Sedikit orang menghuni rumah yang luas, pengaruhnya buruk.
21. Rumah kecil sederhana, dihuni banyak orang, pengaruhnya baik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal / 74 Inspirations of Main Door for House

astudioarchitect.com Mirip dengan buku tentang gapura yang saya update di blog astudio tempo hari, ada pula buku yang mirip yang membahas tentang ragam pintu, judulnya adalah “74 Inspirasi Pintu Utama Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini merupakan koleksi dari berbagai contoh pintu yang bisa menjadi inspirasi Anda dalam mendesain pintu rumah. Memang mungkin merupakan bagian kecil dari rumah, tapi cukup penting bukan? Bila desain pintu tidak sesuai dengan tema rumah misalnya, maka keseluruhan tampilan rumah bisa menjadi ‘korban’ dari ketidak cocokan desainnya.

Similar to the books on astudio blog updated the other day, there is a similar books that discuss various doors, the title is “74 Inspirations of Main Door for House” written by Griya Kreasi Writing Team. This book is a collection of various examples of doors that can be your inspiration in designing a door. It may be a small part of the house, but it is important enough. If the door does not match the design with the theme of the house, for example, the overall facade of the house can be a ‘victim’ of the lack of a bad design.

Pintu utama rurnah tinggal memiliki model yang lebih bervariasi daripada pintu pintu lain di rumab. Variasi model ini terkait dengan tipe bukaan, bentuk, dan sistem bukaan yang digunakan.

Berdasarkan tipe bukaan, pintu utama lazimnya memiliki tiga alternatif, yaitu bukaan tunggal (single), bukaan ganda (double), dan bukaan majemuk. Bukaan ganda sendiri dibagi menjadi bukaan ganda sama lebar dan bukaan ganda beda lebar. Sementara bukaan majemuk biasanya terdapat pada pintu lipat yang memiliki lebih dan dua bukaan.

Berdasarkan bentuk: pintu utama lazimnya memiliki dua bentuk populer, yaitu bentuk persegi dan gabungan antara bentuk persegi dan kurva. Pada beberapa rumah ada pula yang menggunakan bentuk bentuk yang kurang lazim seperti bentuk bentuk kontemporer yang asimetris.

Berdasarkan sistem bukaan, pintu utama ada yang menggunakan model pintu ayun (swing door), pintu geser (sliding door), atau pintu lipat (folding door). Pemilihan model sistem bukaan ini ditentukan oleh besaran rumah/ruang tamu dan lebar bukaan pntu.

A main door has a more variable models than other doors in a house. Variations of this model associated with the type of openings, shape, and exposure system used.


Based on the type of opening, the main doors usually have three alternatives, namely a single exposure (single), double exposure (double), and multiple openings. Double Exposure itself is divided into multiple openings as wide and double openings wide difference. While there are multiple openings on the folding doors that have more and two openings.


Based on the form: the main door typically has two popular forms, the square shape and a combination of square shapes and curves. In some houses there is also the use of less common forms such as contemporary forms of asymmetry.


Based on exposure system, the main door there is a model swinging door (swing door), the sliding door (sliding door), or a folding door (folding door). The selection of this opening system model determined by the amount of house / living room and the wide openings.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Gapura untuk Rumah Tinggal / Gate for a House

[buku rumah] Sebuah gapura mungkin bukan merupakan kebutuhan mendasar dalam desain sebuah rumah. Gapura merupakan gerbang yang memberikan batas antara luar dan dalam, sehingga bisa menjadi sarana untuk memperbaiki tampilan rumah. Tapi apakah yang terjadi bila kita tidak mendesain gapura dengan baik? Adakalanya gapura atau bagian dari pagar tersebut terlihat tidak serasi atau tidak mendukung tampilan rumah secara keseluruhan. Rupanya hal itu menjadi ide dasar dari penulis dan arsitek Aditya Wardhana untuk mengangkat topik ini sebagai topik buku yang menarik.

A gate may not be a fundamental requirement in a house design. A Gate provides the boundary between outside and inside, so can be a means to improve the look of the house. But what happens if we do not design the gate in the best way? Sometimes a gate or part of the fence is not suitable for the overall look of the house. Apparently it’s a basic idea of the author and architect Aditya Wardhana to raise this topic as the topic of an interesting book.

KUTIPAN: Dalam buku:”Gapura untuk Rumah Tinggal”, dikutip sebagai berikut: Gapura akan aman bagi yang melewatinya jika ukurannya memenuhi persyaratan untuk jenis alat transportasi yang melaluinya. Misalnya jalan yang dlperuntukkan hanya untuk lewat satu buah kendaraan mobil maka ukurannya jangan disesuaikan dengan ukuran sebuah mobil, tetapi diberi kelebihan minimal 0.5—1 m urituk lebar gerbang di sebelah kin dan kanan jalan dan 1— 2 m untuk tinggi gapura Jadi, apabila lebar standar sebuah mobil adalah 2,25 m maka lebar gapura sebaiknya 3,25 — 4.25 m. Oleh karena tinggi standar sebuah mobil adalah 2 m maka tinggi gapura sebaiknya 3—4 m.

Pada kenyataannya gapura sering menjadi korban vandalisme, hal itu merupakan ancaman besar bagi kelangsungan sebuah gapura. Sering terlihat gapura menjadi ajang corat-coret, baik menggunakan spidol ataupun cat semprot. Terkadang gapura menjadi mading dadakan yang isinya berbagai macam selebaran ikian yang ditempelkan secara sembarangan. Hal ini berbeda derigan sebuah gapura rumah atau kawasan lingkungan yang memang dibuat dengan biaya sponsor sebuah produk dan ditampilkan klan produk yang sudah dikonsep.

In the book: “Gapura (Gate) untuk Rumah Tinggal”, was quoted as follows: Gate will be safe to past if it is eligible for which type of transportation to go through. For example if it is designed just to pass one car the size of vehicles not adapted to the size of a car, but given the advantages for at least 0.5-1 m wide gate on the right path and and 1 – 2 m high to the gate. So, if the standard width of a car is 2.25 m, gate width should be 3.25 – 4:25 m. Because of the high standards of a car is 2 m high then the gate should be 3-4 m.


In fact, often gate can be the victim of vandalism, it was a big threat for the survival of a gate. A gate often turned into graffiti scene, either using a marker or spray paint. Sometimes the gate can be a media for irresponsible people to turn into improperly stickers of leaflets attached. This is different with a gate house or neighborhood area that are designed with properly.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

‘Bali Houses’ book / buku ‘Rumah-rumah Bali’

astudioarchitect.com Buku ‘Bali Houses’ adalah sebuah buku yang mengulas tentang desain rumah dengan gaya Bali. Ditulis oleh Gianni Francione, buku ini dilengkapi dengan banyak foto-foto inspiratif bagi Anda yang sedang membutuhkan inspirasi desain rumah atau villa gaya Bali yang sangat populer di seluruh dunia. Rumah atau villa bergaya Bali memang dianggap memiliki citarasa tinggi dengan gaya tropis, serta mampu menghadirkan nuansa menenangkan selayaknya sebuah resort.

Book ‘Bali Houses’ is a book review about home design with Balinese style. Written by Gianni Francione, this book comes with lots of inspirational pictures for those who need home design inspiration of Balinese style villas which is very popular around the world. Houses with Balinese style are considered to have high flavor of tropical style, and able to bring a sense of comfort like a resort.

Kutipan dari buku: Gaya gubuk beratap jerami dari masa lampau telah menjadi gaya rumah yang sangat digemari hari ini di pasaran perumahan. Di seluruh pulau (Bali), kolaborasi menarik antara teknik bangunan Bali dan visi kontemporer telah menghasilkan mimpi-rumah baru yang mengejutkan orisinalitasnya. Saat ini semakin banyak, tantangan dalam dualisme antara tradisi dan modernitas, bahan organik dan logam atau plastik. Komponen berteknologi tinggi dan aksesoris yang dibuat-oleh-tangan. Teknik manual dari konstruksi vernakular bisa duduk dengan kikuk di samping teknologi prefab, tapi tren ini masuk lebih dari luar Bali daripada dari dalam Bali sendiri. Dan dengan mengambil keuntungan dari beragamnya material bangunan di pulau ini, villa diciptakan dengan menyuarakan keindahan perjalanan di pulau ini. Kualitas adalah kata semboyan, Bali adalah kata kuncinya.
Buku ini menampilkan pilihan rumah-rumah pribadi, galeri seni dan restoran yang paling menggambarkan konsep baru ‘tropis internasionalisme’. Struktur bangunan tentunya sudah terpisah dan melampaui tradisi warisan arsitektur Bali itu sendiri. Bahkan jika masih terdapat sentuhan kerajinan. Ada rumah dengan pengaruh Zen Jepang, ada juga rumah Batak Toba yang dipulihkan setelah 150-tahun dengan interior modern, villa baru yang lahir dari inspirasi kolonial Spanyol dalam kompleks yang sama dengan sebuah joglo abad ke-9.

Excerption from the book: Yesteryear’s thatched huts have become today’s highly marketable garden estates. All over the island, exciting collaborations between Balinese building techniques and contemporary vision have produced new dream-homes of startling originality. Increasingly, there is a challenging dualism between tradition and modernity, organic materials and metals or plastics. High-tech components and crafted-by-hand accessones. Manual tectiniques of vernacular construction could sit awkwardly beside pre-fab technology, but by tapping into trends from outside rather than from within Bali. And by taking advantage of the island’s plentiful materials, villas are created that speak volumes about the islands architectural journey. Quality is the catchword, Bali-based the buzzword.


This book showcases a selection of private houses, art galleries and restaurant that best illustrates this concept of new ‘tropical internationalism’. The structures certainty exist apart from—and beyond—the traditional Balinese architectural legacy. Even if craft-based touches remain. There are homes with Japanese Zen influences, a restored 150-year-old Toba Batak house with a modem interior, a new villa born from Spanish colonial inspirations in the same compound as a I 9th-century Joglo.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menciptakan rumah sehat / Creating a Healthy House

astudioarchitect.com Keep a marshmallow warm with a fire – Buku karangan Andie A Wicaksono ini memaparkan berbagai faktor yang membentuk sebuah rumah sehat. Pembahasannya berkisar pada prinsip rumah sehat baik sebelum maupun sesudah dibangun. Tips-tipsnya dapat berguna bagi Anda yang ingin mengetahui bagaimana menjadikan ruang rumah kita menjadi lebih baik melalui langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan. Tidak hanya berkisar pada ruang dan bagaimana menyiasatinya, buku ini juga membahas bagian yang lebih besar yaitu lingkungan tempat tinggal kita.


A book written by this Andie A Wicaksono presents various factors to form a healthy home. Discussion around the principles of healthy house both before and after construction. The tips will be useful for those who want to know how to make our home better space through the simple steps that are easy to apply. Not only ranges in rooms and how to handle the problems, this book also discusses the larger part of our neighborhood.

Dalam buku:
Rumah sehat merupakan impian bagi semua orang. Rumah tidak hanya sekadar tempat berlindung dan hujan dan terik matahari, tetapi juga simbol status sosial bagi pemilik dan sumber inspirasi. Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami benar tentang arti rumah sehat. Mereka beranggapan bahwa rumah yang sehat cukup dipel, disapu, dan dilap. Buku mi mencoba memaparkan bagaimana mendefinisikan rumah sehat, baik secara psikologis maupun fisiologis. Sebagai contoh, ruangan yang bersih belum dikatakan sehat jika pengaturan perabot yang ada di dalamnya tidak sesuai fungsinya. Kondisi ini membuat penghuni rumah kurang nyaman beraktivitas dan banyak waktu terbuang sehingga tidak bisa dikatakan sehat secara psikologis.
Rumah sehat versi Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah
1) harus dapat terlindungi dan hujan, panas, dingin, dan berfungsi sebagai tempat istirahat,
2) mempunyai tempat-tempat untuk tidur, masak, mandi, mencuci, kakus, dan kamar mandi,
3) dapat melindungi penghuninya dari bahaya kebisingan dan bebas dari pencemaran,
4) bebas dari bahan bangunan yang berbahaya,
5) terbuat dari bahan bangunan yang kukuh dan dapat melindungi penghuninya dari gempa, keruntuhan, dan penyakit menular, serta
6) memberi rasa aman dan lingkungan tetangga yang serasi.
Kriteria rumah menurut Winslow di antaranya
1) dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,
2) dapat memenuhi kebutuhan psikologis,
3) dapat terhindar dari kecelakaan, dan
4) dapat terhindar dari penularan penyakit.

In the book:


Healthy home is a dream for all people. The house is not just a shelter of rain and sun, but also a symbol of social status for the owner and source of inspiration. However, most people do not understand the true meaning of a healthy home. They assumed that healthy homes are enough mopped, swept, and wipe. The book describes how to define a healthy home, both psychologically and physiologically. For example, a cleaned room is not healthy if the arrangement of furniture does not fit its function. These conditions make the household less comfortable and a lot of time wasted that could not be said psychologically healthy.




Healthy home version of the World Health Organization (WHO) is
1) must be protected from rain, heat, cold, and serve as a place of rest,
2) have a place for sleeping, cooking, bathing, washing, toilet, and bathroom,
3) protect the occupants from the dangers of environment and free from pollution,
4) free of hazardous materials,
5) made of sturdy materials and can protect the inhabitants from the earthquake, collapse, and infectious diseases, and
6) provide security and a harmonious neighborhood.




House according to the criteria of Winslow
1) can meet the physiological needs,
2) can meet the psychological needs,
3) can avoid the accident, and
4) can avoid disease transmission.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Cara praktis menghitung kebutuhan material

[buku rumah] astudioarchitect.com Buku “Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Material” merupakan panduan untuk menghitung bahan material bangunan sebelum membangun. Bagi orang awam, mereka yang akan membangun atau merenovasi serta para perencana bangunan bisa menggunakan buku ini sebagai referensi dalam menghitung kebutuhan material bangunan. Hal ini karena, membangun rumah secara lebih terencana secara finansial tentunya akan lebih baik daripada tidak.

Bila Anda bekerja membangun rumah sendiri tanpa bantuan perencana, buku yang dikarang oleh Gatut Susanta dan Danang Kusjuliadi ini bisa Anda baca dahulu untuk mendapatkan gambaran cara menghitung material. Namun, cara yang lebih praktis adalah dengan menyewa jasa perencana bangunan yaitu Arsitek, Ahli Sipil, Ahli mekanikal elektrikal, dan sebagainya. Dari para ahli ini, kita mendapatkan lebih banyak hal karena pengetahuan mereka tentang bahan dan bangunan juga lebih baik lewat berbagai pengalaman. Berikut ini kutipan dari tujuan mengapa bangunan harus dihitung dahulu materialnya:

Kutipan: Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. Ada yang baru dipasang dinding, tetapi belum diberi atap, ada yang sudah diberi atap tetapi belum diplester, dan lain-lain. Salah satu penyebab terbengkalainya bangunan rumah karena perencanaan yang kurang matang baik dan segi gambar rumah, biaya yang tersedia, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut salah satunya memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan, kebutuhan bahan bangunan berikut harganya. Dengan begitu kita dapat merencanakan kemampuan biaya untuk dapat menyelesaikan bangunan sesuai dengan rencana dan anggaran yang tersedia.

Tujuan yang didapat bila kita menguasal perhitungan volume bangunan adalah
sebagai berikut
1) Dapat diketahui kebutuhan bahan yang diperlukan.
2) Dapat diperoleh anggaran blaya kebutuhan bahan dengan menambah anggaran upah yang rata-rata 30% dan anggaran bahan.
3) Dapat diatur skala prioritas pekerjaan, walaupun anggaran terbatas.
4) Dapat dihindari kenakalan atau penipuan yang dilakukan oleh pekerja atau tukang.

Bila Anda tertarik, bisa dicari di toko-toko buku atau dengan klik ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Counting material needs for building  a home

The book”Practical way of Calculating Building Material Needs” is a guide for calculating building materials before you build. For ordinary people, those who will build or renovate buildings and planners can use this book as a reference in calculating building materials needs. This is because, to build more homes planned will certainly financially better than nothing.

When you work to build their own homes without the help of planners, a book authored by Gatut Susanta and Danang Kusjuliadi can you read first to get an idea of how to calculate the material. However, a more practical way is to hire the architect of the building planners, Expert Civil, electrical mechanical expert, and so on. Of these experts, we get more things because of their knowledge of building materials and also better through various experiences. The following excerpt from the purpose of why the building materials should be calculated first:

    Excerpt: Often found an abandoned building and was not resolved. There are newly installed wall, but have not been given a roof, a roof that had been given but not plastered, and others. One cause of building homes because terbengkalainya planning and less mature in terms of both the houses, the cost of available, materials used, and so forth. To anticipate these events one to understand the things associated with home building, such as how to calculate the volume of the building, needs the following construction materials prices. That way we can plan the ability to complete cost of the building in accordance with the plans and the budget available.

    Destination obtained when we calculate the volume of the building menguasal is

    following

    1) Can be known to the necessary material needs.

    2) Can be obtained blaya budget needs to increase the budget materials that wages an average of 30% and the materials budget.

    3) Can set the scale of priorities of work, although a limited budget.

    4) Can be avoided delinquency or fraud committed by workers or artisans.

If you are interested, can be found in bookstores or by clicking ‘buy this book’.

________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.