"Utopia Tanah dan Air", konsep kota-kota masa depan 20 tahun dari sekarang


https://i2.wp.com/bopswave.googlepages.com/englishflag.jpg English Version
Ini sebenarnya pemikiran saya yang saya presentasikan dalam seminar yang diadakan oleh Holcim dan SAMM (Spirit Arsitek Muda Malang) tentang sustainable construction pada Nopember 2007. Saya banyak mendengar konsep yang sama dikembangkan dan diklaim oleh banyak pihak, dan saya menyadari bahwa tidak ada konsep original dalam arsitektur. Dan bahwa ‘konsep’ adalah sesuatu yang cair dan dapat dikopi dan di-paste dalam kebudayaan copycat ini. Tapi disini saya bisa mengklaim bahwa ini adalah hasil pemikiran murni saya. Setelah berpikir banyak tentang kehidupan di kota-kota dan dan bagaimana banyak hal berjalan dengan tidak baik, seperti terganggunya siklus air, konsep ini menurut saya adalah yang paling baik untuk 20 tahun kedepan. 

Konsep aslinya bersumber dari pemikiran bahwa kita harus berubah untuk masa depan agar kita tetap dapat menikmati potensi air dan tanah untuk masa depan. Bangunan harus dibuat dengan cara berbeda, dan air + tanah harus dapat dilestarikan. Cara terbaik untuk ini sebenarnya TIDAK MEMAKAI SAMA SEKALI air dan tanah (meskipun ini tidak mungkin), sehingga ini berarti lebih banyak lahan untuk hutan dan bangunan harus mengalah dengan ‘diangkat’ ke ketinggian tertentu sehingga masih ada tanaman yang dapat hidup dibawahnya, pohon-pohon besar disekitar bangunan dan jalan-jalan yang diangkat.

Siklus air sangat berperan dalam bumi sebagai kontinyuitas dari seluruh mahluk hidup diatasnya. Siklus ini menjadi tidak stabil karena kita terlalu banyak menginterupsi alam, seperti membangun terlalu banyak bangunan, jalan, trotoar yang akan menutup tanah dan memotong siklus air. Jika air tidak bisa diserap oleh tanah, akan terjadi banjir, diskontinyuitas aliran air tanah, dan kekeringan di lebih banyak lahan di muka bumi. Kurangnya uap air (karena air terlalu cepat dialirkan ke sungai) juga akan menambah temperatur bumi. 

Ada beberapa langkah yang harus kita lakukan untuk melestarikan tanah dan air:

  • lestarikan penyerapan air oleh tanah
  • tanam lebih banyak hutan kota
  • hindari erosi lahan.

Ini berarti menghindarkan kita dari membuat kesalahan yang sama yang telah terjadi di SEMUA kota diatas bumi. Harus ada sebuah utopia, dan kita harus membuatnya nyata. Kita tahu banyak arsitek yang berpikir tentang utopia urban; Tony Garnier dengan Cite Industrielle, Le Corbusierdengan Ville Radieus, dan konsep ini saya sebut “Utopia Tanah dan Air”, adalah sesuatu yang tidak banyak berkutat pada desain urban, tapi merupakan konsep kota yang lebih hijau, lebih baik.


Utopia kota-kota di dunia masa depan;

  • lestarikan lebih banyak air dan tanah untuk kemanusiaan
  • area bangunan adalah sumber erosi terbesar yang musti diperhatikan
  • kota-kota bebas banjir; 20 tahun kedepan
  • Kota-kota baru harus berbeda dari sekarang

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

3 responses to “"Utopia Tanah dan Air", konsep kota-kota masa depan 20 tahun dari sekarang

  1. +an munkin setiap kawasan terpadu hrs mempunyai water treatment sendiri, entah itu sumur2 resapan ataupun kolam penampungan air sisa yg diolah lagi, atau penampungan air hujan, jadi tidak membuang air dari langit dan mengambil air dari tanah yg akhirnya air tanah menjadi air diatas tanah semua alias banjir…

  2. uwaw…menarik!
    tapi ada kesulitan juga nih…,rumput maupun pepohonan di bawah/sekitar bangunan dan jalanan tersebut akan sulit mendapat sinar matahari dan air hujan,sebab terhalang oleh bangunan dan jalanan yang 'diangkat' itu …
    salam,
    ardi prawira ST.

  3. @ Ardi:
    Ada juga jenis2 tumbuhan yg tidak begitu memerlukan sinar matahari langsung.
    dimensi bangunan yang menaungi juga harus dipikirkan agar tidak jatuh terlalu besar bayang2nya. Konsep saya ini memang membutuhkan pemikiran lebih lanjut🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s