Konsep Arsitektur Tropis – disertai artikel dalam Koran Sindo


Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis, dimana kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis.

Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

diatas, adalah dua contoh penerapan arsitektur tropis. Yang satu dengan budget pembangunan yang cukup besar, dengan material pilihan yang diekspos, yang lainnya lebih sederhana dengan budget lebih kecil, namun sudah memiliki konsep arsitektur tropis.

Berikut ini sebuah artikel di Koran Sindo yang memuat sebagian pendapat saya tentang konsep rumah tropis.

HUNIAN PEMBACA SINDO: Rumah ini memiliki fasad yang menarik. Cat eksteriornya adalah marun dan cokelat tua. Penggunaan material alami tampak di muka rumah, seperti batu kali untuk konstruksi tangga serta penggunaan kayu untuk pilar dan pagar. 
INSPIRASIhunian di tahun 2009 kian beragam.Bagi Anda yang bosan dengan kekakuan gaya minimalis,namun menyukai filosofinya,boleh mencoba menerapkan gaya resor tropis. Seperti rumah milik Kurniadi di kawasan Jakarta Selatan.
Rumah tersebut bergaya resor tropis yang begitu ringkas, namun tetap artistik. Inspirasi rumah bergaya resor semakin marak seiring pertumbuhan tempat wisata pantai atau bahari,di mana keberadaan vila-vila modern pun kian menjamur. Menurut arsitek dari Astudio Malang, Probo Hindarto, sebuah rumah bergaya resor memiliki hal-hal berikut ini. ”Usahakan memiliki jendela-jendela yang besar agar view luar ruangan dapat masuk dan dinikmati dari dalam rumah.
Material alami seperti batuan ekspos, kayu, dan sebagainya cukup menarik untuk digunakan karena kesan alaminya dapat mendekatkan kita pada alam.Penggunaan material berkesan alami memang bisa membawa kita untuk memiliki rumah pantai dengan ciri khas Indonesia,” tutur Probo. Rumah Kurniadi memiliki fasad yang menarik. Cat eksteriornya marun dan cokelat tua. Ada pilar-pilar dari kayu untuk menopang serta pagar rendah yang diletakkan pada teras.
Penggunaan material alami sudah tampak dari muka rumah. Seperti batu kali untuk konstruksi tangga serta penggunaan kayu. Arsitek Teky Wijaya mengemukakan, selalu ada pilihan untuk rumah resor.Tidak perlu terpaku pada satu model, semisal gaya minimalis dengan memperhatikan kebutuhan rumah tropis. ”Model sangat relatif, tergantung pemiliknya. Kita juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar,” ujar arsitek lulusan Universitas Parahyangan Bandung ini.Keselarasan dengan alam pun menjadi perhatian utama.
Kebanyakan rumah resor dibangun dengan konsep tradisional karena memiliki standar pengaturan interior yang lebih padu pada akhirnya. Seperti pemakaian bahan kayu, rotan, dan batu alam pada furnitur maupun pajangan. Rumah pun dapat diisi dengan aneka tanaman dalam pot yang berukuran lebih besar.Tanaman itu tidak sekadar jadi pemanis meja, seperti terlihat pada rumah milik Kurniadi. Karena fungsinya disamakan dengan fungsi resor, yang kebanyakan dipakai untuk beristirahat, rumah ini dikonsep senyaman mungkin.
Bagian dalam difungsikan sebagai ruang kumpul sekaligus ruang makan. Ada sebuah meja bundar dengan enam kursi beserta tambahan kursi sudut sebagai pemanis ruangan di sana. Ruang ini menggunakan lantai ubin agar terkesan bersih, juga pencahayaan high light.
Unsur kayu menyatu dengan sentuhan nuansa Oriental. Coba lihat kursi-kursi pendek yang diletakkan pada sudut ruangan. Begitu cantik, klasik, dan menggemaskan. Juga bentukan dinding dengan garis-garis minimalis. Ruangan berikutnya adalah lorong, dengan split levelmenuju kamar mandi luar dan ruang kamar. Meski hanya berfungsi sebagai penyeranta,namun konsepnya matang.
Perpaduan parket, kayu, tegel batu, dan permainan warna dengan material alami tadi menghadirkan kesan ”jadul” dalam rumah ini. Bagi rumah berukuran sedang, split level memang dapat dipakai untuk menjelaskan fungsi ruangan. Sementara kamar mandi dirancang seapik mungkin untuk memenuhi kriteria vila.Area ini didominasi material batu,permainan lantai pada area wastafel, shower, dan ruang ganti, serta memiliki jendela tinggi untuk cahaya dan sirkulasi udara.
Area ini juga menyimpan benda-benda artistik seperti lukisan dan pajangan meja yang cantik. Bagian terbaik adalah kamar. Dengan sentuhan nuansa interior baby pink,kamar ini mengakomodasikan semua kebutuhan bersantai.
Tempat tidur berukuran sedang, sofa empuk berwarna biru tua,kursi malas, penerangan down light namun memiliki ekstracahaya dari jendela, dan pemandangan apik di luar. Manisnya warna interior diisi oleh lukisan dengan tone yang sedikit lebih strong. (johana purba)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

One response to “Konsep Arsitektur Tropis – disertai artikel dalam Koran Sindo

  1. cocok sekali dijadikan literature….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s