Monthly Archives: Desember 2009

Merencanakan membangun, diatas tanah atau renovasi rumah

[mudah membangun] astudioarchitect.com Merencanakan membangun, diatas tanah atau renovasi rumah adalah pengalaman yang berharga dan pasti akan dikenang seumur hidup. Untuk memperoleh rumah tinggal yang diinginkan, memang ada beberapa pilihan, misalnya diputuskan untuk membeli tanah untuk dibangun, rumah yang sudah jadi dari developer atau rumah second. Bila Anda membeli rumah dari developer, mungkin ingin merenovasinya karena kualitas rancangan dan bangunan rumahnya mungkin dibawah standar. Bila ingin membangun diatas tanah sendiri atau merenovasi, maka artikel ini juga bermanfaat untuk Anda 🙂

Pekerjaan persiapan pekerjaan bangunan, dengan demikian, nantinya akan lebih terencana dan tidak tambal sulam yang menghabiskan banyak biaya. Namun sebelum semua pekerjaan persiapan dilakukan, penting bagi Anda untuk mencari perencana bangunan Anda. Para perencana bangunan ini termasuk arsitek, ahli sipil, ahli mekanikal elektrikal, plumbing, dan sebagainya. Bila memungkinkan, Anda juga bisa sudah menemukan kontraktor yang akan Anda sewa nantinya. Para perencana ini akan membantu Anda merencanakan bangunan yang terbaik, tepat guna dan tepat biaya.

Perencana ahli pertama yang musti Anda dapatkan adalah arsitek, yang akan merencanakan detail denah dan ruang-ruangnya, penghawaan dan pencahayaan alami, kombinasi sistem struktur dan estetika bangunan, serta tampilan bangunan rumah Anda. Ahli sipik dan ahli mekanikal elektrikal biasanya bekerja bersama arsitek. Namun Anda bisa menanyakan apakah ahli-ahli ini sudah bekerja bersama arsitek dalam budget desain yang Anda bayarkan sebagai fee profesional mereka, ataukah belum.

Persiapan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dalam mempersiapkan membangun, terdapat beberapa hal yang perlu pula Anda ketahui, berkaitan dengan surat-surat, dokumen dan sertifikat yang administratif. Selain membantu kelancaran agar tidak terjadi ketidak sesuaian dengan pihak tertentu, misalnya pihak Pemkot, maka Anda perlu mempersiapkan dokumen IMB. Dalam mengurus IMB, Anda harus mempersiapkan sertifikat tanah atau akta jual beli, KTP dan KK, bukti pembayaran PBB, dan sebagainya. Tidak kalah penting, dokumen gambar kerja yang didapatkan dari arsitek dan perencana lainnya juga harus disertakan. Anda juga harus mendapatkan surat persetujuan dari tetangga kanan dan kiri lahan untuk membangun. Untuk mengurus IMB ini, Anda sebaiknya datang ke dinas Tata Kota untuk mendapatkan Advice Planning, yaitu semacam rambu-rambu dalam kita mendesain, garis sempadan bangunan, besar atau luas bangunan yang maksimal digunakan, dan sebagainya. Akan ada petugas dari dinas Tata Kota yang akan mensurvey lahan yang akan dibangun. Langkah selanjutnya adalah permohonan IMB yang harus menyertakan dokumen-dokumen diatas.

Sebuah sketsa arsitek untuk rumah tinggal yang nyaman (sketsa oleh Probo Hindarto, astudio)

Perencanaan bersama arsitek.

Perencanaan bersama arsitek berguna untuk mendapatkan desain bangunan yang sesuai dengan kaidah arsitektur, seperti indah, kuat, tepat guna, tidak menyalahi aturan pemerintah daerah, sehat, serta berwawasan lingkungan (sustainable). Penting bagi Anda untuk memikirkan mengapa perlu arsitek, daripada bangunan yang menguras banyak biaya tersebut tidak baik nantinya. Anda juga memerlukan gambar kerja untuk mengurus IMB, serta gambar kerja yang lebih lengkap untuk panduan membangun di lapangan. Dalam memilih arsitek, lihatlah dahulu portofolio desainnya agar tidak salah memilih arsitek, karena arsitek pun, ada yang baik, dan ada yang buruk kualitasnya. Melalui arsitek, Anda juga bisa mendapatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari bangunan tersebut.

Perencanaan bersama ahli lain.

Arsitek biasanya bekerjasama dengan ahli struktur/sipil, mekanikal elektrikal, plumbing, dan sebagainya. Tapi kadangkala, arsitek juga bekerja sendiri dan hasil desainnya masih harus diinterpretasikan oleh ahli struktur dan mekanikal elektrikal.

Memilih kontraktor

Kontraktor adalah pihak yang diajak bekerjasama untuk membangun secara fisik bangunan Anda. Kontraktor tidak sama dengan arsitek, karena tugasnya adalah membuat kontrak kerja bersama Anda sebagai pemilik rumah untuk membangun rumah tersebut. Sedangkan arsitek dan perencana lainnya bertugas untuk membuat rencana bangunan. Kontraktor diperlukan bila Anda tidak memiliki waktu dan kesempatan untuk membangun sendiri bangunan rumah Anda. Kontraktor terikat hukum untuk membangun rumah sesuai dengan dokumen gambar kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati.

Ini adalah gambaran awal dari berbagai aspek dalam merencanakan proyek membangun rumah Anda. Semoga artikel ini membantu Anda yang sedang merencanakan membangun atau merenovasi rumah 🙂
Tentunya ada banyak lagi faktor yang harus dipertimbangkan, bisa Anda cari dalam weblog astudioarchitect.com atau Anda tambahkan dari pengalaman Anda? Terimakasih.
________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION:

Planning building, above ground or renovating a house is a rewarding and certainly will be remembered for life. To obtain the desired home, there are some choices, for example, decided to buy the land for construction, the finished house from the developer or second homes. When you buy a house from developers, may want to renovating for the design and building quality homes may be under standard. If you want to build on own land or to renovate, then this article is also useful for you:)

Preparation work of the building work, thus, will be better planned and not a patchwork of spending a lot of cost. But before all the preparation work done, it is important for you to find your building planners. The planners of this building, including architects, civil experts, expert mechanical electrical, plumbing, and so on. If possible, you can already find a contractor who will rent you later. These planners will help you plan the best buildings, proper, appropriate and cost.

The first expert planners must you get is an architect, who will plan and detailed plan-room space, penghawaan and natural lighting, a combination of structural systems and building aesthetics, and view your home building. Expert sipik electrical and mechanical experts are working with architects. But you could ask if these experts have worked with architects in the design budget that you pay for their professional fees, or not.

Construction Documents Preparation (IMB)

In preparing to build, there are some things you should also know, relating to the letters, documents and administrative certificates. In addition to helping the smooth to avoid lack conformity to certain parties, such as the municipal government, then you need to prepare documents IMB. In the care of IMB, you must prepare the land certificate or certificate of sale, ID cards and family registration card, proof of payment of the UN, and so on. No less important, working drawings documents obtained from other architects and planners should also be included. You also must obtain a letter of approval from the right and left neighboring land to build. To take care of this IMB, you should come to the City Administration offices to obtain Planning Advice, which is kind of signs we are designing, building demarcation line, a big or a maximum building area is used, and so on. There will be officers from the City Administration offices that will mensurvey land to be built. The next step is the application that must include IMB documents above.

An architect’s sketch for a comfortable stay home (sketches by Probo Hindarto, astudio)

Planning with the architect.

Planning with the architect useful to obtain the appropriate building design with architectural rules, such as beautiful, strong, efficient, does not violate the rules of local government, health, and environmental friendly (sustainable). It is important for you to think about why should an architect, rather than drain a lot of buildings that are not well costs later. You also need to take care of working drawings IMB, as well as working drawings for a more complete build in the field guide. In selecting an architect, first look at the portfolio of designs that do not choose an architect, because the architect was, there is good, and there are bad quality. Through an architect, you can also get Budget Plan (RAB) of the building.

Planning with other experts.

Architects usually work with an expert structure / civil, mechanical electrical, plumbing, and so on. But sometimes, also self-employed architect and the design still must be interpreted by specialists in electrical and mechanical structures.

Selecting contractors

Contractors are invited parties work together to build your building physically. The contractor is not the same as the architect, because his job is to make employment contracts with you as the owner of the house to build a house. While other architects and planners in charge of building plans. The contractor is required if you do not have the time and opportunity to build your own house building. Contractors are bound to build a house of law in accordance with the documents and working drawings Budget Plan (RAB) which has been agreed.

This is the first description of the various aspects of the project plan to build your house. Hopefully this article helps you who are planning to build or renovate the house:)

Of course there are many more factors to consider, can you look for in your weblog astudioarchitect.com or add from your experience? Thanks.

____________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menyiasati Ruang Sempit

[buku interior] astudioarchitect.com Buku desain arsitektur dengan gambar sketsa tangan yang cukup banyak memang agak jarang ditemukan dewasa ini, mengingat sebagian besar arsitek dan desainer interior lebih banyak menggunakan foto dan gambar komputer untuk menyajikan desain dalam bahasan buku. Buku yang ditulis oleh Agung Budi Sardjono ini merupakan salah satu buku dengan sketsa tangan penulisnya yang sangat menarik. Mengupas tentang bagaimana menyiasati ruangan yang mungil agar terlihat elegan dan praktis melalui desain yang baik.

Mengingat sebagian besar rumah saat ini dibangun diatas lahan terbatas, maka buku-buku semacam ini dapat membantu kita untuk mereka-reka bagaimana desain interior maupun arsitektur yang sesuai untuk sebuah rumah mungil dan ruang-ruang sempit. Berikut ini kutipan dari buku tersebut:

Kutipan: Bila merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia. Semua ruang ini memiliki fungsi khusus. Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya. Dalam beberapa desain seperti rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan), terdapat tambahan ruang seperti toko dan kantor.

Rumah-rumah masyarakat menengah ke bawah pada saat ini umumnya mempunyai luasan kurang dan 100 m2 dengan luas kavling hingga 200 m2. Sementara rumah dengan luasan lebih dan 100 m2 sudah dianggap sebagai rumah mewah yang untuk membangun dan merawatnya memenlukan biaya ekstra yang tidak sedikit.

Tata ruang rumah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok ruang publik, ruang privat, dan ruang servis. Ruang publik terdiri dan teras depan dan ruang tamu. Ruang privat terdiri dan ruang-ruang tidur ruang makan, dan ruang keluarga. Sementara ruang servis terdiri dan dapur dan kamar mandi. Semakin tinggi kemampuan perekonomian keluarga maka semakin meningkat pula tuntutan penyediaan ruang untuk menampung masing-masing kegiatan secara khusus. Hal ini menyebabkan luasan rumah menjadi berkembang. Namuri, di sisi lain pertimbangan efisiensi dan keterbatasan yang memaksa penghuni mencari solusi tata ruang yang simpel, tetapi dapat menampung bermacam-macam kegiatan yang berlangsung di rumah dengan kualitas tetap terjaga.

http://books.google.com/books?id=eD5UhPnjEu0C&lpg=PT1&dq=menata%20interior&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Dealing with small space at home

Books with a lot of manual handsfree drawing are a little less common nowadays, given that most architects and interior designers more use of photographs and computer images to present the design in a book discussion. Books written by this Sardjono Budi Agung is one of his sketch book with a very interesting writer. Of how little room trick to make it look elegant and practical with a good design.

Since most homes now built over a limited area, the books of this kind can help us to concoct what interior and architectural design that is suitable for a small house and small spaces. Here is an excerpt from the book:

Excerpt: When planning a home stay, including the most important thing we do is plan what rooms are going there in the house. There are several kinds of space that is usually there and is often used in homes in Indonesia. All these rooms have a special function. These spaces is already too often we are familiar, such as living room, family room, kitchen room, and so on. In some designs such as the home store (shop) or home office (shophouse), there is additional room such as shops and offices.

    Public houses in the middle to lower today generally have less area and 100 m2 with spacious lots up to 200 m2. While home with more width and 100 m 2 was considered a luxury home to build and care memenlukan extra cost is not small.

    Spatial housing can be divided into three groups, namely the public space, private space, and room service. Public space and made the front porch and living room. Comprises private and sleeping rooms dining room and family room. While the service room and the kitchen and made the bathroom. The higher the ability of the family economy is also increasing demand for space to accommodate the provision of each particular activity. This causes the area of the house to be developed. But, on the other side of efficiency considerations and limitations that forced residents to find solutions of simple layout, but can accommodate a variety of activities that took place at home with the quality maintained.

________________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Menyiasati Ruang Sempit

[buku interior] astudioarchitect.com Buku desain arsitektur dengan gambar sketsa tangan yang cukup banyak memang agak jarang ditemukan dewasa ini, mengingat sebagian besar arsitek dan desainer interior lebih banyak menggunakan foto dan gambar komputer untuk menyajikan desain dalam bahasan buku. Buku yang ditulis oleh Agung Budi Sardjono ini merupakan salah satu buku dengan sketsa tangan penulisnya yang sangat menarik. Mengupas tentang bagaimana menyiasati ruangan yang mungil agar terlihat elegan dan praktis melalui desain yang baik.

Mengingat sebagian besar rumah saat ini dibangun diatas lahan terbatas, maka buku-buku semacam ini dapat membantu kita untuk mereka-reka bagaimana desain interior maupun arsitektur yang sesuai untuk sebuah rumah mungil dan ruang-ruang sempit. Berikut ini kutipan dari buku tersebut:

Kutipan: Bila merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia. Semua ruang ini memiliki fungsi khusus. Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya. Dalam beberapa desain seperti rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan), terdapat tambahan ruang seperti toko dan kantor.

Rumah-rumah masyarakat menengah ke bawah pada saat ini umumnya mempunyai luasan kurang dan 100 m2 dengan luas kavling hingga 200 m2. Sementara rumah dengan luasan lebih dan 100 m2 sudah dianggap sebagai rumah mewah yang untuk membangun dan merawatnya memenlukan biaya ekstra yang tidak sedikit.

Tata ruang rumah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok ruang publik, ruang privat, dan ruang servis. Ruang publik terdiri dan teras depan dan ruang tamu. Ruang privat terdiri dan ruang-ruang tidur ruang makan, dan ruang keluarga. Sementara ruang servis terdiri dan dapur dan kamar mandi. Semakin tinggi kemampuan perekonomian keluarga maka semakin meningkat pula tuntutan penyediaan ruang untuk menampung masing-masing kegiatan secara khusus. Hal ini menyebabkan luasan rumah menjadi berkembang. Namuri, di sisi lain pertimbangan efisiensi dan keterbatasan yang memaksa penghuni mencari solusi tata ruang yang simpel, tetapi dapat menampung bermacam-macam kegiatan yang berlangsung di rumah dengan kualitas tetap terjaga.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Dealing with small space at home

Books with a lot of manual handsfree drawing are a little less common nowadays, given that most architects and interior designers more use of photographs and computer images to present the design in a book discussion. Books written by this Sardjono Budi Agung is one of his sketch book with a very interesting writer. Of how little room trick to make it look elegant and practical with a good design.

Since most homes now built over a limited area, the books of this kind can help us to concoct what interior and architectural design that is suitable for a small house and small spaces. Here is an excerpt from the book:

Excerpt: When planning a home stay, including the most important thing we do is plan what rooms are going there in the house. There are several kinds of space that is usually there and is often used in homes in Indonesia. All these rooms have a special function. These spaces is already too often we are familiar, such as living room, family room, kitchen room, and so on. In some designs such as the home store (shop) or home office (shophouse), there is additional room such as shops and offices.

    Public houses in the middle to lower today generally have less area and 100 m2 with spacious lots up to 200 m2. While home with more width and 100 m 2 was considered a luxury home to build and care memenlukan extra cost is not small.

    Spatial housing can be divided into three groups, namely the public space, private space, and room service. Public space and made the front porch and living room. Comprises private and sleeping rooms dining room and family room. While the service room and the kitchen and made the bathroom. The higher the ability of the family economy is also increasing demand for space to accommodate the provision of each particular activity. This causes the area of the house to be developed. But, on the other side of efficiency considerations and limitations that forced residents to find solutions of simple layout, but can accommodate a variety of activities that took place at home with the quality maintained.

________________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Pembagian ruang-ruang dalam rumah dan zona ruangnya

[artikel umum] astudioarchitect.com Bila merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia. Semua ruang ini memiliki fungsi khusus. Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya. Dalam beberapa desain seperti rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan), terdapat tambahan ruang seperti toko dan kantor.

Dari berbagai ruang tersebut, ada pula pembagian zona ruang, yaitu tingkat privasi dari ruang yang bersangkutan. Tata ruang pada penataan ruang-ruang dengan cara modern ini mengikuti alur ruang publik – semi privat – privat. Ruang publik adalah ruang yang dapat dimasuki oleh semua orang (tentunya dengan seijin pemilik rumah). Ruang semi privat adalah ruang yang dapat dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik rumah. Ruang privat adalah ruang terbatas hanya untuk pemilik rumah saja, atau anggota keluarga pemilik rumah.

Rumah-rumah pada saat ini banyak menggunakan pembagian ruang-ruang berikut:
o    Teras (publik)
o    Ruang tamu (publik)
o    Ruang keluarga (semi privat)
o    Ruang makan (semi privat)
o    Kamar tidur (privat)
o    Kamar mandi (privat)
o    Dapur (semi privat)

Contoh desain denah rumah (sketsa oleh Probo Hindarto)

Dan ruang-ruang tambahan seperti:

o    Ruang baca (semi privat)
o    Kamar tidur tamu (privat)
o    Ruang santai (semi privat)
o    Ruang olahraga (semi privat)
o    Ruang foyer (publik)
o    Powder room (ruang yang seperti kamar mandi, hanya tanpa fasilitas mandi, semacam ruang untuk mempersiapkan diri/berhias – privat)
o    Ruang entertainment (ruang hiburan, berisi fasilitas seperti televisi, game, sound sistem, dan sebagainya – semi privat)
o    Ruang kerja (publik atau semi privat, tergantung kebutuhan)
o    Dan sebagainya

Tingkatan privasi zona ruang ini berpengaruh pada desain rumah, yaitu dimana sebaiknya meletakkan ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan sebagainya. Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan dalam meletakkan ruang seperti bagaimana ruang kamar tidur tidak terlalu terlihat dari ruang tamu. Bila Anda sedang dalam proses merencanakan rumah tinggal, sebaiknya memperhitungkan dengan matang pembagian zona ruang ini 🙂
________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Room division and room zoning for home design

When planning a home, the most important thing we do is planning what rooms are going to be there in the house. There are several kinds of space that is usually there and is often used in homes in Indonesia. All these rooms have a special function. These spaces is already too often we are familiar, such as living room, family room, kitchen room, and so on. In some designs such as the home store (shop) or home office (shophouse), there is additional room such as shops and offices.

From the room, there is also space zoning, the privacy level of the room concerned. The spatial arrangement of the rooms of this modern way to follow the public spaces – semi-private – private. Public space is space that can be entered by all the people (of course with the permission of the owner of the house). Semi-private room is a space that can be entered those who desired only by the owner. Private space is limited space for home owners only, or a family member homeowners.

The houses at this time many uses division following spaces:

o Terrace (public)

o The living room (public)

o the family room (semi-private)

o The dining room (semi-private)

Bedrooms o (private)

o Bathrooms (private)

o Kitchen (semi private)

Sample design house plans (sketches by Probo Hindarto)

And additional spaces such as:

o Reading Room (semi private)

o guest bedroom (private)

o lounge (semi private)

o Outdoor sports (semi private)

o Room foyer (public)

o Powder room (the room like a bathroom, no shower facilities only, a kind of space to prepare / trimmed – private)

o Room entertainment (entertainment room, with facilities such as television, games, sound system, and so on – semi private)

o working space (public or semi-private, depending on needs)

o And so on

Depth of the zone of privacy was influential in the design of the house, which is where should put the bedroom, living room, family room, and so on. Of course there are considerations in place such as how the bedroom space is not too visible from the living room. When you’re in the process of planning a house, you should carefully consider zoning this space:)

_____________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Pembagian ruang-ruang dalam rumah dan zona ruangnya

[artikel umum] astudioarchitect.com Bila merencanakan sebuah rumah tinggal, termasuk hal paling utama yang kita lakukan adalah merencanakan ruang-ruang apa saja yang akan ada didalam rumah tersebut. Terdapat beberapa macam ruang yang biasanya ada dan sering digunakan dalam rumah-rumah tinggal di Indonesia. Semua ruang ini memiliki fungsi khusus. Ruang- ruang ini sebenarnya sudah terlalu sering kita kenal, misalnya ruang tamu, ruang keluarga, ruang dapur, dan sebagainya. Dalam beberapa desain seperti rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan), terdapat tambahan ruang seperti toko dan kantor.

Dari berbagai ruang tersebut, ada pula pembagian zona ruang, yaitu tingkat privasi dari ruang yang bersangkutan. Tata ruang pada penataan ruang-ruang dengan cara modern ini mengikuti alur ruang publik – semi privat – privat. Ruang publik adalah ruang yang dapat dimasuki oleh semua orang (tentunya dengan seijin pemilik rumah). Ruang semi privat adalah ruang yang dapat dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik rumah. Ruang privat adalah ruang terbatas hanya untuk pemilik rumah saja, atau anggota keluarga pemilik rumah.

Rumah-rumah pada saat ini banyak menggunakan pembagian ruang-ruang berikut:
o    Teras (publik)
o    Ruang tamu (publik)
o    Ruang keluarga (semi privat)
o    Ruang makan (semi privat)
o    Kamar tidur (privat)
o    Kamar mandi (privat)
o    Dapur (semi privat)

Contoh desain denah rumah (sketsa oleh Probo Hindarto)

Dan ruang-ruang tambahan seperti:

o    Ruang baca (semi privat)
o    Kamar tidur tamu (privat)
o    Ruang santai (semi privat)
o    Ruang olahraga (semi privat)
o    Ruang foyer (publik)
o    Powder room (ruang yang seperti kamar mandi, hanya tanpa fasilitas mandi, semacam ruang untuk mempersiapkan diri/berhias – privat)
o    Ruang entertainment (ruang hiburan, berisi fasilitas seperti televisi, game, sound sistem, dan sebagainya – semi privat)
o    Ruang kerja (publik atau semi privat, tergantung kebutuhan)
o    Dan sebagainya

Tingkatan privasi zona ruang ini berpengaruh pada desain rumah, yaitu dimana sebaiknya meletakkan ruang tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dan sebagainya. Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan dalam meletakkan ruang seperti bagaimana ruang kamar tidur tidak terlalu terlihat dari ruang tamu. Bila Anda sedang dalam proses merencanakan rumah tinggal, sebaiknya memperhitungkan dengan matang pembagian zona ruang ini 🙂
________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Room division and room zoning for home design

When planning a home, the most important thing we do is planning what rooms are going to be there in the house. There are several kinds of space that is usually there and is often used in homes in Indonesia. All these rooms have a special function. These spaces is already too often we are familiar, such as living room, family room, kitchen room, and so on. In some designs such as the home store (shop) or home office (shophouse), there is additional room such as shops and offices.

From the room, there is also space zoning, the privacy level of the room concerned. The spatial arrangement of the rooms of this modern way to follow the public spaces – semi-private – private. Public space is space that can be entered by all the people (of course with the permission of the owner of the house). Semi-private room is a space that can be entered those who desired only by the owner. Private space is limited space for home owners only, or a family member homeowners.

The houses at this time many uses division following spaces:

o Terrace (public)

o The living room (public)

o the family room (semi-private)

o The dining room (semi-private)

Bedrooms o (private)

o Bathrooms (private)

o Kitchen (semi private)

Sample design house plans (sketches by Probo Hindarto)

And additional spaces such as:

o Reading Room (semi private)

o guest bedroom (private)

o lounge (semi private)

o Outdoor sports (semi private)

o Room foyer (public)

o Powder room (the room like a bathroom, no shower facilities only, a kind of space to prepare / trimmed – private)

o Room entertainment (entertainment room, with facilities such as television, games, sound system, and so on – semi private)

o working space (public or semi-private, depending on needs)

o And so on

Depth of the zone of privacy was influential in the design of the house, which is where should put the bedroom, living room, family room, and so on. Of course there are considerations in place such as how the bedroom space is not too visible from the living room. When you’re in the process of planning a house, you should carefully consider zoning this space:)

_____________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Cara praktis menghitung kebutuhan material

[buku rumah] astudioarchitect.com Buku “Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Material” merupakan panduan untuk menghitung bahan material bangunan sebelum membangun. Bagi orang awam, mereka yang akan membangun atau merenovasi serta para perencana bangunan bisa menggunakan buku ini sebagai referensi dalam menghitung kebutuhan material bangunan. Hal ini karena, membangun rumah secara lebih terencana secara finansial tentunya akan lebih baik daripada tidak.

Bila Anda bekerja membangun rumah sendiri tanpa bantuan perencana, buku yang dikarang oleh Gatut Susanta dan Danang Kusjuliadi ini bisa Anda baca dahulu untuk mendapatkan gambaran cara menghitung material. Namun, cara yang lebih praktis adalah dengan menyewa jasa perencana bangunan yaitu Arsitek, Ahli Sipil, Ahli mekanikal elektrikal, dan sebagainya. Dari para ahli ini, kita mendapatkan lebih banyak hal karena pengetahuan mereka tentang bahan dan bangunan juga lebih baik lewat berbagai pengalaman. Berikut ini kutipan dari tujuan mengapa bangunan harus dihitung dahulu materialnya:

Kutipan: Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. Ada yang baru dipasang dinding, tetapi belum diberi atap, ada yang sudah diberi atap tetapi belum diplester, dan lain-lain. Salah satu penyebab terbengkalainya bangunan rumah karena perencanaan yang kurang matang baik dan segi gambar rumah, biaya yang tersedia, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut salah satunya memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan, kebutuhan bahan bangunan berikut harganya. Dengan begitu kita dapat merencanakan kemampuan biaya untuk dapat menyelesaikan bangunan sesuai dengan rencana dan anggaran yang tersedia.

Tujuan yang didapat bila kita menguasal perhitungan volume bangunan adalah
sebagai berikut
1) Dapat diketahui kebutuhan bahan yang diperlukan.
2) Dapat diperoleh anggaran blaya kebutuhan bahan dengan menambah anggaran upah yang rata-rata 30% dan anggaran bahan.
3) Dapat diatur skala prioritas pekerjaan, walaupun anggaran terbatas.
4) Dapat dihindari kenakalan atau penipuan yang dilakukan oleh pekerja atau tukang.

Bila Anda tertarik, bisa dicari di toko-toko buku atau dengan klik ‘buy this book’.

http://books.google.com/books?id=SrmTmuX-f4oC&lpg=PA77&dq=griya%20kreasi&as_brr=3&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Counting material needs for building  a home

The book”Practical way of Calculating Building Material Needs” is a guide for calculating building materials before you build. For ordinary people, those who will build or renovate buildings and planners can use this book as a reference in calculating building materials needs. This is because, to build more homes planned will certainly financially better than nothing.

When you work to build their own homes without the help of planners, a book authored by Gatut Susanta and Danang Kusjuliadi can you read first to get an idea of how to calculate the material. However, a more practical way is to hire the architect of the building planners, Expert Civil, electrical mechanical expert, and so on. Of these experts, we get more things because of their knowledge of building materials and also better through various experiences. The following excerpt from the purpose of why the building materials should be calculated first:

    Excerpt: Often found an abandoned building and was not resolved. There are newly installed wall, but have not been given a roof, a roof that had been given but not plastered, and others. One cause of building homes because terbengkalainya planning and less mature in terms of both the houses, the cost of available, materials used, and so forth. To anticipate these events one to understand the things associated with home building, such as how to calculate the volume of the building, needs the following construction materials prices. That way we can plan the ability to complete cost of the building in accordance with the plans and the budget available.

    Destination obtained when we calculate the volume of the building menguasal is

    following

    1) Can be known to the necessary material needs.

    2) Can be obtained blaya budget needs to increase the budget materials that wages an average of 30% and the materials budget.

    3) Can set the scale of priorities of work, although a limited budget.

    4) Can be avoided delinquency or fraud committed by workers or artisans.

If you are interested, can be found in bookstores or by clicking ‘buy this book’.

________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.

Cara praktis menghitung kebutuhan material

[buku rumah] astudioarchitect.com Buku “Cara Praktis Menghitung Kebutuhan Material” merupakan panduan untuk menghitung bahan material bangunan sebelum membangun. Bagi orang awam, mereka yang akan membangun atau merenovasi serta para perencana bangunan bisa menggunakan buku ini sebagai referensi dalam menghitung kebutuhan material bangunan. Hal ini karena, membangun rumah secara lebih terencana secara finansial tentunya akan lebih baik daripada tidak.

Bila Anda bekerja membangun rumah sendiri tanpa bantuan perencana, buku yang dikarang oleh Gatut Susanta dan Danang Kusjuliadi ini bisa Anda baca dahulu untuk mendapatkan gambaran cara menghitung material. Namun, cara yang lebih praktis adalah dengan menyewa jasa perencana bangunan yaitu Arsitek, Ahli Sipil, Ahli mekanikal elektrikal, dan sebagainya. Dari para ahli ini, kita mendapatkan lebih banyak hal karena pengetahuan mereka tentang bahan dan bangunan juga lebih baik lewat berbagai pengalaman. Berikut ini kutipan dari tujuan mengapa bangunan harus dihitung dahulu materialnya:

Kutipan: Sering dijumpai bangunan rumah yang terbengkalai dan tidak terselesaikan. Ada yang baru dipasang dinding, tetapi belum diberi atap, ada yang sudah diberi atap tetapi belum diplester, dan lain-lain. Salah satu penyebab terbengkalainya bangunan rumah karena perencanaan yang kurang matang baik dan segi gambar rumah, biaya yang tersedia, bahan yang digunakan, dan lain sebagainya. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut salah satunya memahami hal-hal yang berkaitan dengan bangunan rumah, misalnya cara menghitung volume bangunan, kebutuhan bahan bangunan berikut harganya. Dengan begitu kita dapat merencanakan kemampuan biaya untuk dapat menyelesaikan bangunan sesuai dengan rencana dan anggaran yang tersedia.

Tujuan yang didapat bila kita menguasal perhitungan volume bangunan adalah
sebagai berikut
1) Dapat diketahui kebutuhan bahan yang diperlukan.
2) Dapat diperoleh anggaran blaya kebutuhan bahan dengan menambah anggaran upah yang rata-rata 30% dan anggaran bahan.
3) Dapat diatur skala prioritas pekerjaan, walaupun anggaran terbatas.
4) Dapat dihindari kenakalan atau penipuan yang dilakukan oleh pekerja atau tukang.

Bila Anda tertarik, bisa dicari di toko-toko buku atau dengan klik ‘buy this book’.

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Counting material needs for building  a home

The book”Practical way of Calculating Building Material Needs” is a guide for calculating building materials before you build. For ordinary people, those who will build or renovate buildings and planners can use this book as a reference in calculating building materials needs. This is because, to build more homes planned will certainly financially better than nothing.

When you work to build their own homes without the help of planners, a book authored by Gatut Susanta and Danang Kusjuliadi can you read first to get an idea of how to calculate the material. However, a more practical way is to hire the architect of the building planners, Expert Civil, electrical mechanical expert, and so on. Of these experts, we get more things because of their knowledge of building materials and also better through various experiences. The following excerpt from the purpose of why the building materials should be calculated first:

    Excerpt: Often found an abandoned building and was not resolved. There are newly installed wall, but have not been given a roof, a roof that had been given but not plastered, and others. One cause of building homes because terbengkalainya planning and less mature in terms of both the houses, the cost of available, materials used, and so forth. To anticipate these events one to understand the things associated with home building, such as how to calculate the volume of the building, needs the following construction materials prices. That way we can plan the ability to complete cost of the building in accordance with the plans and the budget available.

    Destination obtained when we calculate the volume of the building menguasal is

    following

    1) Can be known to the necessary material needs.

    2) Can be obtained blaya budget needs to increase the budget materials that wages an average of 30% and the materials budget.

    3) Can set the scale of priorities of work, although a limited budget.

    4) Can be avoided delinquency or fraud committed by workers or artisans.

If you are interested, can be found in bookstores or by clicking ‘buy this book’.

________________
By Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.

Disclaimer:
Preview buku ini disediakan oleh Google Books. Tujuan display dalam blog ini adalah membantu penulis dan penerbit memasarkan bukunya. Astudio tidak men-scan ataupun membuat file derivatif dari buku yang bersangkutan.