Interview: concept interior ‘East Meet West’


astudioarchitect.com “East meet west” adalah sebuah konsep arsitektur yang muncul karena keinginan untuk menggabungkan dua budaya berbeda dari Timur dan Barat dalam desain yang lebih kaya. Perpaduannya banyak menghasilkan jenis arsitektur maupun interior design yang unik karena ‘Barat’ yang dikenal dengan gaya internasional modernnya dipadukan dengan gaya ‘Timur’ yang masih berkembang budayanya. Gaya ini dikembangkan justru oleh orang ‘Barat’ yang merasa jenuh dengan gaya arsitektur yang itu-itu saja.

“East meet west” is an architectural concept that emerged out of a desire to combine two different cultures of East and West in a richer design. The combination produce many types of architecture and interior design which is unique because of the ‘West’, which is known with its modern international style combined with the style of the “East” which is still evolving culture. This style was developed by the ‘West’ people who are bored with monotonous architectural styles.


http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

Pertanyaan dan jawaban ini diberikan oleh wartawan/kolumnis koran Seputar Indonesia berkaitan dengan konsep ‘East meet West’ tersebut.

1. Apa Itu konsep perpaduan barat dan timur pada rumah tinggal?

Konsep ini sebenarnya berlaku untuk rumah-rumah yang menggabungkan antara konsep barat dan timur dalam style, langgam, dekorasi atau bagian lain dari arsitektur rumah tinggal maupun interiornya.

2. Berawal dari apakah konsep seperti itu muncul?

Perpaduan barat dan timur banyak dipicu oleh keinginan mendapatkan sentuhan baru dalam desain, seperti perpaduan arsitektur modern dengan dekorasi bergaya etnik, atau sebaliknya; arsitektur tradisional dari ‘timur’ yang digabungkan dengan dekorasi bergaya modern.

3. Apakah hal tersebut cocok bila diterapkan di Indonesia? Apakah sudah menjadi tren?

Saat ini, sangat sesuai, bahkan bisa menjadi ide desain yang menarik, bila dibandingkan kita hanya menggunakan gaya ‘barat’ saja atau gaya internasional, yaitu gaya modern. Saat ini menurut saya juga sudah menjadi tren, atau bahkan, tidak secara sengaja sudah mengaplikasikan east meet west dalam arsitektur rumah modern, yang diisi dengan banyak furniture, pernik dan aksesori rumah bergaya etnik.

4. Akan menghasilkan konsep apa jika memadukan dua gaya tersebut, yakni timur dan barat? Apakah ada sebutannya untuk konsep tersebut?

Konsep east meet west dipercaya dapat memperkaya khasanah budaya dan desain. Sebetulnya konsep ini banyak diterapkan justru oleh orang Barat, karena kejenuhan terhadap arsitektur barat yang cenderung ke arah arsitektur modern. Sedangkan arsitektur klasik sendiri sudah banyak mengalami stagnasi dan tidak lagi dikembangkan. Penggabungannya disebut konsep ‘east meet west’ yang dibahasa Indonesiakan juga berarti “Timur bertemu Barat”.

5. Bila kita menemukan gaya rumah tersebut, biasanya yang menjadi ciri khas pada gaya tersebut itu apa?

Konsep east meet west yang umum adalah konsep arsitektur modern untuk framing/ konsep bangunannya, sedangkan untuk ‘east’nya lebih pada interior atau pernak-perniknya. Artinya, menambahkan unsur dekoratif bergaya etnik ‘timur’ seperti dekorasi gaya Cina, atau Jawa, atau tradisional ‘timur’ yang lain.

1. Can you tell what is ‘East meet West’ concept in architecture design?


This concept actually applies the kind of style to house or building design that combines western and eastern concepts in style, decor or other parts of residential architecture and interiors. 

See a video of ‘East meet West’ concept from NZ House n Garden:
http://www.youtube-nocookie.com/v/sFgO85k66Ac&hl=en_US&fs=1&rel=0



2. How was this concept developed?


East meet west fusion is triggered by the desire to get whole new touches in the designs, such as fusion of modern architecture with stylish ethnic decor, or vice versa; traditional architecture of the ‘east’, which combined with a modern style decor.


3. Is it suitable when applied? Is it a trend?


Currently, it is suitable, it can even be a very interesting design idea, instead of only using the style ‘west’ or international style, which is a modern style. Currently I think it also has become a trend, or even, not consciously realized by the people who have applied the east meet west in their modern home architecture, which is filled with lots of furniture, home accessories with ethnic style.


4. What will result of blending the concepts, namely the east meet west? Is there a concept they call for it?


The concept of east meet west is believed to enrich the culture and design. Actually, this concept is applied precisely by many Westerners, because ‘west’ is bored of modern architecture. While classical architecture itself has a stastagnancy and no longer developed. 


5. if we find the house with such style, what might be the characteristic of the style?


The concept of a general east meet west is a modern architectural concepts for framing / building concepts, while for ‘east’ side is more on the interior or furniture accessories. That is, to add a decorative element of ethnic-style ‘east’, such as Chinese-style decoration, or Java, or other ‘eastern’ traditional.

6. Bagaimana dengan fasad bangunannya? Warna apakah yang digunakan?

Warna desain bila bangunannya modern, maka cenderung ke arah warna netral dan warna-warna material alami. Sedangkan warna dari ‘timur’nya, biasanya muncul sebagai warna yang berasal dari unsur tradisional, seperti merah untuk aksesori dari budaya Tionghoa, atau warna Hijau, kuning dan merah untuk budaya Jawa dan Madura, atau yang lain.

7. Bagaimana dengan desain interiornya?

Desain Interior seringkali merupakan perpaduan antara furniture modern dan furniture etnik, ditambahkan dengan unsur dekoratif yang kurang lebih sama.

8. Biasanya tujuan orang itu menerapkan gaya tersebut apa?

Tujuannya biasanya untuk mendapatkan sentuhan desain yang lebih kaya variasi dan dapa diterima baik dari orang-orang “Barat” maupun “Timur”, misalnya seperti arsitektur dan interior lobby hotel, kamar tidur, dan sebagainya. Di Bali, villa-villa berarsitektur modern juga menggunakan arsitektur modern untuk bagian luar bangunannya, yang dibumbui oleh arsitektur dan pernik-pernik lokal Balinya. Ini yang membuatnya terasa lebih ‘kaya’ budaya dan hasilnya juga lebih refreshing.

9. Lalu bagaimanakah menerapkan gaya seperti itu, jika sebelumnya kita menggunakan gaya hunian timur?

Bila dari sisi ini, maka kita bisa menambahkan unsur-unsur modern yang sederhana, misalnya furniture bergaya modern, artwork, serta elemen-elemen lain yang sifatnya ‘international style’ atau modern, yang notabene berasal dari barat.

10. Adakah langkah-langkah untuk dapat menerapkannya?

Saran untuk langkah menerapkan konsep ini; pahami bahwa arsitektur dan interior design ‘east meet west’ itu membutuhkan naluri atau sense of design yang tinggi, karena bila dibuat dengan memadukan berbagai elemen modern dan etnik timur tanpa perencanaan yang baik, biasanya akan terlihat kacau. Usahakan agar kenyamanan atau suasana yang ‘cozy’ dapat menjadi tema ruang, sehingga unsur etnik yang bernornamen bisa menjadi pusat perhatian. Hal ini mirip seperti konsep galeri, dimana karya-karya aksesori lokal timur dapat menjadi pusat perhatian dengan diberi pencahayaan atau perletakan khusus dalam ruangan.

6. What about the facade of the building? What are the colors?


Color design when the building is in modern style, then tended toward neutral colors of natural materials. While the color of ‘east’, usually appears as a color that comes from the traditional elements, such as the color green, yellow and red to the culture of Java and Madura, or the other.


7. what about interior design?


Interior design is often a blend of modern furniture and ethnic furniture.




8. Why are people fond of the ‘east meet west’ style?


The goal is usually to get the touch of a richer variety of designs and the variaty either from the culture of “West” or “East”, such as architecture and interior lobby, bedroom, and so forth. In Bali, villas of modern architecture also uses a modern architecture for the exterior of the building, which is flavored by the local Balinese architecture. This is what makes it seem more ‘rich’ cultures and the results are also more refreshing.


9. Is there any method to implement it?


Suggestions for steps to apply this concept; understand that architecture and interior design ‘east meet west’ is and instinct or that require a high sense of design, because when made by combining various elements of modern and ethnic east without good planning, it usually will look messy. Keep your convenience or ambience of a ‘cozy’ place that could be the theme of space, so that the ethnic element ornamentation could become the center of attention. This is much like the concept of the gallery, where works of local traditional artist from the east can be given the kind of gallery lighting or special placement inside the room.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s