Obyek arsitektur makam Bung Karno, Blitar / Tomb of Bung Karno


astudioarchitect.com Kompleks makam Bung Karno di Blitar telah menjadi icon di kota kecil tersebut, berdasarkan pengamatan saya. Hal ini karena bangunan ini adalah salah satu landmark termodern dari sisi arsitektur yang dibuat dengan pendekatan a’la modern kota besar, yang dibuat di kota kecil. Keberadaannya seakan menjadi pembuka lembaran arsitektur modern di kota tersebut. Secara politis memiliki makna kuat dihubungkan dengan sejarah Proklamator negeri Indonesia. Artikel ini dibuat berdasarkan apa yang saya tulis pada tahun 2007, diangkat kembali karena posting lamanya banyak foto hilang🙂

Bung Karno’s grave complex in Blitar has become the icon in the town, based on my observations. This is because this building is one of the most modern architectural landmarks created with a modern approach a’la big city, built on a small town. Its existence was as a welcome piece of modern architecture in the city. Politically has a strong sense of history associated with the Indonesian independence Proclaimers. This article is based on what I wrote in 2007, was reappointed for his old post because lots of photos missing:)

http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js
April 2007

Kompleks makam Bung Karno sebelumnya merupakan satu kompleks dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan joglo. Sejak 2004 telah ditambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut. Tim arsitek bangunan baru diketuai oleh Pak Pribadi Widodo dan Pak Baskoro Tedjo dari ITB. Sejak kami memasuki area makam ini, sebuah bangunan disamping makam menarik perhatian kami.

April 2007


Bung Karno’s grave complex was previously a single complex with unique architecture that is Javanese joglo. Since 2004 has added new buildings into a complex with the Bung Karno’s grave. The team is headed by the architects of new buildings and Pak Pak Widodo Personal Baskoro Tedjo from ITB. Since we are entering the tomb, a building beside the tomb of our attention.


Gerbang/ gate


Saya waktu itu membuat sebuah sketsa anatomi kawasan yang didasarkan pada apa yang terlintas di benak saya waktu itu. Secara tidak langsung diagram diatas mewakili apa yang saya lihat dan rasakan, meskipun mungkin tidak seperti yang diinginkan oleh perancang bangunannya sendiri.

I then made a sketch of the anatomy of the region based on what occurred to me that time. Indirectly, the above diagram to represent what I see and feel, though perhaps not as desired by the designer of the building itself.

Gerbang kompleks lama, yang berbentuk seperti candi dengan ukuran besar. Tampaknya terdapat keinginan menarik masa lalu ke masa sekarang yang dimulai dari kompleks lama ini, dalam bentuk yang sangat mirip (atau dimiripkan) dengan bangunan candi masa lalu, demikian pula dengan bahan bangunannya menggunakan batuan. Sistem konstruksi massa, namun kami ingin mengetahui apakah bagian dalam bangunan ini diisi dengan sistem konstruksi beton, tampaknya demikian.

Gate of the old complex, which is shaped like a temple with a large size. Apparently there is a desire interesting past to the present starting from the complex recently, in a form very similar with the temple of the past, so it is with building materials using a rock. System of mass construction, but I wanted to know whether the inside of the building was filled with concrete construction system, it seems that way.



Bangunan yang memayungi makam Bung Karno. Bentuknya pendopo memayungi makam. Bangunan joglo lebih kekinian daripada bangunan candi.

The building that covers the tomb of Bung Karno. The shape of ‘pendopo’ (traditional Javanese terrace house) covers the tomb. The Joglo form is more recent than the ‘candi’ form.
Space penghubung antara kompleks lama dengan bangunan baru, bersifat menghubungkan, menyegarkan.


The space that connect the old and the new building is conjucting, refreshing.




‘Bangunan modern dari kompleks baru. Kaidah desain fungsional dengan memasukkan unsur tradisi masa lalu dalam pemakaian batuan untuk dinding luarnya’.

The modern building from the new complex. The functional ideas put in the past traditional ideas with the use of stones for the outer wall.

PHOTOS by Yogi Diwangkoro:

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s