Keheninganmu, Candi Trowulan (Your Silence, Trowulan temple)


astudioarchitect.com Puisi oleh Probo Hindarto

Aku duduk dalam keheningan suasana hening yang syahdu
diantara sosokmu yang sederhana, tidak mengada-ada.
Kau jujur, kau mengatakan padaku tentang jernihnya air,
memandang kedalamnya seolah aku tertarik
dalam nuansa yang hitam, menyejukkan.

I was sitting in a deep and breezing ambiance
in front of your simple appearance, not to show off.
You are honest, you tell me about the pureness of the water,
seeing inside it made me drowned
in the black nuance, refreshing.

Kini aku tahu apa yang kau maksud dengan gemerisik dedaunan.
Aku tahu yang kau maksud dengan manunggal dengan alam.
Aku melihatmu disana, tidak Menyolok, tapi kau tampak agung.
Kau bersahaja, tapi engkau bermakna.
Kau jauh dari hingar bingar, tapi kau… keren abis!
Aku bisa duduk disini, memandangmu seharian.
Kau disini, riakmu menghanyutkanku.
Aku terbawa.

Aku tahu bahkan engkau sangat lembut.
Kau bahkan tidak menghendaki mereka menyesuaikan
keadaan dirimu. Kaulah yang mengerti diri.
Kau tak pernah merusak ciptaan Tuhan yang lain.
lihatlah bagaimana kau bersahaja,
dengan memandang kesekelilingmu,
kau membuatnya sangat berkesan.

“Now I know what you meant by the breeze of the leaves.
I know what you meant by becoming one with nature.
I see you there, not showing off, but you look wonderful.
You are simple, but you are meaningful.
You’re far from crowds, but you are… cool!”
I could just sit here, watching you all day.
You are here, your ripples drown me.
I was carried …

Jadi diantara gemerisik dedaunan, kau berbisik,
dengan suara airmu seirama dengan aliran angin.
Kau menunduk, tapi kau sangat menarik.
Banyak orang datang, untuk mendapati dirimu,
tenang disini, seakan memahami setiap orang.
Tahukah kau, kau telah menghubungkanku dengan alam,
kau telah menghubungkanku dengan gemerisik dedaunan,
kau telah membuatku bercermin,
adakalanya, kau melepaskan penatku.

Aku tak mengerti, kenapa ada orang menganggapmu kampungan,
padahal kau sangat indah.
Padahal kau adalah penghubung alam semesta.
Padahal dengan hanya memandangmu saja,
aku bisa menjadi tenteram …
Aku selalu menanti saat-saat bisa memandangmu lagi.
Agar aku bisa merasakan perasaan ini lagi ….

(puisi bebas ini dikarang 17 April 2004. didunia ini selalu terdapat sesuatu yang terdiri dari dua hal yang berpasangan. Apakah kompleksitas itu buruk. Saya tidak mengatakan demikian. Kompleksitas diperlukan untuk hal-hal tertentu. Tapi, sesuatu yang sederhana dapat lebih menarik perhatian orang daripada sesuatu yang kompleks.)

I know that you are so soft.
You don’t even want them to adapt to you.
You know yourself. You never ruin any other God’s creature.
Look at how simple you are, by seeing your surrounding,
you made it very impressive.
So between the breeze of the leaves, you are whispering,
with your water sound that rhyme the wind breeze.
You look down, but you are very attractive.
Many people came here, to see you, right here,
like understanding every person.
Don’t you know, you have connected me to nature,
you have connected me to the breeze of the leaves,
you made me look at the mirror,
sometimes, you let go of my grieves.

I don’t understand, why there are people see you
old fashioned, while you are so beautiful.
While you are the connector to the universe.
I just wait to see you again.
So I could feel this feeling again.
________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s