Monthly Archives: Juni 2010

Dampak Dokumen Digital terhadap Budaya Tulis/ Impact of digital documentation on Written Culture

Digital vs Analogastudioarchitect.com Budaya menggambar dengan meja gambar layaknya arsitek jaman dahulu semakin ditinggalkan, dan digantikan dengan alat-alat baru yaitu komputer dan sarana digital. Para arsitek tidak lagi memegang gambar kerja, tetapi dokumen digital yang dianggap instan dan memudahkan, karena itu transfer pengetahuan tidak lagi berdasarkan transfer analog tetapi digital, yang menempatkan arsitek dalam mentalitas tertentu.

Drawing culture like architects in the old times on drawing tables is being abandoned, and replaced with new tools of computers and digital tools. The architects are no longer holding the hand drawings, but the digital documents that are considered instant and easy, because it is no longer based on analogue knowledge transfer but digital transfer, which places the architect in a certain mentality.

Mentalitas itu adalah apresiasi terhadap gambar kerja maupun sketsa yang semakin hilang dari peredaran, dan menyebabkan sentuhan seni dalam arsitektur juga semakin hilang, tanpa sentuhan seni tangan ahli, arsitektur menjadi rekayasa komputer dalam imajinasi 3D, bukan lagi seni merancang berdasarkan imajinasi 2D dengan sentuhan kemanusiaan yang kental. Dokumen tidak lagi disimpan dalam bentuk file kertas yang memiliki nilai karena makna, keberadaan, maupun usianya, seperti dokumen berharga lainnya. Dokumen menjadi turun nilainya karena dapat digandakan dengan mudah, serta dapat dicopy paste melalui karakter fabrikasi yang sama.

Bentuk-bentuk yang cenderung cepat dan mendukung industrialisme juga dikembangkan seperti bentuk kotak-kotak, minimalis, modern, dan fabrikasi. Memang keduanya tampak sangat serasi mengingat dengan ‘push pull bar’ atau ‘extrude’, seorang arsitek bisa membuat simulasi cepat bentukan yang cenderung kaku, tetapi ritmis, mirip karakteristik fabrikasi.

Kekuatan karakter pribadi seorang arsitek yang juga seniman, misalnya detail kolom, detail ukiran, bahan-bahan non fabrikasi seperti tegel lama atau bata ekspos seakan dengan mudah digantikan oleh dinding putih mulus, sofa, jendela copy-paste, elemen-elemen yang siap digunakan tanpa harus merekayasa dahulu dalam pikiran (imajinasi).

The mentality of working drawings and sketches appreciation which is progressively disappearing, and cause touch of art in architecture to be also progressively lost, without a touch of artist expert, architecture becomes 3D computer engineering in the imagination, not based on imagination on 2D art design with a strong touch of humanity. Documents are no longer stored in the form of paper files that have value because of the meaning, presence, and its age, like other valuable documents. Documents are decreased in value because they can be duplicated easily, and can be copied and pasted the character of the same fabrication.

The forms which tend to be quickly built and support this phenomena are also developed as forms of industrialism boxes, minimalist, modern, and fabrication. Indeed the two seemed very harmonious remembering with the ‘push-pull bar’ or ‘extrude’, an architect can make rapid simulations that tend to form stiff, but rhythmically, like a fabrication characteristics.

Dampak utama dari sistem berpikir dan mendesain yang ‘terfabrikasi’ ini, adalah menghilangnya potensi dari sentuhan personal dan sentuhan material non fabrikasi karena model penggambaran dan desain yang juga terfabrikasikan. Karakter unik dari arsitektur vernakular atau arsitektur yang didapat dari ‘tacid knowledge’ semakin menghilang, akibatnya gap antara arsitektur vernakular dan modern akan semakin tinggi, memaksa para tukang dari kalangan ‘tacid knowledge’ tertatih-tatih berusaha memahami sistem fabrikasi. Misalnya, keterampilan pertukangan kayu semakin menghilang karena semakin banyak material fabrikasi pengganti kayu seperti alumunium dan beton.

The strength of personal character of an architect who is also an artist, for example detail columns, detailed carvings, non-fabricated materials such as exposed brick tiles as long or be easily replaced by a smooth white wall, sofa, windows by copy-paste, the elements that are ready for use without imagination first in the mind.

The main impact of this thinking systems and designing which is also ‘fabricated’ is the potential of disappearance of personal touch and the touch of non-fabricated material for drawing and designing. The unique character of vernacular architecture or architecture that is obtained from ‘tacid knowledge’ increasingly disappearing, as a result of the gap between vernacular and modern architecture will be higher, forcing the builders of the ‘tacid knowledge’ hobbled attempts to understand the system of fabrication. For example, carpentry skills increasingly disappearing as more and more wood substitute materials such as fabricated aluminum and concrete.

Diskusi:
Artikel tersebut dimasukkan dalam mailing list AMI (Arsitek Muda Indonesia) dan terdapat diskusi dari beberapa anggota mailing list sebagai berikut:

Pendapat Setyo Eko:
Kalau menurut saya setiap jaman punya tantangan dan solusinya sendiri. Kita
tidak bisa menutup mata terhadap teknologi. Karena jika kembali ke naturenya
sebuah teknologi hanyalah sebuah alat untuk memudahkan manusia menyelesaikan
pekerjaannya. Tak terkecuali arsitek

Yang kedua adalah efisiensi kerja. Mungkinkan sebuah tower memiliki 10000 jenis
jendela yang tidak sama. Berapa lama waktu konstruksi yang di butuhkan dan
berapa dana yang akan dihabiskan. Lagi2 ini adalah masalah efisiensi. Di
arsitektur vernakular pun tidak mungkin kita menemukan 10 jenis aechitrave yang
berbeda jenis. Dalam sebuah bangunan. Inilah standarisasi. Walaupun setiap
design memiliki standar yang berbeda2. saya pikir juga banyak teman2 disibi yang
tidak akan terjebak kepada copy n paste belaka.

Soal kecenderungan membawa dokumen digital. Ya karena lagi2 lebih praktis aja.
Saya yang bekerja dengan partner 2 yang online di jkt. Jogja, makassar, menado,
medan merasa lebih dimudahkan dalam koordinasi. Tinggal share file di YM. Email.
BB dsb whichever available.

Salam
SE
—————————————————-

Pendapat Rafael Arsono:

Representasi gambar-dokumentasi digital-material fabrikasi

Gambar tangan memang terlihat personal dan mengakar, tp yg dicari kan bukan
menggambar manual dengan meja gambar supaya sekedar terlihat bagus. Buat saya yg
perlu dikhawatirkan adalah derasnya image rendering yang tersedia di internet
dan kecepatan menghasilkan image arsitektur oleh komputer membuat kita hanya
melihat rendering hanya sebagai sebuah gambar hasil akhir arsitektur, bukan
sebuah representasi dari arsitekturnya. Rendering sbg representasi arsitektur
adalah menunjukkan pilihan terbaik yg dipertimbangkan berdasarkan arah
arsitekturnya. Render maksut saya disini touch up gambar, termasuk kolase,
sketsa cat warna Holl, sampai sketsa hitam-putih frank ching, bahkan video,
MVRDV merasa ide2 utopianya lebih pragmatis dijelaskan dg video, dan mereka
bikinnya bagus, bayar artis untuk seriusan bikin, dll.

Koolhaas sudah ngomong tentang ini 10 tahun lalu,
http://www.pritzkerprize.com/laureates/2000/ceremony_speech1.html
“…After four thousand years of failure, Photoshop and the computer create
utopias instantly.”

bgmnpun jg, komputer jg bs membantu representasi arsitektur scr personal dan
berkarakter jg. sprti ‘angle’ aneh ala Zaha Hadid (lihat karya2 awalnya, the
peak, kufurstendam, dll). Gambar rendering komputer Tadao Ando tidak jauh beda
dari sketsa berskala yang biasanya menunjukkan potongan perspektif (srg di
majalah GA), karena cara ini terbaik untuk menunjukkan kestabilan, keteraturan
dan presisi ruangnya. Terlepas dari kita suka atau enggak, pilihan rendering
tersebut telah menghasilkan sebuag karya yg indah bgt – lebih dr sekedar gambar.

Render ‘aneh’ yg indah lainnya ada juga di Superstudio, bagaimana man-made
‘menginvasi’ alam. dan banyak gambar top lainnya disini
http://butdoesitfloat.com/index/filter/architecture

Tidak ada yang salah dengan digital archiving, menurut pendapat saya, ke
depannya makin lebih banyak lagi institusi formal akan merger sm arsitek untuk
pendokumentasian digital (semacam internet library). coba liat archigram
archival project, luar biasa bgmn data mereka bisa diakses orang di seluruh
dunia. http://archigram.westminster.ac.uk/
I’d love to see this kind on Romo Mangun, Silaban, etc….

rendahnya budaya tulis terhadap literatur arsitektur jg membuat kt (dan generasi
arsitek di masa depan) menengok informasi arsitektur via internet yg
kredibilitasnya diragukan. Tp saya nggak mau masuk terlalu dalam kesitu, mari kt
terus nulis yg benar ttg apa dan siapa saja (saya jg sdg melakukannya). Saya
banyak lihat tulisan2 ttg kota dan arsitektur jaman baheula ditulis sm anak2
muda yg skrg menjelma arsitek2 bagus, dan tulisan2 itu berguna bwt generasi2 yg
lbh muda utk mengetahui ttg objek tulisan maupun si penulis.

Material fabrikasi ada untuk mendukung budaya bangun dan cara pandang arsitektur
tertentu. Mungkin perlu lihat contoh yang lebih tepat untuk ‘kontemplasi
arsitektur’, dalam hal material fabrikasi, bisa liat dari master builder yg
ekspresionis macam Piano, Rogers,…atau, yang cenderung ‘diam’ seperti
Chipperfield, SANAA.

Namun, kembali ke representasi image, perlu disadari ketika browsing, bahwa ada
‘gap’ budaya bangun di lokasi gambar yg sdg kt liat di internet (sprti contoh
arsitek2 di atas), yang tidak kt ketahui melalui gambar tersebut. trgntung
lokasi, dan waktu jg, cara bangun jaman dulu dg skrg tntunya berbeda. Kotak atau
‘blob’ terjadi krn proses dan pilihan yg seringnya terlewatkan dr ‘browsing’ kt
td (bnyk jg media yg tdk memaparkan hal ini dg jelas dan tuntas). Jadi
‘kontemplasi’ td perlu dilakukan, mksutnya perlu sortir website/majalah apa yg
kt liat dan jgn diserap mentah2 gt, apalagi di tengah derasnya image2 td lewat
internet dan media lainnya.

salam hangat,
Rafael Arsono

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Buku-buku arsitektur & rumah Probo Hindarto

astudioarchitect.com Nama saya Probo Hindarto, saya sudah menuliskan beberapa buku baik yang sudah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan. astudio berdiri pada Maret 2005, Misi kami adalah mendesain bangunan-bangunan yang dibutuhkan masyarakat. Dalam proses mendesain itu tak lupa kami selalu berusaha mengembangkan ilmu dalam arsitektur dan bangunan, sehingga menjadi arsitek kurang responsif terhadap tantangan jaman. Dalam perjalanannya kami mengembangkan studio arsitek sekaligus studio penulisan dengan saya sebagai penulis buku/ buku berformat majalah.
http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

buku ‘Rumah bergaya Arsitektur Mediterania dan Klasik’


Buku ini membahas tentang gaya arsitektur Mediterania dan Klasik dengan unsur-unsur langgamnya yang menjadi tren sekitar 90-an hingga 2000an, bahkan masih dipakai hingga saat ini bagi mereka yang menyukainya.
buku ‘Warna untuk Desain Interior’


Buku ini membahas tentang prinsip penggunaan warna untuk desain interior. 
buku ‘Inspirasi Rumah Sehat di Perkotaan’

Buku ini membahas tentang prinsip desain rumah yang sehat terutama berkaitan dengan lokasi yang berada di perkotaan. Banyak tips dan panduan agar rumah tetap sehat meskipun di lahan terbatas.

buku ’22 ide dan konsep desain RUMAH DAN TAMAN


Buku terbaru ini membahas tentang berbagai aspek rumah tinggal dan tamannya, dimana merupakan kelanjutan dari buku ‘Inspirasi rumah sehat di Perkotaan’.

Diatas adalah cover buku-buku hasil tulisan saya yang dapat Anda temui di toko-toko buku seperti Gramedia, Toga Mas, Kharisma, Gunung Agung, dan sebagainya. Selain itu saya juga menulis buku tentang tutorial komputer. Saya ingin terus menulis buku, dan sekalian belajar terus tentang arsitektur. Semua buku itu dan buku-buku selanjutnya yang ingin saya tulis adalah wujud dari keinginan saya untuk menjadi arsitek yang baik, sekaligus memberikan wacana arsitektur rumah tinggal yang lengkap bagi seluruh pembaca sekalian. Sehingga, tidak saya saja yang berkembang, para pembaca juga semakin mengerti lebih jauh tentang rumah tinggal.

KORAN SINDO
Selain buku, karya saya juga dimuat setiap minggu di banyak koran di Indonesia, setahun lalu saya mengasuh rubrik konsultasi desain rumah di koran-koran grup Kompas Gramedia. Saat ini saya mengasuh konsultasi desain rumah/ Griya di Koran Seputar Indonesia yang terbit setiap Jum’at bila tidak ada halangan khusus. Artikel2 saya juga banyak dimuat di Seputar Indonesia, Koran Kontan, dan lain-lain, kadang sebagai penulis, kadang sebagai narasumber melalui wawancara.

Semoga website ini dapat memberikan manfaat bagi Anda, saya dan seluruh pengunjung weblog astudio sekalian. Salam dari saya dan terimakasih….

:D
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Buku-buku arsitektur & rumah Probo Hindarto

astudioarchitect.com Nama saya Probo Hindarto, saya sudah menuliskan beberapa buku baik yang sudah diterbitkan maupun yang akan diterbitkan. astudio berdiri pada Maret 2005, Misi kami adalah mendesain bangunan-bangunan yang dibutuhkan masyarakat. Dalam proses mendesain itu tak lupa kami selalu berusaha mengembangkan ilmu dalam arsitektur dan bangunan, sehingga menjadi arsitek kurang responsif terhadap tantangan jaman. Dalam perjalanannya kami mengembangkan studio arsitek sekaligus studio penulisan dengan saya sebagai penulis buku/ buku berformat majalah.

buku ‘Rumah bergaya Arsitektur Mediterania dan Klasik’


Buku ini membahas tentang gaya arsitektur Mediterania dan Klasik dengan unsur-unsur langgamnya yang menjadi tren sekitar 90-an hingga 2000an, bahkan masih dipakai hingga saat ini bagi mereka yang menyukainya.
buku ‘Warna untuk Desain Interior’


Buku ini membahas tentang prinsip penggunaan warna untuk desain interior. 
buku ‘Inspirasi Rumah Sehat di Perkotaan’

Buku ini membahas tentang prinsip desain rumah yang sehat terutama berkaitan dengan lokasi yang berada di perkotaan. Banyak tips dan panduan agar rumah tetap sehat meskipun di lahan terbatas.

buku ’22 ide dan konsep desain RUMAH DAN TAMAN


Buku terbaru ini membahas tentang berbagai aspek rumah tinggal dan tamannya, dimana merupakan kelanjutan dari buku ‘Inspirasi rumah sehat di Perkotaan’.

Diatas adalah cover buku-buku hasil tulisan saya yang dapat Anda temui di toko-toko buku seperti Gramedia, Toga Mas, Kharisma, Gunung Agung, dan sebagainya. Selain itu saya juga menulis buku tentang tutorial komputer. Saya ingin terus menulis buku, dan sekalian belajar terus tentang arsitektur. Semua buku itu dan buku-buku selanjutnya yang ingin saya tulis adalah wujud dari keinginan saya untuk menjadi arsitek yang baik, sekaligus memberikan wacana arsitektur rumah tinggal yang lengkap bagi seluruh pembaca sekalian. Sehingga, tidak saya saja yang berkembang, para pembaca juga semakin mengerti lebih jauh tentang rumah tinggal.

KORAN SINDO
Selain buku, karya saya juga dimuat setiap minggu di banyak koran di Indonesia, setahun lalu saya mengasuh rubrik konsultasi desain rumah di koran-koran grup Kompas Gramedia. Saat ini saya mengasuh konsultasi desain rumah/ Griya di Koran Seputar Indonesia yang terbit setiap Jum’at bila tidak ada halangan khusus. Artikel2 saya juga banyak dimuat di Seputar Indonesia, Koran Kontan, dan lain-lain, kadang sebagai penulis, kadang sebagai narasumber melalui wawancara.

Semoga website ini dapat memberikan manfaat bagi Anda, saya dan seluruh pengunjung weblog astudio sekalian. Salam dari saya dan terimakasih….

:D
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Perbandingan kusen kayu dan alumunium / wood and aluminum frame

astudioarchitect.com Akhir-akhir ini telah banyak ditemukan di bangunan rumah tinggal, pertokoan atau mall perbelanjaan menggunakan kusen aluminium di beberapa bagian atau hampir keseluruhannya. Dahulu mungkin memakai kusen alumunium untuk rumah tinggal tampak seperti kantor sehingga jarang orang yang memakainya. Saat ini tidak lagi karena makin populer untuk rumah tinggal, karena selain tampak rapi dan kuat juga tahan lama. Kusen alumunium juga sesuai untuk digunakan pada jendela luar (outdoor). Sebelumnya kayu adalah bahan utama untuk pembuatan kusen, seiring harga kayu yang semakin mahal dan penebangan liar serta produksi kayu yang turun, aluminium menjadi alternatif pilihan sebagai bahan kusen.

Recently been found in many residential buildings, shopping malls or shopping mall using the aluminum frame in some part or almost the whole. In the past using aluminum frames for houses would make it looked like an office so that rare people who use it for houses. Currently it is no longer that way because aluminum is increasingly popular for house use, because besides looking neat and durable, it is also strong. Aluminum frames are also suitable for use on outdoor windows. Previously, wood is the main material for the manufacture of frames, as the more expensive the price of timber and illegal logging and timber production falls, aluminum has become an alternative choice of door and windows frame material.

Saat ini banyak pula material yang dikembangkan untuk menjadi alternatif pengganti kayu seperti aluminium, kusen beton, gypsum, kusen UPVC yang mendekati bentuk dan penampilan kayu untuk kusen pintu dan jendela luar. Sebetulnya kayu memiliki Keunggulan dibanding dengan material lainnya yaitu tampilan natural yang disukai dari kayu, material kayu banyak yang kuat menurut jenisnya seperti kayu jati, kaper, atau ulin, melalui proses pengovenan yang baik. Kayu memang fleksibel untuk dirubah bentuknya sesuai desain, seperti bentuk lurus atau melengkung, dan dapat menahan panas atau dingin dari luar ruangan. Sedangkan kerugian kayu antara lain mudah dimakan rayap, perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet, dan menyerap air sehingga menyebabkan volume kayu dapat berubah-ubah. Akibatnya pintu atau jendela sulit dibuka karena salah satu sudutnya memuai. Demikian pula bila dipakai untuk kuda-kuda, gording, usuk dan reng pada atap bisa mengalami ‘puntir’ untuk kayu-kayu yang kurang berkualitas.

Aluminium menjadi bahan alternatif utama setelah kayu, karena bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu. Saking miripnya orang akan mengira itu terbuat dari kayu. Adapun desain dapat dibuat menurut pesanan. Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium. Perbandingan harga kayu yang semakin mahal serta proses, pengolahan, dan perawatan kayu lebih mahal sehingga aluminium memiliki nilai plus di dalam aspek perawatan yang notabene bebas dari rayap dan tahan karat.

Currently many developed materials to be an alternative wood substitutes such as aluminum, concrete sills, gypsum, sills UPVC which approximates the shape and appearance of wood for door frames and shutters. Actually timber has advantages compared with other material that is favored by natural look of wood, wood materials much stronger by type, such as teak, capers, or ironwood, through a process good ovening. Wood is flexible enough to change shape according to design, such as straight or curved shapes, and can retain heat or cold from outside the room. While the loss of timber, among others, is easy to be eaten by termites, regular treatment with paint or coatings must be done to keep it preserved. Wood also absorbs water, causing the volume of wood can be fickle. As a result the door or window may difficult to open because one of its corners expands. Similarly, when used for roofing it may experience ‘twist’ to the timber which are less qualified.

Aluminum has become the main alternative to timber, because aluminum is more durable, anti-termite, and does not shrink like wood. Aluminum frames can be painted or covered with wood color even wood motif so as to resemble wood. Because of similarity people would think it was made of wood. The design can be made according to the order. Aluminum frame advantage is its light weight and strong, so easily moved. Maintenance is simple to attract buyers as well as quality of aluminum. Comparison of wood prices and increasingly costly process, processing, and wood treatment is more expensive that aluminum has a plus in the aspects of care that in fact free from termites and rust resistant.

Sisi negatif dari alumunium adalah permukaannya mudah tergores dan bahannya tidak mudah untuk dibentuk menjadi lengkung. Bila dibandingkan dengan kusen dari bahan yang populer seperti kayu Meranti, tetap lebih mahal alumunium. Kusen kayu dapat diterapkan pada desain rumah apa saja, sedangkan aluminium karena susah dibentuk jadi sering dipakai untuk desain rumah ‘gaya minimalis’.

Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya. Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas. Masalah yang sering terjadi yaitu sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air.

The negative side of the aluminum frames is it is easily scratched and the material is not easy to be formed into curves. When compared with the frames of popular materials such as Meranti wood, aluminum remain more expensive. Timber frame for house designs can be applied to anything, while the aluminum because it is difficult shaped so often used to design the ‘modern’ house or ‘minimalist’.

Installation of aluminum frame relies on the strength of paired screws attached to the wall, making it must be fitted with precision and neatly taped to prevent leakage and other errors. Do not choose low-quality aluminum frame, because it can easily expands as the temperature changes drastically causing framed glass can be easily separated. The most common problem is poor connection at the edges or glass which can cause rain water to enter, that is why ‘sealant’ or rubber insulation between the glass and aluminum must be of high quality and durable materials so that water does not easily fit into the frame or into the room. Basically it is not a problem for the material aluminum itself because aluminum is not affected by water.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Perbandingan kusen kayu dan alumunium / wood and aluminum frame

astudioarchitect.com Akhir-akhir ini telah banyak ditemukan di bangunan rumah tinggal, pertokoan atau mall perbelanjaan menggunakan kusen aluminium di beberapa bagian atau hampir keseluruhannya. Dahulu mungkin memakai kusen alumunium untuk rumah tinggal tampak seperti kantor sehingga jarang orang yang memakainya. Saat ini tidak lagi karena makin populer untuk rumah tinggal, karena selain tampak rapi dan kuat juga tahan lama. Kusen alumunium juga sesuai untuk digunakan pada jendela luar (outdoor). Sebelumnya kayu adalah bahan utama untuk pembuatan kusen, seiring harga kayu yang semakin mahal dan penebangan liar serta produksi kayu yang turun, aluminium menjadi alternatif pilihan sebagai bahan kusen.

Recently been found in many residential buildings, shopping malls or shopping mall using the aluminum frame in some part or almost the whole. In the past using aluminum frames for houses would make it looked like an office so that rare people who use it for houses. Currently it is no longer that way because aluminum is increasingly popular for house use, because besides looking neat and durable, it is also strong. Aluminum frames are also suitable for use on outdoor windows. Previously, wood is the main material for the manufacture of frames, as the more expensive the price of timber and illegal logging and timber production falls, aluminum has become an alternative choice of door and windows frame material.

Saat ini banyak pula material yang dikembangkan untuk menjadi alternatif pengganti kayu seperti aluminium, kusen beton, gypsum, kusen UPVC yang mendekati bentuk dan penampilan kayu untuk kusen pintu dan jendela luar. Sebetulnya kayu memiliki Keunggulan dibanding dengan material lainnya yaitu tampilan natural yang disukai dari kayu, material kayu banyak yang kuat menurut jenisnya seperti kayu jati, kaper, atau ulin, melalui proses pengovenan yang baik. Kayu memang fleksibel untuk dirubah bentuknya sesuai desain, seperti bentuk lurus atau melengkung, dan dapat menahan panas atau dingin dari luar ruangan. Sedangkan kerugian kayu antara lain mudah dimakan rayap, perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet, dan menyerap air sehingga menyebabkan volume kayu dapat berubah-ubah. Akibatnya pintu atau jendela sulit dibuka karena salah satu sudutnya memuai. Demikian pula bila dipakai untuk kuda-kuda, gording, usuk dan reng pada atap bisa mengalami ‘puntir’ untuk kayu-kayu yang kurang berkualitas.

Aluminium menjadi bahan alternatif utama setelah kayu, karena bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu. Saking miripnya orang akan mengira itu terbuat dari kayu. Adapun desain dapat dibuat menurut pesanan. Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium. Perbandingan harga kayu yang semakin mahal serta proses, pengolahan, dan perawatan kayu lebih mahal sehingga aluminium memiliki nilai plus di dalam aspek perawatan yang notabene bebas dari rayap dan tahan karat.

Currently many developed materials to be an alternative wood substitutes such as aluminum, concrete sills, gypsum, sills UPVC which approximates the shape and appearance of wood for door frames and shutters. Actually timber has advantages compared with other material that is favored by natural look of wood, wood materials much stronger by type, such as teak, capers, or ironwood, through a process good ovening. Wood is flexible enough to change shape according to design, such as straight or curved shapes, and can retain heat or cold from outside the room. While the loss of timber, among others, is easy to be eaten by termites, regular treatment with paint or coatings must be done to keep it preserved. Wood also absorbs water, causing the volume of wood can be fickle. As a result the door or window may difficult to open because one of its corners expands. Similarly, when used for roofing it may experience ‘twist’ to the timber which are less qualified.

Aluminum has become the main alternative to timber, because aluminum is more durable, anti-termite, and does not shrink like wood. Aluminum frames can be painted or covered with wood color even wood motif so as to resemble wood. Because of similarity people would think it was made of wood. The design can be made according to the order. Aluminum frame advantage is its light weight and strong, so easily moved. Maintenance is simple to attract buyers as well as quality of aluminum. Comparison of wood prices and increasingly costly process, processing, and wood treatment is more expensive that aluminum has a plus in the aspects of care that in fact free from termites and rust resistant.

Sisi negatif dari alumunium adalah permukaannya mudah tergores dan bahannya tidak mudah untuk dibentuk menjadi lengkung. Bila dibandingkan dengan kusen dari bahan yang populer seperti kayu Meranti, tetap lebih mahal alumunium. Kusen kayu dapat diterapkan pada desain rumah apa saja, sedangkan aluminium karena susah dibentuk jadi sering dipakai untuk desain rumah ‘gaya minimalis’.

Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya. Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas. Masalah yang sering terjadi yaitu sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air.

The negative side of the aluminum frames is it is easily scratched and the material is not easy to be formed into curves. When compared with the frames of popular materials such as Meranti wood, aluminum remain more expensive. Timber frame for house designs can be applied to anything, while the aluminum because it is difficult shaped so often used to design the ‘modern’ house or ‘minimalist’.

Installation of aluminum frame relies on the strength of paired screws attached to the wall, making it must be fitted with precision and neatly taped to prevent leakage and other errors. Do not choose low-quality aluminum frame, because it can easily expands as the temperature changes drastically causing framed glass can be easily separated. The most common problem is poor connection at the edges or glass which can cause rain water to enter, that is why ‘sealant’ or rubber insulation between the glass and aluminum must be of high quality and durable materials so that water does not easily fit into the frame or into the room. Basically it is not a problem for the material aluminum itself because aluminum is not affected by water.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menggunakan meteran listrik prabayar PLN / using prepaid electricity

astudioarchitect.com Listrik adalah kebutuhan dasar untuk rumah tinggal yang disupply oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). Saat ini terdapat pilihan baru dalam pasangan listrik rumah, karena PLN menerapkan program listrik prabayar, gagasan ini meniru pembayaran yang dipraktekkan dalam penjualan pulsa selluler. Layanan ini saat ini sudah dapat dinikmati, serta minat masyarakat akan layanan listrik prabayar ini disambut dengan hangat sekaligus dengan berbagai pertanyaan.

gambar kiri: Google search untuk ‘meteran listrik prabayar’

Electricity is a basic need for housing which is supplied by PLN (State Electricity Company). We have a new choice in home electrical pair, because PLN applying electricity prepayment program, the idea was to imitate the practice of payment in the sale of cellular pulse. This service is now able to be enjoyed, as well as the public interest will be prepaid electric service was warmly greeted at once with questions.

Pembelian listrik yang seperti pulsa dapat menyesuaikan kondisi keuangan kita saat itu juga. Pemerintah saat ini dihadapkan oleh kebutuhan listrik yang sangat besar dengan seiring meningkatnya tingkat pemakaian listrik di setiap rumah, sehingga sistem baru ini diharapkan dapat menekan lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh PLN. Kesulitan yang dihadapi oleh PLN sehubungan dengan listrik meliputi material, teknologi dan adminstrasi serta SDM pengelola yang dituntut untuk mengembangkan usaha yang lebih modern, terbuka dan adil.

Keuntungan dari layanan ini penggunanya dapat lebih menghemat lagi dari pemborosan listrik dan dapat mengontrol pemakaiannya. Keuntungan lainnya dapat meminimalisir human eror karena semuanya dikerjakan secara komputerisasi dan digital, proses digitalnya memudahkan pengecekan dan meniadakan petugas meteran yang bisa mengalami human error/ kesalahan pengecekan baik disengaja ataupun tidak. Untuk biaya relatif sedikit lebih hemat menurut pengakuan seorang pengguna layanan listrik prabayar ini dibanding pasca bayar. Namun kerugiannya adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk merubah meteran konvensional menjadi digital sebesar Rp 850 ribu menurut keterangan yang dilampirkan harian Republika dari Humas PLN kota Depok, disamping biaya administrasi sebesar Rp. 5.500. Kerugian lainnya bila kita lupa mencek meteran dan saat itu listrik mati maka perlu diisi kembali dengan EDC (electronic data capture) yaitu perangkat tambahan untuk penunjang transaksi kartu debet di bank.

Purchase of such electric pulses can adjust our financial condition at that time also. The Government is currently confronted by a very large demand for electricity by as rising levels of electricity use in every home, so the new system is expected to be more pressing needs that must be met by PLN. Difficulties faced by PLN in connection with electricity include materials, technology and administration and human resource managers who are required to develop a more modern, open and fair.

The advantage of this service users can save more than waste more electricity and can control its use. Another advantage to minimize human error because everything is done with computer and digital, digital process makes it easy to check and negate the meter officer who could have human error / mistake of checking whether intentional or not. For relatively little cost saving by the recognition of a prepaid electricity service users was compared to postpaid. But the negative aspect is the additional cost that must be spent to change the conventional digital meter which is IDR 850 thousand, according to the attached information from the PR Republika daily PLN Depok, in addition to administration it costs IDR. 5500.

Cara membayar listrik akan lebih praktis lagi dengan cara membeli paket voucher token di loket yang telah disediakan. Layanan ini memakai voucher seperti layaknya pulsa, dan tidak dikenakan biaya beban seperti layanan biasanya. Tarif pilihan beragam mulai 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 250 ribu, 500 ribu sampai 1 juta. Bila habis dapat diperoleh di beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) atau loket kantor pos, BRI, BNI, Bukopin dan BPR Karyajatmika Swadana. Tanda-tanda bila listrik habis, bila buzzer berbunyi dan lampu merah menyala, tanda listrik akan habis dan perlu memasukkan 20 digit nomor baru yang diperoleh dari voucher yang diketikkan pada keypad dimeteran baru dengan sistem digital.

Adapun tentang biaya listrik prabayar,

  • bila konsumen prabayar memasang tegangan sebesar 900 VA per kwh-nya dikenakan Rp.602,-
  • bila 1300 va terkena biaya Rp. 663/kwh
  • bila 2500 va biayanya Rp. 666/kwh.

How to pay for more electricity would be more practical package by purchasing vouchers at the counter with token that has been provided. This service uses vouchers like pulse, and not charged as service charges normally. Tariff options ranging IDR 20 thousand, IDR 50 thousand, IDR 100 thousand, IDR 250 thousand, IDR 500 thousand to IDR 1 million. When discharged can be obtained in some automated teller machines (ATMs) or post office counters, BRI, BNI, Bukopin and Rural Karyajatmika Swadana. Signs when the electricity runs out, when the buzzer sounded and the red lamp lights, electricity will be exhausted and need to enter a new 20-digit number obtained from the voucher which is typed on the keypad on the device of new digital system.

As for prepaid electricity costs,
when consumers prepay put voltage of 900 VA, it cost Rp.602, – / kwh
when consumers prepay put voltage of 1300 va. it cost Rp. 663,- /kwh
when consumers prepay put voltage of 2500 va, it cost Rp. 666 / kwh.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Menggunakan meteran listrik prabayar PLN / using prepaid electricity

astudioarchitect.com Listrik adalah kebutuhan dasar untuk rumah tinggal yang disupply oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). Saat ini terdapat pilihan baru dalam pasangan listrik rumah, karena PLN menerapkan program listrik prabayar, gagasan ini meniru pembayaran yang dipraktekkan dalam penjualan pulsa selluler. Layanan ini saat ini sudah dapat dinikmati, serta minat masyarakat akan layanan listrik prabayar ini disambut dengan hangat sekaligus dengan berbagai pertanyaan.

gambar kiri: Google search untuk ‘meteran listrik prabayar’

Electricity is a basic need for housing which is supplied by PLN (State Electricity Company). We have a new choice in home electrical pair, because PLN applying electricity prepayment program, the idea was to imitate the practice of payment in the sale of cellular pulse. This service is now able to be enjoyed, as well as the public interest will be prepaid electric service was warmly greeted at once with questions.

Pembelian listrik yang seperti pulsa dapat menyesuaikan kondisi keuangan kita saat itu juga. Pemerintah saat ini dihadapkan oleh kebutuhan listrik yang sangat besar dengan seiring meningkatnya tingkat pemakaian listrik di setiap rumah, sehingga sistem baru ini diharapkan dapat menekan lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi oleh PLN. Kesulitan yang dihadapi oleh PLN sehubungan dengan listrik meliputi material, teknologi dan adminstrasi serta SDM pengelola yang dituntut untuk mengembangkan usaha yang lebih modern, terbuka dan adil.

Keuntungan dari layanan ini penggunanya dapat lebih menghemat lagi dari pemborosan listrik dan dapat mengontrol pemakaiannya. Keuntungan lainnya dapat meminimalisir human eror karena semuanya dikerjakan secara komputerisasi dan digital, proses digitalnya memudahkan pengecekan dan meniadakan petugas meteran yang bisa mengalami human error/ kesalahan pengecekan baik disengaja ataupun tidak. Untuk biaya relatif sedikit lebih hemat menurut pengakuan seorang pengguna layanan listrik prabayar ini dibanding pasca bayar. Namun kerugiannya adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk merubah meteran konvensional menjadi digital sebesar Rp 850 ribu menurut keterangan yang dilampirkan harian Republika dari Humas PLN kota Depok, disamping biaya administrasi sebesar Rp. 5.500. Kerugian lainnya bila kita lupa mencek meteran dan saat itu listrik mati maka perlu diisi kembali dengan EDC (electronic data capture) yaitu perangkat tambahan untuk penunjang transaksi kartu debet di bank.

Purchase of such electric pulses can adjust our financial condition at that time also. The Government is currently confronted by a very large demand for electricity by as rising levels of electricity use in every home, so the new system is expected to be more pressing needs that must be met by PLN. Difficulties faced by PLN in connection with electricity include materials, technology and administration and human resource managers who are required to develop a more modern, open and fair.

The advantage of this service users can save more than waste more electricity and can control its use. Another advantage to minimize human error because everything is done with computer and digital, digital process makes it easy to check and negate the meter officer who could have human error / mistake of checking whether intentional or not. For relatively little cost saving by the recognition of a prepaid electricity service users was compared to postpaid. But the negative aspect is the additional cost that must be spent to change the conventional digital meter which is IDR 850 thousand, according to the attached information from the PR Republika daily PLN Depok, in addition to administration it costs IDR. 5500.

Cara membayar listrik akan lebih praktis lagi dengan cara membeli paket voucher token di loket yang telah disediakan. Layanan ini memakai voucher seperti layaknya pulsa, dan tidak dikenakan biaya beban seperti layanan biasanya. Tarif pilihan beragam mulai 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu, 250 ribu, 500 ribu sampai 1 juta. Bila habis dapat diperoleh di beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) atau loket kantor pos, BRI, BNI, Bukopin dan BPR Karyajatmika Swadana. Tanda-tanda bila listrik habis, bila buzzer berbunyi dan lampu merah menyala, tanda listrik akan habis dan perlu memasukkan 20 digit nomor baru yang diperoleh dari voucher yang diketikkan pada keypad dimeteran baru dengan sistem digital.

Adapun tentang biaya listrik prabayar,

  • bila konsumen prabayar memasang tegangan sebesar 900 VA per kwh-nya dikenakan Rp.602,-
  • bila 1300 va terkena biaya Rp. 663/kwh
  • bila 2500 va biayanya Rp. 666/kwh.

How to pay for more electricity would be more practical package by purchasing vouchers at the counter with token that has been provided. This service uses vouchers like pulse, and not charged as service charges normally. Tariff options ranging IDR 20 thousand, IDR 50 thousand, IDR 100 thousand, IDR 250 thousand, IDR 500 thousand to IDR 1 million. When discharged can be obtained in some automated teller machines (ATMs) or post office counters, BRI, BNI, Bukopin and Rural Karyajatmika Swadana. Signs when the electricity runs out, when the buzzer sounded and the red lamp lights, electricity will be exhausted and need to enter a new 20-digit number obtained from the voucher which is typed on the keypad on the device of new digital system.

As for prepaid electricity costs,
when consumers prepay put voltage of 900 VA, it cost Rp.602, – / kwh
when consumers prepay put voltage of 1300 va. it cost Rp. 663,- /kwh
when consumers prepay put voltage of 2500 va, it cost Rp. 666 / kwh.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.