Lampu sebagai penerang dan pusat perhatian dalam ruangan


astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang, juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis.

foto kiri oleh hobvias sudoneighm

Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

lampu hias lampion, foto oleh Kees de Vos

desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik. Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

foto oleh Mark Chang

Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah.

lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya.

Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.
 ________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s