Monthly Archives: Mei 2011

Tahap setelah cor beton dak lantai 2: pasangan dinding bata dan kusen

astudioarchitect.com Dalam proses pembangunan dengan sistem konstruksi pembangunan konvensional menggunakan struktur beton bertulang dan tembok bata, setelah kita membuat dak beton cor untuk lantai 2, bisa menggunakan mesin molen besar ataupun molen kecil (pekerjaan yang berat untuk tukang), maka kita bisa melanjutkan dengan proses pembuatan dinding bata di bagian atas dak beton, meskipun bekisting (cetakan) dak beton belum dilepas, hal ini karena secara kekuatan sudah memadai untuk melanjutkan dengan pekerjaan pembuatan dinding bata. 

Seperti terlihat dalam foto, dinding bata mulai dibuat diatas struktur konstruksi bagian bawah yang sudah dibuat, dalam hal ini bisa kita lihat bahwa tulangan tulangan besi kolom juga sudah dibuat, dalam hal ini terlihat bahwa tulangan di bagian atas begelnya bisa dirakit dengan jarak lebih renggang daripada begel untuk tulangan kolom bagian bawah. Begel adalah besi pengikat berupa bentukan segi empat dari tulangan yang dipakai untuk mengikat tulangan yang arah vertikal. Selain itu, kusen-kusen jendela dan pintu bagian atas juga sudah disiapkan sedemikian rupa untuk dipasang begitu dinding bata juga sudah siap.

Pembuatan acian dibuat diatas dak beton untuk pembuatan dinding bata.
Pemindahan material dari bawah ke atas menggunakan crane / katrol sederhana buatan sendiri, dipakai untuk memindahkan pasir, bata, semen, dan material lainnya. 
Kesalahan saat pengecoran seperti bagian yang tidak seharusnya di cor adalah pemborosan biaya karena harus dibongkar, sehingga musti hati-hati saat pengecoran. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Tahap setelah cor beton dak lantai 2: pasangan dinding bata dan kusen

>

astudioarchitect.com Dalam proses pembangunan dengan sistem konstruksi pembangunan konvensional menggunakan struktur beton bertulang dan tembok bata, setelah kita membuat dak beton cor untuk lantai 2, bisa menggunakan mesin molen besar ataupun molen kecil (pekerjaan yang berat untuk tukang), maka kita bisa melanjutkan dengan proses pembuatan dinding bata di bagian atas dak beton, meskipun bekisting (cetakan) dak beton belum dilepas, hal ini karena secara kekuatan sudah memadai untuk melanjutkan dengan pekerjaan pembuatan dinding bata. 

Seperti terlihat dalam foto, dinding bata mulai dibuat diatas struktur konstruksi bagian bawah yang sudah dibuat, dalam hal ini bisa kita lihat bahwa tulangan tulangan besi kolom juga sudah dibuat, dalam hal ini terlihat bahwa tulangan di bagian atas begelnya bisa dirakit dengan jarak lebih renggang daripada begel untuk tulangan kolom bagian bawah. Begel adalah besi pengikat berupa bentukan segi empat dari tulangan yang dipakai untuk mengikat tulangan yang arah vertikal. Selain itu, kusen-kusen jendela dan pintu bagian atas juga sudah disiapkan sedemikian rupa untuk dipasang begitu dinding bata juga sudah siap.

Pembuatan acian dibuat diatas dak beton untuk pembuatan dinding bata.
Pemindahan material dari bawah ke atas menggunakan crane / katrol sederhana buatan sendiri, dipakai untuk memindahkan pasir, bata, semen, dan material lainnya. 
Kesalahan saat pengecoran seperti bagian yang tidak seharusnya di cor adalah pemborosan biaya karena harus dibongkar, sehingga musti hati-hati saat pengecoran. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ide menarik: tong bekas jadi lemari

astudioarchitect.com Tong bekas mungkin adalah sesuatu yang seringkali diidentikkan dengan minyak, sesuatu yang lengket dan kotor, tapi bagaimana bila dibersihkan, dicat ulang, dan didesain menjadi sesuatu yang berguna? Di tangan desainer, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, misalnya seperti tong sampah yang disulap menjadi lemari ini. Betul, dari tong sampah bekas yang kualitasnya masih baik, perhatikan guratan atau bentukan garis disamping tong yang bisa dibuat menjadi pencengkeram yang pas untuk rak dalam lemari. 

Tentunya lemari seperti ini agak berlebihan untuk diletakkan di ruang tamu atau ruang makan, tapi mungkin sangat keren untuk lemari putra Anda. Didesain oleh grup desain Lockengeloet, Hamburg, bagian dalam lemari diperkuat dengan menggunakan senar gitar sehingga tidak mudah melengkung.

via treehugger
images via Lockengeloet
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Ide menarik: tong bekas jadi lemari

>

astudioarchitect.com Tong bekas mungkin adalah sesuatu yang seringkali diidentikkan dengan minyak, sesuatu yang lengket dan kotor, tapi bagaimana bila dibersihkan, dicat ulang, dan didesain menjadi sesuatu yang berguna? Di tangan desainer, bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, misalnya seperti tong sampah yang disulap menjadi lemari ini. Betul, dari tong sampah bekas yang kualitasnya masih baik, perhatikan guratan atau bentukan garis disamping tong yang bisa dibuat menjadi pencengkeram yang pas untuk rak dalam lemari. 

Tentunya lemari seperti ini agak berlebihan untuk diletakkan di ruang tamu atau ruang makan, tapi mungkin sangat keren untuk lemari putra Anda. Didesain oleh grup desain Lockengeloet, Hamburg, bagian dalam lemari diperkuat dengan menggunakan senar gitar sehingga tidak mudah melengkung.

via treehugger
images via Lockengeloet
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pentingnya menata pencahayaan buatan (lampu) untuk kesan ruang

astudioarchitect.com Mata dan pikiran kita merespon secara emosional untuk kehadiran cahaya dan menikmati secara intuitif perbedaan jenis atmosfer siang hari atau pencahayaan buatan pada malam hari yang diciptakan oleh kehadiran cahaya buatan atau lampu. Jadi, di rumah, atau di manapun juga, suasana pencahayaan tidak boleh dianggap enteng pengaruhnya. Seperti suasana resort atau hotel, biasanya suasana visual dan dampak cahaya dapat direncanakan hingga ke detailnya. Sebuah tata cahaya yang baik – apakah itu dirancang untuk membantu kita menikmati ruangan, atau ruang luar, memberikan petunjuk atau arah, dan sebagainya – memainkan peran penting dalam membentuk cara kita menilai pengalaman dalam ruangan, bahkan hingga tingkat bawah sadar.

Merencanakan cahaya dalam ruangan, berarti juga harus memperhatikan unsur bayangan, yaitu bagian yang tidak terkena sinar lampu namun hanya pendarannya saja. Penerimaan permukaan benda tergantung pada besar kecilnya daya pancar dari lampu tersebut. Penting untuk diperhatikan, adalah kualitas emosional
pencahayaan; cahaya perlu diatur untuk mencapai sebuah suasana tertentu.

Suasana tersebut, misalnya suasana ‘romantis’, atau ‘terang’, atau ‘cozy’. Pikirkan suasana apa yang bisa didapat dari jenis-jenis lampu tertentu.

■ Dalam desain pencahayaan, kualitas emosional yang didapat harus diperhatikan lebih dahulu.
■ Lighting desainer adalah spesialis dalam pencahayaan ruangan dan estetika pencahayaan untuk mendapatkan karya desain interior yang sekreatif mungkin. Interior designer mungkin juga memiliki banyak referensi dan inovasi baru untuk pencahayaan.

Bagian rumah yang paling banyak digunakan adalah kamar terutama di malam hari, setelah itu baru ruang keluarga, ruang makan, ruang dapur, kamar mandi dan ruang tamu. Sedangkan untuk pencahayaan yang harus selalu ada misalnya di area teras, balkon dan disekitar pintu dan jendela. Lighting desain untuk ruang seperti kamar tidur harus diarahkan terutama untuk kebutuhan suasana dan kenyamanan, yang dalam pencahayaan istilah berarti luminair. Secara individual diaktifkan dan diatur untuk memenuhi berbagai
kebutuhan ruang dimana tiap ruang berbeda.

Penataan cahaya dapat lebih lanjut ditekankan untuk memperoleh suanana pencahayaan terbaik dan menonjolkan cahaya tersebut pada tempat-tempat yang tepat, misalnya pada hiasan dinding, galeri lukisan, meja kerja, dan sebagainya. Untuk meningkatkan kesan keseluruhan ruangan, kualitas desain harus menjadi
prioritas ketika memilih jenis lampu, baik itu lampu tempel, lampu gantung, chandelier, ataupun lampu pendar. Sebaiknya kita bisa memilih dan mengatur tingkat kecerahan dan penyebaran cahayanya dalam ruangan sesuai dengan suasana hati, misalnya dengan memilih jenis lampu yang bisa diatur arahnya, terang gelapnya dan intensitas cahayanya.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Pentingnya menata pencahayaan buatan (lampu) untuk kesan ruang

>

astudioarchitect.com Mata dan pikiran kita merespon secara emosional untuk kehadiran cahaya dan menikmati secara intuitif perbedaan jenis atmosfer siang hari atau pencahayaan buatan pada malam hari yang diciptakan oleh kehadiran cahaya buatan atau lampu. Jadi, di rumah, atau di manapun juga, suasana pencahayaan tidak boleh dianggap enteng pengaruhnya. Seperti suasana resort atau hotel, biasanya suasana visual dan dampak cahaya dapat direncanakan hingga ke detailnya. Sebuah tata cahaya yang baik – apakah itu dirancang untuk membantu kita menikmati ruangan, atau ruang luar, memberikan petunjuk atau arah, dan sebagainya – memainkan peran penting dalam membentuk cara kita menilai pengalaman dalam ruangan, bahkan hingga tingkat bawah sadar.

Merencanakan cahaya dalam ruangan, berarti juga harus memperhatikan unsur bayangan, yaitu bagian yang tidak terkena sinar lampu namun hanya pendarannya saja. Penerimaan permukaan benda tergantung pada besar kecilnya daya pancar dari lampu tersebut. Penting untuk diperhatikan, adalah kualitas emosional
pencahayaan; cahaya perlu diatur untuk mencapai sebuah suasana tertentu.

Suasana tersebut, misalnya suasana ‘romantis’, atau ‘terang’, atau ‘cozy’. Pikirkan suasana apa yang bisa didapat dari jenis-jenis lampu tertentu.

■ Dalam desain pencahayaan, kualitas emosional yang didapat harus diperhatikan lebih dahulu.
■ Lighting desainer adalah spesialis dalam pencahayaan ruangan dan estetika pencahayaan untuk mendapatkan karya desain interior yang sekreatif mungkin. Interior designer mungkin juga memiliki banyak referensi dan inovasi baru untuk pencahayaan.

Bagian rumah yang paling banyak digunakan adalah kamar terutama di malam hari, setelah itu baru ruang keluarga, ruang makan, ruang dapur, kamar mandi dan ruang tamu. Sedangkan untuk pencahayaan yang harus selalu ada misalnya di area teras, balkon dan disekitar pintu dan jendela. Lighting desain untuk ruang seperti kamar tidur harus diarahkan terutama untuk kebutuhan suasana dan kenyamanan, yang dalam pencahayaan istilah berarti luminair. Secara individual diaktifkan dan diatur untuk memenuhi berbagai
kebutuhan ruang dimana tiap ruang berbeda.

Penataan cahaya dapat lebih lanjut ditekankan untuk memperoleh suanana pencahayaan terbaik dan menonjolkan cahaya tersebut pada tempat-tempat yang tepat, misalnya pada hiasan dinding, galeri lukisan, meja kerja, dan sebagainya. Untuk meningkatkan kesan keseluruhan ruangan, kualitas desain harus menjadi
prioritas ketika memilih jenis lampu, baik itu lampu tempel, lampu gantung, chandelier, ataupun lampu pendar. Sebaiknya kita bisa memilih dan mengatur tingkat kecerahan dan penyebaran cahayanya dalam ruangan sesuai dengan suasana hati, misalnya dengan memilih jenis lampu yang bisa diatur arahnya, terang gelapnya dan intensitas cahayanya.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.