Salah satu cara membangun dengan anggaran terbatas


astudioarchitect.com Banyak metode dilakukan untuk menghemat biaya saat membangun rumah, hal ini karena tidak semua orang mampu membangun rumah dengan dana yang fantastis, tak heran cara-cara alternatif banyak dicari untuk meminimalkan biaya membangun. Dalam merespon hal ini, di astudio baru-baru ini terdapat klien yang memiliki dana terbatas untuk membangun rumah, dan menghendaki untuk membangun rumah dengan dana terbatas, karena itu kami mencoba membantu dengan berbagai cara. Mungkin para pembaca bisa mengambil manfaat atau juga memberikan saran dan komentar, sebenarnya merupakan paduan dari pengetahuan desain arsitektur yang efektif biaya serta ilmu teknik sipil. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membangun dengan anggaran terbatas adalah pilihan-pilihan yang diambil dan merupakan konsekuensi dari anggaran terbatas, namun sedapat mungkin tidak mengurangi luasan bangunan yang dikehendaki, serta tetap menampilkan kualitas rancangan yang ‘arsitektural’. Dalam hal ini pengertiannya adalah memiliki pertimbangan estetika yang didesain sejak awal sehingga meskipun murah tetap memiliki nilai secara estetika. Dalam hal ini ada beberapa pertimbangan yang bisa diambil:

Metode ini merupakan sistem membangun konvensional yang disederhanakan demi tujuan menekan biaya. Pemakaian material yang lebih murah daripada material yang biasanya dipakai. Material jenis ini cukup melimpah adanya, dan ada disekitar kita.

  • Contoh pemakaian material misalnya dinding bata ekspos, memiliki nilai estetika berupa tekstur bata yang tidak diaci, dimana banyak orang merasa suka dengan jenis dinding bata ekspos ini, sehingga dipakai diseluruh area rumah. Dinding bata ekspos terlihat cantik meskipun ditumbuhi sedikit lumut. Jenis estetika yang bisa didapatkan dari dinding bata ekspos adalah kesan rustic atau pedesaan yang kuat. Dinding bata ekspos, bila memakai bata biasa juga bisa, hanya harus dibuat nat aciannya lebih halus, sehingga rapi. Bata ekspos khusus juga ada, namun harganya juga lebih mahal.
  • dinding plaster tanpa plamir, dinding jenis ini menampilkan tekstur plaster adukan semen yang tidak ditutup plamir ataupun dicat. Dalam hal ini sama seperti dinding ekspos, memiliki jenis estetika rustic.
  • lantai dari beton rabat atau plaster saja, tanpa dikeramik. Minus pemakaian keramik bisa menghemat biaya cukup banyak karena per meter bervariasi antara 30-200an ribu, biaya untuk membeli material keramik atau penutup lantai yang lain. Bila berencana untuk memakai karpet, maka bisa diplaster saja, tidak usah memakai keramik. Kesan ruangan juga lebih dingin karena panas diserap oleh plaster tersebut.
  • keramik lantai kw3 disamarkan dengan nat yang besar, merupakan salah satu alternatif lantai yang lebih murah. Daripada memakai keramik KW 1 dengan sedikit nat, bisa juga dengan memperlihatkan nat hingga 5cm jarak antara keramik.
  • tanpa plafon, dengan tanpa plafon, maka kita menghemat banyak biaya untuk pembuatan plafon, namun kita juga bisa mengakalinya dengan, misalnya menggunakan kerai bambu untuk menutup bagian bawah atap yang terlihat. Kerai bambu bisa menghemat biaya namun lebih lekas diganti. Meskipun begitu, ada jenis genteng yang memang terlihat bagus dari bawah sehingga pada ruangan tertentu, bisa tidak ditutup bagian bawahnya, misalnya genteng karangpilang.
  • struktur dibuat sesederhana mungkin dengan kekuatan struktur yang memadai, namun tidak usah terlalu bereksperimen dengan bentuk bentuk rumit untuk menekan biaya. Struktur ini berhubungan dengan banyak aspek rancangan arsitektur dan teknik sipil, dialog antara arsitek dan ahli sipil bisa memberikan banyak masukan untuk menekan biaya pembangunan.
  • pembangunan rumah bisa dilaksanakan dengan membangun hingga luasan yang ditentukan, tanpa mengurangi luasan tersebut, namun mengurangi biaya untuk material, struktur konstruksi baik dari desain arsitektur ataupun dari teknik sipilnya. Mendesain dengan arsitek dengan dukungan teknik sipil yang baik akan mampu menghasilkan sinergi untuk mengurangi banyak biaya.
  • Bagian-bagian yang dibuat ekspos tanpa finishing, akan bisa diperbaiki atau diselesaikan bila ada dana lagi. Meskipun begitu banyak dari segi material tanpa finishing yang justru memperlihatkan estetika yang baik. 

Biaya membangun yang paling banyak biasanya untuk struktur dan finishing, struktur konstruksi bisa mencapai 50% lebih dari biaya keseluruhan pembangunan, demikian juga dengan finishingnya. Salah satu cara untuk menekan biaya adalah dengan menyederhanakan desain struktur bangunan, atau meminimalkan finishing.

Yang dimaksud sistem konstruksi adalah
– pondasi
– sloof
– kolom
– balok
– dak beton
– konstruksi atap: kuda-kuda, gording, usuk, reng
– struktur besi hollow carport
– rangka plafon
– rangka tangga
– dak tangga
– dsb

contoh finishing:
– keramik
– parket
– batu alam tempel
– kayu ekspos tempel
– cat
– wallpaper
– penutup plafon: gypsum, dsb
– penutup tangga
– karpet
– gorden
– kusen dan daun pintu jendela
– dan sebagainya

Pemilihan struktur dan material finishing yang dipakai berkaitan dengan desain arsitektur, sistem struktur dan sebagainya yang pada akhirnya merupakan sebuah sinergi, untuk mewujudkan rumah impian.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s