Menahan lumpur masuk selokan dengan tanaman


astudioarchitect.com Pada waktu hujan, tanah disekitar rumah bisa tergerus oleh air hujan yang turun sehingga masuk ke selokan. Hal ini berakibat kurang baik karena selokan bisa terisi dengan tanah maupun sampah sehingga saat hujan akan terjadi banjir. Banyak orang memilih untuk menggunakan beton bertulang untuk membuat tanggul disekitar selokan agar tanah tidak tergerus oleh hujan. Tahukah Anda bahwa tanggul atau penahan lumpur bisa dibuat dengan cara menanam tanaman disekitar selokan untuk menahan lumpur?

Picture source: ehowcdn.co.uk/

Cara menahan lumpur atau tanah masuk dalam saluran air sebenarnya merupakan cara alami yang sudah digunakan oleh petani tradisional yang bisa kita adopsi untuk lingkungan disekitar kita. Terutama untuk daerah kota yang padat penghuni, bisa membantu warga untuk menanam lebih banyak tanaman didepan rumah yang memberikan penghijauan dan kesegaran. Dengan sedikit repot meluangkan waktu dan usaha, bisa menggantikan tanggul beton yang mahal.

Untuk membuat pencegah lumpur erosi lerengan yang sederhana, kita bisa membuat tanggul dengan skema seperti dibawah ini:

Berdasarkan diagram diatas, terdapat cara sederhana untuk mencegah erosi yaitu menanam tanaman perdu dengan mencangkok tanaman yang disisipkan dalam tanah dengan kemiringan akar minimal 10derajat. (sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan cara menanam tanaman perdu penahan erosi yaitu membuat coakan/ lubang memanjang dan meletakkan tanaman dan akarnya, kemudian menimbun dengan tanah kembali. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan pagar palisade, yaitu merupakan susunan kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa untuk turut menunjang tanah agar tidak longsor. Kayu atau bambu disusun menyerupai bantalan dimana disela-selanya masih bisa ditanam tumbuhan. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Selain itu, kita juga bisa menggunakan geotekstil, yaitu semacam lapisan dari plastik hitam (polimer) berlubang-lubang, dipilih dari yang diameter cukup besar yang bisa ditanami bagian lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Diagram diatas menunjukkan cara lain yaitu menggunakan rooster atau grassblock, dari jenis terakota ataupun dari beton (concrete lawn blocks). Caranya adalah dengan menyusun rooster diatas tanah yang miring, dan menanam tanaman perdu di lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)
Gambar-gambar rooster beton dengan lubang-lubang yang bisa ditanami.

Beberapa tanaman yang baik untuk digunakan sebagai tanaman penahan erosi antara lain:

– Rumput rumputan (misalnya alang-alang), kekuatan daya tahan akar: 0.5-1N/cm2
– Semak belukar (misalnya mimosa), kekuatan daya tahan akar: 0.3-6N/cm2
– Perdu (misalnya Trembesi), kekuatan daya tahan akar: 1-7N/cm2
– Petai Cina
– Janti
– Yang Lioe
– Kembang Jepun
– Kersen
– Nangka
– Nimba
– dsb

External links:
– Jenis tanaman penutup tanah: http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/tanaman-penutup-tanah/
– konservasi tanah: http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_tanah

 ________________________________________________
Artikel terinspirasi dari buku Heinz Frick: Arsitektur Ekologis.
Ditulis oleh Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s