Tata Cahaya Interior Rumah Tinggal


 astudioarchitect.com Untuk menghindari kesan ruangan yang kusam, membosankan dan tidak memiliki citarasa, kita bisa menggunakan efek pencahayaan (lampu) dengan berbagai tata cahayanya. Berbagai efek cahaya bisa menimbulkan mood dan suasana berbeda pada suatu ruangan. Buku ‘Tata Cahaya Interior Rumah Tinggal’ karangan Putri Dwimirnani dan Mariana Rahman ini saya pilihkan untuk melengkapi pustaka di blog astudio. 

Kutipan: Lima Teknik dasar Pencahayaan Interior

Dasar pencahayaan interior diawali dengan pengenalan adanya tiga tipe pencahayaan berdasarkan caranya menerangi suatu obyek. untuk selanjutnya perlu dikenal juga berbagai model arah cahaya dari sumber cahaya menuju obyek. Berikut akan diuraikan lebih detail mengenai kedua teknik dasar pencahayaan tersebut.

A. Tiga tipe pencahayaan

Berdasarkan cara menerangi suatu obyek, ada tiga tipe pencahayaan, yaitu pencahayaan langsung, pencahayaan tidak langsung, dan pencahayaan semilangsung.

1. Pencahayaan langsung (direct lighting)
Sesuai dengan namanya pencahayaan ini memanfaatkan pancaran cahaya yang langsung mengenai obyek tanpa penghalang. Pencahayaan ini banyak digunakan oleh masyarakat luas karena pemasangan dan perawatannya yang tergolong mudah. Keunggulannya terlihat dari efektifitas cahaya sehingga tidak ada energi yang terbuang. pancaran cahaya seperti ini cocok sebagai aksen pada ruangan, misalnya spotlight atau downlight. Dengan sorotn cahayanya yang tajam, pencahayaan langsung bisa menghasilkan efek bayangan yang kuat sehingga sangat pas digunakan untuk tujuan dekoratif.

Meskipun unggul dari sisi teknis dan perawatan, pencahyaan jenis ini kurang baik untuk dimanfaatkan sebagai general lighting. Efek buruknya terasa dari silau dan pancaran panas yang mengganggu kenyamanan pengguna. Selain itu, sebaran cahaya yang lurus kebawah menyebabkan bagian atas ruangan (plafon) terlihat gelap atau kusam.

————————

[2. Pencahayaan tak langsung]
pemasangannya yang terpisah (untuk menghindari noda hangus akibat panas dari lampu) sehingga cocok untuk ruangan yang memiliki langit-langit dengan cat dekoratif. Tipe pencahayaan ini cocok untuk diterapkan untuk general lighting karena sebaran cahayanya lebih lembut dan merata sehingga mampu memberikan penerangan yang cukup tanpa memunculkan silau atau bayangan berlebihan.

Kelemahan terbesar pencahayaan tipe ini ada pada efisiensi energi. Cahaya yang dimanfaatkan sebagai sumber penerangan merupakan hasil dari pemantulan pada bidang yang tidak licin. Oleh karena itu, banyaknya cahaya yang dipantulkan tidak mencapai 100% dari apa yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Hal ini membuat energi yang dikeluarkan menjadi sedikit lebih boros dibandingkan dengan direct lighting. Selain itu, jenis pencahayaan ini hanya mampu menciptakan sedikit kontras pada ruangan sehingga tidak terlalu baik dalam menunjukkan detail suatu obyek. Kekurangan ini berkaitan pula dengan kemampuannya dalam membangun suasana. Karena sebaran cahayanya cenderung tipis dan merata, ruangan akan terasa sedikit hambar.

3. Pencahayaan Semilangsung
Pencahayaan jenis ini merupakan perpaduan antara penchayaan langsung dan tak langsung. Salah satu sistemnya antara lain dengan memancarkan sebagian cahayanya secara langsung ke bawah dan sebagian cahaya lainnya dipantulkan ke atas. Dalam pemanfaatan cahaya alami, berarti ada sebagian cahaya yang sengaja dipantulkan menggunakan reflektor, dan selebihnya dibiarkan masuk ruangan secar alami.

Banyaknya cahaya yang diteruskan dan dipantulkan bisa bervariasi, dengan perbandingan antara 40%-60%, 60%-40%, 50%-50%, dan seterusnya. Menurut Francis D.K. Ching dalam bukunya berjudul Ilustrasi Desain interior, perbandingan terbaik adalah 40%cahaya langsung dan 60% cahaya tidak langsung.

Hasil pendaran cahaya dari sistem ini merupakan yang paling ideal karena menggunakan segala kelebihan dari kedua sistem sebaran cahaya diatas. Pencahayaan jenis ini menghasilkan cahaya yang cukup terang, tetapi tidak terlalu silau serta cukup efektif dalam pemanfaatan energi, termasuk ketika digunakan pada ruangan yang besar. Kelemahan hanyalah pada biaya instalasi dan perawatan yang mahal. Selain itu, pencahayaan tipe ini juga jauh lebih rumit dibandingkan kedua jenis pencahayaan sebelumnya.

http://books.google.co.id/books?id=4WXieQSgshgC&lpg=PA74&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s