Bentuk-bentuk bangunan Joglo Jawa


astudioarchitect.com Rumah Joglo termasuk jenis rumah tradisional Jawa yang merupakan bangunan untuk kalangan yang terpandang (jenis joglo yang bahan kayunya banyak). Pada jaman dahulu di Jawa, orang membangun dengan batu seperti di candi-candi, namun karena ketersediaan kayu yang cukup, maka membuat bangunan dari kayu. Evolusi bentukan bangunan sampai pada jenis bangunan Joglo ini di tanah Jawa. Pada jaman kayu masih banyak, biasanya joglo menggunakan jenis kayu Jati yang sangat baik kualitasnya. Setelah kayu menghilang karena banyak orang menggunakan Jati Jawa, maka lambat laun di Jawa makin banyak menggunakan kayu Kalimantan, namun kurang pas dengan aturan Jawa bila digunakan pada bangunan Joglo karena aslinya selalu harus ada peraturan khusus tentang bagian kayu yang bisa digunakan di bangunan Joglo. Pada artikel ini dimuat tentang bentuk-bentuk bangunan Joglo yang didapatkan dari buku “Joglo, Arsitektur Rumah Tradisional Jawa”, karangan R. Ismunandar K.

Joglo paling tidak berbentuk bujur sangkar dan bertiang empat, namu banyak juga jenis joglo yang berkembang menjadi banyak tiang (saka). Susunan ruang biasanya dibagi menjadi tiga bagian yaitu ruang pertemuan yang disebut pendapa, ruang tengah atau ruang yang dipakai untuk mengadakan tontonan wayang kulit disebut pringgitan, dan ruang belakang yang disebut dalem atau omah jero sebagai ruang keluarga.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s