‘Jalan-jalan’ di toko batu alam


astudioarchitect.com Sekedar bercerita saat saya berbelanja di toko batu alam, sempat memotret beberapa batu yang dijual di toko tersebut dan inilah beberapa hal yang bisa saya ceritakan. Batu alam yang dijual di toko batu alam biasanya merupakan jenis batu tempel untuk dekorasi, baik untuk dinding maupun lantai. Untuk dinding biasanya dipakai batu yang sudah dipotong-potong dengan ukuran tertentu, misalnya 20x30cm. Ada pula batu alam dekorasi yang sudah dicetak, dan ada pula batu alam kecil-kecil untuk disebar ataupun dipakai ampyangan. 
Batu ini biasanya disebar di taman kering atau sisa lahan yang tidak diperuntukkan tanaman. Batu bulat-bulat seukuran koin ini memang enak untuk diinjak-injak sebagai sarana pijat refleksi alami. 
Batu alam yang kecil-kecil ini biasanya dipakai untuk ampyangan, warnanya ada bermacam-macam. Ada yang berwarna-warni cenderung gelap seperti ini, ada pula yang cenderung terang (putih), ada pula yang merah, dan sebagainya. Untuk ampyangan, biasanya dipakai untuk lantai carport atau perkerasan disekitar rumah yang memiliki motif. 
Batu alam ini merupakan batu paras yang dikukir dan ada pula yang merupakan batu cetakan. Biasa digunakan untuk menghiasi dinding luar ataupun dalam, memberikan kesan yang lebih artistik pada dinding tersebut. 
Bermacam-macam batu hias yang dapat ditempelkan atau dipakai sebagai rooster (lubang angin/ventilasi).
Jenis batu alam yang terang seperti ini diantaranya adalah batu paras dan batu palimanan. Batu paras cenderung ke warna putih, sedangkan batu palimanan cenderung kuning. 
Batu alam ini dibuat garis-garis dengan mesin yang menimbulkan alur yang sangat sesuai untuk dekorasi batu dinding tempel untuk luar rumah seperti di pagar, atau dinding luar. Kesannya yang bergaris-garis cukup rapi. Terdapat banyak jenis garis lainnya dan foto ini hanyalah satu variasi saja. 
Batu seperti ini merupakan lempengan, terdapat beberapa jenisnya seperti pada foto ini adalah marmer bakar yang memiliki tekstur akibat proses cutting dan pembakaran. Jenis lain seperti batu Jember lebih abu-abu ke arah hitam. Batu candi memiliki tekstur seperti batu di candi-candi dan biasanya dipakai untuk rumah bergaya ‘Minimalis’ memiliki unsur abu-abu. Sedangkan batu andesit  cenderung hitam.
Batu ini dibuat alur yang bila disusun akan menimbulkan kesan susunan batu kecil-kecil dengan motif garis-garis yang maju mundur. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s