Penjelasan tentang kebakaran dan material bangunan


astudioarchitect.com Api memang bermanfaat bagi manusia karena digunakan untuk memasak dan berbagai keperluan lainnya, namun api juga bisa membahayakan bila tidak dapat dikendalikan. Berbagai kasus kebakaran sudah terjadi harus membuat kita waspada. Ada berbagai sebab yang bisa menjadikan kebakaran, antara lain: puntung rokok yang dibuang, percikan bunga api, arus pendek listrik, serta petir. Api dapat menyambar pada benda-benda yang mudah terbakar.

Terdapat beberapa macam material bangunan yang dapat digolongkan dalam ketahanan terhadap api dari yang sangat tahan api hingga bahan yang sangat mudah terbakar. Berikut ini karakter material bangunan dan hubungannya dengan api:

Baja. Material ini dapat berubah bentuk bila terpapar api karena itu bahayanya adalah apabila konstruksi baja dalam keadaan terbakar maka bangunan dapat roboh karena perubahan bentuk struktur baja. Material ini sebenarnya dapat dicampurkan dengan logam lain seperti krom (Cr), Molibdan (Mo), Nikel (Ni), atau Vanadium (V) untuk menghasilkan material baja yang lebih dapat bertahan terhadap api namun baja dengan campuran harganya cukup mahal. Baja yang digunakan dalam struktur beton bertulang yaitu besi tulangan lebih tahan terhadap api berkat selimut betonnya. Namun bila struktur baja digunakan sebagai konstruksi secara langsung sebaiknya diselimuti dengan gypsum, sekaligus sebagai aksen.

Beton. Material yang umum dipakai ini merupakan material yang tahan terhadap api. Bila dijadikan konstruksi beton bertulang maka beton tersebut mampu melindungi besi dari berubah bentuk. Apabila terbakar, kandungan air dalam beton akan menurun dan dapat pula menurunkan kekuatan beton. Karena itu apabila sudah terbakar maka sebaiknya beton diganti dengan yang baru.

Kaca. Material ini tidak tahan api meskipun tidak terbakar, sehingga kemungkinannya adalah kaca akan pecah. Kaca tempered merupakan kaca yang lebih tahan api dan pecahnya tidak membahayakan manusia karena pecah kecil-kecil. Lapisan pelindung kaca juga dapat mencegah kaca pecah berhamburan apabila terpapar panas.

Kayu. Kita tahu material ini tidak tahan terhadap api atau mudah terbakar. Meskipun demikian, apabila api mati dan belum menghabiskan seluruh kayu maka lapisan arangnya justru akan mencegah kayu terbakar, hal ini menjadikan bangunan kayu lebih lambat robohnya dibandingkan bangunan berstruktur baja maupun beton bertulang. Kayu yang dicat juga lebih tahan terhadap api.

Bahan plastik. Material ini hadir dalam rumah dalam berbagai bentuk dan susunan kimianya yang membedakan cepat tidaknya terbakar. Material plastik sangat mudah terbakar, dan menimbulkan tetesan plastik terbakar yang dapat menyebarkan api serta mengeluarkan gas beracun. Berbagai material seperti pipa saluran, pintu PVC, peralatan rumah tangga, busa kasur dan sebagainya merupakan contoh plastik dalam rumah.

Dari segi desain bangunan, sebaiknya diperhatikan bagaimana mencegah dan menyelamatkan diri apabila terjadi kebakaran. Setiap rumah tangga sebaiknya memikirkan bagaimana tindakan cepat yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran, misalnya seperti rute terpendek untuk keluar rumah, adanya tangga darurat, serta bukaan yang dapat digunakan untuk menyelamatkan diri.

Peralatan pemadam kebakaran sebaiknya dimiliki oleh setiap rumah tangga dan bangunan gedung sesuai dengan lingkup dan luas bangunannya. Rumah sebaiknya memiliki balkon yang dapat digunakan menyelamatkan diri, tentunya dengan adanya tangga darurat. Tindakan-tindakan pencegahan antara lain:

– Memiliki peralatan pemadam kebakaran yang disesuaikan dengan skala bangunan
– Memiliki rute keluar dan tangga darurat
– Memiliki akses telepon atau komunikasi dengan pemadam kebakaran
– Memasang alarm kebakaran

Jangan menutup bangunan seluruhnya sehingga membentuk sebuah kerangkeng bagi penghuni rumah. Teralis yang digunakan sebaiknya pada titik-titik tertentu harus direncanakan untuk bisa dibuka. Sudah banyak cerita yang mengabarkan satu rumah terbakar beserta penghuninya karena tidak dapat keluar rumah akibat teralis yang tidak dapat dibuka.

Gedung-gedung apartemen dan rumah susun sebaiknya memiliki akses khusus ke tangga darurat yang dapat diakses kurang dari 35m, dengan lebar pintu dan tangga minimum 1,2m. Desainer bangunan (arsitek) sebaiknya merencanakan juga agar api tidak menjalar dari satu lantai ke lantai lainnya dengan memperpanjang jangkauan perkiraan lidah api.

Perlengkapan pemadam kebakaran yang umum untuk gedung bertingkat, apartemen maupun rumah tinggal adalah Hidran dan sistem sprinkler. Hidran air merupakan saluran yang hanya digunakan saat terjadi kebakaran, yang disambungkan dengan pipa saluran air PDAM. Sayangnya hidran tidak selalu terpikirkan di daerah permukiman, yang akibatnya adalah mengandalkan pada mobil pemadam kebakaran untuk mengambil air.

Sistem hidran untuk gedung tinggi memerlukan satu sistem khusus dimana terdapat tandon air khusus untuk hidran, sedangkan untuk rumah tinggal, sistem hidran dapat mengambil cadangan dari tandon air rumah yang diusahakan untuk selalu terisi air.

Tabung Pemadam api merupakan alat yang dipakai memadamkan api dengan zat asam berbentuk busa, bubuk, halogen, atau karbondioksida. Tabung pemadam dapat diletakkan ditempat strategis pada gedung lantai gedung bertingkat dan harus dipelihara agar setiap saat dapat dipergunakan.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s