Pengetahuan Sistem Bangunan Tinggi (2)


astudioarchitect.com Dalam merancang bangunan tinggi, terdapat banyak sistem yang perlu kita rancang agar bangunan tinggi memiliki sistem-sistem yang terintegrasi dan tidak menimbulkan kekacauan. Bangunan tinggi yang sistem-sistemnya tidak terencana akan membuat bangunan tersebut tidak berfungsi dengan baik bahkan akan harus dibongkar dan disusun ulang sistem-sistemnya yang tentu saja merupakan pemborosan. Salah satu pertimbangan utama dalam perancangan bangunan tinggi adalah sistem penghawaan buatan (air conditioning) akibat penggunaan kaca sebagai selubung bangunan. Penggunaan kaca menimbulkan efek rumah kaca yaitu meningkatnya suhu dalam gedung dan tidak adanya aliran udara.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Pembangunan bangunan tinggi biasanya menggunakan teknologi yang lebih canggih daripada bangunan rendah karena diperlukan sistem konstruksi yang lebih rumit perhitungannya, sehingga banyak cara tradisional terpaksa masih belum dapat dimasukkan dalam rancangannya, kecuali untuk beberapa bagian di lantai bagian bawah dapat menggunakan elemen-elemen arsitektur tradisional. Bagian atas akan sangat terpengaruh dengan iklim di udara atas yang sangat ekstrim. Hal ini menyebabkan bangunan tinggi biasa dibangun dengan sistem penghawaan buatan.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Perlu diperhatikan adalah orientasi bangunan agar secara umum bangunan dapat menggunakan sumber daya alam sinar matahari dan pendinginan yang lebih efisien berkaitan dengan arah matahari dan hembusan angin. Bangunan yang memperhatikan hal ini berarti memperhatikan iklim tropis dalam perancangannya, karena memaksimalkan energi terbarukan demi menghemat energi listrik.

Sistem lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah desain arsitektural yang baik, berkenaan dengan penataan ruang dalam serta pengaturan berbagai sistem jaringan utilitas bangunan, seperti saluran ventilasi, pengkondisian udara, sirkulasi vertikal, jaringan listrik, dan pemipaan. Sistem-sistem yang tidak perlu terlihat harus disatukan dalam jalur khusus yang tidak mengganggu segi arsitektural interiornya, dimana terdapat alokasi area khusus serta jalur vertikal dalam shaft-shaft yang berhubungan.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s