Tips hemat listrik di rumah tinggal / Electricity efficient house


Apakah rumah bisa didesain dengan pendekatan hemat listrik? Listrik adalah energi yang terbarukan (dapat dibuat lagi berulang kali) yang berasal dari pengolahan sumber energi lain sebagai pemicunya. Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan harga listrik juga semakin mahal dan menipis. Masih ingat himbauan pemerintah untuk mematikan alat-alat listrik yang tidak diperlukan selama jam-jam tertentu di malam hari?


Ruangan tempat hidup sehari-hari kita, sebaiknya direncanakan agar sehat, sekaligus hemat energi

A house can be designed with energy saving approach. Electricity is energy derived from the processing of other energy sources as a trigger. Today, the supply of electricity for home use is getting lower, due to the increasing depletion of energy sources used to produce electricity, the kinetic energy of water, petroleum and other sources such as coal and geothermal. This resulted in electricity prices are also more expensive and become more scarce  


Pada rancangan rumah, bila masalah energi ini diperhatikan, akan dapat menghemat dana untuk membeli listrik. Sekarang ini, sudah saatnya masing-masing pemilik rumah untuk memperhatikan hal ini, dari awal sewaktu mendesain sebuah rumah. Istilah yang cukup populer saat ini adalah ‘rumah hemat energi’, yang sebenarnya tren-nya sudah ada dimulai dari berbagai negara yang berkembang lebih maju dari negara kita, diakibatkan oleh krisis energi dan makin mahalnya harga listrik.

Rumah hemat energi dapat diterapkan melalui rancangan rumah tinggal. Penghematan ini tidak hanya berarti penghematan dalam pemakaian alat-alat listrik saja, namun juga penghematan dari sisi yang dapat ‘terbantu’ oleh desain. Sebagai contoh; pada siang hari tidak memakai listrik sama sekali untuk pencahayaan buatan yaitu lampu-lampu dalam rumah. Siang hari kita juga tidak perlu menggunakan AC untuk mendinginkan udara, karena rumah kita cukup sejuk dan dingin tanpa AC.

When designing a house, we should make sure energy issues are addressed, it will be useful to design a less energy house and save money to buy power. Now it is time for each homeowner to pay attention to this, from the start when designing a house. The term which is popular at the moment is ‘energy efficient homes’, which is actually an emerging trend started from many different countries, due to the energy crisis and the increasingly high price of electricity.

Energy efficient homes can be applied through houses sesign. These savings are not only significant savings in using of appliances, but also in terms of savings that can be ‘helped’ by design. For example: in the daytime an energy efficient room does not use electricity at all for artificial lighting. During the day we also do not need to use air conditioning to cool the air, because our house is quite cool and cool without air conditioning (in tropical country).

.
Penerangan buatan (lampu-lampu)
Penerangan dibutuhkan agar mata kita merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah pencahayaan buatan dengan memasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah cukup.


Ruangan dengan warna putih atau warna terang lainnya, dapat menjadi lebih terang karena pantulan cahaya dari tembok ruang tersebut. Lain dengan warna tembok gelap yang menyerap cahaya.

Bila kita bisa memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari matahari pada pagi hingga sore hari, mengapa kita harus menggunakan pencahayaan buatan? Maka penghematan yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan cahaya matahari alami untuk menerangi ruangan pada pagi hingga sore hari tanpa bantuan cahaya buatan.

Cara untuk melakukan itu adalah melalui perencanaan perletakan ruang-ruang yang baik, sekaligus dapat menjadi penyedia alternatif dari cahaya yang diperlukan agar kegiatan dalam rumah menjadi nyaman. Tingkat kenyamanan itu tentu saja relatif dan hanya penghuni sebenarnya yang dapat mengukur tingkat kenyamanan dari banyaknya cahaya yang masuk dalam rumah. Para perancang atau arsitek dalam hal ini mengambil asumsi terbaik untuk memperkirakan seberapa banyak cahaya matahari dapat masuk dalam rumah, baik secara langsung maupun dipantulkan.

Lighting is needed in order to feel comfortable when we see and move. This comfort level is relative to each person. There are people who are comfortable with relatively little light (dark) and some are comfortable if his room ablaze with light. If it is less bright, mostly used solution is to add artificial lighting by installing lights. Artificial lighting is not necessary when there is enough natural lighting during the day. If we can maximize the use of natural light from the sun in the morning until late afternoon, why do we need to use artificial lighting? So the savings that can be done in this case is to maximize the use of natural light to illuminate the room in the morning to evening without the aid of artificial light.

The way to do that is through the planning process of designing space, and many ways can be alternative provider of light required for the activities in the house to be comfortable. The comfort level is of course relative, and the occupants can actually measure the level of comfort of the amount of light entering the house. The designer or architect in this case took the best assumptions to estimate how much sunlight can enter the house, either directly or reflected.

Arsitek memiliki berbagai acuan untuk menentukan banyaknya cahaya yang sebaiknya masuk dalam rumah, antara lain;

Arsitek juga sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup agar cahaya matahari yang masuk dapat maksimal mendukung kegiatan dalam rumah tinggal. Dalam hal ini arsitek dapat memperkirakannya melalui pengalaman. Selain itu ilmu spesifik yang dapat membantu memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan, jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.

Perlu diperhatikan pula besarnya cahaya yang masuk dari sinar matahari dari luar, dapat mengakibatkan suasana ruang yang lebih panas, yang akibatnya juga pada penggunaan AC maupun penghawaan alami. Bila rumah kita menggunakan AC, suasana panas akibat terlalu banyak cahaya matahari masuk juga mengakibatkan beban pendingin udara makin besar, sehingga beban listrik dan biayanya juga membengkak.

Tips untuk menghemat listrik penerangan antara lain:

  • Gunakan lampu hemat listrik daripada lampu pijar
  • Matikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak memakai ruangan.
  • Buatlah perencanaan titik-titik ampu yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala.
  • Letakkan lampu ditempat yang cukup rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
  • Letakkan saklar ditempat yang mudah dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan. 
Architects have a variety of reference to determine the amount of light that should be included in the home, among others;

Architects should also have enough knowledge that sunlight should enter a maximum value to light and support activities inside residence. In this case, the architect can estimate through experience. Besides specific knowledge that can help estimate the amount of light in the room is also in the science of architecture, the result can be a reference in the design of the house, which determines how much light is needed, the window needed, and how many lumens (unit of measurement of light intensity) should present in a room.

Note also the amount of light coming from the sun from the outside, can result in a hotter room atmosphere, which consequently also on the use of air conditioning and natural air flow. When we use the air conditioning, the heat from too much sunlight may as well cause higher air temperature, making the use of higher energy (in tropical countries).

Tips to save electricity, among others:
  • Use power-saving lamps instead of incandescent bulbs
  • Turn off lights when leaving the room when we do not use the room.
  • Make plans of lighting points efficiently, ie by not using switches that turn on all lights at once.
  • Put in place a fairly low light fixtures so that it can light more space.
  • Put in place simple on and off switches, for example, near the door, so that allows us to turn off the lights when leaving the room.

Air Conditioner (AC) pendingin udara
Sama dengan pencahayaan, tingkat suhu dan kelembaban udara juga relatif bagi setiap orang. Tingkat suhu yang nyaman bagi tubuh manusia adalah sekitar 27 derajat Celcius. Pada tingkat suhu nyaman ini, tubuh dapat bermetabolisme dengan normal. Bila suasana terlalu dingin atau terlalu panas, tubuh kita akan memberikan reaksi. Bila terlalu dingin kita menggigil, pembuluh darah menyempit. Bila terlalu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas tersebut melalui kulit, nafas dan sebagainya.

AC dibutuhkan untuk membantu mencapai suhu ruangan yang cukup nyaman bagi kita. Di negara kita, terutama di kota-kota besar yang semakin panas, keberadaan AC adalah untuk mendinginkan udara. Sementara itu di negeri yang dingin atau memiliki 4 musin, AC yang dibutuhkan adalah yang dapat menaikkan suhu udara (pemanas).

AC mengambil bagian yang cukup banyak dari penggunaan energi listrik. Penggunaan AC dapat menjadi kurang efektif bila terjadi kebocoran udara sehingga AC bekerja lebih berat dan mengkonsumsi listrik lebih besar. Cara yang patut diperhitungkan untuk mengurangi pemakaian AC bahkan menghilangkah kebutuhan akan AC adalah dengan menggunakan penghawaan alami. Yang dimaksud penghawaan alami adalah suatu cara mengalirkan udara yang segar sehingga membantu mendinginkan udara. Bila kita menggunakan AC, sedapat mungkin udara didalam ruangan tersekat dengan baik.

Dalam kasus menggunakan kipas angin, misalnya. Kipas angin mengalirkan udara lebih cepat sehingga molekul-molekul udara bersentuhan dengan kulit dan membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Meskipun demikian, suhu udara sebenarnya masih tetap sama, sehingga aliran udara adalah sebab kita merasa lebih sejuk. Menggunakan AC berarti juga mendinginkan udara sehingga udara bisa turun suhunya, tanpa pergerakan udara pun, suasana sudah tidak terasa ‘gerah’.

Tanaman dapat membantu menurunkan suhu udara disekitar rumah, karena keberadaannya menyerap sinar ultraviolet, menyaring udara lewat proses fotosintesis. Tidak heran bila rumah yang dikelilingi tanaman terasa lebih sejuk, terlebih bila ruangan itu memiliki langit-langit yang tinggi. Tanaman sangat dianjurkan untuk memberikan sumber kesehatan alami pada bangunan rumah, termasuk udara alami yang dingin dan sejuk.

Tips tentang pendinginan udara:

  • Bila menggunakan AC, usahakan agar udara AC tidak keluar ruangan. Bersihkan AC secara berkala, atau memanggil tukang servis/pembersih AC
  • Dalam rumah tinggal, ruang-ruang yang cukup dingin tidak perlu diberi AC, mungkin ruangan seperti ruang tidur perlu diberi AC, hanya jika dirasa dibutuhkan. 
  • Gunakan plafon yang tinggi agar udara didalam ruangan lebih sejuk. Tetap gunakan plafon untuk atap dengan genteng, karena ruang diatas plafon dan dibawah genteng akan menghambat panas masuk dari permukaan genteng.
  • Bila tidak menggunakan AC, gunakan jendela-jendela yang dapat dibuka-tutup, dengan harapan kita dapat mengatur banyaknya hawa alami yang masuk. 
  • Tanamlah banyak-banyak tanaman dan peneduh disekitar rumah. Gunakan area taman atau tanah yang tidak digunakan untuk bangunan dengan semaksimal mungkin.
Same with lighting, temperature and humidity levels are also relative to each person. A comfortable temperature level for the human body is around 27 degrees Celsius. In this comfortable temperature level, the body can metabolize normally. If the atmosphere is too cold or too hot, your body will react. If it is too cold we shiver, blood vessels constrict. If too hot, the body tries to give off heat through the skin, breathing and so on.

AC is needed to help achieve the room temperature comfortable enough for us. In Indonesia, especially big cities are getting hotter, the presence of air conditioning is to cool the air. Meanwhile, in 4 seasons country, air conditioning is required to raise the temperature of the air (heating).

AC takes a fair amount of electrical energy use. The use of air conditioning may be less effective if there is air leak that makes AC work harder and consume more electricity. To reduce the use of air conditioning and even eliminate the need for air conditioning is by using natural air conditioning. The aim of natural air conditioning is a way of flowing of fresh air to help cool the air. When we use artificial air conditioning, indoor air wherever possible should be well insulated.

In the case of using a fan, for example. The fan air flow faster so the air molecules in contact with the skin and helps remove heat from the body. Nevertheless, the actual air temperature remains the same, so the air flow is cause cause the skin to feel cooler. 

Plants can help reduce the temperature of the air around a house, because their existence absorbs ultraviolet light, filter the air through the process of photosynthesis. Not surprisingly, a house feels cooler surrounded by plants, especially if the room has a high ceiling. Plants are strongly encouraged to provide a source of natural health in residential buildings, including the natural air and cool.

Peralatan memasak dan makanan; Rice cooker/warmer, lemari es, dan sebagainya
Rice warmer dan kulkas menyala sepanjang hari? Tentu saja banyak mengkonsumsi energi listrik bukan? Hal ini memang dalam kehidupan modern susah untuk dihindari; ada beberapa peralatan listrik yang tidak dapat dihindari, harus dinyalakan sepanjang hari. Untuk lemari es, usahakan agar pintu lemari es selalu tertutup rapat dan tidak ada kebocoran, serta hindari memasukkan makanan panas kedalamnya karena akan memacunya bekerja lebih keras dan mengkonsumsi lebih banyak listrik.

Dalam hal ini, komputer memegang peranan dalam bekerja, belajar dan mendapatkan hiburan dalam rumah. Televisi juga memegang peranan dalam memberikan hiburan. Daya listrik yang dibutuhkan untuk kedua jenis alat ini cukup besar, sehingga disarankan bila tidak digunakan maka sebaiknya dimatikan saja. 

Do you have Rice warmer and refrigerator on all day? Certainly it will consume lots of electricity. It is indeed in modern life difficult to avoid, there is some electrical equipment that can not be avoided, it should be turned on all day. For refrigerator, keep the refrigerator door closed and there are no leaks, and avoid putting hot food into it because it will be spurred to work harder and consume more electricity. 

Computers play a role in nowadays work, study and entertainment in a home. Television also plays a role in providing entertainment. Electric power is required for both types of devices in a large amount, so it is recommended when not in use then it should be turned off.

***

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

2 responses to “Tips hemat listrik di rumah tinggal / Electricity efficient house

  1. Komentar sebelumnya di http://www.astudio.id.or.id:nama: oneemail: lettersix@*****.comcomments: kalo mo hemat ya pake lampu semprong aja……………. ni kata dina loh…..website ini: bagus

  2. Lampu LED adalah Lampu masa depan yang SUPER HEMAT dan RAMAH LINGKUNGAN , dan juga TAHAN sampai dengan 10 Tahun . Untuk lebih lanjut tentang lampu LED ini hub :

    website : http://www.indoLED.com
    email : info@indoLED.com
    telp : 0361 720677
    blog : http://andihutagaol.blogspot.com/
    Alamat : JL.Tukad Balian , Ruko Wirasatya I No.2 Sidikarya 80224 SANUR
    ym : pangerantongsampah

    Kami adalah distributor lampu LED khusus Indonesia . Dengan harga sangat bersaing .Dan kami akan memberiakan Demo Gratis untuk daerah Bali.Product ini tidak dijual bebas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s