Mengenal sistem konstruksi Drywall (Dinding Kering)


astudioarchitect.com Dalam artikel ini terdapat video cara membangun menggunakan drywall, yaitu sistem memabngun yang lazim digunakan di Amerika dan Eropa, merupakan cara membangun yang agak berbeda dari yang biasa kita lakukan di negeri kita. Keterampilan yang diperlukan lebih kepada keterampilan untuk merakit material-material yang sudah jadi untuk dipasang dalam bangunan. Sistem drywall memiliki keuntungan yaitu cara kerja yang lebih cepat daripada sistem konvensional menggunakan konstruksi beton dan dinding bata. Hanya saja sistem konstruksi ini masih jarang digunakan di negeri kita.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Bila Anda ingin tahu bagaimana cara membangun menggunakan sistem drywall ini, simaklah video dokumenter dibawah ini. Siapa tahu bisa memberikan informasi yang Anda butuhkan dan mengetahui bagaimana cara membangun rumah yang sama sekali berbeda. Adapun berbagai macam material yang dibutuhkan dalam pengerjaan sistem konstruksi drywall agak berbeda dari material yang biasa kita gunakan, antara lain:

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
– Konstruksi Pondasi menggunakan pondasi beton dengan sloof saja yang langsung dibuat diatas tanah, adapun besar sloof ini lebih dibandingkan sloof rumah biasa karena tidak menggunakan pondasi batu. Dalam contoh di video ini terdapat dinding basement yang dibuat dari material fabrikasi juga.
– Konstruksi lantai menggunakan rangka kayu atau komposit penggantinya yang dibuat pabrikan, sehingga lantai tersebut tidak dibuat dari bahan cor beton.
– Konstruksi dinding menggunakan konstruksi drywall dengan rangka kayu atau baja ringan, atau komposit penggantinya yang ditutup dengan material papan buatan seperti GRC dan gypsum board. Diantara material penutup dapat disisipkan material insulasi seperti glasswool agar dapat mempertahankan suhu dalam rumah.
– Material konstruksi atap menggunakan kayu, baja ringan atau komposit penggantinya dengan jenis konstruksi yang agak berbeda dari yang biasa kita gunakan.
– Jendela dan pintu menggunakan material pabrikan seperti jendela dan pintu langsung jadi yang dapat dibeli dan langsung dipasang tanpa harus dibuat dulu.
– Penutup atap dapat menggunakan atap lembaran yang ringan sehingga tidak harus ditopang dengan struktur kayu yang berat.
– Dinding luar dapat ditambahkan cladding/ siding yaitu material penutup dinding. Batu alam juga dapat ditambahkan.
– Pemipaan air, jaringan elektrik dan HVAC dapat ditambahkan dengan mudah melalui bagian dalam sistem dinding partisi drywall yang berongga. Dengan cara ini lebih mudah untuk menanam didalam dinding maupun plafon, dibandingkan bila menanam jaringan dalam dinding bata, disamping itu juga akan memudahkan bila dibutuhkan maintenance/ pemeliharaan.
– Bagian dalam bisa menggunakan dekorasi seperti lis profil juga dengan menggunakan gypsum.
– Pengecatan dilakukan dengan cat semprot
– Lantai ditutup dengan material flooring seperti vinyl atau bisa juga parket, bahkan keramik dan sebagainya.
– Pada dinding partisi gypsum bagian dalam juga memungkinkan untuk dipasang keramik seperti di kamar mandi maupun area basah lainnya.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s