Mendesain apartemen sempit / Designing cramped apartment


astudioarchitect.com Berikut ini hasil wawancara tentang menata hunian apartemen bersama Probo Hindarto oleh Tabloid Wanita Indonesia sekitar bulan Juni lalu 1. Masalah apa saja yg biasanya muncul terkait dengan soal keterbatasan ruang? Masalah yang sering muncul dari keterbatasan ruang adalah penataan ruang yang kurang sesuai karena ketidak tahuan tentang prinsip dasar menata ruang yang terbatas. Diantaranya adalah kesalahan pemilihan furniture, kekurangan dalam penataan konfigurasi ruang (untuk rumah yang didesain sendiri atau dikonsultasikan dengan arsitek), hingga kepada kesalahan pemilihan unsur estetika ruangan, misalnya wallpaper yang kurang sesuai, pemilihan warna ruangan yang kurang sesuai, dan sebagainya.

1. What are the problems that usually arise associated with small space?
What we should pay attention when designing small space is spatial intuition about the basic principles of managing limited space. Among them is the selection of furniture, arrangement of the space, and aesthetics room, appropriate wallpaper, color selection and so on. Not all furniture can be combined alongside other objects in a small room or space. Size of the furniture, such as sofas, becomes very important to determine wether it fits the space. In my opinion, it is nice to put furniture such as sofas which is actually a rather large size. But do not fill the room with more than two large sofas. One sofa with the right size, and combined with two or three ottoman. Flexibility in layout needs to be maintained, for example by choosing a table which is rather small and easily moved.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Kesalahan dalam pemilihan furniture biasanya pada jenis furniture, dimana tidak semua furniture dapat diletakkan dengan baik berdampingan dengan benda-benda lainnya dalam sebuah ruangan yang terbatas luasnya. Ukuran furniture, misalnya sofa, menjadi sangat penting untuk menentukan kesesuaiannya dengan ruang tersebut. Menurut hemat saya, tidak ada salahnya untuk menempatkan furniture seperti sofa yang notabene berukuran agak besar. Tapi jangan memenuhi ruangan dengan lebih dari dua sofa yang besar. Cukup satu sofa dengan ukuran yang pas (bila perlu kita memesan sofa khusus untuk ruang tersebut), dan ditambahi dengan dua atau tiga ottoman (kursi kecil dengan cushion yang terkesan hangat, dan tanpa sandaran). Fleksibilitas dalam penataan ruang perlu tetap dijaga, misalnya dengan memilih meja yang agak kecil dan mudah dipindahkan.

2. Prinsip desain apa yang bisa diterapkan saat kita menghadapi masalah dalam menata ruangan yang sempit?

Prinsip utama dalam menata ruang sempit adalah pada hal-hal berikut:

– Penciptaan kesan ruangan. Ruang yang sempit belum tentu terasa tidak nyaman. Ruang sempit bisa juga menjadi ruang yang memberikan kenyamanan, misalnya ruang duduk yang terasa hangat dengan sofa yang nyaman, ditambah pencahayaan yang tepat untuk membaca dan pemilihan warna dinding yang segar dan cozy. Bila memperhatikan kesan ruang sempit dibandingkan dengan kesan ruang yang luas, kita bisa mengumpamakan dengan benda yang besar dan benda yang kecil. Ada benda seperti rumah tinggal atau ruangan yang kecil, terlihat atau ‘terasa’ lebih baik dan lebih nyaman daripada rumah tinggal atau ruangan yang besar. Kunci utamanya adalah penciptaan kesan ruang yang tepat.

– Pencahayaan yang tepat. Cahaya yang terlalu terang seperti satu lampu gantung yang menerangi seluruh ruangan, terkadang terkesan monoton, sehingga tidak jarang kesan ruang yang ingin dimunculkan juga kurang bisa maksimal.

2. Design principles for small space?
The main principle in managing small space:
– Create impression of the room. Small space is not necessarily uncomfortable. Narrow space can also be a comfortable space, such as a warm living room with comfortable sofas, plus the proper lighting for reading and a fresh and cozy selection of wall colors. When paying attention to the impression of living space than the impression of empty space, we can combine large furniture and small objects like accesories. There are things such as small room, to look or ‘feel’ better and more comfortable than a large house or room. The key point is the creation of a proper impression.
– The right lighting. Too bright light from general lighting that lit up the whole room, sometimes seem monotonous, so it is not unique also less to be raised to the maximum.

3. Kreatifitas untuk menjadikan ruangan multifungsi biasanya mengemuka dalam masalah lahan yang sempit ini. Nah, bisakah anda memberikan contoh bagaimana menciptakan unsur multifungsi dan dengan cara bagaimana kita bisa menciptakan hal itu? (khususnya dengan menggunakan elemen interior yang ada)

Multifungsi dalam ruang yang dimaksud bisa berarti ruang yang multi fungsi, atau perabotnya yang multifungsi. Untuk multifungsi dari segi fungsi ruangan, berarti memadukan dua atau lebih fungsi ruangan. Misalnya, ruang dapur berfungsi juga sebagai ruang makan. Ruang tidur, apabila menggunakan furniture tempat tidur yang bisa dilipat, bisa juga kemudian menjadi ruang kerja, atau ruang bermain (kamar anak), dan sebagainya. Dalam hal ini, memaksimalkan ruang yang ada sehingga mewadahi fungsi fungsi yang berbeda menjadi kuncinya.

Untuk multifungsi dari segi perabot atau furniture yang ada, saat ini banyak pilihan furniture yang memang dibuat untuk mengatasi keterbatasan ruang, dengan berbagai fungsi. Misalnya, meja tamu yang juga berfungsi sebagai nakas tertutup untuk menyimpan. Tempat tidur yang bisa dilipat dan fungsinya berubah menjadi meja kerja. Tempat tidur yang dibawahnya terdapat laci laci penyimpan, dan sebagainya.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Contoh kreatifitas lain misalnya, membuat dinding yang ada coakan sehingga bisa dipakai untuk kabinet build in. Seperti di http://astudioarchitect.com/2009/06/lemari-build-in-salah-satu-solusi.html

Ada pula trik khusus seperti memilih meja berbentuk bundar daripada meja kotak. Pada situasi khusus seperti di ruang tamu yang sempit, ini memudahkan bila bergerak dalam ruangan tanpa terantuk pinggiran meja. Trik lain seperti memilih meja, sekat ruang, atau elemen seperti sandaran kursi yang tembus pandang, atau tembus cahaya. Tujuannya adalah agar kesan transparan ini dapat memberikan kesan ruang yang lebih lega.

3. Creativity is the main issue. Can you give an example of how to create multifunctional elements? (Especially using existing interior elements)

Versatility in multi-function space, or a multifunctional furniture. multifunctional, means combining two or more functions. For example, kitchen also serves as a dining room. Bedroom, can be folded, it can also then be a den, or playroom. In this case, maximizing the existing space so as to accommodate different functions is the key.

Multifunctional in terms of existing furnishings or furniture, furniture now are many choices and made to overcome the limitations of space, with a variety of functions. For example, a coffee table that also serves as a bedside table. The bed can be folded and turned into a work table function. The bed with storage drawers underneath.

There are also special tricks like picking a round table rather than a boxy table. In special circumstances such as in a small living room, it is more convenient to move around without tripping the edge of the table. Tricks such as selecting a table, bulkhead spaces, or elements such as translucent chair rather than opaque. The transparent impression may give a feeling of a more spacious room.

4. Bagaimana tips menghadirkan suasana nyaman di ruang yang sempit?

Tingkat kenyamanan ruangan dipengaruhi oleh beberapa hal, yang pertama adalah kenyamanan secara biofisika, yaitu terutama kondisi thermal atau suhu ruangan. Kondisi thermal ini menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi dengan udara disekitar kita, bila terlalu panas akan terasa tidak nyaman. Demikian pula bila terlalu dingin. Karena itu, perlu kita perhatikan bagaimana sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Bila memungkinkan, ruangan harus berbatasan dengan udara luar yang bisa didapatkan melalui jendela atau ventilasi. Usahakan untuk membuat ruangan yang memang dapat terasa sejuk dan nyaman tanpa AC. Tentunya hal ini merupakan pertimbangan dalam desain rumah termasuk ruang ruang didalamnya. Menggunakan AC sebagai pengatur suhu merupakan langkah terakhir bila benar benar dibutuhkan untuk menghadirkan suhu ruangan yang nyaman.

Kenyamanan yang sifatnya fisik, yaitu yang bisa terlihat dan terasa oleh indera peraba kita. Bisa terlihat misalnya warna ruangan yang cenderung menenangkan bisa memberikan efek terapi psikologis yang baik. Warna-warna pastel, warna material batuan, kayu, serta warna material alami biasanya diasosiasikan dengan alam dan karena itu bisa membawa efek psikologis berupa perasaan nyaman karena dekat dengan alam.

Kenyamanan yang hubungannya dengan indera peraba, misalnya: pemilihan tempat tidur atau sofa yang terasa nyaman. Cara paling mudah untuk menentukan jenis furniture yang mempengaruhi indera peraba itu adalah dengan mencobanya sebelum membeli. Kita bisa merasakan dahulu dengan meraba atau merasakan di kulit kita. Ada furniture dengan cushion yang terasa panas, gerah dan ada pula yang terasa dingin dan nyaman.

Kenyamanan juga dipengaruhi oleh unsur visual, yaitu kesan ruangan karena pemilihan warna atau material dinding, lantai, dan sebagainya. Lantai yang dingin di kota yang cenderung panas memiliki efek menenangkan. Contohnya lantai yang dibuat dari marmer hitam.

4. How to present the coziest small space?
The comfort level of a room is affected by several things, the first is comfort in biophysics, which is primarily thermal or room temperature conditions. This thermal conditions to determine how the body reacts with the air around us, when it is too hot it will feel uncomfortable. Similarly, if too cold. Therefore, we need to consider how the air circulates in a room. If possible, the room should be adjacent to the outdoor air that can be obtained through a window or vent (in tropical countries). Try to create a room that is able to feel cool and comfortable without air conditioning. Obviously it is a design consideration. Using temperature-controlled air conditioning is the last option only when it is actually needed to deliver a comfortable room temperature.

Nature is also important, which can be seen and touched. A good view is comforting and can give good psychological therapeutic effect. Pastel colors, the color of rock material, wood, natural materials and colors usually associated with nature and therefore can also carry psychological effects such as comfortable feeling as well as being close to nature.

Comfort that has to do with the sense of touch, for example: the selection of bedcover or couch that is comfortable. The easiest way to determine the type of furniture that affect the sense of touch it is to try before you buy. We could feel first by touching or feeling with our skin. There is some furniture with cushions that feels hot, and some are cold and uncomfortable. Comfort is also influenced by visual elements, because the selection of colors or material on walls, floors, and so on. 

5. Terakhir, elemen interior apa saja yang bisa menjadi aksen di sebuah ruang sempit? Dan bagaimana cara penempatannya?

Elemen warna ruangan bisa menjadi aksen. Misalnya dengan membedakan warna salah satu dinding bisa memberikan aksen ruangan. Tapi memberikan warna gelap pada seluruh ruangan bisa juga menjadikan ruang sempit makin terasa sumpek. Warna yang sangat cerah seperti merah cerah, kuning cerah atau biru cerah bisa membuat mata terasa lelah, yang akibatnya ruangan juga tidak terasa nyaman.

Aksen lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat bidang bidang luas untuk jendela, sehingga bisa melihat secara bebas ke arah luar ruangan, misalnya kearah taman. Tujuannya agar secara visual tidak terbatasi dan menjadikan ruangan terasa makin luas.

5. Finally, other elements of interior?
Accents of  color. For example, by distinguishing the color of one wall may give better accent to the room. But give the whole room a dark color can also make the cramped space feel more crowded. Very bright colors like bright red, bright yellow or bright blue should make the eyes feel tired, which consequently will not create a comfortable space.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s