Desain kafe yang mendukung konsep ‘place’ sebuah kota


Kopitiam88 – kafe bernuansa tempo dulu

astudioarchitect.com Sebagai bagian dari kehidupan kota, kafe dan resto dianggap sebagai sebuah penghubung ‘hub’ untuk berbagai kepentingan, seperti bisnis, acara kantor diluar, maupun sekedar ngobrol dengan teman, keluarga dan pasangan hidup. Bagian dari desain bangunan yang urban ini merupakan bagian dari ‘genius loci’ sebuah perasaan yang kuat tentang suatu tempat. Sebuah tempat seperti ini sebaiknya sedikit banyak memberikan kontribusi untuk suatu kota dengan cara menyediakan tempat-tempat untuk berinteraksi dengan lebih banyak orang.

As part of city life, cafes and restaurants are considered as a ‘hub’ for various purposes, such as business, events outside the office, or just chat with friends, family and spouses. Part of the design of urban buildings is part of the ‘genius loci’ a strong feeling about a place. A place like this should be a bit much to contribute to a city by providing places to interact with more people.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Salah satu contoh kafe yang cukup menarik konsepnya seperti Kopitiam88 di Surabaya ini dapat menjadi alternatif untuk menjajal sebuah gaya baru dalam bertemu teman dan kolega. Kafe seperti ini menawarkan suatu atmosfer yang kental dengan suasana jaman dahulu dengan tema ‘peranakan Tionghoa’. Sesuatu yang esensial seperti ini bisa menjadi tema untuk sebuah kafe sebagai identitas yang diangkat sedemikian rupa dari sekedar ide, gagasan, dan ‘menangkap situasi sekitar’ menjadi sebuah pengalaman.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Sebuah pendekatan perancangan kafe yang baik biasanya memiliki hubungan kuat dengan bagaimana cara hidup dan pandangan hidup mereka yang ada disekitar kafe tersebut. Biasanya ide didapatkan dari identitas regional suatu kawasan untuk ditangkap dan dijadikan ide desain, misalnya seperti Kopitiam88 tersebut diatas atau bahkan yang lainnya seperti gaya hidup yang membutuhkan suasana lain dari keseharian.

Menghubungkan lingkungan sosial sekitar
Koneksi antar manusia yang diharapkan dalam pertemuan baik disengaja ataupun tidak dalam sarana tempat seperti ini sebaiknya memiliki hubungan kuat dengan sekitarnya, misalnya latar belakang pengunjung yang biasanya hadir, apakah dari kalangan pekerja, mahasiswa, atau keluarga.

Karakter lokal seperti bangunan kolonial yang dialihfungsikan menjadi kafe atau resto sangat populer akhir-akhir ini. Bangunan kolonial memiliki aksentuasi arsitektural yang kuat, disamping masih dapat dikembangkan sebagai ‘bahan mentahan’ dengan hubungan sejarah yang kuat dengan masa lalu sebuah kota. Pengunjung kafe dapat menikmati bangunan kolonial sekaligus merencanakan masa depan, dan menikmati masa sekarang dengan teman dan kolega.

Yang cukup penting dalam desain kafe adalah kondisi socio-ekonomi masyarakat atau pengguna (pengunjung) kafe apakah yang dibidik? Area dengan demografi yang berbeda antara satu dengan lainnya tampaknya akan sangat mempengaruhi pasar yang ingin dituju. Tradisi ‘ngobrol diluar’ misalnya, sementara ini masih banyak dikembangkan dikota-kota besar dan mereka yang berjiwa muda yang menghendaki untuk menikmati suasana berbeda dari yang mereka dapatkan sehari-hari.

English version:

One example of an interesting cafe concept as Kopitiam88 in Surabaya can be an alternative to try out a new style to meet your friends and colleagues. It offers a café like atmosphere which is thick with the atmosphere of ancient times to the theme of ‘Peranakan’. Something like this could be essential to a cafe as the theme of identity raised in such a way than just ideas, ideas, and ‘capture the situation around’ into an experience.

An approach to designing a good cafe usually has a strong relationship with how ordinary people live their lives and views that exist around the cafe. Usually the idea of ​​regional identity obtained from an area to be captured and used as design ideas, such as Kopitiam88 above or any other such lifestyle takes another atmosphere of everyday life.

Linking social environment around
Connections between people are expected at the meeting whether intentional or not in a place like this means you should have a strong relationship with its surroundings, such as the background of visitors who usually attend, whether from among workers, students, or family.

Local character as colonial building converted into a cafe or restaurant is very popular these days. Colonial buildings have a strong architectural accents, in addition to still be developed as a ‘material mentahan’ with strong historical ties to the past of a city. Visitors can enjoy the cafe colonial buildings as well as plan for the future and enjoy the present with friends and colleagues.

That is quite important in the design of the cafe is the socio-economic conditions of the community or the user (visitor) whether the targeted cafe? Areas with different demographics with one another would seem to greatly affect the market who want to target. Tradition ‘talk out’ for example, while there are still many developed big city and those young at heart who want to enjoy a different atmosphere than they get everyday.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s