Koneksi dalam Kota – Connections in City


astudioarchitect.com Artikel ini tentang salah satu konsep dalam desain urban (perkotaan) yaitu ‘koneksi’, menghubungkan antara satu titik dan titik lainnya, misalnya seperti dari stasiun kereta api ke terminal bis. Bisa juga dari terminal, stasiun dan bandara menuju ke landmark, pusat kota, dan titik-titik pusat lainnya. Di negeri kita hal  semacam ‘koneksi’ atau penghubung antar tempat ini seringkali belum terbangun dengan baik, bagaimana kita mencapai suatu lokasi menuju lokasi lainnya dengan berbagai alternatif.

Memaksimalkan area pejalan kaki dan pergerakannya akan membantu menciptakan lingkungan yang ramah untuk berjalan kaki.

This article is about one of the concepts in urban design (urban) ‘connection’, connecting between one point and another point, such as from train station to the bus terminal. It could also be from the terminal, the station and the airport to the landmark, downtown, and other central points. In our country such ‘connection’ or liaison between places are often not developed well, how do we reach other location with various alternatives.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Beberapa jenis alternatif ‘koneksi’ antar titik-titik situs dan lingkungannya antara lain:

Akses dan mobilitas
Bagaimana kita mencapai suatu lokasi dengan memanfaatkan sarana transportasi seperti busway, bis kota, kereta api, bandara dan bahkan pelabuhan.

Pejalan kaki
Perlu diberikan sarana pejalan kaki berupa trotoar sebagai sarana utama ‘koneksi’ untuk pejalan kaki, disetiap sisi jalan terutama di jalan besar, dan tidak digunakan untuk kepentingan lain seperti berjualan atau motor yang masuk ke trotoar. Pejalan kaki juga perlu diberikan sarana berupa tempat beristirahat pejalan kaki, yang akan mendukung konsep kota yang sehat, misalnya seperti alun-alun besar, alun-alun kecil, taman kota, shelter, dan sebagainya. Semakin banyak pejalan kaki maka sarana yang dibutuhkan juga seharusnya makin lengkap, agar makin banyak orang memilih untuk berjalan kaki dan tidak menambah kendaraan bermotor.

Pengendara Sepeda
Pengendara sepeda memerlukan jalur khusus untuk membedakannya dari jalur mobil dan motor, sehingga menjadi aman dan nyaman bagi pengendara sepeda. Semakin banyak orang menggunakan sepeda, maka akan semakin sehat sebuah kota, jumlahnya memperlihatkan tingkat kesehatan sebuah kota. Saat orang merasa nyaman dan aman memakai sepeda, maka makin menjadi tren dan kota makin berkurang polusinya.

Transportasi publik
Memerlukan perhatian dan perancangan yang menyeluruh, sehingga tidak terjadi area yang tidak terjangkau oleh transportasi publik. Macam transportasi publik adalah bis, kereta api, dan lain-lain. Semakin baik penataan dan ketersediaan transportasi publik, akan makin menyehatkan sebuah kota.

Kendaraan pribadi
Untuk konsep kota yang sehat, perlu dibatasi jumlah kendaraan pribadi, dengan cara menaikkan pajak kendaraan dan tidak memberikan keistimewaan untuk kendaraan pribadi melebihi pejalan kaki dan pengendara sepeda. Hal ini untuk mendukung sebuah konsep kota yang sehat, namun memerlukan perencanaan yang matang dari awal, bukan hanya sebuah upaya untuk ‘mengobati’ kota yang sakit.

Jalan layang
Diperlukan sebagai sarana untuk mengalirkan kendaraan tanpa harus bertemu di satu titik pertemuan, sangat diperlukan untuk jalan-jalan dikota besar sebagai solusi mencegah kemacetan.

Pengaturan kendaraan
Meliputi penyediaan lahan parkir yang cukup luas untuk berbagai kendaraan, disesuaikan dengan area dan lingkup yang dilayaninya, misalnya pembangunan sebuah gedung harus disertai dengan pengaturan tempat parkir yang cukup untuk seluruh gedung, demikian juga dengan taman kota, pusat perbelanjaan, landmark, dan sebagainya. Pengaturan ini juga menyangkut pengelolaan kendaraan seperti pengelolaan tempat parkir dari segi manajemen sumber daya manusianya. Jenis pengaturan lain adalah manajemen lalu lintas, merupakan pengaturan jalan raya dengan rambu-rambu lalu lintasnya.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Analisa kontekstual yang akan menyediakan dasar untuk merencanakan ‘koneksi’ dalam sebuah kota menyangkut berbagai hal yang harus diwujudkan:
– bagaimana rute dari satu tempat ke tempat lainnya berhubungan dan punya koneksi dengan infrastruktur yang ada berupa jalan, gedung dan fasilitas lainnya.
– Pemikiran tentang bagaimana menyediakan sarana untuk semua pengguna baik pejalan kaki, pengendara sepeda, motor, mobil dan kereta, tanpa harus mengorbankan salah satu elemen pengguna ini. Misalnya: pemikiran bagaimana pengendara sepeda tidak dikalahkan oleh pengendara mobil, merupakan aspek pemikiran yang lebih adil.
– Bagaimana setiap bangunan yang baru dibangun akan memberikan kontribusi bagi lingkungan secara keseluruhan, misalnya setiap ruko atau gedung baru harus membangun landscape depan dan mempertahankan drainase. Ini dapat dicapai melalui peraturan Pemda yang didukung kuat.
– Bagaimana pergerakan pejalan kaki, pengendara sepeda, motor, mobil dan sebagainya dapat tetap dipertahankan meskipun terdapat perubahan-perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
Untuk mengintegrasikan akses dari satu tempat ketempat lainnya, diperlukan analisa titik akses dan penghubung dari pergerakan pengguna dan infrastrukturnya. Dalam hal ini, pertama harus diperhatikan adalah bagaimana orang bergerak melalui sebuah area baik dengan berjalan kaki, bersepeda, maupun berkendara, untuk menentukan berbagai fasilitas yang harus dibuat. Ini bukan merupakan sebuah konsep yang umum namun lebih kepada konsep yang lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagaimana merencanakan ‘koneksi’ dalam suatu lingkungan?
Diperlukan banyak pertimbangan, peran pemerintah, maupun masyarakat sekitar sebagai berikut:
Lokasi
Bagaimana lokasi yang ada, misalnya sebuah area merupakan area dengan banyak pekerja, atau pelajar, atau kota tua. Beberapa area khusus seperti area dengan banyak pelajar ditemukan disekitar kampus universitas. Area lain seperti area perdagangan dan hiburan juga memerlukan perhatian khusus seputar ke-khasan daerah tersebut. Lokasi seperti pasar memerlukan perencanaan matang yang sebaiknya menjadi desain yang meningkatkan kualitas lokasi, bukan ‘sekedarnya’.
Desainer/Arsitek/Perencana Wilayah
Bertugas untuk merencanakan kota dengan memperhatikan lokasi dan variabelnya untuk menghasilkan sintesa berupa perencanaan kota yang berwawasan lingkungan.
Developer
merupakan pihak yang ditunjuk untuk membangun ‘koneksi’ sesuai dengan peraturan daerah.
Luas Area
Berkaitan dengan lokasi, jumlah perencana dan developer.
Tingkat hunian (density)
berapa penghuni atau pengguna yang menggunakan area untuk aktivitas, merupakan jumlah masyarakat yang tinggal di area tersebut dan yang menggunakannya.
Detail
Dalam desain perlu diperhatikan beberapa hal seperti:
– kualitas bangunan dan sarana ‘koneksi’ yang dibangun
– ketinggian bangunan, sempadan dan tata massa akan menyangkut peraturan daerah misalnya GSB
– Penggunaan material yang dapat meningkatkan sensibilitas pengguna (meningkatkan keindahan) seperti batu alam untuk penahan longsor, pemilihan paving block, railing, dan sebagainya yang secara umum dapat meningkatkan kualitas dan sensibilitas sarana kota. Secara tidak langsung akan memberikan citra yang pantas dikenang oleh penggunanya.
– bangunan tidak mengganggu, demikian pula kendaraan tidak menganggu pejalan kaki dan pengendara sepeda.
– akses seperti trotoar dibangun untuk menyediakan sarana pejalan kaki menuju lokasi atau tempat yang sering dikunjungi seperti toko kelontong, apotek, dan taman lokal, yang secara umum menambahkan vitalitas dan viabilitas sebuah pusat kota.
– Desain lebih memperhatikan bagaimana kesan saat melalui bangunan dan berbagai sarana ‘koneksi’ yang mengekspresikan citarasa sebuah area lokal.
– Desain lingkungan memperhatikan aliran kendaraan dan meminimalkan dampaknya terhadap pejalan kaki dan pengendara sepeda.
– Kualitas area lokal ditunjang oleh penyediaan sarana seperti tempat sampah, halte, tiang lampu berdekorasi, furniture outdoor, dan sebagainya.
‘Koneksi’ merupakan suatu aspek menyeluruh yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan, sangat bermanfaat untuk dijadikan pedoman pembangunan baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang akan membangun.

English Version:

Some types of alternative ‘connection’ between the dots and the environment:

Access and mobility
How do we reach a location by using means of transport such as busways, buses, trains, airports and even a port.

Pedestrian
Pedestrian facilities should be provided in the form of sidewalks as a major means ‘connection’ for pedestrians, every side street, especially in a big way, and is not used for other purposes such as selling or bike into the curb. Pedestrians also need to be given the means hikers resting place, which would support the concept of a healthy city, such as the large square, small square, parks, shelters, and so on. The more the pedestrian facilities required should also be more complete, so that more and more people choose to walk away and not add vehicles.

Cyclist
Cyclists need a special line to distinguish it from the path of cars and motorcycles, making it safe and convenient for cyclists. More and more people use bikes, the more healthy a city, the numbers show the health of a city. When people feel comfortable and safe to wear a bicycle, the city is increasingly becoming the trend and the less pollution.

Public Transport
Require attention and comprehensive design, so there is no area that is not covered by public transport. Kinds of public transport are buses, trains, and others. The better arrangement and availability of public transportation, the more healthy a city.

Private vehicles
For a healthy city concept, should be limited to the number of private vehicles, by raising taxes on the vehicle and does not give privileges to private vehicles exceeding pedestrians and cyclists. This is to support a healthy city concept, but it requires careful planning from the beginning, not just an attempt to ‘cure’ sick city.

Interchanges
Necessary as a means to drain the vehicle without having to meet in one point of contact, it is necessary for the city streets as a solution to prevent congestion.

Traffic management
Parking provision covers a pretty broad range of vehicles, adapted to the area and scope it serves, such as the construction of a building shall be accompanied by ample parking arrangements for the entire building, as well as parks, shopping malls, landmarks, and so on. This arrangement also involves the management of vehicles such as the management of the car park in terms of human resource management. Another type of arrangement is traffic management, is setting a highway with traffic signs.

Contextual analysis that will provide the basis for planning a ‘connection’ in a city of the different things that have to be realized:
– How to route from one place to other related and connected to existing infrastructure such as roads, buildings and other facilities.
– Thoughts on how to provide a means for all users both pedestrians, bicycles, motorcycles, cars and trains, without having to sacrifice one element to this user. For example: the idea of ​​how cyclists are not defeated by the driver of the car, an aspect that is more just thinking.
– How each newly constructed building will contribute to the overall environment, such as every shop or a new building to build and maintain drainage front landscape. This can be achieved through strong-backed government regulations.
– How is the movement of pedestrians, bicycles, motorcycles, cars and so on can be maintained despite changes in sustainable development.

To integrate access from one city to another, the analysis required access points and bridges of the movement of users and infrastructure. In this case, the first to be aware of is how people move through an area either by foot, bike, or drive, to determine which facilities should be made. This is not a common concept, but rather the concept is more sensitive to the needs of the community.

How to plan a ‘connection’ in an environment?
Required much deliberation, the role of government, and the communities as follows:

Location
How can existing location, such an area is an area with many workers, or students, or old town. Some specific areas such as areas with many students found around the university campus. Other areas such as trade and entertainment area also requires special attention around the Khasan area. Locations such as the market requires careful planning should be a design that improves the quality of the location, not the ‘modest’.

Designers / Architects / Planners Region
Tasked to plan the city with respect to location and variables to produce a synthesis in the form of environmentally sound urban planning.

Developer
is a party designated to establish a ‘connection’ in accordance with local regulations.

Site area
With regard to the location, number of planners and developers.

The occupancy (density)
number of occupants or users who use the area for the event, a number of people who live in the area and is using it.

Details
In the design to note a few things such as:
– Quality of construction and means ‘connection’ built
– Height of buildings, borders and layout of local regulations regarding the masses as GSB
– The use of materials that can enhance the user’s sensibility (enhance beauty) like natural stone for retaining landslide election of block paving, railings, etc., that generally means improving the quality and sensibility of the city. Will indirectly provide an appropriate image remembered by users.
– The building is not intrusive, so the vehicle does not disturb pedestrians and cyclists.
– Access such as sidewalks constructed to provide pedestrian facilities to the location or place frequented such as grocery stores, pharmacies, and local parks, which generally adds vitality and viability of the town center.
– Design more attention to how the current impression through the building and means ‘connection’ that expresses the flavor of the local area.
– Design of the attention to the flow of vehicles and minimize the impact on pedestrians and cyclists.
– Quality of the local area is supported by the provision of facilities such as garbage cans, bus stops, lampposts decorated, outdoor furniture, and so on.

‘Connections’ is an aspect that can improve the overall quality of the environment, it is very useful to be used to guide the development of both the local government and communities will build.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s