Berbagai aspek arsitektural dalam membangun rumah kos-kosan


astudioarchitect.com Banyak orang mulai melirik bisnis property sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan keluarga, antara lain dengan menambah penghasilan dari passive income dari sewa kamar atau rumah. Banyak pertimbangan perlu dipikirkan untuk membuat rumah kos yang baik, seperti biaya pembangunan rumah kos, perijinan dan administrasi bangunan, lokasi rumah kos, dan sebagainya. Beberapa pertimbangan arsitektural juga perlu dipertimbangkan untuk membuat rumah kos yang baik, sehingga menunjang konsep non arsitektural yang Anda rencanakan.

Gambar: contoh desain rumah kos dua lantai oleh astudio yang dikembangkan dari rumah perumahan biasa. 

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Dari pengalaman membangunkan rumah kos untuk klien astudio, kami memiliki beberapa pengalaman berharga seputar membangun rumah kos.

Video animasi contoh desain rumah kos yang akan segera dibangun – klien: Ibu Alfi di Malang

Rencanakan rumah kos dari awal hingga ke detailnya
Rumah kos akan dihuni oleh banyak penghuni baik dari kalangan pekerja atau mahasiswa yang Anda tuju, yang seluruhnya memiliki kebutuhan-kebutuhan mendasar untuk sebuah tempat tinggal. Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk luasan yang layak untuk tempat tinggal satu orang adalah sekitar 9m2, sehingga luasan kamar sekitar 3×3 meter persegi adalah layak dan cukup umum. Meskipun demikian ada pula kamar-kamar kos yang lebih besar atau lebih kecil tergantung situasi dan kondisi pembangunan.

Kamar kos yang ruang-ruangnya kecil dapat memanfaatkan desain interior untuk membuatnya lebih lega. Hal ini adalah dengan mendesain tiap kamar dengan furniture custom, yang merupakan furniture yang cukup lega karena dibuat berdasarkan luasan ruang, meskipun ruangnya mungil. Tentunya ini akan menambahkan biaya awal yang sedikit lebih besar untuk membuat furniture custom, namun hasilnya akan jauh lebih maksimal dalam penggunaan ruang.

Luasan kamar yang besar tidak selalu menjamin ruangan menjadi lebih baik untuk penghuninya, karena yang dibutuhkan lebih adalah organisasi / penyimpanan benda-benda yang dimiliki penghuni, sehingga tidak berceceran. Kabinet, lemari dan sarana penyimpan lainnya tetap dibutuhkan sebagaimana sebuah rumah pada umumnya. Untuk menghindari pengguna kamar kos merasa sumpek, sediakan sarana penyimpan yang rapi seperti kabinet, rak, meja maupun bagian bawah tempat tidur.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mencapai tiap kamar dalam rumah kos. Rumah kos dengan penataan yang ‘standar’ biasanya lebih disukai. Ruang-ruang kamar sebaiknya ditata dalam tatanan yang mudah dijangkau, tidak berbelok-belok, tidak berbeda satu dengan lainnya sehingga mencerminkan suatu perasaan yang sederajat antara satu penghuni dan lainnya. Penataan yang mudah dijangkau seperti hall yang lurus juga memudahkan interaksi penghuni rumah kos.

Beberapa fasilitas yang perlu disediakan adalah tempat berkumpul penghuni, sarana seperti ruang makan dan dapur kecil, dan tentu saja yang tidak dapat dihilangkan yaitu kamar mandi disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Banyak rumah kos menyediakan musholla lengkap dengan ruang makan dan dapurnya seperti halnya rumah pada umumnya. Kadang-kadang disediakan juga mesin cuci sehingga memerlukan ruang cuci khusus dan juga area basah untuk mencuci baju. Beberapa fasilitas seperti dapur, musholla, tempat wudhu, ruang cuci, kamar mandi sebaiknya disatukan dalam satu area yang memudahkan maintenance dan menghindarkan becek atau kotor.

Sebagaimana bangunan rumah dan bangunan pada umumnya, terutama dengan jumlah penghuni yang banyak, hal yang penting adalah manajemen air bersih, air kotor, sampah dan limbah. Bila menggunakan arsitek dan perencana bangunan, akan lebih memudahkan untuk merencanakan hal-hal seperti ini, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti air kotor yang bocor, bau yang tidak sedap hingga ke kamar, ruang yang pengap dan lembab, dan sebagainya. Banyak rumah kos yang tidak direncanakan dengan baik akan mengalami berbagai kebocoran dan masalah sanitasi yang menurunkan kualitas kehidupan pengguna kos-kosan.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Pengguna kos saat ini biasanya memiliki kendaraan setidaknya motor, dan sebagian lainnya memiliki mobil yang memerlukan tempat parkir. Jumlah tempat parkir harus disesuaikan dengan jumlah penghuni ditambahkan dengan perkiraan jumlah kendaraan motor dan mobil tamu. Yang ideal adalah memperkirakan bila penghuni kos menerima tamu mereka yang menggunakan kendaraan seperti sepeda motor, maka setidaknya rumah kos harus memiliki tempat parkir yang cukup.

Keamanan juga perlu diperhatikan. Rumah kos untuk pria biasanya memiliki tingkat keamanan yang lebih daripada rumah kos wanita, namun dengan tingkat kebersihan yang berbeda, biasanya kos cowok lebih mudah kotor daripada kos cewek🙂. Keamanan juga menyangkut penyimpanan kendaraan dengan penutup atau pagar yang aman, dapat dikunci dan sedapat mungkin dapat diawasi, misalnya bila rumah kos bagian bawah memiliki jendela atau akses view ke arah parkir kendaraan, akan lebih baik.

Ingin menambahkan tipsnya?

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s