Mengenal HPL, lapisan furniture berbahan dasar multipleks


astudioarchitect.com Bahan untuk membuat furniture ada bermacam-macam, mulai dari bahan ‘baku’nya seperti kayu (biasanya paling kuat dan tahan lama), multipleks (kualitas moderat, lebih tahan tekan dan tidak berubah bentuk asalkan kering), MDF (bahan furniture kualitas lebih rendah dan lebih murah), dan sebagainya. Hingga material finishing atau material luarnya seperti sanding, cat duco, sheet dan HPL. Dari berbagai material yang umum tersebut yang saat ini semakin marak digunakan adalah material finishing HPL yang kami perlihatkan contoh motifnya dalam artikel ini.

foto: penggunaan HPL untuk melapisi meja wastafel.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

HPL digunakan untuk menutupi permukaan multipleks yang biasa digunakan agar penampilan furniture terlihat lebih menarik, dengan beberapa kelebihan material HPL sebagai berikut:

  • HPL memiliki bermacam ragam corak dan warna permukaan yang dapat kita gunakan, dan dari berbagai ragam tersebut yang paling banyak merupakan corak dan warna kayu berbagai jenis. Ada pula warna dan kesan metalik.
  • HPL memiliki kelebihan yaitu cukup anti gores dan anti air. Tidak seratus persen anti gores, namun memang material ini kuat berkat bahan utamanya yang merupakan plastik keras PVC dengan permukaan bertekstur. Material ini lebih kuat daripada material sheet yang biasanya digunakan untuk melapisi furniture murah yang dijual di toko-toko furniture biasa. 
  • HPL memiliki kelebihan berupa pengerjaan yang lebih bersih daripada menggunakan cat duco atau sanding, karena material ini di lem pada multipleks. Bagi pengrajin meubel dan furniture multipleks, material ini memiliki keunggulan bersih dan cepat.
  • HPL memiliki varian produk ‘edging’ yang mempermudah pengerjaan furniture pada bagian pinggiran yang tipis. 

namun disamping kelebihan-kelebihan tersebut, ada pula kelemahan material HPL ini, antara lain:

Pengerjaan dengan HPL menyulitkan atau bahkan tidak mungkin untuk membuat bidang yang lengkung terlalu kecil, misalnya sudut lengkung dengan jari-jari 5cm. Karena itu biasanya bidang lengkung yang terlalu kecil tersebut akan menggunakan paduan dengan sheet plastik.
Pemotongan HPL yang kurang sempurna akan mengakibatkan terlihat adanya lapisan ketebalan HPL dan banyak pula kasus HPL terlihat kurang rapi pada sudut-sudutnya.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Bahan HPL merupakan material yang estetik dan dapat disesuaikan dengan tema interior design, mulai dari tema yang klasik hingga ‘ringan modern’, meskipun demikian lebih cenderung hasil yang didapatkan dari furniture yang menggunakan material ini, akan menjadi desain furniture yang ‘modern’ terlebih bila dipadukan dengan pencahayaan seperti lampu LED panjang dan lampu-lampu gantung serta spotlight.


Foto: contoh yang pernah dibuat oleh tim astudio. 

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s