Arsitektur Rumah Pantai




Catatan Probo Hindarto:
29 Maret 2008 – Untuk Artikel ‘Home and Garden’ edisi Rabu, 26 Maret 2008, Koran Sindo mewawancarai saya.
Untuk melihat full version artikel, silahkan klik image diatas:


Berikut ini artikel yang disempurnakan tentang topik arsitektur rumah pantaiDalam Koran Sindo:
Rumah Pantai Metropolitan

Rabu, 26 Maret 2008 – 15:40 wib

IMPIAN memiliki rumah pantai di kota metropolitan bukan hal mustahil lagi. Dengan bermunculnya berbagai macam desain dan model semua menjadi mungkin.

Tema rumah pantai paling populer adalah tema Mediteranian. Tampilan rumah Mediterania memang terkesan lebih ceria karena warna-warna yang menyertainya umumnya warna pastel. Bentuk eksterior dan desain rumah juga lebih rileks dan tidak kaku seperti rumah kebanyakan.

Namun, sifat dasar bangunannya dianggap kurang sesuai dengan iklim Indonesia. Kondisi alam di negara-negara sekitar laut tengah, tempat asal model rumah Mediteranian, memang jauh berbeda dengan di Indonesia. Probo Hindarto, arsitektur dari Astudio menjelaskan bentuk rumah Mediterania di beberapa negara seperti Yunani.

“Di Yunani, bangunan, kuilnya dari batu ukir karena memang bahannya tersedia melimpah. Kalau di Afrika, Maroko, Spanyol menggunakan tanah lihat. Sedangkan di Indonesia, batu bata lebih tepat,” ujar Probo. Perbedaan temperatur siang-malam di negara tersebut memerlukan dinding khusus dan tebal untuk menyimpan panas.

Sementara di Indonesia dengan iklim tropis lembab, hal itu tidak diperlukan. Yessy Gusman, aktris yang terkenal pada tahun 80-an pernah memiliki rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk. Dia merasa senang menempati rumah bergaya Victorian dengan view lepas ke laut.

“Rumah bergaya Victorian lebih anggun dan saya juga suka rumah batu. Selain itu, pemandangannya bagus, sejuk ya, kita lihat air, lokasinya juga dekat dengan mal,” terangnya. Namun, masalah muncul ketika air pasang dan mulai menggenangi jalan di depan rumah.

Masalah air pasang pastinya tidak akan menimpa rumah-rumah di daerah jauh dari laut dan jika hendak ?’memboyong” rumah pantai ke kota hendaknya memperhatikan pakem-pakem rumah tropis. Artinya, mengadaptasi gaya apa pun, Mediteranian, art deco, modern, minimalis atau klasik disarankan untuk mematuhi pakem rumah tropis.

Yaitu, memiliki ventilasi cukup, mampu mengakomodasikan kebutuhan dua musim, kemarau dan hujan, serta memiliki sistem penghawaan alami untuk mengatasi kelembaban. Model arsitektur rumah pantai metropolitan pun menjadi pilihan semata, bukan keharusan. Jika gaya Mediteranian atau modernetnik tidak sesuai dengan gaya Anda, coba berkonsultasi dengan arsitek untuk melahirkan rumah impian nan personal.
______________________________________
Rumah pantai selalu identik dengan suasana resort, karena lingkungan pantai sendiri sudah menawarkan suasana relaksasi. Bahkan rumah pantai juga bisa menjadi simbol status, karenanya daerah wisata dengan banyak pantai, biasanya memiliki rumah-rumah peristirahatan.

Arsitektur rumah pantai, sebaiknya memperhatikan iklim pantai yang cukup spesifik, yaitu iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh uap air laut, menjadikan udara sekitar pantai menjadi lembab. Sehubungan dengan itu, perabot seringkali menjadi ‘korban’ dari hawa lembab, bila tidak diimbangi dengan penghawaan alami yang baik. Dalam arti, perabot seperti lemari kayu bisa cepat lapuk bila udara lembab berkumpul di sudut ruangan.



Apakah jenis arsitektur yang paling sesuai untuk rumah pantai? Jawabnya tentu saja rumah yang memperhatikan berbagai prinsip arsitektur tropis, seperti memperhatikan penghawaan alami, dan menggunakan pencahayaan alami dari matahari. Hal lain seperti turunnya hujan, juga perlu diperhatikan. Tidak masalah kita menggunakan gaya arsitektur apapun, seperti gaya Mediterania, gaya klasik, maupun gaya modern, karena hal paling penting diperhatikan adalah iklim.

Sepanjang rumah tersebut dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan tropis pantai, maka tidak menjadi masalah. Dalam wawancara dengan koran Sindo, saya juga menjelaskan bahwa rumah bergaya Mediterania tidak masalah untuk diterapkan pada desain rumah pantai. Yang paling penting; memperhatikan perbedaan iklim wilayah Mediterania asalnya dan iklim Indonesia. Di Mediterania, khususnya daerah-daerah seperti Yunani-Romawi, Afrika utara, dan Arab-Palestina-Israel, memang merupakan daerah kering dimana perbedaan suhu udara antara siang dan malamnya sangat besar. Akibatnya tembok dibuat sangat tebal agar bisa menyimpan panas. Tembok rumah di Indonesia? Memakai tembok bata juga sudah cukup, karena perbedaan suhu tidak terlalu besar.

Mengapa gaya rumah Mediterania seringkali diasosiasikan dengan rumah pantai? Hal ini karena Mediterania memiliki banyak pantai, dan banyak rumah-rumah resort.

Penting untuk Rumah Pantai
Yang paling penting untuk rumah pantai, adalah kesan resort dalam penampilan, kesan ruang dan interior rumah tersebut. Usahakan memiliki jendela-jendela yang besar agar view luar ruangan dapat masuk dan dinikmati dari dalam rumah. Penggunaan material alami seperti batuan ekspos, kayu, dan sebagainya cukup menarik untuk digunakan, karena kesan alaminya dapat mendekatkan kita pada alam. Penggunaan material berkesan alami memang dapat membawa kita untuk memiliki rumah pantai dengan ciri khas Indonesia, seperti penggunaan atap rumbia.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s