Prinsip dasar desain interior apartemen (wawancara)


astudioarchitect.com Masalah apa saja yg biasanya muncul terkait dengan soal keterbatasan ruang? Masalah yang sering muncul dari keterbatasan ruang adalah penataan ruang yang kurang sesuai karena ketidak tahuan tentang prinsip dasar menata ruang yang terbatas. Diantaranya adalah kesalahan pemilihan furniture, kekurangan dalam penataan konfigurasi ruang (untuk rumah yang didesain sendiri atau dikonsultasikan dengan arsitek), hingga kepada kesalahan pemilihan unsur estetika ruangan, misalnya wallpaper yang kurang sesuai, pemilihan warna ruangan yang kurang sesuai, dan sebagainya. Kesalahan dalam pemilihan furniture biasanya pada jenis furniture, dimana tidak semua furniture dapat diletakkan dengan baik berdampingan dengan benda-benda lainnya dalam sebuah ruangan yang terbatas luasnya. Ukuran furniture, misalnya sofa, menjadi sangat penting untuk menentukan kesesuaiannya dengan ruang tersebut. Menurut hemat saya, tidak ada salahnya untuk menempatkan furniture seperti sofa yang notabene berukuran agak besar. Tapi jangan memenuhi ruangan dengan lebih dari dua sofa yang besar. Cukup satu sofa dengan ukuran yang pas (bila perlu kita memesan sofa khusus untuk ruang tersebut), dan ditambahi dengan dua atau tiga ottoman (kursi kecil dengan cushion yang terkesan hangat, dan tanpa sandaran). Fleksibilitas dalam penataan ruang perlu tetap dijaga, misalnya dengan memilih meja yang agak kecil dan mudah dipindahkan.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

2. Prinsip desain apa yang bisa diterapkan saat kita menghadapi masalah dalam menata ruangan yang sempit?

Prinsip utama dalam menata ruang sempit adalah pada hal-hal berikut:

– Penciptaan kesan ruangan. Ruang yang sempit belum tentu terasa tidak nyaman. Ruang sempit bisa juga menjadi ruang yang memberikan kenyamanan, misalnya ruang duduk yang terasa hangat dengan sofa yang nyaman, ditambah pencahayaan yang tepat untuk membaca dan pemilihan warna dinding yang segar dan cozy. Bila memperhatikan kesan ruang sempit dibandingkan dengan kesan ruang yang luas, kita bisa mengumpamakan dengan benda yang besar dan benda yang kecil. Ada benda seperti rumah tinggal atau ruangan yang kecil, terlihat atau ‘terasa’ lebih baik dan lebih nyaman daripada rumah tinggal atau ruangan yang besar. Kunci utamanya adalah penciptaan kesan ruang yang tepat.

– Pencahayaan yang tepat. Cahaya yang terlalu terang seperti satu lampu gantung yang menerangi seluruh ruangan, terkadang terkesan monoton, sehingga tidak jarang kesan ruang yang ingin dimunculkan juga kurang bisa maksimal.

3. Kreatifitas untuk menjadikan ruangan multifungsi biasanya mengemuka dalam masalah lahan yang sempit ini. Nah, bisakah anda memberikan contoh bagaimana menciptakan unsur multifungsi dan dengan cara bagaimana kita bisa menciptakan hal itu? (khususnya dengan menggunakan elemen interior yang ada)

Multifungsi dalam ruang yang dimaksud bisa berarti ruang yang multi fungsi, atau perabotnya yang multifungsi. Untuk multifungsi dari segi fungsi ruangan, berarti memadukan dua atau lebih fungsi ruangan. Misalnya, ruang dapur berfungsi juga sebagai ruang makan. Ruang tidur, apabila menggunakan furniture tempat tidur yang bisa dilipat, bisa juga kemudian menjadi ruang kerja, atau ruang bermain (kamar anak), dan sebagainya. Dalam hal ini, memaksimalkan ruang yang ada sehingga mewadahi fungsi fungsi yang berbeda menjadi kuncinya.

Untuk multifungsi dari segi perabot atau furniture yang ada, saat ini banyak pilihan furniture yang memang dibuat untuk mengatasi keterbatasan ruang, dengan berbagai fungsi. Misalnya, meja tamu yang juga berfungsi sebagai nakas tertutup untuk menyimpan. Tempat tidur yang bisa dilipat dan fungsinya berubah menjadi meja kerja. Tempat tidur yang dibawahnya terdapat laci laci penyimpan, dan sebagainya.

Contoh kreatifitas lain misalnya, membuat dinding yang ada coakan sehingga bisa dipakai untuk kabinet build in. Seperti di http://astudioarchitect.com/2009/06/lemari-build-in-salah-satu-solusi.html

Ada pula trik khusus seperti memilih meja berbentuk bundar daripada meja kotak. Pada situasi khusus seperti di ruang tamu yang sempit, ini memudahkan bila bergerak dalam ruangan tanpa terantuk pinggiran meja. Trik lain seperti memilih meja, sekat ruang, atau elemen seperti sandaran kursi yang tembus pandang, atau tembus cahaya. Tujuannya adalah agar kesan transparan ini dapat memberikan kesan ruang yang lebih lega.

4. Bagaimana tips menghadirkan suasana nyaman di ruang yang sempit?

Tingkat kenyamanan ruangan dipengaruhi oleh beberapa hal, yang pertama adalah kenyamanan secara biofisika, yaitu terutama kondisi thermal atau suhu ruangan. Kondisi thermal ini menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi dengan udara disekitar kita, bila terlalu panas akan terasa tidak nyaman. Demikian pula bila terlalu dingin. Karena itu, perlu kita perhatikan bagaimana sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Bila memungkinkan, ruangan harus berbatasan dengan udara luar yang bisa didapatkan melalui jendela atau ventilasi. Usahakan untuk membuat ruangan yang memang dapat terasa sejuk dan nyaman tanpa AC. Tentunya hal ini merupakan pertimbangan dalam desain rumah termasuk ruang ruang didalamnya. Menggunakan AC sebagai pengatur suhu merupakan langkah terakhir bila benar benar dibutuhkan untuk menghadirkan suhu ruangan yang nyaman.

Kenyamanan yang sifatnya fisik, yaitu yang bisa terlihat dan terasa oleh indera peraba kita. Bisa terlihat misalnya warna ruangan yang cenderung menenangkan bisa memberikan efek terapi psikologis yang baik. Warna-warna pastel, warna material batuan, kayu, serta warna material alami biasanya diasosiasikan dengan alam dan karena itu bisa membawa efek psikologis berupa perasaan nyaman karena dekat dengan alam.

Kenyamanan yang hubungannya dengan indera peraba, misalnya: pemilihan tempat tidur atau sofa yang terasa nyaman. Cara paling mudah untuk menentukan jenis furniture yang mempengaruhi indera peraba itu adalah dengan mencobanya sebelum membeli. Kita bisa merasakan dahulu dengan meraba atau merasakan di kulit kita. Ada furniture dengan cushion yang terasa panas, gerah dan ada pula yang terasa dingin dan nyaman.

Kenyamanan juga dipengaruhi oleh unsur visual, yaitu kesan ruangan karena pemilihan warna atau material dinding, lantai, dan sebagainya. Lantai yang dingin di kota yang cenderung panas memiliki efek menenangkan. Contohnya lantai yang dibuat dari marmer hitam.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
5. Terakhir, elemen interior apa saja yang bisa menjadi aksen di sebuah ruang sempit? Dan bagaimana cara penempatannya?

Elemen warna ruangan bisa menjadi aksen. Misalnya dengan membedakan warna salah satu dinding bisa memberikan aksen ruangan. Tapi memberikan warna gelap pada seluruh ruangan bisa juga menjadikan ruang sempit makin terasa sumpek. Warna yang sangat cerah seperti merah cerah, kuning cerah atau biru cerah bisa membuat mata terasa lelah, yang akibatnya ruangan juga tidak terasa nyaman.

Aksen lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat bidang bidang luas untuk jendela, sehingga bisa melihat secara bebas ke arah luar ruangan, misalnya kearah taman. Tujuannya agar secara visual tidak terbatasi dan menjadikan ruangan terasa makin luas.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s