Kayu sebagai material bangunan


Sebagai material rumah, kayu telah menjadi favorit yang digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari atap hingga pondasi, dan selalu digunakan dalam proses membangun. Tak heran, karena itu kita sangat memerlukan kayu dalam rumah tinggal kita untuk berbagai hal. Kayu memiliki tekstur dan warna yang menarik untuk digunakan dalam rumah tinggal. Tak jarang, kita membeli furnitur karena kayu yang digunakan terlihat bagus.

Foto oleh Probo Hindarto. Lokasi: Kaliandra

Manusia harus semakin menghargai kayu karena ia dulunya hidup dan menjadi bermanfaat bagi manusia. Tahukah Anda, 28 hektar hutan menghilang tiap hari karena penebangan, baik legal maupun ilegal? Dampaknya; persediaan kayu makin menipis dan semakin mahal.

Kayu selain memiliki keunggulan juga memiliki kelemahan, antara lain bisa tergores, terbakar, maupun lapuk. Rayap seringkali menjadi musuh utama kayu, karena itu material kayu selalu memerlukan treatment khusus agar bisa menjadi lebih tahan terhadap hal-hal tersebut.


Tekstur kayu dipengaruhi oleh dari bagian pohon mana kayu itu berasal, seperti dari pangkal, ujung atau tengah, selain itu letaknya dalam batang pohon juga menentukan teksturnya. Struktur kayu itu dibentuk oleh serat kayu dan pori-pori. Kayu yang sudah diolah akan kehilangan kadar airnya sehingga kita tidak melihat adanya cairan lagi pada kayu. Tapi kayu baru biasanya masih memiliki muai susut.

Karena kayu semakin mahal, makin banyak orang menggunakan kayu olahan pabrik, dimana ia adalah kayu yang dihasilkan dengan menggabungkan bahan lain. Hasilnya; banyak produk baru yang dibuat dari PVC, serat kayu, dan semen yang memiliki tekstur kayu yang bagus, karena ia memiliki lapisan kayu.

Kayu Solid
Kayu solid biasanya digunakan untuk tiang penyangga rumah, seperti ‘sokoguru’ dalam arsitektur Jawa, atau furniture yang dibuat dari kayu ‘glondongan’ atau kayu utuh. Yang seperti ini sudah sangat jarang dibuat lagi karena sudah susah didapatkan.

Kayu lembaran
Kayu ini banyak digunakan untuk lantai kayu, parket kayu, dan sebagainya. Bentuknya yang lembaran dibuat dari memotong kayu dengan ukuran 3cm, 5cm dan sebagainya.

Plywood
Plywood memiliki komposisi dari sejumlah lapisan kayu tipis yang dilem dengan serat yang bersilangan sehingga menjadi lebih kuat. Jenis kayu ini biasanya digunakan untuk panel, lapisan atas meja, lemari, dan sebagainya.

Laminated wood.
Tipe plywood ini dibuat dengan lapisan kayu yang seratnya dibuat searah, biasanya digunakan pada bagian furniture yang dibengkokkan sehingga tidak mudah patah.

Karakter kayu olahan

  • Biasanya plywood dan laminated wood dibuat dengan ukuran tertentu di pasaran, misalnya 4′ x 8′
  • Kayu olahan biasanya lebih kuat dari kayu biasa karena mengalami proses pengeringan yang baik sehingga tidak mudah memuai atau menyusut
  • Sayangnya kayu olahan ini kurang sesuai untuk bidang yang sering terkena benturan.
  • Bisa dibuat dengan bentuk lengkungan yang tidak terlalu tajam
  • Memudahkan kita memakai kayu meskipun harganya semakin mahal.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s