Perbedaan ruang dalam, ruang antara dan ruang luar


astudioarchitect.com Apabila seorang klien berhadapan dengan seorang arsitek, kadangkala ia akan menyebutkan kata-kata atau terminologi yang kurang dimengerti oleh kliennya. Hal ini lumrah, karena dengan bertahun-tahun bekerja dan selalu merujuk pada dunia akademis yang dipelajarinya, arsitek banyak menggunakan kata-kata ini dalam kepalanya. Salah satu yang umum adalah ‘ruang luar’, ‘ruang antara’ dan ‘ruang dalam’. Agak lucu memang, arsitek memiliki kata-kata khusus untuk bagian dalam, agak luar, dan luar bangunan. Mari kita membahas tentang hal ini🙂

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bila arsitek merancang ruang diluar bangunan, seperti bagaimana taman dan carportnya dibubungkan, seperti pada gambar desain astudio diatas, maka arsitek merancang juga sesuatu yang diluar bangunan yang bisa menunjang arsitektur bangunan keseluruhan.

Ruang luar, biasanya merujuk pada segala hal yang berada diluar bangunan, biasanya bila dalam perancangan akan merujuk pada taman diluar bangunan beserta dengan perkerasan seperti jalan setapak, jalan mobil, dan sebagainya. Bahkan ruang luar juga merujuk pada jalan diluar bangunan, pohon-pohon, kota, negara bahkan semesta alam secara keseluruhan. Sebenarnya, ruang luar bukanlah benar-benar ‘ruang’ seperti yang biasa dipahami orang awam, karena ruang luar dalam benak arsitek biasanya merupakan area disekeliling atau diluar bangunan yang bisa dirancang dengan prinsip-prinsip arsitektur landscape (ini jenis arsitektur khusus untuk ruang luar yang mengatur taman, jalan setapak, jalan mobil, pencahayaan taman, bangunan taman dan sebagainya). Bila arsitek merancang bangunan rumah atau yang lain, maka biasanya ia akan merujuk ‘ruang luar’ sebagai diluar bangunan.

Contoh ruang antara, yaitu diantara ruang dalam dan ruang luar. 
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ruang antara, merupakan ruang diantara ruang luar dan ruang dalam. Sama seperti ruang luar, ruang antara juga tidak benar-benar merupakan ruangan dalam pandangan awam. Ruang antara biasanya merupakan suatu area yang ada atapnya meskipun tidak ada dindingnya. Contoh ruang antara adalah teras, selasar, area dibawah kanopi, dan sebagainya. Ruang antara ini penting biasanya untuk menghubungkan antara ruang dalam dan ruang luar bangunan. Ruang antara kadangkala merupakan suatu area yang bisa digunakan untuk mengobrol atau bertemu diluar ruangan misalnya teras, selasar, kafe luar ruangan, dan semacam itu. Batas-batasnya seringkali kurang jelas dengan atap maupun tanpa atap, yang penting adalah adanya suatu kelompok kegiatan yang dilakukan pada area itu, misalnya mengobrol di kumpulan kursi dibawah atap pergola.


Contoh ruang dalam, misalnya seperti ruang keluarga ini, bila berhubungan dengan ruang luar atau ruang antara, dibatasi dengan pintu atau jendela yang bisa ditutup. 

Ruang dalam, adalah yang biasa kita kenal sebagai ruangan. Ini bisa berarti ruang kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu dan sebagainya yang keberadaannya tertutup dengan baik oleh pelindung atap dan dinding. Dalam ruang dalam biasanya orang berkegiatan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s