Monthly Archives: April 2014

Desain renovasi rumah tahun 80-an

astudioarchitect.com Desain rumah ini merupakan desain renovasi dari sebuah rumah lama era 80-an yang saya desain dengan menggunakan kaidah arsitektur modern. Desain ini mengalami beberapa perubahan yang dapat Anda lihat melalui artikel ini. Dimulai dari desain yang mengikuti bentuk awal bangunan hingga penambahan yang dilakukan, ternyata merombak desain bangunan menjadi berbeda wajah sama-sekali. Ruang-ruang dibagian dalam dirubah sedikit dan tidak terlalu merombak denah awal, serta menambahkan ruang-ruang di lantai 2.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dalam mendesain, saya menggunakan sketsa untuk membantu saya mengarahkan ide dalam desain.


Sketsa ide awal yang akan diimplementasikan. Tujuan utamanya adalah untuk membuat rumah menjadi rumah yang segar dan terang, sehingga sehat bagi penghuninya.

Gambar diatas merupakan sketsa untuk mengetahui hal-hal yang ingin dirubah melalui rancangan desain ini. 

Foto diatas merupakan suasana ruang keluarga yang ingin dimaksimalkan lagi desain interiornya. 

Penampilan wajah awal rumah. 

Desain awal diatas, dilakukan dengan tidak terlalu merubah struktur awal bangunan. 

Ini merupakan alternatif awal untuk desain rumah renovasi. 
Ini merupakan alternatif kedua untuk desain renovasi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Desain yang ada dibawah ini, merupakan desain alternatif setelah melalui saran dan komentar untuk konsultasi awal. Disini terlihat bahwa desain menjadi lebih matang setelah adanya proses berpikir ulang terhadap desain sebelumnya. Memang proses desain dan konsultasi merupakan proses yang tidak henti hingga kita menemukan desain arsitektur yang paling sesuai melalui komunikasi dan tukar informasi antara arsitek dan klien. Dari informasi tambahan, ada keinginan untuk menambah ruang kamar tidur lagi dilantai 2, dan lebih membuka area ruang keluarga atas kearah gunung-gunung, yang kebetulan ada diarea kota ini.

Desain yang lebih akhir, dimana desain ini masih akan dikonsultasikan kembali.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Majalah InDesign edisi 4

astudioarchitect.com Dalam kesempatan ini saya ingin menunjukkan sebuah majalah yang diupload via Issuu yaitu majalah InDesign edisi 4. Majalah ini banyak mengulas tentang interior design dan aspek arsitekturalnya. Saya lihat melalui majalah pertamanya yang dulu pernah dikirimkan ke saya oleh penerbitnya, majalah ini bagus untuk menambah wawasan dan mencari inspirasi yang segar untuk desain interior saat ini. Simak majalahnya dengan klik pada display dibawah ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tips agar Rumah dan Lingkungan Aman


astudioarchitect.com Rumah yang aman barangkali sudah menjadi isu yang purba, sejak dahulu dikalangan manusia sudah ada kecenderungan untuk melakukan tindakan kriminal. Terlebih didunia modern ini, kita masih banyak melihat orang mengambil hak orang lain, yang terjadi dalam skala besar maupun kecil. Dalam skala rumah tinggal, kita sering menyebutnya sebagai pencuri. Dalam sebuah hunian atau bangunan komersial, arsitektur bangunannya biasanya memiliki pagar. Tidak hanya pagar, ada beberapa sarana lain untuk meningkatkan keamanan pada rumah tinggal kita.

Foto: rumah dengan pagar tinggi, makin banyak ditemukan. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pagar
Pagar merupakan batas teritorial yang merupakan suatu cara untuk mencegah tindakan kriminalitas berupa pencurian atau penjarahan. Pada beberapa kasus seperti perumahan dengan tingkat keamanan yang tingi dengan satpam, kita mungkin bisa mengandalkan tingkat keamanan yang tinggi itu. Perumahan yang baik dengan penjagaan ketat biasanya tidak memerlukan pagar. Perumahan yang urang dari segi pengamanannya lebih memerlukan pagar untuk masing-masing rumah.

Pagar biasanya dibuat dengan segi estetika yang tinggi dengan harapan pagar dapat mengukuhkan keamanan lingkungan rumah atau bangunan, dan juga memberikan kontribusi berupa pemandangan yang nyaman dan apik dilihat. Kadangkala rumah-rumah yang sudah pernah didatangi pencuri dibuatkan pagar dengan kesan yang sangat tertutup dengan pagar kawat berduri, penutup , duri-duri dan sebagainya yang terkesan tertutup dan sangat melindungi diri. Apabila dilihat dengan bijak memang pada akhirnya ini perlu, namun perlu diingat juga bahwa ini juga bisa merusak pemandangan. Sebaiknya kita mendesain pagar juga dengan menyesuaikan terhadap bangunan agar bisa terlihat estetik. Cobalah untuk melihat-lihat dahulu mereka yang sudah sukses membuat pagar yang cukup aman dengan tingkat keindahan yang tinggi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pandangan dari dalam bangunan
Apabila memungkinkan, kita sebaiknya merancang bangunan dengan jendela atau pengawasan yang baik; misalnya dengan jendela dimana kita bisa melihat keseluruhan jalan depan rumah, misalnya. Ini penting untuk melakukan pengawasan Apabila pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri, biasanya untuk mereka yang mampu bisa menyewa tenaga security untuk pengamanan.

Teralis
Teralis biasanya dipasang pada jendela-jendela, dan bisa juga dipaang pada area terbuka semacam bagian atas taman belakang. Ini cukup membantu agar pelaku kriminal dipersulit untuk masuk dalam rumah atau bangunan. Kita bisa merancang teralis yang indah dengan gubahan geometris.

Foto teralis di bagian atas untuk mengamankan, jadi tidak hanya teralis untuk jendela saja. 

Tambahan duri atau pagar dibagian belakang dan samping
Klien saya yang pernah kecurian rumahnya, membuat banyak pagar dan duri-duri untuk rumah yang saya rancang, sehingga memang rumah jadi terasa lebih ‘ramai’ dengan adanya duri-duri dan pagar dimana-mana. Rumah yang didesain dengan indah biasanya juga mengundang orang-orang yang berniat kurang baik. Dalam hal ini, klien saya dan saya merancang jenis pagar dan penutup yang lumayan estetik. Bagian seperti void atau taman belakang juga tidak luput dari pengamanan pagar dan teralis. Satu hal yang harus diingat; jangan membuat pagar dan teralis yang bisa memenjarakan Andda sendiri saat terjadi sesuatu; misalnya kebakaran.  Sering terjadi kasus keluarga yang terkurung saat kebakaran terjadi. Jangan sampai ini terjadi pula pada Anda dan keluarga.


Trik untuk membuat pagar yang tidak terkesan angkuh atau menutup diri: gunakan material yang berkesan alami dan tanaman. 

Gunakan pencahayaan
Area yang terang sulit untuk dijadikan persembunyian bagi pelaku kriminal. Pojok halaman, bagian bawah jendela dan bukaan, adalah tempat yang biasanya digunakan untuk menyelinap. Terangi bagian-bagian ini untuk meminimalkan hal tersebut. Hindari membuat taman yang sangat rapat yang bisa menjadi tempat persembunyian. Taman-taman sebaiknya menggerombol ditengah dengan pencahayaan yang baik, yang juga berguna untuk keindahan.

Pengamanan bersama masyarakat
Kita bisa bekerjasama dengan tetangga dan orang-orang dikompleks untuk menciptakan keamanan bersama. Perumahan yang baik biasanya memiliki sistem pengamanan baik satpam atau hansip. Pengamanan lingkungan seperti Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) juga bisa dilakukan sebagai swadaya untuk menciptakan keamanan. Jadikan kompleks menjadi lingkungan dengan rasa sosial yang tinggi dimana setiap orang merasa memiliki. Perasaan memiliki bersama akan menimbulkan penjagaan bersama pula.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.