Monthly Archives: Juni 2014

6 Tips atap dak beton / 6 Tips for concrete roof decking

astudioarchitect.com Atap dak beton makin populer karena atap ini merupakan variasi dari atap konvensional berupa atap pelana atau perisai. Atap datar dak beton juga kadang digunakan untuk keseluruhan atap bangunan rumah atau bangunan lainnya. Sebenarnya jenis atap ini agak rawan dengan bocor dan retak dan karenanya perlu dibuat dengan beberapa pertimbangan khusus yang kami bahas dalam artikel ini. Agar atap dak beton kita awet, dan sesuai dengan iklim tropis dengan panas dan hujan yang melimpah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan karena sebenarnya jenis atap dak beton ini kurang sesuai untuk iklim tropis, karena dak beton adalah jenis atap yang langsung meneruskan panas matahari yang diterimanya dari bagian atas bangunan, yang terkena sinar matahari. Hujan pun juga bisa menimbulkan kebocoran sehingga perlu dilapis khusus.

Concrete roof decking is increasingly popular because it is a variation of a conventional roof gable. Concrete flat roofs are also sometimes used for the entire roof of the building houses or other buildings (in tropical climate region). Actually, this type of roof is often leaking and somewhat prone to cracking and therefore need to be made with some special considerations that we discuss in this article. In order to build durable concrete roof, and in accordance with the hot tropical climate and abundant rainfall, there are some aspects we need to pay attention because the actual concrete type of roof is less suitable for tropical climates, because concrete decking is transmitting heat it receives from the top of building, which is exposed to sunlight. Rainfall could also cause leaks that needs to be specially coated.

photo above: house design by Adi Purnomo

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1. Pertimbangkan dak beton sebagai atap hanya sebagai atap untuk bagian rumah yang tidak ditempati terlalu banyak.
Ruang yang tidak ditempati terlalu banyak misalnya seperti kamar mandi, teras, gudang, ruang cuci, dan sebagainya. Hal ini karena atap dak beton cenderung lebih mudah menghantarkan panas dari matahari yang mengenainya sehingga bagian bawah dak beton (tanpa plafon) biasanya terasa hangat dan memanaskan udara dibagian bawahnya. Ruangan yang memakai dak beton atau atap datar lainnya biasanya memerlukan pendinginan dari AC yang bisa menambah biaya operasional bangunan untuk listrik sehari-hari.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2. Gunakan plafon dibawah dak beton.
Plafon bisa membantu mengisolasi udara dibawah dak beton sehingga lebih dingin di bagian bawahnya. Apabila memungkinkan, plafon bisa diberi lubang dengan prinsip aliran udara menyilang yang mengarah keluar sehingga terjadi pertukaran udara didalam plafon.
3. Selalu gunakan pelapis anti air di bagian atas dak beton.
Pelapis di bagian atas dak atau lazim disebut waterproofing atau aquaproofing merupakan lapisan yang tidak meneruskan air. Lapisan ini dibuat setelah dak beton diperiksa kebocorannya, atau apabila baru harus dilapis dahulu dengan lapisan plaster tipis dari semen untuk menutup retak rambut atau retak besar pada dak beton, baru kemudian dilapis dengan lapisan waterproof atau aquaproof yang mengandung bitumen (aspal). Lapisan anti air ini memerlukan pelapisan ulang setiap beberapa tahun sekali.
4. Apabila memungkinkan, buat taman kering atau taman basah.
Panas yang diterima dak bisa dikurangi secara significant dengan membuat taman kering atau taman basah. Taman kering bisa menggunakan taburan koral atau batu kerikil, tentunya setelah dak tersebut dilapisi dengan lapisan anti air. Hal ini juga berguna apabila Anda ingin membuat efek taman kering yang indah diatas atap, dengan menaburkan kerikil dan memberi pot-pot bunga yang banyak akan serasa seperti di taman, adalah alternatif untuk membuat taman atap yang lebih sulit pemeliharaannya. Adapun taman basah, membutuhkan pengerjaan yang cukup rumit, yaitu dengan membuat lapisan-lapisan taman diatas atap. 
5. Buat saluran pembuangan air yang baik.
Saluran pembuangan air yang baik bisa berarti saluran tersebut bisa membuang air yang jatuh ke atap dak dan atap disekitarnya dengan lancar, sehingga air tidak menggenang dan tidak jatuh dari sisi dak beton. Apabila air tidak lancar masuk ke saluran pembuangan, akibatnya air bisa jatuh disisi dak beton dan debu yang terbawa akan mengotori dak beton maupun dinding rumah, demikian juga dengan cipratannya. Sangat penting untuk membuat saluran pembuangan air yang cukup dan arah pembuangan yang tepat, yaitu meletakkan titik-titik pipa air pada dak beton dan membuat penahan air pada sisi luar dak beton untuk menahan air limpahan agar tidak jatuh ke sisi dak. Khusus untuk pembuatan saluran air, harus direncanakan dari awal untuk menentukan perletakan pipa-pipa air pembuangan, melalui proses perencanaan sanitasi dan pembuangan air.
6. Apabila tidak menggunakan plafon, sebaiknya atap dak cukup tinggi atau terlindung ruangan diatasnya, atau gunakan ventilasi silang. 
Ruangan seperti ruang dapur atau ruang makan bisa menggunakan atap dak beton tanpa plafon, biasanya untuk menghemat biaya pembuatan plafon. Ruang seperti ini apabila terekspos langsung oleh sinar matahari di bagian atasnya, bisa panas dan karenanya apabila memungkinkan bisa dibuat menjadi ruang yang semi terbuka, misalnya rancangan dapur menggunakan pintu-pintu geser yang bisa dibuka sehingga ada pergantian udara dengan luar bangunan. 


English version:

1. Consider concrete roof to be used for certain area only. 
Space or rooms that are not occupied too much, for example bathroom, terrace, storeroom, laundry room, etc. This is because the concrete roof tends to be more easily dissipate heat from the sun heat so that the bottom of the concrete (with no ceiling) usually becomes warm and heats the air underneath. The rooms below concrete decking or other flat roofs types require air conditioning that will increase everyday operating costs.

2. Use ceiling under concrete roof decking.
Ceiling could help isolate the hot air below concrete for a cooler temperature below it. Where possible, make holes that connects the air inside the ceiling with outside air using crossing airflow principle that leads out to air exchange inside the ceiling.

3. Always use waterproof coating on top of the concrete decking.
The layer commonly known as waterproofing or aquaproofing will prevent water to infiltrate the concrete decking. This layer can be made after the concrete is checked for possibilities of leaking, or if is new then it must be coated first with a thin layer of cement plaster to seal hairline cracks or large cracks on the concrete, and then coated with layers of waterproof or Aquaproof which contains bitumen (asphalt). This coating will require resurfacing every few years.

4. Whenever possible, you can add coral or pebbles to help lower the temperature above concrete decking.
Concrete decking received heat can be reduced significantly by using sprinkling of coral or pebbles, of course, after the decking is coated with waterproof coating. It is also useful if you want to create a beautiful effect of dry garden on the roof, with sprinkling of gravel and flower pots that many will feel like being in a garden, is an alternative to making soil roof garden that is more difficult to maintain.

5. Make good drainage.
Good drainage will easily flow water from rain falls, so that water does not stagnate on the concrete. If water is not running smoothly into sewers, water could damage the concrete decking and hand-borne dust will dirt the concrete sides and the walls. It’s important to create sufficient drainage and proper disposal direction, ie putting proper points of water pipes around the concrete decking and creating water retaining sides on the outside of concrete decking to hold the overflow of water. Especially for waterways pipes, should be planned from the beginning to determine the placement of water pipes, through the planning process of sanitation and drainage.

6. When not using ceiling, concrete roof should be high enough, or use cross ventilation.
Rooms such as the kitchen or dining room could use a concrete roof without ceiling, usually to save the cost of making the ceiling. Rooms with concrete roof decks, can be hot and therefore where possible could be made into a semi-open space, for example a kitchen design using sliding doors that can be opened for air exchanging.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[weekend project] membuat meja tidur (nightstand) dari kayu palet bekas

astudioarchitect.com Nightstand merupakan meja disamping tempat tidur, yang dapat digunakan untuk meletakkan benda-benda kecil seperti buku, HP, gelas minum, vas bunga atau frame foto. Nightstand biasanya memiliki laci untuk menyimpan barang. Pada kesempatan ini akan dibahas bagaimana cara membuat nightstand dari bahan kayu sisa yaitu kayu palet yang biasanya merupakan bahan sisa dari alas container. Kayu-kayu sisa ini biasanya dijual di tempat penjualan kayu palet sisa pelabuhan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Beginilah biasanya penampilan kayu palet bekas alas container, dibuat dari kayu dengan tekstur yang cukup bagus, terutama untuk menampilkan gaya kayu yang rustic. Adapun bahan-bahan lengkapnya sebagai berikut:

– Kayu Pallet sebaiknya yang sudah terkena hujan panas (saran dari pembuatnya)
– Paku
– Sekrup
– Lem
– tripleks.
– Pernis dengan bahan dasar air

Peralatan:
– Ungkal/ pengungkit
– Palu
– Gergaji (mesin atau manual)
– mesin amplas / amplas manual
– gergaji tripleks / mesin pelubang

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Membuat bingkai:

  • bingkai terdiri dari 10 papan berukuran 3×2 dan 4×1 yang disatukan oleh 2 bingkai persegi panjang.
  • Potong 10 papan tersebut dengan ukuran 52cm menggunakan gergaji (atau panjang yang Anda inginkan. 
  • Pilih sisi yang digunakan untuk depan dan belakang dari sisi yang terlihat menarik. 
  • Letakkan papan-papan tersebut berjajar untuk mengukur dan menyamakan lebarnya. 
  • Bingkai persegi panjang terdiri dari 4 balok yang harus dipotong dengan ukuran yang sama persis. 

Setelah selesai memotong potongan-potongan tersebut, Anda dapat merakit bingkai persegi panjangnya.
Potongan-potongan balok dengan tebal 7cm bisa disekrup dengan sekrup yang panjang. Pastikan untuk membuat persegi panjang yang keduanya persis sama ukurannya.

Setelah selesai merakit persegi panjang Anda harus memotong papan atas. Gunakan gergaji untuk memotong potongan pada ukuran yang tepat.

Sebelum merakit frame gunakan penghalus (amplas/sander) untuk menghaluskan baik dengan tangan atau dengan mesin. Mesin sander bisa menghasilkan tekstur yang merata.

Untuk perakitan didalam contoh ini hanya menggunakan paku. Anda dapat menggunakan lem juga.

CATATAN: Ketika perakitan kayu harus kering agar menghindari adanya pelapukan disaat nantinya sudah jadi.

– Saat merakit, adakalanya harus menggunakan amplas/sander untuk merapikan sisi-sisinya.
– Saat memaku papan dari sisi dan belakang, adalah bagian yang sulit. Anda harus menjepit dan meratakannya sebelum dipaku.
– Terakhir Anda dapat merakit papan depan.

Untuk membuat slide laci lebih mudah Anda bisa menggunakan dua potong kayu lapis untuk bagian dalam frame seperti terlihat pada gambar.

Laci terbuat dari 5 potongan kayu dan sepotong tripleks.

– Pertama ukur sampai ukuran kayu lapis dan potong dengan gergaji.
– Ukur tinggi dan potong alur ke dalam papan 8mm depan secara mendalam.
– Potong papan lainnya.
– Taruh di atas papan kayu lapis dan tempatkan bersama-sama dengan paku dan lem.

Ketika Anda selesai dengan laci (tanpa papan dengan bentuk hati) Anda dapat menempatkan rak. Gunakan sekrup untuk meletakkan dua bilah samping. Pastikan bilah-bilahnya lurus.

Setelah itu Anda bisa memaku papan rak pada bilah

lubang untuk menarik laci bisa menggunakan bentuk hati atau bentuk lainnya.
– Pertama potong papan dengan ukuran bagian depan laci.
– Kedua gambarkan bentuk hati atau bentuk sederhana lainnya. Saya menggunakan gergaji lubang (32mm).
– Bor lubang tersebut.
– Gunakan jigsaw untuk meenghaluskan sedikit yang tersisa.
Sekarang Anda dapat merakit papan dengan paku dan lem

Meja sudah selesai. Untuk melindungi kayu dan untuk memberikan sedikit detail saya menggunakan finishing pernis transparan.

– Bersihkan kayu.
– Amplas dengan kertas pasir ukuran 150.
– Bersihkan kayu lagi.
– Oleskan lapisan pernis dan tunggu setidaknya 4 jam.
– Amplas lagi dengan ukuran 200.
– Bersihkan kayu.
– Oleskan lapisan kedua pernis.

————————————
Tutorial ini didapatkan via instructables

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.