6 Tips atap dak beton / 6 Tips for concrete roof decking


astudioarchitect.com Atap dak beton makin populer karena atap ini merupakan variasi dari atap konvensional berupa atap pelana atau perisai. Atap datar dak beton juga kadang digunakan untuk keseluruhan atap bangunan rumah atau bangunan lainnya. Sebenarnya jenis atap ini agak rawan dengan bocor dan retak dan karenanya perlu dibuat dengan beberapa pertimbangan khusus yang kami bahas dalam artikel ini. Agar atap dak beton kita awet, dan sesuai dengan iklim tropis dengan panas dan hujan yang melimpah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan karena sebenarnya jenis atap dak beton ini kurang sesuai untuk iklim tropis, karena dak beton adalah jenis atap yang langsung meneruskan panas matahari yang diterimanya dari bagian atas bangunan, yang terkena sinar matahari. Hujan pun juga bisa menimbulkan kebocoran sehingga perlu dilapis khusus.

Concrete roof decking is increasingly popular because it is a variation of a conventional roof gable. Concrete flat roofs are also sometimes used for the entire roof of the building houses or other buildings (in tropical climate region). Actually, this type of roof is often leaking and somewhat prone to cracking and therefore need to be made with some special considerations that we discuss in this article. In order to build durable concrete roof, and in accordance with the hot tropical climate and abundant rainfall, there are some aspects we need to pay attention because the actual concrete type of roof is less suitable for tropical climates, because concrete decking is transmitting heat it receives from the top of building, which is exposed to sunlight. Rainfall could also cause leaks that needs to be specially coated.

photo above: house design by Adi Purnomo

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1. Pertimbangkan dak beton sebagai atap hanya sebagai atap untuk bagian rumah yang tidak ditempati terlalu banyak.
Ruang yang tidak ditempati terlalu banyak misalnya seperti kamar mandi, teras, gudang, ruang cuci, dan sebagainya. Hal ini karena atap dak beton cenderung lebih mudah menghantarkan panas dari matahari yang mengenainya sehingga bagian bawah dak beton (tanpa plafon) biasanya terasa hangat dan memanaskan udara dibagian bawahnya. Ruangan yang memakai dak beton atau atap datar lainnya biasanya memerlukan pendinginan dari AC yang bisa menambah biaya operasional bangunan untuk listrik sehari-hari.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2. Gunakan plafon dibawah dak beton.
Plafon bisa membantu mengisolasi udara dibawah dak beton sehingga lebih dingin di bagian bawahnya. Apabila memungkinkan, plafon bisa diberi lubang dengan prinsip aliran udara menyilang yang mengarah keluar sehingga terjadi pertukaran udara didalam plafon.
3. Selalu gunakan pelapis anti air di bagian atas dak beton.
Pelapis di bagian atas dak atau lazim disebut waterproofing atau aquaproofing merupakan lapisan yang tidak meneruskan air. Lapisan ini dibuat setelah dak beton diperiksa kebocorannya, atau apabila baru harus dilapis dahulu dengan lapisan plaster tipis dari semen untuk menutup retak rambut atau retak besar pada dak beton, baru kemudian dilapis dengan lapisan waterproof atau aquaproof yang mengandung bitumen (aspal). Lapisan anti air ini memerlukan pelapisan ulang setiap beberapa tahun sekali.
4. Apabila memungkinkan, buat taman kering atau taman basah.
Panas yang diterima dak bisa dikurangi secara significant dengan membuat taman kering atau taman basah. Taman kering bisa menggunakan taburan koral atau batu kerikil, tentunya setelah dak tersebut dilapisi dengan lapisan anti air. Hal ini juga berguna apabila Anda ingin membuat efek taman kering yang indah diatas atap, dengan menaburkan kerikil dan memberi pot-pot bunga yang banyak akan serasa seperti di taman, adalah alternatif untuk membuat taman atap yang lebih sulit pemeliharaannya. Adapun taman basah, membutuhkan pengerjaan yang cukup rumit, yaitu dengan membuat lapisan-lapisan taman diatas atap. 
5. Buat saluran pembuangan air yang baik.
Saluran pembuangan air yang baik bisa berarti saluran tersebut bisa membuang air yang jatuh ke atap dak dan atap disekitarnya dengan lancar, sehingga air tidak menggenang dan tidak jatuh dari sisi dak beton. Apabila air tidak lancar masuk ke saluran pembuangan, akibatnya air bisa jatuh disisi dak beton dan debu yang terbawa akan mengotori dak beton maupun dinding rumah, demikian juga dengan cipratannya. Sangat penting untuk membuat saluran pembuangan air yang cukup dan arah pembuangan yang tepat, yaitu meletakkan titik-titik pipa air pada dak beton dan membuat penahan air pada sisi luar dak beton untuk menahan air limpahan agar tidak jatuh ke sisi dak. Khusus untuk pembuatan saluran air, harus direncanakan dari awal untuk menentukan perletakan pipa-pipa air pembuangan, melalui proses perencanaan sanitasi dan pembuangan air.
6. Apabila tidak menggunakan plafon, sebaiknya atap dak cukup tinggi atau terlindung ruangan diatasnya, atau gunakan ventilasi silang. 
Ruangan seperti ruang dapur atau ruang makan bisa menggunakan atap dak beton tanpa plafon, biasanya untuk menghemat biaya pembuatan plafon. Ruang seperti ini apabila terekspos langsung oleh sinar matahari di bagian atasnya, bisa panas dan karenanya apabila memungkinkan bisa dibuat menjadi ruang yang semi terbuka, misalnya rancangan dapur menggunakan pintu-pintu geser yang bisa dibuka sehingga ada pergantian udara dengan luar bangunan. 


English version:

1. Consider concrete roof to be used for certain area only. 
Space or rooms that are not occupied too much, for example bathroom, terrace, storeroom, laundry room, etc. This is because the concrete roof tends to be more easily dissipate heat from the sun heat so that the bottom of the concrete (with no ceiling) usually becomes warm and heats the air underneath. The rooms below concrete decking or other flat roofs types require air conditioning that will increase everyday operating costs.

2. Use ceiling under concrete roof decking.
Ceiling could help isolate the hot air below concrete for a cooler temperature below it. Where possible, make holes that connects the air inside the ceiling with outside air using crossing airflow principle that leads out to air exchange inside the ceiling.

3. Always use waterproof coating on top of the concrete decking.
The layer commonly known as waterproofing or aquaproofing will prevent water to infiltrate the concrete decking. This layer can be made after the concrete is checked for possibilities of leaking, or if is new then it must be coated first with a thin layer of cement plaster to seal hairline cracks or large cracks on the concrete, and then coated with layers of waterproof or Aquaproof which contains bitumen (asphalt). This coating will require resurfacing every few years.

4. Whenever possible, you can add coral or pebbles to help lower the temperature above concrete decking.
Concrete decking received heat can be reduced significantly by using sprinkling of coral or pebbles, of course, after the decking is coated with waterproof coating. It is also useful if you want to create a beautiful effect of dry garden on the roof, with sprinkling of gravel and flower pots that many will feel like being in a garden, is an alternative to making soil roof garden that is more difficult to maintain.

5. Make good drainage.
Good drainage will easily flow water from rain falls, so that water does not stagnate on the concrete. If water is not running smoothly into sewers, water could damage the concrete decking and hand-borne dust will dirt the concrete sides and the walls. It’s important to create sufficient drainage and proper disposal direction, ie putting proper points of water pipes around the concrete decking and creating water retaining sides on the outside of concrete decking to hold the overflow of water. Especially for waterways pipes, should be planned from the beginning to determine the placement of water pipes, through the planning process of sanitation and drainage.

6. When not using ceiling, concrete roof should be high enough, or use cross ventilation.
Rooms such as the kitchen or dining room could use a concrete roof without ceiling, usually to save the cost of making the ceiling. Rooms with concrete roof decks, can be hot and therefore where possible could be made into a semi-open space, for example a kitchen design using sliding doors that can be opened for air exchanging.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s